PROPOSAL TESIS

LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Kasus Di Sekolah Dasar Negeri Dawuan Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka Jawa Barat )
A. Latar Belakang Masalah Aktivitas belajar yang dilakukan dalam kondisi lingkungan yang baik , bersih dan sehat dapat memberikan kepuasan yang lebih baik dibandingkan dengan belajar yang dilakukan pada lingkungan yang tidak baik dan tidak sehat. Keadaan lingkungan semacam ini akan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.1 Tidak menutup kemungkinan bangunan fisik sekolah yang rusak, kelas yang mempunyai atap bocor, pentilasi yang tidak membuat sirkulasi udara segar bisa masuk, lantai yang tidak nyaman untuk di injak, mampu membuat hati anak sebagai peserta didik ,merasa kerasan dan betah melakasanakan belajar, disiang hari akan merasa panasnya terik matahari, jika hujan tidak bisa menahan cucuran air dari genting diatas kepala, gelisah dan gundah gulana perasaan mereka bisa mengalihkan konsentrasi dari pembelajaran menuju kecemasan. Situasi dan kondisi lingkungan fisik ruangan kelas sebagai bagian dari sekolah secara keseluruhan seperti itu akan menjadi penghambat tercapainya Tujuan Pendidkan Nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
1 . Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Prenada Media Group, Jakarta, Cet ke 7 2010, hal. 258

demokratis, serta bertanggung jawab.2

Oleh karena itulah lingkungan sekolah

yang baik mutlak dibutuhkan untuk memperoleh hasil belajar peserta didik yang baik pula. Begitu pentingnya peranan lingkungan sekolah untuk mewujudkan mutu pendidikan yang sesuai dengan amanat Undang – Undang Dasar 1945 yaitu ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, Pemerintah berusaha memperbaiki sarana dan prasarana sekolah dengan program Dana Alokasi Khusus(DAK), kelengkapan sarana akan mendorong terciptanya gairah belajar yang optimal diperoleh siswa. Wina Sanjaya mengemukakan bahwa pengaturan lingkungan adalah proses menciptakan iklim yang baik seperti penataan lingkungan, penyediaan alat dan sumber pembelajaran, dan hal-hal lain yang memungkinkan siswa betah dan merasa senang belajar sehingga mereka dapat berkembang secara optimal sesuai dengan bakat, minat, dan potensi yang dimilikinya.3 Salah satu usaha (ikhtiar) untuk mendongkrak naiknya frekwensi mutu pendidikan atau hasil belajar adalah mewujudkan lingkungan belajar yang menyenangkan warga belajar seperti siswa dan guru sehingga keduanya merasa enjoy untuk menikmati indahnya suasana transformasi intelektual yang sudah menjadi kewajiban bersama selaku warga masyarakat yang baik. Dalam aspek pendidikan, ternyarta keluarga tidak lagi memadai untuk menjadi satu-satunya

2 . M. Sukardjo, Ukim Komarudin, Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal. 14. 3 . Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Prenada Media Group, Jakarta, Cet ke 7 2010, hal. 102

sesuai dengan disiplin ilmu serta kecakapan kinerja praktisi pendidikan di sekolah tersebut. efektifitas keluarga selaku lembaga pendidikan. Pustaka Pelajar. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan. Abdul Latif. Cet ke 2 2009. Psikologi Islami. Yogyakarta. 2005 . Namun perlu disadari bahwa lingkungan sekolah tidak bisa serta merta merubah watak dan kebiasaan yang kurang baik seorang siswa menjadi lebih baik dalam waktu yang 4 . Refika Aditama.4 Orang tua sebagai pendidik pertama menyerahkan tongkat estapet kewajibannya kepada pihak sekolah. Dengan kata lain secara makro manusia akan berkembang sesuai dengan setimulus yang di terimanya dari lingkungan. sekolah sebagai lembaga pendidikan yang sudah terlanjur menerima kepercayaan dari orang tua sebagai masyarakat. tawuran antar siswa dan keterlibatan gang-gang remaja yang sangat tidak menguntungkan bagi semua pihak. harus mampu membentuk lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan menghasilkan mutu pendidikan sesuai harapan dan tuntutan sosial. 25 5 .lembaga yang menjalankan fungsi pendidikan. Djamaluddin Ancok dan Fuad Nashori Suroso. PT. yang sudah diyakininya mampu dan dapat menerima beban membina dan mendidik. hal. Lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia yang baik dan juga sebaliknya. Siswa sebagai peserta didik akan banyak menerima perubahan setelah adanya interaksi sosial dengan lingkungan pendidikan yang diarahkan oleh bimbingan guru di sekolah.5 Wujud nyata lingkungan sekolah yang di harapkan orang tua mampu memberikan kontribusi pengurangan beban dalam menanggulangi berbagai permasalahan sosial seperti kenakalan remaja. untuk sebagiaannya diserahkan kepada sekolah. Bandung.

