Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP


DAN PERSEBARANNYA
Dosen Pengampu : Dr. Ir. Zulkifli Maulana, MP

Disusun Oleh :
1.

Mahardika Burhan ( 4515013003)

2.

Yolivya Jusvitasari ( 4515013004)

3.

Disti Elisabeth

( 4515013005)

4.

Rizki Ulfiani

( 4515013006)

5.

A.Muh. Ishar

( 4515013049)

AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
Tahun Akademik 2015/2016

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Shalawat


serta salam senantiasa tercurah pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad
SAW, serta kepada para sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman
kelak.

Akhirnya

penulis

dapat

menyelesaikan

Makalah

tentang

Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya ini dengan tepat


waktu.
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah
yang telah disebutkan di atas. Selain itu maksud dalam penulisan makalah ini
adalah mengetahui tentang keanekaragaman makhluk hidup yang ada di
Indonesia serta sejarah perkembangan makhluk hidup.
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih terdapat
banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis
memohon maaf dan mengharapkan saran serta kritik yang membangun
untuk kesempurnaan penulisan laporan ini. Atas perhatian dan kerjasama
Bapak/Ibu, penulis ucapkan terima kasih.

Makassar,2015

Penulis

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Bab 1 Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan
Bab II Pembahasan Keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya
A.
B.
C.
D.

Biosfer dan Makhluk hidup


Asal mula kehidupan di bumi
Teori asal usul terjadinya makhluk hidup
Reproduksi Atau Perkembangbiakan Variabilitas Makhluk Hidup

E. Teori Evolusi (Darwin)


F. Sejarah kehidupan manusia atau persebarannya
G. Sejarah penemuan fosil manusia
H. Keanekaragaman makhluk hidup
I. Geografi
Bab III penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keanekaragaman adalah perbedaan di antara makhluk hidup yang
hidup

yang

berbeda

jenis

dan

speciesnya.sedangkan

Pengertian

Keanekaragaman Hayati adalah keseluruhan variasi berupa bentuk,


penampilan, jumlah, dan sifat yang dapat ditemukan pada makhluk hidup.
Setiap makhluk hidup memiliki ciri dan tempat hidup yang berbeda.
Bagaimana keanekaragaman di dunia terjadi? Keanekaragaman makhluk
terjadi karena adanya perbedaan sifat, seperti: ukuran, bentuk, warna,
fungsi organ, tempat hidup dan lainlain. Keanekargaman makhluk hidup
sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Faktorfaktor yang menyebabkan timbulnya keanekaragaman makhluk hidup
adalah : Mutasi adalah peristiwa perubahan yang disebabkan oleh faktor
internal seperti materi genetik atau faktor lingkungan, seperti radiasi dan
suhu. Rekombinasi adalah proses atau peristiwa yang berakibat
terbentuknya kombinasi gen baru pada kromosom. Individu baru dari
reproduksi seksual akan memiliki faktor keturunan dari kedua induknya.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk membahas sedikit
banyaknya tentang keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya
dalam dunia ini dan makhluk hidup sangat penting bagi kelangsungan dan
kelestarian makhluk hidup. Suatu kelompok makhluk hidup yang memiliki
kelestarian tinggi, terdapat keanekaragaman yang tinggi. Sebaliknya
makhluk hidup yang memiliki tingkat kelestarian rendah, terdapat
keanekaragaman rendah dan terancam punah.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

BAB II
PEMBAHASAN
KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA
A.

Biosfer Dan Makhluk Hidup


Makhluk

hidup

adalah

penghuni

manusia,hewan(fauna) & tumbuhan (flora).

biosfer,yaitu

Dalam melangsungkan

kehidupannya, makhluk hidup saling membutuhkan satu sama lain dan


membentuk satu sistem hubungan antar makhluk hidup dengan materi
dan energi yang berada di sekitarnya.
Biosfer adalah zona tipis di Bumi dan di atas permukaan bumi yang
tebalnya tidak lebih dari 20 km . saat ini bumi merupakan satu-satunya
tempat di alam dunia yang diketahui terdapat kehidupan dan tempat
makhluk

hidup

melakukan

aktivitas

hidupnya.

Makhluk

hidup

selaluberinteraksi dengan lingkungannya, yang terdiri dari lingkungan tak


hidup (abiotik) dan lingkungan hidup (biotik)
Lapisan biosfer ini terbagi 3 lapisan yaitu:
1.

Litosfer adalah lapisan kulit bumi, tempat dimana makhluk hidup darat
tinggal dan melangsungkan kehidupannya

2.

Hidrosfer adalah lapisan air, merupakan tempat hidup bagi makhluk


hidup aquatik dan merupakan sumber dari air, yang mengalami siklus
untuk terjadinya hujan

3.

Atmosfer adalah lapisan udara, merupakan sumber kehidupan bagi


makhluk hidup, karena dari sanalah gas-gas yang diperlukan untuk
respirasi dan proses fotosintesis diperoleh. Bahkan unsur hara dalam
bentuk gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan juga diperoleh dari
atmosfer.
Lithosphere adalah akumulasi masa dari batuan-batuan padat yang
membentuk selubung yang mengelilingi bagian cair bumi yang panas

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

(magma). Lithosphere terdiri dari komponen primer seperti: 1. Mineral 2.


Batuan 3. Fluida.
Hidrosfer meliputi 71 persen dari permukaan Bumi yg merupakan
air. Yang paling besar ini adalah samudra-samudra, yang berisi di atas 97
persen dari semua Air Di Atas Bumi. Gletser-gletser dan selubung es yang
kutub berisi lebih sedikit 2 persen dari air Bumi dalam wujud es yang
padat. Hanya sekitar 06 persen adalah sebenarnya sebagai groundwater.
Atmosphere adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi dengan
ketebalan kurang lebih 1.000 km dari permukaan bumi. Atmosphere terdiri
dari:
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada
ketinggian 0 - 18 km di atas permukaan bumi.
Stratosfer adalah lapisan kedua dari atmosfer bumi, terletak
diatas troposfe dan dibawah mesosfer
Mesosfer . Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari
jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya.
Termosfer (ionosfer). Lapisan termosfer ini disebut juga lapisan
ionosfer. Karena lapisan ini merupakan tempat terjadinya
Eksosfer atau Desifasister Pada lapisan ini merupakan tempat
terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan
Ciri-ciri makhluk hidup:
1.

Bernapas ,dimana setiap makhluk hidup melakukan pertukaran gas


dalam tubuhnya untuk memberikannya energi.

2.

Makanan, diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk


pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

3.

Bergerak, dimana makhluk hidup mampu berpindah tempat dari satu


titik ke titik lain.

4.

Pertumbuhan dan perkembangan.


pertumbuhan meliputi perubahan ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan
berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.

5.
6.

Berkembang biak, melakukan reproduksi untuk memberikan keturunan.


