Anda di halaman 1dari 10

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Materi/Sub Materi : Ikatan Kovalen
Pertemuan Ke- :6
Alokasi Waktu : 25 menit
Standar Kompetensi : Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan
ikatan kimia.
Kompetensi Dasar : Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan kovalen koordinat, dan ikatan logam, serta hubungannnya dengan
sifat fisika senyawa yang terbentuk.
Indikator :
1. Menjelaskan pengertian ikatan kovalen.
2. Menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan
rangkap tiga.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian ikatan kovalen.
2. Menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan
rangkap tiga.
II. Materi Ajar
Ikatan Kovalen
o Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara
bersama oleh 2 atom yang berikatan.
o Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-
tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat
dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya
terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
o Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan
elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas
mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).
Ada 3 jenis ikatan kovalen:
a. Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh:
 Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul
H2.
 Konfigurasi elektronnya:
1H =1
 Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar
diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi
elektron He).
 Untuk itu, ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga
terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama.
H∗ + •H →H ∗
•H
Rumus struktur = H− H
Rumus kimia = H2
b. Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh:
 Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2.
 Konfigurasi elektronnya:

8O= 2, 6
 Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi
elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron
sebanyak 2.
 Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom
O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.
•• ∗∗ •• ∗∗
O •• + ∗ O→ O• ∗ O
∗ •∗
•• ∗∗ • • ∗ ∗
Rumus struktur : O= O
Rumus kimia : O2
c. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh:
o Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2.
o Konfigurasi elektronnya:

7N = 2, 5
o Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi
elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron
sebanyak 3.
o Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom
N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama.
** oo ** oo
N + N
ooo
***

N N
ooo
***

Rumus struktur : N≡ N
Rumus kimia : N2
III. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya-jawab, dan penugasan.
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1. Kegiatan Awal
• Guru mengucapkan salam dan memeriksa 1 menit
daftar siswa.
• Guru menanyakan kepada siswa tentang 1 menit
materi sebelumnya yaitu pengertian ikatan
ion.
• Guru memperkuat jawaban siswa tentang 1 menit
pengertian ikatan ion.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, 1 menit
yaitu siswa dapat menjelaskan pengertian
ikatan kovalen dan menjelaskan proses
terjadinya ikatan kovalen tunggal, rangkap
dua, dan rangkap tiga.
• Guru menjelaskan metode pembelajaran
yang digunakan yaitu :
 Ceramah
 Tanya Jawab
 Penugasan
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan pengertian ikatan 8 menit
kovalen, proses pembentukan ikatan
tersebut, dan memberikan contoh
senyawanya. Saat menjelaskan proses
pembentukan ikatan kovalen, guru sambil
mengingatkan siswa mengenai aturan oktet
(kecenderungan unsur-unsur menjadikan
konfigurasi elektronnya sama seperti gas
mulia yang memiliki elektron valensi 8 agar
mencapai kestabilan (kecuali He berjumlah
2 elektron).
• Guru menjelaskan jenis-jenis ikatan kovalen
beserta contoh senyawanya. 10 menit
3. Kegiatan Akhir
• Guru menyimpulkan materi. 2 menit
• Guru memberikan tugas. 1 menit

• Guru mengucapkan salam.


V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
1. Buku Kimia SMA kelas X.
Sudarmo, Unggul. 2007. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Phibeta.
2. Spidol.
3. Whiteboard.
4. Kertas.
VI. Penilaian (Terlampir)
Strategi penilaian yang dapat dilakukan meliputi aspek:
1. Kognitif
Pelaksanaannya dengan cara memberikan ulangan harian dan tugas.
2. Afektif
Pelaksanaannya dengan memberikan penilaian sikap dan keaktifan siswa,
serta penilaian afektif siswa selama mengikuti pelajaran kimia yang
dilakukan di akhir kelas.

Surakarta, 21 Maret 2011


Praktikan,

Leni Irmayasari
NIM K3308091
Lampiran I

Tugas
Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut:
(lengkapi dengan rumus struktur Lewis)
1. Atom H dengan Cl membentuk molekul HCl (1 Skor)
2. Atom C dengan O membentuk molekul CO2 (2 Skor)
3. Atom C dengan H membentuk molekul C2H2 (2 Skor)
Kunci Jawaban
1. Atom H memiliki konfigurasi elektron 1 sehingga elektron valensinya 1,
sedangkan atom Cl memiliki konfigurasi elektron 2 8 7 sehingga elektron
valensinya 7. Untuk mencapai kestabilannya, atom H dan atom Cl masing-
masing menyumbangkan 1 elektron untuk digunakan bersama sehingga
elektron yang digunakan bersama jumlahnya 2.

2. Atom C memiliki konfigurasi elektron 2 4 sehingga elektron valensinya 4.


Adapun atom O memiliki konfigurasi elektron 2 6 sehingga elektron
valensinya 6.
Untuk mencapai kestabilannya, atom C cenderung menerima 4 elektron,
sedangkan atom O cenderung menerima 2 elektron. Jika atom C dan atom O
saling berikatan, 1 atom C harus menyumbangkan 4 elektron untuk
digunakan bersama. Adapun atom O harus menyumbangkan 2 elektron.
Berapakah jumlah atom O yang harus diikat atom C? Jika hanya 1 atom O,
atom O telah memenuhi kaidah oktet. Namun, atom C masih kekurangan 2
elektron.

Agar memenuhi kaidah oktet, atom C harus mengikat 1 atom O lagi sehingga
jumlah atom O yang diikat berjumlah 2 buah. Pada keadaan ini, atom C dan
O memenuhi kaidah oktet (mencapai kestabilan). Jadi, elektron yang
digunakan bersama setiap pasangan atom C dan atom O berjumlah 4 elektron.

3. Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2).


 Konfigurasi elektronnya :
6C = 2, 4

1H =1
 Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1
elektron.
 Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H
dan 3 pada atom C lainnya.
••
• ∗ H− C ≡ C − H
H∗ C• • C • H
••
(Rumus Lewis) (Rumus bangun/struktur)

Skor Akhir = skor benar x 100


skor total

Lampiran 2
Lembar Penilaian Sikap Siswa

Nama : ..................................................
Kelas : ..................................................
Hari/Tanggal : ..................................................
Penilaian
No. Aspek yang dinilai Skor*
1. Kehadiran siswa
2. Keaktifan dalam kelas
3. Ketepatan waktu dalam mengumpulkan
tugas
4. Tidak mengganggu teman lain
Jumlah skor yang diperoleh
Jumlah skor maksimal 16

* Skor: 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang


Nilai Sikap = jumlah skor yang diperoleh x 100
jumlah skor maksimal
No. Aspek yang Skor
4 3 2 1
dinilai

1. Kehadiran Siswa hadir Siswa Siswa Siswa tidak


siswa penuh meninggalka membolos masuk
n kelas
2. Keaktifan Siswa aktif Siswa kurang Siswa tidak Siswa diam
dalam kelas dalam kelas aktif aktif saja dan
pasif
3. Ketepatan Mengumpul Mengumpul Mengumpul Tidak
waktu dalam kan tugas kan tugas kan tugas mengumpul
mengumpulk tepat waktu tidak tepat sangat kan tugas
an tugas waktu terlambat
4. Tidak Tenang dan Tidak Menggang Sangat
mengganggu memperhati mengganggu gu teman menggangg
teman lain kan guru, teman lainnya u teman
tidak lainnya lainnya
menggang
gu teman
lainnya