pelaksanaan dan evaluasi. Jakarta. lingkungan keluarga. antara lain: kemampuan guru dalam membuka pelajaran. cara berbusana dan kemampuan mengorganisir waktu). Rousseaue berpendapat setiap anak yang baru dilahirkan pada hakikatnya memiliki pembawaan baik. Lingkungan tersebut dapat berupa.8 Sejalan dengan 6. PT Raja Grafindo Persada.singkat. PT Bumi Aksara. .7 Penjelasan ini menggambarkan bahwa lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan peserta didik. M. Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. secara umum ada beberapa variable yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. santun dan menghargai siswa. Alfabeta. Menurut Made Wena. 2009. kemampuan guru dalam menutup pembelajaran dan factor penunjang lain(kemampuan bahasa. Jakarta.6 Al hasil untuk mencapai tujuan pendidikan itu butuh waktu yang sangat panjang dan proses tertentu yang disusun dan diatur secara baik dan maksimal. lingkungan sekolah atau lingkungan masyarakat di sekitar di mana anak tumbuh dan berkembang. 2010 7 . 27. Seperti yang disampaikan oleh Knirk dan Gustafson bahwa pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis melalui tahapan rancangan. Namun pembawaan baik yang terdapat pada setiap anak itu akan berubah sebaliknya karena dipengaruhi oleh lingkungan. 19 8 . Sukardjo. kemampauan guru melakukan penilaian. Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya. Syaiful Sagala. Made Wena. kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan inti. Ukim Komarudin. Bandung. Strategi Pembelajaran Inovatif kontemporer (suatu tinjauan konseptual operasional). 2009.

Jakarta. Hurlock. Elizabet B. memiliki akhlak mulia. Berlainan dengan pendapat di atas yang menitik beratkan lingkungan sebagai salah satu factor yang sanggup mempengaruhi perkembangan pola pikir dan sikap anak atau siswa sebagai peserta didik. Sekolah berperan sebagi substitusi keluarga. pembelajaran dan pengajaran. George Boeree. Ar-ruz Media. 162. C. serta sikap keagamaanya semakin berkembang. (Mc Graw-Hill). sebagian dari mereka bersifat sosial dan sebagaian lagi bersifat biologis. Sixth Edition. Aliran nativisme yang di prakarsai oleh Schopenhauer. h.9 Tanggung jawab sekolah tidak hanya agar anak lulus dan mendapat ijazah. 2008.10 Berdasarkan pendapat diatas maka lingkungan sekolah sebagai lingkungan pendidikan banyak memberikan pengaruh terhadap pembentukan perkembangan pola pikir dan pola sikap setiap siswa sebagai peserta didik di lingkungan sekolah tersebut. dan guru sebagai sustitusi orang tua. Metode Pembelajaran dan Pengajaran: kritik dan sugesti terhadap dunia pendidikan. bersikap. Hurlock mengemukakakan: sekolah merupakan factor penentu bagi perkembangan kepribadian anak (siswa) baik dalam cara berpikir.George Boeree menyebutkan bahwa lingkungan termasuk salah satu yang mempunyai pengaruh yang luas terhadap kecerdasan. 10 . Child Development. mempunyai pemahaman yang berbeda bahwa keberhasilan 9 . 54 .pernyataan tersebut C. tetapi sekolah harus mampu mengarahkan anak didiknya selain cerdas. maupun cara berprilaku.