Mengeluarkan zat sisa dimana makhluk hidup mengeluarkan hasil
metabolisme/zat-zat yang tidak di perlukan oleh tubuh, yaitu seperti:
o Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang dilakukan oleh
kulit dan ginjal. Kulit akan mengeluarkan zat sisa yang dinamakan
keringat karena adanya kelenjar keringat di bawah kulit. Ginjal akan
menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang disebut urine.
o Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat sisa proses
respirasi yang dikeluarkan melaluihidung.
o Defekasi, merupakan pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang
berupa tinja (feses) melalui anus.

7.

Beradaptasi, makhluk hidup mampu menyesuaikan dengan lingkungan.


Macam-macam adaptasi makhluk hidup adalah adaptasi morfologi,
adaptasi tingkah laku, dan adaptasi fisiologi.
o Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan yang
berhubungan dengan bentuk tubuh atau alat tubuh. Contoh pada katak
dan itik terdapat selapu renang pada kakinya untukberenang.
o Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam
bentuk tingkah laku. Contoh : hewan bermigrasi ke lain tempat yang
banyak sumber makanan.
o Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam
bentuk tingkah laku. Contoh : berkeringat saat cuaca panas.

8.

Peka terhadap

rangsangan(irritabilitas), dimana makhluk hidup

memberikan reaksi terhadap rangsangan itu.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

Dari ciri-ciri tersebut ada perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara
hewan/manusia dengan tumbuhan, anatara lain :
o Hewan/Manusia
BergerakMelakukan gerak pindah tempat.
Cara memperoleh makanan: Tidak dapat membuat makanan
sendiri (heterotrof) . Bahan yang dimakan berupa zat organik.
Pertumbuhan: Hanya sampai batas usia tertentu
o Tumbuhan
Bergerak :Tidak dapat berpindah tempat sendiri.
Cara memperoleh makanan: Dapat membuat makanan sendiri
(autotrof), Bahan yang diperlukan untuk membuat makanan
berupa zat anorganik
Pertumbuhan : .Tumbuh terus menerus sampai mati.
B.
1.

Asal Mula Kehidupan Di Bumi


Sel Sebagai Unit Kehidupan
Sel

merupakan

unit

kehidupan,

baik

dari

segi

struktural,

pertumbuhan, reproduksi, hereditas dan fungsional. Sel sebagai unit


struktural maksudnya adalah sel merupakan satuan terkecil penyusun
tubuh organisme. Organisme multiseluler, tubuhnya dibangun oleh banyak
sel yang diperoleh dari pembelahan mitosis berulang-ulang sebuah sel
tunggal

(monoseluler)

yang

disebut

zigot.

Akibatnya

organisme

mengalami pertumbuhan. Oleh karena itu dikatakan sel sebagai unit


pertumbuhan. Zigot dihasilkan dari peleburan sel kelamin (sel benih)
jantan dan betina. Karena dari sel kelamin dapat dihasilkan individu baru,
sel dikatakan juga sebagai unit produksi. Masing-masing sel kelamin (sel
kelamin jantan dan sel kelamin betina) membawa materi genetik (genom)
sebagai penentu sifat (karakter) yang akan diwariskan kepada turunannya
(individu baru). Sifat oleh karena itu sel dikatakan juga sebagai unit
hereditas.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

Di dalam masing-masing sel penyusun tubuh makhluk hidup


terselenggara semua aktivitas kehidupan, baik pada organisme uniseluler,
organisme yang selnya bergabung membentuk koloni dan pada
organisme uniseluler. Pada organisme uniseluler, seluruh aktivitas hidup
dilaksanakan oleh sel tersebut. Pada organisme yang berbentuk koloni
belum tampak diferensiasi fungsi yang jelas dari masing-masing sel
penyusun

koloninya.

Sedangkan

organisme

multiseluler

terdapat

diferensiasi fungsi untuk menjalankan aktivitas kehidupan.


Komposisi kimiawi sel yang spesifik, kemampuan melaksanakan
metabolisme, reproduksi, tumbuh menjadi besar, tanggap terhadap
rangsang dan berdaur hidup adalah hal-hal yang membedakan organisme
dengan benda mati. Agar dapat melaksanakan seluruh aktivitas hidup, sel
harus memiliki bagian-bagian utama, yaitu membran plasma, protoplasma
(cairan sel atau sitoplasma dengan seluruh organel-organel sel yang
terdapat di dalamnya), dan nukleus yang mengandung materi genetik
(genom).
2.

Pembelahan sel
Mitosis: pembelahan pada sel somatik yang menghasilkan sel anakan
yang sama dengan sel induk.
Meiosis: pembelahan reduksi yang memisahkan kromosom-kromosom
yang homolog. Terjadi pada proses gametogenesis.

C. Teori asal usul terjadinya makhluk hidup


a.

Teori Generatio spontanea/ Abiogenesis, teori ini dicetuskan oleh


Aristoteles (384-322 SM) dengan percobaannya sebagai berikut:
tabung reaksi diisi dengan air yang terdapat potongan jerami, setelah
sekitar 2 minggu, ternyata dalam tabung tersebut terdapat makhluk
kecil, dari percobaan tersebut Aristoteles menyimpulkan bahwa
makhluk hidup berasal dari benda mati secara spontan.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

b.

Teori Biogenesis, teori ini muncul untuk menyanggah teori diatas,


yang dibuktikan secara terpisah oleh Fransisco Redi (1626-1697M)
dengan daging yang disimpan di dalam stoples (tabung kaca) dan
Lazarro Spallanzani (1729-1799M) dengan air kaldu yang dimasukkan
dalam botol atau tabung reaksi. Percobaan dari Spallanzani adalah
sebagai berikut: 3 model, yang tabung I tertutup rapat, II tertutup tapi
tidak terlalu rapat, dan III terbuka.

c.

Harold urey, Teori ini mengatakan bahwa sebelum ada kehidupan di


bumi,

penuh

dengan

senyawa-senyawa

kimia

diantaranya

adalah metana (CH4), amonia NH3, gas hidrogen H2 danuap air (H2O),
keempat senyawa kimia setelah terkena aliran listrik halilintar dan
radiasi-radiasi sinar kosmis akan terjadi reaksi-reaksi kimia membentuk
zat hidup yang memungkinkan terjadinya makhluk hidup yang mulamula.
d. Teori Cosmozoa, Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup datang
di bumi dari bagian lain alam semesta ini. Asumsi yang mendasari teori
ini adalah (a) benda hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam
alam semesta ini, (b) hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan
antar benda angkasa ke bumi.
e.

Teori Allen, Mengatakan bahwa pada saat keadaan fisik bumi ini
seperti keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi, yaitu reaksi yang
datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan
menimbulkan pengaturan atom dan materi-materi. Interaksi antara
nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di
muka bumi akan membentuk zat-zat yang akhirnya membentuk
protoplasma benda hidup.

