Anda di halaman 1dari 11

Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

Chapter 11 Power Amplifier


TIK
1. Memahami beberapa istilah terkait system penguatan
2. Mampu menentukan garis beban ac & dc dan menentukan titik
pengoperasiannya
3. Mamahami cara mengatur hambatan emitter untuk mendapatkan hasil yang
optimum
4. Mampu menghitung besarnya penguatan daya dan efisiensi dari penguat daya

Outline
1. Amplifier Terms
2. Two Load lines
3. Optimum Q point
4. Class A Operation
5. Quizzes
6. Common Misconception

Dalam sebuah stereo, radio atau televisi, sinyal inputnya kecil. Setelah melalui beberapa
tingkat penguatan tegangan, sinyal menjadi besar dan menggunakan seluruh garis beban.
Dalam tingkatan terakhir system, arus kolektor sebesar mungkin, karena impedansi beban yang
dibuat kecil. Speker penguat stereo, misalnya, memiliki impedansi hanya 8 Ohm.
Sebagaimana dibahas pada bab 6, transistor sinyal kecil memiliki daya yang kurang dari
1 W, sedangkan transistor daya memiliki rating daya lebih dari 1 W. Transistor sinyal kecil,
biasa digunakan didepan system, karena sinyal dayanya rendah, sementara transistor daya
diletakkan dibelakang, karena daya sinyal dan arusnya besar.

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 1


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

11.1 Amplifier Terms


Ada beberapa cara menjelaskan amplifier. Kita dapat menjelaskan berdasarkan kelas
pengoperasiannya, tipe koplingnya atau berdasarnya daerah pengoperasian frekuensinya.

11.1.1 Classes of Operation

Class A Class B Class C


Collector current flows for Collector current flows for Collector current flows for
0 0
360 of ac cycle only half cycle (180 ) less than 1800 of ac cycle

Q point near the middle of Q point at cutoff position


load line
Low Efficiency

11.1.2 Types of Coupling

Capacitive Coupling Transformer Coupling Direct Coupling

Ac coupling Ac coupling Ac, dc coupling

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 2


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

11.1.3 Ranges of Frequency

9 Audio amplifier Æ 20 Hz – 20 kHz


9 Radio Frequency (RF) Amplifier
o AM Æ 535 kHz – 1605 kHz
o FM Æ 88 MHz – 108 MHz
9 Narrowband amplifier Æ 450 kHz – 160 kHz
9 Wideband amplifier Æ 0 – 1 MHz

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 3


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

11.2 Two Loadlines

Analisa DC Analisa AC

ic rc + vce = 0
ic = ∆I C = I C − I CQ
Q po int ( I CQ ,VCEQ ) vce = ∆VCE = VCE − VCEQ

I C ( RC + RE ) + VCE = VCC I C = I CQ +
VCEQ

VCE
rc rc

Vcc I C sat = ...


I C sat =
RC + RE &
VCEcutoff = ...
VCEcutoff = VCC

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 4


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

Setiap penguat memiliki rangkaian ekivalen dc dan rangkaian ekivalen ac, sehingga
memiliki 2 garis beban: garis beban dc dan garis beban ac. Yang perlu diperhatikan pada

saat penggabungan analisa dc dan ac adalah:


‰ Titik pengoperasian hasil analisa DC disebut sebagai quescient point.

VE
I CQ = dan VCEQ = VCC − I CQ RC − VE
‰
RE

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 5


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

11.3 PNP Loadlines (blm dikoreksi)

Analisa DC Analisa AC

ic rc + vec = 0
ic rc − vce = 0
ic = ∆I C = I C − I CQ
Q point ( I CQ ,−VCEQ ) vce = ∆VCE = VCE − VCEQ
− (VCE − VCEQ ) + ( I C − I CQ )rC = 0

iC ( RC + RE ) − VCE = VCC I C = I CQ +
VCEQ

VCE
rc rc

Vcc I C sat = ...


I C sat =
RC + RE &
VCEcutoff = ...
VCEcutoff = −VCC

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 6


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

11.4 Optimum Q point

Jika sinyal ac dibesarkan, maka kita akan melihat pemotongan pada daerah cutoff,
sedang jika Q point kita geser keatas, maka sinyal besar akan mendorong transistor ke kondisi

jenuh. Maksimum Peak (MP) diperoleh pada saat VCEQ (diatas pusat garis beban ac) atau

I CQ rC (dibawah pusat garis beban ac) , sehingga bila kita menginginkan sinyal tidak
terpotong, kondisi Q point optimum terjadi pada saat

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 7


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

VCEQ = I CQ rC
maka akan kita peroleh harga hambatan emitter optimum, yang akan menghasilkan MPP.

VE ( RC + rc )
RE =
VCC − VE
Perdefinisi MPP adalah harga maksimum teganagn peak to peak yang tidak terpotong,
yang dapat dihasilkan sebuah penguat.

Catatan untuk PNP, RE optimum adalah (silahkan buktikan)

VRE ( RC + rc )
RE =
VCC − VRE

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 8


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

11.5 Class A Operation

Penguat VDB adalah termasuk penguat kelas A, sepanjang sinyal outputnya tidak
terpotong. Selain penguatan tegangan voltage gain, penguat juga memiliki power gain,
penguatan daya, yang besarnya:

pout
Power Gain
Ap = G =
pin

11.5.1 Output Power

Bila kita ukur tegangan output (dalam rms, ingat v p = 2 vrms ), maka daya
outputnya adalah,

2
vrms (v pp / 2 2 ) 2 vout
2
pout = = =
RL RL 8 RL
Daya yang dikeluarkan maksimum ketika penguat menghasilkan tegangan peak to peak
maksimum. Dalam hal ini vpp sama dengan MPP. Maka daya output maksimum adalah:

MPP 2
pout (max) =
8 RL

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 9


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

vin
Pin =
Dengan cara yang sama untuk daya input 8Z in

11.5.2 Transistor Power Dissipation

Bila tak ada sinyal masuk ke penguat, disipasi daya quiescent adalah

PDQ = VCEQ I CQ
Bila ada sinyal, disipasi daya menjadi lebih kecil karena transistor beberapa daya quiescent ke
daya sinyal. Karena itu power rating transistor pada pengoperasian kelas A harus lebih besar
dari PDQ, karena bila tidak transistor akan rusak.

11.5.3 Current Drain


Seperti dapat dilihat pada gambar, bahwa sumber tegangan dc memberikan arus dc ke
penguat. Arus dc ini memiliki 2 komponen, arus bias dari pembagi tegangan serta arus
kolektor. Arus dc disebut juga current drain of stage.

VCC
I dc = I bias + I CQ = + I CQ
R1 + R2

11.5.4 Efficiency
Daya dc yang disuply ke penguat daya adalah

Pdc = VCC I dc
Efisiensi dari rancangan penguat daya adalah daya output ac dibagi dengan daya input dc

pout
η= x100%
pdc

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 10


Chapter 11: Power Amplifier -----------------------------------------------------------------------------

11.6 Quizzes
9 Analyze an complete optimum CE amplifier
9 Analyze a multistage amplifier

11.7 Common misconception


9 Confuse for optimum pnp transistor

Discrete Electronics, Martarizal ----------------------------------------------------- 11