Anda di halaman 1dari 25

Mithy Putri Gusemi

04021481518013

Laktasi adalah bagian terpadu dari proses


reproduksi yang memberikan makanan bayi
secara ideal dan alamiah serta merupakan dasar
biologi dan psikologik yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan. Air susu ibu(ASI) merupakan
makananyang ideal bagi pertumbuhan neonatus
(Nugroho,2011,p.3)

Laktasi
adalah
keseluruhan
proses
menyusui,mulai dari ASI di produksi sampai bayi
manghisap dan menelan (Prasetyono,2009,p.61).

Permasalahan laktasi
dari faktor ibu

1.

Payudara bengkak
Masitis
Kelainan puting susu
Saluran Air susu
tersumbat
Ibu sakit
Ibu melahirkan dengan
bedah sesar
Ibu yang bekerja
Ibu penderita HIV/AIDS
dan Hepatitis (HbsAg +)
Ibu penderita diabetes
Ibu yang memerlukan
pengobatan
Ibu hamil

2.

Permasalah laktasi
dari faktor bayi

Bayi sering menangis


Bayi bingung puting
Bayi BBLR
Bayi dengan ikterus
Bayi dengan bibir
sumbing
Bayi kembar
Bayi sakit
Bayi dengan lidah
pendek
Bayi memerlukan
perawatan

Patofisiologi laktasi tidak hanya diperhatikan


dari
sisi fungsi glandula mammae dalam
memproduksi air susu, tetapi juga melibatkan
proses pertumbuhan glandula mamae dari saat
fetus sampai usia dewasa. Adanya gangguan
pada setiap fase pertumbuhan payudara akan
mengurangi atau bahkan meniadakan kapasitas
fungsional glandula mammae. Pengaturan
hormon terhadap pengeluaran ASI dibagi 3
bagian yaitu Pembentukan kelenjar payudara,
Pembentukan air susu dan Pemeliharaan
pengeluaran air susu

Jika terjadi masalah laktasi maka dapat


menyebabkan payudara menjadi bengkak.
penyebab terjadinya bengkak pada payudara,
antara lain:
Bayi tak mau menyusu
Biasanya ada suatu keadaan yang membuat bayi
jadi tak suka menyusu. Misalnya, ASI keluar
terlalu deras sehingga setiap kali mengisap puting
susu ibunya, bayi jadi gelagapan.
Ibu tidak teratur mengeluarkan ASI, karena:
Terpisah sementara dari si kecil. Misalnya ibu yang
bekerja dan tidak mengeluarkan ASI-nya dengan
diperah/dipompa.
Ibu menyelingi pemberian ASI dengan susu botol. Jadi
ada jarak waktu di mana ibu tidak mengeluarkan ASI.
Puting terluka sehingga ibu segan menyusui.

Apa pun penyebabnya, ASI yang tidak


dikeluarkan
mengakibatkan
terjadinya
penggumpalan air susu dalam kelenjar susu
di payudara (ini bisa terlihat dari bengkaknya
payudara ibu). Makin lama, penggumpalan
tersebut akan menyumbat kelenjar susu
sehingga volume ASI yang keluar jadi sedikit.
Desakan ASI yang tak lancar inilah yang
menimbulkan rasa sakit pada payudara

Dapat sembuh bila teknik menyusui benar,


yaitu bibir bayi menutup areola sehingga
tidak nampak dari luar, putting di atas lidah
bayi, dan areola di antara gusi atas dan
bawah.

Jangan bersihkan puting dengan sabun, alcohol,


lotion, krim dan obat-obatan iritan lainnya.
Setelah selesai menyusu lepaskan isapan bayi
dengan menekan dagu bayi atau pijit
hidungnya atau masukkan jari kelingking ibu
yang bersih ke mulut bayi.
Tetap menyusui mulai dari puting yang tidak
sakit.
Hindari tekanan local pada putting dengan
mengubah-ubah posisi menyusu.
Sebelum diisap, puting yang lecet diolesi es
untuk mengurangi rasa sakit.
Untuk menghindari payudara bengkak, ASI
dikeluarkan dengan manual berikan melalui
sendok, gelas/pipet.

