Anda di halaman 1dari 133

ANALISIS VARIABEL

KOMPLEK
kg

Oleh
Dwi Purnomo

Oleh
Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Matematika 2009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

IKIP BUDI UTOMO MALANG


TAHUN 2012

DAFTAR ISI

Halaman

Bab I

Bab II

Bab III

Bab IV

Bab V

Bab VI
Halaman 1

Bab I
BILANGAN KOMPLEK

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

Sistem Bilangan Real (R)


Sistem bilangan seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil dari
pengembangan secara bertahap seperti yang ditunjukkan dalam daftar berikut.
1. Bilangan asli

1, 2, 3, 4,. . , Juga disebut bilangan bulat positip, pertama kali

digunakan dalam menghitung. Simbol bervariasi dengan waktu, misalnya yang


digunakan bilangan Romawi I, II, III, IV. . ., jika a dan b adalah bilangan asli,

jumlah a + b dan perkalian a. b, (a) (b) atau ab juga disebut bilangan asli. Untuk
alasan ini himpunan bilangan asli dikatakan tertutup di bawah operasi penjumlahan
dan perkalian atau untuk memenuhi sifat penutupan terhadap operasi ini.

2. Bilangan bulat negatip dan nol, dilambangkan dengan - 1, - 2, - 3. . . dan 0


masing-masing, muncul untuk memungkinkan solusi dari persamaan seperti
x + b = a. dimana a dan b adalah setiap bilangan asli. Hal ini mengarah pada
operasi pengurangan, atau invers penjumlahan, dan kita tulis dengan x = a-b
himpunan bilangan bulat positip, negatip dan nol disebut himpunan bilangan bulat
dan tertutup di bawah operasi-operasi penjumlahan, perkalian, dan pengurangan.
3. Bilangan rasional dan pecahan seperti -

3
, 4

8
. . . muncul untuk
3

memungkinkan persamaan solusi seperti bx = a untuk semua bilangan bulat a dan b di


mana b0
ini mengarah ke operasi divisi atau invers perkalian, dan kita tulis dengan
x = a/b atau a+b [disebut hasil bagi a dan b] di mana a adalah pembilang dan b adalah
penyebut. Himpunan bilangan bulat adalah bagian atau subset dari bilangan rasional,

karena bilangan bulat sesuai dengan bilangan rasional a / b dimana b = 1. Himpunan


bilangan rasional tertutup di bawah operasi-operasi penjumlahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, selama pembagian dengan nol tidak termasuk.
4. Bilangan irasional seperti 2 =1.41423. . . dan = 3. 14159. . .adalah

bilangan yang tidak rasional, yang tidak dapat dinyatakan dengan a/b dimana a
dan b adalah bilangan bulat dan b0
Himpunan bilangan rasional dan irasional di sebut dengan himpunan bilangan
ril. diasumsikan bahwa siswa sudah mengetahui dengan berbagai operasi pada
bilangan real.
Representasi Bilangan Real

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

Bilangan real dapat direpresentasikan oleh titik-titik pada garis yang disebut
sumbu real, seperti ditunjukkan pada gambar 1.1 titik yang sesuai dengan nol
disebut asal

3
2

atau 1,5

3
4

2
-4

-3

-2

-1

Gbr.1.1
sebaliknya untuk setiap titik pada baris ada satu dan hanya satu bilangan real. jika
titik A sesuai dengan bilangan real yang terletak di sebelah kanan titik B sesuai
dengan b bilangan real, kita katakan bahwa a lebih besar dari b atau kurang dari a
dan menulis masing-masing a > b atau b < a.

Halaman 2
Susunan dari nilai-nilai x termaksud a < x <b disebut interval
terbuka,sumbu yang asli ketika

x b ,yang mana juga termaksud nilai

akhir a dan, disebut interval tertutup berarti symbol x,yang mana dapat berdiri
untuk semua susunan dari nilai nilai asli ,yang disebut variabel asli.
Nilai mutlak dari sebuah bilangan asli a , dinotasikan oleh

|a| , yang

sama untuk a jika a > 0,,untuk a adalah a < 0 dan untuk 0 jika a = 0. Jarak
antara dua titik a dan b disumbu yang asli adalah |ab| .

Sistem Bilangan Komplek (C)


Tidak ada bilangan asli x yang memenuhi persamaan
memberikan

solusisolusi

x 2+1=0

untuk

untuk ini dan persamaanpersamaan yang sama

susunan dari bilangan komplek telah di perkenalkan. Kita dapat mengangap sebuah
bilangan komplek yang mana dengan bentuk a + bi dimana a dan b adalah bilangan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

asli dan i ,yang mana disebut bilangan imajiner ,mempunyai kelengkapan


i 2=1 .

z = a + bi , kemudian a disebut bilangan asli dari z dan b disebut

bagian bilangan imajiner dari z dan didenotasikan oleh Re

{ z } dan lm { z }

berturut-turut, symbol z,yang mana dapat berdiri untuk semua susunan bilanganbilangan komplek ,disebut variabel komplek.
Dua bilangan komplek a + bi dan c + di adalah sama jika dan hanya jika a = c
dan b = d. Kita dapat mengangap bilangan asli sebagai sebuah bagian dari susunan
bilangan komplek dengan b = 0. Bilangan komplek 0 + 0i dan -3 +0i kembali
ditunjukan bilangan asli 0 dan -3 berturut-turut.Jika a = 0 ,bilangan komplek 0 +
bi atau disebut bilangan imajiner asli.
Konjuget komplek ,atau konjuget singkat , dari sebuah bilangan komplek a
+ bi adalah a-bi . Konjuget komplek dari sebuah bilangan komplek z sering
diindikasikan oleh z atau z .
Operasi dasar pada bilangan Komplek
Operasi

yang

ditunjukan

dengan

bilangan

komplek

memprosesnya seperti aljabar dari bilangan bilangan asli ,menganti

kita

dapat

i 2 oleh -1

ketika ini terjadi .


1. Penjumlahan
( a+bi ) + ( c +di )=a+bi+c +di=( a+ c )+ ( b+d ) i
2. Pengurangan

( a+bi ) ( c+ di )=a+ bicdi= ( ac ) + ( bd ) i


3. Perkalian
( a+bi ) ( c +di )=ac +adi+bci+bd i2 =( acbd ) + ( ad +bc ) i
4. Pembagian
a+bi a+bi c di ac adi+ bcibd i2
=
.
=
c+ di c+ di c di
c 2d2 i 2
ac+bd + ( bcad ) i ac+ bd bcad

= 2 2+ 2 2 i
2
2
c +d
c +d
c +d

Nilai Mutlak

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

Nilai Mutlak

atau modulus dari sebuah bilangan komplek

a+bi

adalah

defenisinya adalah sebagai |a+ bi|= a2 +b 2 .


2 2

Contoh:
4 2+

|4 +2i|=
Jika z 1 , z 2 , z 3 ,., z m adalah bilangan komplek,mengikuti sifat-sifat berikut
1. |z 1 z 2| = |z 1|| z2|
atau
|z 1 z 2 z m|=|z 1||z 2||z m|
z1
z1
2.
=
jika z 2 0
z2
z2
3. |z 1+ z 2|| z1|+| z2|
atau
|z 1+ z 2 ++ z 3||z 1|+|z 2|+ +|z m|
4. |z 1+ z 2|| z1||z 2|
atau
|z 1z 2||z 1||z 2|

||

||

Halaman 3
DASAR SISTEM AXIOMETIC DALAM ANGKA-ANGKA YANG
KOMPLEKS

Dari suatu segi pandangan yang logis dapat digambarkan angka-angka


complex sebagai pasangan ( a,b) dari bilangan riil a dan b menunjuk pada yang
definisi yang beragam ternyata sama dengan definisi diatas. Semua definisi yang
digambarkan ini, dimana semua angka menggantikan angka-angka riil.
a. Persamaan (a,b) = (c,d) jika dan hanya jika a = c, b = d
b. Penjumlahan (a,b) + (c,d) = (a+ c, b+ d)
c. Produk (a, b) (c, d) = (ac-bd, ad + bc)
m(a, b) = (ma, mb)
Dari ini kita dapat menunjukkan bahwa ( a,b) = a ( 1,0)+ b ( 0,1) dan kita
berhubungan dengan ini a + bi di mana lambang untuk ( 0,1) dan mempunyai i2 =
(0,1) (0,1) = (-1,0) (yang dipertimbangkan setara dengan bilangan riil - 1) dan ( 1,

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

0) jadilah setara dengan bilangan riil 1. Pasangan yang diinginkan ( 0,0) sesuai
dengan bilangan riil 0.
Dari pernyataan di atas kita dapat membuktikan bahwa jika z 1, z2, z3, bagian dari S
bilangan kompleks :
1. z1 + z2 dan z1 z2 tergolong S
2. z1 + z2 = z2 +z1

3.
4.
5.
6.
7.

Hukum Tertutupan
Hukum Komutatif Penjumlahaan
z1 + (z2 + z3)= (z1+z2)+z3
Hukum Asociative Penjumlahaan
z1 z2 = z2 z1
Hukum Komutatif Perkalian
z1 (z2 z3) = (z1z2) z3
Hukum Asosiatif Perkalian
z1 (z2 + z3) = z1 z2 + z1z3
Hukum Penyebaran
z1 + 0 = 0 + z 1 = z1, 1.z1 = z1.1 = z1, 0 adalah terpanggil identitas
berkenaan dengan tambahan,

1 adalah

terpanggil identitas berkenaan

dengan perkalian.
8. Untuk apa pun bilangan kompleks z1 ada z bilangan unik dalam S seperti z +
z1 = 0; z adalah terpilih searah z1 untuk penjumlahan yang ditunjukan oleh
z1.
9. Untuk apa pun z1 0 ada jumlah anuique dalam S seperti z1z = zz1= 1;
z adalah terpilih berlawanan z1 berkenaan dengan perkalian dan ditunjukan
oleh z1 -1 atau 1/z1.
.
Penyajian Grafis Dari Bilangan Kompleks
Jika perbandingan riil dipilih pada dua bagian tegak lurus X'OX dan Y'OY
yang disebut x dan y bagian berturut-turut seperti 1-2, maka kita dapat
menempatkan titik manapun, di dalam bidang yang ditentukan oleh bentuk ini,
dengan penghembus yang ditentukan dari bilangan riil
(x,y) segi-empat yang disebut koordinat titik. Contoh-contoh lokasi titik seperti
itu diindikasikan oleh P, Q, R, S and T dalam Fig. 1 2.
Karena suatu bilangan kompleks x + iy dapat dianggap sebagai suatu
pasangan berurut bilangan real, maka kita dapat menjumlahkan angka-angka yang
ditunjukan oleh xy yang terhubung pada bidang kompleks atau argand diagram.
Bilangan kompleks yang diwakili oleh P, sebagai contoh, kemudian dapat dibaca
sebagi ( 3, 4) atau 3+ 4i. Bagi setiap bilangan kompleks disana bersesuaian atau

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

berpasangan satu-satu pada titik didalam bidang, dan sebaliknya bagi masingmasing titik didalam bidang disana bersesuaian satu-satu pada satu bilangan
kompleks. Oleh karena itu kita sering mengacu pada bilangan kompleks z sebagai
titik z. Kadang-kadang kita melihat x dan y tampak khayal dan riil yang berturutturut pada bidang yang kompleks ketika z dalam bidang. Jarak antar dua bilangan
z1= x1+ iy1 dan z2= x2 + iy2 didalam bidang yang kompleks diberi oleh | z1- z2|=

x1 x2 2 y1 y 2 2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

Y
Halaman 4
P(3,4)
4 y sebagai sumbu
Kadang-kadang kita menunjuk sumbu x dan
real dan imajiner
masing-masing untuk bidang
kompleks sebagai
bidang z. Jarak antara dua titik
Q(-3,3)
3

z1 x1 iy 1 dan z 2 x 2 iy 2 pada bidang kompleks ditentukan oleh


2
r(2,5,0)
1

z1 z 2 ( x1 x 2 ) 2 ( y1 y 2 ) 2

-4

-3 -2

-1

1
S(2,BENTUK POLAR DARI BILANGAN KOMPLEKS
2
2)
Jika P adalah
titik pada bidang kompleks sama
dengan bilangan kompleks
R(-2.5,3
1.5) kita lihat dari Gambar. 1-3 bahwa
(x, y) atau x + iy, maka

x r cos

y r sin

Fig. 1-2
Y
P(x,y)
r

y
X

Y
(Gambar. 1-3)
Dimana

r x 2 y 2 x iy

z x iy 1

disebut nilai modulus atau nilai mutlak dari

[dinotasikan dengan z atau

]; dan , disebut amplitude atau

argument(penjelasan) dari z x iy [dinotasikan dengan arg z], adalah sudut yang


membuat garis OP dengan sumbu x positif.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

10

Oleh karena itu,


z x iy 1 r (cos i sin )

(1)

Yang disebut bentuk polar dari bilangan kompleks, r dan disebut koordinat
polar(kutub). Kadang-kadang mudah untuk menulis singkatan cis untuk

cos i sin .
Untuk setiap bilangan kompleks z 0 terdapat hanya satu nilai yang sesuai
dengan untuk 0 < 2. Namun, interval lain dari panjang 2, misalnya - <
, dapat digunakan. Setiap pilihan utama, diputuskan terlebih dahulu, disebut
jarak utama, dan nilai disebut nilai utamanya.
THEOREMA DE MOIVRE'S
Jika z1 x1 iy 1 r1 (cos 1 i sin 1 ) dan z 2 x 2 iy 2 r2 (cos 2 i sin 2 )
kita dapat menunjukkan pada [ lihat halaman 19]
z1 z 2 r1 r2 {cos( 1 2 ) i sin( 1 2 )}

(2)

z1 r1
{cos( 1 2 ) i sin( 1 2 )}
z 2 r2

(3)

Sebuah pernyataan dari (2) menyebabkan


z1 z 2 ......z n r1 r2 ......rn {cos( 1 2 ..... n ) i sin( 1 2 ..... n )}

(4)

dan jika z1 z 2 ......... z n z ini menjadi


z n {r (cos i sin )} n r n (cos n i sin n )

(5)

Yang sering disebut Teorema De Moivre


AKAR DARI BILANGAN KOMPLEKS
Sejumlah w disebut akar n dari bilangan kompleks z jika wn=z, dan kita
tulis w=z1/n. Dari teorema De Moivre kita dapat menunjukkan bahwa jika n adalah
bilangan bulat positif,
z1 / n {r (cos i sin )}1 / n

2k
2k
r 1/ n cos
i sin
n
n

k = 0,1,2, ........, n-1

(6)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

11

1/ n
Dari yang berikut ini bahwa n adalah nilai yang berbeda untuk z , yaitu n akar

yg berbeda dari z. asalkan z 0.


Halaman 5
RUMUS EULERS
Di asumsi oleh perluasan deret berhingga

ex 1 x

x2 x3

....
2! 3!
hubungan dari

kalkulus elementer ketika x i , kita dapat mengambil hasil


e i cos i sin

e 2,71828

(7)

Yang mana kita sebut rumus Eulers yang sesuai ,bagaimanapun secara sederhana
i
kita mendefinisikan e . umumnya kita definisikan

e x e x iy e x e iy e x cos y i sin y )
Misalnya untuk contoh dimana y = 0 turunan dari e

(8)
x

Dengan catatan bahwa bentuk dari(7) pada dasarnya turunan dari teorema De

e
Moivres untuk

i n

e in

PERSAMAAN PANGKAT BANYAK


Sering dalam hal-hal praktis kita menemukan solusi persamaan pangkat banyak
dengan bentuk umum :
a 0 z n a1 z n 1 a 2 z n 2 ... a n 1 z a n 0

(9)

Dimana a 0 0, a1 ...., a n adalah bilangan kompleks dan n pangkat positif di sebut


persamaan berpangkat. Sebagaimana solusi juga disebut z0 dari pangkat banyak dar
sebelah kiri (9) atau persamaan akar-akar.
Teorema ini sangat penting sehingga disebut teorema mendasar dari aljabar
( dapat dibuktikan dalam bab 5 ) bahwa setiap persamaan polynomial dari bentuk
(9) mempunyai satu akar kompleks. Dari ini kita menunjukkan bahwa mempunyai
factor n dari akar-akar kompleks, beberapa atau semuanya yang mungkin sama.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

12

Jika z1,z2,..zn dengan n akar-akar, dapat di tulis


a0(z z1)(z z2)(z zn) = 0

(10)

yang mana di sebutbentuk pemfaktoran dari persamaan polynomial ,sebaliknya jika


kita dapat menulis (9) pada bentuk (10) kita dapat determinankan akar-akarnya
dengan muda.
AKAR-AKAR DARI N KE UNSUR SATUAN
n
Solusi dari persamaan z 1 dimana n adalah pangkat positif di sebut unit akar-

akar dan di berikan oleh :


cos 2k i sin 2k
z

e
n
n

2 k
n

k 0,1,2,3,....., n 1

(11)

Missal jika

cos 2k
i sin 2

e
n
n

2i
n

dimana n akar-akar dari 1,

, 2 ,......., n 1 . secara geometri menunjukkan bahwa

n vertical dari sbuah

polygon teratur dimana di samping n di tuliskan pada sebuah lingkaran dari jarak
satudengan pusat yang sebenarnya. Lingkaran ini mempunyai persamaan

z 1

dan

sering di sebut kesatuan lingkaran.


INTERPRESTASI VEKTOR DARI BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
Bentuk bilangan kompleks

z = x + iy dapat dipandang vector OP yang

menunjukkan titik asal O dan titik akhir P. dengan titik (x,y) lihat gambar 1.4
kadang-kadang kita sebut OP = x+iy sebagi vector posisi dari P. dua vector ini
memiliki panjang sama atau ukuran dan arahnya sama tetapi titik awalnya berbeda,
sehingga OP dan AB lihat gambar1.4. hal ini menunjukkan kesamaan sehingga kita
dapat menulis OP =AB = x + iy.
y
B
A
( x,y)
O

gambar 1.4

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

13

Halaman 6
Jumlah dari bilangan kompleks berkorespondensi dengan jumlah jajargenjang dari
jumlah untuk vector ( lihat gambar. 1-5). Dengan jumlah bilangan kompleks z1 dan
z2, kita melengkapi jajargenjang OABC dimana untuk sudut OA dan OC
berkorespondensi z1 dan z2. Untuk diagonal OB dari jajargenjang bekorespondensi
dengan z1 + z2. Lihat masalah 5.
A
Z1

z2
z1+ z2

B
z1
C

Z2
O
Gambar. 1-5

REPRESENTASI BILANGAN KOMPLEKS SECARA ROYEKSI


STEREOGRAPHIC
Misalnya P (gambar 1-6) bidang kompleks dan memahami unit bulatan

( jari-jari satu) untuk tangent P di z = 0. Untuk diameter NS tegaklurus dengan P

dan titik N dan S kita sebut bagian utara dan bagian selatan dari

. Beberapa

korenspondensi titik A di P kita dapat membuat garis NA berpotongan dengan

pada titik A. setiap titik di bidang bilangan kompleks dimana korespondensi satusatu dan hanya satu titik dari bulatan

,dan kita dapat menggambarkan beberapa

bilangan kompleks oleh bulatan di setiap titik. Kita katakan Untuk melengkapi
titik N hal itu berkorespondensi dengan jumlah pada titik dari bidang tersebut.
Dari himpunan semua titik-titik termasuk bidang kompleks untuk jumlah pada

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

14

titik disebut semua bidang kompleks, semua bidang z, atau bidang kompleks
secara luas.
Cara sulit dari untuk memetakan bidang pada bulatan disebut proyeksi
stereographich. Bulatan setiap saat disebut Riemann sphere.
N

SSssss

HASIL KALI TITIK DAN SILANG (DOT AND CROSS PRODUCT)


Misalnya z1 = x1+ iy1 dan z2 = x2 + iy2 da bilangan kompleks (vector). Hasil
kali titik ( disebut juga hasil kali titik) dari z1 dan z2 didefenisikan sebagai
z1 z 2 z1 z 2 cos x1 x 2 y1 y 2 Re z1 z 2

1
z1 z 2 z1 z 2
2

(12)
Dimana adalah sudut diantara z1 dan z2 yang mana terletak antara 0 dan .
Hasil kali silang dari z1 dan z2 didefenisikan sebagai

z1 x z 2 z1 z 2 sin x1 y 2 y1 x 2 Im z1 z 2
z 1 z 2 z 1 z 2 i z 1 z 2 z 1 z 2 e i

1
z 1 z 2 z1 z 2
2i

(13)
(14)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

15

Jika z1 dan z2 bukan nol, maka


1. Diperluan dan kondisi yang cukup dalam z1 dan z2 tegak lurus pada

z1 z 2 0
2. Diperlukan dan kondisi yang cukup pada z1 dan z2 sejajar dengan z1 x z2 =
0.
3.

Jarak proyeksi dari z1 di z2 adalah

z1 z 2 / z 2 .

4. Bidang pada sebuah jajargenjang ada pada sudut z1 dan z2 adalah

z1 z 2 .

Halaman 7
KOORDINAT KOMPLEKS SEKAWAN
Suatu titik di bidang kompleks, dapat diletakkan pada koordinat tegak lurus

( x , y ) atau koordinat kutub ( r , ) . Namun banyak juga kemungkinan


yang

lain.

Salah

1
x= ( z+ z ) ,
2

y=

satunya
1
( zz )
2i

adalah
dimana

menggunakan

kenyataan

z=x +2 y . Koordinat

bahwa

( z , z )

yang menentukan letak suatu titik dinamakan Koordinator Kompleks


Sekawan atau disingkat Koordinat Sekawan dari titik tersebut (Perhatikan
soal 43 dan 44).
HIMPUNAN TITIK
Sebarang kumpulan titik-titik di bidang kompleks dinamakan suatu himpunan
titik berdimensi dua, dan setiap titiknya dinamakan suatu anggota atau unsur
himpunan tersebut.
Definisi dasar berikut ini diberikan sebagai bahan rujukan.
1. Lingkungan (neighbourhoods)
Suatu lingkungan delta (atau ) dari titik Zo
semua titik

z sehingga

|zZo| <

dimana

adalah Himpunan

adalah suatu

bilangan positif yang diberikan. Suatu lingkungan


dihilangkan dari

Zo

adalah Suatu lingkungan dari

Zo nya dibuang, yaitu 0<|z Zo|<


2. Titik limit (limit points)

Zo

yang

yang titik

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

16

Suatu titik

Zo

disebut titik limit, titik gabung, atau titik kumpul dari

himpunan titik S . Jika setiap lingkungan


Zo

S,

memuat titik di himpunan

yang dihilangkan dari

karena

adalah Suatu

S harus memiliki banyak

bilangan positif sebarang, maka himpunan

Zo

titik yang tak berhingga. Perhatikan bahwa

mungkin terletak di

dalam atau di luar himpunan S .


3. Himpunan tertutup (closed sets)
Sebuah himpunan S disebut tertutup jika setiap titik limit dari
termasuk di dalam

S , yaiut

memuat semua titik limitnya.

Sebagai contoh, himpunan semua titik

sehingga

|z|1

adalah

suatu himpunan tertutup.


4. Himpunan terbatas (bounded sets)
Sebuah himpunan S disebut terbatas jika kita dapat menemukan
suatu konstata

sehingga

|z| M

untuk setiap titik

dan

S . Suatu himpunan tak terbatas adalah himpunan yang tidak memiliki

batas. Suatu himpunan yang terbatas dan tetutup dinamakan Kompak.


5. Titik dalam, titik luar, dan titik terbatas (interior, exterior, and
boundary points)
Suatu titik Zo disebut titik dalam dari himpunan
menentukan suatu lingkungan

dari

Zo

yang semua titiknya

termasuk pada S . Jika setiap lingkungan dari Zo


di

dan juga titik di luar

S , maka

Zo

jika kita dapat


memuat titik

dinamakan titik batas.

Jika suatu titik bukan suatu titik dalam atau titik batas dari suatu
himpunan S , maka titik ini dinamakan titik luar dari S .
6. Himpunan terbuka (open sets)
Suatu himpunan terbuka adalah suatu himpunan yang hanya terdiri dari
titik dalam. Sebagai contoh, himpunan titik

sehingga

|z|<1

adalah suatu himpunan terbuka.


7. Himpunan tersambung (connected sets)
Suatu himpunan terbuka S disebut tersambung jika untuk setiap dua
titik di himpunan tersebut dapat dihubungkan oleh suatu lintasan yang
berbentuk garis lurus (lintasan segi banyak) yang semua titiknya terletak
di dalam S .
8. Daerah terbuka atau domain (open regions or domains)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

17

Suatu himpunan terbuka tersambung dinamakan suatu daerah terbuka


atau domain.
9. Penutup suatu himpunan (closure of a set)
Jika suatu himpunan S kita gabungkan semua titik limitnya, maka
himpunan baru yang terbentuk disebut penutup himpunan

dan

merupakan suatu himpunan tertutup.


10. Daerah tertutup (closed regions)
Penutup suatu daerah terbuka atau domain disebut suatu daerah tertutup.
11. Daerah (regions)
Jika pada suatu daerah terbuka atau domain kita gabungkan beberapa,
semua atau tidak sama sekali titik limitnya, maka kita menemukan suatu
himpunan yang disebut daerah. Jika semua titik limitnya digabungkan,
maka daerahnya tertutup dan jika tidak digabungkan sama sekali, maka
daerahnyaterbuka. Dalam buku ini bilamana kita menggunakan istilah
daerah tanpa mengelompokkannya, kita akan mengartikannya sebagai
daerah terbuka atau domain.

