Anda di halaman 1dari 62

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi di zaman sekarang ini, terutama dalam bidang
industri, kita dituntut agar dapat melakukan serta mengimbangi perkembangan
tersebut. Dimana nantinya kita selaku mahasisiwa apabila telah terjun kedunia
kerja, keahlian dan keterampilan kita dapat dipakai dalam perusahaan serta
diterima ditengah-tengah masyarakat
Dengan adanya praktikum Mesin Gerinda tersebut, mahasiswa akan dapat
lebih mengerti kegunaan mesin gerinda, untuk itu dilakukan mesin gerinda
merupakan mesin yang bekerja dengan proses manual, dan memiliki teknologi
yang tinggi sehingga ketelitiannya sangat tinggi
Oleh sebab itu, kita sebagai mahasiswa teknik mesin sangat dituntut sekali dalam
bidang ini. Praktikum pemesinan Mesin gerinda ini merupakan salah satu mata
kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa teknik mesin S1 universitas Riau pada
mata kuliah proses produksi II.
Dan diharapkan setelah melakukan praktikum mesin gerinda mahasiswa
lebih giat lagi dalam melakukan pekerjaan.

Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum pemesinan mesin gerinda adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat mengoperasikan mesin gerinda.
2. Mahasiswa dapat mengetahui langkah kerja dari mesin gerinda .
3. Mahasiswa dapat mengetahui jenis alat-alat yang digunakan dalam
pemesinan gerinda.
4. Mahasiswa dapat mendesain dan membentuk logam menjadi barang
yang berguna dan bermanfaat.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat yang didapatkan dari praktikum pemesinan gerinda diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat melatih kedisiplinan dalam bekerja
2. Meningkatkan keterampilan serta menerapkan pekerjaan yang
dilakukan dalam praktikum kedunia kerja
3. Mahasiswa dapat melatih kesabaran dalam bekerja dan
4. Mahasiswa dapat bersaing dalam dunia usaha, dan propesional dalam
bidangnya
5. Menambah wawasan dalam bidang mesin gerinda
1.4 Sistematika Penulisan
Pada laporan gerinda ini terdiri dari kata pengantar, daftar isi, daftar gambar,
daftar tabel, serta daftar notasi dan dilengkapi dengan beberapa bab sesuai dengan
format yang ditetapkan yaitu sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab ini membahas tentang latar belakang, tujuan paktikum, dan manfaat
praktikum.
Bab II Teori Dasar
Bab ini membahas tentang teori-teori yang mendasari proses pengoperasian mesin
gerinda, bagian-bagiannya, serta jenis-jenis mata gerinda yang dapat digunakan
Bab III Alat dan Bahan
Bab ini membahas tentang alat-alat dan bahan yang digunakan selama praktikum.
Bab IV Prosedur Kerja
Bab ini membahas tentang langkah kerja selama pembuatan atau pembentukan
benda kerja.
Bab V Pembahasan
Bab ini membahas tentang perencanaan sebelum praktikum dan pembahasan
setelah praktikum.
Bab VI Kesimpulan dan Saran
Bab ini membahas tentang kesimpulan yang didapat selama praktikum dengan
membandingkan teori terhadap fenomena-fenomena yang terjadi oleh praktikan
dan saran yang berguna bagi praktikan selanjutnya untukmendapatkan hasil benda
kerja yang maksimal.
BAB II
TEORI DASAR

2.1 Pengertian Mesin Gerinda


Mesin gerinda adalah mesin asah yang digunakan untuk
menajamkan semua mata pahat yang telah mengalami keausan seperti mata pahat
bubut, sekrap, frais, bor, dan lain - lain.Menggerinda atau grinding adalah suatu
pekerjaan yang dilakukanuntuk melakukan pemotongan yang sangat halus dengan
menggunakan roda abrasive sebagai sarana pemotong. Roda gerinda sebagai
pemotong memiliki beribu-ribu sisi pemotong yang sangat kecil berputar
memotong benda kerja sebagai pengganti sisi potong yang lebar dari pisau-pisau
potong yang berputar.
Roda ini dapat dibuat dalam berbagai macam ukuran serta dari berbagai macam
bahan – bahan, seperti berbagai tipe batu – batuan, permata – permata berlian,
ataupun dari material – material inorganic.Menggerinda adalah proses
penggesekan material benda kerja dengan batu sehingga terjadi pengikisan
material benda kerja dengan sangat halus sehingga butiran – butiran yang terkikis
hanya berkurang sedikit demi sedikit sehingga terbentuk hasil yang diinginkan.
Prinsip kerja atau proses pengerjaan dalam pengerindaan adalah sama dengan
pemotongan yang dilakukan dengan milling, hanya saja terdapat perbedaan dalam
pemotongan bentukanya saja. Jika menggunakan mikroskop maka kita akan bisa
melihat batu – batu yang kecil dan sangat tajam dalam jumlah yang sangat banyak
dalam batu gerinda tersebut.Mesin gerinda dapat juga digunakan untuk
membentuk benda kerja menurut bentuk yang diinginkan dengan membentuk roda
gerinda seperti cetakan. Untuk mendapatkan hasil kerja yang baik, operator tidak
hanya sekedar menjalankan mesin, tetapi juga harus mengetahui sifat-sifat bahan
asah dan roda gerinda, dan juga sifat logam atau material yang akan digerinda
( benda kerja yang akan dibentuk ).
Di dalam proses penggerindaan terdapat suatu kondisi penggerindaan optimum.
Kondisi penggerindaan optimum ini biasanya merupakan hasil gabungan dari
beberapa kondisi penggerindaan. Hal ini dapat menghasilkan beberapa hasil
sebagai berikut :

- kehalusan tinggi
- tegangan sisa terendah atau berupa sisa tekan
- kecepatan penghasilan geram/produktivitas tinggi
- ongkos penggerindaan termurah

Sebuah mesin gerinda terdiri dari sebuah roda penggerinda yang digerakkan
dengan tenaga mesin dan berputar pada kecepatan yang diinginkan ( biasanya
tergantung pada diameter roda dan rating sang perancang, biasanya dengan
menggunakan formula ) dan sebuah sandaran dengan lapisan penahan untuk
mengarahkan dan menahan benda – benda kerja. Pengontrolan kepala
penggerinda yang bagus sangat memungkinkan dengan menggunakan sebuah roda
tangan yang di kalibrerasi dengan vernier caliver, atau dengan menggunakan fitur
– fitur dari control NC atau CNC.
Ada beberapa keuntungan di dalam proses penggerindaan yakni :
1. Merupakan metode yang umum dari pemotongan bahkan pada baja yang
telah dikeraskan.

2. Disebabkan oleh banyaknya mata potong yang kecil dalam jumlah yang
banyak, maka akan menimbulkan permukaan yang halus dan memuaskan
sehingga kadang kala proses penggerindaan dapat dijadikan proses
finishing terhadap benda kerja.

3. Penggerindaan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang singkat


dan tingkat ketelitian yang tinggi.

4. Tekanan pelepasan logam dalam proses ini kecil sehingga


memperbolehkan benda untuk pengerjaan terhadap benda yang mudah
pecah dan benda kerja yang cenderung untuk melenting menjauhi
perkakas.

5. Dapat melakukan pembentukan benda kerja dengan bentuk yang sulit


sekalipun.

Batu Gerinda
Batu gerinda merupakan suatu komponen utama yang tidak dapat dipisahkan
didalam proses penggerindaan yang telah dijelaskan pada bagian atas tadi. Karena
proses pemotongan dilakukan oleh batu gerinda ini. Batu gerinda terdiri dari
butiran-butiran batu asah yang saling bersambung yang diikat oleh bahan perakat.
Jika dilihat dengan mikroskop dapat dilihat seperti pada gambar dibawah diantara
butiran batu asah terdapat bahan perekat dan pori-pori.

Keterangan gambar :
- abrasive grain : butiran batu asah atau grain
- bond material : bahan perekat
- air gaps : pori – pori

Diantara abrasive dan bond terdapat bagian-bagian kosong atau pori-pori dalam
ukuran dan jumlah yang beraneka ragam, mempengaruhi roda-roda gerinda dalam
pengasahannya. Terdapat beberapa fungsi dari roda gerinda ini juga tergantung
proses pemakaiannya.
Fungsi dari batu gerinda tersebut juga berbeda-beda dalam pemakaiannya, berikut
fungsi dari beberapa jenis batu gerinda :

- Flat wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti


handtap, countersink, mata bor, dan sebagainya.

- Cup wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti


cutter, pahat bubut, dan sebagainya.

- Dish grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan profil pada cutter.

- Shaped grinding wheels, untuk memotong alat potong ataupun material


yang sangat keras, seperti HSS, material yang sudah mengalami proses
heat treatment.

- Cylindrical grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan diameter


dalam suatu jenis produk.

Selain fungsi yang berbeda pada setiap jenis batu, juga mempunyai warna batu
yang berbeda pula, dimana setiap warna yang dimiliki batu mempunyai
karakteristik yang berbeda pula, di pasaran pada umumnya terdapat warna merah
muda, putih dan hijau.
Proses pembuatan roda gerinda adalah denagn mencampur butiran batu asah
(abrasive) dengan perekat (bond) kemudian dicetak dan dikeringkan dalam
cetakan pada tekanan tinggi dan suhu mencapai 420C hingga 450C.