Syamsu Yusuf LN. 24. 2009. Aliran ini menekankan kemampuan dalam diri anak. Psikologi Belajar Agama. PT Raja Grafindo Persada. sos. Yang paling berpengaruh menurut aliran ini adalah pembawaan.pendidikan anak ditentukan oleh anak itu sendiri. maupun moral spiritual. namun perkembangan itu tidak akan terjadi manakala tidak ada factor luar.ial. baik menyangkut aspek fisik. Psikologi Belajar Agama. 30. Sukardjo. terlebih lagi Pendidikan Agama 11 .13 Pendapat ini membuktikan bahwa lingkungan sekolah sangat dominan untuk menentukan maju mundurnya mutu pendidikan.11 Secara singkat uraian diatas mengindikasikan bahwa faktor pendidikan apa saja tidak mampu mempengaruhi pembentukan kpribadian anak. 34 . Ukim Komarudin. Pustaka Bani Quraisy. sehingga faktor lingkungan. termasuk faktor pendidikan kurang berpengaruh terhadap pendidikan anak. 13 Syamsu Yusuf LN. sedangkan Faktor fitrah beragama merupakan potensi yang mempunyai kecenderungan untuk berkembang. Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya. Pustaka Bani Quraisy. 2004. pendidikan tidak akan berdaya mempengaruhi perkembangan anak. psikis (intelektual dan emosional). M. 12. Jakarta.12 Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai program yang sistemik dalam melaksanakan bimbingan pengajaran dan latihan kepada anak (siswa) agar mereka berkembang sesuai dengan potensinya secara optimal. Bandung. Bandung. 2004.

Namun demikian besar kecilnya pengaruh tersebut sangat tergantung pada berbagai factor yang dapat memotivasi anak untuk memahami nilai-nilai agama. Berdasarkan penelitian Gillesphy dan young. Jakarta. serta sikap apresiatip terhadap ajaran atau hokum-hukum agama. atau siswa. 14. walaupun latar belakang pendidikan agama di lingkungan keluarga lebih dominan dalam pembentukan jiwa keagamaan pada anak. PT RajaGrafindo Persada. Jalaluddin. 34. 2004. seminari maupun vihara. Dalam kaitannya dengan upaya mengembangkan fitrah beragama anak. Bandung. Sebagai contoh adalah adanya tokoh-tokoh keagamaan yang dihasilkan oleh pendidikan agama melalui kelembagaan pendidikan khusus seperti pondok pesantren. Syamsu Yusuf LN. pembiasaan mengamalkan ibadah atau akhlak yang mulia.224. Psikologi Belajar Agama.14 Oleh karena itulah lembaga pendidikan seperti apapun akan memberi pengaruh bagi pembentukan jiwa keagamaan pada anak. Peranan ini terkait dengan upaya mengembangkan pemahaman. . Pustaka Bani Quraisy. sekolah mempunyai peranan yang sangat penting. Psikologi Agama. 2004. Memang sulit untuk mengungkapkan secara tepat mengenai seberapa jauh pengaruh pendidikan agama melalui kelembagaan pendidikan terhadap perkembangan jiwa keagamaan para anak. 15 .Islam yang terkait di dalamnya moralitas bangsa skala kecil siswa sebagai peserta didik.15 Kenyataan sejarah membuktikan kebenaran itu.