Halaman 8
12) Gabungan dan irisan dari himpunan. sebuah himpunan terdiri dari semua titik
yang tergabung dalam himpunan S1 dan himpunan S2 atau kedua-duanya yang
dinamakan union/gabungan dari himpunan S1 dan S2 yang ditandai dengan
himpunan S1 + S2 / s 1 s2
Suatu himpunan terdiri dari semua titik yang terdapat dalam himpunan S 1 dan S2
dinamakan irisan S1 dan S2 yang ditandai dengan S1 , S2 / s 1 s 2
13) Komplemen sebuah himpunan. Suatu himpunan yang tergabung dari semua
titik yang tidak termasuk dalam himpunan S dinamakan komplemen S dan
dinyatakan dengan S
14) Himpunan kosong dari sub himpunan. Menarik untuk memikir sebuah himpuan
yag tak bernilai, himpunan ini dinamakan himpunan kosong (

). Jika dua

himpunan S1 dan S2 tidak memiliki nilai (dimana kedua himpunan tersebut


dinamakan himpunan yang tak berkaitan/saling keterkaitan), kita dapat
menjelaskannya dengan menulis S1 - S2 =

. Setiap himpunan yang dibentuk

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

18

melalui pemilihan semua nilai / tanpa nilai dari sebuah himpunan dinamakan
sub himpunan dari S. bila kita menjelaskan himpunan ini dimana semua nilai S
telah dipilih maka himpunan itu dinamakan sebuah himpunan yang benar dari
S.
15) Himpunan tak terhingga. Jika bagian sebuah himpunan dapat ditempatkan
dalam sebuah persamaan dengan angka-angka 1,2,3maka himpunan itu
dinamakan himpunan yang dapat dihitung, jika tidak dapt dihitung maka
himpunan tersebut dinamakan himpunan tak terhingga.
Berikut ini ada dua teori penting mengenai nilai-nilai himpunan:
1. Welerstrass-Bolzano Theorem. Teori ini menyatakan bahwa setiap
himpunan dasar terikat memiliki paling sedikit satu batas nilai.
2. Heine-Borel Theorem. Teori ini menyatakn bahwa S merupakan sebuah
himpunan terpadu masing-masingnya mengandung satu atau lebih
himpunan A1, A2.....( yang kemudian dikatakan meliputi himpunan S tak
terhingga). Kemudian akan terjadi sejumlah himpunan dasar A1, A2 yang
meliputi S tak terhingga.
Soal-soal yang telah dikerjakan
Penyelesaian-penyelesaian dasar dengan bilangan kompleks.
1. Membuat penyelesaian pada masing-masing bilangan kompleks.
(a) ( 3 + 2 i) + (-7- i ) = 3 7 + 2i I = -4 = i
(b) (-7- i ) + ( 3 + 2 i) = -7 +3 I + 2i = -4 + i
Hasil bilangan komleks (a) dan (b) menunjukan penyelesaian yang dapat
dimengerti.
(c) (8 6i) - (2i - 7) = 8 6i -2i + 7 = 15 8i
(d) (5 + 3i) + {( -1 + 2i) + (7 5i)} = (5 + 3i) + {-1 + 2i +7 5i} = (5 + 3i) + (6
3i) = 11
(e) {( 5 + 3i) + (-1 + 2i) } + (7 5i) = {5 + 3i -1 + 2i} + (7 5i) = (4 + 5i ) + (7
5i) = 11
Hasil (d) dan (e) menunjukan hasil yang berkaitan.
(f) (2 3i) (4 + 2i) = 2(4 + 2i) - 3i(4 + 2i) = 8 + 4i -12i - 6i 2 = 8 + 4i -12i + 6 =
14 8i
(g) (4 + 2i) (2 3i) = 4(2 3i) + 2i(2 3i) = 8 12i + 4i - 6i2 = 8 -12i + 4i + 6 =
14 8i
Hasil (f) dan (g)menunjukan hasil yang dapat dipahami.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

19

(h) (2 i) {(-3 + 2i)(5 - 4i)} = (2 - i){-15 + 12i + 10i 8i2}


= (2 - i)(-7 + 22i) = -14 + 44i + 7i 22i2 = 8 + 51i
(i) {(2 i) (-3 + 2i)} (5 - 4i) = {-6 + 4i + 3i -21i2} (5 - 4i)
= (-4 + 7i) (5 - 4i) = -20 + 16i + 35i 28i2 = 8 + 51i
Hasil (h) dan (i) menjelaskan hasil perkawinan yang saling berkaitan satu
dengan yang lainnya.

Halaman 9
(j). (1+2 i ) { (75 i )+ (3+ 4 i ) }=4+i+8 i2 i2 =2+ 9i
metode yang lain . (1+2 i ) { ( 75 i )+ (3+ 4 i ) }=(1+ 2i ) (5 i ) + (1+2 i )(3+ 4 i )

(7+ 5i ) +14 i10 i 2 + ( 34 i6 i+8 i 2 )


( 3+11 i )+ (510i ) =2+ 9i
Ini memberikan penjelasan pembagian rumus yang lain.
(k)

32 i 32i 1i 33 i+ 2i+2 i2 5i 5 1
=
.
=
=
= i
1+i 1+i 1i
2
2 2
1i 2

dengan metode yang lain


Menurut definisi , ( 32 i ) / (1+i ) adala h bilangan a+bi itu ,
dimana a dan b adalah bilangan reall seperti itu

(1+i ) ( a+bi )=ab+ ( ab ) i=32 i. kemudianab=3,


ab=2 dan kemudian pecahkan secara bersamaan ,
a=

5
1
5 i
,b=
ataua+ bi=
2
2
2 2.

(l)

5+5 i
20
5+ 5i 3+ 4 i 20 43i 15+20 i+15 i+20 i2 8060 i 5+35 i 8060 i
+
=
.
+
.
=
+
=
+
=
34 i 4+ 3i 34 i 3+ 4 i 4 +3 i 43i
5
25
916 i2
169 i2
9

(m)

2.jika

(1 )15 (1) i 3+i 12 i 5+5 i


3
=
.
=
=1+ i
1+2 i
1+2 i 12 i
5
2 15
2 9
3 i30i 19 3 ( i ) ( i ) i
=
=
2 i1
2i1
z 1=2+i, z 2=32i dan z3 =

1 3
+ i,
2
2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

20

menilai masingmasing dari berikut ini .

( a )|3 z 14 z 2|=|3 ( 2+i )4 (32i)|=|6 +3 i12+ 18i|=|6+11 i|= (6)2 +(11)2=157


3

z 13 z1 + 4 z 18=( 2+ i ) 3 ( 2+i ) +4 ( 2+ i ) 8

(b)

{( 2 )3 +3 ( 2 )2 ( i ) +3 ( 2 )( i )2 +i3 }3( 4+ 4 i +i 2)+8+ 4 i8


8+2 i6i1212 i+3+ 8+4 i8=7+ 3i

) [(

) (

1 3
1 3
1 3
(c) ( i 3 ) =
+ i =
i =
i
2
2
2
2
2
2
4

] (

2 2

)]

1 3 3 2
1 3
1 3 3
1 3
+ i+ i =
+ i = i+ i 2= i
4 2
4
2
2
4 2
4
2
2

(d)

( 3 )2 + (4 )2

2
2
( 4 ) + (3 )

2
2
2
2
2 x 2 + z 15i
2 ( 32 i )+ ( 2+i ) 5i
34 i |34 i| ( ) 2
=
=
=
= 2 =1
2
2 x 2z 2 +3i
3+ 4 i
2 ( 2+ i ) ( 32 i )+ 5i
|3+ 4 i| ( )

||

|| |

3. temukanlah bilangan real x dan y seperti yang 3 x+2 iyiy+5 y=7+ 5i .


Kemudian berikan hubungan persamaan tertulis sebagai berikut
3 x+5 y +i ( 2 y x ) =7+5 i. kemudian menyamakan bagian bilangan real dan
imagenari, 3 x+5 y =7,2 yx=5. kemudian pemecahan secara bersamaan,
x=1, y =2

4. Buktikan: (a)
Misalkan =

(a)

z 1+ z 2=z 1 + z 2 , ( b )|z 1 z 2|=|z 1||z 2|

z 1=x 1+iy 1 , z 2=x 2+iy 2 . kemudian

2
y
x 1+ x 2 +i( 2+ y 1)
x =
x 1 +iy 1 +
z 1+ z2 =

y
x 2i( 2+ y 1)=x 1i y 1+ x2 iy 2=x 1 +iy 1 + x 2+iy 2=z 1+ z2
x 1+

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

21

(b)

2
x
(
|
( x 1+iy 1 ) =|x 1 x 2 y 1 + y 2 +i(x 1 y 2 + y 1 x 2)|
|z 1 z 2|=
x 1 x 2 y 1 + y 2

2+(x 1 y2 + y 1 x2 )2

dengan metode yang lain .


2
2
2
|z 1+ z 2| =( z 1 z 2 )( z 1 z2 ) =z 1 z 2 z 1 + z 2=( z 1 z 1 ) ( z2 z 2 )=|z 1| |z 2| |z 1 z 2|=| z1||z 2|

dimana kita sudah menggunakan fakta bahwa hasil konjugasi dari dua bilangan
kompleks yang sama dengan produk konjugatif yang lain (lihat Soal 55).)
Halaman 10
ANALISIS VARIABEL
UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER VI

NAMA
NPM

: ADRIANA BULU
: 2091000210060

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

22

JURUSAN : MATEMATIKA 2009 A


TUGAS
: MENERJEMAHKAN B. INDONESIA
HALAMAN 10

BILANGAN KOMPLEKS
A.Gambar Grafis Dari Bilangan Kompleks
5.Mengerjakan,menunjukan pembedahan, menganalisa dan gambarkan.
(3+4)+(5+2),
(6-2)-(2-5),
(-3+5)+(4+2)+(5-3)+(-4-6)
A).Menganalisis (3+4)+(5+2)=3+5+4+2=8+6

Menggambarkan grafis dua bilangan komplek nilai P1 dan P2 yang berturutturut


seperti gambar dibawah ini 1.7. Sempurnakan garis lintang dengan OP1 dan OP2
8seperti berdekatan sisi. Nilai P menggambarkan jumlah 6+8 dari
dua bilangan komplek. Catatan persamaan garis lintang untuk penjumlahan dari
vektor OP1 dan OP2
memperoleh vektor OP. Pertimbangan ini untuk
bmemudahkan sebuah bilangan kompleks seperti a +b sebuah vektor
memperoleh komponen dan b ke arah dari positip x dan y tanpa hubungan berturut.

P1
3+4i

8+6i
5+2i

P2

Gambar 1.7
P2

y
P

-2+5i
4+3i

6-2i

P1
Gambar 1.8
(b) Menganalisa,2523
(6+2 )-(2-5 )=6-2-2 =4+3
Grafis, (6-2)-(2-5)=6-2+(252
2+5). Menjumlahkan 6-2 dan((52
(C)Menganalisa.
523 Grafis, (-3+5)+(4+2)+(5-3)+(-

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

23

Menggambarkan bilangan yang ditambah untuk z1, z2, z3, z4 berturut turut.
Gambarlah grafis dibawah ini 1.9 untuk memperoleh jumlah yang dibutuhkan
bertambah terus seperti bentuk pertama gambar dibawah ini 1.10.Sebagai nilai dari
vektor z1 konsepsi vektor z2,vektor z2 konsepsi vektor z3,dan nilai dari z3 konsepsi
vektor z4. Pada suatu saat, sebagai hasil dari jumlah yang dibutuhkan adalah
memperoleh vektor OP untuk menyusun huruf awal dari nilai z4,i. E. OP = Z1+ Z2 +
Z3 + Z4 Z
=Z Z .
y

z1
z2
O

z3

z4
y
z2

z3

z1

z4

Gambar 1.9

s
Gambar
1.10
Halaman 11
Jika z1 dan z 2 adalah dua dari Bilangan Kompleks (vektor vektornya) pada
gambar 1- 11. Buatlah grafiknya
1
5
z 2 z1
3
(a) 3z1 2 z 2
(b) 2
(a) Pada gambar 1-12 disamping, OA 3z1 adalah sebuah vektor yang
mempunyai panjang 3 kali vektor z1 dan
OB 2z 2 adalah sebuah vektor yang mempunyai panjang 2 kali vektor

z 2 dan
Dan vektor OC OA OB 3z1 2 z 2
y

z1

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

24

z1

x
1
z2
O 2

z2

R
Gambar 1-13

Gambar 1-11
y
C

3 z1 2 z 2
B

2z 2

3z1
x
O
Gambar 1-12

(b) Persamaan vektor (Bilangan kompleks) ditunjukkan oleh OP pada


gambar 1-13 diatas
7.

Buktikan :
z z 2 z1 z 2
z z 2 z 3 z1 z 2 z 3
z z 2 z1 z 2
(a). 1
, (b). 1
, (c). 1
dan gambarkanlah grafiknya
(a). Penyelesaian
Misal z1 x1 iy1 , z 2 x 2 iy 2 dan kita harus menunjukkan bahwa
2

( x1 x 2 ) 2 ( y1 y 2 ) 2 x1 y1 x 2 y 2

Kuadaratkan Persamaan kedua diatas, akan benar jika


2

( x1 x 2 ) 2 ( y1 y 2 ) 2 x1 y1 2 ( x1 y1 )( x 2 y 2 ) x 2 y 2
2

i.e. jika

x1 x 2 y1 y 2 ( x1 y1 )( x 2 y 2 )

atau jika ( Kuadratkan Kedua persamaan lagi)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

25

x1 x 2 2 x1 x 2 y1 y 2 y1 y 2 x1 x 2 x1 y 2 y 1 x 2 y1 y 2

Atau

2 x1 x 2 y1 y 2 x1 y 2 y 1 x 2

2
Tetapi ini sama untuk ( x1 y 2 x 2 y1 ) 0 jika benar. Balikkan langkah langkah

yang reversibel. Buktikan hasilnya.


Grafis. Secara grafis hasil dari fakta bahwa

z1 , z 2 , z1 z 2

ditunjukan panjang

dari sisi sisi sebuah segitiga (lihat gambar 1-14) dan jumlah panjang dari 2
sisi dari sebuah segitiga yang lebih besar dari atau sama dengan panjang sisi
ketiga.
y

z2
z1

z1 z 2
1

z2
z1
1

Gambar 1-14

z3

z1 z 2 z 3
Gambar 1-15

(b). Penyelesaian. Bagian (a)


z1 z 2 z 3 z1 ( z 2 z 3 ) z 1 z 2 z 3 z1 z 2 z 3

Grafis. Hasil dari sebuah kesepakatan fakta geometris bahwa sebuah


bidang garis lurus lebih pendek diantara 2 titik O dan P (lihat Gambar 1-15)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

26

Halaman 12

TERJEMAHAN ANALYSIS VARIABEL COMPLEX


8. Misal diberikan vector posisi dari titik A( x1 , y1 ) dan titik B( x 2 , y 2 ) yang
diwakili oleh z1 dan z 2 berturut-turut.(a) gambar vector AB sebagai bilangan
kompleks.(b) tentukan jarak antara titik A dan B
(a)
Dari gambar 1.16 OA AB OB

AB OB OA z 2 z1

AB x 2 iy 2 x1 iy1
AB ( x 2 x1 ) i ( y 2 y1 )

z1

AB
z2

(b) Jarak antara titik A dan B dapat di cari dengan rumus

AB ( x 2 x1 ) i ( y 2 y1 ) ( x2 x1 ) 2 ( y 2 y1 ) 2
9. misal z1 x1 iy1 dan z 2 x2 iy 2 yang diwakili dua vector non kolinear atau
vector non parallel
Jika a dan b adalah bilangan real sedemikian sehingga az1 bz 2 0 dengan

syarat a 0danb 0
Diberikan kondisi az1 bz 2 0 ekuivalen dengan a ( x1 iy1 ) b( x 2 iy 2 ) 0
atau ax1 bx 2 i (ay1 by 2 ) 0 jadi ax1 bx 2 0 dan ay1 by 2 0 persamaan

ini akan mempunyai solusi yang simultan a 0, b 0, jika y1 x1 y 2 x 2 .jika


vector tersebut adalah vector non kolinear atau vector non parallel.
10. buktikan bahwa diagonal jajaran genjang saling membagi dua
Pada gambar 1.17 OABC akan diberikan jajaran genjang dengan diagonal yang
saling berpotongan pada titik P
Karena z1 AC z 2 , AC z 2 z1 jadi AP m( z 2 z1 )
Dengan syarat 0 m 1

Karena OB z1 z 2 , OP n( z1 z 2 ) dengan syarat 0 n 1


tapi OA AP OP , z1 m( z 2 z1 ) n( z1 z 2 ) atau
(1 m n) z1 (m n) z 2 0 karenanya dari masalah 9 ,

1
1
m ,n
1 m n 0, m n 0 atau
2
2 dan P adalah titik tengah dari kedua
diagonal

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

27

11. menemukan persamaan untuk garis lurus yang melewati dua titik A( x1 , y1 ) dan
B( x2 , y 2 )
Misal z1 x1 iy1 dan z 2 x2 iy 2 adalah vektor-vektor dari masing-masing titik
A dan B.
Dari gambar 1.18
OA AP OP atau z1 AP z , AP z z1
OA AB OB atau z1 AB z 2 ,

AB z 2 z1

Karena AP dan AB segaris maka AP tAB atau z z1 t ( z 2 z1 ) dimana t adalah


bilangan real dan persaman umumnya adalah z z1 t ( z 2 z1 ) atau

z (1 t ) z1 tz2

Dengan menggunakan z1 x1 iy1 , z 2 x2 iy 2 dan z x iy , juga dapat ditulis


x x1
y y1

x x1 t ( x2 x1 ) , y y1 t ( y 2 y1 ) atau x2 x1 y 2 y1
Ada dua bentuk persamaan ,yang pertama disebut persamaan parametrik garis
dengan t adalah parameternya.yang kedua disebut persamaan garis bentuk standar.
Metode lain. Karena AP dan PB segaris dan m dan n adalah bilangan real maka,
mAP nPB atau m( z z1 ) ( z 2 z )
mz nz 2
mx nx2
my ny 2
z 1
x 1
y 1
mn
mn ,
mn
Penyelesaian
atau
Bentuk persamaan di atas disebut bentuk simetris.
Halaman 13
Dengan menggunakan
y 1 dapat di tuliskan
x- x 1 = t (

z1 =
x2 -

x1 +

y1

x 1 ) , y-

z2 =

y1 = t (

x2

y2 -

+iy 2
y1

dan z =x +
xx 1
x 2 x

atau

y y1
=
y 2 y
Dua yang pertma disebut persamaan parametric garis dan t adalah parameter yang
ke dua di sebut persamaan dari garis yang pertama
1

mAP=nPB
Dapat di pecahkan

z=

atau
m z 1+n z
m+ n

z1 ) = n (

m(z2

atau

m y 1+ny
m+ n
Dari persamaan di atas dapat di sebut bentuk simetris

x2 - z )
mx
x=
m+n
1+ nx

,y =

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

28

12. Misal A ( 1, -2 ), B ( -3 , 4 ), C ( 2 , 2 ) menjadi kesimpulan dari segitiga


ABC .Carilah panjang median dari C kesisi AB .
Vektor posisi A,B dan C di berikan oleh z 1 = 1 2i , z 2 = -3 + 4i dan
z 3 = 2 + 2i masing masing .Kemudian digambar
AB = z 3 - z 1 = 2 + 2i - ( 1 2i ) = 1 + 4i
BC = z 3 - z 2 = 2 + 2i ( -3 + 4i ) =5 -2i
AB = z 2 - z 1 = -3 + 4i ( 1 2i ) = -4 + 6i
1
1
AD =
AB =
( -4 + 6i ) = -2 + 3i dimana D adalah titik tengah AB
2
2
AC +CD = AD atau CD =AD AC = -2 + 3i ( 1 +4i ) =-3 i
CD 3,1
Maka panjang rata rata dari CD adalah
=
= 10
B

y
C
D

A
13. Tentukan persamaan untuk (a ) lingkran berjari 4 dengan pusat ( -2 , 1 ) , (b),
elips dengan sumbu utama yang panjangnya 10dan titik fokusnya di (-3, 0 ) dan
( 3, 0 ).
a) dengan di notasikan atau di tuliskan dengan bilangan kompleks -2 +
I .Jika z adalah setiap titik pada lingkaran (gambar 1.20) jarak dari z -2
+ I adalah z (2 i ) =4
2 2 1
Kemudian
=4 adalah persamaan yang di perlukan dalam
bentuk empat persegi panjang di berikan oleh

( x 2) i ( y 1)

=4,i.e

( x+2)2 + (y -1)2=16
Y
y
y
Z

z
x

(-2,1)

(-3,0) (3,0)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

29

b) Jumlah jarak dari setiap z titik pada elips ( gambar 1-2) untuk focus
harus sama=10 maka persamaannya adalah

z+ 3 ] +[z-3]=10,dalam

empat persegi panjang dapat di kurangi untuk

x 2 /25 + y 2

/16=1(lihat soal 74)


Aksioma Dasar dari Bilangan Komleks
14. Gunakan defenisi dari sebuah bilangan kompleks sebagai pasangan orderdari
bilangan real dan defenisi pada halaman tiga untuk membuktikan bahwa
(a,b)=a(1,0),b(0,1)dimana (0,1),(0,1)=(-1,0)
=(a,c) + (c,b)
=(a,b)

Halaman 14
BILANGAN KOMPLEK
Dari defenisi jumlah dan produk atau hasil di halaman 3, kita mendapatkan

( a , b ) =( a , 0 ) + ( 0, b )=a (1,0 )+ b ( 1,0 )


( 0,1 ) ( 0,1 )=( 0011,01+ 10 ) =(1,0)

dimana

Dari identifikasi (1,0) dengan 1 dan (0,1) dengan i , kita melihat bahwa

( a , b ) =a+bi
15. Jika

2
a2 ,b
dan
z 1=( a1 , b1 ) , z2 =

persamaan distribusi

z 3=( a3 , b3 ) , membuktikan hukum

z 1=( z 2 , z3 ) =z 1+ z 2 + z 1 z 3

Kita mendapatkan
z 1=( z 2 , z3 ) =( a 1 , b1 ) {( a2 ,b 2 ) + ( a3 , b3 ) }=( a1 , b1 ) ( a2 , a 3) + ( b2 , b3 )

{a 1 ( a 2 +a 3) b1 ( b 2 , b3 ) , a1 ( b2 , b3 ) +b 1 ( a2 + a3 ) }
( a1 a2b1 b2+ a1 a3b1 b 3, a1 b2 +b1 a2 +a1 b3 +b 1 a 3 )
( a1 a2b1 b2 ,a 1 b 2+ b1 a2 ) + ( a1 a3 b1 b3 , a1 b 3+ b1 a3 )
( a1 , b1 ) ( a2 , b2 ) + ( a1 , b 1) ( a3 ,b 3 )=z 1 , z 2+ z 1 , z 3

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

30

KOORDINAT POLAR DARI BILANGAN KOMPLEK


16.
a)

Nyatakan setiap bilangan komplek berikut dalam bentuk koordinat polar


2+2 3 i

Nilai penyelesaian atau mutlaknya, r=|2+ 2 3 i|= 4+12=4


Perluasan atau bukti, =sin1 2

3
3

=sin 1 =60 0=
4
2
3

(radians)

Kemudian

600
cos 60 0+i sin

cos +i sin =4
2+2 3 i=r

4 (cos +i sin )
3
3
Hasilnya juga dapat ditulis sebagai

4 cis

atau, menggunakan rumus

eulers, 4 e 3
y
2+2 3

Gambar 1 22

4
600
b)

5+ 5i

2 3

2
5+

r=
0

=180 45 =135 =3

(radians)

Kemudian
1350 + isin 1350
cos
5+5i=5 2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

31

5 2 cis 3 =5 2 e 4
4

y
5
460

2
135

x
-5
Gambar 1 23
c)

6 2i
r=|6 2 i|= 6+2=2 2
=180 0+300=2100 =7

(radians)

Kemudian
2100+ isin 2100
cos
6 2i=2 2
i

2 2 cis 7 =2 2e 6
4

y
2100
0

2 30

6
2

Gambar 1 24

d)

3 i

r=|3 i|=|03 i| 09=3

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

32

=270 =3

(radians)

Kemudian

3 + isin 3
2
2
cos
3i=3
i

3 cis 3 =3 e 2
2

y
2700

x
-3

Gambar 1 25
17.

Grafikkan dari setiap bagian berikut:

( a ) 6 ( cos 240 0+isin 240 0 ) , ( b ) 4 e

i
5

, (c )2 e

i
4

( a ) 6 ( cos 240 0+isin 240 0 )=6 cis 2400 =6 cis 4 =6 e 3


3

dapat direfresentasikan secara grafik dengan OP di gambar

1 26

dibawah ini.
Jika kita memulai dengan vektor OA yang besaranya adalah 6 dan
yang mana arahnya adalah

x positif , kita dapat memperoleh OP

dengan merotasikan OA berlawanan dengan arah jarum jam melalui sudut


2400. Secara umum

r ei

sebanding dengan vektor yang diperoleh

dengan merotasikan atau memutar vektor yang besaranya r dengan arah


x axis positif, bergerak berlawanan melalui sudut .

Halaman 15

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

33

Nama : Leo marwan


NPM : 2091000210059
Jurusan: Matematika,
2009. B

BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
y

y
2400

6
x

p
4

A
O

1080

45

P
Gambar 1-26

Gambar. 1-27

Gambar. 1-28
3i / 5
4 cos 3 / 5 i sin 3 / 5 4 cos 108 0 i sin i sin 108 0
(b) 4e

Diwakili oleh pada gambar diatas.1

c .2 e i / 4 2 cos

/ 4 i sin / 4 2 cos 45 0 i sin 45 0

Bilangan kompleks ini dapt dirpesentasikan oleh vector OP pada gambar.


Diatas 1-28 vektor ini dapat diperolah dengan memulai dengan vector OA. Yang
besarnya adalah 2 dan yang arahnya adalah bahwa dari sumbu X positif, dan
memutarnya berlawanan itu memulai sudut -450 (yang sama dengan memutar
secara jarum jam melalui sudut 450).

18. seorang pria perjalanan 12 mil timur laut, 20 mil barat 300 dari utara,
B

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

34

dan kemudian 18 mil 600 selatan barat, menentukan (a) secara analitik

60o

dan (b) grafis seberapa jauh dan kearah mana ia adalah dari titik tolak

18

20
30o
nya.

12 A
(a). Analitis. Biarakan o menjadi titik awal (lihat gambar 1-29). Maka perp45o

Indahan berturut-turut diwakili oleh vector OA,AB dan BC, hasil

dari ke-

Tiga perpindahan diwakili oleh vector.


