0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
580 tayangan5 halaman

Osilator Hartley

1. Osilator Hartley terdiri dari rangkaian penguat dan resonator LC yang menghasilkan osilasi. 2. Frekuensi resonansi ditentukan oleh nilai komponen L dan C pada resonator LC. 3. Penguatan tegangan harus lebih besar dari redaman agar osilasi stabil.

Diunggah oleh

Jihan Novita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
580 tayangan5 halaman

Osilator Hartley

1. Osilator Hartley terdiri dari rangkaian penguat dan resonator LC yang menghasilkan osilasi. 2. Frekuensi resonansi ditentukan oleh nilai komponen L dan C pada resonator LC. 3. Penguatan tegangan harus lebih besar dari redaman agar osilasi stabil.

Diunggah oleh

Jihan Novita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OSILATOR HARTLEY

1. Dasar Teori

Osilator Hartley merupakan oscilator yang banyak digunakan pada rangkaian


penerima radio AM dan FM. Frekuensi resonansi ditentukan oleh harga T1 dan C1.
Kapasitor C2 berfungsi sebagai kopling AC rangkaian tank circuit LC ke basis Q1 .
Tegangan bias Q1 diberikan melalui resistor R2 dan R1. Kapasitor C4 sebagai kopling
jaringan umpan balik output oscilator hartley dengan rangkaian input melalui tank circuit
T1. Kumparan RF (L1) merupakan pull up tegangan dan untuk menahan sinyal AC agar
tidak mempengaruhi rangkaian catu daya. Q1 pada rangkaian osciolator hartley dibawah
merupakan transistor tipe n-p-n dengan konfigurasi common emitor. Untuk lebih detil
dapat dilihat pada rangkaian oscilator hartley berikut.

Rangkaian Oscilator Hartley

Pada saat rangkaian oscilator hartley diatas diberikan sumber tegangan DC untuk
pertama kali, tegangan DC mengalir ke kolektor melalui L1 dan C4 termuati, pada saat yang
sama basis medapat bias maju memalui R2 sehingga transistor Q1 konduk dan tegangan
pada kolektor dialirkan ke ground melalui emitor dan R1. Pada awalnya IE, IBdan
IC mengalir pada Q1. Dengan IC mengalir lewat L1, tegangan kolektor mengalami
penurunan. Tegangan ke arah negatif ini diberikan pada bagian bawah T1 oleh kapasitor
C4. Ini mengakibatkan arus mengalir pada kumparan bawah. Elektromagnet pada T1akan
membesar di sekitar kumparan. Ini akan memotong kumparan bagian atas T1 dan
memberikan tegangan positif untuk mengisi kapasitor C1. Tegangan ini kemudian
diberikan pada Q1 melalui C2. Q1 akhirnya sampai pada titik jenuh dan mengakibatkan
terjadinya perubahan pada VC . Medan di bagian bawah T1 akan dengan cepat habis dan
mengakibatkan terjadinya perubahan polaritas tegangan pada bagian atas. Keping
C1 bagian atas sekarang menjadi negatif sedangkan bagian bawah menjadi positif.
Muatan C1 yang telah terakumulasi akan mulai dikosongkan melalui T1 pada proses
rangkaian tangki (tank circuit). Tegangan negatif pada bagian atas C1 menyebabkan
Q1 berubah ke negatif menuju cutoff. Selanjutnya ini akan mengakibatkan VC membesar
dengan cepat. Tegangan ke arah positif kemudian ditransfer ke bagian bawah T 1 oleh C4,
sebagai jaringan umpan balik. Tegangan ini akan tertambahkan pada tegangan C 1 .
Perubahan pada VCberangsur-angsur berhenti, dan tidak ada tegangan yang
diumpanbalikan melalui C4. C1 telah sepenuhnya dikosongkan. Medan magnet di bagian
bawah L1 kemudian menghilang. C1 kemudian termuati lagi, dengan bagian bawah
berpolaritas positif dan bagian atas negatif. Q1 kemudian berkonduksi lagi. Proses ini akan
berulang terus. Rangkaian tangki oscilator menghasilkan gelombang kontinyu dimana
hilangnya muatan rangkaian tangki oscilator dipenuhi lagi melalui jaringan umpan balik
C1 .
Sifat khusus osilator Hartley adalah adanya tapped coil. Sehingga sejumlah
variasi rangkaian dimungkinkan pada rangkaian oscilator hartley. Kumparan mungkin
dapat dipasang seri dengan kolektor. Variasi ini biasa disebut sebagai oscilator Series-fed
Hartley. Rangkaian seperti pada gambar diatas termasuk oscilator Shunt-fed Hartley.

