Anda di halaman 1dari 1

BERITA TERKINI

Citicoline telah diteliti secara luas dengan jumlah


subyek penelitian lebih dari 11.000 pasien dan
relawan yang memiliki gangguan neurologis
serius, termasuk stroke iskemik akut. Pada
semua penelitian ini, citicoline memiliki profil
keamanan yang serupa dibandingkan plasebo.
Meskipun pada beberapa hasil positif posthoc sub grup pasien stroke tujuan akhir primer
penelitian efikasi citicoline gagal dicapai, dalam
pooled analysis uji klinik acak lain, citicoline oral
dosis antara 500 mg dan 2000 mg per hari
menghasilkan odd ratio 1,33 (95% CI 1,10-1,62)
dalam pemulihan fungsi dan neurologis yang
sempurna dibandingkan plasebo pada pasien
stroke iskemia sedang-berat, bahkan satu
metaanalisis mengkonfirmasi hasil serupa.

Citicoline untuk Stroke Iskemik

enyakit stroke sering menyebabkan


kematian atau gangguan fisik atau
disabilitas menyeluruh. Belakangan ini,
stroke diklasifikasikan sebagai kedaruratan
medis dan beberapa penelitian klinis telah
dilakukan untuk menemukan terapi yang
efektif. Di antara terapi farmakologi, dua terapi
yang memungkinkan untuk stroke iskemik
akut adalah rekanalisasi arteri yang tersumbat,
dan perlindungan otak dari cedera iskemia.
Sejauh ini, hanya terapi trombolisis dengan
recombinant tissue plasminogen activator
(rtPA), yang diberikan dalam periode 4,5 jam
pertama sejak serangan awal stroke, yang
direkomendasikan untuk terapi stroke iskemik
akut.

Penelitian terbaru memperlihatkan obat


dengan potensi untuk meningkatkan
plastisitas dan perbaikan otak secara endogen
dapat menurunkan kerusakan otak akut dan
memperbaiki pemulihan fungsi pada hewan
percobaan yang dikondisikan mengalami
stroke, bahkan jika diberikan beberapa jam
setelah kejadian iskemia. Salah satu dari obatobatan ini adalah citicoline yang mungkin
memiliki efek gabungan perlindungan dan
perbaikan neurovaskuler. Obat ini merupakan
bentuk eksogen dari cytidine 5-diphosphate
choline, yang penting untuk biosintesis
membran fosfolipid. Citicoline bekerja pada
beberapa kaskade iskemik dan efek perbaikan
otak pernah dilaporkan.

Dvalos dkk menilai perlunya konfirmasi hasil ini dalam uji klinik acak besar berdasarkan
hipotesis dan analisis sebelumnya. Tujuan penelitian oleh Dvalos dkk adalah menganalisis
efek citicoline dibandingkan dengan plasebo
pada pemulihan pasien dengan stroke iskemik
derajat sedang-berat pada bulan ke-3, setelah
menerima citicoline 2000 mg per hari selama
6 minggu, melibatkan 2.298 pasien dimulai
26 November 2006 hingga 27 Oktober 2011,
di 37 pusat kesehatan di Spanyol, 11 pusat
kesehatan di Portugal, dan 11 di Jerman. Dari
2.298 pasien ini, 1.148 pasien diberi citicoline
dan 1.150 diberi plasebo. Penelitian ini dihentikan karena dinilai ada kesia-siaan citicoline
pada analisis interim ketiga berdasarkan dari
data lengkap 2.078 pasien. Analisis acak akhir
dari 2.298 pasien memperlihatkan evaluasi
pemulihan global serupa pada kedua kelompok (odd ratio 1,03, 95% CI 0,86-1,25; p =0,364).
Tidak ada perbedaan bermakna dilaporkan
dalam hal variabel keamanan.
Walaupun penelitian ini menyimpulkan bahwa citicoline tidak terlihat efektif untuk penderita stroke iskemik sedang-berat, namun
dari analisis subgrup, citicoline masih bermanfaat untuk:
Pasien berusia > 70 tahun dibandingkan
dengan pasien yang lebih muda dari 70 tahun
(p =0,001),
Pasien dengan tingkat keparahan stroke
yang menengah (NIHSS <14; p =0,021),
Pasien yang disertai mendapatkan rt PA (p
=0,041).  (SFN)

REFERENSI:
Dvalos A, Alvarez-Sabn J, Castillo J, Dez-Tejedor E, Ferro J, Martnez-Vila E, et al. Citicoline in the treatment of acute ischaemic stroke: an international, randomised, multicentre, placebocontrolled study (ICTUS trial). Lancet. 2012 Jun 9.

706
CDK-197_vol39_no9_th2012 ok.indd 706

CDK-197/ vol. 39 no. 9, th. 2012

9/12/2012 5:18:10 PM