Guru dan Kepala Sekolah sebagai warga sekolah harus turut andil dalam upaya 16 . Namun sedikit sekali ditemui adanya pemanpaatan lingkungan sebagai satu-satunya media pembelajaran yang optimal. Jakarta. tulis Young. 1. Permasalahan. PT RajaGrafindo Persada. penulis berkehendak untuk mengadakan penelitian tentang “LINGKUNGAN DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM’ (Analisis Terhadap Lingkungan Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di SDN Dawuan Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka) B. Psikologi Agama. dengan mengidentifikasi beberapa permaslahan sebagai berikut: Lingkungan sekolah mempunyai kontribusi yang besar untuk terwujudnya kegiatan pembelajaran yang menyenangkan diantara siswa sebagai sumber belajar dan guru sebagai fasilitator dan motifator pembelajaran. Identifikasi Masalah Berdasarakan latar belakang masalah yang sudah dikemukakan di atas. 2004. Jalaluddin. penulis mempunyai gambaran komprehensif tentang Lingkungan dan Pendidikan Agama Islam. .16 Berawal dari pendapat-pendapat tersebut di atas.pendidikan keagamaan (religios pedagogyc) sangat mempengaruhi tingkah laku keagamaan (religios behaviour). 224.

maka penulis merumuskan dalam tesis ini pokok permasalahan yang akan diteliti yaitu: 1. Inovatif. Aktif. maka tidak mungkin semuanya dapat dikaji dalam penelitian ini. Ketidak kreatifan guru bisa berdampak kepada kebekuan dalam kegiatan pembelajaran. dan Menyenangkan) . Pembatasan Masalah Mengingat begitu banyaknya masalah yang terdapat dalam identifikasi tersebut. Bagaimana keadaan lingkungan sekolah di SDN Dawuan itu? 2. 3. 2. Lembaga Pendidikan yang tidak memanpaatkan lingkungan akan menerima beberapa kendala yang bisa menghambat meningkatnya prestasi belajar siswa.peningkatan mutu pendidikan terlebih pendidikan agama islam yang sangat membutuhkan figure atau uswatun hasanah sebagai aflikator materi pembelajaran yang di terima siswa. dana. dan kemampuan. dengan menciptakan lingkungan belajar yang mengikuti standar PAIKEM (Pembelajaran. Efektif. Perumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah diatas. Oleh karena itu penelitian ini akan di batasi pada dua masalah pokok yaitu Lingkungan Sekolah dan Mutu Pendidikan Agama Islam. Kreatif. karena keterbatasan waktu. Bagaimana Mutu Pendidikan Agama Islam di SDN Dawuan itu? .

Bagaimana Kontribusi Lingkungan Sekolah Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam di SDN Dawuan itu? C. Ingin mengetahui Keadaan mutu Pendidikan Agama Islam di SDN Dawuan 3. namun penelitian ini akan di fokuskan pada Kontribusi lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dawuan Dalam meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam. Tujuan Penelitian Beranjak dari rumusan masalah yang sudah di jelaskan di atas. maka penelitian ini bertujuan: 1. Penelitian Terdahulu Yang Relevan Penelitian yang berkaitan dengan lingkungan sudah banyak dilaksanakan oleh para ahli. diantaranya: Hana Lestari (2006). Kajian Perencanaan Mata Pelajaran Peduli Pada diri dan Lingkungan (KPDL) Tingkat SD di kota Semarang. Ingin mengetahui keadaan lingkungan sekolah di SDN Dawuan 2.3. Untuk melengkapi literature sebagai bahan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian maka dibutuhkan tinjauan penelitian terdahulu yang relevan. Ingin mengetahui Kontribusi lingkungan sekolah terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam di SDN Dawuan D. (Semarang: Pasca Sarjana .