OC OA AB BC
sekarang

AB 20 cos 90 30 i sin 90 30 20 e
BC 18 cos180 60 i sin 180 60 18 e
OA 12 cos 45 0 sin 45 0 12 e i / 4
0

0\

2i / 3

4i / 3

Kemudian

OC 12e i / 4 20e 2i / 3 18e 4i / 3

12 cos 45 o 20 cos 120 o 18 cos 240 o i 12 sin 45 o 20 sin 120 o 18 sin 240 o


6 2 19 6

12 2 / 2 20 1 / 2 18 1 / 2 i 12 2 / 2 20 3 / 2 18 3 / 2

2 3i

Jika r cos i sin 6 2 19 6 2 3 i, Maka r

14.7 sekitar dari cos 1 6 2 19 / r cos 1 .717 135 o 49 '

2 19 6 2 3

Sehingga orang itu adalah 14,7 mil dari titik tolaknya dalam arah 135o49,-90o=
45o49, barat utara.
(b) grafis , menggunakan unit yang nyaman panjang seperti PQ dalam ambar 1-29
yang mewakili 2 mil,
Dan busur derajat untuk mengukur sudut, membangun vektor OA,AB dan BA
kemudian dengan menentkan jumlah unit di OC dan sudut yang membuat OC
dengan sumbu V, kita memper oleh hasil perkiraan (a)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

35

DE MOIVRES TEOREMA
z1 r1 cos 1 i sin 1 dan z 2 r2 cos 2 i sin 2 , Membuktikan :

19. if

a z1 z 2 r1r2 cos1 2 i sin 1 2


b

z1 r1
cos1 2 i sin 1 2 .
z 2 r2

c z1 z 2

r1 cos 1 i sin 1 r2 cos 2 i sin 2

r1 r2 cos 1 cos 2 sin 1 sin 2 i sin 1 cos 2 cos 1 sin 2


r1 r2 cos1 2 i sin 1 2

Halaman 16
z1
r cos 1 i sin 1 cos 2 i sin 2
1

z
r

cos

i
sin

cos 2 i sin 2
2
2
2
2
(b)

r1 cos 1 cos 2 sin 1 sin 2 i sin 1 cos 2 cos 1 sin 2

r2
cos 2 2 sin 2 2

r1
cos1 2 i sin 1 2
r2

i
Pada syarat-syarat rumus Euler e cos i sin , hasilnya menyatakan

bahwa

jika

z1 r1e i1 dan z 2 r2 e i 2

z1 z 2 r1 r2 e i 1 2 dan

maka

z1 r1e i1
r

1 e i 1 2
i 2
z 2 r2 e
r2
.
20. Buktikan teorema De Moivres : cos i sin dimana n adalah bilangan
n

bulat positif.
Kita gunakan prinsip induksi matematika. Menganggap bahwa hasilnya
benar

untuk

bilangan

bulat

positif

khusus

k,

yaitu

menganggap

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

36

cos i sin k

cos k i sin k

kemudian kalikan kedua sisi dengan

cos i sin , kita dapatkan


cos i sin k cos k i sin k cos i sin
cos k 1 i sin k 1

menurut

soal no.19. Jika benar untuk n k maka benar untuk n k 1


Tetapi sejak hasilnya jelas benar untuk n 1 , maka pasti benar untuk

n 1 1 2 dan n 2 1 3 , dst., dan pasti benar untuk semua bilangan


bulat positif.
5
3
21. Buktikan identitas : (a) cos 5 16 cos 20 cos 5 cos
sin 5 16 cos 4 12 cos 2 1, if 0, , 2
(b) sin

Kita menggunakan rumus Binomial


a b n a n 1n a n1b n2 a n2 b 2 ..... nr a nr b r ... b n

Dimana koefisien

r ! nn! r !
n
r

, juga dinyatakan dengan

C r , yang

disebut koefisien binomial. Bilangan n ! atau n faktorial , didefinisikan sebagai


hasil 1 2 3.......n dan kita definisikan 0 ! 1
Dari soal no.20, dengan n 5 , dengan rumus binomial,
cos 5 i sin 5 cos i sin

cos i sin cos i sin


cos i sin cos i sin i sin

cos 5
5
3

5
1

5
2

5
4

cos 5 5i cos 4 sin 10 cos 3 sin 2 10i cos 2 sin 3


5 cos sin 4 i sin 5
5
3
2
4
= cos 10 cos sin 5 cos sin

i 5 cos 4 sin 10 cos 2 sin 3 sin 5

Maka
(a)

cos 5 cos 5 10 cos 3 sin 2 5 cos sin 4

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

37

cos 5 10 cos 3 1 cos 2 5 cos 1 cos 2

16 cos 5 20 cos 3 5 cos


dan
4
2
3
5
(b) sin 5 5 cos sin 10 cos sin sin
atau
sin 5
5 cos 4 10 cos 2 sin 2 sin 4
sin

5 cos 4 10 cos 2 1 cos 2 1 cos 2


16 cos 4 12 cos 2 1
dengan sin 0, yaitu 0, , 2 ,...

22. Tunjukkan bahwa (a)

cos

e i e i
e i e i
,
sin
2
2i
(b)

ie
i
Kita mempunyai (1) e cos i sin , (2) e cos i sin

Halaman 17
(a) Tambahkan (1) dan (2) e i + ei =2 cos
(b) Kurangkan (2) dari (1) e i ei =2i sin

ei +ei
2
i
e ei
atau sin =
2i

atau cos =

8
1
3
23. Buktikan identitas (a) sin = sin sin 3 ,(b)
4
4
1
1
8
4
cos = cos 4 + cos 2+
8
2
8
3
i
i 3
( e i ei)
e e
3
(a) sin =
=
2i
8i 3
1
i 3
i 2 i
i
i 2
i 3
{ ( e ) 3 ( e ) ( e ) + 3 ( e ) ( e ) ( e ) }
8i
1 ( 3 i
3 e i ei 1 e 3i e3 i
i
i
3i
)

e 3 e +3 e e
=

8i
4
2i
4
2i
3
1
sin sin 3
4
4
4
i
i 4
( e i + ei )
e +e
4
(b) cos =
=
2
16

) (

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

38

4
2
2
2
3
4
1
{
( ei ) + 4 ( ei ) ( ei ) +6 ( ei ) ( ei ) + 4 ( e i ) ( ei ) + ( ei ) }
16

1 ( 4 i
1 e 4 i + e4 i 1 e 2i e2 i 3
2 i
2i
4 i
)

e +4 e + 6+ 4 e +e
=

+
16
8
2
2
2
8
1
1
3
cos 4 cos 2+
8
2
8

) (

24. Diberikan bilangan komplek (vektor) z, mengartikan secara geometri

ze i

dimana

bilangan real.

Misal z=i menggambarkan garis vector di gambar 1-30.


Kemudian ze i=i . ei =i( + ) Adalah vector yang diwakili oleh OB.
Maka perkalian vector z oleh e i sebesar putaran z yang berlawanan
dari sudut . Gambar 1-30
Kita dapat mempertimbangkan e i sebagai penghubung yang
bertindak pada z untuk menghasilkan rotasi ini.
25. Buktikan : e i =e i( +2 k ) , k=0, 1, 2,
i ( +2 k )
i
e
=cos ( +2 k ) +i sin ( +2 k )=cos +isin =e
26. Evaluasi soal-soal berikut :
(a)
[ 3 ( cos 40 +isin 40 ) ][ 4 ( cos 80 + isin 80 ) ] =3 4 [ cos ( 40 + 80 )+i sin ( 40 +80 ) ]
12 ( cos 120 +i sin120 )
1 3
12
+ i
2
2
6+6 3i
( 2 cis 15 )7 128 cis105
=
=2 cis ( 105 135 )
(b)
( 4 cis 45 )3 64 cis 135
2 [ cos (30 ) +isin (30 ) ]=2 [ cos 30 isin 30 ]

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

39

(c)

2 cis ( 60 )
1+ 3 i
={
=( cis 120 ) =cis 1200 =cis 120
( 1
)
2 cis (60 ) }
3i

1
3
+ i
2 2
Metode lain :
10
1+ 3 i
2 e i/ 3
=
1 3i
2 e i /3

3i

10

10

) (

10

10

10

=( e2 i /3 ) =e 20 i/ 3

e 8 i e 2 i /3=( 1 ) [ cos ( 2 /3 )+ isin ( 2 /3 ) ] =

Halaman 18
27. Buktikan bahwa (a)

arg ( z 1 z 2 )=arg z 1+ arg z 2 ,

(b)

1 3
+ i
2
2

z1
( z 2)=arg z1 arg z 2
arg

menyatakan kondisi yang sesuai validitas.


Biarkan,
z 1=r 1 ( cos 1 ) +i sin 1 , z 2=r 2 ( cos 2 +isin 2) , dan arg z 1=1 , arg z 2=2.

( 1 + 2)

a) Sejak ( z 1 z 2 )= 1+ 2=arg z1 +arg z 2


( 1 +2 ) +i sin , arg
cos
z 1 z 2=r 1 r 2
z1 r1
z1
= ( cos ( 1+ 2 ) +isin ( 12 ) ) , arg
=1 2=arg z 1arg z 2
b) Sejak
z2 r2
z2

( )

Karena ada nilai yang mungkin banyak

1=arg z 1 dan 2=arg z2 , kita hanya

dapat mengatakan bahwa kedua belah pihak dalam kesetaraan di atas adalah
sama untuk beberapa nilai dari

arg z1 dan

arg z2 mereka tidak dapat

memegang bahkan jika nilai-nilai utama yang digunakan.


AKAR AKAR BILANGAN KOMPLEKS.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

40

Z , dimana

28. (a )Temukan semua nilai dari

Z =32 ,

dan (b) tempatkan

atau masukkan nilai ini dalam bidang kompleks.


a) Dalam
bentuk

polar,

32=32 { cos ( r +2 k ) +i sin ( +2 k ) } , k =0, 1, 2, , .


Biarkan

z r ( cos +i sin ) . kemudian dengan menggunakan Teorema De Moivre ,


z 5=r 5 ( cos 5 +isin 5 ) =32 {cos ( +2 k )+ isin ( +2 k ) }
se h ingga r 5=32, 5 = +2 k , dimana r=2,=( + 2 k ) /5.
Oleh karena itu,

{ (

z=2 cos

+ 2 k
+2 k
+ i sin
5
5

3
5
3
cos
+i sin
5
If k=1, z=z 2=2

3
5
3
cos
+i sin
5
If k=1, z=z 2=2

7
5
7
cos
+ isin
5
If k=3, z=z 4 =2

9
5
9
cos
+ isin
5
If k=4, z=z 5=2

Dengan mempertimbangkan

)}

5
5
5
cos
+i sin
5

If k=2, z=z 3=2

k =5,6

serta nilai-nilai negatif, -1, -2, ...,

diperoleh. Oleh karena itu ini adalah

pengulangan dari lima nilai di atas

satu-satunya solusi atau akar dari persamaan yang diberikan. lima akar ini
disebut " lima akar dari 32 dan secara kolektif ditunjukkan dengan

(32 )1 /5 . Pada umumnya,

1 /n

mewakili Akar ke-" n " dari dan a .

Dan terdapat n akar.


b) Nilai-nilai z seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1-31. mencatat bahwa
mereka memiliki jarak yang sama disepanjang keliling lingkaran dengan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

41

pusatnya di titik pusat dan jari-jari 2. Atau dengan kata lain dapat dikatakan
bahwa, akar - akar diwakili oleh titik- titik dari poligon yang beraturan.

y
Z2
Z1

3/5

Z3

/5

x
7/5

9/5
Z5
Z4

Gambar 1-31
29. Temukan akar akarnya dan posisikan akar akar tersebut dalam grafik.
a) (1+i )1 /3
3
3
+i sin (
(
)
{ 4 +2 k 4 +2 k )}

1+i= 2 cos

{ ( ) ( )}

3
3
+2 k
+ 2 k
4
4
(1+i ) =2 cos
+i sin
3
3
1
3

1
6

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

42

1
6

1
6

( ))

If k=0, z 1=2 cos +i sin


4
4

If k=2, z 3=2 6 cos

If k=1, z 2=2 cos

( ))

11
11
+ isin
12
12

( ))

19
19
+i sin
12
12

Semua akar akar ini dapat terlihat pada grafik 1-32.


y
11/12

Z1

Z2

/4

x
19/12
Z3
Gambar 1-32.
Halaman 19
1

(b) (2 32i ) 4

{ (

2 32 i=4 cos

7
7
+2 k +i sin
+2 k
6
6

)}

{ ( ) ( )}

7
7
+2 k
+ 2 k
6
6
(2 32i ) =4 cos
+i sin
4
4
1
4

1
4

7
7
+isin
24
24

31
31
+i sin
24
24

If k=0, z 1= 2 cos

If k=2, z 3= 2 cos

If k=1, z 2= 2 cos

19
19
+i sin
24
24

If k=3, z 4 = 2 cos

43
43
+i sin
24
24

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

43

Hal ini direpresentasikan dan ditunjukkan secara grafis dalam gambar 1-33.
y
19/24
7/24
31/24

x
43/24

Gambar 1-33

158 i

30. Menemukan akar kuadrat dari


Metode 1.

158 i=17 { cos (+ 2 k ) +isin ( +2 k ) } dimana cos =

15
8
, sin=
.
17
17

Maka akar kuadrat dari 158 i adalah

17 cos +i sin . ( 1 ) dan


2
2

{(

( 2 )}

17 cos + +isin + =17 cos +i sin (2)

Sekarang

( 1+cos )

cos =
=
2
2

(1cos )

sin =
=
2
2

( 115
17 )
=

( 1+15
17 )
=
2

1
17

4
17

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

44

karena Q adalah sudut di kuadran ketiga

4
=
2
17

1
=
, sin
2
17
cos

maka

adalah sudut di kuadran kedua.

dan sebagainya dari (1) dan (2 ) akar kuadrat yang

dibutuhkan adalah 1+ 4 i dan dan


Sebagai catatan untuk pembuktian

1 4i .

( 1+4 i )2=( 14 i )2=158i

Metode 2.
Jadikan p+iq , dimana p dan q adalah bilangan real, dan merupakan akar
kuadrat yang diperlukan. Maka;

( p +iq )2= p2q 2+ 2 pqi=158i atau,


p2q 2=15 . (3 )
pq=4 .( 4)

menggantikan
4

q=

4
p

dari (4) ke (3), menjadi

16
=15 atau
p2

p +15 p 16=0.

( p2 +16 ) ( p21 ) =0 atau

p2=16, p2 =1 .

Ketika p adalah bilangan real,


dan jika

p= 1.

dari (4) jika

p=1 ,

q=4

p=1

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

45

q=4 , dengan demikian akar akarnya adalah - 1 + 4i dan 1 - 4i.

PERSAMAAN POLYNOMIAL .
31. Selesaikanlah persamaan kuadrat berikut : az 2 +bz+ c=0, a 0
b
c
z 2+ z=
a
a

Menukar C dan membaginya dengan a 0.


b
2a

( )

Masing masing ruas dijumlahkan dengan


2

b
b
c
b
z 2+ z+
=
+
a
2a
a
2a

( )

(kuadrat sempurna)

( )

Sehingga,

z+

b 2 b24 ac
=
2
2a
4a

b b 24 ac
z+ =
2a
2a

Menggambil akar kuadrat,


Oleh karena itu,
32. Selesaikan persamaan kuadrat berikut :

z=

b b24 ac
2a

z + ( 2 i3 ) z+ 5i=0

Dari soal nomor 31, diketahui : a=1,b=2 i3, c=5i.


Sehingga penyelesaiaannya adalah sebagai berikut :
3
2i

24 (1)(5i)

( 2 i3 )
b b24 ac
z=
=
2a
32 i (14 i )
32 i 158i

2
2

23 i atau 1+i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

46

Menggunakan fakta bahwa akar kuadrat dari

8 i15 adalah

(14 i ) .

(lihat soal no.30). Ini ditemukan untuk memenuhi persamaan yang diberikan.
Halaman 20
TUGAS AKHIR
Nama : Theobaldus B. Ndarung
Kelas : Matematika 2009B
Fakultas : FPIEK
33. Jika bilangan rasional nyata p / q (dimana p dan q tidak
mempunyai faktor umum,kecuali 1, i.e. p / q berada
dalam batas terenda), persamaan polynomial
a 0 z n a1 z n 1 ...... a n 0

ordimana a 0 , a1 ,.............a n
adalah bilangan bulat,menunjukan bawah p dan q harus
menjadi faktor dari a n dan a 0 dengan masing-masing
Subtitusi x p / q dalam pemberian persamaan dan
n
pengalihan oleh q dari hasil

a 0 p n1 a1 p n 1 q ..... a n 1 pq n 1 a n q n 0..................1
Pembagian oleh p dan memindakan batas akhir

an qn
................... 2
p
Mulai dari sisi kiri p adalah billangan bulat,begitu juga pada sisi
kanan.tetapi p tidak mempunyai faktor umum dengan q jadi itu
tidak bisah di bagi q n dan harus dibagi a n .begitu juga pada
pembagian 1 oleh q dan perkalian nilai utama,kta
a 0 p n 1 a1 p n 1 q ...... a n 1 q n 1

menemukan bahwa q harus dibagi a 0 .


4
3
2
34. Selesaikan 6 z 25 z 32 z 3z 10 0
Faktor integral dari 6 dan -10 adalah masing-masing
1,2,3,6
1,2,5,10.
dan
oleh karena itu dengan soal no
33 mungkin penyelesaian bilangan rasional adalah
1, 1 2 , 1 3 , 1 6 ,2, 2 3 ,5, 5 2 , 5 3 , 5 6 ,10, 10 3 .
z 1 2
Dengan percobaan kita menemukan bahwa
dan

z2 3

adalah penyelesaian,jadi bilangan polynomial

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

47

2 z 1 3z 2 6 z 2 z 2
6 z 25 z 32 z 3z 10
4

merupakan faktor dari


,faktor lain menjadi

z 2 4z 5

seperti penemuan pada bagian lama. Oleh karena itu :

6 z 4 25 z 3 32 z 2 3 z 10 6 z 2 x 2 z 2 4 z 5 0

z 4z 5 0
Penyelesaiannya dari
(lihat no 31).
4 16 20 4 4 4 2i
z

2i
2
2
2
,kemudian
penyelesaiannya adalah 1 2, 2 3,2 i,2 i
2

35. Buktikan bahwa jumlah dan hasil dari semua akar dari
a 0 z n a1 z n 1 ...... a n 0

dimana a0 0 ,jika a 1 a 0

1 a n a0 dengan masing-masing.jika
dan
z1 , z 2 ,................z n merupkan akar.persamaannya dapat
n

dituis dalam bentuk faktor dibawah ini:


a 0 z z1 z z 2 .......... z z n 0
Persamaan diatas langsung menujukan bawah

a 0 z n z1 z 2 .....z n z n 1 ..... 1 z1 z 2 .....z n 0


n

a0 z1 z 2 .....z n a1

ikuti bawah

itu di

a o 1 z1 z 2 ......z n a n
n

dan

z1 z 2 ...... z n a1 a o , z1 z 2 .......z n 1 a n a 0
n

dari

syarat.
36. Jika

p qi

adalah akar dari

a 0 z n a1 z n 1 ......... a n 0

dan

sebagai

dimana

a 0 o, a1 ,.......a n , p

adalah bilangan real,buktian bawah

pq

juga

merupakan sebuah akar.


p qi r ei 0
Misalkan
dalam bentuk polar. Ya memenui
persamaan ini :

a 0 r n e in0 a1 r n 1e i n 1 0 ....... a n 1 re io a n 0

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

48

ambil konjungsi kedua bagian


a 0 r n e in0 a1 r n 1e i n 1 ........ a n 1 re i 0 a n 0

bawah

re i 0 p qi

tidak tetap. Jika

. Kita lihat

juga merupakan sebuah akar yang hasilnya

a 0 .................a n

bukan sebuah bilangan real

(lihat no 32).
Teorema ini sering dinyatakan dalam bentuk pernyataan; 0
merupakan sebuah polynomial dengan koefisien bilangan real
terjadi dalam konjungsi berpasangan.
Halaman 21
Kristina Nasa
Halaman 22
42. Carilah luas segitiga yang titik titik sudut di

A ( x1 , y1 ) ,

B ( x 2 , y 2) , dan

C ( x3 , y3 ) .
C(x2,y2)

y
Z1

Z2
A(x1,y
0

B(x2,y2)

Gambar 1-35

Vector dari C ke A dan B [ gambar 1-35 ] berturut turut adalah sebagai


berikut
z 1=( x 1x 3 ) +i ( y 1 y3 )
z 2=( x 2x 3 ) +i ( y 2 y 3 )
Sejak luas segitiga dengan sisi

z1

dan

z2

adalah setengah luas

jajaran genjang yang sesuai, ini tidak sesuai dengan no 41:

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

49

Luas

dari

segitiga

1
1
z 1 z 2|= {[ ( x1 x3 ) i ( y1 y 3 ) ][ ( x 2x 3 ) +i ( y 2 y 3) ] }
|
2
2

1
( x x )( y y )( y1 y 3 )( x2 x3 )|
2| 1 3 2 3

1
|x y y x + x y y 2 x 3 + x 3 y 1 y 3 x 1|
2 1 2 1 2 2 3

| |

x
1 1
x2
2
x3

y1 1
y2 1
y3 1

dalam bentuk determinan.

KOORDINAT KOORDINAT KONJUGAT BILANGAN KOMPLEKS


43. Tunjukkan setiap persamaan dalam hal konjugasi koordinat : (a)
(b)

x 2+ y 2 =36 .

42. Sejak

z=x +iy ,

2 x + y =5

z =xiy ,

x=

menjadi

z + z
,
2

y=

2 x + y =5 ,

zz
. Sehingga
2i

( z+2 z )+( z+2iz )=5

atau

( 2i+1 ) z+ ( 2 i1 ) z =10 i .
Persamaan merupakan garis lurus pada bidang z .
43. Metode 1. Persamaannya adalah ( x+iy ) ( xiy )=36 atau z z =36 .
z + z
z+ z
Metode 2. Gantikan x=
, y=
pada x 2+ y 2 =36 untuk
2
2i
memperoleh z z =36 .
Persamaan itu merupakan lingkaran pada bidang

dari radius 6

dengan pusat pada titik asal.


44. Buktikan bahwa persamaan dari setiap lingkaran atau garis pada bidang
dapat ditulis sebagai

z z + z + z + =0

dimana

dan

adalah

konstanta nyata, sementara dapat berupa sebuah konstanta kompleks.


Persamaan umum lingkaran pada bidang xy dapat ditulis
A ( x 2+ y 2 ) + Bx+ Cy+ D=0

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

50

yang pada konjugasi koordinat menjadi


A z z +B

( z +2 z )+C ( z+2iz )+ D=0


A= ,

Sebutkan

B C
+ =
2 2i

Dalam kasus khusus

( B2 + 2Ci ) z +( B2 2iC ) i+ D=0

A z z +

atau
dan

D= , mengikuti hasilnya.

A= =0 , lingkaran berubah menjadi garis.

HIMPUNAN TITIK
1 1 1
S :i, i, i, i,
2 3 4

45. Diberikan himpunan titik


S

Apakah

atau secara singkat

tersambung? (g) Apakah

penutupan

terbuka? (f) Apakah

daerah terbuka atau daerah asal? (h) Apa

S ? (i) Apakah komplemen dari

dihitung? (k) Apakah


padat?
a) S

dibatasi? (b) Apakah titik batasnya, jika ad? (c) Apakah

tertutup? (d) Apa interior dan titik batas? (e) Apakah


S

i/n . (a)

S ? (j) Apakah

in

S ,

dapat

tersusun

|z|<2

[sebagai

tersusun rapat? (l) apakah akhir

dibatasi karena untuk setiap poin

contoh], yaitu semua titik S terletak di dalam lingkaran berjari-jari 2 dengan


pusat pada titik asal.
b) Karena setiap lingkungan yang dihapus dari
batasnya adalah

z=0

berisi titik

S , titik

z=0 . Itu adalah hanya titik batas.

Halaman 23
Perhatikan bahwa karena S dibatasi dan tak terbatas teorema Weelerstrass-Bolzano
memprediksi setidaknya satu titik limit.
a) S tidak tertutup karena titik limit z = 0 bukan S.
b) Setiap lingkungan dari setiap titik i/n [yaitu setiap lingkaran dari radius
dengan pusat di i/n] berisi titik yang termasuk ke S dan titik yang bukan S. Jadi
setiap titik S, dan juga titik z = 0, adalah titik batas. S tidak memiliki titik
interior.
c) S bukan termasuk titik interior. Karena tidak dapat terbuka. Dengan demikian S
adalah tidak terbuka atau tertutup.
d) Jika kita gabungkan dua titik S melalui jalan poligonal, ada titik pada jalan ini
yang bukan S. Jadi S tidak tersambung.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

51

e) Karena S bukan himpunan terhubung terbuka, mak S bukan merupakan wilayah


terbuka atau domain.
f) Yang tertutup dari S termasuk himpunan S bersama dengan limit titik nol, yaitu
{0, i, 1/2 i, 1/3 i, ...}.
g) Yang komplemen dari S adalah himpunan semua titik yang bukan S, yaitu
semua titik z i, 1/2 i, 1/3 i, ...
h) Terdapat korespondensi satu-satu antara unsur-unsur dari S dan bilangan asli
1,2,3, ... seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
1 1 1
a. i i i i . ....
2 3 4
.....
3
2
4
1
i)
j) Maka S dapat dihitung.
k) S dibatasi tetapi tidak tertutup. Oleh karena itu tidak kompak.
l) Yang tertutup dari S merupakan dibatasi dan ditutup serta kompak juga.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

52

46. Diketahui

himpunan

1
C= 2i , ,3
2

titik

A= {3,i, 4,2+i ,5 } ,

B={i, 0,1, 2+i } ,

. Tentukan (a) A + B atau A B, (b) AB atau A B, (c) AC

atau A C, (d) A (B + C) atau A (B C), (e ) AB + AC atau (A B) (A


C), (f) A ( BC ) atau A (B C).
a. A + B = A B terdiri titik-titik yang termasuk salah satu titik dari A dan
B atau keduanya dan hasilnya { 3,i , 4, 2+i , 5,0,1 } ,
b. AB atau A B terdiri titik-titik yang termasuk dari kedua titik A dan titik B
dan hasilnya { i , 2+ i }.
c. AC atau A C = {3}, yang terdiri dari hanya anggota 3.
1
d. B+ C atau B C= i ,0,1,2+i , 2 i , , 3 .
2
Oleh karena itu A (B + C) atau A (B C) = {3, i , 2+ i }, terdiri dari
poin milik A dan B + C.
a. AB = { i , 2+ i }, AC = {3} dari bagian (b) dan (e). Oleh karena itu

AB+ AC ={i , 2+i, 3 } .