D. Reproduksi Atau Perkembangbiakan Variabilitas Makhluk Hidup


1.

Reproduksi sel
Sel merupakan bagian terkecil yang menyusun tubuh kita. Setiap
sel dapat memperbanyak diri dengan membentuk sel-sel baru melalui
proses yang disebut pembelahan sel atau reproduksi sel . Pada

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

organisme bersel satu (uniseluler ), seperti bakteri dan protozoa, proses


pembelahan sel merupakan salah satu cara untuk berkembang biak.
Protozoa melakukan pembelahan sel dari satu sel menjadi dua, dari dua
sel menjadi empat, dan dari empat sel menjadi delapan, dan seterusnya.
Pada makhluk hidup bersel banyak (multiseluler), pembelahan sel
mengakibatkan bertambahnya sel-sel tubuh. Oleh karena itu, terjadilah
proses pertumbuhan pada makhluk hidup. Pembelahan sel juga
berlangsung pada sel kelamin atau sel gamet yang bertanggung jawab
dalam proses perkawinan antar individu. Setelah dewasa, sel kelenjar
kelamin pada tubuh manusia membelah membentuk sel-sel kelamin.
Seorang laki-laki menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan
wanita menghasilkan sel telur atau ovum di dalam ovarium. Pada
dasarnya, pembelahan sel dibedakan menjadi dua, yaitu pembelahan
secara langsung (amitosis) dan pembelahan secara tidak langsung
(mitosis dan meiosis).
a.

Pembelahan sel secara langsung (amitosis)


Proses pembelahan secara langsung disebut juga pembelahan ami-tosis
atau

pembelahan

biner.

Pembelahan

biner

merupakan

proses

pembelahan dari 1 sel menjadi 2 sel tanpa melalui fase-fase atau tahaptahap pembelahan sel.
Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang
meliputi proses pertumbuhan sel, duplikasi materi geneetoc, pembagian
kromosom,

dan

pembelahan

sitoplasma

yang

didahului

dengan

pembentukan dinding sel baru. Amitosis adalah pembelahan sel secara


langsung tanpa melibatkan kromosom, contohnya pada bakteri.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

b.

Pembelahan sel secara tidak langsung (Mitosis)


Pembelahan sel secara tidak langsung adalah pembelahan yang melalui
tahapan-tahapan tertentu. Setiap tahapan pembelahan ditandai dengan
penampakan kromosom yang berbeda-beda.

Tahapan-Tahapan pembelahan sel:


1. Interfase
Tahap interfase merupakan tahap persiapan yang esensial untuk
pembelahan sel karena pada tahap ini kromosom direplikasi. Saat
pembelahan sel, kromatin dikemas sangat padat/kompak sehingga
tampak sebagai kromosom. Selama interfase, kromatin tidak terlalu
terkondensasi untuk ekspresi informasi genetik
2. Profase
Kromatin dalam nukleus mulai terkondensasi dan terlihat sebagai
kromosom. Nukleolus menghilang, sentrosom mulai bergerak ke
ujung nukleus yang berlawanan dan suatu benang mikrotubul mulai
memanjang pada sentromer untuk membentuk benang mitosis
(mitotic spindle).

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

3. Metafase
Benang mitosis memposisikan kromosom berjajar pada bagian
tengah sel (disebut keping metafase). Pengaturan ini memastikan
bahwa setiap sel anak menerima satu salinan kromosom.
4. Anafase
Anafase terbagi menjadi dua proses, yaitu :
1) Anaphase A(anafase awal) : Pasangan kromosom pada
keping metafase terpisah dan kromatid bergerak menuju
spindle poles pada sisi sel yang berlawanan karena terjadi
pemendekan mikrotubul kinetochore (gambar (a) dan (b)).
2) Anaphase B(anafase akhir) : Saat kromosom sudah
bermigrasi ke spindle pole, mikrotubul kinetochore mulai
menghilang sementara mikrotubul polar terus memanjang
untuk pemisahan lebih lanjut spindel pole (gambar (c)
sampai (f))

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

5. Telofase
Membran inti mulai terbentuk kembali di sekeliling kromosom.
Nukleolus muncul dan kromosom mulai menghilang. Saat telofase
selesai dan membran sel baru (atau dinding sel pada tanaman
tingkat tinggi) sedang terbentuk, pembentukan nukleus sudah
hampir selesai.
Langkah akhir telofase melibatkan inisiasi pembelahan membran
plasma pada setiap anak sel untuk membentuk dua sel yang
terpisah pada fase pembelahan sel berikutnya yang dikenal
sebagai sitokinesis.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

6. Sitokinesis
Proses sitokinesis sudah dimulai sejak tahap anafase akhir dengan
mulai terbentuknya cincin kontraktil di bawah membran plasma
yang paralel terhadap keping metafase. Selanjutnya cincin ini
perlahan-lahan

akan

mengecil

dan

menyebabkan

pelipatan

membran plasma ke arah dalam hingga sel terbagi dua. Pada sel
tumbuhan, terjadi sintesis keping sel diantara dua anak sel untuk
membentuk dinding sel.

2.

Reproduksi tumbuhan
Sebelum

menjadi

individu

baru,

pada

tumbuhan

tentunya

diperlukan bahan baku atau cikal bakal pembentuk individu baru tersebut.
Pada proses perkembangbiakan generatif (seksual) tumbuhan, bahan
baku tersebut berupa sel kelamin yang disebut gamet. Gamet jantan dan
betina diperlukan untuk membentuk zigot, embrio, kemudian individu baru.
Proses pembentukan gamet, baik jantan maupun betina yang disebut
gametogenesis

(genesis=pembentukan).

Gametogenesis

melibatkan

pembelahan meiosis dan terjadi pada organ reproduktif. Pada tumbuhan


terjadi pada putik dan benang sari. Hasil gametogenesis adalah sel-sel
kelamin, yaitu gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum atau sel
telur).
3.

Gametogenesis pada tumbuhan


Sebelum menjadi gamet, hasil akhir meiosis pada gametogenesis
mengalami perkembangan terlebih dahulu melalui proses yang dise-but
maturasi.

Proses

(Angiospermae)

saja.

gametogenesis
Pada

pada

tumbuhan

tumbuhan

berbunga,

berbunga

gametogenesis

diperlukan dalam pem-bentukan gamet jantan dan pembentukan gamet


betina.

Pembentukan

gamet

jantan

disebut

mikrosporogenesis,

sedangkan pembentukan gamet betina disebut megasporogenesis.


4.