(Program Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 2008). 27. atau lingkungan masyarakat. M. Muhamad Soerjani melakukan analisis terhadap kearipan sikap perilaku sebagai dasar kelangsungan kehidupan pembangunan berkelanjutan dengan judul “ Pendidikan Lingkungan (Environmental Education)”.17 17 . Sukardjo. Berupaya untuk membandingkan konsep lingkungan hidup yang ada dalam Al Qur’an dengan Perundang-undangan yang ada di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam yang optimal dibutuhkan dukungan dari berbagai lingkungan. 2009.2006). Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya. Dalam penelitiannya mendeskripsikan tentang rencana pembelajaran mata pelajaran peduli lingkungan SD Kota semarang melalui penyuluhan secara kelompok. Ukim Komarudin.Islam Konsentrasi Perencanaan Lingkungan. (Jakarta: 2005). PT Raja Grafindo Persada. tugas pelaksanaan kegiatan peduli diri dan lingkungan. serta pendidikan formal. dalam “Konsep Al Qur’an tentang Lingkungan Hidup kaitannya dengan Perundang-undangan di Indonesia”. Jakarta. informal maupun non formal. pelaksanaan peduli diri dan lingkungan melalui bakti social (BAKSOS) di lingkungan SD se-Kota Semarang. sekolah. Penelitian ini mendeskripsikan tentang pentingnya pendidikan lingkungan bagi setiap individu yang harus dimulai dari jenjang pendidikan SD sampai ke tingkat Perguruan Tinggi. Siti Nurjana (2008). Hal ini bertujuan untuk pembentukan individu agar memiliki kesadaran terhadap pemeliharaan lingkungan hidup. seperti lingkungan keluarga. .

Menambah wawasan bagi para pengelola pendidikan.E. Metode dan Jenis Penelitian . seperti: 1. khususnya bagi peneliti diharapkan bermanpaat dalam beberapa hal. yakni mengelola sekolah dengan menciptakan lingkungan pembelajaran di sekolah yang menyenangkan. 3. Memperkaya khazanah pengetahuan tentang kontribusi lingkungan sekolah terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar. Menjadi kajian lebih lanjut bagi peneliti lain yang tertarik terhadap lingkungan sekolah dan kontribusinya kepada peningkatan mutu pendidikan. Manfaat Penelitian Secara umum penelitian tesis ini diharapkan bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang berkepentingan. 2. 4. Menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga terkait. terutama para pemerhati Lingkungan dan Pendidikan Agama Islam yang ada di persada nusantara ini. Metodologi Penelitian 1. dalam meningkatkan mutu pendidikan agama islam dengan pemberdayaan lingkungan sekolah yang menyenangkan E.

buku profil. 14 19 . Kabupaten. Pendekatan kualitatif. ke-6. 2. cet. Maxfild. disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul lebih bersipat kualitatif. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif. menyebutkan bahwa study kasus (case study) adalah penelitian tentang status subject penelitian yang berkenaan dengan satu spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Metode Penelitian. arsip yang ada di SDN Dawuan Kec. dan R&R hal. Jenis penelitian ini Studi Kasus. Kuamitatif. Sedangkan sumber sekunder yang penulis gunakan diataranya 18 . hal.N. kwantitatif dan R&D (Bandung Alfabeta. data potensi dan prestasi.18 Yakni bertujuan untuk menggambarkan kondisi riil yang terjadi di SDN Dawuan. Dawuan. (sebagai lawan dari eksperimen) lihat Sugiyono dalam bukunya. karena pada awalnya meted ini digunakan lebih banyak banyak di bidang antropologi budaya. naskah.Dawuan Kab. prilaku sosial serta pandangan terhadap pendidikan. 2005). ke-2. Nazir. Sugiono. 2006). yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif. 20 .hal. 308-309 . (Bogor Galolia Indonesia. Majalengka. Pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang meneliti pada kondiisi yang alamiah (natural setting) disebut juga metode entographi. Menurut F. Buku Penerimaan Siswa Baru (PSB). dalam Moh. Kecamatan. Sumber Data Dalam penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data pada dua sumber. cet. Metode Penelitian pendidikan.20 Sumber primer itu berupa dokumen. Majalengka. buku kurikulum Pendidikan Agama Islam. diataranya buku panduan .5.19 Pemilihan lokasi penelitian dikarenakan letak geografis sehingga berpengaruh terhadap kondisi sosial. yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat pospositifvsme. dengan pendekatan kualitatif.