Dari hasil ini dan (d) kita ketahui bahwa A (B + C) = AB + AC atau
A (B C) = (A B) (A C), yang menggambarkan bahwa A, B, C
memenuhi hukum distributif. Kita dapat menunjukkan bahwa himpunan
yang menunjukkan banyak sifat-sifat aljabar berlaku dalam bilanganbilangan. Hal ini sangat penting dalam teori dan aplikasi.
b. BC = B C = , himpunan nol, karena tidak ada titik yang sama dari
kedua titik B dan titik C. Oleh karena itu A (BC) = juga.
MASALAH LAIN-LAIN
47. Suatu bilangan disebut bilangan aljabar jika bilangan itu adalah solusi dari
persamaan polinomial a0 z n+ a1 z n1 ++ an1 z +0 dimana a0 , a1 , , an
adalah bilangan bulat. Buktikan bahwa
( a ) 3+ 2 dan ( b ) 3 42 i adalah bilangan aljabar.
( a ) Misalkan z= 3+ 2 atau z 2= 3 . Dikuadratkan,
z 22 2 z+ 2=3 atau z 21=2 2 z . Dikuadratkan lagi,
z 42 z 2+ 1=8 z 2 or z 410 z 2 +1=0 , suatu persamaan polinomial
dengan koefisien bilangan bulat yang memiliki 3+ 2 sebagai akar.
Oleh karena itu 3+ 2 adalah bilangan aljabar.
(b) Misalkan z=3 42 i atau +2i =3 4 . Dipangkat tiga,
z 3+3 z 2 ( 2i ) +3 z ( 2 i )2 + ( 2 i )3 =4 atau z 312 z 4=i ( 86 z 2 ) .
Dikuadratkan, z 6+ 12 z 4 8 z3 + 48 z2 +96 z +80=0 , suatu persamaan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

53

polinomial dengan koefisien bilangan bulat yang memiliki 3 42 i


sebagai akar. Oleh karena itu 3 42 i adalah bilangan aljabar.
Bilangan yang bukan aljabar, i,e. tidak memenuhi setiap persamaan
polinomial dengan koefisien bilangan bulat, disebut bilangan transendental. Hal
ini telah dibuktikan bahwa angka-angka = 3,14159... dan e=2,71828
adalah transendental. Namun, masih belum diketahui apakah bilangan seperti e
atau e + , contoh transendental atau tidak.

Halaman 24
BILANGAN KOMPLEKS

48. Menyatakan grafik himpunan dari nilai z untuk

(a) |

z3
| = 2,
z+3

z3
< 2
z+3
2| z+3|
(a) Diberikan persamaan ekuivalen dengan |z3|=
z = x + iy, |z +iy3|= 2 |z +iy+3| ekuivalen dengan

(b) |

atau jika

(z3)2 + y 2=(z +3)2 + y 2


Dengan

mengkuadratkan

menyederhanakan,

dan
Menjadi

x 2+ y 2 +10 z +9=0 atau ( x +5 )2+ y 2=16


menjadi

|z +5|=4 ,

lingkaran berjari-

jari 4 dengan pusat di (-5,0) seperti yang


ditunjukkan pada gambar, 1 - 36
Secara geometri, setiap titik P
pada lingkaran ini sedemikian sehingga
jarak dari P ke titik B (3,0). dua kali jarak

Gambar 1 - 36

dari P ke titik A (-3,0).


Metode lain
|

z3

z+3

= 2 adalah ekuivalen dengan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

54

z 3
=4 atau z z +5 z +5 z+ 9=0
( z3
)(
z+ 3 z +3 )
Menjadi (z + 5)( z + 5) = 16 atau |z + 5 | = 4
(b) Diberikan pertidaksamaan ekuivalen dengan |z 3| < 2 |z + 3|

( z3)2 + y 2 <2 (z+3)2 + y 2


menyederhanakan, menjadi

Dengan
x 2+ y 2 +10 z +9

atau

mengkuadratkan
> 0 atau

dan

( x+ 5)2 + y 2 > 16

diperoleh |z + 5 | > 4
Himpunan yang didapat terdiri dari semua titik eksternal untuk
lingkaran Gambar 1-36.
49. Diberikan himpunan A dan B yaitu |z - 1 | < 3 dan |z 2i |<2 Nyatakan secara
geometri (a)

A B atau AB , ( b ) A B atau A + B

Himpunan yang didapat dari titik yang ditunjukkan diarsir pada Gambar
1-37 dan 1-38.

Gambar 1-37

Gambar 1-38

50. Penyelesaian
Metode 1. Persamaan dapat ditulis

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

55

atau

4
2
4
2
2
z z +16=0, menjadi z +8 z +169 z =0,
maka solusi yang tepat yaitu solusi dari
Dan

z 23 z+ 4=0 atau

dan w =

z 2+8 z + 4=0

3 7
3 7

idan
i
2
2
2 2

Metode 2. Diberikan w =
w 2w+16=0

z
z
( 2+43 z )=0
( 2+ 4+ z )

1 3

2 2

Untuk mendapatkan solusi dari

z2

persamaan dapat ditulis menjadi

7 i
1 3
z 2=
2 2

7 i dapat digunakan metode

Soal 30.

Halaman 25
51. jika Z1, Z2, Z3 mewakili puncak dari suatu segitiga sama sisi, maka dapat di
buktikan bahwa
Z 21 + Z22 + Z 23=Z1 Z 2 Z 2 Z 3 +Z 3 Z 1 dari gambar 1.39 kita lihat bahwa

gambar 1.39
Z 2Z 1=e i /3 ( Z 3Z 1 )
Z 2Z3
i /3
Z 1Z 3=e
Maka bentuk pembagian,
(-5,0)

Z 2Z1 Z 3 Z 1
=
A
Z 1Z3 Z 2Z 3

atau

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

56

Z 1 + Z2 + Z 3=Z1 Z 2 Z 2 Z 3 +Z 3 Z 1
52. buktikan untuk m = 2, 3,
(m1)

2
3
m
sin sin
sin
sin
= m1
m
m
m
m
2
m
2 i/ m
4 i/ m
Akar dari Z =1 adalah Z = 1 , e
,e
, e 2 (m1 ) i/ m . maka dapat ditulis
Z m 1=( Z1 ) ( Ze 2 i/ m)(Ze 4 i/ m) . ..
Z e2 ( m1) i /m
Membagi kedua sisi dengan Z 1 dan kemudian Z =1 [ menunjukan bahwa
kita temukan ,
2 i/ m
4 i /m
2 ( m1) i /m
.
m=(1e
)( 1e
) ...(1e
)
..(1)
Mengambil konjugat kompleks kemudian menghubungkan kedua hasil dari sisi (1)
2 i/ m
4 i/ m
2 ( m 1 ) i/ m
m=( 1e
)(1e
). ..(1e
)
(2)
Mengalikan (1) dengan (2) menggunakan
2 i /m
2 i /m
(1e
)(1e
) = 22 cos ( 2 k /m)
2 ( m1 )
4
2
m1
1cos
Kita dapatkan m =2
1cos
.
m
m

(3)
(2 k /m)=
Dari
2 sin2 (k /m) , (3) menjadi
cos
(m1)

2
m2=22 m2 sin 2 sin2
sin2
.....
m
m
m
(4)
Kemudian mengambil akar kuadrat positif dari kedua sisi menghasilkan hasil yang
diperluka.
MASALAH-MASALAH TAMBAHAN
OPERASI DASAR DENGAN BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS
53. tunjukanlah setiap operasi yang diindikasikan
(a) ( 43 i ) +(2 i8)
(c) ( 3+2 i ) (2i)
(b) 3 (1+ 4 i )2(7i)
(d) ( i2 ) {2 (1+i )3 ( i1 ) }
2i1
23 i

(e)
(h)

4i

14 +i 9 +i 16
(f) ( 4 +i )( 3+2 i ) (1i)
(i)
3
10
15
2i +i i
( 2+i ) ( 32 i ) (1+ 2i )
1+i 2
1i 3
2
(g)
(j)
3
2
1i
1+i
(1i)

( ) ( )

Jawab : (a) 4i
15 /2+5 i
(b) 17+ 14 i
(h) 11/ 2(23/2) i

(c) 8+i
(d)

8+7 i

(e) 11/7

(10/ 17)i

(g)

(f) 21+ i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

57

(i) 2+i

(j) 32 i

54. jika Z1 = 1 i , Z2 = 2+ 4 i , Z3 =
dibawah ini
(a) Z 21 +2 z1 3

32 i, hitunglah setiap hasil-hasil

(e)

(f)

1 Z 3 i3
+
2 i3 Z 3

Z 1 +Z 2 +1
Z1Z 2 +i

(i) Re

{2 z 21+3 z 22 +5 z23 }
(b)

|2 z2 3 z 1|

(j) Im

{ z 1 z 2 / z3 }
3

(g) ( z 2+ z3 ) ( z 1z 3 )

(c) ( z 3i 3 )
(d) |z 1 i 2 + z 2 i 1|
Jawab :
(a)

14 i

(b)

7 +3 3+ 3 i
170
+128

[ z 21+ z22 ]

(h)
(c)

[ z 23+ z22 ]

1024 i

3/5

(e)

(d) 12

(f)

(g)
(h) 765

1 /7

3
(j) ( 6 3+4 ) /7

(i)35
Halaman 26

55.Buktikan bahwa , (a). z1 z 2

= z 1 z 2 , (b). z1 z 2 z 3

= z 1 z 2 z3 .

z z
z
56. Buktikan bahwa , (a). z1 z 2 = z1 z 2 , (b). 1 2 = 1

z2

, jika z 2 0 .

57. Carilah bilangan real x dan y dari: 2x 3iy + 4ix 2y 5 10i = ( x + y +2 )


(y x + 3)i
Jawab : x = 1 , y = - 2

58. Buktikan bahwa (a). Re z = z z 2 , (b). Im z = z z 2i .


59. Buktikan jika hasil dari dua bilangan kompleks adalah 0 < 1 dari bilangan nol.
2

60. Jika w = 3iz z dan x = x + iy, carilah

dari x dan y.

4
4
2 2
2
3
2
2
Jawab : x y 2 x y 6 x y 6 y 9 x 9 y

MENGGAMBAR GRAFIK VEKTOR DARI BILANGAN KOMPLEKS


61. Bentuklah operasi-operasi berikut secara analitik dan grafik.
a) (2 + 3i) + (4 5i)

(c) 3(1 + 2i) 2(2 3i)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

58

b) (7 + i) (4 2i)
(e)

(d) 3(1 + i) + 2(4 3i) (2 + 5i)

1
3
( 43 i )+ (5+2 i)
2
2

Jawab : (a). 6 2i, (b). 3 + 3i, (c). -1 + 12i, (d). 9 8i, (e).

19 3
+( )i
2
2

62. Jika z 1 ,z 2 dan z 3 merupakan vektor yang ditunjukan dalam gambar 1.40,
buatlah grafik :
(a). 2z 1 + z 3
(b). (z

1
3
2
z 2 z1 z 3
4
3
(e). 3

(c). z 1 + (z 2 + z 3 )

+ z2 ) + z3

(d). 3z 1 - 2z 2 + 5z 3

s
y
z2
z1
x
z3
Gambar 1.40
63. Jika z 1 = 4 3i dan z 2 = -1 + 2i, buatlah grafik dan analitik:
z1 z 2

(b).

z1 z 2

(b). z1 z 2

(d).

2 z1 3z 2 2

(a).

Jawab : (a). 10

(b). 5 2

(c). 5 + 5i

(d). 15

64. Letak vektor dari titik A,B dan C dari segitiga ABC masing-masing diberi
z 1 = 1 + 2i, z 2 = 4 - 2i dan z 3 = 1 6i. Buktikan bahwa ABC merupakan
segitiga samakaki dan hitunglah panjang sisinya.
Jawab : 5, 5, 8

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

59

z 1 ,z 2 , z 3 , z 4 ,letak vektor tegak lurus untuk segi empat ABCD.

65. Misalkan

Buktikan bahwa ABCD adalah sebuah jajaran genjang jika dan hanya jika
z1 z 2 z 3 z 4 0
66. Jika diagonal sebuah segi empat saling membagi dua,buktikan bahwa segi
empat merupakan sebuah jajaran genjang.
67. Buktikan bahwa median dari sebuah segitiga dihubungkan dalam satu titik.
68. Misalkan segi empat ABCD dan E,F,G,H titik tengah dari sisinya. Buktikan
bahwa EFGH adalah sebuah jajaran genjang.
69. Dalam jajar genjang ABCD , titik E membagi dua sisi AD. Buktikan bahwa
dimana titik BE dihubungkan dengan titik AC membagi AC.
70.Letak vektor dari titik A dan B berturut-turut adalah 2 + i dan 3 2i.
(a). carilah sebuah persamaan garis AB. (b). carilah sebuah persamaan garis
yang tegak lurus ke AB pada titik tengahnya.
Jawab:(a). z ( 2 i ) t (1 3i ) atau x 2 t , y 1 3t atau 3 x y 7
(b).

z ( 5 i ) t (3 i )
x 3t 5 , y t 1
2
2
2
2 atau x3y = 4
atau

71.Gambar dan grafik bentuk manakah yang ditunjukan


(a).

z i 2,

(b).

z 2i x 2i 6,

(c).

z 3 z 3 4,

di bawah ini:
(d). z ( z 2) 3,

2
(e). Im z 4.

Jawab: (a). lingkaran (b). elips (c). hiperbola (d). lingkaran (e). hiperbola
72. Carilah sebuah persamaan (a). sebuah lingkaran jari-jarinya 2 dengan titik pusat
(-3,4) , (b). panjang lingkaran dengan titik pusat pada (0,2) dan (0,-2) yang
mana sumbu utama mempunyai panjang 10.
Jawab: (a).
(b).

z 3 4i 2

2
2
atau ( x 3) ( y 4) 4,

z 2i z 2i 10

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

60

REINELDIS EBU WEA


NPM : 2091000210035
MATEMATIKA 2009 A
Halaman 26

Halaman 27
73.jelaskansecaragrafiswilayahdiwakiliolehmasing-masingberikutini :
(a) 1 < |z +i| 2 ,

(b) Re ( z 2 ) > 1,

(c) |z +3 i| > 4,

(d)

|z +23 i| + |z2+3 i| < 10.


74.menunjukkanbahwaelips |z +3| + |z3| =10
dapatdinyatakandalampersegipanjangdari sebagai x 3 /25 +

y 2 / 16 = 1

(lihatmasalah 13(b).
AKSIOMA DASAR DARI BILANGAN KOMPLEK
75. menggunakandefinisibilangankomplekssebagaipasanganbilangan real
untukmembuktikanbahwajikaprodukdariduabilangankompleksadalahnolmakapadat
erakhirdarinomorharussamadengan nol.
76. buktikanhukumkomutatifberkenaandengan (a) penjumlahan, (b) perkalian.
77. buktikanhukumasosiatifberkenaandengan (a) penjumlahan, (b) perkalian.
78.(a) caribilangan real x dan y sedemikiansehinga (c,d).(x,y) = (a,b) di mana (c,d)
(0,0).

(b)bagaimanacara
(x,y)terkaitdenganhasilnyauntukpembagianbilangankompleksdiberikan di halaman
2?
79. buktikanbahwa

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

61

cos n
cos 1
cos 2
cos 1 +2 +...+ n
,sin 1 )
,sin 2 )
,sin n ) =
. ..

, sin 1 +2 +. ..+ n )
80. (a) bagaimanaandamendefinisikan (a . b)1/ n di mana n
adalahbilanganbulatpositif ?
(b) tentukan (a , b)1/ 2 dalam bentuk a dan b
BENTUK POLAR BILANGAN KOMPLEKS
81.nyatakansetiapbilangankompleksberikutdalambentuk polar
(a) 2-2 i , (b) -1+

3i , (c) 2 2 + 2 2i , (d) - i , (e) -4, (f) -2 32 i

2i , (h) 3/2 - 3 i/2 .


Jawaban. (a) 2 2cis 315 atau 2 2 e 7 i /4 , (b) 2 cis 120 atau 2e 2 i /3 , (c) 4
, (g)

cis 45 atau 4 e

i/ 4

, (d) cis 27 ataue 3 i/ 2 , (e) 4 cis 180 atau 4 e i , (f) 4

cis 210 atau 4 e7 i /6 , (g)

2cis 90 atau 2 e i/ 2 , (h)

3 cis300 atau 3 e 5 i/ 3
1

82. tunjukanbahwa 2 + i =
.

1 tan1
5 e
83. nyatakandalambentuk polar (a) -3-4 i , (b) 1-2 i
3
1
+ tan 4 /
Jawaban. (a) 5
, (b)

5 ei tan

84. gambargrafiksetiaphalberikutdantunjukkandalambentukpersegipanjang.
(a) 6 ( cos 135 +isin 135 ), (b) 12 cis 90 , (c) 4 cis315 , (d) 2 e5 i/ 4 ,
(e) ) 5 e7 i/ 6 , (f) 3 e2 i/ 3 .
Jawaban.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

62

-3

2 + 3 2i , (b) 12 i , (c) 2 2 - 2 2i , (d) -2 2 - 2 2i , (e)

2
-5 3/2 + (
, (f) -3 3/2 - 2
5/ i

85.sebuahperjalananpesawat 150 km sebelahtenggara, 100 km barat, 225km utara


30 timur, dankemudiantimurlaut 323km. tentukan (a) secaraanalitisdan,
(b)secaragrafisseberapajauhdankearahmanaitudarititikawal. Jawaban . 375km, 23
utaradaritimur (sekitar)
86. tigagayasepertipadagambar. 1-41
seumpamasebuahpesawatpadaobjekditempatkan di O. tentukan (a) secaragrafisdan
(b) gayasecaraanalitisapa yang dibutuhkanuntukmencegahobjektersebutbergerak.
[gayainisering kali disebut equilibrant .]
87. buktikanbahwapadalingkaran z=i ,
88. (a)buktikanbahwa r 1 ei

|e iz|

+ r 2 ei = r 3 ei
2

= eR sin
3

di mana

1
r 3 = r 2 +r 2 +2 r r cos( +2)
1
2
1 2

r 1 sin 1 +r 2 sin 2
r 1 sin 1 +r 2 sin 2 )

3=tan1
(b) samaratakan hasil di (a)

Halaman 28
Nama : Antonius isak
NPM

: 2091000210062

Jurusan : Pendidikan Matematika 2009 B


Tugas

: Analisis Variabel Kompleks


BILANGAN KOMPLEKS

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

63

28
TEOREMA DE MOIVRES
89. evaluasikan setiap soal dibawah ini:

5 cis 20 3 cis 40

2 cis 50 e

0 3

Ans. a 15 / 2 15 3 / 2 i

d 3
e

i / 6

0 4

0 6

c 8 cis 40 d 3e 2e
2 cis 60
4e
3 i 1 i

3 i 1 i

b 32 32

5i / 4

6e

5i / 3

2i / 3 2

3 i, c 16 16 3 i

3/ 2 3 3 / 2 i
3 / 2 1 / 2 i

3
90. Buktikan bahwa a sin 3 3 sin 4 sin

b cos 3 4 cos 3 3 cos

91. Buktikan bahwa solusi-solusi dari


z 4 3 z 2 1 0 bila diberikan z 2 cos 36 0 , 2 cos 72 0 , 2c 0 s 216 0 , 2 cos 252 0

92. Tunjukan bahwa

a cos 36 0 5 1 / 4 b cos 72 0 5 1 / 4
petunjuk : gunakan masalah nomor 91

a sin 4

8 cos 3 4 2 cos 3 6 cos 4


sin
4
2
93. Buktikan bahwa b cos 4 8 sin 8 sin 1

94. Buktikan theorema De moivres

a int egral negatif


b bilangan bilangan rasional

AKAR-AKAR DARI BILANGAN-BILANGAN KOMPLEKS


95. Carilah setiap akar-akar indikasi dan letak grafiknya

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

64

a 2 3 2i , b 4 4i
e 64 16 f i 2 3
1

c 2 2

3i

3,

d 16i

jawaban :

a 2cis165 0 , 2cis 345 0


b 2 cis 27 0 , 2 cis 99 0 , 2 cis 1710 , 2 cis 243 0, 2 cis 315 0
c 3 4 cis 20 0 , 3 4 cis 140 0 , 3 4 cis 260 0 ,
d 2 cis 67,5 0 , 2 cis 157,5 0 , 2 cis 247,5 0 , 2 cis 337,5 0
e 2 cis 0 0 , 2 cis 60 0 , 2 cis 120 0 , 2 cis 180 0 , 2 cis 240 0 , 2 cis 300 0
f cis 60 0 , cis 180 0 , cis 300 0
96. carilah semua akar-akar indikasi dan letaknya dalam bidang kompleks

a akar akar kubus dari 8 b akar akar persegi dari 4


c akar akar segi lim a dari 16 16 3i
d akar akar segi enam dari 27i

2 4 2i,

jawaban :

a 2 cis 0 0 , 2 cis 120 0 , 2 cis 240 0 b 8 cis 22,5 0 , 8 cis 202,5 0 ,


c 2 cis 48 0 , 2 cis 120 0 , 2 cis 192 0 , 2 cis 264 0 , 2 cis 336 0
d 3 cis 45 0 , 3 cis 105 0 , 3 cis 165 0 , 3 cis 225 0 , 3 cis 285 0 ,
97. Selesaikan persamaan persamaan
jawaban :

a z 4 81 0, b z 6 1

3i

a 3 cis 45 0 , 3 cis 135 0 , 3 cis 225 0 , 3 cis 315 0


b 6 2 cis 100 0 , 6 2 cis 160 0 , 6 2 cis 220 0 , 6 2 cis 280 0 , 6 2 cis 340 0
a 5 12i, b 8

98. Carilah akar-akar persegi dari


jawaban :

3 cis 345 0.

a 3 2i, 3 2i. b

10 2i, 10 2i

99. Carilah akar-akar kubus dari -11-2i

5i

jawaban : 1 2i, 12 3 1 12 3 i, 12 3

1
2

3 1 i

PERSAMAAN-PERSAMAAN PANGKAT BANYAK


100. Selesaikan persamaan-persamaan dibawah ini, berlaku semua akar-akar :

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

65

a 5 z 2 2 z 10 0, b z 2 i 2 z 3 i 0
jawaban : a 1 7i / 5, b 1 i,1 2i
5
4
3
101. selesaikan z 2 z z 6 z 4 0

jawaban : 1,1,2,1 1

4
2
102. a Carilah semua akar-akar dari z z 1 0 dan

letaknya dalam

bidang kompleks

jawaban :

1
2

1 i 3 , 1 i 3
1
2

n
n 1
n 2
103. Buktikan bahwa jumlah akar-akar dari a 0 z a1 z a 2 z ... a n 0

1 a r / a0 dimana 0 r n .
dimana a 0 0 ambilkan r pada perkalian
r

104. Carilah dua bilangan yang jika dijumlahkan hasilnya 4 dan jika dikalikan
hasilnya 8.
jawaban : 2 2i, 2 2i

Halaman 29
Halaman 30
120. Jawablah pertanyaan no 118 jika S adalah himpunan semua titik didalam atau
diuar persegi.
Jawab. (a) Ya. (b) setiap titik pada S adalah limit point. (c) Ya. (d) Semua
titik didalam persegi adalah titik bagian dalam persegi (interior
point), ketika semua titik pada batas persegi disebut titik batas
(boundary point). (e) tidak. (f) Ya. (g) tidak. (h) S itu sendiri. (i)
semuat titik diluar persegi. (j) Tidak. (k) Ya. (l) Ya.
121. Diberikan himpunan titik-titik A = {1,i,-i}, B = {2,1,-i}, D = {0,-i,1}.
Carilah:
C
B
C
(a).A + (B+C) atau A , (b) AC + BD atau ( A
(B D),

(c) (A + C) (B + D) atau (A
C) (B D).

Jawab.

(a) {2,1,-i,i,1+i}, (b) {1,i,-i}, (c) {1,-i}

122. jika A< B< C dan D adalah titik-titik sembatrang, buktikan bahwa:

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

66

(a) A + B = B + A, (b) AB = BA, (c) A + (B+C) = (A + B) + C, (d) A(BC) =


(AB)C. (e) A (B + C) = AB + AC. Gunakan notasi
dan untuk notasi
notasi ekuivalen. Diskusikan bagaimana notasi ini bisa digunakan untuk
mendefinisikan himpunan-himpunan aljabar.
123. Jika A,B dan C adalah himpunan semua didefinisikan sebagai z + i
z 5 , z + 1 4
berdasarkan
(a) A BC
(b)
B (B C) ,
(e) AB + AC + CA, (f) A

3,

, gambarkan secara grafis masing masing titik


A B C
~
B

(C) A B C ,

~
+B C

(d) (A

~
+C A .

124. Buktikan bahwa komplemen dari himpunan S adalah terbuka atau tertutup
menurut definisi bahwa S tertutup dan S terbuka.
125. Jika S 1 , S 2 , , Sn adalah himpunan-himpunan terbuka, buktikan bahwa
S 1 + S 2 ++Sn adalah terbuka
126. jika sebuah limit point adalah himpunan yang tidak termasuk pada himpunan,
buktikan bahwa limit point tersebut haruslah sebuah titik batas dari himpunan.

