Anda di halaman 1dari 20

MUTASI DAN PLOIDISASI

Mutasi
Mutasi adalah perubahan pada materi genetik suatu makhluk yang terjadi secara tiba-tiba, tiba-tiba, acak, acak, dan merupakan dasar bagi sumber variasi organisme hidup yang bersifat terwariskan (heritable). heritable). Mutasi merupakan perubahan pewarisan sifat secara tiba-tiba pada suatu makhluk hidup, yang memberikan pengaruh besar terhadap fenotipe (De Vries, 1901). Mutasi dapat terjadi secara spontan di alam (spontaneous mutation) dan dapat juga terjadi mutation) melalui induksi (induced mutation). mutation).

.. Mutasi

Secara mendasar tidak terdapat perbedaan antara mutasi yang terjadi secara alami dan mutasi hasil induksi. Keduanya dapat menimbulkan variasi genetik untuk dijadikan dasar seleksi tanaman, baik seleksi secara alami (evolusi) maupun seleksi secara buatan (pemuliaan).

Mutan


Makhluk hidup yang mengalami mutasi

Mutagenik


Bersifat menyebabkan mutasi

Mutagen
 

Bahan yang digunakan /dapat menyebabkan mutasi Bahan mutagen yang sering digunakan dalam penelitian pemuliaan tanaman digolongkan menjadi dua kelompok yaitu mutagen kimia (chemical mutagen) dan mutagen fisika (physical (chemical mutagen) (physical mutagen). mutagen). Mutagen kimia pada umumnya berasal dari senyawa alkyl (alkylating agents) misalnya seperti ethyl methane sulphonate agents) (EMS), diethyl sulphate (dES), methyl methane sulphonate (MMS), hydroxylamine, nitrous acids, acridines dan sebagainya (IAEA, 1977). Mutagen fisika bersifat sebagai radiasi pengion (ionizing (ionizing radiation) radiation) dan termasuk diantaranya adalah sinar-X, radiasi sinarGamma, radiasi beta, neutrons, dan partikel dari aselerators.

Induksi Mutasi dilakukan dengan cara menginduksi materi tanaman menggunakan berbagai mutagen (radiasi sinar, sinar, bahan kimia) menghasilkan mutan. kimia) mutan. Induksi mutasi dapat dilakukan dengan menggunakan perlakuan energi dan kimia (Sunarto, 1997). Sunarto, a. Penggunaan radiasi sinar/partikel sinar/ Perlu dosis dan waktu yang tepat untuk setiap jenis radiasi dalam menghasilkan mutan. mutan. Bahan yang diradiasi dapat berupa biji maupun bagian tanaman yang lain, terutama yang bersifat meristematik. meristematik.

Jenis sinar/partikel yang dapat dimanfaatkan untuk menginduksi mutasi : sinar X sinar (gamma) sinar (beta) partikel elektron penembakan neutron lambat atau cepat sinar ultra violet

b. Penggunaan bahan kimia mutagenik (mutagen) Dilakukan dengan perendaman, perendaman, penetesan bahan kimia mutagenik dengan dosis, frekuensi, dan waktu dosis, frekuensi, tertentu. tertentu. Jenis bahan kimia yang dapat digunakan untuk menginduksi mutasi : - EMS (Ethyl-methanosulfonat) (Ethyl-methanosulfonat) - MMS (Methyl-methanosulfonat) (Methyl-methanosulfonat) - ethylenimin - diepoksibutan - oksida etilen - garam Nitrogen

Jenis Mutasi  Mutasi Gen

Normal Mutasi Kromosom

Abnormal

Mutasi Gen

Gen merupakan sekuens dari untai DNA yang mengkode pembentukan protein tertentu. Hanya satu untai DNA yang terlibat dalam pembentukan protein melalui transkripsi mRNA. Perubahan dalam penerjemahan/translasi untai DNA template akan mengakibatkan perbedaan dalam sintesis protein. Kesalahan atau perubahan pada tahap tersebut yang menyebabkan terjadinya mutasi gen. Beberapa tipe mutasi gen yang dapat terjadi antara lain :

Substitusi Ada penggantian nukleotida dengan nukleotida yang bukan semestinya. Insersi Ada penambahan/sisipan nukleotida baru pada bagian tertentu, sehingga jumlah nukleotida bertambah dari jumlah semula Delesi Ada pengurangan jumlah nukleotida, sehingga jumlah nukleotida berkurang dari jumlah semula. Jumlah nukleotida yang hilang bisa satu atau lebih. Inversi Ada pembalikan urutan nukleotida, baik sebagian maupun keseluruhan.