Resproduksi hewan

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

Gametogenesis memegang peranan yang sangat penting dalam


perkembangbiakan hewan. Gametogenesis pada hewan dibagi menjadi
dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis merupakan
proses pembentukan gamet jantan (sperma).Sementara oogenesis adalah
proses pembentuk an gamet betina (ovum atau sel telur).
Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual dan seksual. Reproduksi
aseksual pada hewan sedikit terjadi jika dibandingkan dengan tumbuhan,
dan hanya terbatas pada hewan tingkat rendah, yaitu dengan cara
pembelahan sel, pertunasan (budding), dan fragmentasi.
Pembelahan: Terjadi pada hewan bersel satu (Protozoa), misalnya
amoeba, paramaecium, dan euglena.
Pertunasan (budding): Terjadi pada Hydra sp, ubur-ubur, dan lain-lain.
Keturunan baru berkembang dari tunas yang tumbuh pada tubuh induk.
Pada beberapa spesies, misalnya ubur-ubur dan Hydra sp, tunas akan
lepas dan dapat hidup bebas. Pada koral, tunas tetap terikat pada tubuh
induk dan menyebabkan terjadinya koloni.
Fragmentasi: Terjadi pada beberapa jenis cacing (misalnya planaria),
bintang laut, ular, dan lain-lain. Pada beberapa jenis cacing, setelah tubuh
mencapai ukuran normal (dewasa), secara spontan cacing tersebut
terbagi-bagi menjadi delapan atau sembilan bagian. Setiap bagian akan
berkembang menjadi cacing dewasa dan proses ini terulang kembali.
Reproduksi seksual merupakan cara reproduksi pada hampir semua
hewan mulai hewan tingkat rendah sampai hewan tingkat tinggi.
Reproduksi seksual melibatkan kelenjar kelamin (gonad) untuk
menghasilkan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum atau sel
telur). Pada umumnya reproduksi seksual terjadi melalui penyatuan
sperma dan ovum saat berlangsungnya pembuahan (fertilisasi), walaupun
pada partenogenesis ovum dapat berkembang menjadi individu baru
tanpa fertilisasi. Sperma memiliki bentuk dan ukuran yang jauh berbeda
dengan ovum sehingga disebut heterogamet.
5.

Spermatogenesis
Sperma berbentuk kecil, lonjong, berfl agela, dan secara keseluruhan bentuknya menyerupai kecebong (berudu). Flagela pada sperma
digunakan sebagai alat gerak di dalam medium cair. Sperma dihasilkan

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

pada testis. Pada mamalia, testis terdapat pada hewan jantan sebagai
buah pelir atau buah zakar. Buah pelir pada manusia berjumlah sepasang.
6.

Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin betina
atau gamet betina yang disebut sel telur atau ovum. Oogenesis terjadi di
dalam ovarium. Di dalam ovarium, sel induk telur yang disebut oogonium
tumbuh besar sebagai oosit primer sebelum membelah secara meiosis.
Berbeda dengan meiosis I pada spermatogenesis yang menghasilkan 2
spermatosit sekunder yang sama besar. Meiosis I pada oosit primer
menghasilkan 2 sel dengan komponen sitoplasmik yang berbeda, yaitu 1
sel besar dan 1 sel kecil. Sel yang besar disebut oosit sekunder ,
sedangkan sel yang kecil disebut badan kutub primer ( polar body ).

E. Teori Evolusi (Darwin)


Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi
dari sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti
ini, yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu,
dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia
moderen dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang sungguh dibuatbuat ini, ditetapkanlah empat kelompok dasar sebagai berikut:
1. Australophithecines
2. Homo habilis
3. Homo erectus
4. Homo sapiens
Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip
kera

tersebut

oleh

sebagai Australopithecus, yang

evolusionis
berarti

digolongkan
"kera

dari

selatan".Australophitecus, yang tidak lain adalah jenis kera purba yang


telah punah, ditemukan dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka
lebih besar dan kuat dan tegap, sementara yang lain lebih kecil dan rapuh
dan lemah. Dengan menjabarkan hubungan dalam rantai tersebut

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

sebagai

"Australopithecus > Homo

Habilis > Homo

erectus > Homo

sapiens," evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwa setiap


jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya.

F. Sejarah Kehidupan Manusia Atau Persebaran


Evolusi berarti

perubahan

populasi organisme dari

pada

satu

sifat-sifat

terwariskan

generasi

ke

suatu

generasi

berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga


proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi
dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan
suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika
organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang
baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun
transfer

gen

antar

populasi

dan

antar

spesies.

Pada

spesies

yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga


dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan


ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
1.

Azoikum : belum ada kehidupan, bumi masih panas.

2.

Archeozoikum : bumi dingin, ada daratan dan lautan.

3.

Proterozoikum : zaman kehidupan protozoa bersel satu.

Ciri-ciri manusia yang mirip dengan mammalia adalah:


1. Mempunyai rambut
2. Mempunyai kelenjar keringat
3. Menyusui anaknya
Manusia termasuk pada ordo primata dapat kita pelajari hubungan
kekerabatannya dengan mengadakan perbandingan antara manusia
dengan primata (kera)
Persamaan manusia dengan kera:
1. Mata menghadap ke depan
2. Ibujari tungkai depan dapat digerakkan ke segala arah
3. Letak kelenjar mammae di dada
4. Bentuk rahim bertipe simpleks (satu ruangan)
Perbedaan antara manusia dan kera:
1.

Kera termasuk familia Pongidae, sedangkan manusia termasuk familia


Hominidae

2.

Volume otak manusia (1450 cm3) lebih besar dari otak kera ( shimpanse
yang paling cerdas vol. Otaknya 550 cm3) dan masih memungkinkan
untuk berkembang

3.

Anggota tubuh belakang pada manusia untuk berjalan, sedenga pada


kera untuk memegang.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

4.

Tungkai belakang manusia lebih panjang dari tungkai depan, sedang


pada kera tungkai depan lebih panjang atau sama dengan tungkai
belakang

5.

Susunan haemoglobin berbeda

G. Sejarah penemuan fosil manusia:


1. Manusia kera dari Afrika selatan, fosil yg ditemukan:

Australopithecus africanus. Ditemukan oleh Raymond Dart


(1924) di desa Taung, Bachunaland. Bagian tubuh yang
ditemukan adalah tengkorak

Paranthopus robustus

Paranthropus tranvaalensis
Keduanya merupakan varian dari Australopithecus africanus
sehingga biasanya disebut dengan Australopithecines. Fosil
ini ditemukan di Amerika Selatan , disebut juga manusia
kera. Diduga tingginya sekitar 1,50 m, dengan volume otak
kira-kira 600mm3, dan hidup di daerah terbuka.

2. Manusia Purba, fosil yg ditemukan:

Meganthropus paleojavanicus, disebut manusia raksasa


jawa yang ditemukan oleh Von Koeningswald (1939-1941) di
Sangiran.

Pithecanthropus erectus, di temukan oleh Eugene dubois


(1891) di daerah trinil, jawa tengah. Diduga hidupa 500.000300.000 tahun yang lalu, yaitu pada jaman Pleistosin ,
bagian yang diketemukan antaralain rahang, beberapa gigi,
dan sebagian tulang tengkorak, sehingga diduga volume
otaknya 770-1000cm3

Sinanthropus pekinensis, ditemukan oleh Davidson Black


dan

Franz Weidenreich di gua naga dekat Peking,

China.Volume

otaknya

sekitar

900-1200cm3.