BERBAGAI MACAM PERMASALAHAN


127. diberikan sebuah jajar genjang ABCD. Buktikan bahwa
( AC)2 + ( BD)2 = ( AB)2 + ( BC )2 + (CD)2 + (DA )2 .
128. jelaskan pendapat yang keliru dibawah ini:
-1 = 1 1 = (1)(1) = 1 = 1. Sehingga 1 = -1.
129. (a) Tunjukan bahwa persamaan z 4 + 1 z 3 + 3 z 4 + = 0 dimana
1, 2, 3 4
adalah konstanta konstanta real yang berbeda tidak
0, akan mempunyai
akar akar imajiner jika
+
23
21 4 =
1 2 3 .
(b) apakah konvers dari (a) ada ?
130. (a) Buktikan bahwa:
cos n =

cos n+ n cos(n2) +

n(n1)
cos (n4 )+ + Rn
2!

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

67

Dimana

Rn

cos jika n adalah bilangan ganjil


n!
2

[( ) ]
n
2

jika n adalah genap

(b) Perolehlah hasil yang sama untuk sinn .


i

131. Jika z = 6 3 , tentukan iz . Jawab. 3 3


2 micot
132. Tunjukan bahwa untuk setiap bilangan real p dan m,

133. Jika P z
koefisiennya real

1 p

pi +1
pi1

= 1.

adalah persamaan polinomial didalam z dan koefisien

134. jika z 1 , z 2 dan z 3 kolinear, buktikan bahwa konstanta bilangan real ,


, , dan semuanya tidak 0 sedemikian sehingga z 1 + z 2 + z 3 =
0 dimana + + = 0
135. Diberikan bilangan kompleks z, gambarkan secara grafis
1
(a) ~z , (b) z, (c)
, (d) z 2 .
z
135. diberikan dua bilangankompleks yang berbeda z 1 dan z 2 dan tidak sama
dengan 0, tunjukan bagaimana menggambar secara grafis hanya
z1 z2 ,

menggunakan penggaris dan busur (a)


(e)

(b)

z 21+ z 22 ,

(d)

1
2
1

z 24 .

137. Buktikan bahwa sebuah persamaan untuk sebuah garis yang melalui titik
z 1 dan titik z 2 adalah
( zz 1)
Arg
=0
( z 2z 1 )

138. jika z = x + iy, bu


Halaman 31
139 . Apakah sebaliknya untuk pertanyaan 51 benar?jelaskan jawaban Anda?
140
. Tunjukan persamaan untuk lingkaran yang melalui titik-titik 1 - i, 2i, 1+
i.

z 1 5 dan x 1 y 2 5
2

Jawaban.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

68

141 .

Tunjukkan bahwa lokus dari z sedemikian sehingga

z 1 z 1 a2 ,

a> 0 adalah lemniscate sebagai pertunjukan pada Gambar. 1.43

a 2

Gambar 1.43
142 . Misal pn = a2n b2n, n = 1,2,3, ... di mana an dan bn adalah bilangan bulat
positif. Buktikan bahwa untuk setiap bilangan bulat positif M kita akan dapat
menunjukan bilangan bulat positif A dan B yang seperti p1p2 ... pM = B2 + A2.
2
2
2
2
2
2
(Contoh: Jika 5 2 1 dan 25 3 4 , demikian 5.25 2 11 . )
143
.
Buktikan
bahwa

cos a ... cos na

sin

cos

1
n 1 a
1
2
cos na
1
2

sin a
2

1
n 1 a
1
2
s in a ... sin na
sin na
1
2

sin a
2
sin
z 1
z 1
144 . Buktikan bahwa (a) Re {z}> 0 dan (b)
adalah
sin

pernyataan yang setara!


145 . Sebuah roda dengan jari-jari 1,2 meter (Gambar 1,44) yang berputar
berlawanan terhadap suatu sumbu melalui pusat di 30 putaran per menit.
(a) Tunjukkan bahwa posisi dan kecepatan dari setiap titik P pada waktu
dalam detik pada saat P pada sumbu x positif.
(b) Cari posisi dan kecepatan saat t = 2/3 dan t = 15/4

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

69

1.2m

Gambar 1.44
146

Buktikan

z a 2m z a 2m

bahwa

untuk

4maz

{z

sebarang

bilangan

bulat,

} merupakan hasil dari faktor-faktor

dari k = 1 untuk m-1


147
. Jika titik-titik P1 dan P2, yang diwakili oleh z1 dan z2 masing-masing
adalah seperti

z1 z 2 z1 z 2 ,

imajiner sejati,
148 .
Buktikan

149

cot

Buktikan bahwa (a) z1/z2 adalah bilangan

(b)
bahwa

untuk

setiap

bilangan

m 1 1

2
3
cot
cot
. . cot
2m
2Buktikan
m
2m
.2m
dan

bulat

m>

1,

generalisasi:

csc 2 / 7 csc 2 2 / 7 csc 2 4 / 7 2


tan 2 / 16 tan 2 3 / 16 tan 2 5 / 16 tan 7 / 16 28
150 . Jika massa m1, m2, m3 berada pada titik masing-masing z1,z2,z3 ,buktikan

^z
bahwa pusat massa diberikan oleh

m1 z1 m2 z 2 m3 z 3
m1 m2 m3

Generalisasikan untuk massa n.


151 . Cari titik pada garis yang menghubungkan titik z1 dan z2 yang membaginya
dalam
Jawaban.

rasio

p:q

qz1 pz 2 / q p

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

70

152

. Tunjukkan bahwa persamaan untuk lingkaran yang melewati 3 titik,


diberikan

oleh

Halaman 32
SOAL HALAMAN : 32
BILANGAN KOMPLEKS
153. Buktikan bahwa median dari sebuah segitiga dengan simpul di
1
berpotongan dititik 3

z z
1

z, z , z
1

z
3

154. Buktikan bahwa bilangan rasional antara 0 dan 1 dapat di hitung


(hint. Susunan angkanya sebagai berikut

0,

1 1 2 1 3 1 2 3
, , , , , , , .......
2 3 3 4 4 5 5 5
)

155. Buktikan bahwa semua bilangan rasional dapat dihitung.


156. Buktikan bahwa bilangan irasional antara 0 dan 1 tidak dapat dihitung.
157. Mewakili secara grafis nilai z, yang mana untuk

(a)

z z 1,

(b)

z 2 1 z 2.
158. Tunjukan bahwa (a)

2 3 dan (b) 2 2 i bilangan aljabar

2 3 adalah bilangan irasional

159. Buktikan bahwa

160. ABCD....PQ merupakan poligon reguler sisi n inseribed dalam lingkaran


berjari jari satuan. Buktikan bahwa produk dari panjang diagonal AC,

1
2
n csc .
n
AD,.....AP adalah 4

161. Buktikan bahwa sin 0,


sin n

sin

(a)

n 1

n 1

cos cos

k 1

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

71

sin 2n 1
2n 1 1
k 1
sin

(b)
n

cos 2n

162. Buktikan

sin

sin

1
k 1

cos

2n 1

cos 2k 1

163. Jika produk dari dua bilangan kompleks

dan z 2

4n
adalah bilangan real dan

tidak sama dengan nol, buktikan bahwa p bilangan real sehinga z1


164. Jika z adalah setiap titik pada lingkaran

z 1

2 arg z

2
arg
3

z 1 1

. buktikan bahwa arg

dan berikan interprestasi geometris.


m

165. Buktikan bahwa dibawah pembatasan cocok

z m

mn

p z2

z z

(a)

mn

, (b)

z z Re z Re z Im z Im z
Im z z Re z Im z Im z Re z .
(b)

166. Buktikan (a)

Re

167. temukan bidang poligon dengan simpul 2 3i , 3 i , 2 4i , 4 i 1 2i .


Ans.
168.

47

a , a ......., a
1

dan b1 , b2 ......, bn

ketidaksamaan Schwarz `s

n
ak
k 1

beberapa bilangan kompleks. Buktikan


2

bk

ak

k 1

bk

k 1

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

72

Halaman 33
BAB 2
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS
VARIABEL DAN FUNGSI
Lambang z, yang dapat menjelaskan sembarang himpunan bilangan kompleks
disebut variabel kompleks.
Jika setiap nilai variabel kompleks z berpasangan satu atau lebih nilai variabel
kompleks w, dapat dikatakan w adalah fungsi z dan ditulis w = f(z) atau w = G(z),
dan lainnya. Variabel z terkadang disebut variabel bebas, sedangkan w disebut
variabel terikat. Nilai fungsi pada z = a sering dituliskan f(a). Demikian jika f(z) =
z2, kemudian f(2i) = (2i)2 = -4.
FUNGSI TUNGGAL DAN GANDA
Jika hanya satu nilai w berpasangan pada setiap nilai z, dapat dikatakan w
merupakan fungsi tunggal z atau f(z) merupakan fungsi tunggal. Jika lebih dari satu
nilai w berpasangan pada setiap nilai z, dapat dikatakan w merupakan fungsi ganda
z.
Fungsi ganda dapat diartikan sebagai kumpulan fungsi tunggal, setiap anggotanya
disebut cabang fungsi. Ini lazim untuk mengartikan satu anggota bagian sebagai
cabang utama fungsi ganda dan nilai fungsi memasangkan ke cabang sebagai nilai
utama.
Contoh 1 :

Jika w = z2, kemudian setiap nilai z hanya ada satu nilai w. Maka w = f(z) = z2
merupakan fungsi tunggal z.

Contoh 2 :

Jika w = z1/2, kemudian setiap nilai z terdapat dua nilai w. Maka w = f(z) = z1/2
merupakan fungsi ganda z (terdapat dua nilai).

Sewaktu-waktu kita berbicara fungsi yang kita dapat, kecuali sebaliknya,


menganggap fungsi tunggal.
FUNGSI INVERS
Jika w = f(z), kemudian dapat juga diartikan z sebagai fungsi w, dituliskan z = g(w)
= f -1 (w). Fungsi f -1 sering disebut invers fungsi memasangkan ke f. Demikian w =
f(z) dan w = f -1 (z) merupakan fungsi invers yang lainnya.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

73

TRANSFORMASI
Jika w = u + iv (dimana u dan v real) merupakan fungsi tunggal z = x + iy (dimana x
dan y real), dapat ditulis u + iv = f(x +iy). Dengan menyamakan bagian real dan
imajiner agar menjadi ekuivalen pada
u = u(x, y), v = v(x, y)
(1)
Demikian diberikan titik (x, y) pada bidang z, misal P pada gambar 2-1 di bawah
ini, berpasangan titik (u, v) pada bidang w, yaitu P pada gambar 2-2 di bawah ini.
Himpunan persamaan (1) [atau ekuivalen, w = f(z)] disebut transformasi. Kita dapat
katakan bahwa titik P dipetakan ke titik P dengan transformasi dan P bayangbayang P.
Halaman 34
FUNGSI, LIMIT DAN KEKONTINUAN
2

Contoh:

x+ iy =x y +2ixy
2
w=z , t h en u+iv=

jika

u=x 2 y2 , v =2 xy . Bayangan

titik (1,2)

dan

transformasi

adalah

adalah d ititik (3,4) Y pada

bidang w .
Y
P
P

Gbr.2-1

Gbr.2-2

Secara umum, transformasi dibawah satu titik seperti pada kurva

PQ

Gbr.2-1 dipetakan ke dalam korepondensi satu-satu, seperti pada kurva

' P' Q

dari
di

Gbr.2-2. Karakteristik tertentu dari gambar atau tergantung pada jenis fungsi
f ( z) ,

yang

terkadang disebut fungsi pemetaan. Jika

banyak, titik (atau kurva) di bidang

f ( z)

adalah fungsi

dipetakan dari titik (atau kurva) di bidang

w.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

74

KOORDINAT KURVA LINEAR


Mengingat transformasi

w=f ( z)

atau, sama , u=u (x , y ), v =v (x , y) ,

(x , y ) pada koordinat persegi panjang sesuai dengan

sebut

z dan (u , v)

kita

Point di bidang

P.

koordinat kurva linear

V=q1
.P

W plane
v

.
p
U

Kurva

u( x , y )=c 1, v ( x , y )=c 2 ,

dimana

c1

dan c 2

adalah konstanta,

disebut koordinat kurva [lihat Gbr.2-3] dan setiap pasangan kurva ini memotong
di suatu titik. Kurva ini memetakan ke lini saling ortogonal pada bidang w [lihat
Gbr. 2-4].

Halaman 35
FUNGSI, LIMIT DAN CONTINUITY
(35)
p( z )
w
q( z )
Fungsi al jabar rasional di artikan

(3)

Dimana P(z) dan Q(z) adalah polynomial.kita kadang menyebut(s) sebuah


rasional transformasi.
az b
w
cz d dimana ad-bc 0 sering di sebut liniar atau fransional
Bentuk aslinya
liniar transformasi.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

75

z
x iy
e z (cos y i sin y ) (4)
Fungsi al jabar di difisinikan sebagai w e e

Dimana e=2.71828..bentuk asli dari logaritme.jika a nyata dan


positof,kita membagi
a z e zina dimana di dalam logaritme dari a.menghasilkan untuk (4)jika a=e
Fungsi al jabar complek mempunyai kesamaan properties/sifat dengan fungsi al
jabar nyata,
e z1 .e z 2 e z1 z 2 , e z1 / e z1 z 2 .
Fungsi trigonometri.kita mengartikan trigonometri/fungsi circular sin z,cos z,
sebangaimana fungsi al jabar berikut

e iz e iz
e iz e e iz
cos z
2i
2
1
2
1
2i
sec z
z
csc z
iz
iz
cos z e e
sin z e e iz
sin z
e iz e iz
cos z i (e iz e iz )
tan z
iz
cot
z

iz
cos z i (e e iz
sin z
e e iz
Banyak kemiripan sifat dalam bentuk trigonometri nyata juga mengandung
persamaan fungsi dengan trigonometri complek. contoh kita miliki
sin 2 cos 2 z 1 1 tan 2 z sec 2 z
1 cot 2 z csc 2 z
sin( 2) sin z cos( z ) cos z
tan( z ) tan z
sin( z1 z 2 ) sin z1 cos z 2 cos z1 sin z 2
cos( z1 z 2 ) cos z1 cos z 2 sin z1 sin z 2
tan z1 tan z 2
tan( z1 z 2 )
1 tan z1 tan z 2
sin z

Fungsi hyperbolic di artikan sebagai berikut

e z ez
e z ez
cos z
2
2
1
2
1
2
csc z
z
sec z
z
z
cos z e e
sin z e e z
sin z e z e z
cos z e z e z
tan z
z
cot
z

cos z e e z
sin z e z e z
Sifat berikut properties
cos 2 2 sin 2 z 1
1 tan 2 z sec 2 z
cot 2 z 1 csc 2 z
sin( z ) sin z
cos( z ) cos z
tan( z ) tan z
sin( z1 z 2 ) sin z1 cos z 2 cos z1 sin z 2
cos( z1 z 2 ) cos z1 cos z 2 sin z1 sin z 2
tan z1 tan z 2
tan( z1 z 2 )
1 tan z1 tan z 2
sin z

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

76

NAMA: SALIM
NPM: 2091000210038
JURUSAN: PEND.MATEMATIKA
ANGKATAN: 2009

Halaman 36
FUNGSI,LIMIT-LIMIT DAN KONTINUAN
Berikut ini relasi relasi di luar antara

trigonometri atau fungsi lingkaran dan

fungsi hiperbolik.
sin iz i sinh z

cos iz cos z

sinh iz i sin z

tan iz i tanh z

cos iz cosh z

tanh iz i tan z

6. fungsi logaritma
w
Jika z e ,kemudian kita tulis w ln z ,disebut logaritma biasa dari z. fungsi

logaritma natural adalah invers dari fungsi eksponensial dan dapat di


defenisikan sebagai invers dari pada fungsi eksponensial dan dapat kita
defenisikan sebagai:
w ln z ln r i ( 2k ) k 0,1,2,...,

Dimana

z re i re i 2 k .

Bahwa ln z adalah sebuah fungsi nilai banyak.itu nilai terpenting atau cabang
terpenting dari ln z adalah waktu sementara dengan defenisi ln r + i dimana

2 .

Fungsi logaritma dapat kita defenisikan sebagai dasar yang nyata daripada e.
w
jika z , kemudian w log z dimana

>0

dan 0,1 . Sejauh ini

w ln
kotak z e
dan w (ln z ) /(ln ).

7. fungsi trigonometri invers

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

77

Jika z =sin w dimana w =sin

adalah Invers sinus (sine) dari z atau arc sin dari

z.kita dapat mendefenisikan bahwa invers trigonometri atau fungsi lingkaran


1
1
cos z , tan z , dan seterusnya.

kemudian fungsi,akan mempunyai nilai banyak, dapat di sebut di dalam fungsi


logaritma berikutnya. Di dalam semua kita menyebutkan konteks penjumlahan
2ki, k 0,1,2,..., di dalam logaritma.

sin

z =

cos z =
1

tan z

1
i

ln ( iz +

1z

1
i

ln ( z +

z1 )

1
2i

1+ iz
ln 1iz

1
i

csc 1 z =

1+ z 21
ln
z

1+ 12
z

1
1
sec z = i

ln (
1
2i

cot z =

z+i
ln ( z i )

8. fungsi hiperbola invers

Jika z = sinh

1
= sinh z adalah mendefenisikan hiperbola

dimana

invers dari sinus (sine) z. kita defenisikan semua fungsi hiperbola invers cosh -1z,
tanh-1z dan seterusnya.kemudian fungsi akan memiliki nilai banyak, dapat di
sebut di dalam logaritma biasa sebagai berikut. Di dalam semua kotak kita
menghilangkan konteks penjumlahan 2ki k 0,1,2,... di dalam logaritma.
1+ z 2+ 1
csch z = ln (
)
z

Sinh z = ln ( z + z+1 )
Cosh
Tanh

z = ln ( z +
z

1+ z
ln 1iz

1
= 2

1+ 12
z

z1 )

sech z = ln (
)

coth

1
= 2

)
z+1
ln z1

)
9

fungsi z

.jika f (z)

dimana

bilangan komplek,adalah defenisi daripada e

dan g (z)

mendefenisikan bahwa

ln z

memberikan dua fungsi dari z ,kita dapat


f (z)

g(z)

= e

g ( z ) ln f ( z )

. sacara umum bahwa fungsi

mempunyai nilai banyak .

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

78

10. aljabar dan fungsi transsendental


Jika w adalah sebuah solusi dari pertayaan dari polonomial maka:
p o ( z )u n p1 ( z ) w n 1 ... p n 1 ( z ) w p n ( z ) 0

.dimana

0, p1 ( z ),..., p n ( z ) dimana polonomial-polonomial di dalam z dan n

po

adalah hitungan positif

kemudian w f (z ) adalah mendefenisikan fungsi

aljabar dari z.
1/ 2
Misalkan: w z
adalah sebuah solusi dari pertanyaan w2-z = 0. Dan ini

adalah fungsi aljabar dari z


Halaman 37
FUNGSI, LIMIT DAN KEKONTINUAN
Setiap fungsi yang tidak dapat dinyatakan sebagai sebuah penyelesaian dari
(6) disebut sebagai fungsi transedental. Fungsi logaritma, trigonometri dan
hiperbola dan invers korespondensi adalah contoh dari fungsi transedental.
Fungsi-fungsi yang disebutkan pada 1-9 diatas, bersamaan dengan fungsifungsi turunannya oleh bilangan berhingga dengan operasi penambahan,
pengurangan, perkalian, pembagian dan akar disebut sebagai fungsi dasar.
TITIK CABANG DAN GARIS CABANG
Misal kita diberikan fungsi
memperbolehkan

w=z 2 . Misalkan lebih jauh lagi kita

untuk membuat suatu lintasan yang lengkap (berlawanan

arah jarum jam) di sekitar titik asal A


{

z=r e , w=

{ 2
re

jadi A,

lengkap kembali pada A

= 1 dan

= 1+ 2

dan

[ Fig .2 5 ] . Kita mempunyai

{
w= r e

{(
w= r e

1
2

1 +2
2

. Setelah lintasannya

=r e

1
2

. Maka kita

tidak dapat Bagaimanapun, dengan membuat lintasan terhadap kedua kembali ke A,

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

79

misalnya

{(
+4 , w=w= r e

1+4
2

=r e

1
2

dan

kemudian

kita

memperoleh nilai yang sama dengan apa yang ada pada awal kita mulai.
Kita dapat mendeskripsikan hal diatas dengan menyatakan bahwa
0 < 4

kita berada pada satu cabang dari fungsi nilai ganda

z 2 , sementara

jika 2 <4 kita berada pada cabang fungsi yang lain.


Ini jelas bahwa setiap cabang dari fungsi tersebut bernilai tunggal. Untuk
menjaga fungsi bernilai tunggal, kita mengadakan sebuah rintangan buatan seperti
halnya OB dimana B adalah pada tidak terbatas [meskipun beberapa garis lain dari
O dapat digunakan] yang mana kita setujui untuk tidak melaluinya . Rintangan ini
[digambarkan tebal dalam gambar] disebut garis cabang atau potongan cabang dan
titik O disebut titik cabang. Perlu dicatat bahwa sebuah lintasan disekitar semua
titik kecuali

z=0

tidaklah menuju ke nilai yang berbeda; maka

z=0

adalah

satu-satunya titik cabang yang terbatas.

bidang z

i=1

0
B

Gambar 2.5
BIDANG RIEMANN

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

80

Ada cara lain untuk mencapai tujuan dari garis cabang yang digambarkan
diatas, untuk melihat ini kita bayangkan bahwa

seperti bidang yang terdiri dari

dua lembaran yang diletakkan diatas satu sama lain. Kita sekarang memotong
lembaran tersebut sepanjang OB dan bayangkan bahwa ujung lebih rendah dari
dasar lembaran digabung dengan yang paling atas dari lembaran tersebut.
Kemudian dimulai di dasar lembaran dan buat satu lintasan yang lengkap sekitar O
kita sampai pada lintasan teratas. Sekarang kita bayangkan ujung potongan lainnya
yang digabung bersamaan sehingga dengan melanjutkan lintasan tersebut kita pergi
dari lembaran teratas menuju lembaran dasar.
Kumpulan dari 2 lembaran yang disebut bidang Riemann menyesuaikan
dengan fungsi

1
2

. Setiap lembaran menyesuaikan ke sebuah cabang fungsi dan

setiap lembaran fungsi adalah nilai-tunggal.


Konsep bidang Riemann memiliki keuntungan dimana berbagai macam
nilai

dari

fungsi

bernilai-ganda

diperoleh

dari

sebuah

bentuk

berkesinambungan/berkelanjutan.
Gagasan tersebut nudah dikembangkan. Sebagai contoh, untuk fungsi
bidang Riemann mempunyai 3 lembaran, untuk ln

z2

bidang Riemann

mempunyai banyak lembaran tak terhingga.


LIMIT
Biarkan

f ( z)

dibatasi dan benilai tunggal disekitarnya dari

dengan kemungkinan pengecualiaan dari


penghapusan sekitar

pada

z=z 0

z=z 0

sendiri (misalnya dalam

z 0 ). Kita menyatakan bahwa jumlah

Halaman 38
Kita lihat bahwa jumlah l adalah limit dari f(z) dengan z pendekatan z 0 dan di tulis

lim f ( z ) l

z z0

jika untuk bilangan positif ( namun kecil) kita dapat menemukan

beberapa bilangan positif (biasanya bergantung pada) sedemikian sehingga

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

81

f ( z ) l dim ana

0 z z0 .

Dengan demikian kita juga mengatakan bahwa f(z)

mendekati l sebagai z

pendekatan z0 dan di tulis f(z) l sebagai z z 0 Limit tersebut harus independen


dari cara dimana z mendekati z0

lim f ( z ) l
Secara geometris, jika Z0 adalah titikpada bidangkompleks,dari z z0
jika

perbedaandalamnilai

absolutantara

f(z)

danldapat

dibuatsekecilkami

berharapdengan memilihtitik-titk zcukupdekat denganz0(tidak termasukz =z0 ).


z 2

Contoh:Misalkan f(z)
f

(z)semakin

lim f ( z ) 1

z z0

zi
z i

dekatdengan

ketika zsemakin dekat dengani (yaitu mendekatii),

i 2 1 .Dengan

demikian

kitamemperkirakan

. Untuk membuktikanini kita harusmelihat apakahdefinisi di atas

benar .Untukbukti inilihat masalah23.


Perhatikan bahwa

lim f ( z ) f (i )

z z0

yaitu limitdari f (z) dengan zi adalahtidak

sama dengannilaidari f (z) di z= i, karenaf(i) = 0 dengan definisi.Limit


tersebutsebenarnya akanmenjadi-1bahkanjika f(z) tidak didefinisikandi z= i
Ketika limit dari suatu fungsi adalah unik,yakniadalah satu dan hanya
satunya(lihatmasalah26).
Jika f(z) adalahbeberapa-nilai, limit zz0mungkin tergantung padacabang tertentu.
TEOREMA TEOREMA LIMIT
Jika

lim f ( z ) A dan lim g ( z ) B

z z0

z z0

maka

lim f ( z ) g ( z ) lim f ( z ) lim g ( z ) A B

1.

z z0

z z0

z z0

2.

z z0

z z0

z z0

3.

z z0

z z0

lim f ( z ) g ( z ) lim f ( z ) lim g ( z ) A B

lim f ( z ) g ( z ) lim f ( z )

lim g ( z ) AB
z z0

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

82

lim

z z0

4.

f (z) A
f ( z ) zlim
z
0

g ( z ) lim g ( z ) B
z z0

jika B 0

TAKTERHINGGA
Melaluitransformasiw= 1 /ztitikz=0 (yaituasal)dipetakanke w=, disebut titikdi tak
terhinggapada bidangw.Demikian pula kitamenunjukkandengan z=titikdi tak
terhinggapada bidangz.Untuk mempertimbangkanperilakudari f (z) di z=, cukup
dengan membiarkans =1 /w danmengkaji perilakuf(1 / (w)) di w= 0.

lim f ( z ) l
Kita mengatakan bahwa z z0
atau f(z)mendekati l tak terhinggaz, jika untuk
setiapN >0 kitadapat menemukanm > 0 sehingga|f (z)-l| < e setiap kali|z|>M.
Kita

katakan

lim f ( z )
bahwa z z0
dari

(z)

mendekati

tak

terhinggasebagaizpendekatanz0, jika untuk setiapN >0 kitadapat menemukan > 0


sehingga|f (z) |>N dimana 0 <| z-z0| <.
KONTINUITAS
Misalkan f(z)didefinisikan danbernilai tunggalmendekati z =z0serta pada
(yaitu

di

lingkungandari

z0).

