P. 1
FATOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMISKINAN INDONESIA

FATOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMISKINAN INDONESIA

|Views: 9,993|Likes:
Dipublikasikan oleh Jimmy Sean Hutauruk

More info:

Published by: Jimmy Sean Hutauruk on Feb 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

MenurutHartomo dan Aziz (1997)mereka yang hidup dibawah garis

kemiskinan memiliki beberapa ciri, yaitu :

1.Mereka umumnya tidak memiliki faktor produksi sendiri, seperti tanah yang

cukup, modal maupun keterampilan.Faktor produksi yang dimiliki sendiri

sedikit sekali sehingga kemampuan memperoleh pendapatan menjadi sangat

terbatas.

12

2.Mereka tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi

dengan kekuatan sendiri. Pendapatan tidak cukup untuk memperoleh tanah

garapanmaupun modal usaha, sedangkan syarat tidak terpenuhi untuk

memperoleh kredit perbankan seperti adanya jaminan kredit dan lain-lain,

sehingga mereka yang perlu kredit terpaksa berpaling kepada “lintah darat”

yang biasanya meminta syarat yang beratdan memungut biaya yang tinggi.

3.Tingkat pendidikan mereka yang rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar.

Waktu mereka habis tersisa untuk mencari nafkah sehingga tidak tersisa lagi

untuk belajar. Anak-anak mereka tidak dapat menyelesaikan sekolah, karena

harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan atau menjaga

adik-adik di rumah, sehingga secara turun-temurun mereka terjerat dalam

keterbelakangan garis kemiskinan.

4.Kebanyakan mereka tinggal di perdesaan. Banyak diantara mereka tidak

memiliki tanah, walaupun ada kecil sekali. Umumnya mereka menjadi buruh

tani atau pekerja kasar di luar petani, karena pertanian bekerja dengan

musiman maka kesinambungan kerja kurang terjamin. Banyak diantara

mereka kemudian bekerja sebagai “pekerja bebas”, berusaha apa saja.

Dalam keadaan penawaran tenaga kerja yang besar maka tingkat upah

menjadi rendah sehingga mengurung merekadibawah garis kemiskinan, di

dorong dengan kesulitan hidup di desa maka banyak diantara mereka

mencoba berusaha di kota.

5.Kebanyakan diantara mereka yang hidup di kota masih berusia muda dan

tidak mempunyai keterampilan atau pendidikan, sedangkan kota dibanyak

13

negara sedang berkembang tidak siap menampung gerak urbanisasi

penduduk desa. Apabila di negara-negara maju pertumbuhan industri

menyertai urbanisasi dan pertumbuhan kota sebagai penarik bagi masyarakat

desa untuk bekerja di kota, makaurbanisasi dinegara berkembang tidak

disertai proses penyerapan tenaga dalam perkembangan industri. Bahkan,

sebaliknya perkembangan teknologi di kota justru menarik pekerjaan lebih

banyak tenaga kerja, sehingga penduduk miskin yang pindah ke kota dalam

kantong-kantong kemelaratan.

Menurut Sumedi dan Supadi (2004) masyarakat miskin mempunyai

beberapa ciri sebagai berikut 1)tidak memiliki akses ke proses pengambilan

keputusan yang menyangkut hidup mereka, 2) tersingkir dari institusi utama

masyarakat yang ada, 3)rendahnya kualitas SDM termasuk kesehatan,

pendidikan, keterampilan yang berdampak pada rendahnya penghasilan, 4)

terperangkap dalam rendahnya budayakualitas SDM seperti rendahnya etos kerja,

berpikir pendek dan fatalisme, 5) rendahnya pemilikan aset fisik termasuk aset

lingkungan hidup seperti air bersih dan penerangan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->