hubungan . dan studi dokumen serta studi pustaka. maka cara pengumpulan data yang dilakukan penulis diantaranya: observasi. a. aktivitas social keagamaan. Observasi Dengan metode observasi ini penulis mengadakan pengamatan langsung pada obyek penelitian yaitu SDN Dawuan Kecamatan Dawuan Kab. karya ilmiah para pakar.berupa buku-buku . penulis menggunakan buku catatan lapangan. data-data dari internet. 3. majalah. Misalnya pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas atau di luar kelas. Untuk menjaga kevalidan metode ini. Hal ini dilakukan agar berbagai peristiwa yang ditemukan . baik yang disengaja maupun tidak diharapkan dapat dicatat dengan segera. Majalengka . ketertiban dan kebersihan lingkungan.Walaupun pengamatan ini hanya dititik beratkan kepada data dan fakta yang relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis. baik dari dalam maupun luar negeri yang berkaitan dengan pendidikan agam islam. artikel. Tehnik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan . jurnal. wawancara. surat kabar. atau pemerhati masalah pendidikan.

Instrumen terakhir yang digunakan penulis adalah alat perekam untuk merekam selam wawncra 21 . Sliep adalah sebagai secarik kertas (biasanya berukuran seperempat polio). (alih bahasa) Balai Pustaka.dengan masyarakat sekitar sekolah . Tim penyusun kamus pusat bahsa. baik yang sifatnya rutin maupun incidental. cet. Kemudian sliep itu disusun secara sistematis untuk memudahkan penulis mengolah dan menganalisis data. peneliti melakukan secara mendalam (depth interview) untuk pengumulan data. Kamus besar bahasa Indonesia. pergaulan sesama siswa. peneliti menggunakan pedoman wawancara. b.21 Pedoman wawancara digunakan oleh peneliti agar dapat mengarahkan dan memudahkan dalam mengingat pokok-pokok permaslahan yang diwawancarakan dengan interview. 22 . ke-3 hal. Dengan demikian dapat dipahami bahwa wawancara akan terlakasana bila kedua unsure tersebut dapat terpenuhi. Dalam dunia penelitian yang menggunakan wawancara. 1080. dengan guru dan lingkungan sekolah serta berbagai kegiatansosio cultural. Sliep.22 Dengan begitu kegiatan wawancara bias terpokus dalam pokok permasalahan sehingga berbagai hal yang kemungkinan terlupakan akan dapat di minimalisir. Wawancara Dalam pengumpulan data melalui wawancara. suatu alat perekam. (Jakarta:2005). Sliep diberi identifikasi. 23 . baik nomer maupun nama informan. Masri Singa ribuan dan Sofian Effendi (ed). 1989). . Metode Penelitian Survai (Jakarta: LP#ES. maka dikenal dua istilah penting yaitu:pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai (interviewee). hal.23 Semacam kertas kutipan yang digunakan khusus untuk menggunakan mencatat hasil wawancara.10.

berlangsung. Alat ini sangat penting karena mengingat kemampuan terbatas dan untuk meminimalisasi kekeliruan penulis dalam mencatat hasil wawancara dan menganalisa data wawncara. diataranya: (1) mengetahui atau menguasai dengan baik terhadap masalah yang diteliti. Tehnik Analisa dan Validasi Data . yakni observasi dan wawancara yang dilakukan oleh penulis. Majalengka atas beberapa pertimbangan tertentu. sebagai pihak yang melaksanakan segala hal-hal yang berhubungan dengan administrasi baik keuangan maupun surat menyurat. serta alumni sekolah tersebut. Memiliki keterlibtan langsung dengan obyek penelitian.. pengelola SDN Dawuan Kec. 4. baik urusan di dalam sekolah maupun diluar sekolah terutama yang berkaitan dengan pendidikan. Dawuan Kab.Dokumentasi Pengumpulan data dengan studi dokumen ini dilakukan untuk mendukung dan mengoreksi kebenaran data yang diperoleh melalui kedua teknik diatas. Komite sekolah. wawancara diarahkan kepada sumber data yaitu informan (interview) yang diasumsikan memiliki keterikatan langsung dengan perjalan obyek penelitian yakni: SDN Dawuan Kecamatan Dawuan Kab. yaitu: Stap tata usaha. orang tua. Dalam penelitian ini. c. Mudah ditemui oleh penulis. dan (3). Majalengka ( Kepala sekolah dan setap-setapnya serta dewan gurunya). dan siswa siswi. Diantara informan yang dipilih. (2).

