Anda di halaman 1dari 9

Skenario Pembelajaran

Mata Pelajaran : SAINS


Materi ajar : Gaya
Sub Konsep : 3.5 Gaya Gesek
Satuan Pendidikan : SMP
Kelas / semester : VIII/Genap
Model Pembelajaran : Siklus Belajar
Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 x pertemuan)

I. Standar Kompetensi :
4. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari
II. Kompetensi Dasar:
4.2 Mengidentifikasi jenis-jenis gaya, penjumlahan gaya dan pengaruhnya pada suatu benda yang dikenai gaya
III. Indikator:
• Menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gesekan
• Menganalisis gerak benda pada bidang datar miring dibawah pengaruh gaya gesekan
• Menganalisis gerak benda pada bidang miring dibawah pengaruh gaya gesekan

IV. Media/Alat
1. Papan licin dan kasar
2. Balok
3. Neraca
4. Neraca Pegas
5. Busur derajat
6. Koin uang logam
V. Materi Pokok
1. faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gesekan
2. Gaya gesek pada permukaan datar
3. Gaya gesek pada permukaan miring

VI. Kegiatan Belajar Mengajar


Perkiraan
Tahapan siklus Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
Waktu
A. PELIBATAN a. Demonstrasi 1.
1. Guru meletakkan balok di atas meja.
Selanjutnya menanyakan pada siswa
- Bagaimana keadaan balok?
- gaya apa saja yang bekerja pada balok?
(arahkan ke konsep benda diam, hukum I
Newton).
2. Guru menarik balok kayu dengan neraca
pegas (usahakan balok tetap diam).
Selanjutnya guru menanyakan pada siswa
“setelah balok ditarik mengapa balok tetap
diam? dan gaya apa saja yang bekerja pada
balok?”
3. Guru menampung semua jawaban siswa
beserta alasannya.
(diharapkan akan muncul jawaban balok diam
karena dihambat oleh suatu gaya).
4. Salah satu siswa diminta kedepan untuk
menggambarkan diagram gaya pada balok.
(diagram gaya ini dimaksudkan agar siswa
lebih mudah memahami adanya gaya gesek
pada balok yang ditarik).

b. Demonstrasi 2
1. Guru menunjukkan dua permukaan papan
yang berbeda kekasarannya. Kemudian
menanyakan pada siswa permukaan mana
yang lebih licin
2. Guru meletakkan dua papan tersebut dengan
posisi miring dan dengan kemiringan yang
sama
3. Guru menunjukkan dua koin uang logam dan
menanyakan pada siswa ”Jika saya letakkan
koin di atas dua permukaan papan ini, koin
mana yang lebih mudah meluncur?” (semua
jawaban siswa ditampung beserta alasannya).
4.Guru menunjukkan kebenaran dari jawaban
siswa dengan meletakkan dua koin masing-
masing di atas dua permukaan papan tersebut.

c. Demonstrasi 3.
1. Guru menunjukkan dua koin uang logam yang
berbeda massanya dan menanyakan pada
siswa ”Jika saya letakkan koin masing-masing
di atas dua permukaan papan ini, koin mana
yang lebih mudah meluncur?” (semua
jawaban siswa ditampung beserta alasannya).
4.Guru menunjukkan kebenaran dari jawaban siswa
dengan meletakkan dua koin yang berbeda
massanya masing-masing di atas dua permukaan
papan tersebut.
B. EKSPLORASI a. Perumusan masalah
berdasarkan dari pengalaman demonstrasi dan
tanya jawab tersebut, selanjutnya siswa diminta
untuk mengusulkan permasalahan yang akan
dipelajari. Guru mengingatkan bahwa koin di
atas permukaan licin lebih mudah meluncur
daripada koin di atas permukaan kasar. Guru
mengarahkan pemikiran siswa agar merumuskan
masalah
”Mengapa koin pada permukaan kasar lebih sulit
meluncur dari pada koin di atas permukaan
licin”.
b. Kegiatan pecobaan
Setelah berhasil merumuskan masalah, guru
mengajak siswa melakukan percobaan yang
disajikan di LKS. Tujuan dari percobaan tersebut
antara lain:
1. Gaya gesek bersifat menghambat gerak
benda,
2. Setiap permukaan memiliki koefisien
gesekan yang berbeda,
3. Besarnya gaya gesek bergantung pada
besarnya gaya normal,
Besar gaya gesek statis lebih kecil dari besar gaya
gesek kinetis.
C. PENJELASAN a. a. Penkonstruksian konsep koefisien gesek
- Setiap kelompok kerja siswa diminta untuk
mempresentasikan kesimpulan dan temuan
yang diperoleh dari percobaan 1.
(diharapkan siswa menemukan kesimpulan
sesuai tujuan).
- Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan khusus,
siswa dibimbing untuk menyimpulkan
besarnya koefisien gaya gesek.
- Siswa diminta menuliskan nilai
perbandingan antara besar gaya yang
diberikan dengan gaya normal.
-
Permukaan F
N