Karena

mempunyai sruktur tubuh yang sama dan hidup pada jaman

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

yang sama, maka Sinanthropus pekinensis dianggap varian


dari Pithecanthropus erectus.

Selain itu Sinanthropus

pekinensis diduga sudah dapat menggunakan api. Dari


penemuan tengkoraknya kebanyakan terbelah dari bawah
sehingga diduga kanibal.

Manusia Heidelberg, ditemukan di Jeman

Manusia kera dan manusia purba dimasukkan dalam satu


spesies yaitu Homo erectus.

3. Manusia Modern, adalah manusia yang hampir menyerupai


manusia sekarang, hidup antara 150.000-15.000 tahun yang
lalu.Volume otaknya kira-kira 1450 cm3 sama dengan manusia
sekarang dan merupakan satu spesies dengan manusia sekarang
yaitu Homo sapiens. Fosil yang di temukan al:

Manusia Neandertal, ditemukan di lembah Neander

Manusia Cro-Magnon, ditemukan di gua-gua Cro-Magnon,


Dordogne, Lascaux, Perancis.

Manusia

Swanscombe,

ditemukan

di

InggrisManusia

Steinheim , ditemukan di Jerman

Manusia Gunung Carmel , ditemukan di gua-gua Tabun dan


Skhul di Palestina

Manusia Shanidar, ditemukandi Irak


Berdasarkan penelitian, spesies manusia yang pernah ada
dibumi hanya ada 2 yaitu Homo erectus dan Homo sapiens.
Manusia Cro-Magnon diduga merupakan interhibridisasi
antara manusia Neandertal dan manusia Gunung Carmel.

H.

Keanekaragaman Makhluk Hidup


Nomenklatur adalah cara pemberian nama ilmiah kepada makhluk
hidup agar keanekaragaman makhluk hidup dapat di pelajari. Makin
banyak spesies organisme yang ditemukan, menyebabkan orang
melakukan klasifikasi/pengelompokan berdasarkan kepada ciri khas

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

organisme tersebut. Makhluk hidup di dunia ini terbagi menjadi 3


kelompok yaitu: dunia Protista, dunia Plantarum dan dunia Animalia.
1. Dunia Protista terdiri dari: Virus, Bacteri , Alga hijau-biru dan
Protozoa
2. Dunia Plantarum terdiri dari dua super divisio yaitu:
a.

Thallophyta
Thallophyta mempunyai bagian tubuh yang sederhana, tidak
mempunyai pembuluh angkut, akar, batang, dan daun sejati.
Berikut ini yang termasuk Thallophyta.
1) Algae (ganggang) Algae banyak tumbuh di tempat basah,
multiseluler, dapat benang atau berkoloni, memiliki klorofil
sehingga mampu melakukan fotosintesis. Tapi, ada juga
yang memiliki pigmen lain. Reproduksi secara aseksual
dengan fragmentasi. Sedangkan secara seksual dengan
fertilisasi antara gamet jantan dan betina.

Algae dibedakan

atas 4 kelompok, yaitu: Chloropyta (alga hijau), Chrysophyta


(alga

keemasan),

Phaeophyta

(alga

cokelat),

dan

Rhodophyta (alga merah).


2) Bryophyta (Lumut) Bryophyta hidup di tempat-tempat yang
lembap, mempunyai bagian-bagian tubuh yang menyerupai
daun, batang dan akar, mampu melakukan fotosintesis
karena memiliki klorofil. Dalam masa hidupnya me ngalami
pergiliran keturunan (metagenesis) yang menghasilkan
generasi

penghasil

gamet

(gametofit)

penghasil

spora

(sporofit).

Spora

dan

generasi

dihasilkan

oleh

sporogonium. Lumut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:


a) Hepaticeae (Lumut hati) Tumbuh secara horisontal,
belum memiliki daun, dapat dibedakan menjadi lumut
hati jantan dan betina. Alat reproduksinya adalah

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

gemma, secara seksual dengan gametofit. Contoh:


Marchantia.
b) Musci

(Lumut daun) Tubuh lumut daun lebih

menyerupai batang dan daun, hidup ditempat-tempat


basah, berkelompok. Contoh: Sphagnum fimbriatun,
Mnium.
b.

Tracheophyta
Tumbuhan ya ng memiliki pembuluh angkut memiliki bagianbagian tubuh yang terdiri dari akar, batang, dan daun sejati. Akar
memiliki fungsi sebagai alat untuk menyerap air dan zat-zat
mineral.

Batang

berfungsi

sebagai

alat

transportasi

dan

pernapasan. Daun berfungsi sebagai organ untuk fotosintesis.


Yang termasuk ke dalam Tracheophyta adalah:
1) Pterydophyta mempunyai daun, batang, dan akar sejati,
tidak berbunga. Akarnya berbentuk serabut, berfungsi untuk
menyerap air dan zat makanan. Pterydophyta telah memiliki
pembuluh angkut (xilem) dan (floem), dan mengalami
metagenesis,

seperti

tumbuhan

lumut.

Pterydophyta

dikelompokkan menjadi 4 divisio, yaitu: Psilophyta (paku


purba), Lycophyta (paku kawat), Sphenophyta (paku ekor
kuda), dan Pterophyta (paku sejati).
2) Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Tumbuhan yang memiliki
daun, batang, akar, dan bunga sebagai alat reproduksi dan
menghasilkan biji. Bagian bunga yang menghasilkan gamet
jantan disebut benangsari dan yang menghasilkan gamet
betina disebut putik. Perkembangbiakan secara seksual
dengan biji. Di dalam biji terdapat embrio/lembaga (calon
tumbuhan

baru).

Spermatophyta

dibagi

menjadi

kelompok yang didasarkan pada letak bijinya, yaitu:

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

dua

a) Gymnosp

ermae

Gymnospermae

(tumbuhan

tidak

biji

memiliki

terbuka)

bunga

yang

sesungguhnya. Biji tidak terbungkus daun buah. Biji


sebagai alat perkembangbiakan berbentuk k erucut
yang disebut strobilus. Terdapat strobilus jantan dan
strobilus betina. Gymnospermae terbagi menjadi 4
kelas, yaitu: Cyadinae, contoh: Cycas rumphii
(pakis haji). Coniferae, contoh: Agathis alba
(damar). Gnetinae, contoh: Gnetum gnemon
(melinjo). Ginkyonae, contoh: Ginkgo biloba.
b)

Angiospermae

(Tumbuhan

biji

tertutup)

Angiospermae memiliki bunga sejati sebagai alat


reproduksi. Bakal biji diselubungi daun buah. Bungabunga

pada

Angiospermae

ada

yang

lengkap

maupun tidak lengkap. Bunga lengkap bila memiliki


kelopak

bunga,

mahkota

bunga,

putik,

dan

benangsari. Biji terbungkus bakal buah. Se telah


terjadi

pembuahan,

mengandung

biji

kandung

berkembang
lembaga

sehingga

(embrio)

dan

endosperma (cadangan makanan).


