Anda di halaman 1dari 9

Resume Hasil Pembinaan Posyandu

a.

Latar Belakang
Dari hasi baseline data, didapatkan tingkat keterampilan kader posyandu di

salah satu desa di wilayah pukesmas Wagir (desa Jedong keterampilan kader
sebesar

71,73%). Dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan kader

posyandu, perlu diadakan kegiatan pembinaan demi menambah keterampilan


posyandu di wilayah pukesmas Wagir seperti penimbangan, pencatatan,
penyuluhan dan pelaporan posyandu.
b.

Tujuan
Tujuan Umum
Melakukan pembinaan kader posyandu (Posyandu Dusun Jedong dan
Posyandu Dusun Bedali Ledhok)
Tujuan Khusus

Mengetahui gambaran atau profil posyandu yang ada di desa Jedong dan
desa Dalisodo.

Memberikan materi mengenai sistem 5 meja dan cara antropometri yang


benar.

Mengevaluasi dan merencanakan tindak lanjut hasil pembinaan.

c.

Aktivitas
Pokok
Melakukan pembinaan mengenai tugas pokok posyandu, antropometri, KMS,
SKDN, PMT, dan SIP
Tambahan
Melakukan wawancara untuk menggali informasi mengenai gambaran atau
profile posyandu yang ada di desa tersebut dan memberikan materi-materi
pembinaan jalannya system lima meja dan materi mengenai pengukuran
antopometri
Materi
Materi tugas pokok posyandu, antropometri, KMS, SKDN, PMT, dan SIP

d.

Asumsi Perencanaan
Positif

Ada dukungan seluruh unit kerja yang terkait seperti bidan desa dan
perangkat desa

Kader bersikap terbuka, jujur dan bisa diajak kerjasama sehingga data
yang digali lancar dan valid.

Negatif

e.

Tidak ada dukungan dari kader dan bidan desa

Strategi Pendekatan
Pendekatan individu dan kelompok

f.
Tempat
Waktu

Tempat dan Waktu


: Posyandu Jedong: Balai Desa Jedong
Posyandu Bedali : Posyandu Bedali Ledhok
: Posyandu 1 Jedong
: 2 April 2016
Posyandu 2 Bedali Ledhok: 7 April 2016

g.

Sasaran
Kader Posyandu

h.

Metode Pelaksanaan
Wawancara, penyuluhan dan demonstrasi

i.

Sarana
Alat yang dibutuhkan dalam kegiatan ini adalah:
PPT
Poster
Dacin dan kaki tiga
Pita LILA atau metline
Lembar KMS
Lembar SKDN
Spidol merah, hijau, kuning, biru

j.

Evaluasi

Kegiatan dinyatakan berhasil jika materi dapat tersampaikan dan


dapat diterima baik oleh kader posyandu

No.

Nama Tempat

1.

Posyandu
Anggrek

Nama
Mahasiswa :
a. Ninda
Anggreini
Putri

Alamat

Profile Posyandu

Posyandu
- Posyandu
Anggrek Desa
Desa Jedong
Jedong
mempunyai
5
kader
dimana
hampir
keseluruhan
kader
sudah
memiliki masa
kerja lebih dari
3 tahun dan ada
yang
baru
bergabung
menjadi kader
- Alat-alat
antropometri
pada posyandu Anggrek:
Dacin
Microtoa

Mekanisme Pelaksanaan
Posyandu

Pelaksanaan kegiatan di - Pemb


pen
Posyandu dikenal dengan
ket
nama sistem 5 meja, dimana
saa
kegiatan di masing-masing
ber
meja mempunyai kekhususan
dih
sendiri-sendiri. Sistem 5 meja
yan
tersebut tidak berarti bahwa
ber
Posyandu harus memiliki 5
buah
meja
untuk - Mate
Tug
pelaksanaanya,
tetapi
An
kegiatan Posyandu harus
SK
mencakup 5 pokok kegiatan:
Meja 1 Pendaftaran balita, -Anju
ibu hamil, ibu menyusui
pe
Meja 2 Penimbangan balita
de
Meja 3 Pencatatan hasil
me
penimbangan
pe
Meja 4 Penyuluhan dan