Licin
kasar
Berdasarkan data tersebut siswa dibimbing
untuk menyimpulkan bahwa setiap
permukaan bidang memiliki koefisin gaya
gesek yang berbeda.
b. Pengkonstruksian konsep hubungan antara gaya
normal dengan gaya gesek
- Setiap kelompok diminta untuk
mempresentasikan kesimpulan dan temuan
yang diperoleh dari percobaan 2.1dan 2.2.
(diharapkan siswa menemukan kesimpulan-
kesimpulan khusus sesuai tujuan)
- Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan khusus,
siswa dibimbing untuk menyimpulkan
hubungan antara gaya normal dengan gaya
gesek.
- Siswa diminta menuliskan nilai
perbandingan antara besar gaya gesek
dengan gaya normal.
-
Gaya Gaya F
N
normal(N) gesek(fs)

Siswa diminta melukiskan grafik hubungan


antara N dan fs.
- Dari grafik tersebut siswa dibimbing untuk
menyimpulkan hubungan antara N dan fs.
- Dari grafik tersebut siswa dibimbing untuk
menyimpulkan nilai dari koefisian gesek
permukaan bidang percobaan.
- Dari percobaan 2.2, siswa diminta
menuliskan nilai perbandingan antara besar
arah/sudut gaya dengan gaya normal
-
Arah Normal(N) Gaya
gaya/sudut gesek(fs)

Siswa dibimbing menyimpulkan hubungan


antara besar arah gaya dengan normal bidang
dan gaya geseknya.
c. Pengkonstruksian konsep gaya gesek pada
bidang miring
- Setiap kelompok diminta untuk
mempresentasikan kesimpulan dan temuan
yang diperoleh dari percobaan 3a.
(diharapkan siswa menemukan kesimpulan-
kesimpulan khusus sesuai tujuan)
d. Pengkonstruksian perbedaan gaya gesek statis
dan gaya gesek kinetis
- Setiap kelompok diminta untuk
mempresentasikan kesimpulan dan temuan
yang diperoleh dari LKS 2 kegiatan 1.
(diharapkan siswa menemukan kesimpulan-
kesimpulan khusus sesuai tujuan)
- Dari percobaan 1, siswa diminta menuliskan
nilai perbandingan antara besar sudut
kemiringan bidang dengan koefisien gesek
-
Sudut kemiringan μs = tgn θ
bidang

Rata-rata = ….
Dari percobaan 1 dan 2, siswa diminta
menuliskan nilai rata-rata koefisien gesek
statis dan koefisien gesek kinetik
-
μs μk

Siswa dibimbing untuk membandingkan


nilai koefisien gaya gesek statis dan kinetis
suatu benda.
D. APLIKASI Jika siswa sudah benar-benar paham tentang
konsep gaya gesek statis dan kinetis, siswa diajak
mendiskusikan beberapa peristiwa kontekstual
yang ada disekitar siswa dan berkaitan dengan
konsep yang dipelajari. Kemudian siswa diberi
permasalahan untuk diselesaikan.
E. EVALUASI

Lembar Kerja Siswa


Gaya Gesek
Percobaan I

A. Hipotesis
Dari hasil pengamatan demonstrasi guru tuliskan hipotesis anda

B. Tujuan: Menyelidiki hubungan kekasaran permukaan bidang terhadap gaya gesek

C. Alat dan Bahan


1. dua buah papan yang berbeda kekasarannya
2. neraca pegas
3. balok berkait
4. neraca

D. Langkah Kerja.
1. Siapkan alat-alat yang diperlukan. F
2. Ambil balok berkait dan timbang massanya. Catat!
3. Letakkan balok pada papan licin.
4. Kaitkan neraca pegas pada balok dan tarik dengan arah mendatar sampai balok tepat akan bergerak. Catat penunjukan neraca pegas.
5. Ulangi langkah (4) beberapa kali dan masukkan datanya ke dalam tabel pengamatan.
6. Ulangi langkah (3) sampai (5) dengan balok yang sama untuk permukaan kasar

Tabel 1 Permukaan pertama Tabel 2 permukaan kedua


No Massa Gaya tarik No Massa Gaya tarik
1 1
2 2 ………
3 …………. 3 ….
4 4
5 5

E. Analisis Data
Berdasarkan data percobaan tersebut,
1. Lukis diagram gaya dari percobaan di atas,
2. Dari diagram gaya tersebut bagaimana hubungan antara gaya gesek dengan gaya tarik? Beri komentar!

- Gaya gesek selama benda masih diam ini disebut dengan ………
3. Hitunglah besarnya gaya normal dan perbandingan antara gaya gesek dengan gaya normal.
a. permukaan pertama
No Massa Normal (N) Gaya (F = fs) F
N = N
fs

1
2
3
4
5
Rata-rata

b. permukaan kedua
No Massa Normal (N) Gaya (F = fs) F
N =
fs
N

1
2
3
4
5
Rata-rata
fs
4. Dari tabel di atas amati kecenderungan nilai N , apakah nilainya cenderung sama atau berbeda-beda antara pengukuran satu dengan

F fs
pengukuran lain?. Karena nilai gaya gesek sama dengan gaya tarik, maka nilai perbandingan N sama dengan nilai perbandingan N .
fs
Nilai perbandingan N selama benda masih dalam keadaan diam merupakan bilangan yang spesifik dari suatu permukaan yang disebut
…………..
fs
5. Bandingkan rata-rata nilai N antara permukaan pertama (licin) dan kedua (kasar).

Licin= ………………….., kasar =…………………….

F. Kesimpulan
Berdasarkan analisis tersebut tuliskan kesimpulan anda