Di dalam melakukan proses penggerindaan, perlu dilakukan pemilihan terhadap


roda gerinda. Biasanya pemilihan roda gerinda dilakukan berdasarkan pada hal di
bawah ini :
- Untuk bahan dengan kekuatan tarik rendah, yaitu Besi kelabu, Kuningan,
Perunggu, Aluminium, tembaga, granite, dll. Gunakan roda gerinda Silicon
carbida. Selain itu, gunakan roda gerinda keras untuk bahan yang lunak, dan roda
gerinda lunak untuk bahan yang keras.
- Volume bahan yang digerinda, untuk volume bahan buangan yang besar
gunakan roda gerinda yang berbutir besar dan kasar, termasuk bahan yang liat.
Sedangkan roda gerinda berbutir halus digunakan untuk volume
sedikit (tipis untuk finishing), termasuk bahan yang keras.
- Besarnya busur singgungan antara roda gerinda dan benda kerja, busur
singgungan besar berarti luasan gesekan juga luas, maka roda gerinda cepat aus.
Untuk itu gunakan roda gerinda lunak dengan butiran yang besar. Sedangkan
untuk busur 14 singgungan kecil atau sedikit, gunakanroda gerinda yang keras
dengan butiran halus.
Didalam proses penggerindaan, batu gerinda akan mengalami keausan.Maka
diperlukan proses pengasahan. Pengasahan (dressing) ditujukan untuk
memperbarui permukaan roda gerinda agar ketajaman pemotongannya baik.
Sedangkan truing ditujukan untuk meratakan permukaan roda gerinda. Selain
menggunakan batu gerinda, proses penggerindaan juga diperlukan cairan
pendingin (coolent).Bahan roda gerinda mempunyai sifat dan bentuk berbeda
dengan kekerasan dan kerapuhan yang berbeda pula. Kekerasan, kerapuhan,sifat
dan bentuk roda gerinda tergantung pada bahan roda gerinda yang merupakan
faktor yang berpengaruh pada proses penggerindaan. Faktor pada proses
penggerindaan yang dipengaruhi oleh roda gerinda tersebut diantaranya adalah :

1. Bahan Asah
Bahan asah yang dipakai adalah seperti silicon carbide, alluminium oxide,
boron nitrid, amril, diamond dan lain sebagainya. Bahan – bahan tersebut
mempunyai kekerasan, kerapuhan, sifat dan bentuk yang berlainan antara
bahan tersebut.

- Amril adalah kristal dari alumunium oksida dan besi oksida dengan
persentase campuran yang bermacam-macam.

- Corundum adalah alumunium oksida dengan bermacam-macam tingkat


kemurniannya. Amril dan corundum sebagian besar digunakan dalam pembuatan
kertas pengasah dan kain pengasah.
- Silicon carbide adalah kombinasi kimia dari karbon dan silicon yang dibuat dari
dapur tinggi listrik. Pekerjaan ini memakan waktu ± 36 jam pada temperatur
2000°C. Setelah itu silicon carbide diambil dalam bentuk kristal-kristal yang
banyak. Silicon carbide berwarna hitam kehijau-hijauan.
- Alumunium oxide yang mula-mula berasal dari bauksit, juga dibuat dalam dapur
tinggi listrik. Bauksit lebur dalam temperatur ± 2100°C. Batangan-batangan
dipatahkan, dihancurkan dan digiling menjadi butiran-butiran kecil.

- Boron nitride adalah hasil produksi buatan General Electrik Corp.Barang


tersebut mempunyai bentuk kristal berbentuk kubus keras seperti silicon carbide,
suhunya stabil hingga 1400°C.

- Intan adalah bahan asah yang terkeras. Carbon yang murni dan sekarang ini
dibuat untuk pembuatan proses industry.

2. Bahan Perekat

Perekat harus mengikat butiran-butiran pengasah bersama-sama dan


melengkapi roda gerinda dengan kekuatan dan kekerasan. Ada beberapa
tipe – tipe dari perekat yang digunakan dan masing-masing tipe
mempunyai kegunaan tersendiri.
3. Tingkatan roda gerinda

Yang dimaksud tingkatan roda gerinda adalah kekerasan relatif dan roda gerinda.
Ketahanan roda gerinda adalah kemampuan perekat memegang butiran pengasah
melawan pelepasan butiran dalam tekanan penggerindaan. Kekerasan roda gerinda
tergantung komposisi dan jenis perekat. Roda gerinda lunak memiliki perekat
yang mudah melepas butiran pengasah dalam tekanan penggerindaan. Sedangkan
roda gerinda keras perekanya memegang butiran pengasah dengan kuat pada
pengerjaan berat dan tekanan kuat.

4. Struktur Roda Gerinda

Struktur roda gerinda ditentukan oleh perbandingan dan penyusunan dan butiran-
butiran pengasah dan perekat. Jumlah perekat sekitar 10% sampai 30% dari
volume total pada gerinda. Biasanya disusun struktur padat,struktur terbuka,
struktur pori – pori.
Proyeksi dari permukaan roda gerinda akan terlihat beribu-ribu butiran tajam.
Apabila diputar dengan kecepatan tinggi dan dipertemukan dengan benda kerja,
akan memotong beram-beram yang kemudian menjadi merah dan panas karena
gesekan yang keras.
Bagian - Bagian Mesin Gerinda

- Bagian badan mesin yang biasanya terbuat dari besi tuang yang memiliki sifat
sebagai peredam getaran yang baik. Fungsinya adalah untuk menopang meja kerja
dan menopang kepala rumah spindel.
- Bagian poros spindel merupakan bagian yang kritis karena harus berputar
dengan kecepatan tinggi juga dibebani gaya pemotongan pada batu gerindanya
dalam berbagai arah.
- Bagian meja juga merupakan bagian yang dapat mempengaruhi hasil kerja
proses gerinda karena diatas meja inilah benda kerja diletakkan melalui suatu
ragum ataupun magnetic chuck yang dikencangkan pada meja ini.

- Power transmission gerinda dilindungi oleh pelindung tetap sebagai peredam


getaran. Power transmission gerinda berupa spindle.

- Point of operation gerinda ini merupakan bagian mesin yang dirancang untuk
mengasah atau mengikis benda kerja.

- Pelindung yang dapat diatur ini merupakan safety glass, dimana dirancang untuk
melindungi bagian atas badan pekerja, seperti bagian wajah dari percikan api.

- Heavy wheel guard bertujuan untuk melindungi gerinda pada saat berputar dan
merupakan pelindung tetap.
- Meja benda bertujuan untuk mengontrol benda pada saat penggerindaan dan
mempengaruhi hasil daripenggerindaan.
- Sakelar yang digunakan untuk menghidupkan ketika digunakan ataupun untuk
mematikan gerinda ketika tidak digunakan.
- Batu gerinda adalah bagian yang digunakan untuk mengasah mata potong.

Bentuk - Bentuk Batu Gerinda


Pembuatan roda-roda gerinda
Butiran-butiran abrasive dan perekat dicampur, kemudian dicetak/dibentuk dan
dikeringkan dalam cetakan pada tekanan yang tinggi dan suhu antara 42°- 45° C.
Ukuran terakhir dan bentuknya dibuat setelah proses pengeringan.
Perekat roda gerinda kemudian di “vitrify” kan pada suhu antara 1200°- 1300°C
dan didinginkan dengan perlahan-lahan sekali. Proses pendinginan kadang-kadang
maksimum lamanya 120 hari. Sebagai tindakan pencegahan demi
keamanan,pemeriksaan yang teliti diadakan setelah proses pendinginan.

Bahan Asah/Pengasah
Amril (ampelas), corundum, silicon carbide, alumunium oxide, boron nitride, dan
intan
yang dihancurkan adalah bahan-bahan asah yang digunakan sampai sekarang.
Bahan-bahan
tersebut beraneka ragam dalam kekerasan dan kerapuhan ,mempunyai sifat dan
bentuk yang
berbeda-beda.
- Amril adalah kristal dari alumunium oksida dan besi oksida dengan persentase
campuran yang
bermacam-macam.
- Corundum adalah alumunium oksida dengan bermacam-macam tingkat
kemurniannya. Amril
dan corundum adalah sebagian besar digunakan dalam pembuatan kertas pengasah
dan kain
pengasah.
- Silicon carbide adalah kombinasi kimia dari karbon dan silicon yang dibuat dari
dapur tinggi listrik. Pekerjaan ini memakan waktu ± 36 jam pada temperatur
2000°C.
Setelah itu silicon carbide diambil dalam bentuk kristal-kristal yang banyak.
Silicon carbide berwarna hitam kehijau-hijauan.
- Alumunium oxide yang mula-mula berasal dari bauksit, juga dibuat dalam dapur
tinggi listrik. Bauksit lebur dalam temperatur ± 2100°C. Batangan-batangan
dipatahkan, dihancurkan dan digiling menjadi butiran-butiran kecil.
- Boron nitride adalah hasil produksi buatan General Electrik Corp. Barang
tersebut mempunyai bentuk kristal berbentuk kubus keras sepertisilicon
carbide, suhunya stabil hingga 1400°C.
- Intan adalah bahan asah yang terkeras. Carbon yang murni, sekarang ini dibuat
untuk pembuatan proses industri.