Fungsi

f(z)dikatakankontinu

diz

z=z0
=z0jika

lim f ( z ) f ( z 0 )

z z0

Catatan bahwa

mengimplikasikantiga kondisiyang harus dipenuhiagarf (z)

kontinudi z=z0.

lim f ( z ) l

1.

z z0

2.

z z0

lim f ( z ) l

3. l f ( z 0 )

harus ada
harus ada yaitu f(z) di definisikan oleh z0

Halaman 39
FUNGSI, LIMIT DAN KONTINUITAS
1. lim f ( z ) =l harus terdefinisi
zz
0

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

83

2. f (z 0 ) harus terdefinisi, dimana f (z) didefinisikan pada

z0

3.l=f (z 0 )
Ekuivalen, jika

f (z)

lim f ( z )=f lim z

zz0

z z0

z0

kontinyu pada

kita dapat menulis ini dalam bentuk

)
2

z z1
Contoh 1: Jika f ( z)=

kemudian dari contoh pada halaman 38,


0 z=1

lim f ( z ) =1 . Untuk f ( i )=0


zi

Sehingga
kontinyu di
Contoh 2: Jika

f ( z )=z 2

lim f ( z ) f (i )
z=i .

dari

f ( z ) , dan

lim f ( z )

z , maka

untuk semua

f ( z ) adalah kontinu di
Titik pada garis

f (z)

dan fungsi tersebut tidak

zi

dimana

zi

dan

z=i .
f ( z)

tidak kontinu disebut diskontinuitas

dikatakan diskontinuitas pada titik-titik ini. Jika


f ( z0 ) , kita sebut

terdefinisi tapi tidak sama dengan

zz0

lim f ( z ) =f ( i )=1

diskontinuitas lepas karena dengan mendefinisikan

f (z0 )

z0

harus sama dengan

lim f ( z ) pada fungsi menjadi kontinu.

zz0

Alternatif untuk definisi kontinuitas diatas, kita dapat mendefinisikan


f (z)

sebagai kontinu di

menemukan

>0

z=z 0

sedemikian sehingga

jika untuk setiap

|f ( z )f ( z 0 )|<

. keterangan ini hanyalah definisi limit dengan

l=f ( z 0)

> 0

dimana

kita dapat

|zz 0|<

dan tidak berlaku pada

z z0 .
Untuk menguji kontinuitas dari
z=1/w

f (z)

di

z= , kita masukkan

dan memeriksa kontinuitas dari f (1/w) dimana w=0 .

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

84

KONTINUITAS DI DAERAH A
f (z)

Sebuah fungsi

dikatakan kontinu di suatu daerah jika kontinu di

semua titik daerah.


TEOREMA PADA KONTINUITAS
Teorema 1. Jika

f (z)

dan

g (z)

adalah kontinu pada z=z 0 , sehingga fungsi

f ( z ) + g ( z ) , f ( z )g ( z ) , f ( z ) g (z)

f ( z)
g ( z)

dan

, jika dan hanya jika

g ( z 0 ) 0 . Hasil yang sama berlaku untuk kontinuitas di suatu


daerah.
Teorema 2. Di antara fungsi-fungsi kontinu di setiap daerah dengan batas () semua
polinomial, (b) ez, (c) sin z dan cos z.
Teorema 3. Jika

w=f ( z)

= 0

kontinu pada

dan jika

z=z 0

dan

z=g( )

0 =f (z 0 ) , maka fungsi

kontinu pada

w=g [ f ( z )] , yang

disebut fungsi dari fungsi atau fungsi komposit, adalah kontinu pada
z=z 0 . biasanya secara khusus dinyatakan sebagai: Sebuah fungsi
kontinu dari sebuah fungsi kontinu adalah kontinu.
Teorema 4. Jika

f ( z ) kontinu di daerah tertutup, dibatasi di daerah ini, terdapat

M konstan sehingga

|f (z)|< M untuk semua titik z pada daerah

itu.
Teorema 5. Jika f ( z ) kontinu di suatu daerah, maka bagian real dan imajiner dari
f ( z ) juga berada di daerah ini.
KONTINUITAS SERAGAM
f ( z)

berada di daerah. Maka menurut definisi pada setiap titik

daerah dan untuk setiap

> 0 , kita dapat menemukan

tergantung pada kedua dan titik tertentu


dimana

|zz 0|<

> 0

z 0 ) sama halnya

. Jika kita dapat menemukan

pada

z0

ke

(pada umumnya

|f ( z )f ( z 0 )|<
tapi tidak pada

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

85

titik tertentu

z 0 , kita mengatakan bahwa

f (z)

adalah kontinu seragam di

daerah tersebut.

Halaman 40
Alternatif f(z) penggunaanya yaitu berlangsung pada daerah jika ada
dapat menemukan

> 0 seprti |f(z1) f(z2)|<

> 0 kita

yang mana z1 z2 <

dimana z1 dan z2 mempunyai dua poin dari daerah.


Teorema. Jika f(z) berada pada daerah tertutup, penggunaannya yaitu berlangsung
di sana.
URUTAN
Fungsi dari sebuah integral variabel positif di tandai dengan f(n) atau u n dimana n
=1, 2, 3....disebut sebuah urutan. Urutan seperti itu merupakan pasangan dari
angka-angka u1, u2, u3. . . Dalam sebuah batas pesanan dari pengaturan dan di
bentuk menurut batas aturan. Masing-masing nomor pada urutan di sebut batas dan
un disebut batas ke n. Urutan u1, u2, u3. . .juga ditandai dengan singkatan (u n). Pada
urutan disebut terbatas atau tidak terbatas sesuai dengan adanya batas angka atau
tidak. Kecuali jika cara lainnya telah di tetapkan kita akan menganggap hanya batas
urutan.
Contoh 1: pasangan dari angka-angka i, i2, i3i100 merupakan sebuah batas urutan;
pada istilah batas ke n. Yaitu pemberian dengan un = in, n=1, 2, ...100.
2

Contoh 2 : pasangan dari angka-angka 1 + i,

(1+i)
2!

(1+i)
3!

merupakan

sebuah batas urutan; pada istilah batas ke n. Yaitu pemberian dengan un = (1+i)n/n!,
n =1, 2, 3, . . .
BATAS DARI URUTAN
Angka l di sebut limit dari batas urutan u 1, u2, u3. . . jika untuk angka yang positif
kita dapat menemukan sebuah angka positif

tergantung pada N seperti itu |

un l untuk semua n > N. Seperti dalam kurung kita menulis

lim u n jika
n

limit dari sebuah urutan ada,pada urutan di sebut konvergen; atau cara lainnya itu di

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

86

sebut divergen. Sebuah urutan dapat konvergen hanya untuk satu limit jika sebuah
limit itu tidak berbanding.
Suatu yang lebih intiutif hanyalah cara unrigorous dari gambaran konsep ini pada
limit menyatakan bahwa sebuah urutan u1, u2, u3. . . mempunyai sebuah limit l jika
memperoleh batas-batas urutansemakin dekat dan semakin dekat untuk l. Ini
sering digunakan untuk menyiapkan sebuahkemungkinan sebagai nilai dari limit,
yang mana pada devinisi telah diterapkan untuk melihat jika kemungkinan benar.
TEOREMA PADA LIMIT DAN URUTAN
Selanjutnya diskusikan salah satu urutan pada BAB 6
an = A dan Jika lim b n = B, lalu
Jika lim
n
n

2.

lim an + bn = lim an +
n
n
lim an - bn = lim an

3.

. bn = (lim an )

1.

4.

lim an
n

lim
n

lim b n = A + B
n
lim b n = A - B
n

bn
lim = A B

an
bn

bn
lim an
n

lim

A
B

jika B # 0

RANGKAIAN TAK TERHINGGA


misalkan u1, u2, u3. . . .menjadi salah satu urutan.
Bentuk urutan baru

s 1 , s 2 , s 3 dibatasi oleh s 1 = u1,

s 2 = u1, +

u2 , s 3 = u1, + u2 + u3 . . . , s n = u1, + u2 + u3 . . . ,+
un
Dimana s n disebut batas bagian penjumlahan, pada penjumlahan dari n batas
pertama dari urutan{ un}.
Halaman 41
Tugas UAS Menerjemah Hal. 41
Urutan

disimbolkan dengan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

87

Yang disebut dengan urutan tak tentu apabila

maka disebut dengan

Konvergan dan S sebagai jumlah. Maka urutan-urutan sebaliknya disebut Divergan.


Suatu keadaan dimana suatu urutan berkumpul adalah
Namun pembahasan ini belum lengkap (lihat hal.40 & 150)
Pembahasan selanjutnya dari urutan tak tentu ini disajikan pada bab 6.
Sontoh Soal (Pemecahan Masalah)
Fungsi dan transformasi
1. Jika

. carilah nilai W yang cocok dengan (a)

dan (b)

serta tunjukan korespondensinya ke dalam bentuk

grafik.

(a)
(b)

3i)=(1-3i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

88

Titik

, dicerminkan oleh titik P pada bidang z.

Mempunyai titik gambar

yang digambarkan dengan P.

Pada bidang W dari gambar 2.7 anggap saja bahwa P dipetakan pada P dengan cara
pemetaan fungsi atau transformasi

Sama halnya dengan

Q pada gambar 2.6) dipetakan pada

(titik

(titik Q pada gambar 2.7). untuk

masing-masing titik pada bidang z hanya terdapat satu korespondensi pada bidang
w, sehingga w adalah satu fungsi z tunggal yang terukur.
2. Buktikan bahwa garis yang mengikuti titik P dan Q pada bidang z yang
terdapat pada gambar 2.6 dipetakan oleh

terhadap titik P Q pada

gambar 2.7 serta tentukan persamaannya?


Titik P dan Q mempunyai kordinat (-2,1) dan (1,-3) kemudian persamaanya
adalah

Persamaan P dan Q adalah

Sedangkan

Karena w=x+iy maka persamaannya adalah..

Sehingga bisa di grafikkan


Halaman 42
Belum
Halaman 43

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

89

a. Daerah asal di z berinduksi dari sebagian bayangan di PQRS terdapat pada


gambar 2-10. Daerah yang memetakan kedalam daerah yang berada pada
pada P Q R S yang menunjukkan bayangan terdapat pada gambar 2-11.
Yang akan ditulis pada kurva PQRSP yang dipindahkan searah jarum jam
dan kurva gambar P Q R S P yang juga dipindahkan searah jarum jam.
b. Daerah asal di z menunjukkan bahwa sebagian bayangan PTUVWXYZ
terdapat pada gambar 2-10. Daerah yang memetakan daerah yang berada
pada daerah gambar P T U V terlihat bayangan seperti terdapat pada
gambar 2-11.
Hal itu menarik untuk ditulis, ketika berbatasan dengan daerah
PTUVWXYZ yang dipindahkan hanya sekali, batasan dari daerah pada
gambar P T U V dipindahkan dua kali. Daerah itu harus dikembalikan
faktanya ada delapan titik P dan W, T dan X, U dan Z di daerah asal z
memetakan kedalam empat titik P atau W. T atau X, U atau Y, V atau
Z berkesinambungan.
Walaupun ketika batasan pada daerah PQRS dipindahkan hanya
sekali , batasan dari daerah pada gambar itu juga dipindahkan hanya sekali.
Berbeda jika dikembalikan faktanya pada pemindahan kurva PTUVWXYZ
melingkari daerah asal z = 0. Sedangkan ketika kita memindahkan kurva
PQRSP kita tidak dapat melingkari daerah asalnya.
c.
2

u=x y =( 2 ) (1 ) =3, v=2 xy=2 ( 2 )(1 )=4. kemudi an koordinat kurva lurus adalah u=3,
FUNGSI NILAI PERKALIAN
6. Diberikan

w 5=z

dan tujuannya berkorespondensi khusus titik

z=z 1

kita

mempunyai w 1=w 2 .
a. Jika kita memulai dari titik

z 1 ketitik sumbu z ( Lihat gambar 2-12). Membuat

kelengkapan satu keliling searah jarum jam dengan daerah asalnya. Lihat nilai pada
w dikembalikan pada

z 1 adalah w 1 e 2 i/ 5 .

b. Apakah nilai di w jika dikembalikan ke

z 1 , setelah 2, 3,....lengkapi lintasan

disekitar daerah asalnya.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

90

c. Diskusikan bagian a dan b jika dengan cara satu satunya tidak dapat menemukan
daerah asalnya.

a. Kita dapatkan

z=r i , jadi

w=z 1/ 5=r 1 /5 ei /5 . Jika

r=r 1 dan =1 ,

kemudian w 1=r 11/ 5 e i 1/ 5 .


Seperti

menambahkan dari

1 ke 2 +2 . Yang mana terjadi ketika

kelengkapan satu keliling disekitar daerah asal yang diputar searah jarum jam, kita
temukan
w=r 11 /5 ei ( +2 )/5=r 11 /5 e +2 i/ 5=w 1 e 2 i/ 5
1

b. Setelah lintasan disekitar daerah asal 2 lengkap, kita temukan

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

91

1 /5 i (1 +4 )/ 5

w=r 1 e

1 /5 +4 i/ 5

=r 1 e

=w 1 e

4 i/ 5

Setelah lintasan disekitar daerah asal 3 dan 4 lengkap, kita temukan


w=w 1 e

6 i /5

dan w=w1 e

8 i/ 5

Setelah lintasan disekitar daerah asal 5 w lengkap nilai yang diperoleh adalah
w=w 1 e 10 i/ 5=w 1 , jadi nilai dari daerah asal w adalah diperoleh setelah daerah
asal disekitar 5 berubah. Setelah itu lingkaran diulang ( Lihat gambar 2-13 ).
Cara Lain. Dimulai

w 5=z , kita mempunyai

arg z = arg w berubah dari

z
diubah menjadi arg
.
1
arg w=
5

Selanjutnya jika arg z ditambah


2, 4 , 6 , 8 ,10 , ,arg w . ditambah dengan2 /5 , 4 / 5 , 6 /5 , 8 /5 ,2 ,

tunjukkan hasil yang diperoleh sama dengan (a) dan (b).


c.Jika dengan cara lain tidak dapat menemukan daerah asal, selanjutnya ditambah
dengan arg z dengan 0 dan penambahan arg w selalu 0. Dalam hal ini dari w adalah
w 1 . Maka pembuat angka dilintasan tidak diperoleh.
Halaman 44
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS
7.a) di soal sebelumnya telah dijelaskan tentang alasan mengapa kita dapat
menganggap w sebagai kumpulan dari nilai tunggal dari fungsi z.
b) jelaskan secara geometris tentang hubungan antara fungsi-fungsi dari nilai
tunggal tersebut.
c) tunjukkan secara geometris bagaimana kita dapat membatasi diri kita dengan
fungsi dari nilai-nilai tunggal tertentu.
(a) karena w3= rei= re (i + 2k) dimana k adalah bilangan bulat, kita memiliki
1

i ( +2 k )

w=r 5 e

1
5

=r 3 ( cos ( +2 ) /5 ) +i sin ( + 2 k /5 )

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

92

Dan karena w memiliki 5 nilai fungsi dari z, maka 5 nilai tersebut diberikan oleh k=
0,1,2,3,4
Kita juga dapat menganggap w sebagai sebuah kumpulan dari 5 nilai fungsi yang
disebut cabang dari banyak nilai fungsi, dengan cara membatasi . Oleh karena itu,
contohnya, kita dapat menulis
1
3

w=r ( cos /5 ) +i sin ( /5 )

Dimana kita dapat mengambil 5 kemungkinan interval untuk yang diberikan oleh
0 < 2 , 2 < 4 , , 8 <10 ,
Interval pertama adalah 0 < 2 , yang biasanya disebut dengan jarak utama
dari dan sama dengan cabang pokok dari banyak nilai fungsi.
Interval lain untuk dari panjang 2 juga dapat diambil; misalnya
< , < 3 , etc, pertama-tama persamaan ini dapat diambil sebagai
jarak pokok/utama.
(b) kita mulai dengan cabang (utama) yang asli
Setelah 1 putaran mengenai asal dari garis z telah lengkap, ditingkatkan oleh 2
untuk memberi fungsi bagi cabang lain. Setelah putaran yang lain lengkap, cabang
fungsi lain masih didapatkan sampai semua dari 5 cabang tersebut telah ditemukan,
setelah kita kembali pada cabang (utama) yang asli.
karena nilai yang berbeda dari f(z) diperoleh dengan berturut-turut mengelilingi z=0
kita sebut z = 0 titik cabang
(c) kita dapat membatasai diri kita dalam fungsi nilai tunggal tertentu, biasanya
pada cabang utama, dengan menjamin bahwa tidak lebih dari 1 putaran lengkap
yang dibuat, conth: membatasi dengan tepat.
Dalam kasus jarak utama dengan persamaan

0 < 2 ,

persamaan ini

telah telah diselesaikan dengan menyusun sebuah potongan yang diindikasikan


dengan OA pada gambar 2-14 dibawah ini, yang disebut sebuah potongan
cabang/garis cabang, pada poros posotif yang benar, maksut dari gambar ini adalah
kita tidak boleh melewati garis pemotong tersebut (jika kita melewatinya, maka
akan didapatkan fungsi cabang lain).

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

93

Jika interval yang lain untuk telah dipilih, maka garis cabang / garis pemotong
tersebut akan ditarik garis lain dalam garis bujur z yang berasal dari titik pusat.
Untuk tujuan tertentu, sebagaimana yang akan kita lihat selanjtnya, bahwa kita
dapat melihat kurva dalam gambar 2-15 yang mana pada gambar 2-14 adalah
merupakan sebuah kasus yang langka/jarang terjadi.
y

y
H
E

I
D

C
J

Gambar 2-15

Gambar 2-14

Fungsi Dasar
8.

buktikan

bahwa

z1

(a)

z2

e . e =e

z 1+z

(b)

|e z|=e 2

(c)

e z +2 ki=e x , k=0, 1, 2 ..
a)dengan definisi

e z =e z ( cos y +i sin y )

dimana z = x+iy.

maka jika

1= x 1+ iy 2
z

Halaman 45
Belum
Halaman 46
FUNGSI, LIMIT, dan KONTINUITAS
12. buktikan: a) 1- tan h 2 z=sech 2 z
b) sin iz = i sinh z
a) dengan definisi, cosh z =

c) cos iz = cosh z

d) sin ( x + iy) = sin x cosh y + i cos x sinh y


e z +ez
e z ez
,sinh z=
. kemudian
2
2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

94

z 2

) (

e +e
cos h zsin h z=
2
2

z 2

e e

2z

2 z

e +2+ e
4

2z

2 z

e 2+ e
4

=1

cos h2 zsin h2 z
1
=
atau 1tanh 2=sec h 2 z
dibagi dengan cos h z ,
2
2
cos h z
cos h z
2

i ( iz )

i ( iz )

e e
e e
e e
b)
sin iz=
=
=i
=isin h z
2i
2i
2
e i (iz )+ei (iz ) ez +e z e z +ez
c) cos i z =
=
=
=cos h z
2
2
2
d) dari soal nomor 9 (a) dan bagian (b) dan (c), kita memiliki
sin ( x+iy )=sin x cos iy+cosx sin iy=sinx cos h y+icos x sin h y

13. a) jika

z=e

dimana cos +i sin dan


z=r

w=u+iv

b)tentukan nilai dari ln ( 1i ) , apa yang dimaksud dengan nilai utama?

cos +i sin

a) Karen
a
v
cos v+i sin
z=r
Kita memiliki persamaan riil dan baian bayangan
(1) e u cos v=r cos
(2) e u sin v=r sin
Dengan menaruh (1) dan (2) dalam tanda
menambahkannya, maka kita menemukan e 2u =r 2 ataue u=r
kemudian dari (1) dan (2) r cos v =r cos , sin v =r sin

kurung

dan

dan u = ln r.

yang mana dari

+ 2 k

v =+2 k , maka
r +i
w=u+iv=ln
w
Jika
kita menyebut bahwa w=ln z kemudian kita
z=e
melihat bahwa

ln z=lnr +i ( +2 k ) .

Sebuah cara yang sama dalam

menyebut persamaan yang sama adalah dengan menulis

ln z=lnr +i

dimana dapat dianggap memiliki banyak nilai yang berbeda dari 2.


Ingat bahwa secara formal ln z=lnr e 10=ln r +i . menggunakan hokum
logaritma yang mirip dengan matematika dasar.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

95

b) Karena

1i= 2 e

ln ( 1i )=ln 2+

7 i
+2 ki
4

kita

memiliki

( 74i +2 ki )= 12 ln 2+ 74i + 2 ki.

Nilai utamanya adalah

1
7 i
ln 2+
2
4

yang diperoleh dari persamaan

k=0.
14. buktikan bahwa f ( x )=ln z mempunyai titik pusat pada z = 0.
Kita memiliki persamaan ln z=lnr +i . Andaikan kita mulai pada
r=r 1 , = 1

beberapa titik z10 dalam bujur yang rumit untuk


ln z 1=ln r 1 +i 1

maka

(lihat gambar 2-16). Kemudian setelah mebuat 1 putaran

lengkap mengenai asal persamaan tersebut dengan searah jarum jam atau melawan
arah jarum jam, kita menemukan arah kembali pada z 1, yang mana
r=r 1 , = 1+ 2 , maka

ln z 1=ln r 1 +i ( 1+ 2 ) . Oleh karena itu kita berada

pada fungsi cabang yang lain, dan z=0 adalah titik pusat.
y

z1
r1
1

Gambar 216tetntang arah awal yang berubah/berpindah ke


Putaran lengkap selanjutnya
cabang lain dan (tidak seperti persamaan fungsi lain, misalnya

z 2 atau z 3 ) kita

tidak akan pernah kembali pada cabang yang sama.


Hal ini mengikuti bahwa

ln z

adalah sebuah fungsi yang memiliki

banyak nilai dari z yang memiliki banyak cabang. Cabang tertentu dari z adalah riil
dan positif maka disebut dengan cabang utama. Untuk memperoleh cabang ini
maka kita membutuhkan =0 ketika z> 0.
Untuk menyelesaikan persamaan ini, kita dapat menggunakan persamaan
ln z=lnr +i dimana dipilih, maka 0 < 2 atau < , dst.
Sebagai sebuah generalisasi, kita mengingatkan/menekankan bahwa ln (z-a)
memiliki sebuah titik cabang pada z=a.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

96

Halaman 47
15.Pertimbangkan transformasi w = ln z. Tunjukkan bahwa (a) melingkar dengan
pusat pada titik asal bidang z yang dipetakan ke dalam garis paralel sumbu v pada
bidang w, (b) garis atau sinar keluar dari titik asal bidang z yang dipetakan ke
dalam garis paralel sumbu u pada bidang w, (c) bidang z dipetakan pada lebar 2
pada bidang w. Ilustrasi hasil grafik.
Kita mempunyai w = u + iv = ln z = ln r + i sedemikian sehingga u = In r, v =

.
Pilih cabang utama w = ln r + i

dimana 0 2

(a) melingkar dengan pusat pada titik asal dan jari-jari a dengan persamaan

z ra

. Ini dipetakan ke dalam garis bidang w dengan persamaan u ln a.

Gambar 2-17 dan 2-18 lingkaran dan garis yang memetakan a = 1/2, 1, 3/2, 2 yang
tertandai.
(b) garis atau sinar keluar dari titik asal bidang z (lihat gambar 2-17) mempunyai
persamaan a . Ini dipetakan ke dalam garis bidang w (lihat gambar 2-18)
dengan persamaan v a . Kita sudah menunjukkan pemetaan garis untuk
a 0, / 6, / 3, and / 2 .

(c) memetakan titik P pada bidang z yang digambarkan oleh z 0 dan mempunyai
koordinat kutub r , dimana 0 2 , r 0, ada P dengan lebar 2 yang
ditunjukkan gambar 2-20. Kemudian bidang z dipetakan ke dalam titik potong.
Titik z 0 dipetakan ke dalam titik potong sering disebut titik pada
ketidakterbatasan.
Jika sedemikian hingga

2 4

, bidang z dipetakan pada titik potong

2 4 pada gambar 2-20. Dengan cara yang sama, kita memperoleh titik

potong lain yang ditunjukkan gambar 2-20.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

97

Di bawah ini diberikan titik z 0 pada bidang z, ada tidak terbatas titik gambar
pada bidang w memetakan titik gambar.`
Yang harus dicatat bahwa jika kita yang telah mengambil

seperti

, 3 , dll, titik potong gambar 2-20 akan digeser tegak lurus

sejauh .
Halaman 48
. Jika kita memilih cabang utama dari sin-1z sehingga sin-1 0=0 ,buktikan bahwa
1
sin-1z =
ln (iz + 1z 2 )
i
iw
iw
e e
jika w = sin-1z, maka z =sin w =
sehingga
2i
e iw2izeiw=0 atau e 2iw 2 iz e iw1=0
2 iz 44 z 2
Selesaian, e iw=
=iz 1z 2 = iz+ 1z 2
2
Karena 1z 2 digantkan dengan 1z 2 sekarang e iw=ei ( w2k ) ,
k =0, 1, 2 sehingga
1
e i(w2 k)=iz+ 1z 2 atau w 2 k i + ln (iz + 1z 2 )
Sehingga cabang w=0 bilamana z=0 diperoleh dengan mengambil k=0
1
dari sini didapat w = sin-1z =
ln (iz + 1z 2 ) seperti yang diinginkan
i
17.jika kita memilih cabang utama dari tanh -1z sehingga tanh-1 0=0 ,buktikan
bahwa
1
1+ z
tanh-1z =
ln
2
1z
sin w ew ew
=
jika w = tanh-1z , maka z = tanh w =
sehingga
cosh w e w + ew
( 1z ) e w =( 1+ z ) ew atau e 2 w =( 1+ z ) / (1z )
Karena e 2 w =e 2(wki) , maka kita memperoleh
1+ z
1
1+ z
e 2( wki) =
atau w = k i+ ln
1z
2
1z
Cabang utama untuk k =0 memberikan hasil yang diinginkan.