Beberapa divisio dari tumbuhan antara lain:
1. Divisio

Mycota

(jamur/Fungi)

terdiri

atas:

Myxomycetes,

Ascomycetes, Basidiomycetes dan Deuteromycetes.


2. Divisio

Algae

(ganggang)

terdiri

atas:

Chlorophyceae,

Rhodophyceae, Chrysophyceae dll.


3. Divisio Bryophyta (lumut) merupakan comophyta berspora terdiri
atas: Hepaticae (lumut hati) dan Musci (lumut Daun).
4. Divisio Pterydophyta (tumbuhan Paku) merupakan comophyta
berspora terdiri atas: Psilophytinae, Equisetinae, Lycopodiinae,
Filicinae.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

5. Divisio Spermatophyta/tumbuhan Biji (Antophyta/tumbuhan bunga,


Phanerogamae/tumbuhan beralat kelamin jelas, Embryophyta/
tumbuhan berlembaga dengan perkawinan melalui pembuluh
merupakan comophyta berbiji terdiri atas:
a) sub Divisio Gymnospermae (contoh: Agatis alba/damar dan
Gnetum gnemon/melinjo)
b) sub

Divisio

Angiospermae,

Monocotyledoneae

(contoh:

ada
Zea

kelas

yaitu

mays/jagung)

dan

Dicotyledoneae (contoh: Hibiscus rosasinensis/bunga sepatu


Dunia Animalia terdiri dari 9 phyllum:
1. Phyllum Porifera (hewan berpori) contoh: bunga karang,
2. Phyllum Coelenterata (hewan berongga) contoh: ubur-ubur,
3. Phyllum

Platyhelminthes

(cacing

pipih),

ada

klas:

Turbellaria(cacing berbulu getar) contoh: planaria; Trematoda


(cacing isap) contoh: cacing Hati ; Cestoda contoh: cacing pita.
4. Phyllum Nemathelminthes (cacing gilig) contoh: cacing Tambang.
5. Phyllum Annelida (cacing gelang) ada 3 klas: Polychaeta contoh:
nereis, Olygochaeta contoh: cacing tanah, Hirudinae conto: lintah.
6. Phyllum Mollusca (hewan bertubuh lunak), ada 3 klas: Gastopoda
contoh: siput; Pelecipoda contoh: kerang; Cephalopoda contoh:
cumi-cum.
7. Phyllum Echinodermata (hewan berkulit duri) contoh: bintang laut,
8. Phyllum Arthropoda (hewan kaki beruas-ruas) terdiri atas: Insecta
contoh: belalang; Crustacea contoh: udang; Myriapoda contoh:
lipan; Arachnida contoh: laba-laba
9. Phyllum Chordata (hewan yang mempunyai notocorda/ tali sumbu
tubuh) terdiri atas 4 sub phyllum: Hemichordata, Urochordata,
Cephalochordata dan Vertebrata. Vertebrata terdiri dari 7 kelas:
a) Kelas Agnatha contoh: ikan lamprey
b) Kelas Chondrichthyes contoh: ikan pari, hiu

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

c) Kelas Osteichthyes contoh: ikan mas


d) Kelas Amphibia (hewan yang memiliki 2 dunia) contoh: katak
e) Kelas Reptilia (hewan melata) contoh: ular
f) Kelas Aves contoh: burung beo
g) Kelas Mammalia (hewan menyusui) contoh: manusia
Mammalia terbagi menjadi 16 ordo:
1. Ordo Monotremata (mammalia yang bertelur) contoh: itik platypus
2. Ordo Marsupialia (hewan berkantung) contoh: kangguru
3. Ordo Insectivora (hewan pemakan serangga) contoh: cecurut
4. Ordo Chiroptera (mammalia bersayap yang aktif di malam
hari/nocturnal) contoh: kelelawar
5. Ordo Primata (hewan tinggi pertama/ hewan yang berdiri tegak)
contoh: kera, manusia
6. Ordo Edentata (mammalia tak bergigi seri) contoh: armadillo
7. Ordo Pholidota (mammalia tak bergigi, rambut berubah menjadi
sisik) contoh: trenggiling
8. Ordo Tubulidentata ( waktu masih kecil gigi banyak, setelah
dewasa sedikit) contoh: ardvark
9. Ordo Rodentia (hewan pengerat) contoh: marmut
10. Ordo Lagomorpha , hewan golongan kelinci
11. Ordo Cetacea, hewan golongan paus
12. Ordo Sirenia, hewan golongan ikan duyung
13. Ordo Carnivora, , hewan pemakan daging, contoh: beruang
14. Ordo Proboscidea, hewan yang bebelalai contoh: gajah
15. Ordo Perissodactyla, hewan herbivora berjari ganjil, contoh: badak
16. Ordo Artiodactyla, hewan herbivora berjari genap, contoh: kerbau
I.

Geografi kehidupan (Biogeography)


Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Makhluk hidup

1.

Faktor Lingkungan

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

Dua faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk


hidup adalah faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik merupakan factor fisik
yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan.
Faktor abiotik meliputi:
Iklim
Iklim berpengaruh besar terhadap kehidupan. Unsur-unsur iklim
sebagai berikut:
a) Suhu
Kodisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap tumbuhtumbuhan dan hewan, karena jenis spesies tertentu memiliki
persyaratan suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum
bagi kehidupannya, serta batas suhu maksimum dan
minimum untuk tumbuh yang dinamakan tolerensi spesies
terhadap suhu. Suhu bagi tumbuh-tumbuhan merupakan
faktor pengontrol bagi persebarannya sesuai dengan letak
lintang, ketinggian dan sebagainya. Penamaan habitat
tumbuhan biasanya sama dengan nama-nama wilayah
berdasarkan lintang buminya, seperti vegetasi hutan tropik,
vegetasi lintang sedang, dan sebagainya.
b) Kelembaban udara
Kelembaban berpengaruh langsung terhadap kehidupan
tumbuhan. Ada tumbuhan yang sangat cocok hidup di
daerah kering, daerah lembab bahkan ada yang dapat hidup
di daerah yang sangat basah.
c) Angin
Angin sangat membantu dalam proses penyerbukan atau
pembuahan beberapa jenis tumbuhan, sehingga proses
regenerasi tumbuhan dapat berlangsung. Bahkan ada
tumbuhan tertentu yang penyebaran benihnya dilakukan

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

oleh angin. Contohnya, ilalang atau sejenis rumputrumputan.


d) Curah hujan
Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tumbuh-tumbuhan
sangat tergantung pada curah hujan dan kelembaban udara.
Banyak sedikitnya jumlah curah hujan di suatu tempat akan
membentuk

karakter

yang

khas

bagi

formasi-formasi

vegetasi di muka bumi. Kekhasan jenis-jenis vegetasi, dapat


mengakibatkan adanya hewan-hewan yang khas pada
lingkungan vegetasi tertentu, karena tunbuh-tumbuhan
merupakan produsen yang menyediakan makanan bagi
hewan.
2. Faktor Sejarah Geologi
Kira-kira 200 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode jurasik awal, benuabenua

utama

bersatu

dalam

superbenua

(supercontinent)

yang

disebut Pangaea. Hipotesis ini disampaikan seorang ilmuwan Jerman.


