Anda di halaman 1dari 35

LABIO GNATO

PALATOSCHIZIS
Oleh: mentari
indah sari

Nama : MA
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
Usia
: 1 Tahun 3 bulan
Kebangsaan
: Indonesia
Agama : Islam
Status : Belum menikah
Alamat : Jalan Rajawali Jambi Timur,
Jambi
MRS
: 3 Maret 2015
Rekam Medis
: 878970

Celah di bagian bibir, gusi, sampai ke


langit-langit mulut kiri sejak lahir dan
ingin dioperasi.

Berdasarkan Alloanamnesis, pasien merupakan bayi


lahir dari seorang ibu G2P2A0, lahir spontan, cukup
bulan (40 minggu), langsung menangis, lahir di bidan
setempat di Jambi Timur. Setelah lahir, tampak celah
dibibir yang memanjang sampai ke langit-langit
mulut sebelah kiri. Karena kelainan ini, pasien sulit
diberi ASI, sering rewel dan kadang-kadang tersedak
saat menetek. Demam (-), kuning (-), BAB dan BAK
tidak ada keluhan, kuning jernih, darah (-).
Oleh orang tua, pasien dibawa ke rumah sakit di
Jambi dan mendapat saran untuk dilakukan operasi.
Kemudian pasien dirujuk ke Rumah Sakit Dr.
Mohammad Hoesin Palembang.

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

alergi
asma
demam
operasi

:
:
:
:

disangkal
disangkal
disangkal
disangkal

Riwayat konsumsi alkohol


:
disangkal
Riwayat merokok
: (+)
ayah
pasien, 1 bungkus
sehari

Riwayat penyakit dengan keluhan


yang sama dalam keluarga disangkal.

Riwayat demam : disangkal


Riwayat sakit kepala : sering
Riwayat merokok : disangkal
Riwayat konsumsi alkohol : disangkal
Riwayat konsumsi jamu
: disangkal
Riwayat ketuban pecah dini
: disangkal
Riwayat hipertensi kehamilan : disangkal
Riwayat konsumsi obat-obatan : sering jika sakit
kepala
Riwayat Ante Natal Care
: (+) rutin, di
dokter dan bidan setempat

Pasien lahir secara spontan dan


langsung menangis di bidan
setempat dengan usia kehamilan 40
minggu dengan berat badan lahir 3,6
kg.

Riwayat pemberian ASI ekslusif


dengan cara minum lewat sendok
dan botol susu. Imunisasi sudah
dilakukan (lengkap) sesuai jadwal
yang ditentukan.

Status Generalisata
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 100/65 mmHg
Nadi : 108 x/menit
Pernafasan : 28 x/menit
Suhu : 36,4C
Tinggi Badan
: 60 cm
Berat badan
: 11,3 Kg
Status Gizi : Baik

Kulit

Kepala
Mata
Reflek
isokor (+/+)
Hidung
darah (-)
Telinga
Mulut
celah (+)
langit-langit mulut kiri
Leher
kelenjar getah
Thorax

: Warna sawo matang, turgor baik, petekie (-)


sianotik (-) ikterik (-)
: Mesocephal
: Konjungtiva anemis (-/-) sclera ikterik (-/-)
cahaya (+/+), pupil
: Nafas cuping hidung (-), sekret (-),
: Sekret (-/-), darah (-/-)
: Sianosis bibir (-), mukosa basah (+),
bibir, gusi hingga
: Deviasi trachea (-), perbesaran
bening (-)
: Normochest, simetris, retraksi (-)

Jantung

Pulmo

: BJ I dan II normal, reguler,


murmur (-), gallop (-)
Inspeksi

: Pengembangan dada kanan =

kiri

Palpasi
: Fremitus raba kanan = kiri
Perkusi: Sonor/sonor
Auskultasi
: Suara dasar vesikuler (+/+),
Suara
tambahan (-/-)
Genitourinaria
: Kencing kuning jernih, kencing
darah (-)
Ekstremitas
Akral dingin Edema -

Hematologi
Hemoglobin
: 11,3g/dl
(11,7-15,5 g/dL)
Eritrosit
: 5.400.000 (4.400.0004.480.000/mm3)
Leukosit
: 19.600/mm3 (6.000 -17.500/mm3)
Hematokrit
: 40%
(37-41%)
Trombosit
: 491.000/L (217.000-497.000/L)
Hitung Jenis Leukosit
: 0/7/32/51/10 (0-1/1-6/50-70/2540/2-8)
Waktu Perdarahan : 2 menit
(1-3 menit)
Waktu Pembekuan : 9 menit
(9-15 menit)
Glukosa sewaktu : 74 mg/dL
(<200mg/dL)
Natrium
: 143 mEq/L (135-155 mEq/L)
Kalium
: 5,7 mEq/L
(3,5-5,5 mEq/L)

Labiognatopalatoschizis sinistra
unilateral
komplit

Edukasi pasien
Labioplasty

---SHAL

Menggunakan simbol Y
Bagian atas Y menggambarkan
primary palate
Dasarnya menggambarkan secondary
palate
Foramen insisivus menjadi patokan
Area yang terkena diberi tanda dengan
pena, dan memberikan hasil gambaran
dengan cepat pada sisi tersebut dan
keluasan dari celah yang terkena

KELAS

KETERANGAN

Kelas I

hanya pada palatum lunak

Kelas II

terjadi pada palatum keras atau lunak yang meluas


tidak melebihi foramen insisivus

Kelas III

unilateral cleft lip and palate meluas dari uvula


sampai midline foramen insisivus

Kelas IV

complete bilateral cleft lip and palate, menyerupai


pada group 3 dimana 2 celah ini meluas berasal
dari foramen insisive melewati tulang alveolus

4. CLASSIFICATION OF HARKINS AND


ASSOCIATED
5. CLASSIFICATION OF SPINA

Sering dipakai adalah klasifikasi Veau


Berdasarkan faktor embriologi,
Kernahan dan Stark memperkenalkan
klasifikasi yang lebih lengkap
Namun tidak ada suatu klasifikasi
khusus ditetapkan atau digunakan
secara universal. Ini adalah karena
kelainan yang terjadi sangat bervariasi,
tergantung masing-masing kasus

Aspek frontal dari wajah.


A) Embrio 5 minggu.
B) Embrio 6 minggu.
Tonjol nasal sedikit demi
sedikit terpisah dari
tonjol maksila dengan
alur yang dalam.
C) Embrio 7 bulan.
D) Embrio 10 bulan.
Tonjol maksila berangsurangsur bergabung
dengan lipatan nasal dan
alur terisi dengan
mesenkim

Gambaran frontal kepala


embrio usia 6 minggu10 minggu.

A) Gambaran frontal embrio


usia 6 minggu.
Palatine shelves berada di
posisi vertical pada tiap sisi
lidah.
B) Gambaran ventral embrio
usia 6 minggu.
C) Gambaran frontal kepala
embrio usia 7 minggu.
Lidah sudah bergerak turun
dan palatine shelves
mencapai posisi horizontal.
D) Gambaran ventral kepala
embrio usia 7 minggu.
E) Gambaran frontal kepala
embrio usia 10 minggu.
Kedua palatine shelves
sudah bersatu satu sama lain
juga dengan nasal septum