Anda di halaman 1dari 6

Proses Penyusunan APBD dan Perubahan APBD:

Pengertian APBD

APBD adalah Rencana Pendapatan dan Belanja suatu Daerah(APBD)


untuk satu tahun berjalan (1 periode) yang ditetapkan dengan
Peraturan Daerah (Perda)

Alur Proses dan Jadwal penyusunan APBD

Proses penyusunan APBD digambarkan sebagai berikut:


I. Proses penentuan rencana plafon APBD
1 Bagian keuangan, dinas pendapatan propinsi dan dinas-dinas yang
mengurus sumber penerimaan daerah, secara bersama-sama
memperkirakan target anggaran pendapatn rutin dan pembangunan
2 Bahan penentuan rencana plafon anggaran belanja rutin diperoleh
dinas/instansi/unit satuan kerja/lembaga daerah didasarkan kepada
surat edaran kepala daerah.
3 Badan perencanaan pembangunan daerah propinsi, bagian
keuangan, bagian penyusunan program secara bersama menentukan
rencana anggaran pembangunan berdasarkan skala prioritas program
dan proyek didalam rencana pembangunan lima tahunan daerah
(REPELITADA)
II. Proses penentuan proyek-proyek pembangunan
1. Dinas/lembaga propinsi menyusun dan mengajukan
perencanaan fusik dan perincian pembiayaan proyek yang akan
dilaksanakan
2. Bappeda propinsi mengadakan penelitian tentang proyek
berdasarkan sekala prioritas Repelitada
3. Bagian keuangan dan bagian penyusunan program
mengadakan penelitian jumal biaya.
III. Proses Penentuan Belanja Rutin
1. Penentuan Belanja Unutk Gaji dan Pensiun
Anggaran belanja untuk gaji , biaya pension dan tunjangan
lainnya direncanakan oleh bagian keuangan, Bagian
kepegawaian dan dinas/lembaga propinsi didasarkan oleh surat
keputusan kepegawaian.
2. Penentuan Belanja Non Pegawai dalam anggaran rutin
dilakukan sebagai berikut:
• Dinas/Lembaga Daerah menyusun dan merencanakan
usulan kegiatan beserta pembiayaannya
• Bagian Keuangan mengadakan penelitian dan penentuan
prioritas
Hasil rencana anggaran yang telah disusun secara terpadu oleh
bagian keuangan, bagian penyusunan program dan Bappeda
kabupaten/kota, selanjutnya diajukan ke kepala daerah untuk
mendapat persetujuan dan kemudian disampaikan kepada

1
DPRD sebagai rencana Anggaran pendapatan dan belanja
daerah (RAPBD),guna pembahasan dan persetujuan DPRD dan
penetapannya di tuangkan dalam bentuk peratuaran daerah
(Perda)

TAHAPAN-TAHAPAN PENYUSUNAN APBD

rancangan proyek
Pembahasan
dan kegiatan
Mei-Juni:

Rakorbang
Juni:

Agustus:
Kab/kota
dokumen
MUSBANGKEL UDKP Kecamatan.
Pengajuan program 1
2
Pemilihan jenis program
pembangunan dari yg layak dibiayai yg
masyarakat diajukan kelurahan

3
DUPDA diproses
Pembanguan

kegiatan
November:
menjadi DSP

Konsultasi

masalah pembiayaan rancangan proyek dan


Nasional

Ditahap ini dibahas Pembahasan dokumen

5
Pembanguan
Konsultasi Regional 4 Penyiapan Draf RAPBD
September:
Oktober:

6
melaksanakan

Pelaksanaan

Desember:
Desember

November:
Eksekutif

Januari-

Pengesahan
APBD

Pembahasan RAPBD
Panggar & Timgar 7 DPRD & Eksekutif 8
mengesahkan RAPBD
Finalisasi draf RAPBD menjadi APBD

Januari - Maret:
Januari - jawaban
Pertanggung Maret:
Pertanggung jawaban
Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban
eksekutif kepada DPRD
eksekutif kepada DPRD

Atau lebih singkatnya Proses penyusunan APBD atau yang


sering dikenal sebagai daur APBD adalah sebagai berikut:
No Tahapan Durasi Rentang Waktu
1 Penyusunan 6 Bulan April-September
2 Pengesahan 3 Bulan Oktober-
Desember
3 Pelaksanaan 12 Bulan Januari-
Desember
4 Pertanggungjawaban 3 Bulan Januari-Maret

2
Akibat Penyusunan Anggaran Versi Pemerintah seperti diatas, maka
banyak sekali penyimpangan yang terjadi diantaranya:
• Jumlah dan Alokasi APBD tidak sesuai dengan kebutuhan riil
masyarakat
• Sebagain APBD dinikmati oleh kalagan birokrat (Eksekutif &
Legislatif)
• Tidak memperhatikan kebutuhan Masyarakat korban (Maskor).