(Bandung Remaja Roska Karya 2000). Lexi J Moeloeng. selanjutnya diidentifikasi. khususnya yang berkaitan dengan pendidikan islam dan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. trianggulasi adalah sebagai teknik pemeriksaan keabsahandata dengan memanpaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. dan studi dokumen sebagai upaya tmeningkatkan pemahaman penulis mengenai kasus yang terjadi di SDN Dawuan Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka.wawancara. Kemudian selanjutnya akan dilihat bagaimana kondidisi obyektif yang terjadi di SDN Dawuan Kec. dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Kemudian data tersebut akan di elaborasi dengan teori-teori yang dikembangkan oleh para pakar pendidikan. Majalengka. sebagai bahan pertimbangan jika terkait dengan penelitian ini dan diharapkan hasilnya lebih kualitatif dan komprehensif.hal. Dawuan Kab. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini. Moeloeng. Metodologi Penelitian Kualitatif. 24 24 .178. Dalam penelitian ini data-data yang telah terkumpul. Ke -12. Menurut Lexi J. . cet.Teknik analisa data ini merupakan upaya mencari dan mengumpulan serta menata sistematis berdasarkan pada konsep teori tentang Pendidikan Islam dan berwawasan lingkungan sekolah dengan data-data yang diperoleh penulis dari hasil observasi. diolah dengan menggunakan pola diskriptif analitis lalu diuraikan secara sistematis. dilakukan dengan secara trianggulasi.

Bab kedua: deskripsi tentang Kontribusi Lingkungan Sekolah terhadap peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam. Latar belakang masalah yang meliputi identifikasi masalah. Kemudian diharapkan dari kesimpulan ini dapat ditarik benang . Sistematika Penulisan Dalam tesis ini penulis membagi penelitian terdiri atas lima bab. yang meliputi. selanjutnya secara holistic tiap-tiap bab yang terdiri atas beberapa sub bab secara garis besar hasil penelitian ini sebagai berikut: Bab pertama sebagai gambaran untuk memberikan pola pemikiran bagi keseluruhan tesis ini. pembatasan masalah. DAWUAN Kab Majalengka. Bab kelima: Penutup yang memuat kesimpulan dari permasalahan yang dikemukakan. tujuan penelitian. manpaat penelitian.G. Bab ketiga: Mutu Pendidikan Agama Islam. dan perumusuan masalah. pada bab ini dibahas tentang kiat-kiat untuk meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di SDN Dawuan Bab keempat: Membahas Sejauhmanakah Kontribusi Lingkungan khususnya lingkungan sekolah dalam meningkatkan hasil belajar mutu Pendidikan Agama Islam di SDN Dawuan Kec. penelitian terdahulu yang relevan. metodologi penelitian.