Baby scale
Pengukur
panjang badan

pelayanan gizi bagi ibu


balita, ibu hamil dan ibu
menyusui
- Meja 5 Pelayanan kesehatan,
KB, imunisasi

ke
pe
ka
tin
me
po

Kegiatan
di
meja
1:
Pendaftaran Balita, ibu hamil -Anju
dan ibu menyusui. Balita
me
didaftar
dalam
formulir
pencatatan
balita.
Serta
melakukan
pendaftaran
dengan
menyerahkan
undangan posyandu dalam
bentuk kertas/ kitir yang
digunakan untuk mencatat
hasil penimbangan balita.
Kertas ini diselipkan di KMS,
kemudian ibu balita diminta
membawa anaknya menuju
tempat penimbangan.
Kegiatan
di
meja
2:
Penimbangan
anak
dan
balita, hasil penimbangan
berat anak dicatat pada
secarik kertas yang terselip di
KMS tadi. Selipkan kertas ini
kembali ke dalam KMS.
Selesai ditimbang, ibu dan
anaknya dipersilakan menuju
meja 3, meja pencatatan.
Kegiatan
di
meja
3:
Pencatatan buku KMS balita
yang
bersangkutan.
Memindahkan
hasil
penimbangan
anak
dari
secarik kertas ke KMSnya.
Kegiatan di meja 4: Kegiatan
penyuluhan tidak dilakukan
pada meja ini, biasanya
penyuluhan
diberikan

bersamaan dengan kegiatan


di meja 5 yang diberikan oleh
bidan desa
Kegiatan di meja 5: Kegiatan
di meja 5 adalah kegiatan
pelayanan kesehatan dan
pelayanan KB, imunisasi
yang diberikan oleh bidan
desa setempat
2.

Posyandu
Bedali Ledhok
Nama
Mahasiswa :
a. Ninda
Anggreini
Putri

Posyandu
Desa
Dalisodo

- Posyandu bedali
ledhok memiliki
3
kader
posyandu
dimana hampir
keseluruhan
kader
sudah
memiliki masa
kerja lebih dari
3 tahun.
- Alat-alat
antropometri
pada posyandu
Bedali Ledhok:
Dacin
Microtoa
Baby scale
Pengukur
panjang badan
Timbangan
injak
-

Pelaksanaan kegiatan di - Pemb


pen
Posyandu dikenal dengan
ket
nama sistem 5 meja, dimana
saa
kegiatan di masing-masing
ber
meja mempunyai kekhususan
dih
sendiri-sendiri. Sistem 5 meja
yan
tersebut tidak berarti bahwa
ber
Posyandu harus memiliki 5
buah
meja
untuk - Mate
has
pelaksanaanya,
tetapi
keg
kegiatan Posyandu harus
dite
mencakup 5 pokok kegiatan:
ant
Meja 1 Pendaftaran balita,
yan
ibu hamil, ibu menyusui
me
Meja 2 Penimbangan balita
ada
Meja 3 Pencatatan hasil
Dac
penimbangan
pen
Meja 4 Penyuluhan dan
jaru
me
pelayanan gizi bagi ibu
bad
balita, ibu hamil dan ibu
diti
menyusui
- Meja 5 Pelayanan kesehatan,
-Anju
KB, imunisasi
me

Kegiatan
di
meja
1: -Anju
me
Pendaftaran Balita, ibu hamil
tin
dan ibu menyusui. Balita
mi
didaftar
dalam
formulir
po
pencatatan balita. Pada saat
pendaftaran ibu balita tidak
diberikan secarik kertas/ kitir
untuk
pengisian
hasil

penimbangan
Kegiatan
di
meja
2:
Penimbangan
anak
dan
balita, hasil penimbangan
berat
anak
langsung
disampaikan kepada ibu
balita dan petugas dibagian
pencatatan.
Kegiatan
di
meja
3:
Pencatatan buku KMS balita
yang
bersangkutan.
Pindahkan
hasil
penimbangan anak dari data
yang didapat ke KMSnya.
Kegiatan di meja 4: Kegiatan
penyuluhan tidak dilakukan
pada meja ini, biasanya
penyuluhan
diberikan
bersamaan dengan kegiatan
di meja 5 yang diberikan oleh
bidan desa
Kegiatan di meja 5: Kegiatan
di meja 5 adalah kegiatan
pelayanan kesehatan dan
pelayanan KB, imunisasi
yang diberikan oleh bidan
desa setempat

k. Evaluasi Kegiatan Pelaksanaan Posyandu


5.

Dari hasil temuan lapangan, beberapa kesulitan yang dihadapi kader di masing-

masing meja adalah sebagai berikut:


-

Meja 1

: Pada pelaksanaan di meja 1 (pendaftaran) terkadang tidak banyak

terdapat kesalahan, namun pada meja ini balita biasanya tidak sabar menunggu giliran
apabila peserta yang datang banyak, sehingga terkadang terdapat balita yang
menangis. Pada meja pendaftaran biasanya ibu balita diberikan secarik kertas/ kitir
yang digunakan untuk mengisi hasil penimbangan balitanya, namun pada beberapa
-

posyandu tidak menggunakan sistem tersebut.


