Anda di halaman 1dari 1

Contoh Interaksionis Simbolik

Karina Ferdiana Putri, 1006710975 (Komunikasi)

Dalam kajian teori mengenai interaksi simbolik ini, saya mengambil contoh tentang
sebuah band yang merilis album dengan genre musik yang berbeda dari selera masyarakat, saya
ambil contoh musik pop melayu. Alasan saya dalam mengambil contoh ini adalah menanggapi
pernyataan-pernyataan yang berkembang dimasyarakat dimana lagu-lagu bergenre pop melayu
hanya pantas dikonsumsi oleh masyarakat dari level atau tingkat sosial yang rendah. Mereka
beranggapan bahwa hanya genre music pop, rock, jazz-lah yang tidak norak dan pantas
dibawakan. Mereka juga berasumsi bahwa anak band yang membawakan lagu tersebut adalah
anak “kampungan” dan tidak tau tren musik saat ini. Disini terjadilah banyak kontroversi, adanya
pencapan (labelling) oleh masyarakat tehadap band tersebut. Namun band ini tetap berpegang
teguh untuk melanjutkan karir mereka tanpa mengubah genre musik asli mereka, yaitu pop
melayu. Band ini menunjukan bahwa sudah perlu adanya perubahan pada simbol-simbol yang
ada dan tumbuh dalam masyarakat saat ini. Sebuah musik yang baik tidak dilihat dari tanggapan
masyarakat mengenai siapa yang pantas menkonsumsinya kelak dan mencap negatif band
tersebut, melainkan lebih kepada kreatifitas dan kualitasnya. Contoh ini menunjukkan bahwa
dalam proses komunikasi individu di tengah interaksi masyarakat, untuk membentuk suatu
makna berdasarkan kesepakatan bersama, tidak lagi mengganggap bahwa makna yang selama ini
telah terbentuk itu bersifat sakral. Band dalam kasus ini menunjukkan bahwa pemahaman makna
bisa bergeser atau mengalami perubahan sesuai dengan zamannya.