( )

( )

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

98

18.(a) Jika

i
z= , buktikan bahwa

r
r
ln

ln +i sin
cos
i
(+2 k )
z =e

di mana k =0, 1, 2
(b) Jika z adalah suatu titik pada lingkaran satan yang berpusat di O,buktikan
bahwa z i menyatakan tak berhingga banyaknya bilangan riil dan tentukan
nilai utamanya.
(c) Tentukan nilai utama dari i i
r +i( +2 k )
ln
(a) Menurut definisinya
i
i
z =ei ln z=e
r
r
ln

ln +i sin
cos
i lnr i( +2 k )=e( +2 k)
e
Nilai utama fungsi bernilai banyak f ( z )=z i diperoleh dengan
r
r
ln

mengambil k =0 dan ditentukan oleh


di mana kita
ln +i sin
cos

e
memilih sehingga 0 < 2
(b) Jika z adalah suatu titik pada lingkaran satuan yang bepusat di O
,maka |z|=r =1 .Karena itu menutut (a) ,karena ln r=0 ,maka
i
(+2 k)
yang menyatakan tak berhingga banyaknya bilangan riil.Nilai
z =e
utamanya adalah e di mana kita memilih sehingga 0 < 2
(c) Menurut definisinya i i=e i lni =e i{i( 2 +2 k ) }=e( /2+ 2k ) karena i=e i {i( 2 +2 k ) }

i= i +2 k
dan
.
2
ln
Metode lain. Menurut bagian (b), karena z=i terletak pada lingkaran
satuan yang berpusat di titik O dan karena = /2 ,maka nilai
utamanya adalah e / 2 .

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo

99

TITIK CABANG,GARIS CABANG DAB PERMUKAAN RIEMANN


19. Misalkan f ( z )=( z2 +1)1/ 2 . (a) Tunjukan bahwa z= i adalh titik
cabang dari f ( z ) . (b) Tunjukan bahwa suatu lintasan lengkap di sekeliling
kedua titik cabangnya tdak menghasilkan perubahan dalam cabang dari f ( z )
1/ 2
z +1
( z1 )
(a) Kita mempunyai
.
2
1/ 2
w=(z +1) =
1
1
w= arg ( z 1 )+ arg ( z +1 )
Maka
sehingga
2
2
arg
Perubahan dalam
1
1
{ Peruba h an dalam arg(z1) } + { Peruba h an dalam arg(z +1) }
2
2
arg w=
Halaman 49

Fungsi, Limit dan Kekontinuan


Misal C (gambar 2.21) menjadi kurva tertutup yang memuat titik i tapi bukan
titik i. Kemudian titik z adalah suatu kejadian melawan arah jarum jam
disekitar C.
Ubah dalam arg ( z - i ) = 2

Ubah dalam arg ( z +i ) = 0

Kemudian
Ubah dalam arg w =
Oleh karena itu w tidak boleh kembali ke nilai aslinya. Perubahan ke cabang
mengkin terjadi. Sejak sirkuit komplit tentang z=i merubah cabang dari fungsi,
menjadi cabang fungsi z=i. Dengan cara yang sama jika C adalah kurva
tertutup yang mendekati titik i tapi bukan i, kita dapat melihat z=i sebagai
titik cabang
Z Plane
y

-i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo100

Gambar 2.21

Metode lain :
i1
i 2
Misal z i r1e , z i r2 e . maka

w r1 r2 e i (1 2 )
Jika

kita

r1 r2 e i1 / 2 e i 2 / 2

mulai

dengan

1 1 dan 2 2 . Maka

fakta-fakta

bahwa

w r1 r2 e i1 / 2 e i 2 / 2 .

nilai

dari

hubungan

Selama z melawan arah

jarum jam disekitar i , 1 diperluas ke 1 2 . Saat 2 tinggal serupa. 1 2


. Oleh karena itu

w r1 r2 e i1 / 2 e i 2 / 2
r1 r2 e i1 / 2 e i 2 / 2
Perhatikan jika kita tidak mendapatkan nilai asli dari w, perubahan dari cabang
terjadi, lihat z i adalah titik cabang.
(b) Jika C menyertakan kedua titik cabang z= i sebagaimana gambar 2.22
kemudian titik z menuju melawan arah jarum jam disekitar C.
Ubah dalam arg ( z i ) = 2
Ubah dalam arg ( z + i ) = 2
Kemudian
Ubah arg w = 2
Oleh karena itu sirkuit komplit disekitar kedua titik cabang hasil tidak dapat
diubah ke cabang.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo101

Metode lain
Dalam hal ini, menunjuk cara kedua dari bagian (a) 1 meningkat dari

1 ke 1 2 saat 2 meningkat dari 2 ke 2 2 .


i (1 2 ) / 2 i (1 2 ) / 2
e
r1 r2 e i (1 / 2 e i 2 / 2
Demikian w r1 r2 e

dan

tidak

dapat diubah dalam cabang seperti yang diamati.


Z Plane
y

C
i

-i

Gambar 2.23
20. Menentukan Garis Cabang untuk Permasalahan Fungsi 19
Garis cabang dapat mengakibatkan Menandai salah satu gambar 2.232.24. dalam kejadian ini, dari tidak memotong salah satu garis ini, kita dapat
memastikan nilai tunggal dari fungsi.
y

i
x

x
-i

-i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo102

Gambar 2.23

Halaman 50
FUNGSI, LIMIT, DAN KONTINUITAS
21. Selidikilah permukaan Riemen untuk fungsi pada masalah 19
Kita mempunyai permukaan Riemann yang berbeda dan berkorespondensi
untuk gambar 2-23 atau 2-24 dari masalah pada nomor 20. Dengan mengganti
gambar 2-23, sebagai contoh kita bayangkan bahwa bidang z terdiri dari dua lembar
lapisan yang lain dan memotong sepanjang garis cabang. Sebaliknya tepi dari
potongan itu digunakan, dibentuk permukaan Riemenn . Pada pembuatan salah
satu sirkuit yang lengkap sekitar z=i , kita mulai pada salah satu cabang dan
kehabisan yang lain. Bagaimana

pun, jika kita membuat salah satu sirkuit

mengenai keduanya z = i dan z = -i, kita tidak dapat mengubah semua cabang. Ini
sesuai dengan hasil pada permasalahn 19.
22. Selidikilah permukaan Riemann untuk fungsi f z = ln z ( perhatikan
masalah 14 )
Dalam hal ini kita membayangkan bahwa sumbu z terdiri dari lapisan
banyak helai yang tidak terbatas terhadap yang lain. dan memotong sepanjang
garis cabang yang berasal dari pusat z=0 keluar dari z=0.

Kemudian kita

menghubungkan setiap potongan tepi atau pinggir untuk berhadapan dengan


potongan pinggir dari sebuah pinggir yang berhadapan. Kemudian setiap kali kita
membuat sirkuit z=0 adalah pada korespodensi lembar lain untuk sebuah turunan
fungsi cabang. Kumpulan dari lembaran lembaran itu disebut survei Riemmann.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo103

Kenyataan ini masalah yang tidak suka pada 6 dan 7, sirkut berturut-berturut
membawa kita kembali cabang yang asli.

LIMIT
2
23. a If f z =Z , akar dari

lim z 02
z zo

b). temukan lim f z jika f(z) = {

a .

z2
0

z z0
z zo

Kita harus tunju kkan bahwa diberikan sembarang > 0 kita dapat

menemukan

( tergantung pada hal-hal umum) sedemikiansehingga

z 2 z 02 demikian juga 0 z z 0

Jika

1 dan o <

z 2 z 02

menyatakan bahwa

z z 0 z z 0 z z 0 2z 0

z z 0 2 z 0 } 1 2 z 0

Ambilah

z z0

= 1 atau

( 1 2 zo )

yang terkecil. Kemudian kita mempunyai

z 2 z 02 begitu pula z z 0

, dan hasil yang kita cari dapat

dibuktikan.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo104

Tidak terdapat perbedaan di antara masalah ini dan pada bagian a ,

karena kedua kasus ini kita dapat menyimpulkan z = z 0 kembali ke bentuk

semula. Karena

lim f ( x) z
x x 0

2
0

,dengan catatan bahwa limit dari f(z)

dimana z z 0 , tidak memiliki nilai apapun yang diperoleh dari nilai f(z)
pada z 0
24. tafsirkanlah secara geometris dari masalah pada nomor 23
a). Persamaan

w f ( z ) z 2 didefenisikan sebagai sebuah transformasi

atau pemetaan pada bidang z yang ditunjuk menuju bidang w. berdasarkan


keterangan,kita dapat menyimpulkan bahwa titik

z 0 adalah dipetakan

2
kedalam w0 z 0

.z0

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo105

Dalam masalah pada nomor 23 (a) kita membuktikan hasil yang diberikan,

speperti

w w0

kita

bilamana,.

dapat

menemukan

z z0

sedemikian

sehingga

Secara geometri ini mengartikan bahwa, jika

kita menginginkan w berada didalam jari-jari lingkaran, (lihat gambar 2-26) kita
harus memilih (tergantung pada ) sehinga z berada didalam jari-jari lingkaran

. Menurut masalah pada nomor 23 (b) ini tentu bagus,jika 1

dan

(1 2 z 0 )
2
b) . Pada masalah nomor 23 (a) w w0 z 0 adalah bayangan dari z = z 0 .

Bagaimanapun, dalam masalah 23(b), w=0 adalah bayangan dari z = z 0 . Kecuali


untuk hal ini, penafsiran geometrik adalah serupa dengan yang diberikan pada
bagian ( a )
Halaman 51
FUNGSI ,BATAS DAN URUTAN

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo106

25 .membuktikan bahwa lim


zi

3 z 42 z 3+8 z 22 z +5
=4+ 4 i .
zi

kita harus menunjukkan


bahwa untuk setiap kita dapat menemukan >0 . . > 0 . Sehingga

3 z 42 z 3+8 z 22 z+5
( 4+ 4 i) < . ketika 0 z . i < .
zi
3 z 42 z 3+8 z 22 z +5

3
z
3
(
23
i
)
z
2+ (52 i ) z +5 i .
karena kita dapat menulis z i,
zi= [ zi ]

3 z 2( 2 zi ) z 2+ ( 52 i ) z +5 i
untuk membatalkan faktor umum zi 0
maka kita harus menunjukkan bahwa untuk setiap >0 kita dapat menemukan
> 0 .
sehingga ketika 3 z 3( 23 i ) z 2+ (52 i ) z4+i < .
jika 0< zi< ... 1,0< zi < berarti
3 z 3( 23 i ) z 2+ (52 i ) z4+i = zi 3 z 2+ ( 6 i2 ) z 14 i
=
zi 3 ( z1+i ) 2+ ( 6 i2 )( zi+i )14 i .
= zi 3 ( zi ) 2+ (12 i2 ) ( zi )106i
<
{3|z i2+ 12i2 zi+106 i }
< ( 3+13+12 ) =28
mengambil
berikut.

sebagai yang lebih kecil dari I dan . / 28, hasil yang dicari

THEOREMS PADA BATAS

f ( z ) ada, membuktikan bahwa itu harus unik


26 .jika lim
zzo
f ( z ) =i1 dan lim f ( z ) =i2, maka
kita harus menunjukkan bahwa jika lim
zzo
zzo
i1=i 2 .
dengan hipotesis, diberi >0 kita dapat menemukan > 0 seperti itu
f(z)- i1 < /2 ketika 0<z- zo < .
f(z)-12< / 2 saat 0<z-zo< .
kemudian i1i 2=i1f ( z ) +f ( z )i 2< /2+ /2= . i1i 2 kurang
dari tiap angka positif (betapapun kecilnya)
dan sebagainya harus nol. dengan demikian i1=i 2.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo107

g ( z )=B 0, membuktikan bahwa ada > 0 sehingga


27 .jika lim
zzo
1
g ( z ) >
B karena 0< zzo < kita dapat menemukan
2
B=Bg ( z ) + g ( z ) , sehingga
1
B+ g ( z ) kami memiliki
menulis B Bg ( z ) + g ( z ) <
2
1
B <
B +
2
1
g( z ) dari mana g ( z ) > B
2
f ( z ) =A
28 .diberikan lim
zzo

dan

g ( z ) =B

membuktikan bahwa (a)


lim [ f ( z ) + g ( z ) ] = A+ B ,(b) lim f ( z ) g ( z ) =AB , (c) lim 1 = 1
jika B
zzo
z zo
B
zzo g( z )
f (z) A
= jika B 0.
0, (d) lim
B
zzo g( z )
a) kita harus menunjukkan bahwa untuk setiap >0 kita dapat
menemukan > 0
A+ B
seperti itu[f(z)+
)< saat 0 < zzo < kami memiliki [
g( z)
f ( z ) + g(z) ( A+ B)=[f ( z ) A ]+[g ( z )B] f (z)A + g ( z)B
dengan hipotesis, mengingat >0 kita dapat menemukan 1>0 dan 2>0
seperti itu
f ( z ) A < /2 jika 0< zzo < 1
g ( z ) B < /2 jika 0 < zzo < 2.
Halaman 52
Halaman 53
(c)

limi / 3

z 2e

z3 8
z 4 4 z 2 16

Dalam hal ini limit dari pembilang dan penyebut tiap-tiap nol dan teorema pada
limit tidak digunakan. Sebagaimana,dihasilkan oleh faktor dari polinomial bisa kita
lihat berikut ini.
limi / 3

z 2e

z3 8
z 2 z 2e i / 3 z 2e 3i / 3

lim
z 4 4 z 2 16 z 2 ei / 3 z 2e i / 3 z 2e 2i / 3 z 2e 4i / 3 z 2e 5i / 3

limi / 3
z 2e

z 2e

z 2

2i / 3

z 2e

4i / 3

2 e i / 3

e i / 3 1
e 2i / 3 e i / 3 e 4i / 3

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo108

Cara

persamaan

z 2e

z 6 64 z 2 4 z 4 4 z 2 16 ,

lain,sejak

limi / 3

3
3

i
8 8

masalahnya

ditemukan

4 z 3 8
z 2 4 e 2i / 3 1 3
3

lim


i
6
3
i
i / 3
z

2
e
z 64
z 8 2 e 1 8 8

30. menunjukan bahwa

lim

z 0

z
z tidak ada. Jika limit ada, itu berarti harus berdiri

sendiri dari cara yang z mendekati nilai 0.berikutnya z 0 sampai x ada.


Kemudian y = 0 dan z = x + iy = x dan z x iy x dan z x iy x , jadi,

bahwa limit memerlukan

lim

x 0

x
1
x
. Kemudian z = 0 sampai y ada, kemudian x = 0,

dan z x iy iy , jadi bahwa limit memerlukan

lim

y 0

iy
1
iy
. sejak dua tidak

bisa mendekati dan memiliki kesamaan jawaban, maka limit tidak ada.
KONTINUITAS
31. a) menunjukan bahwa f(z) = z2 termasuk pada z = z0
z2

f z

z z0
z z0

b) menunjukan bahwa

, dimana z 0 tidak termasuk pada z

= z0
a) Dengan rumusan 23(a)

lim f z 0 z 02

z z0

dan selanjutnya f(z) termasuk pada z

= z0 .

Cara lain. Kita harus menunjukan bahwa dengan memberikan > 0 kita bisa
fi.

2
2
0 (pendalaman pada ) seperti bahwa f z f z 0 z z 0 ,

ketika

z z0 ,

sebuah bentuk yang memberikan rumusan 23(a).

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo109

b) Dengan rumusan 23(b)

lim f z 0 f 0

z z0

lim f z z 02 ,

z z0


tetapi f z 0 0 . Oleh sebab itu

, dan selanjutnya f(z) tidak termasuk pada z = z 0 jika z0

0
jika z0 = 0, ketika f(z) = 0: dan sejak

lim f z 0 f 0

z z0

, kita mengetahui bahwa

termasuk fungsi.
32. fungsi dari

f z

3z 4 2 z 3 8 z 2 2 z 5
z i
termasuk pada z = i?

F(i) tidak ada i.e. f(z) tidak dapat dijelaskan pada z = i. Dengan demikian
f(z) tidak termasuk pada z = i.
Didefinisikan pada f(z) jadi bahwa

f i lim f z 4 4i
z i

(lihat rumusan 25),itu

termasuk pada z = i. Seperti dalam kotak kita menyebutnya z = i, tidak berubah.


33. menunjukan bahwa jika f(z) dan g(z) termasuk pada z = z 0, jadi bisa juga (a)
f z
f(z) + g(z) (b) f(z) g(z), (c) g z jika g(z0) 0.
Mengikuti hasil dari rumusan 28 yang diambil A = f(z 0), B = g(z0) sebelum
menuliskan

0 z z0

karena

z z0

i.e. masukan z = z0

Halaman 54
FUNGSI-FUNGSI,LIMIT DAN KEKONTINUAN
54
2
z 1
34. Buktikan bahwa f z z kontinu di daerah

Misalkan z0 di dembarang titik pada daerah

z 1

. Pada soal 23 (a), f(z)

kontinu di z0. Kemudian f(z) kontinu pada daerah sejak kontinu di sembarang
titik pada daerah itu.
35. Karena nilai z diikuti oleh fungsi-fungsi kekontinuan?

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 110

a f z

z
z

.
z 1 z i z i sejak bilangan pecahan nol ketika z= i,
2

fungsi kontinudimanapun kecuali z i

b f z csc z

1
sin z . Pada soal 10 (a), sin z=0 untuk z=o, ,2 ,.... oleh

karena itu f(z) kontinu dimanapun kecuali pada titik-titik tersebut.

KESAMAAN KEKONTINUAN
2
z 1
36. buktikan bahwa f z z adalah bentuk kesamaa kontinu dalam daerah

Kita harus menunjukkan bahwa dibverikan sembarang 0, , kita dapat


z 2 z 02 apabila z z 0 ,
menemukan 0, sedemikian sehingga

dimana bergantung hanya pada e dan tidak pada titik utama z 0 dari bidang.

z 1,
Jika z dan z 0 adalah sembarang titik pada
kemudian

|z 2z 20|
Jadi jika

|z + z 0||z z 0|

|zz 0|

lihat bahwa

< berarti

|z 2z 20|

{ |z| +

|z 2z 20|

< e ketika

|z 0|

|zz 0|

< 2 . Pilih

|zz 0|

<

<2

= e /2 kita

dimana

hanya pada e dan bukan pada z 0 . oleh karena itu (z) =

|zz 0|

bergantung

z 2 merupakan

kesamaan kontinu dalam bidang.


37. buktikan bahwa (z) =

1
z

bukan merupakan kesamaan kontinu dalam daerah

|z| < 1
Metode 1.
Misalkan (z) adalah kesamaan kontinu di bidang tersebut. Kemudian untuk
sembarang

> 0 kita akan dapat mencari , misalkan antara 0 dan 1,

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 111

z0
sedemikian sehingga f ( z )f < e

semua z dan

|zz 0|

<

untuk

z 0 dalam bidang.

Misalkan z =

dan

z0 =

=
1+ e

1+ e

(sejak 0 <

> e

ketika

1+ e

. kemudian

< . Bagaimanapun

|zz 0|

1 1
1 1+ e

=
=
z z0

< 1).

Dengan demikian kita memiliki kontradiksi, dan kontradiksi berikut (z) =


1
z

tidak dapat disamakan kontinu dalam bidang.

Metode 2.
Misalkan

z 0 dan

z 0 + i disembarang dua titik bidang sedemikian

sehingga |z 0 +5z 0|=|5| = . Kemudian


1
1

=
z 0 z 0+5

|5|

|z 0||z 0+5|

z 0f ( z 0+5)
=
f

dapat dibuat lebih besar


|z 0||z 0+5|

daripada bilangan positif dengan memilih z 0 yang mendekati 0. Oleh


karena itu fungsinya tidak dapat disamaknan kontinu dalam bidang.
BARISAN DAN DERET
38. selidiki konvergensi dari barisan ini:

a)

in
un= ,=n=
n

1, 2, 3, , b)

i
1+

.
n

un=

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 112

i i i i
Istilah pertama yang muncul dari barisan adalah i, , , , , dst, atau
2 3 4 5
1 i 1 i
i, , , , , . pada ploting titik-titik korespondensi dalam bidang z,
2 3 4 5
kita menduga bahwa batas tersebut adalah nol. Untuk membuktikan ini kita

|n | <
|i nn 0|=|i nn|=|i nn|=1/n

harus menunjukkan bahwa.


sekarang

|un l|= i n 0

ketika n > N

< e

ketika n >

1
e

1
. Kemudian kita lihat bahwa (1) benar, dan
e

misalkan kita pilih N =

sehingga barisan konvergensi kearah nol.

Halaman 55

b. Dengan menghitung

Untuk
n 2 6
> =1,2
n+1 5
yaitu

| |

semua

n 10

Sehingga

|u11|> 1,2|u 10| ,

|un|> (1,2 )n10|u10| .

| |

un +1
=
un

1
( n+1 )
n
n 2
|1+i|= .
=
n
n+1
n+ 1
( 1+i )
n

( 1+ i )n +

(sebagai

contoh),

|un +1|>1,2|un|

kita

memiliki

untuk semua

n 10 ,

|u12|>1,2|u11|> (1,2 )2|u10| ,

Untuk mengikuti

|un|

dan pada umumnya

dapat dibuat lebih banyak

dari pada jumlah positif ( tidak peduli sebarapa besar ) dan sehingga limit
dari

|un|

tidak ada, dan karenanya limit dari

un

tidak ada sehingga

urutannya menyimpang.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 113

39. Jika

an = A
lim

dan

bn = B
lim

buktikan bahwa

( a n+ bn )= A+ B
lim

Dengan definisi, diberikan kita dapat menemukan N

|a nA|< 2 , |b nB|< 2 untuk n> N .


Kemudian untuk n> N ,

|( a n+ bn ) ( A +B )|=|( an A ) + ( b nB )||an A|+|b n+ B|<

sehingga

yang

membuktikan hasilnya.
Terbukti bahwa ini berhubungan dengan bukti untuk limit - limit fungsi
(masalah 28).
40. Untuk membuktikan bahwa jika deret

titik, kita harus memiliki


Jika

Sn

un=0
lim

u1 +u2 +u3.

adalah menuju ke satu

adalah jumlah dari

S n1=S n +un . Maka jika

suku pertama dari deret, kemudian

lim S n

ada dan sama

S , kita memiliki

lim S n +1=lim Sn + lim un

lim u n yaitu lim un=0 .


atau S=S+ n

n
lim
u
=0
Sebaliknya, bagaimanapun, jika n n
deret itu mungkin atau tidak
n

mungkin akan bertemu disatu titik.

1
if |z|<1 .
1z
2
n1
S n=1+ z + z + + z
z Sn =z+ z 2 ++ z n1 + z n
n
( 1z ) S n=1z n atau S n= 1z
1z
z n=0 . Untuk membuktikan
|z|1 , kita mengira bahwa nlim

2
3
41. Buktikan bahwa 1+ z+ z + z +=

Misalkan
Kemudian
Eliminasi
Jika

ini, kita harus menunjukan bahwa diberi beberapa


menemukan

sehingga

|z n0|<

untuk semua

>0

kita dapat

n> N . Hasilnya

adalah memang benar jika z=0 ; maka kita dapat menghilangkan

z0 .

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 114

z <
|z n|=

Sekarang
n> ( ln ) / ( ln| z|)=N

|z|<1, ln|z|

[ sejak jika

kita menemukan yang diperlukan

N , dan

Deret

a
( 1z )

atau

adalah neegatif. Karena itu

lim z n=0 .

lim 1z

10
1 .
=
12
1z 1z
a
2
a+ az+ az + =
disebut deret
1z

Sehingga 1+ z+ z +=lim S =
n
2

geometri dengan suku pertama

n ln |z|< ln

kemudian

z , dan jumlahnya adalah

dan rasio

dengan |z|<1 .

JENIS JENIS MASALAH


42. Misalkan

1/ 2

w=( z + 1 )

menggambarkan kurva
nilai

jika

. (a) Jika

w=1

z=0 , dan

sedangkan

c 1 , ditunjukkan pada gambar 2-27 dibawah, didapati

z=1 . (b) Jika

menggambarkan kurva

ditunjukkan pada gambar 2-28 dibawah, adalah nilai dari

sama dengan yang diperoleh pada (a)?


1/ 2
1/ 2
a) Titik cabang w=f ( z )=f ( z ) =( z 2+1 ) ={ ( zi )( z +i ) }

adalah

jika

c2 ,
z=1
z= i

pada masalah 19.

Halaman 56

C1

r1
z

0
2

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 115

r2

Gambar 2.27

C2
0

gambar 2.28
Misalkan (1) z i r1

ei1

2 z i r2 ei . karena 1 dan 2

ditentukan hanya

tegak lurus ke dalam perkalian bilangan bulat dari 2ri ,maka kita bisa menulisnya
atau dapat ditulis:

w r1 r2 e i 1 2 / 2 e 2 ki / 2 r1 r2 e i 1 2 / 2 eki

Berdasarkan gambar 2-27 (atau menggunakan persamaan) (1) dan (2) kita ketahui
bahwa ketika z berada di 0, r1 1, 1 3 / 2 dan r2 1, 2 / 2 ketika w 1 di z
k 1 i
= 0, yang diambil dari s , 1 e
dan kita dapat memilih k 1 0,1,3,..... .