Meja 2
: Pada pelaksanaan di meja 2 (penimbangan), masalah yang sering terjadi
yang tidak/ jarang diperhatikan adalah pemasangan alat yang salah. Misalnya
pemasangan microtoa untuk pengukuran tinggi badan, microtoa dipasang tidak
sampai 2 meter atau angka 0 tidak pada lantai yang datar. Pada proses pengukuran
tinggi badan kesalahan yang sering terjadi yaitu pada saat pembacaan skala, pembaca
skala tidak berada didepan balita yang diukur. Selain itu, terkadang kader tidak
memperhatikan bagian-bagian yang seharusnya menempel dengan tembok/ dinding
serta tidak memperhatikan tegaknya kepala balita yang diukur dan terkadang
pengukuran tinggi badan tidak selalu dilakukan pada saat pelaksanaan posyandu.
Selanjutnya adalah pemasangan dacin, dibeberapa posyandu pemasangan dacin masih
kurang tepat, misalnya pada jarum dacin tidak lurus/ tidak seimbang dan biasanya
tidak diberikan penyeimbang untuk menyejajarkan jarum pada dacin. Dan tak jarang
pada saat penimbangan bayi/balita yang ditimbang biasanya menangis, serta

terkadang alas kaki yang digunakan oleh balita tidak dilepas.


Meja 3 : Pada pelaksaanana di meja 3 (pencatatan), kader seringkali kerepotan
mencatat hasil penimbangan ke dalam KMS apabila pesertanya banyak. Sehingga
biasanya buku KIA akan ditinggal di posyandu untuk dilakukan pengisian KMS dan

akan dikembalikan oleh kader setelah pengisian KMS selesai dilakukan.


Meja 4 : Pada pelaksanaan di meja 4 (penyuluhan), masalah yang terkadang terjadi
pada meja ini yaitu para kader tidak pernah/ jarang memberikan penyuluhan kepada
orangtua balita, hal ini merupakan proses yang paling sulit karena kader harus
melayani penyuluhan perorangan secara bergantian sedangkan keluarga dan balita

biasanya tidak sabar menunggu dan ingin segera pulang. Selain itu, keterbatasan
tenaga (kader) menjadi salah satu penyebabnya. Dan terkadang penyuluhan diberikan
lagsung pada saat di meja 5 atau pada saat mendapatkan pelayanan kesehatan oleh
-

bidan desa.
Meja 5 : pada pelaksanaan di meja 5 (pelayanan kesehatan), tidak terdapat masalah
yang berarti karena pada setiap penyelenggaran posyandu bidan desa ikut hadir dan
memberikan pelayanan kesehatan bagi balita, ibu hamil maupun ibu menyusui.
6. Sehubungan dengan hal tersebut, maka saran yang dapat diberikan kepada

posyandu sebagai berikut:


-

Sebelum pelaksanaan posyandu, dihari sebelumnya sebaiknya dilakukan persiapan


dan pengecekan alat-alat untuk posyandu, melaksanakan kalibrasi pada alat-alat
antropometri yang digunakan. Sehingga pada hari H pelaksanaan posyandu tidak
terjadi kesalahan akibat alat yang rusak dan hasil pengukaran yang didapatkan

merupakan data yang valid.


Sebelum hari H pelaksanaan posyandu, kader dapat membagikan undangan datang ke
posyandu untuk ibu balita agar balita yang hadir sesuai dengan target yang telah

ditetapkan.
Gunakan kitir/ secarik kertas untuk mencatat hasil penimbangan, agar tidak terjadi
kesalahan pada saat pencatatan. Kitir tersebut bisa diberikan pada saat di meja 1

(pendaftaran).
Lakukan semua kegiatan pengukuran antropometri seperti pengukuran berat badan
dan tinggi badan setiap kali pelaksanaan posyandu. Pada saat pengukuran tinggi
badan perhatikan juga bagian-bagian yang harus menempel pada dinding serta pada

saat penimbangan perhatikan juga untuk melepas alas kaki balita yang ditimbang.
Selama menunggu, berikan makanan PMT kepada balita supaya mereka bisa

menunggu dengan tenang, atau berikan alat mainan edukatif apabila ada.
Kader sebaiknya mengusahakan agar penimbangan ini seperti kegiatan bermain yang
gembira sehingga anak tidak merasa takut, mintalah para keluarga pengantar untuk

terlibat dalam menimbang balita.


Kader sebaiknya saling membantu, apabila tugas di mejanya sudah selesai, bantulah
kader lain yang masih sibuk melayani peserta posyandu.

Dalam melakukan penyuluhan, kader mengutamakan peserta yang keadaan balitanya


memang perlu diberi saran-saran atau penyuluhan; selain itu, kader juga bisa

melaksanakan penyuluhan kelompok sebelum pendaftaran/ penimbangan.


Laksanakan kegiatan buka Posyandu dengan disiplin waktu, tidak perlu menunggu
keluarga balita yang terlambat, dengan demikian ibu-ibu yang lain tidak merasa bosan
karena menunggu terialu lama.