Perekat
Perekat harus mengikat butiran-butiran pengasah bersama-sama dan melengkapi
roda
gerinda dengan kekuatan dan kekerasan. Ada beberapa tipe perekat yang
digunakan dan masingmasing
tipe mempunyai kegunaan tersendiri.
- Vitrified bonds adalah suatu campuran dari tanah liat, feldspar dan kwarsa
dicampur pada suhu kira-kira 1100°-1350°C. Roda gerinda ini sensitif terhadap
hentakan dan pukulan tapi tidak berubah karena panas atau dingin dan tidak dapat
dipengaruhi oleh air, asam atau oli. Roda gerinda ini tidak dibuat dalam bentuk
yang tipis seperti roda gerinda gerinda untuk memotong karena tidak dapat
menerima beban dari samping. Perekat ini dicampur dalam bermacam-macam
persentase yang baik sehingga mendapatkan bermacam-macam tingkatan.
Kepadatan dari roda gerinda dapat dengan mudah ditentukan oleh proses
“vitrified”.

- Silicate bonds (mineral bond) komponen ini digunakan silicate dari soda (water
glass).oksida seng ditambahkan sebagai bahan anti air. Campuran butiran-butiran
pengasah dan perekatnya dipadatkan didalam cetakan besi dan dibakar pada
temperatur 260°C selama 2 - 4 hari. Dengan perekat ini butiran-butiran pengasah
lebih mudah lepas dari pada vitrified bond dan roda gerinda ini disebut “pulder
acting” yang digunakan khusus untuk mengasah alat-alat potong.
- Shellac bonds (organik bond) Roda gerinda “shellac” dapat dibuat tipis 3 mm
atau kurang.Serbuk shellac dicampur dengan butiran-butiran pengasah dan
dipanaskan sampai shellacnya meleleh dan menyelimuti setiap butiran pengasah.
Campuran ini diroll menjadi lembaran dan dipotong. Perekat ini baik untuk
pengerjaan halus dan ketahanan terhadap panas rendah.

- Rubber bonds (organik bond) untuk membuat roda gerinda ini, karet murni
dicampur dengan sulfur sebagai komponen pemanas. Roda gerinda ini dapat
digunakan juga sebagai pemotong.
- Synthetic resin bond bakelite adalah salah satu perekat yang digunakan untuk
pembuatan roda gerinda potong yang tipis. Perekat ini elastis dan ulet. Digunakan
untuk menghilangkan kerak-kerak besi tuang dan menggerinda las

Serbuk abrasive merupakan bagian yang aktif yang berfungsi sebagai mata potong
yang tersebar diseluruh permukaaan batu gerinda.
Terdapat 4 jenis serbuk abrasif yang umum dipakai :
- Oksida alumunium;
- Karbida silikon;
- Nitrida boron;
- Intan.
Ada tiga jenis utama bahan pengikat serbuk abrasif yang umum
digunakan, yaitu :
- Keramik
merupakan bahan pengikat yang paling banyak digunakan, ikatan kuat sampai
temperatur kerja yang cukup tinggi, tetapi tidak tahan bahan kejut atau fluktuasi
temperatur yang besar.
- Silika
ikatannya lebih rendah di bandingkan keramik, karena serbuknya mudah terlepas.
- Karet
termasuk polimer dengan sifat elastisitas yang melebihi keramik, umumnya
digunakan bagi pengikatan serbuk intan.

- Plastik
termasuk jenis polimer yang elastis, ikatannya kuat terhadap temperature yang
cukup tinggi.
- Shelac
termasuk jenis polimer, biasanya digunakan dalam proses penghalusan beberapa
jenis produk seperti camshaft, papermill rolls, dan pisau.
- Metal
digunakan sebagai pengikat serbuk intan bagi proses penggerindaan khusus
dimana umur batu gerinda lebih dipentingkan daripada tingginya temperatur
penggerindaan.

Menggerinda berarti menggosok, mengauskan dengan gesekan atau mengasah


dalam manufaktur, ditunjukan dengan pelepasan logam oleh suatu roda amplas
putar. Mesin gerinda adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk
menyelesaikan, mengerjakan, membentuk suatu benda kerja dengan menggunakan
tool atau pahat yang berputar pada sumbu mesin atau poros mesin. Sedangkan
gerak makannya yaitu benda kerja dimana benda kerja yang bergerak lurus
sepanjang alas mesin (meja mesin) sedangkan gerak potongnnya yaitu pahat
berputar pada sumbu mesin (mesin gerinda rata)Gerak roda mirip dengan
pemotong freis. Roda pemotong teridiri dari banyak butiran kecil yang dilekatkan
bersama, masing-masing butiran berlaku sebagai mata potong miniatur.

Gambar 2.1 Mesin Gerinda

Sedangkan untuk mesin gerinda selindris gerak makannya yaitu benda kerja
berputar, sedangkan gerak potongnya pahat berputar pada sumbu mesin dan
bergerak sepanjang benda kerja.

2.2 Jenis-jenis Mesin Gerinda


Secara umum mesin gerinda dibagi atas 2 bagian yaitu :
 Mesin gerinda berdiri
 Mesin gerinda duduk
 Sesuai bentuk dan kegunaannya mesin gerinda terdiri dari
 Mesin gerinda silindris
 Mesin gerinda asah potong
 Mesin gerinda tangan
 Mesin gerinda datar
 Mesin gerinda rata
 Mesin gerinda permukaan horizontal
 Mesin gerinda sabuk
 Mesin gerinda bangku
 Mesin gerinda khusus
 Mesin gerinda berdiri
Mesin gerinda ini berfungsi untuk menggerinda tool ( pahat ), bubut, skrap untuk
pekerjaan menggerinda benda yang kecil yang dijangkau oleh tangan.

Gambar 2.2 Mesin Gerinda Berdiri

2. Mesin gerinda bangku


Mesin gerinda ini berfungsi untuk pengerjaan penggerindaan kecil.
Bagian-bagian yang terdapat pada mesin ini yaitu roda-roda gerinda

Gambar 2.3 Mesin Gerinda Bangku

3. Mesin Gerinda sabuk


Mesin gerinda sabuk ini berfungsi untuk melepas stok dan persiapan stok.

Gambar 2.4 Mesin Gerinda Sabuk


4. Mesin Gerinda Selindris
Mesin gerinda ini berfungsi untuk menggerinda permukaan silindris walaupun
permukaan tirus dan berbentuk sederhana dapat juga dilakukan oleh mesin
gerinda tersebut.

Gambar 2.5 Mesin Gerinda Silindris

5. Mesin Gerinda Rata Vertikal


Mesin Gerinda tersebut memiliki kedudukan batu gerinda yang tegak lurus
dengan meja kerja atau vertical.

Gambar 2.6 Mesin Gerinda Rata Vertical

6. Mesin gerinda Permukaan horizontal


Gambar 2.7 Mesin Gerinda Permukaan Horizontal

7. Mesin gerinda tangan

Gambar 2.8 Mesin Gerinda Tangan

8. Mesin gerinda datar

Gambar 2.9 Mesin Gerinda Datar

9. Mesin asah potong


Gambar 2.10 Mesin Asah Potong

Adapun mesin gerinda tersebut dapat dikelompokan lagi menjadi 5, berdasarkan


jenis pekerjaan yang dilakukan mesin gerinda dan jenis permukaan yang
dihasilkan.

1. Mesin gerinda selindris


-Tanpa pusat
-Tempat perkakas
-Benda kerja diatara dua pusat
2. Mesin gerinda rata (permukaan)
a. Jenis meja ulak-alik
-Spindel horizontal
-Spindel vertical
b. Meja putar
-Spindel Horizontal
-Spindel vertical

3. Mesin gerinda sebelah dalam


-Benda kerja berputar dalam pencekam
-Benda kerja berputar dan ditahan oleh rol
-Benda kerja stationer

4. Mesin gerinda khusus


-Rangka ayun
-Memotong
-Menggerinda dengan tangan
-poros fleksibel dan memfrofil
5. Mesin gerinda Universal
-Benda kerja slindris
-Benda kerja bentuk ulir
-Benda kerja bentuk roda gigi
-Berosilasi
Gambar 2.11 Proses Gerinda Spiral Vertical Meja Bolak-Balik

Gambar 2.12 Proses Gerinda Spindle Horizontal Meja Putar

Gambar 2.13 Proses Gerinda Spindle Vertical Meja Putar


Gambar 2.14 Proses Gerinda Dalam Senter

Gambar 2.15 Proses Gerinda Tanpa Sente

Dalam proses penggerindaan pada mesin gerinda tanpa pusat, gerak makannya
dilakukan dengan dua cara yaitu:
Penggerindaan berlangsung dengan cepat dengan penghasilan geram yang tinggi
untuk tujuan produktifitas tinggi.
Pemakanan melintas (Thrufeed), yaitu dengan mengatur kemiringan sumbu roda
pengatur relatif terhadap sumbu roda gerinda.

Gambar 2.16 Proses Gerinda Spindle Horizontal Meja Bolak-Balik

. Pada proses gerinda dengan mesin ini terdiri dari tiga komponen penting yang
menunjang proses penggerindaan yaitu:
Roda gerinda yang berfungsi untuk melakukan pemotongan atau pengurangan
diameter permukaan
Roda pengaturan atau roda tekanan yang berputar dalam arah yang sama dengan
roda gerinda.
Penahan benda kerja yang berupa batang penumpang.
Roda pengatur mesin gerinda tanpa senter terbuat dari campuran serbuk abrasif
dengan bahan pengikat dari karet sehingga memiliki daya kelentingan yang lebih
besar dari roda gerinda sehingga mampu manahan putaran benda kerja yang tidak
teratur ( tidak selindris ). Ketinggian batang penumpu dapat diatur sesuai dengan
diameter benda kerja. Ketinggian batang penumpu dapat diatur sesuai dengan
diameter benda kerja sehingga sejajar dengan sumbu roda gerinda dan roda
pengatur.