Teknik Penyusunan APBD

1. Proses Teknis Ekonomi


Kalkulasi ekonomi berdasarkan standart yang berlaku dan trend
yang berkembang.

2. Proses Politik
Proses-proses dengan mekanisme politik.
Dalam Proses Penyusunannya
Ditentukan oleh ideologi dan sistem penyelenggaran nya.
Dipengaruhi moral/sikap penyelenggara negara
Sistem penyusunan APBD dapat dilihat dalam dua proses. Pertama
proses yang terjadi di eksekutif dan proses yang terjadi di legislatif.

1. Proses yang terjadi di Eksekutif


Proses penyusunan APBD secara keseluruhan berada di tangan
Sekretaris Daerah yang bertanggungjawab mengkoordinasikan
seluruh kegiatan penyusunan APBD. Sedangkan proses penyusunan
belanja rutin disusun oleh bagian keuangan Pemda, proses
penyusunan penerimaan dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah
dan proses penyusunan belanja pembangunan disusun oleh Bappeda
(bagian penyusunan program dan bagian keuangan).

2. Proses di legislatif
Di DPRD Kota Malang, proses penyusunan APBD dilakukan
berdasarkan Tatib DPRD Kota Malang Nomor 31 tahun 2002 tentang
peraturan tata tertib DPRD Kota Malang.
Alur penyusunan APBD ditingkat Dewan :
1. Setiap tahun menjelang berlakunya tahun anggaran baru,
Walikota wajib menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah
tentang APBD dan lampiran selengkapnya dengan nota
keuangan kepada DPRD. Ketentuan ini sebenarnya
bertentangan dengan UU 22/99 yang menyatakan bahwa Perda
dibuat bersama-sama, dan ketentuan Tatib seharusnya berlaku
secara internal dewan sehingga tidak boleh memberikan
keharusan kepada lembaga diluar dewan yang dalam hal ini
Walikota untuk menyampaikan rancangan peraturan Daerah

3
tentang APBD dan lampiran selengkapnya dengan nota
keuangan kepada DPRD.
2. Pimpinan DPRD menyerahkan nota keuangan dan rancangan
peraturan daerah tentang APBD kepada Panitia Anggaran untuk
memperoleh pendapatnya.
3. pendapat panitia anggaran diserahkan ke komisi-komisi
sebagai bahan pembahasan
4. Pembahasan Raperda tentang APBD.
Dalam pembahasan Raperda tentang APBD, dilakukan proses
sebagai berikut :
a. Penyampaian RAPERDA, Rancangan Perda yang berasal
dari Walikota disampaikan kepada DPRD melalui nota
pengantar Walikota. Sedangkan Raperda yang berasal dari
usulan DPRD beserta penjelasannya disampaikan secara tertulis
kepada Pimpinan DPRD. Kedua rancangan tersebut
disampaikan kepada anggota DPRD sesuai dengan mekanisme
yang berlaku.
b. Tahap pembahasan Raperda, Pembahasan Raperda
dilakukan melalui 4 tahap kecuali apabila panitia musyawarah
menentukan lain.
1. Pembahasan tahap I meliputi :
a) Penjelasan Walikota dalam rapat Parpurna DPRD
jika Raperda merupakan prakarsa dari Walikota
b) Penjelasan Pimpinan DPRD jika Raperda
merupakan usul DPRD.
2. Pembahasan tahap II meliputi :
a) dalam hal Raperda Walikota:
1. pandangan umum fraksi dalam rapat
paripurna
2. Jawaban Walikota dalam rapat paripurna
terhadap pandangan umum.

b) Dalam hal Raperda dari DPRD:


1. Pendapat Walikota dalam rapat Paripurna
terhadap Raperda.
2. Jawaban DPRD melalui pimpinan dalam rapat
paripurna terhadap pendapat Walikota.
3. Pembahasan tahap III meliputi:
a) Pembahasan dalam rapat komisi, rapat
gabungan komisi atau rapat panitia khusus yang dilakukan
bersama-sama dengan pejabat yang ditunjuk Walikota.
b) Laporan hasil pembahasan oleh komisi
atau Pansus kepada pimpinan DPRD dan rapat paripurna
khusus DPRD.
4. Pembahasan tahap IV meliputi:
a) Pengambilan keputusan dalam rapat
Paripurna DPRD yang didahului dengan :

4
pendapat akhir fraksi-fraksi.
2. kesimpulan rapat oleh pimpinan rapat
b) Pemberian kesempatan kepada Walikota untuk
memberikan sambutan

Pengertian Perubahan APBD


Perubahan APBD merupakan penyesuaian capaian target
kinerja dan/atau prakiraan/rencana keuangan tahunan
pemerintahan daerah yang telah ditetapkan sebelumnya untuk
dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD
serta ditetapkan dengan peraturan daerah.
Kreteria Perubahan APBD

LATAR
BELAKANG Dokumen
PERUBAHAN PENGANGGARAN PELAKSANAAN KETERANGAN
Perkembangan RKA-SKPD DPA-SKPD Dapat mendahului perubahan atas persetujuan
asumsi KUA yang
DPPA-SKPD DPPA-SKPD DPRD
tidak sesuai

Antar rincian obyek → PPKD


Dilakukan Antar obyek → SEKDA
DPPA-SKPD DPPA-SKPD
pergeseran Antar jenis, program/kegiatan, organisasi →atas
persetujuan DPRD

Penggunaan Saldo RKA-SKPD DPA-SKPD


anggaran dalam Dapat mendahului perubahan dan menunggu
DPPA-SKPD DPPA-SKPD
tahun anggaran perubahan → Atas persetujuan DPRD
berjalan DPAL-SKPD DPAL-SKPD

RKA-SKPD DPA-SKPD Dapat mendahului perubahan, dan jika terjadi


Darurat setelah perubahan ditampung dalam laporan
realisasi anggaran
DPPA-SKPD DPPA-SKPD
RKA-SKPD DPA-SKPD
Luar biasa >50%
DPPA-SKPD DPPA-SKPD Setelah perubahan kedua APBD
Luar biasa <50% DPPA-SKPD DPPA-SKPD

Format DPPA-SKPD dan Tata cara penyusunan RKA-SKPD


dalam rangka menyusun Rancangan Perubahan APBD

Perubahan DPA-SKPD berupa peningkatan atau pengurangan


capaian target kinerja program dan kegiatan, diformulasikan dlm
DPPA-SKPD. Format DPPA-SKPD menjelaskan mengenai capaian
target kinerja, kelompok, jenis, obyek, dan rincian obyek
pendapatan, belanja serta pembiayaan baik sebelum perubahan
maupun setelah perubahan

5
Struktur APBD

Struktur APBD dibuat sesuai contoh yang harus digunakan dalam


penyusunan APBD, sebagaimana diatur dalam keputusan Menteri
dalam Negeri Nomor 110 Tahun 1998 dan Surat Edaran Menteri
Dalam Negeri Dan Otonomi Daerah Nomor 903/2735/SJ Tanggal 17
November 2000,yaitu:
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah disusun Menurut Bentuk
A.I yang terdiri dari
a. Bab I, Pendapatan
b. Bab II, yang terdiri dari:
1. Belanja Rutin
2. Belanja Pembangunan
c. Ringkasan Pendapatan dan belanja , yang terdiri dari :
1 Lampiran A/1-Ringkasan Pendapatan
2 Lampiran A/2/R-Ringkasan Belanja Rutin
3 Lampiran A/2/P-Ringkasan Belanja Pembangunan
4 Lampiran A/1/UKP-Ringkasan Pendapatan Bagian Urusan
Kas dan Perhitungan
5 Lampiran A/1/UKP-Ringkasan Belanja Urusan Kas dan
Perhitungan
Pergesaeran pasal-pasal anggaran diperkenankan sesuai
peraturan yang berlaku, dan supaya diberikan penjelasan atas
pasal-pasal yang dilakukan pergeseran. Ringkasan dari Anggaran
Pendapatan, Belanja Rutin dan belanja Pembangunan, dimuat
dalam Lampiran A.

Daftar Pustaka
• http/www.google.com
• Bastian,Indra.2001.Akuntansi Sektor Public di
Indonesia.Erlangga.Jakarta