1080 .178. Sugiono. (Bandung Remaja Roska Karya 2000). 2009. PT. hal. (alih bahasa) Balai Pustaka. Ar-ruz Media. Metode Penelitian Survai (Jakarta: LPPES. 27. Jakarta. Tim penyusun kamus pusat bahsa. Pendekatan kualitatif. Psikologi Belajar Agama. Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. 25 C. 2005 Elizabet B. Syaiful Sagala. 1989). 34.hal. 2008. Cet ke 2 2009. Jakarta. Strategi Pembelajaran Inovatif kontemporer (suatu tinjauan konseptual operasional). Refika Aditama.10. Ukim Komarudin. Djamaluddin Ancok dan Fuad Nashori Suroso. Bandung. 19 . Pustaka Pelajar. pembelajaran dan pengajaran. Metode Pembelajaran dan Pengajaran: kritik dan sugesti terhadap dunia pendidikan. 2009. Jakarta. Bandung. Metode Penelitian pendidikan. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan. Psikologi Islami. (Mc Graw-Hill). Kamus besar bahasa Indonesia. Daftar Pustaka Abdul Latif. (Jakarta:2005). 2010 Syamsu Yusuf LN. Hurlock. Bandung. Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta. Child Development. Masri Singa ribuan dan Sofian Effendi (ed). Pustaka Bani Quraisy. 2004. 54 Lexi J Moeloeng. PT Bumi Aksara.. Yogyakarta. kwantitatif dan R&D (Bandung Alfabeta. M. hal. cet. ke-3 hal. H. PT Raja Grafindo Persada.merahnya terhadap uraian-uraian sebelumnya dan memuat saran-saran penulis terhadap pelaksanaan Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan pada sekolah-sekolah agar dapat meningkatkan kinerja propesionalisme Guru PAI. Made Wena. cet. Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya. 162. h. Sixth Edition. Ke -12. 2. George Boeree. Sukardjo.

Pendidikan Lingkungan (Environment Education) Sebagai Dasar Kearifan sikap dan Prilaku Bagi Kelangsungan Kehidupan Menuju Pembangunan Berkelanjutan. lingkungan semacam ini akan berpengaruh terhadap motivasi belajar. lingkungan hidup yang baik dan kondusif memainkan peranan penting. Pada dasarnya lingkungan itu sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran. sarana pengembangan komunitas dan masyarakat. perkembangan sikap dan kecerdasan individu siswa dalam meningkatkan hasil belajar. Sekolah berperan sebagai substitusi keluarga dan guru sebagai substitusi orang tua. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (2010). Tesis ini ditulis untuk memperkuat pendapat masyarakat akademik yang mempunyai pandangan bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap perubahan perkembangan kepribadian anak baik dalam cara berpikir. Mohamad Soerjani pada tahun 2005. studi dokumen dan pustaka yang relevan. Tesis ini ditujukan untuk membuktikan ketidak benaran Paham yang mengatakan bahwa factor lingkungan termasuk factor pendidikan kurang berpengaruh terhadap pendidikan anak karena pembawaanlah yang lebih berpengaruh (Aliran Nativisme). Seperti yang disampaikan oleh Wina Sanjaya. Peneliti University of IIIinois at Urbana Champaign Janet Reis (2007. sebagaimana yang disampaikan oleh C. Sumber utama tesis ini adalah data-data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan seluruh komponen lingkungan sekolah. . George Boeree (2008) yang menyebutkan bahwa lingkungan termasuk salah satu yang mempunyai pengaruh yang luas terhadap kecerdasan. bahwa Lingkungan yang bersih dan baik akan memberikan kepuasan yang baik dibandingkan dengan belajar di lingkungan tidak baik dan tidak sehat. April 24) menemukan bahwa sementara sifat-sifat pribadi dan interaksi teman sebaya mempunyai pengaruh yang paling langsung terhadap prilaku agresif siswa sekolah menengah. mendeskripsikan tentang pentingnya pendidikan lingkungan bagi setiap individu yang harus dimulai dari jenjang pendidikan SD sampai ketingkat Perguruan Tinggi. observasi untuk memperoleh temuan yang berkaitan dengan tesis. siswa dan sarana prasarana serta masyarakat ikut serta mendukung terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan. sekolah juga mempengaruhi agresi siswa. untuk mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam prilaku siswa dan membuat sekolah. Kemudian Artikel Perguruan Tinggi di Melbourn (World Class Education Ourstanding Succes Rater) menyebutkan untuk pengembangan keseluruhan siswa. guru.ABSTRAK Kesimpulan besar tesis ini menyatakan bahwa Lingkungan sekolah yang baik akan sangat menunjang untuk meningkatkan mutu pendidikan yang baik pula. bersikap maupun cara berprilaku. Tesis ini menunjukan bahwa lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap perubahan prilaku. Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam akan berhasil secara optimal jika semua komponen lingkungan sekolah. kepala sekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.