Roda Gerinda
Roda gerinda merupakan alat potong atau toll yang digunakan pada mesin
gerinda. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam usaha pemilihan
jenis roda gerinda yaitu :

• Pemakaian cairan pendingin.


• Kecepatan tangensial roda gerinda.
• Lebar sempitnya daerah kontak.
• Material benda kerja dan kekerasanya.
• Kecepatan penghasil geram dan kehalusan produk.
• Tingkat kesulitan proses.

Pada pemilihan batu gerinda terdapat suatu standar yang telah ditetapkan oleh
senuah pabrik. Salah satu standar penandaan yang diakui oleh ameican national
standard institute (AISI) yang dapat dilihat ditabel

Tabel 2.1 Sistem Penandaan Standar

Syarat utama yang diperhatikan dalam pemilihan roda gerinda adalah :


- Material yang digerinda dan kekerasannya;
- Banyaknya material yang digerinda dan hasil akhir yang diinginkan;
- Busur singgungan.

1. Adapun roda gerinda yang tidak setimbang disebabkan oleh :


Struktur butiran roda gerinda yang tidak seragam ketika dihasilkakn oleh pabrik.

Gambar 2.17 Struktur Butiran Yang Tidak Seragam.

Adanya cacat pada roda gerinda akibat benturan hingga menyebabkan sudut
potong batu gerinda rusak.

Gambar 2.18 Roda Gerinda Cacat.

Roda gerinda basah akibat memberentikanya pada saat pendinginan masih keluar
dari keran.

Gambar 2.19 Roda Gerinda Basah.

2. Beberapa penyebabyang terjadi apabila roda gerinda yang tidak setimbang


Kwalitas permukaan benda kerja yang dihasilkan jelek.
Gambar 2.20 Hasil Benda Kerja Yang Kurang Baik

Mempercepat keausan bantalan pada mesin gerinda.

Gambar 2.21 Bantalan Yang Cepat Haus.

3. Perlengkapan yang digunakan untuk penyetimbangan roda gerinda yaitu :


Dudukan penyetimbang system roller.

Gambar 2.22 System Roller.


Dudukan penyetimbang dengan water pas berbentuk lingkaran.
Gambar 2.23 System Water Pas.

Pencekaman roda gerinda dengan 3 bobot penyetimbang yang bisa dilepas.

Gambar 2.24 Pencekaman 3 Bobot.

Pencekaman roda gerinda dengan 3 bobot penyetimbang yang tidak bisa dilepas.

Gambar 2.25 3 Bobot Penyetimbang Yang Tidak Bisa Dilepas.


Pencekaman roda gerinda dengan 2 bobot penyetimbang yang dibelah.

Gambar 2.26 2 Bobot Penyetimbang Yang Dibelah.


Gambar 2.27 Arbor Penyetimbang Tanpa Ulir.

Arbor penyetimbang dengan ulir ( arbor digunakan sesuai dengan pencekaman /


flanges ).

Gambar 2.28 Dengan Ulir.

4. Langkah-langkah penyetimbangan roda gerinda pada mesin gerinda:


Bobot penyetimbang dilepas seluruhnya dari pencekaman roda gerinda. bila bobot
penyetimbang tidak bisa dilepas maka ketiganya harus ditempatkan pada jarak
yang sama satu sama lain.
Lakukan proses dressing untuk menghilangkan ketidak satu sumbunya.

Gambar 2.29 Bobot Penyetimbang Dilepas Seluruhnya.

Gambar 2.30 Proses Dressing.


Dudukan penyetimbang ditempatkan pada tempat yang baik ( stabil ) dan posisi
gelembung water past harus ditengah.
Arbor dipasang pada lubang pencekam roda gerinda.

Gambar 2.31 Dudukan Penyetimbang

Gambar 2.32 Pemasangan Arbor.

Roda gerinda yang terpasang pada arbor diletakan pada jalur penyetimbang. Posisi
arbor harus benar-benar tegak lurus dan ditengah kedua jalur penyetimbang.
Roda gerinda dibiarkan bergulir kekiri dan kekanan dengan sendirinya sampai
berhenti. Bagian terberat ada pada bagian bawah ( pusat gravitasi ).

Gambar 2.33 Jalur Penyetimbang Arbor.


Gambar 2.34 Roda Gerinda Dibiarkan Bergulir.
Roda gerinda ditandai dengan kapur pada bagian teratas yang berlawanan dengan
pusat gravitasi
Salah satu bobot penyetimbang dipasang dan dikencangkan searah dengan kapur
dan berlawanan dengan pusat gravitasi bumi, dan jangan digeser selama
penyetimbangan berlangsung.

Gambar 2.35 Roda Gerinda Ditandai Dengan Kapur.

Gambar 2.36 Satu Bobot Penyetimbang.

Dua bobot penyetimbang lainya dipasang dekat dengan pusat gravitasi bumi dan
masing-masing mempunyai jarak yang sama kebobot penyetimbang yang
pertama.
Roda gerinda ditempatkan kembali diposisi tengah jalur gerinda diputar 900
kearah kanan dan dilepas sampai berhenti sendiri.
Gambar 2.37 Satu Bobot Penyetimbang.

Gambar 2.38 Roda Gerinda Ditempatkan Pada Posisi Tengah.

Bila roda gerinda kembali pada posisi pertama, dua bobot penyetimbang pertama
harus diatur mendekati bobot penyetimbang yang pertama. Sebaiknya bila roda
gerinda bergulir berlawanan dengan posisi pertama (tanpa kapur dibawah), dua
bobot penyetimbang harus digeser menjahui bobot penyetimbang pertama.
Roda gerinda setimbang bila roda gerinda bisa berhenti disetiap posisi.

Gambar 2.39 Bobot Penyetimbang Yang Dilepas Seluruhnya.

5. Menyetimbangkan roda gerinda baru yaitu :


Pemeriksaan suara.
Roda gerinda ditahan dengan tangan, dipukul perlahan-lahan dengan kayu atau
palu plastik maka roda gerinda akan berbunyi seperti lonceng.sedangkan roda
gerinda retak tidak akan berbunyi.
Roda gerinda dipasang pada pencekamnya.
Setelah roda gerinda setimbang dilakukan proses dressing dan roda gerinda
diperiksa lagi kesetimbanganya.
Setelah setimbang roda gerinda dipasang ke poros spindle mesin dan dressing
sekali lagi sebelum digunakan untuk pemotongan. Keterangan penyetimbang
dilakukan untuk roda gerinda yang mempunyai diameter diatas 180mm.
Gambar 2.40 Proses Dressing.

Gambar 2.41 Pemasangan Spindle Pada Roda Gerinda

2.4 Bentuk-Bentuk Batu Gerinda


a. Batu Gerinda Lurus

Bentuk ini biasa digunakan untuk menggerinda bagian luar dan bagian dalam,
baik
pada mesin gerinda silindris, permukaan ataupun mesin gerinda meja.
b. Batu Gerinda Silindris
Fungsinya, untuk menggerinda sisi benda kerja. Batu gerinda ini compatible
dengan mesin gerinda sumbu tegak dan sumbu mendatar.

c. Batu Gerinda Mangkuk Lurus


Fungsinya adalah untuk menggerinda bagian sisi benda kerja baik yang dipakai
pada mesin gerinda sumbu tegak ataupun sumbu mendatar.
d. Batu Gerinda Mangkuk Miring
Fungsi utamanya untuk menggerinda/mengasah alat potong, misalnya pisau frais,
pahat bubut, pisau-pisau bentuk, dan lain-lain.

e. Batu Gerinda Tirus Dua Sisi


Fungsi utamanya membersihkan percikan las pada benda-benda setelah dilas.

f. Batu Gerinda Cekung Satu Sisi

Pada prinsipnya batu gerinda ini digunakan untuk penggerindaan silindris, tetapi
banyak juga untuk penggerindaan pahat bubut.

g. Batu Gerinda Cekung Dua Sisi


Fungsi utama untuk penggerindaan silindris.

h. Batu Gerinda Piring


Fungsi utamanya untuk menggerinda pisau-pisau frais pada gerinda alat potong.

i. Batu Gerinda Piring Sisi Radius


Fungsi utamanya untuk membentuk gigi gergaji (gumming), bukan mengasah.
Ukuran Butiran
Besarnya butiran didapat dengan cara menyaring butiran-butiran tersebut pada
penyaring
dengan jumlah mata jala tertentu tiap 1’.

Tingkat Kekerasan (Grade)


Yang dimaksud buka kekerasan butirannya melainkan kemampuan perekat untuk
mengikat butiran pemotong dalam melwan pelepasan butiran akibat adanya
tekanan pemotongan.

Faktor yang mempengaruhi tingkat kekerasan roda gerinda.


a. Kecepatan potong mesin gerinda
b. Kecepatan potong benda kerja
c. Konstruksi mesin.
Kecepatan potong roda gerinda adalah faktor yang berubah-rubah dan
mempengaruhi dalam pemilihan tingkat kekerasan roda gerinda. Disesuikan
dengan keterangan-keterangan dari pabrik pembuat ( lihat tablel kecpatan potong
terlampir ).