DNA

mRNA Asam Amino

EST, PER, MDH, dll. Tinggi tanaman, warna bunga, ketahanan terhadap penyakit, toleran tanah masam, dll.

Protein

Fenotipe Tanaman

Mutasi Kromosom

Delesi perubahan yang diakibatkan hilangnya satu atau beberapa gen pada kromosom Inversi perubahan yang diakibatkan berubahnya urutan beberapa gen pada kromosom menjadi berkebalikan dengan urutan semula Translokasi perubahan yang diakibatkan berpindahnya satu atau beberapa gen pada suatu kromosom ke kromosom yang lain Duplikasi perubahan yang diakibatkan copy ganda beberapa gen pada kromosom

POLIPLOIDI
Poliploidi adalah keadaan sel dengan penambahan satu atau lebih genom dari genom normal 2n=2x. Fenomena poliploidi di alam dapat dibagi atas : (1) autopoliploid (penambahan genom dimana pasangan kromosomnya homolog), dan (2) allopoliploid (penambahan genom dimana kromosomnya tidak homolog).

Autopoliploid
: sel yang mempunyai lebih dari dua genom dimana genomnya identik atau mempunyai kromosom homolog karena pada umumnya berasal dari satu spesies. Autopoliploid muncul dari penggandaan kromosom yang komplemen secara langsung. Autopoliploid dapat diinduksi artifisial melalui perlakuan kolkhisin Beberapa tanaman yang termasuk autopoliploid alami adalah kentang, ubi jalar, kacang tanah

Induksi Autopoliploid
Autopoliploid dapat diinduksi melalui perlakuan kolkhisin, yang telah banyak dimanfaatkan dalam perbaikan sifat tanaman. Salah satu contohnya adalah pembentukan buah triploid yang diarahkan pada terbentuknya buah tanpa biji, seperti pada semangka dan jeruk. Tanaman triploid dihasilkan dari persilangan tanaman diploid yang normal dengan tanaman tetraploid (yang dihasilkan dari penggandaan tanaman diploid menggunakan kolkhisin)

Allopoliploid
: terbentuk dari hibridisasi antara spesies atau genus yang berlainan genom (hibridisasi interspesies). Tanaman F1-nya akan steril karena tidak ada atau hanya beberapa kromosom homolog. Bila terjadi penggandaan kromosom spontan atau diinduksi maka tanaman menjadi fertil. Beberapa tanaman yang termasuk alloploidi alami adalah gandum, terigu, kapas, tembakau, tebu dan beberapa spesies kubis.

Penambahan jumlah kromosom membentuk poliploidi membawa kompleksitas terhadap rasio genetik. Jika suatu ekspresi suatu gen genetik. seperti hukum Mendel dengan asumsi ada alel A dan a maka pada organisme diploid diperoleh dua genotip homosigot (AA dan aa) aa) dan hanya satu genotip heterosigot (Aa). Aa).

Kasus pada autotetraploid diperoleh dua genotip homosigot (AAAA dan aaaa) tetapi dengan tiga genotip heterosigot (AAAa, AAaa, dan Aaaa). Tiap genotip heterosigot ini pada generasi lanjut akan menghasilkan beberapa kombinasi genotip. Contoh genotip AAaa diperoleh ratio genotip 1AAAA : 8AAAa : 18AAaa : 8Aaaa : 1aaaa. Jika ada dominansi sempurna maka genotip homosigot dominan dan heterosigot mempunyai fenotip sama.