Alfred Weneger pada tahun 1915. hipotesis ini disampaikan lewat
bukunya yang berjudul Asal-usul Benua-benua dan Lautan.
Pada awal tahun 1960-an, bukti-bukti mengenai pergerakan/pergeseran
benua (continental drift) berhasil ditemukan. Benua-benua yang tergabung
dalam Pangea mulai memisah secara bertahap. Terbukanya laut Atlantik
Selatan dimulai kira-kira 125-130 juta tahun lalu, sehingga Afrika dan
Amerika Selatan bersatu secara langsung. Namun, Amerika Selatan juga
telah bergerak perlahan ke Amerika Barat dan keduanya dihubungkan
tanah genting Panama. Ini terjadi kira-kira 3,6 juta tahun yang lalu. Saat
jembatan Panama terbentuk secara sempurna, beberapa hewan dan
tumbuhan

dari

Amerika

Selatan,

termasuk Oposum dan Armadillo bermigrasi ke Amerika Barat. Pada saat


yang bersamaan beberapa hewn dan tumbuhan dari Amerika Barat

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

seperti oak, hewan rusa, dan beruang bermigrasi ke Amerika Selatan.


Jadi perubahan posisi baik dalam skala besar maupun kecil berpengaruh
besar dalam pola distribusi organisme, seperti yang kita saksikan saat ini.
Contoh lain adalah burung-burung yang tidak dapat terbang, misalnya
ostriks, rhea, emu, kasuari dan kiwi terlihat memiliki divergensi
percabangan sangat awal dalam perjalanan evolusi dari semua kelompok
burung lainnya. Akibatnya terjadilah subspesies tadi.
Australia adalah contoh yang sesuai untuk mengetahui bagaimana
gerakan benua-benua memengaruhi sifat dan distribusi organisme.
Sampai kira-kira 53 juta tahun lalu, Australia dihubungkan dengan
Antartika. Hewan khas Australi, yaitu mamalia berkantung (marsupialia),
yang ada pula meski sedikit di Amerika Selatan, secara nyata terlihat
sudah bergerak di antara kedua benua ini lewat Antartika.
3. Faktor Penghambat Fisik
Faktor

penghambat

fisik

disebut

juga

penghalang

geografi

atau barrier (isolasi geografi) seperti daratan (land barrier), perairan (water
barrier), dan penggentingan daratan (isthmus). Contohnya adalah: gunung
yang tinggi, padang pasir, sungai atau lautan membatasi penyebaran dan
kompetisi dari suatu spesies. Contoh kasusnya adalah terjadinya
subspesies burung finch di kepulauan Galapagos akibat isolasi geografis.
Di kepulauan tersebut, Charles Darwin menemukan 14 spesies burung
finch yang diduga berasal dari satu jenis burung finch dari Amerika
Selatan. Perbedaan burung finch tersebut akibat keadaan lingkungan
yang berbeda. Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk paruhnya.
Perbedaan ini ada hubungannya dengan jenis makanan.
4.

Persebaran tumbuhan dan hewan


Garis lintang bumi (lattude) menunjukkan terdapatnya 4 wilayah iklim di
bumi, yaitu tropis, tropik ,subtropis,dan kutub.
1) Daerah Tropis

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

Sepanjang katulistiwa 23,5 o LU dan 23,5o LS


Beriklim Panas
Matahari bersinar sepanjang tahun
Perubahan suhu bulan sedikit
Curah hujan tinggi dan merata sepanjang tahun
2) Daerah Tropik
Terdapat ribuan spesies yang membentuk hutan tropik
Ciri Cirinya :
1. Pohon besar dan tinggi (20-40m)
2. Membentuk tajuk pohon yang luas
3. Tanah dibawahnya tidak mendapat sinar
4. Terdapat epifit
5. Dilapisan terbawah ada rumput dan lumut
6. Dalam hutan hujan tropik terdapat beranekaragam
hewan
Di pedalaman daerah tropik terdapat gurun pasir
Ciri-cirinya :
1. Ukuran kecil
2. Tumbuh saat ada hujan
3. Berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama
4. Ada tumbuhan menaun dengan ciri daun kecil bahkan
tidak berdaun, dilapisi zat lilin tebal dan memiliki akar
panjang.
Hewan yang hidup: jenis tikus, ular, kadal, semut dan unta
3) Daerah Subtropik
23,5o 66,5o LU atau LS
Iklim sedang
Terdapat 4 musim
1. Musim panas (Summer)
2. Musim gugur (Autum)
3. Musim dingin (winter)

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

4. Musim semi (Spring)


Rata-rata curah hujan tahunan 75-100cm
Ciri- ciri biomanya:
1. Hutan Hutan luruh
2. Gugur daun merupakan persiapan datangnya musim
dingin
3. Bersemi kembali setelah musim dingin berakhir
4. Pada musim dingin terdapat salju
5. Jumlah tumbuhan lebih sedikit
4) Daerah Kutub
66,5o 90o LU atau LS
Pada musim panas matahari bersinar lebih dari 12 jam
Pada musim dingin kurang dari 12 jam
Biomanya disebut hutan taiga (pohon homogen)
Pohon khasnya adalah khonifer
Hewan yang hidup di kawasan taoga : moose, eruang hitam,
ayam , dan marten
Lebih ke utara belahan utara terdapat tundra
Iklimnya disebut iklim kutub
Mendapat sedikit energi radiasi surya
Perbedaan siang dan malam pada saat musim panas dan
dingin sangat besar
Binatang khasnya: redeer, musk oxen dan beruang putih

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

Perbedaan iklim tersebut, selain jenis tanahnya akan memberikan


perbedaan jenis tumbuhan yang hidup di sana karena faktor adaptasi
dengan lingkungan. Dengan ketinggian lahan dari permukaan laut sampai
ke puncak gunung yang paling tinggi (altitude) juga menunjukkan
perbedaan iklim yang mirip, yang menyebabkan pada dataran rendah
sampai ke dataran tinggi didiami oleh tumbuhan yang berbeda-beda.
Pada persebaran hewan lebih ditentukan oleh letak/wilayah geografis
(zoogeografis).