Untuk batu gerinda yang baru, langkah penyetimbangannya antara lain :

1. Pukul perlahan batu gerinda dengan kayu atau plastik. Batu gerinda yang baik
akan
berbunyi seperti lonceng, sedangkan batu gerinda yang retak tidak akan berbunyi.
2. Pasang batu gerinda pada pencekam.
3. Lakukan proses dressing dan periksa kembali kesetimbangannya.Pasang batu
gerinda pada poros spindle mesin.

Pemilihan roda gerinda


Syarat utama yang diperhatikan dalam pemilihan roda gerinda ialah :
 Sifat fisik dari material yang akan digerinda mempengaruhi pemilihan dari
bahan asah.Gunakan roda gerinda alumunium oksida untuk material-material
berkekuatan tarik yang tinggi.Seperti contoh baja karbon, baja campuran, baja
kecepatan tinggi, besiI tempa, perunggu dll.Gunakan roda gerinda silicon
carbide untuk material berkekuatan tarik yang rendah. Seperti contoh besi
kelabu, kuningan dan perunggu, alumunium dan tembaga, granite, karet, kulit
dll.Gunakan roda gerinda keras untuk material yang lunak dan gunakan roda
gerinda lunak untuk material yang keras. Bila menggerinda material keras,
butiran-butiran lebih cepat tumpul darimaterial lunak, maka lunaknya perekat
diperlukan untuk memudahkan butiran-butiran membelah atau meninggalkan
roda gerinda dengan tujuan memunculkan butiran-butiran baru sebagai
penggantinya.Material lunak kurang cepat penumpulan butiran-butirannya.
Perekat kuat memungkinkan pemegangan butiran-butiran lebih lama.
 Banyaknya material yang dihilangkan dan hasil akhir yang diminta
mempengaruhi Pemilihan dari ukuran butiran, struktur dan tipe perekat.
Gunakan roda gerinda yang kasar dan berpori-pori untuk pemkanan banyak.
Gunakan roda gerinda berbutiran halus untuk penyelesaianyang baik.Gunakan
roda gerinda berbutiran kasar untuk material liat dan berbutiran halus untuk
material keras.Disini kecepatan produksi bukan faktor yang penting,gunakan
roda gerinda elastic untuk penyelesaian yang terbaik.

Roda gerinda ini berbuku-buku digunakan untuk menggerinda datar. Bila roda
gerinda ini rusak hanya buku-bukunya saja yang diganti.

Gambar 2.48 Type 7 Khusus

Gambar 2.49 Muka Roda Gerinda Standar


2.5 Sistem pendinginan (Coolant)
Pada setiap pekerjaan akan menggunakan bahan pendingin (coolant) yang
digunakan pada saat pengerjaan benda kerja. Adapun Tujuan pemberian air
coolant atau pendinginan secara terus menerus adalah sebagai berikut:
1. Mengurangi gesekan antara serpihan pahat dengan benda kerja
2. Mengurangi suhu padat pada benda kerja
3. Mencuci serpihan
4. Menaikan atau memperpanjang umr pahat
5. Menurunkan gaya potong
6. Memperbaiki atau memperhalus permukaan benda kerja
7. Mengurangi kemungkinan keropos pada benda kerja dan mesin bubut.
8. Membantu mencegah pengelasan serpihan pada pahat.

Gambar 2.50 Media Pendingin.

Syarat-syarat pendingin yang baik :

• Mampu menyerap panas dengan baik.


• Tidak mudah panas.
• Mempunyai tingkat kekentalan rendah ( viskositas ).
• Tidak mengandung asam.

Gambar 2.51 Pendingin.


Jenis-jenis pendingin :

Soluble oils
Oli tambang dengan bahan tambah. Bila dicampur dengan air akan terbentuk
suatu campuran yang berwarna putih seperti susu. Tipe oli yang digunakan
dipasaran : Dromus D dan E, Produksi SHEEL.

Gambar 2.52 Soluble Oils.

Pendinginan campuran kimia


Campuran kimia yang mengandung : sodium nitride, triethanolamine dan sodium
mercaptobenzothia zole. Pendingin ini mempunyai keseimbangan yang baik,
pelindung karat yang baik dan mempunyai sifat tembus pandang. Contoh : BP
Energol GF.15.

Gambar 2.53 Perbandingan Campuran Kimia.

2.6 Toleransi
Toleransi adalah dua batas ukur yang diizikan pada suatu komponen atau benda
kerja lainnya. Dimana komponen atau benda kerja tersebut tidak pas atau sesuai
dengan yang kita inginkan. Toleransi terbagi dua, yaitu toleransi atas dengan
tanda plus (+) dan toleransi bawah dengan tanda minus (-).

Gambar 2.54 Defenisi Toleransi


Tabel 2.2 Variasi Ukuran Linier
Ukuran nomina 0,5 Diatas Diatas Diatas Diatas Diatas Diatas
(mm) s/d 3 3 6 30 120 315 1000
s/d 6 s/d 30 s/d 120 s/d s/d s/d 2000
315 1000
Seri ± ± ± 0,1 ± 0,15 ± 0,2 ± 0,3 ± 0,5
Variasi teliti 0,05 0,05
yang di
izinkan Seri ± 0,1 ± 0,1 ± 0,2 ± 0.3 ± 0,5 ± 0,8 ± 1,2
sedang
Seri ± 0,2 ± 0,5 ± 0,8 ± 1,2 ± 2 ± 3
kasar

Pada pekerjaan Milling menggunakan toleransi geometri, Toleransi linier dan


toleransi sudut.
Untuk melakukan pengerjaan, gambar job sheet perlu diberi arah pengerjaan
sehingga benda kerja yang dibuat sesuai dengan bentuk yang dinginkan.

Tabel 2.3 Lambang Arah Pengerjaan


Sifat yang diberi
Elemen dan toleransi Lambang
toleransi
Kelurusan
Kedataran
Elemen tunggal
Kebulatan
Toleransi bentuk Kesilindrisan
Elemen tunggal Profil garis
atau yang
Profil permukaan
berhubungan
Kesejajaran
Toleransi
Ketegak lurusan
orientasi
Ketirusan
Posisi
Elemen yang Konsentrisitas
berhubungan Toleransi lokasi
dan koaksialitas
Kesimetrisan
Putar tunggal
Toleransi putar
Putar total
Tabel 2.4 Lambang Dari Toleransi

Untuk meletakan lambang pada gambar diperlukan spesifikasi konfigurasi


permukaan benda kerja yang setiap posisi mempunyai kegunaan atau keterangan
seperti pada gambar dibawah ini
• Nilai kekasaran Ra dalam Micrometer
• Cara produksi, penegrjaan, atau pelapisan
• Panjang contoh
• Arah pengerjaan
• Kelonggaran mesin
• Nilai kekasaran lain

Gambar 2.55 Posisi Dari Lambang

Bagian-bagian Toleransi
Oleh karena ketidak telitian pada proses pembuatan yang tidak dapat dihindari,
suatu alat tidak dapat dibuat setepat ukuran yang diminta. Agar supaya
peryaratannya dapat dipenuhi,ukuran yang sebenarnya diukur pada benda kerja
boleh terletak antara dua batas ukuran yang diizinkan. Perbedaan dua batas ukuran
disebut toleransi.

Gambar 2.56 Toleransi Garis

a.Toleransi kerataan b. Daerah toleransi

Gambar 2.57 Penempatan Toleransi Kerataan

Tanpa bidang basis Satu bidang basis Dua bidang basis

Gambar 2.58 Bidang Basis Toleransi

2. Standar Toleransi Internasional IT


Toleransi yaitu perbedaan penyimpangan atas dan bawah,harus dipilih
secara seksama, agar sesuai dengan persyaratan fungsionalnya. Kemudian
macam-macam nilai nomerik dari toleransinya untuk tiap pemakaian dapat dipilih
oleh siperencana. Untuk menghindari keraguan dan untuk keseragaman nilai
toleransi standar telah ditentukan oleh ISO/R286 (ISO System of Limits and Fits-
Sistem ISO untuk limits dan suaian ). Toleransi standar ini disebut toleransi
internasional atau IT.

3. Kwalitas toleransi
Dalam sistim standar limits dan suaian, sekelompok toleransi yang
dianggap mempunyai ketelitian yang setaraf untuk semua ukuran dasar disebut
kwalitas toleransi. Telah ditentukan 18 kwalitas toleransi, yang disebut toleransi
standar yaitu IT 01, IT 0, IT 1, sampai dengan IT 16.
Nilai toleransi meningkat dari IT 01 sampai IT 16. IT 01 sampai dengan IT
4 diperuntukkan pekerjaan yang sangat teliti, seperti alat ukur, instrument-
instrumen optic, dsb. Tingkat IT 5 sampai IT 11 dipakai dalam bidang pemesinan
umum, untuk bagian-bagian mampu tukar, yang dapat digolongkan pula dalam
pekerjaan yang sangat teliti, dan pekerjaan biasa. Tingkat IT 12 s/d IT 16 dipakai
untuk pekerjaan kasar.

Pengasahan Roda Gerinda


Pengasahan bertujuan untuk mempertajam roda gerinda yang diakibatkan
oleh loading and glazing. Loading adalah tumpulnya roda gerinda yang
diakibatkan oleh kotoran yang menutupi sisi potong butiran.

Gambar 2.59 Loading.

Glazing adalah tumpulnya roda gerinda yang diakibatkan oleh ausnya sisi
potong butiran pemotong. Pada umumnya terjadi pada roda gerinda yang keras.

Gambar 2.60 Glazing.