2. Perancangan
2.1. Deskripsi Singkat dan Spesifikasi
Rangkaian osilator tipe ini terdiri atas resonator LC dan penguatat
(amplifier). Frekuensi ditentukan oleh dua induktor terhubung seri dan sebuah
kapasitor tersebut. Osilator Hartley ditandai dengan pembagi tegangan induktif
terdiri dari L1 dan L2, umpan balik tegangan ini digunakan untuk mempertahankan
osilasi. Sirkuit resonansi paralel LC bertanggung jawab untuk osilator frekuensi.

2.2. Digram Block

Dibawah ini merupakan gambar diagram blok dari rangkaian Osilator Hartley.

OSILATOR
INPUT HARTLEY
OUTPUT

2.3. Penentuan dan Pembahasan Komponen atau Blok

Untuk mendapatkan hasil Osilator Hartley, komponen-komponen yang dibutuhkan adalah


sebagai berikut :
1. Osilloscope : 1 buah
2. Frequency Counter : 1 buah
3. Transistor 2N3904 : 1 buah
4. Resistor : 10 kΩ (2 buah), 500 Ω (1 buah)
5. Kapasitor : 1 µF (3 buah)
6. Induktor : 2.5 mH(1 buah), 0.5 mH(2 buah)
7. Ground : 4 buah
2.4. Gambar Skematik dan Rangkaian

XSC1

Ext Trig
+
_
A B
V1 + _ + _
12 V XFC1
123
R1 L1
10kΩ 2.5mH
C1

1µF
Q1
C3 C2 L2
1µF 0.5mH
1µF
2N3904

R2 R3 L3
10kΩ 500Ω 0.5mH

Gambar rangkaian RC dengan Hartley

2.5. Hasil Simulasi dan Perhitungan


2.6. Analisa

Osilasi atau getaran periodik dengan amplitudo yang konstan adalah hasil
yang diharapkan dari rangkaian Osilator Hartley. Komponen yang berperan
bertanggung jawab untuk mempertahankan osilasi pada Osilator Hartley
adalah komponen induktor (L) dan kapasitor (C). Dengan pemasangan
2 induktor (L) secara seri serta diparalelkan dengan kapasitor (C) setelah
rangakain amplifire. Dari hasil percobaan dapat dilihat bahwa besarnya fc
(frekuensi osilasi) bergantung pada besarnya nilai L yang disusun seri (L2,L3)
dengan C yang diparalelkan (C2). Semakin besar nilai L2,L3 dan C2 maka
semakin kecil nilai fc( frekuensi osilasi), begitupun sebaliknya.

Sebuah redaman tercipta pada rangkaian Osilator Hartley dengan rasio


L1
, dan osilasi dapat terganggu oleh redaman tersebut sehingga
L2

mengakibatkan ketidak stabilan. Untuk mempertahankan osilasi maka besar


penguatan tegangan harus lebih besar dari besarnya rasio. Dari percobaan
osilasi dapat dibuktikan dalam keadaan stabil dan tidak terganggu redaman
1
karena penguatan tegangan lebih besar daripada besar redaman atau Apabila
B
syarat tersebut tidak terpenuhi maka osilasi di osilator tidak akan stabil
seperti yang diharapkan.

Dari hasil percobaan dan tugas dapat dibuktikan bahwa besar nilai L2 dan
L3 berpengaruh pada besar penguatan rangkaian. Semakin besar nilai L2 atau
L3 maka semakin besar penguatan rangkaian dan berlaku sebaliknya.

2.7. Kesimpulan

1. Osilator Hartley terdiri dari rangkaian penguat (amplifier) dan rangkaian


resonator LC
2. Rangkaian amplifier mengakibatkan penguatan tegangan dan beda fasa
180° antara input dan output.

3. Rangkaian resonator LC adalah rangkaian yang terdiri dari dua komponen


L (inductor) yang diserikan kemudian untuk komponen C (Kapasitor)
diparalelkan dengan kedua inductor yang telah diserikan
4. Nilai fc (frequensi resonansi) dapat diubah dengan mengubah nilai L2,L3 dan
LC (nilai komponen resonator)

5. Frekuensi resonansi berbanding terbalik dengan nilai induktansi dan


kapasitansi

6. Bagian yang paling penting di Osilator Hartley besar gain tegangan harus
lebih besar dari besar redaman (1/B) untuk menghindari peredaman osilasi
atau kondisi osilasi yang tidak stabil.

Daftar Pustaka

https://www.scribd.com/document/363891117/Novia-Karostiani-1503449-Modul-
Ke-1-Simulasi-Osilator-Hartley-Menggunakan-NI-Multisim

https://www.scribd.com/doc/149193802/Simulasi-Rangkaian-Osilator-Hartley

Anda mungkin juga menyukai