Di bumi, daerah

persebaran

hewan

(zoogeografi)

dibedakan menjadi enam lokasi berdasarkan persamaan fauna, yaitu:


Palearktik (palearctic) yang meliputi Asia sebelah utara Himalaya,
Eropa dan Afrika, dan Gurun Sahara sebelah Utara.
Hewan

Khasnya

adalah

reideer,beruang,

bison,

kambing

ebrtandung besar, keledai liar, kucing kutub,hedgehog


Nearktik (nearctic) yaitu Amerika Utara
Hewan Khasnya adalah Bison, kijang, caribau, kucinggunung,
mushkok
Neotropis (neotropical) yaitu Amerika Selatan bagian tengah
Hewan Khasnya adalah Monyet, binatangpemakansemut, tapir,
capybara, sioth, kinkojou
Oriental meliputi Asia dan Himalaya bagian Selatan
Hewan Khasnya adalah Gajah, harimau, kerbau, tapir, kera
Etiopia (ethiopian) yaitu Afrika
Hewan Khasnya adalah Singa, gajah, jerapah, kudanil, gorilla
Australia (australian) meliputi Australia dan pulau-pulau sekitarnya.
Hewan Khasnya adalah

Kanguru, kucing, koala, tupaiterbang,

wombat, bandicot
Seorang ahli klimatologi Jerman Junghuhn membagi habitat tanaman
di Indonesia berdasarkan ketinggian tanah dari permukaan laut.
Pembagiannya adalah sebagai berikut:

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

1. Zona panas : ketinggian 0-700 m di atas permukaan laut. Zona ini


memiliki suhu udara berkisar antara 26,30 C 220C. Pada
ketinggian ini cocok ditanami jagung, padi, tebu, kelapa, dan coklat.
2. Zona sedang: ketinggian 700-1500m DPL. Suhu udara pada zona
ini berkisar antara 220C-17,10C. Cocok untuk ditanami karet, kina,
sayuran, coklat, kopi dan the.
3. Zona sejuk: ketinggian 1500-2500m DPL. Suhu udara di zona ini
berkisar antara 17,10C-11,10C. Cocok ditanami pinus, cemara, dan
sayuran.
4. Zona dingin: ketinggian diatas 2500m DPL. Suhu udara di zona ini
mulai dari 11,10C-6,20C. Sehingga dapat dipastikan tanaman yang
dapat hidup di zona ini hanyalah tanaman berjenis lumut.

Secara umum, persebaran tumbuhan di permukaan biosfer yang


dipengaruhi oleh faktor abiotik terbagi dalam beberapa jenis tumbuhan
sebagai berikut:
1. Xerofit, adalah klasifikasi tumbuhan yang tergolong sangat tahan
terhadap lingkungan yang kering atau dengan kondisi kelembapan
udara sangat rendah, tanaman yang tergolong kategori ini adalah
kaktus.
2. Mesofit, adalah jenis tumbuhan yang biasa hidup di lingkungan
lembab tapi kering, salah contoh tumbuhan ini adalah anggrek dan
cendawan.
3. Higrofit, adalah jenis tumbuhan yang biasa hidup di air atau tempat
basah. Contohnya teratai, gondok, dan selada air.
4. Tropofit, adalah jenis tumbuhan yang cukup tangguh dan mampu
bertahan hidup di kondisi musim berubah-ubah yaitu di musim
kemarau maupun penghujan. Contoh tumbuhan jenis ini adalah
Topophyta.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

Kondisi biosfer juga berkaitan dengan persebaran beragai jenis


hewan. Berikut ini adalah jenis hewan dan wilayah persebarannya:
1. Eropa dan Asia Utara disebut Palaeartic, dihuni antara lain oleh
bison dan rusa rein.
2. Afrika dan Arab disebut Ethiophian, dihuni antara lain oleh gajah
Afrika, jerapah dan gorila.
3. Australia dan sekitarnya, dihuni antara lain oleh kangguru, koala,
wombat.
4. India sampai Indonesia disebut daerah Oriental, dihuni oleh antara
lain harimau, gajah India dan kerbau.
5. Daerah Amerika Utara dan sekitarnya disebut Nearctic, dihuni oleh
bison dan semacam rusa rein yang disebut Caribau.
6. Daerah Amerika Selatan disebut Neotropical dihuni antara lain oleh
tapir dan monyet Howler.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Evolusi berarti

perubahan

populasi organisme dari

pada

satu

sifat-sifat

terwariskan

generasi

ke

suatu

generasi

berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga


proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi
dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan
suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika
organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang
baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun
transfer

gen

antar

populasi

dan

antar

spesies.

Pada

spesies

yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga


dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi
antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan
ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
2.

Azoikum : belum ada kehidupan, bumi masih panas.

3.

Archeozoikum : bumi dingin, ada daratan dan lautan.

4.

Proterozoikum : zaman kehidupan protozoa bersel satu.

B.

Saran
Dua faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap persebaran
makhluk hidup adalah faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik merupakan
factor fisik yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan dan
hewan.

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2004. Makalah Pelatihan Dosen Mata Kuliah berkehidupan


Bermasyarakat Ilmu Kealaman Dasar (IAD).
Jasin, Maskoeri.1997.Ilmu Alamiah Dasar.Jakarta :RajaGrafindo
Purnama,hari.2003.Ilmu Alamiah Dasar.Jakarta:Rineka Cipta
TIM MK IAD UNP.2007.Handout Ilmu Kealaman Dasar.Padang:UPT MKU
UNP
Hendro Darmodjo dan Yeni Kaligis. 2004. Ilmu Alamiah Dasar. Ed. Rev.
Jakarta: Universitas Terbuka.
http://kumpulantugasyola.blogspot.co.id/2015/01/keanekaragamanmakhluk-hidup-dan.html diakses tg14 oktober 2014
http://nurilmiyati-iad.blogspot.co.id/2011/03/4-keanekaragaman-makhlukhidup-dan.html diakses 14 oktober 2015
https://iadekstensi2010.files.wordpress.com/2010/11/vi-viikeanekaragaman-makhluk-hidup-dan-persebarannya-2.pdf diakses 14
oktober 2014
http://plissworld.blogspot.co.id/2013/04/keanekaragaman-makhluk-hidupdan.html diakses 14 oktober 2015
http://almizan11.blogspot.co.id/2014/11/makalah-keanekaragamanmakhluk-hidup.html diakses 14 oktober 2015
http://nurilmiyati-iad.blogspot.com/2011/03/4-keanekaragaman-makhlukhidup-dan.html
http://langitselatan.com/2008/03/14/dari-manakah-asal-kehidupan-dibumi/(Online).
http://alumnisma4.blogspot.com/2008/10/dari-manakah-asal-kehidupan-dibumi.html (Online).
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1881934-faktor-yangmempengaruhi-persebaran-makhluk/

Kelompok 1_keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya_FE-Akuntansi15