Proses mempertahankan bentuk roda gerinda ( truing ) yaitu dengan cara
memperbaiki atau meratakan permukaan roda gerinda dari permukaan tidak rata.
Adapun alat untuk dressing and truing yaitu intan tunggal yang dipasang pada
poros logam dengan cara dilas perunggu.

Gambar 2.61 Intan Diletakan Diatas Poros Logam.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian intan sebagai alat


dressing and truing yaitu ;
Intan digunakan untuk pekerjaan yang presisi.
Intan sangat keras dan tahan pakai tetapi mudah pecah.
Bila ujung intan diletakan berlawanan dengan arah putaran roda gerinda atau
jatuh, intan tersebut bisa pecah.

Gambar 2.62 Intan Digunakan Untuk Pekerjaan Yang Presisi.

Untuk menghindari getaran yang sangat besar, poros intan dicekam


semaksimal mungkin. Getaran yang timbul akan mengakibatkan pecahnya intan.

Gambar 2.63 Pencekaman Intan


2.8 Simbol-Simbol Pada Mesin Gerinda
Adapun symbol-symbol yang terdapat pada mesin gerinda datar yaitu :

Gambar 2.64 Simbol-Simbol Pada Mesin Gerinda.

Symbol-simbol pada mesin gerinda datar :


Tombol emergency
Tombol emergency digunakan untuk menonaktifkan mesin secara
keseluruhan, bila mana terdapat kesalah pada saat mengerinda.

Gambar 2.65 Tombol Emergency.

Tombol control on/off


Pada tombol control on/off berguna untuk mengaktifkan dan mematikan
pengoperasian dari cara kerja mesin gerinda. Untuk dapat mengoperasikan secara
optimal ada beberapa tombol yang perlu diketahui serta mempunyai fungsi yang
berbeda.
Gambar 2.67 Tombol Control On/Off.

Tombol pengaturan roda gerinda


Tombol pengaturan roda gerinda ini berfungsi untuk mengaktifkan putaran roda
gerinda dan menonaktifkan putaran roda gerinda.

Gambar 2.68 Tombol Pengaturan Roda Gerinda.

Tombol pengaturan hidroulic


Tombol pengaturan hidrolik berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan
sisitem hidrolik yang ada pada mesin gerinda.

Gambar 2.69 Tombol Pengaturan Hidroulic.


Tombol pengaturan vacuum cleaner
Tombol pengaturan vacuum cleaner berfungsi untuk menghisap debu hasil
penggerindaan.
Gambar 2.70 Tombol Pengaturan Vacuum Cleaner.

Tombol pengaturan coolant


Tombol pengaturan coolant berfungsi untuk mengaktifkan dan
menonaktifkan pengeluaran air coolant

Gambar 2.71 Tombol Pengaturan Coolant.


Tombol parking mode
Tombol parking mode berfungsi untuk menentukan tempat pemberhentian roda
gerinda setelah akhir dari pengerjaan. Dimana left tempat pemberhentian sebelah
kiri dan right tempat pemberhentian sebelah kanan.

Gambar 2.72 Tombol Parking Mode.


Tombol operating mode
Tombol operating mode berfungsi untuk menentukan system operasi dari mesin
gerinda baik itu secara manual ataupun otomatis.
Gambar 2.73 Tombol Operating Mode.

Tombol jog
Tombol jog berfungsi untuk menggerakan roda gerinda dengan dengan kecepatan
1/100. jika menekan tombol Y panah ke atas maka roda gerinda bergerak
menjauhi benda kerja, sebaliknya bila menekan roda gerinda tombol Y arah ke
bawah maka roda gerinda bergerak mendekati benda kerja.

Gambar 2.74 Tombol Jog.

Tombol direction
Fungsi tombol direction sama dengan fungsi tombol jog hanya kecepatan yang
dihasilkan 1/1000.

Gambar 2.75 Tombol Direction.


Tombol pengatur pemakanan
Tombol pengatur pemakanan berfungsi untuk menentukan besar pemakanan yang
diinginkan yang dilakukan dengan 2 tahap yaitu proses roughing dan finishing.

Gambar 2.76 Tombol Pengatur Pemakanan.

Tombol pengatur kecepatan gerakan meja


Tombol pengatur kecepatan gerakan meja ini berfungsi untuk mengatur kecepatan
gerakan meja saat dilakukannya penggerindaan yaitu gerak meja menjauhi dan
mendekati operator.

Gambar 2.77 Tombol Pengatur Kecepatan Gerakan Meja.

2.9 Elemen-Elemen Dasar Mesin Gerinda


Dalam proses penggerindaan terdapat perhitungan yang digunakan pada mesin
gerinda dengan pahat yang berbentuk piringan atau roda. Adapun perhitungan
yang terdapat pada mesin gerinda yaitu:
Kecepatan Potong
π.ds .ns
vs =
1000

Dimana :
vs = Kecepatan Potong (mm/min)
ds = diameter batu gerinda (mm)
ns = putaran batu gerinda (rpm)
Komposisi Kekuatan Batu Gerinda {k}
Vw
G=
Vs
dw .Iw
K=
G.ds .bs
Dimana:
dw = lebar benda kerja (mm)
Iw = panjang benda kerja yang akan digerinda (mm)
bs = lebar batu gerinda (mm)
Waktu Potong
It w
tc = Vfv   + (t Iw + t sp)
 fr 
Dimana:
{t Iw + t sp}= waktu dwell
It = jarak gerak melintang (mm)
w = lebar material yang akan digerinda (mm)
5. Kecepatan Penghasilan Geram
z = Z.fa.v.Vfr
Dimana:
z = kecepatan penghasilan geram ( mm/min)
Vfr = kecepatan makan radial (mm/min)
BAB III
ALAT DAN BAHAN

Alat
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum mesin gerinda adalah sebagai
berikut:
 Kunci chuck
Kunci chuck digunakan untuk mengunci benda kerja yang dijepit pada cekam
rahang 3 pada saat penggerindaan silinder.

Gambar 3.1 Kunci Chuck.

 Kunci L
Kunci-L berfungsi untuk mengunci dinding dari mesin gerinda silinder
agar air coolant tidak mengenai operator, serta kunci L juga digunakan untuk
mengunci kepala lepas pada ragum mesin gerinda silinder, namun dalam hal ini
kunci L yang digunakan berukuran besar.

Gambar 3.2 Kunci-L.

 Jangka sorong
Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter, kedalaman, panjang, lebar
dari suatu benda kerja.

Gambar 3.3 Jangka Sorong.

 Kuas
Kuas berfungsi untuk membersihkan mesin gerinda dari geram yang
dihasilkan benda kerja pada saat penggerindaan.

Gambar 3.4 Kuas

 Senter putar
Senter putar berfungsi untuk menahan benda kerja yang berputar agar tidak
bergetar pada saat penggerindaan silinder, serta sebagai alat senter benda kerja
pada Chuck

Gambar 3.5 Senter Putar.

 Kepala lepas
Kepala lepas berfungsi untuk menahan benda kerja yang berbentuk silinder dan
biasanya dipakai pada penggerindaan silinder.
Gambar 3.6 Kepala Lepas.

Batu gerinda
Batu gerinda digunakan untuk mengurangi ketebalan dari benda kerja atau
diameter benda kerja serta menghaluskan permukaan benda kerja

Gambar 3.7 Batu Gerinda.

Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum teknik mesin gerinda
yaitu:
Besi ST 37 yaitu speciment uji tarik.

Gambar 3.8 Benda Kerja


BAB IV
PROSEDUR KERJA

4.1 Prosedur Umum


1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Benda kerja diukur dengan jangka sorong.
3. Mesin diaktifkan
4. Benda kerja disetting
5. Mesin disetting.
6. Datum Benda kerja disetting
7. Eretan roda gerinda dilkukan untuk melakukan gerak potong
8. Eretan benda kerja dilakukan untuk melakukan gerak makan
9. Mesin dinon-aktifkan

4.2. Prosedur kerja I


• Alat dan bahan disiapkan
• Gambar benda kerja dipahami
• Benda kerja diukur terlebih dahulu.
• Setting benda kerja
• Benda kerja dijepit pada chuck dengan kunci chuck
• Batu gerinda dijauhkan dari benda kerja dangan memutar eretan.
• Kepala lepas dimajukan agar menyaangga benda kerja
• Setting mesin
• Tombol mesin gerinda pada panel box diaktifkan / di ON kan

MGS

• Switch emergency pada mesin dinon-aktifkan dengan cara diputar ke


kanan.

• Tombol power ditekan hingga lampu menyala lalu kemudian mati

• Tombol hidrolik pump diaktifkan dengan cara diputar ke kanan


• Tombol pemutar benda kerja diaktifkan dengan cara diputar ke kanan

• Tombol pemutar batu gerinda diaktifkan dengan cara diputar kekan

• Setting datum benda kerja


• Eretan mata gerinda diputar kearah kanan, sehingga mata gerinda mendekati
benda kerja.
• Batu gerinda ditempatkan pada diameter terkecil benda kerja yang dijepit
pada chuck dengan memutar eretan meja.
• Permukaan benda kerja yang ditandai dengan timbulnya percikan api,
kondisi tersebut dinyatakan titik nol benda kerja
• Ukuran yang terdapat pada eretan di“nol”kan.

• Agar ukuran atau jarum yang menunjukkan angka”nol”tidak bergerak baut


pada eretaan harus dikunci, air coolant diaktifkan.