Kemudian

w r1 r2 ei 1 2 / 2

Seperti z sebagai garis lintang C1 dari 0 ke 1, r1 diganti dari 1 ke 2 ,1 diganti dari

3 / 2 ke / 4, r2 diganti dari 1 ke 2, 2 diganti dari / 2 ke / 4 . Kemudian


w

2 2 e

i / 4 / 4 / 2

(b) seperti dibagian (a),

r1 r2 e i / 2 .berdasarkan gambar 2-28 kita ketahui

bahwa z sebagai garis lintang

C1, r2

diganti dari 1 ke 2 , 1 diganti dari

3 / 2 ke 7 / 4, r2 diganti dari 1 ke 2 dan 2 diganti dari / 2 ke / 4 . Kemudian

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 116

2 2 e

i 7 / 4 / 4 / 2

. Yang mana tidak sama dengan nilai yang di

peroleh di bagian(a).
43. misalkan

1 z 2 1 karena 2 = 0. Ditunjukan bahwa z dirubah dari 0 ke p 1

2
2
sepanjang poros sebenarnya, 1 z dirubah dari 1 ke i p 1

V
z

C1

E
F

Gambar 2.29
Jika dipertimbangkan dimana z garis lintang mendekati garis edar ABCDF,dimana
BDE adalah setengah lingkaran seperti yang ditunjukan bahwa pada gambar 2-29
dari bentuk ini kita memiliki 1 z 1 z iy r co ir sin
2
Maka 1 z

1 z 1 z

r cos / 2 i sin / 2 2 r cos ir sin

2
2
Mendekati AB: z x, r 1 x, 0 dan 1 z 1 x 1 x 1 x
2
2
Mendekati EF : z x, r x 1, dan 1 z i x 1 x 1 i x 1

Sebab z sebagai bentuk dari 0 (dimana x=0) ke p (dimana z=p),

1 z 2 bentuk

2
dari 1 ke i p 1

Halaman 57

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 117

44. Temukan fungsi pemetaan yang memetakan titik-titik z = i,2i,3i.....


dari bidang z ke titik w = 1 (lihat gambar 2.30 dan 2.31)
Bidang zBidang w
y
3i
2i
i
x
0
i
2i

u
1

ketika titik berada pada bidang z yang jarak sama,kita lihat masalah 15,
untuk memahami fungsi logaritma yang tipe z = ln w
2 ki
jika sehingga titik w 1 e , k 0,1,2...., maka z ln w 2ki jadi

w = 1dipetakan ke dalam titik-titi 0, 2i,4i,....

titik

bagaimana jika,

ln w

2 kita pandang w = 1 dipetakan, z 0,i,2i,....

dengan cara ini fungsi pemetaan titik-titik z 0,i,2i,.... yang dipetakan


ke titik w = 1

maka fungsi pemetaan yang cocok adalah

45. Jika

lim z
n

, membuktikan bahwa

ln w
2z
atau w e
2

lim Re z Re l dan
n

lim Im zn Im l .
n

l l1 il 2,
x y dan l1, l 2
misal. zn x n iy n dan
dimana n , n
bagian bilangan

real dan imajiner dari masing-masing zn dan l .


Dengan hipotesis, diberi beberapa e > 0 kita dapat menemukan N

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 118

sedemikian sehingga

x n iy n l1 il 2

Atau

zn l

<e untuk n> N, yaitu ....

<e, untuk n> N

x n l1 2 y n l 2 2 <e, untuk n> N

Dari sini berarti bahwa

x n l1

lim x
n

<e dan

yn l2

l1

lim y

dan

46. Buktikan bahwa jika

a)

b)

<e untuk n> N


n

l2 ,

.bila di perlukan.

<1

1 a cos a 2 cos 2 a 3 cos 3 .........

a sin a 2 sin 2 a 3 sin 3 .........

1 a cos
1 2a cos a 2

a sin
1 2a cos a 2

misal z ae lihat masalah 41. Kita bisa melakukan ini ketika

z a

< 1..

kemudian
i

1 ae i a 2 e 2 a 3 e 3i ....

1
1 ae i

atau

1 a cos a

cos 2 .... i a sin a 2 sin 2 ....

1
1 ae i

1 ae i 1 ae i

1 a cos ia sin
1 2a cos a 2

Hasil yang diperlukan mengikuti pada bagian bilangan real dan imajiner
yang disamakan.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo 119

Halaman 58
tentukan fungsi grafik yang poin z=0, i 2i ,3i,. Dalam plan z
dalam poin w=1di dalam plan

Sejak titk plan z spasi perkalian kita biarkan karna masalah lima 15 terhadap
fungsi
Logaritma tipe z=1n w
Sekarang jika w=1, e 2 ki k=0, 1,2.sehingga z=1n w=2ki sehinga
titik w = 1lalu titik masuk kedalam grafik 0,=2i ,4i
Jika z=(1n.w)/2n,titik w=1di dalam grafik sehingga z=0=i, =2i,dst
Maksud dan fungsi dalam grafik ini adalah titik z=0,I,2i..dst. ini semua
merupakan w=1
n N
x n + iv n _( l 1+l 2 )<,untuk n>N
xn

y
< untuk n>N

Dari penyelesain di atas dapat menghasilkan


lim z n , = L dan lim
1
n
6.buktikan bahwa jika (a)>1
n

vn =

L1 sebagai sarat

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo120

12 a cos + a
3
a
cos

cos
2

(a).1+
+
+ a cos 3 +=
1a cos

asin

(b).a sin + a2 sin 2 +a3 sin 3 + =


12 a cos +a 2
10
Jika z= ae
dari perasalahan 41kita dapat mengerjakan IzI=IaI< 1 sehingga
1
1+ ae 10 + a2 e 210 + a3 a310 +=
1ae 10
cos + a2 cos 2 +) +( sin + 2 sin +)
(1+
ae10
1
1
=
.
1ae10
1ae 10

1 cos + i sin
12 cos + 2

Halaman 59
Nama:Aris Wibowo
NPM:2091000210008

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo121

Jurusan:Pendidikan Matematika 2009b


FUNGSI,LIMITS,DAN KELANJUTAN
sin x 1
66.Buktikan jika
untuk x semua bilangan real.
67.Tunjukkan bahwa (a) Sinx = Sin x, (b) Coshx = Cos zx (c) Tanx Tan x.
68.Untuk Setiap fungsi berikut ini u x, y dan v x, y sedemikian sehingga

f x u vi

3iv
Pisahkan kedalam bagian imajiner dan real (a) f x ,(b) f x cos x (c)
f x sin 2 x (d) f x x 2 2 x
3 y
3 y
Jawab (a) u cos 3 x, v sin 3 x (b) u cos x cos y, v sin x sin y, (c)
u sin 2 x cos 2 y
v cos 2 x sin 2 y , (d) u 2 x x 2 y 2 cos 2 y 2 xy sin 2 y , v=

2 x 2 xy cos 2 y x 2 y 2 sin 2 y
69.Buktikan bahwa (a) sinh x Sinhx (b) Cos x Coshx (c)
Tan x Tanx
70.Buktikan bahwa (a) Sinh x1 x 2 Sinhx1Cosx 2 Cosx1 Sinx 2 (b)
Cosh2 x Cosh 2 x Sinh 2 x

1
cos 1 Cos 2 x / 2 1 cos x 1
2
2
71.Buktikan bahwa (a)
(b)
72.Tentukan u x, y dan v x, y sedemikian sehingga (a) sin 2 x u iv , (b)
x cos x u iv
(a )u sin 2 x cos 2 y , v cos 2 x sin 2 y
Jawab (b)u x cos x cos y y sin x sin y, v y cos x cos y x sin x sin y
Sin 2 x / 2

73.Carilah hasil dari (a) 4 Sinh


(c)Cosh 3 i /4

i / 3 , (b)cosh 2k 1i /2, k=0, 1,2,......

Jawab (a)2i 3 (b) 0 (c) i

1
3
4x

2k

2
2
= 3
i, k = 0 1,0,..... (b)
74. (a ) Tunjukkan bahwa (a) ln
Apakah nilai terpenting/utamanya???
4i / 3
Jawab (b)
75.Cari semua nilai dari (a ) ln 4 (b)ln (3i ), (c) ln( 3 i dan temukan nilai

utama disetiap
Jawab
(a) 2 ln 2 2k i

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo122

(b) ln 3 / 2 2k i, ln 3 i / 2.
(c) ln 2 11 / 2k i, ln 2 11i /

1
2
ln x 1 y 2 i tan 1
/ x 1 , berikan
2

76.Tunjukkan bahwa ln x 1 =
batasan jika.

1 x 1
1
1

(a ) cos x 1 x ln x x 2 1, b cot x ln
2i x 1
i
77.Buktikan bahwa
,
menunjukkan adanya pembatasan.
1 x 1
cot 1 x ln

1
2
2 x 1
78.Buktikan bahwa (a) sin x ln x x 1, (b)

1
1
79.Temukan semua nilai dari sin x 2 ,(b) cos i
Jawab
(a) i ln 2 3 / 2 2k (b) i ln 2 1 / 2 2k

,i ln

2 1 3 / 2 2k

80.Tentukan semua nilai dari(a)


Jawab
(a) ln ln 2 1 i / 2 2ki, ln

1
cos 1 i (b) sin ln 1

2 1 3ki / 2 2ki

2
(b) ln 2k 1 2k 1 1 + i / 2 2mi,
2
ln 2k 1 2 1 2k 1 3i / 2 2mi, k , m 0,1 2,....

i
81.Tentukan semua nilai determinan yang benar dari (a) 1 i

, (b) 1

1
2

Jawab

/ 4 2 k cos ln 2
2

1
i sin ln 2 ,

2
(b)cos 2 2k i sin 2 2k
11,
i 1
82.Tentukan (a) Re 1 i
(b)
1 ln 2 7 / 4 2 ln
1

2
cos 7 / 4 ln 2
2

(b) 3 / 2 2 k
Jawab (a)
2
83.Tentukan bagian imajiner dan real x dimana x x iy

2
1 3
1/ 2
1/ 3
84.Tunjukkan bahwa (a) f z z 1 ,(b) f x z z ,adalah fungsi
algebraic.
Titik Cabang,Garis Cabang,dan Bidang Riemann
2
85.Buktikan bahwa x i adalah titik cabang dari x 1

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo123

x 2 3
1
2

1
2
2
86.Gambarlah bidang Riemann dari fungsi (a) x (b) x x 1 (c) x 2
1
1
3
2
87.Tunjukkan bahwa bidang Riemannuntuk fungsi x x mempunyai lembar
1
1
88.Gambarlah bidang Riemannuntuk fungsi(a) ln x 2 ,(b)sin x (c) tan x
1

Halaman 60
FUNGSI LIMIT DAN KESEIMBANGAN
LIMIT
f ( z ) =2i1
89 . (a) Jika f(z) z 2+2 z , buktikan lim
zi
2

z +2 z z i
f ( z)
, temukan lim
zi

(b) Jika f(z)


dan
3+2 i z=i

z1+i=

90 .Buktikan

benarkan jawabanmu.

z2 z+1i
1
=1 i
2
2
z 2 z +2
lim

91 Membenarkan suaru nilai untuk (a).

z 2+i=

1z
1+ z

lim

, (b).

z 2 iz
2
z +4
lim

z 2+i=

dan selidiki mana yang benar untuk terkaanmu .

92 Jika
(b)

lim f (z )= A dan lim g ( z ) =B buktikan ( a ) lim { 2 f ( z )3 i g ( z ) }=2 A

zz 0

zz0

zz0

lim { p f ( z ) +q g ( z ) }= pA+ qB dimana p dan q adalah constanta

z zo

(tetap).
93 Jika Jika

lim f (z )= A

zz 0

buktikan (a)

lim {f ( z) }2= A 2 ,(b) lim {f ( z ) }3 =A 3 .Dapatkah kamu menjawab mirip


z zo
z zo
pernyataan untuk

lim {f ( z ) }n ? Apakah membatasi , bila ada , apakah


z zo

mengharuskan ?
94 Mengevaluasai menggunakan teorema pada limit . Pada setiap kasus
menyatakan dengan tepat teorema yang mana yang digunakan.,

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo124

z
(b) lim 4
z 8 / 4 z + z +1

lim (iz +3 z 10i)

(a)

z2i

1
iz

( 2 z3 ) ( 4 z +i)

( c ) lim
z 8 /4

(d) lim
zi

z +1
6
z +1

(e) lim {
z 1+i

Jawab ; (a) 12+6 i ,(b) 2

z1i
}
2
z 2 i+ 2

4
( c ) 4 i (d) 1/3
3

(1 + i )/2

(e)

1
4
95 Temukan

zei/3

)
lim
z ei /3

96 Buktikan jika

97 Jika f ( z )=

( z z+1 ) jawab : 16 i 3/6


3

f ( z ) f ( zo )
=6 zo +2.
z zo
z zo
2
3 zo +

buktikan
menyediakan

f ( zo+ h )f (zo) 7
lim
=

h
ho
2

f ( z )=3 z + 2 z ,lalu lim

2 z 1
3 z+2

2
zo .
3
98 Jika kita membatasi diri kita untuk cabang
f ( z )= z 2+ 3 dimana f ( 0 )= 3 , buktikan lim
z 1

z 2 +32 = 1
z1

99 Menjelaskan sama apa yang dimaksut pernyataan

i
z

2
1/
( a ) lim
zi

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo125

z
sin / z=
100

Menunjukkan bahwa

lim

z/2

101

Menunjukan bahwa jika kita membatasai diri untuk


f ( z )=tan1 z seperti yang f ( 0 )=0 , lim f ( z )=3 i/4.
z 1

KESEIMBANGAN
102

Membiarkan f ( z )=

z 2+ 4
jika z 2 isedang f ( 2 i ) =3+4 i .
z 2

(a)buktikan
lim f ( z ) ada dan nilai determin, ( b ) f ( z ) berlanjut pada z =2i ? jelaskan , ( c ) f ( z ) berlanjut pad
z1

Jawaban masalah 102 jika f (2i) digambarkan sebagai sepadan


dengan 4i jelaskan perbedaannya.
104
Buktikan f ( z )=z / ( z 4 +1 ) berlanjut di mana di dalam dan pada
unit melingkar |z|=1. jelaskan pada 4 poin dantentukan poinpoint itu
105
Jika
f ( z ) dan g ( z ) berlanjut pada z=zo buktikan 3 f ( z ) 4 ig ( z ) juga berlanjut pada z
z
}
106
Jika

f ( z ) berlanjut pada z=zo buktikan(a){f


z
}
Dapatkah kamu menjabarkan hasil untuk
adalah bilangan bulat

{f
positif.
103

Halaman 61
107. Carilah semua titik yang tidak kontinu pada bilangan fungsi-fungsi berikut :
(a) f(z) =

2 z3
z 2 + 2z +2

, (b) f(z) =

3 x +4
,
4
z 16

(c) f(z) = cot z,

(d) f(z) =

1
sec z ,
z

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo126

tanh z
z2 +1

(e) f(z) =

Jawablah (a) -1 i (c) k, k = 0, 1, 2,...

(e) i, (k+

1
)i, k = 0, 1,
2

2, ..
(b) 2, 2i

(d) 0,(k+

1
), k = 0, 1, 2,
2

108. Buktikan bahwa f(z) = z2-2z+3 adalah kemana saja kontinu pada bilangan
yang terbatas.
2

109. Buktikan bahwa f(z) =

z +1
z 3 +9

adalah (a) kontinu dan (b) membatasi dalam

suatu bagian z 2.
110. Buktikan jika f(z) adalah kontinu tertutup, yang di batasi dalam sebuah baian
tersebut.
111. Buktikan bahwa f(z) =

1
z

adalah kontinu untuk semua z seperti

bahwaz 0, tetapi tidak dibatasi.


112. Buktikan bahwa polynomial adalah kontinu kemana saja dalam bilangan
yang terbatas

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo127

113. Bahwa f(z) =

z +1
2
z 3 z +2

adalah kontinu pada semua z di luar z=

2.BILANGAN BERURUTAN YANG TIDAK TERBENTUK


114. Buktikan bahwa f(z) = 3z 2 tidak dibentuk dengan terus menerus dalam
bagian z 0
115. Buktikan bahwa f(z) =

1
z2

(a) tidak kontinu dalam sebuah bagian z 1

1
z 1
2
116. Buktikan bahwa jika f(z) adalah kontinu dalam sebuah bagian yang tertutup R
adalah yang beragam secara kontinu dalam R
RANGKAIAN DAN RENTETAN
lim
lim
n 2 in
=0,
117. Buktikan bahwa (a)
(b)
3
n
n
n +1
n

) = 1- i.
n+3 i n+1
3z
lim
118. Buktikan bahwa beberapa dari bilangan komplek z,
(1 +
) = 1.
n
n2
lim
1+i n
119. Buktikan bahwa
n (
) = 0.
2
n
120. Buktikan bahwa lim
nir tidak tetap
n
lim
lim
121. Jika
un= 0, buktikan bahwa
un = 0. Apakah bertentangan
tetapi (b) tidak kontinu dalam bidang

dengankenyatan? Berikan kesimpulanmu.


lim
lim
lim
122. Jika
an = A dan
bn = B, buktikan bahwa (a)
n

= A+B,
(b)

lim

(an - bn) = A-B, (c)

(an + bn)

lim

anbn = AB, (d)

lim

an
bn

=A/ B

jika B 0
123. gunakan teori limit terbuka untuk mengeluarkan tiap-tiap bagin ini.
2+13i
lim
lim
( 2 n+4 i3 ) (ni)
(a)
(c)
n+2 i - n+1
(b)

lim

Jawablah (a)
124. Jika

lim

n
2

( n +3 i) (n1)
2

3 n+4i

(d)

1
i, (b) 1, (c) 0, (d)
2
un = 1, buktikan bahwa

lim

1
i.
2
lim

n( n+2 i n+1)
u 1+u 2+ +un
n

= 1.

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo128

i/3

i/3

125. Buktikan bahwa pada rentetan


padakelompok yang berlawanan

n1

i
1+ +
3
dan temukan jumlahnya
126. Buktikan bahwa rentetan i 2i + 3i 4i + yang berbeda
127. Jika rentetan

n=1 n

bertemu dengan A, dan

n=1 n

bertemu dengan B,

a
buktikan

n=1

bahwa

( n+ib n ) bertemu dengan A + iB. apakah kebalikan

itu benar.

wn
128. Cari pertemuan dari
n, 2
n=1 5
berlawanan.

dimana w =

3 + i. Jawablah yang

Halaman 62
FUGSI, LIMIT dan KEKONTINUAN
Bermacam macam Masalah

2
2
129.Misal w 4 z z 4 . Jika w 4
saat z 0, tunjukkan bahwa jika z me-

nggambarkan kurva C dari gambar 2-32,


kemudian nilai w pada z 6
0
6
adalah 4i 5 .
130.Buktikan bahwa kondisi yang cukup dan memenuhi untuk
f z u x, y iv x, y berkelanjutan pada z z 0 x0 iy 0 adalah bahwa
u x, y dan v x, y berkelanjutan pada x 0 , y 0 .

131.Buktikan bahwa persamaan tan z z hanya mempunyai akar real.


132.Seorang siswa berkata bahwa 1 dicapai pada sembarang kekuatan adalah sama
dengan 1. Apakah dia benar? Jelaskan.
sin sin 2 sin 3
2 sin

...
2
3
5 4 cos .
2
2
133.Tunjukkan bahwa 2

f x iy f x f iy
134.Tunjukkan bahwa hubungan
dipenuhi oleh
f x sin z. Dapatkah kamu menemukan fungsi lain yang benar?

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo129

z 3 3z 2
0
4
2
135.Buktikan bahwa z z z 3 z 5
.
2
csc z 2e / e 1
y 1.
136.Buktikan bahwa
jika
1
Re sin 1 z
x 2 y 2 2x 1 x 2 y 2 2x 1
2
137.Tunjukkan bahwa
.
138.Jika F z berkelanjutan dalam wilayah tertutup terikat , buktikan bahwa a
ada a angka positif seperti bahwa untuk semua z dalam ,
lim

f z M , b f x

mempunyai sebuah ikatan lebih dalam dan ada


f x0 .
paling tidak satu nilai z 0 dalam seperti bahwa
139.Tunjukkan bahwa

tanh 1 i / 4 1.

140.Buktikan bahwa semua nilai dari 1 i terletak pada satu garis lurus.
1
141.Evaluasi (a) cosh i / 2, (b) tanh . Jawaban (a) 0, (b) 2k 1i / 2,
k 0,1,2,......
sin 2 x
u
,
cos
2
x

cosh
2
y
tan
z

iv
142.Jika
, tunjukkan bahwa
2i

sinh 2 y
cis 2 x cosh 2 y

3 2 i
143.Evaluasi terhadap 3 ketepatan tempat desimal (a) 6 , (b) sin 5 4i .
1 i tan / 2
Re
cos ,
1

i
tan

/
2

144.Buktikan
menggindikasikan nilai pengecualian.

lim f z A
lim g z B 0,
145.Jika x x0
dan x x0
buktikan bahwa
lim f x / g x A / B
lim 1 / g x 1 / B.
x x0
tanpa membuktikan bahwa x x0
jika z adalahrasional
1
f z
0 jika z adalahirrasional buktikan bahwa f (z ) tidak berkelanjutan pada
146.Misal
semua nilai z.

147.Buktikab bahwa jika f z u x, y iv x, y berkelanjutan pada satu wilayah


a , kemudian a Re f x u x, y b lm f z v x, y berkelanjutan dalam
satu wilayah.
148.Buktikan bahwa semua akar dari z tan x k , dimana k 0, adalah real.
149.Buktikan bahwa jika limit dari sebuah rangkaian yang ada itu harus unik.
lim n 1 n 0.
150. a Buktikan bahwa n

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo130

n 1 n
Buktikab bahwa rangkaian n 1
berbeda, dengan
menunjukkan bahwa sebuah rangkaian ke n mendekati 0 tidak butuh
bertemu.
1
z n 1 z n 1 / z n , n 0,1,2,...
2
151.Jika
dan / 2 arg x0 / 2, buktikan
lim x n 1.
bahwa n

Halaman 63
Bab 3
Turunan Kompleks dan Persamaan Cauchy-Riemann
TURUNAN
Jika f (z) merupakan fungsi ganjil pada R di bidang z, turunan f(z)
didefinisikan sebagai
f ( z + z )f (z )
f (z) = lim
(1)
z
z 0
dibuktikan bahwa keberadaan sumbu limit di z 0 . Dalam hal ini dikatakan
bahwa f(z) adalah turunan pada z. Pada definisi (1) sering digunakan h sebagai
pengganti z . Walaupun sifat turunannya kontinu, rujukannya tidak tepat (lihat
permasalahan 4).
FUNGSI ANALITIK
Jika turunan f (z) terletak pada semua titik bidang z di R, maka f (z)
dikatakan analitik dalam R dan ditujukan sebagai fungsi analitik di R atau fungsi
analitik di R. Istilah umum dan holomorfik sering digunakan sebagai persamaan
analitik.
Fungsi f(z) dikatakan analitik pada titik z0 jika terdapat pendekatan
zz
| 0|< pada semua titik f (z).
PERSAMAAN CAUCHY-RIEMANN
Merupakan hal penting bahwa w=f ( z )=u ( x , y ) +iv ( x , y ) analitik pada R,
u dan v memenuhi persamaan Cauchy-Riemann
u v
u v
=
=
,
x y
y x
(2)
Jika turunan parsial pada (2) kontinu di R, maka persamaan Cauchy-Riemann
merupakan keadaan yang cukup bahwa f ( z ) analitik di R. Lihat permasalahan 5.
Fungsi u ( x , y ) dan v (x , y) sering disebut fungsi konjugat. Terdapat
satu yang dapat ditemukan di lainnya (konstan tambahan yang berubah-ubah) maka
u+iv=f ( z) analitik (lihat permasalahan 7 dan 8).
FUNGSI KESERASIAN

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo131

Jika turunan parsial kedua u dan v bergantung sumbu x dan y dan kontinu di
R, maka ditemukan persamaan (2) (lihat permasalahan 6)
2 u 2 u
2 v 2 v
+ 2 =0 ,
+ 2 =0
2
2
x y
x y
(3)
Mengikuti di bawah kondisi bagian real dan imajiner dari fungsi analitik memenuhi
persamaan Laplace yaitu
2 u 2 u
2
2
2
2
+
=0

+
atau
dimana
(4)

=0
x 2 y 2
x2 y 2
Operasi 2 sering disebut Laplacian.
Halaman 64

Fungsi-fungsi misalnya u x, y dan v x, y yang memenuhi persamaan Laplace pada


daerah R disebut fungsi harmonik dan disebut juga harmonik di R .
INTERPRETASI GEOMETRI TURUNAN
Misal z 0 ( gambar 3-1) titik P pada bidang z dan misal w0 (gambar 3-2)
gambar P' pada bidang w pada transformasi w f z . Sejak kita menganggap
bahwa f z bernilai tunggal, titik z 0 memetakan hanya pada satu titik di w0 .
bidang z
y

bidang w

Q
z 0 z
z0

w0 w f z 0 z

w f z 0 z f z 0
P

w0 f z 0
Gambar 3-2
Jika kita memberi pertambahan z kita mendapat titik Q dari gambar 3-1.
Titik ini memiliki gambar Q' pada bidang w . Kemudian dari gambar 3-2 kita
melihat bahwa P 'Q' merepresentasikan bilangan komplek w f z 0 z f z 0 .
Gambar 3-1

Melanjutkan bahwa turunan pada z 0 ( jika ada) dinyatakan oleh :


f z 0 z f z 0
Q' P'
lim
lim
z 0
Q

P
z
QP

(5)

yaitu limit dari rasio Q' P' ke QP untuk titik Q mendekati titik P . Interpretasi di
atas secara jelas mempertahankan dimana z 0 digantikan oleh sembarang titik z .
DIFERENSIAL.
Misal z dz pertambahan diberikan ke z . Maka

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo132

w f z z f z

(6)

Disebut pertambahan pada w f z . Jika f z kontinu dan punya turunan pertama


yang kontinu pada suatu fungsi, maka
w f ' z z e z f ' z dz e dz
(7)
Dimana e 0 untuk z 0 Menyatakan bahwa :
dw f ' z dz

(8)

f
z
disebut diferensial dari w atau
, atau bagian utama dari w . Catat bahwa
w dw . Kita sebut dz diferensial dari z.
Dikarenakan definisi ( 1 ) dan ( 8 ), kita sering menulis :
dw
f z z f z
w
f ' z lim
lim

0
dz
z
z
(9)

Persamaan Diferensial:Dwi Purnomo133