Anda di halaman 1dari 4

Tugas Etika Bisnis dan Profesi Akuntansi

Bab 6
Nama : Salsabila Firdausia
NIM : 15114007

3. Mengapa kebanyakan persoalan etis yang dihadapi akuntan sifatnya


kompleks dan tidak mudah?
Jawab :
Karena Akuntan dihadapkan bukan hanya pada kemampuan dalam penugasan atau
teknik audit yang benar . Tetapi banyak kasus Akuntan dihadapkan untuk
menjunjung tinggi nilai-nilai etis seperti kejujuran, integritas, objektifitas,
kepedulian, kerahasiaan, dan komitmen untuk mendahulukan kepentingan orang
lain diatas kepentingan sendiri. Akuntan dituntut untuk mengungkapkan Laporan
sebenar-benarnya agar tidak ada pihak yang dirugikan. Sebagai contoh Akuntan
harus dihadapkan pada pilihan apakah harus menuruti perkataan manajemen untuk
tidak mengungkapkan jumlah piutang tak tertagih atau mengungkapkannya demi
menyelamatkan para Investor. Waktu yang tepat untuk mengungkapkan kinerja
buruk perusahaan juga merupakan sifat yang kompleks bagi seorang akuntan sebab
masih ada kemungkinan bahwa perusahaan dapat menyelesaikan masalah yang
membelitnya dan masih tersedia cukup waktu namun mengungkapkan kelemahan
perusahaan pada waktu yang tidak tepat juga dapat memicu terjadinya
kebangkrutan.
5. Manakah yang akan anda pilih sebagai ide utama perilaku etis dalam
profesi akuntansi : Melindungi kepentingan publik atau melindungi
kredibilitas profesi. Mengapa?
Jawab :
Melindungi kepentingan publik, sebab seorang akuntan professional telah diberi hak
untuk menyediakan jasa fidusia yang penting bagi masyarakat sebab Akuntan
bertanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan yang melekat pada jasa
fidusia. Tidak hanya bersikap profesional dan memiliki keahlian tetapi juga harus
memiliki sikap yang berani, jujur, integritas, objektifitas, kesungguhan dan
keilmiaha, kompetensi, kerahasiaan professional, serta menghindari kekeliruan
untuk memastikan bahwa keahlian yang dipakai mendapatkan perlakuan
selayaknya.
7. Apakah perbedaan penerapan
skeptisisme profesional? ?

due

care

dengan

penerapan

Jawab :
Penerapan due care melibatkan pemahaman dari akuntan profesional mengenai
batasan dan tingkat kepedulian terhadap kasus yang akan terjadi sesuai dengan
pemahaman keahlian seorang akuntan professional dari situasi- situasi yang
berbeda. Sebagai contoh apabila terjadi suatu indikasi penyimpangan penipuan
atau penggelapan dana, diharapkan akuntan professional dapat mengetahui
indikasi tersebut dan segera melaporkannya disertai dengan data-data yang
memenuhi persyaratan. Sedangkan skeptisisme professional adalah perlakuan
secara sungguh-sungguh yang ditunjukkan seorang akuntan professional untuk
melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang serta menimbang dengan
seksama mana yang benar atau akurat.

9. Dimanakah dalam kerangka Kohlberg, Anda menempatkan motivasi umum Anda


dalam pengambilan suatu keputusan?
Jawab :
Mengambil keputusan berdasarkan post-konvensional, autonomus atau berprinsip
menjunjung tinggi hak-hak umum individu dan standar-standar yang diterima
masyarakat dengan memperhatikan dan menimbang kepentingan orang lain dari
kesejahteraan sosial yang lebih luas dan kepedulian terhadap prinsip moral atau
etika.
11. Konfik kepentingan apa yang
professional? Aktual atau semu?

harus

lebih

diperhatikan

oleh

akuntan

Jawab :
Konflik Kepentingan aktual sebab akuntan professional diharuskan untuk menjaga
dirinya dari pengaruh apapun dan kepentingan apapun. Dan kepentingan aktual
sifatnya nyata dan jika terdapat benturan kepentingan maka salah satunya akan
menang.
13. Jika dengan menyediakan jasa penasihat manajemen bisa mendatangkan konflik
kepentingan, mengapa berbagai kantor akuntan public (KAP) masih menawarkan
jasa tersebut?
Jawab :
Karena terkadang seorang akuntan professional membangun hubungan yang saling
menguntungkan dengan klien atau menjadi terlalu melibatkan diri dengan
manajemen senior di klien, sehingga skeptisisime professional dan persepktif krisis
ditangguhkan.

15. Jika Anda seorang Akuntan manajemen , apakah anda ingin membeli produk
dari pemasok untuk kepentingan pribadi dengan diskon sebesar 25% dari harga
pasar?
Jawab :
Tidak karena hal tersebut dapat mengurangi nilai- nilai integritas seorang akuntan
professional dan melanggar salah satu nilai etis.

17. Dapatkah seorang Akuntan Profesional memberikan layanan bagi dua klien yang
saling konflik?
Jawab :
Tidak diperkenankan karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang berhubungan
dengan konflik kepentingan dan mempengaruhi independensi pemikiran seorang
akuntan professional.
19. Mengapa Kode etik IFAC menganggap konflik kepentingan yang semua sama
pentingnya dengan nyata, dalam hal memengaruhi independensi pikiran akuntan
professional?
Jawab :
Sebab Akuntan professional harus didedikasikan untuk melayani kepentingan
publik, dan hal ini dapat dicapai dengan memenuhi nilai-nilai etis. Dan mengenai
ancaman terhadap tindakan kepatuhan dan menerapkan system pengamanan yang
tepat.
21. Apakah ada satu atau lebih prinsip-prinsip fundamental dalam kode etik yang
lebih penting daripada yang lainnya ? mengapa?
Jawab :
Ada yaitu Integritas sebab integritas merupakan tolak ukur dalam menerapkan
fundamental yang lainnya. Dan integritas merupakan pengamanan sifat etis
akuntan professional dari konflik kepentingan.
23. Mengapa kode etik harus terfokus pada prinsip-prinsip daripada peraturan
spesifik yang terperinci?
Jawab :

Sebab prinsip-prinsip tersebut dapat mengidentifikasi ancaman terhadap tindakan


kepatuhan dan menerapkan system pengamanan yang dapat menghilangkan,
menghindari atau mengidentifikasi ancaman. Prinsip dasar juga akan memperkuat
kebutuhan akan akan akuntan professional yang menjunjung tinggi independensi,
integritas, dan objektifitas.
25. Apakah yang dilakukan auditor jika dia meyakini bahwa budaya etis klien tidak
memuaskan?
Jawab :
Auditor dapat memilih untuk menolak melakukan audit terhadap klien karena yang
harus dijunjung tinggi adalah nilai-nilai etis daripada kepentingan suatu entitas
tertentu.
27. Seorang Insinyur yang dipekerjakan oleh KAP multidisiplin besar melihat kondisi
yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja klien di pabrik klien
tersebut , insinyur tersebut yakin bahwa kode professional insinyur
mengharuskannya untuk melaporkan kondisi tersebut pada pihak yang berwenang,
namun kode akuntansi professional tidak demikian, bagaimana seorang pemimpin
perusahaan memecahkan masalah ini ?
Jawab :
Sebaiknya pemimpin tersebut berkonsultasi dengan Ombudsman atau petugas
etika untuk menghindari terjadinya dilemma atau pertikaian. Dan untuk mencari
tahu kode etik mana yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.