• Kedalaman makan pada batu gerinda diatur dengan menggerakkan eretan


yang diukur dengan tanda tiap satu garis bernilai 0,005 m/m
Maka dilakukan pemakanan pada benda kerja, yang mana gerak eretan secara
perlahan-lahan hingga menuju pada diameter yang diinginkan yaitu diameter I
=0,056 mm dan diameter II =0,1 mm
• Meja landasan digerakkan kekanan atau kekiri dengan memutarkan eretan,
jika belum halus pengerjaan dilanjutkan / diulang kembali.
• Setelah selesai satu persatu tombol dinon-aktifkan
• Benda kerja diukur dengan menggunakan jangka sorong sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan, jika ukuran belum benar pengerjaan
dilanjutkan / diulang kembali pada langkah 8
• Benda kerja dilepas dari spindle dan chuck.
• Mesin dinonaktifakan pada control box listrik
• Mesin dibersihkan.
• Ruangan dibersihkan.
BAB V
PEMBAHASAN

5.1. Gerinda silinder dan gerinda datar

1. Gerinda Silinder
1.1 Definisi
Menggerinda silinder adalah salah satu proses pemotongan/ pengasahan benda
kerja yang berbentuk silinder dengan menggunakan alat potong (batu gerinda)
yang berputar. Prinsip kerjanya ialah batu gerinda memotong benda kerja silinder
dengan arah putaran yang berlawanan.

Jenis Mesin Gerinda Silinder


Berdasarkan konstruksi mesinnya, gerinda silinder dapat dibedakan menjadi
beberapa jenis antara lain ;
1. Mesin gerinda silinder luar
Digunakan untuk menggerinda diameter luar yang berbentuk silindris dan tirus.
2. Mesin gerinda silinder dalam
dengan benda kerja berputar digunakan untuk menggerinda diameter dalam yang
berbentuk silindris dan tirus.
3. Mesin gerinda silinder dalam
Dengan benda kerja diam.Digunakan untuk menggerinda diameter dalam benda
kerja yang berukuran besar.
4. Mesin gerinda silinder universal
Untuk menggerinda diameter luar dan dalam yang berbentuk silindris dan tirus.
5. Mesin gerinda silinder luar tanpa senter (centreless)
Digunakan untuk menggerinda diameter luar yang berbentuk silindris secara
missal untuk benda kerja pendek ataupun panjang.
6. Mesin gerinda silinder dalam tanpa senter (centreless)
Digunakan untuk menggerinda diameter dalam yang berbentuk silindris secara
massal.
Bagian - bagian Mesin Gerinda Silinder

Mesin gerinda silinder memiliki beberapa bagian – bagian utama antara lain:
1. Kepala Utama (Head Stock)
Sebagai penghasil gerak putaran batu gerinda. Ada dua jenis kepala utama yaitu :
a. kepala utama dengan sudut yang dapat diatur
b. kepala utama dengan sudut yang tidak dapat diatur
2. Spindle Utama dan Pengontrol Gerakan Meja

Keterangan :
a. Spindel Utama g. Knob pengontrol kecepatan meja
b. Spindel pengatur gerak meja. h. Pengaturan pemberhentian kiri.
c. Tuas pembalik i. Pengaturan pemberhentian kanan
d. Knob pengatur waktu j. pengatur pemakanan otomatis
e. Pengaturan pemakanan bertahap k. Tuas utama
f. Pengunci spindle utama l. Tuas otomatis
m. Pengatur langkah

3. Kepala Lepas
Digunakan sebagai penyangga apabilamencekam benda kerja dengan dua senter.

4. Bed atau Meja


Sebagai tempat kedudukan kepala lepas danspindle utama. Meja ini juga dapat
diatur menyudut.
5. Panel Kontrol
Pengontrol proses kerja mesin.
6. Perlengkapan Pendingin
Tempat pengatur aliran cairan pendingin.

Fungsi Cairan Coolant


Fungsi dari cairan coolant adalah
a. mengurangi efek thermal dari gesekan dan menghilangkan temperatur tinggi
pada permukaan benda kerja selama proses gerinda
b. melumasi permukaan antara benda kerja dan roda gerinda sehingga
menghasilkan finishing yang baik
c. menghilangkan chip (sisa benda kerja setelah melalui proses machining)
d. menghindarkan bahaya percikan api dan debu sisa grinding demi keselamatan
pekerja.
2. Gerinda Datar
2.1 Definisi
Menggerinda datar adalah proses pemakanan benda kerja dengan menggunakan
batu gerinda yang berputar, dimana benda kerja di cekam pada bidang datar
menggunakan alat cekam khusus.
2.2 Jenis Mesin Gerinda
1.1 Berdasarkan Sumbu Utama
- Mesin Gerinda Datar Horisontal dengan gerak meja bolak-balik, digunakan
untuk menggerinda benda-benda permukaan rata dan menyudut.

- Mesin Gerinda Datar Horisontal dengan gerak meja berputar, digunakan untuk
menggerinda permukaan rata poros.

- Mesin Gerinda Datar Vertikal dengan gerak meja bolak-balik,digunakan untuk


menggerinda benda-bnda rata lebar dan menyudut.
- Mesin Gerinda Datar Vertikal dengan gerak meja berputar, digunakan untuk
menggerinda permukaan rata poros.

1.2 Berdasarkan Prinsip Kerja Mesin


- mesin gerinda datar semi otomatik:prosesnya masih menggunakan manual dan
otomatis mesin.
- mesin gerinda datar otomatis:untuk proses kerja nya digunakn system ototmatis
yaitu dengan system pemrogaraman NC dan CNC.(numerical control dan
computer numerical control).
1.3 Berdasarkan Kegunaannya
A. Mesin Gerinda Meja
Mesin Gerinda Meja digunakan untuk menggerinda alat-alat potong sedehana dan
peralatan kerja bangku.

B. Mesin Gerinda Mata Bor dibagi menjadi 2 bagian :


a. Untuk diameter kecil
Digunakan untuk mengasah mata bor yang diameternya kecil sampai Ø 6 mm
b. Untuk diameter besar
Digunakan untuk mengasah mata bor yang diameternya besar dan ditambah
perlengkapan khusus. Digunakan untuk mengasah Ø mata bor dari Ø 13 ke atas.
C. Mesin Gerinda Alat Potong Sederhana
Digunakan untuk mengasah alat potong seperti, pahat bubut, counter bor, dll.
Semua gerakan diatur secara manual.
D. Mesin Gerinda Alat Potong Semi Otomatis
Prinsif kerjanya sama seperti yang seperti Mesin Gerinda sederhana tetapi hanya
dilengkapi mekanisme gerkan heliks yang dapat diatur gerakannya sesuai dengan
kebutuhan dimensi yang diinginkan.
E. Mesin Gerinda Alat Potong Otomatis
Semua gerakan diatur secara otomatis. Kelebihannya : ukuran yang di inginkan
akan sesuai. Tetapi itu semua tergantung si operator yang menggunnakannya.
F. Mesin Gerinda Pisau gergaji
Digunakan untuk mengasah alat potong yang berbentuk tipis dan mata potongnya
banyak seperti pisau gergaji.

2. Bagian-bagian Mesin Gerinda Datar


a. Kepala Utama:
bagian yang menghasilkan gerak putar roda gerinda dan gerakan pemakanan.
b. Meja :
Tempat dudukan benda kerja yang akan digerinda.
c. Panel Kontrol
Bagian pengatur proses kerja mesin.
d. Perlengkapan Pendingin
Berfungsi sebagai tempat pengatur aliran cairan pendingin.