Masitis
Abses payudara

Data subjektif

Identitas klien
Status perkawinan
Keluhan utama
Riwayat kehamilan
Riwayat kesehatan yang
lalu
Riwayat kesehatan
keluarga
Riwayat KB
Pola kebiasaan sehari
hari
Data psikososial
Data sosial

Data objektif
Pemeriksaan fisik umum
Meliputi KU, TTV
Pemeriksaaan fisik
khusus
Dilakukan dengan
inspeksi, palpasi,
auskultasi dan perkusi
yang dimulai dari ujung
rambut sampai ujung
kaki.
Pemeriksaan penunjang

Ketidakefektifan pola laktasi b/d produksi


ASI sedikit.
Ketidakmampuan laktasi berhubungan
dengan produksi ASI sedikit.
Gangguan rasa nyaman : nyeri
berhubungan dengan bendungan ASI

Ketidakefektifan pola laktasi b/d produksi ASI


sedikit.
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan selama 1jam
produksi ASI keluar lebih lancar.

Intervensi :
Pemijatan mamae sebelum menyusui.
Menyusui pada tempat yang tenang tersendiri, jauh dari kebisingan.
Mandi air hangat sebelum menyusui untuk mendapatkan perasaan
relaksasi dan menstimulasi pengeluaran susu.
Berikan kompres hangat selama 20 menit sebelum menyusui.
Gunakan teknik relaksasi dan anjurkan ibu untuk memfokuskan diri
pada pengeluaran ASI.
Minum air, jus atau minuman non cafein sebelum dan selama
menyusui.
Hindari kelelahan yang berlebihan dengan cara beristirahat ketika
bayi tidur, menyusui sembari tiduran, dan mempunyai waktu yang
cukup untuk menyendiri.
Kembangkan
suatu respons yang dikondisikan, dengan cara
merancang rutinitas untuk memulai menyusui.
Menyediakan waktu yang cukup bagi bayi (sedikitnya 10-15 menit/
bagian), untuk mencetuskan refleks pengeluaran.
1Gunakan metode alternatif pemilihan sisi mamae (baik dengan
cara memakai kedua puting bergantian setiap kali menyusui atau
menukar posisi mamae berulang-ulang selama 1 kali menyusui)
Jika semua cara gagal, ambil resep untuk pemberian oksitosin
melalui semprotan hidung dari perawat.

Ketidakmampuan
laktasi
berhubungan
dengan produksi ASI sedikit.
Intervensi :
Tingkatkan frekuensi pemberian susu untuk
meningkatkan suplai.
Perhatikan frekuensi berkemih dan defekasi
bayi (enam-delapan kali berkemih dan 1 kali
defekasi selama 24 jam adalah cukup.
Peningkatan berat badan sebesar 3/4 sampai
1ons/hari menandakan bayi cukup makan.
Beri tahu ibu, jika bayi kelihatan puas dan
berat badannya meningkat.

Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan


dengan bendungan ASI
Tujuan :
Nyeri berkurang/hilang
Ibu dapat menyusui bayinya dengan nyaman
Bendungan ASI dapat berkurang/hilang

Intervensi :
1.
Ajarkan teknik relasksasi
2.
Kompres pada area nyeri
3.
Kolaborasi pemberian obat analgetik
4.
Lakukan pengurutan yang dimulai dari
puting ke arah korpus mamae untuk
mengurangi
bendungan
di
vena
dan
pembuluh getah bening dalam payudara

Didasarkan pada diagnosa yang muncul


baik secara aktual, resiko maupun
potensial. Kemudian diruumuskan intervensi
keperawatan sesuai NCP

Disimpulkan berdasarkan pada sejauh mana


keberhasilan mencapai kriteria hasil,
sehingga dapat diputuskan apakah
intervensi tetap dilanjutkan, dihentikan atau
diganti jika tindakan sebelumnya tidak
berhasil

American Academy of Pediatrics and The American


College of Obstetrics and Gynecologists, 2002
LAWRENCE, R. A. & M., R. (2011) Breastfeeding : a guide
for the medical profession, Maryland Heights, Missouri
63043, Elsevier Inc.
Linda J. Heffner & Danny J. Schust, 2006. At a glance
sistem reproduksi. PT Gelora Aksara Pratama
Mansjoer Arif.2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I.
Jakarta : Media Aesculapius FKUI
Maryunani, Anik. 2010. Imu Kesehatan Anak Dalam
Kebidanan. Jakarta : TIM
Nugroho, Taufan. 2011. Buku Ajar Obstetri untuk
Mahasiswa Kebidanan. Yogyakarta : Nuha Medika.
Prasetyono, D.S. 2009. ASI Eksklusif Pengenalan,Praktik
dan
Kemanfaatankemanfaatannya.
Diva
Press.
Yogyakarta
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/118/jtptunimus-gdlellsaryant-5872-2-babii.pdf diakses pada tanggal 29
maret 2016