2.3 Sistem Pencekaman


Roda-roda gerinda dipasang pada poros-poros mesin melalui lubangnya dan
diklemantara dua pencekam (flanges). Pnceka (flanges) harus mempunyai celah
dengan rodagerinda. Kedua pencekam harus berdiameter sama dan sekurang-
kurangnya 1/3 dari roda gerinda yang baru. Untuk roda gerinda yang lebih kecil
dari 50 mm tidak ada peraturan pemakaian pencekaman. Material yang liat harus
digunakan untuk pencekam. Besi kelabu tidak boleh digunakan. Cekam pemutar
harus terkunci bersama-sama poros mesin. Ring dari material yang dapat ditekan
(mempat) seperti kertas, karet atau kulit harus dipasang antara roda gerinda dan
pencekamnya. Diameter ring harus sama dengan dengan diameter pencekam.
Material lunak (timah, plastik) harus digunakan jika dibutuhkan bush antara
lubang lubang roda gerinda dan poros mesin. Lubang dari bush roda gerinda
tersebut harus 0,1 lebih besar diameternya dari diameter poros mesin atau
diameter utama dari pencekaman. Baut atau mur pencekaman dikencangkan
secukupnya, agar dapat menhan roda gerinda.
Pencekaman benda kerja pada mesin gerinda datar
1. Pencekaman elektromagnetik
Pencekaman ini biasanya berbentuk segi empat atau lingkaran yang dilengkapi
dengan elektro magnet.Dalam konstruksinya, badan ataupencekam disatukan
dengan batang- batang magnet. Batang magnet ini dililit oleh lilitan
kawat,sehingga bagian dari batang magnet ini menghasilkan kutub U (north) dan
S (south). Pelatbagian atas terbuat dari baja dan bahan dari magnet yang saling
bergantian. Bahan antimagnet ini berfungsi untuk mengarahkan aliran magnet,
sehingga garis-garis gaya dipaksakeluar (naik) dari plat atas dan lewat benda kerja
yang harus dicekam. Pencekam elektromagnetic harus dialiri dari arus searah dan
biasanya dengan tegangan 110 dan 220 volt.
2. Pencekaman dengan magnit tetap
Bentuk umum konstruksi dan rupa dari pencekam ini sama dengan tipe listrik,
beda
prinsipnya hanya pada magnitnya yang permanen. Magnit2 dipasang dalam
butiran2 besi
silikon untuk muatan magnit. Butiran-butiran ini sebagai unit kekuatan. Butiran-
butiran
dikurung dalam selubung yang non-magnit, diantara dasar dan pelat atas, yang
keduanya
dibuat dari baja lunak. Pelat atas memiliki logam yang disisipkan, terpisah
kemagnitannya
dari pelat baja dengan menyisipkan material anti magnit di sela-selanya. Butiran
dalam
selubung mempunyai gerakkan longitudinal yang diatur oleh batang eksentrik,
dilakukan
dengan tuas.
• Magnit permanen dalam posisi ON Memasukkan posisi ON dilakukan
dengan menggerakkan butiran. Dalam posisi ON, posisi butiran magnit sebidang
dengan kutub sisipan di pelat atas. Dalam posisi ini, aliran magnit mengalir dari
kutub S ke kutub luar (pelat atas), N ke pelat dasar melalui butiran kutub dalam
(sisipan), aliran akan terjadi dengan melalui benda kerja.
• Magnit permanen dalam posisi OFF
Dalam posisi OFF magnit dipindahkan sehingga butiran dan penyisip tidak
segaris. Aliran magnit masih melalui pelat dasar dan butiran-butiran, tetapi
tertutup oleh perlat atas dan penyisip, apalagi untuk melalui benda kerja.
Keuntungan dari magnit permanen yaitu tak tergantung dari listrik (DC) dan dapat
dipasang juga di ragum berputar. Permanen magnit dapat hilang kemagnitannya
oleh karena waktu.Kekuatannya hilang kembali setelah beberapa tahun, sehingga
diperlukkan pemagnitan kembali.
3. Packing berlapis
Jika diperlukan pemegangan benda kerja pada ragum magnit dengan bantuan blok
penahan anara benda kerja dan ragum, blok penahan dari baja seluruhnya sangat
tidak menguntungkan karena menyerap seluruh aliran magnit, sehingga tidak ada
kekuatan untuk memegang benda.
4. Pengurang jarak kutub
Jika jarak antara kutub meja magnit terlalu besar untuk memegang benda kerja
kecil dan tipis, pengurang jarak kutub dapat digunakan.
5. Penghilang magnit
Setelah benda kerja berada di meja magnit diperlukan penghilangan magnit yaitu
sisa kemagnitan yang mungkin akan menghalangi dalam pemakaiannya.
Penghilangan magnit dilakukan dengan memberikan pada benda kerja aliran
magnit yang berbeda, yang mana akan menghilangkan sisa-sisa kemagnitan.
Benda kerja dilewatkan melalui celah antara 2 kutub magnit yang berbeda.
6. Ragum penggerindaan
Bentuk-bentuk ragum yang digunakan di mesin-mesin gerinda datar biasanya
sama. Tetapi bentuk regum penggerindaan yang khusus dibuat oleh pabrik Swiss
(USTER). Ragum ini mempunyai keuntungan bahwa benda kerja tidak akan
terangkat ketika dijepit dan semua permukaan tergerinda tegak lurus.
Permukaan benda kerja yang dijepit oleh ragum ini menghasilkan bidang yang
akan tergerinda dengan kesikuan dan kesejajaran yang baik. Ragum dicekam
dengan menggunakan pencekam magnet dalam posisi yang bias diubah-ubah
sesuai dengan penggerindaan yang diinginkan. Bidang-bidang dari ragum
digunakan sebagai bidang dasar dan penahan.
Permukaan bidang pencekam dan tercekam harus bersih dari kotoran-kotoran
yang mengganggu pencekaman dan ketelitian penggerindaan.
Menggerinda benda kerja tegak lurus, ragum diputar 90° tanpa membuka benda
kerja, bidang-bidang dari ragum digunakan sebagai bidang dasar dan penahan.
Harus diperhatian bahwa benda kerja harus keluar salah satu sisinya dari rahang-
rahang ragum, sebelum memulai penggerindaan pada permukaan pertama.

7. Meja sinus
Meja ini mampu mendapatkan sudut-sudut dengan tepat dalam ketelitian detik
(busur). Pemasangan (setting) dilakukan dengan menyisipkan slip gaugee di
bawah meja yang dapat dimiringkan pada jarak jari-jari R dari sumbu. Meja ini
dicekam pada meja magnet. Kemiringan sudut yang dikehendaki diatur dengan
cara mengganjal pada bagian bawah memakai slip-gauges. Benda kerja dipasang
pada bidang atas meja sinus dengan sistim pencekaman meja magnet.

8. Pemegangan benda kerja dengan bidang penahan (kontak) yang kecil


Benda kerja dengan bidang penahan yang kecil, harus dijepit dalam ragum
penggerindaan. Untuk mendapatkan kesejajaran dua bidang dengan tepat,
pemegangan langsung pada meja magnit mungkin diperlukan. Benda kerja harus
dicegah berputar dengan meletakkan batang pemberhenti di dekat bidang yang
digerinda. Packing berlapis dan blok paralel dapat digunakan untuk tujuan ini.
Benda kerja tidak boleh menyentuh packing berlapis karena packing berlapis
tersebut dapat menarik benda kerja itu dan mengakibatkan benda kerja itu tidak
paralel sebab packing tidak tepat siku.
9. Pemegangan benda kerja yang bengkok di meja magnit
Benda kerja bengkok dipegang di meja magnit dengan tujuan benda kerja tidak
akan bergoyang. Pelat-pelat baja harus diletakkan di bawah bagian yang bengkok
agar dapatmencegah perubahan bentuk material selama tertarik dalam bidang
magnit.
10.Posisi dari benda kerja persegi panjang pada meja magnit
Dalam aturan umum, benda kerja persegi panjang diletakkan di meja magnit
dengan bidang yang panjang sesumbu dengan gerakan longitudinal dari meja
mesin. Di posisi ini benda kerja menyilang lebih banyak magnit-magnit dan
bergeraknya benda kerja terkurangi

Alat-alat pencekaman
· Ragum sinus presisi
Dapat digunakan untuk mencekam benda kerja dalam penggerindaan yang
membentuk sudut dengan ketelitian yang mencapai detik.
· Meja sinus
Digunakan untuk penggerindaan menyudut dengan ketelitian hingga detik. Sistim
pencekaman menggunakan magnit permanen atau klem.
· Meja sinus universal
Meja jenis ini selain dapat membentuk sudut kea rah vertical, juga ke arah
horizontal.
· Blok penghantar magnit(packing berlapis)
Berfungsi untuk meneruskan aliran medan magnit dari sumber magnit ke benda
kerja. 3 bentuk standar blok penghantar magnit :
a). bentuk persegi

b). bentuk segitiga


c). beralur-V

· Blok pengurang jarak kutub


Digunakan untuk mencekam benda kerja kecil.

5.2 Analisa
Selama praktikum,kita dapat menemukan beberapa fenomena-fenomena yang
terjadi. Pada saat praktikum sering terjadi ukuran benda kerja tidak sesuai dengan
yang kita inginkan atau tidak sesuai dengan job sheet. Hal ini terjadi akibat
kesalahan dalam memilih datum maupun kelebihan mengatur jarak pemakanan
benda kerja .Selain itu apabila melakukan gerak pemakanan terlalu cepat hasil
yang didapat tidak akan maksimal, dan bisanya permukaan benda kerja tidak
halus atau licin. Kecepatan putaran eretan sangat mempengaruhi tingkat kehalusan
dari suatu benda kerja yang akan dibuat

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum pemesinan gerinda
adalah sebagai berikut:
Kesalahan dalam menentukan titik datum menyebabkan perbedaan hasil ukuran
program yang kita input.
Hasil benda kerja yang tidak bagus disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
kurang dalam hal pemberian air coolant., batu gerinda yang tidak rata.,
pemakanan yang terlalu tebal.
Pemakanan yang terlalu tebal akan menyebabkan benda kerja kasar.
Permukaan yang halus didapat dari putaran spindle yang tinggi dan feeding yang
rendah.

6.2 Saran
Adapun beberapa saran dari penulis dalam pemesinan gerinda ini adalah
sebagai berikut:
Terlebih dahulu prinsip kerja dari mesin gerinda dan tombol-tombol yang ada
pada mesin gerinda dipahami dan dipelajari
Pada saat melakukan proses penggerindaan cek terlebih dahulu kondisi mesin
gerinda mengenai air coolant, batu gerinda.
Gunakan putaran spindle tinggi, kecepatan feeding rendah dan gerak meja yang
lambat serta pemberian air coolant yang cukup untuk mendapatkan permukaan
yang rata dan gunakan pada saat proses finishing.
Agar lebih teliti dalam menentukan titik datum.
Setelah selesai melakukan proses penggerindaan jauhkan antara batu gerinda
dengan meja kerja
Agar mengunci chuck maupun kepala lepas sampai sampai benar-benar kencang
DAFTAR PUSTAKA
Politeknik Mekanik. Teknik Bengkel. Swiss : ITB
R.A HIGGINS, Enggineering metallurgy Parts 1 and 2, The Higner Technikal
Series B. H. Amstead. 1995. Teknologi Mekanik. Edisi ketujuh, Erlangga : Jakarta
www.scribd.com