CLIFFORD GEERTZ DAN AGAMA JAWA (ABANGAN, SANTRI DAN PRIYAYI) http://www.elfilany.

com/2011/04/clifford-geertz-dan-agama-jawa-abangan.html

Clifford Geertz adalah penulis buku legendaris The Religion of Java, yang populer sekaligus penting bagi diskusi tentang agama di Indonesia, khususnya di Jawa. Pandangan Geertz yang mengungkapkan tentang adanya trikotomi--abangan, santri dan priyayi--di dalam masyarakat Jawa, ternyata telah mempengaruhi banyak orang dalam melakukan analisis baik tentang hubungan antara agama dan budaya, ataupun hubungan antara agama dan politik. Dalam diskursus interaksi antara agama, khususnya Islam, dan budaya di Jawa, pandangan Geertz telah mengilhami banyak orang untuk melihat lebih mendalam tentang interrelasi antara keduanya. Keterpengaruhan itu bisa dilihat dari beberapa pandangan yang mencoba menerapkan kerangka berfikir Geertz ataupun mereka yang ingin melakukan kritik terhadap wacana Geertz. Biografi Clifford Geertz

Clifford Geertz dilahirkan di San Francisco, California, Amerika Serikat pada tanggal 23 Agustus 1926. Dia merupakan ahli antropologi budaya yang beberapa kali melakukan penelitian lapangan di Indonesia dan Maroko. Dia menulis esai tentang ilmu-ilmu sosial serta merupakan pelopor pendekatan ³interpretif´ dalam bidang antropologi. Karir Geertz diawali dari dunia militer, dimana dia melayani Angkatan Laut Amerika selama Perang Dunia II. Adapun karir akademiknya dimulai ketika dia menerima gelar sarjana dalam bidang filsafat dari Antioch College, Ohio, pada tahun 1950.[1] Dari Antioch ia melanjutkan studi antropolgi di Harvard University. Pada tahun keduanya di Harvard ini, ia bersama isterinya, Hildred, pergi ke Pulau Jawa dan tinggal di sana selama dua tahun untuk mempelajari masyarakat multiagama, multiras yang kompleks di sebuah kota kecil ±Mojokuto. Setelah kembali ke Harvard, Geertz pada tahun 1956 memperoleh gelar doktor dari Harvard¶s Departement of Social Relations dengan spesialisasi dalam antropologi.[2] Sebelum bergabung dengan Institute for Advanced Study, sebuah lembaga penelitian yang pernah menjadi rumah bagi para pemikir besar seperti Albert Einstein, Geertz mengajar di Universitas Chicago, sebagai profesor antropologi dan kajian perbandingan negara-negara baru. Ia juga pernah mengajar sebagai profesor tamu di Universitas Oxford, dan sejak 1975 sampai 2000, ia menjadi profesor tamu di Universitas Princeton yang kampusnya hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Institute for Advanced Study. Tahun 2000, Geertz pensiun dari Institute for Advanced Study, tetapi tidak mengurangi produktifitasnya untuk terus menulis.[3] Adapun tema yang dibicarakan Geertz dalam berbagai esai dan buku yang telah diterbitkan meliputi seluruh spekturm kehidupan sosial manusia: dari pertanian, ekonomi, dan ekologi hingga ke pola-pola kekeluargaan, sejarah sosial, dan politik dari bangsa-bangsa berkembang; dari seni, estetika, dan teori sastra hingga ke filsafat, sains, tehnologi, dan agama. Namun begitu, perhatian utama Geertz lebih ditekankan pada pemikiran kembali secara serius terhadap hal-hal pokok di dalam praktek antropologi dan ilmu sosial yang lain ±pemikiran kembali yang secara langsung berhubungan dengan usaha memahami agama.[4] Sebagai seorang antropolog, Clifford Geertz menjadi terkenal dan populer di Indonesia setelah melakukan penelitian di Jawa dan Bali, yang menghasilkan beberapa buku penting tentang Indonesia. Dan yang paling pokok, khususnya yang berkaitan dengan kajian Penulis, adalah kajiannya tentang agama Jawa dan politik aliran (abangan, santri dan priyayi).[5] Geertz adalah salah seorang generasi pertama Indonesianis yang selalu menaruh perhatian besar tentang perkembangan yang terjadi di Indonesia. Ia memang tak pernah memiliki murid dari Indonesia, tak seperti Indonesianis lain misalnya Daniel Lev atau Benedict Anderson yang telah menghasilkan banyak anak didik dari Indonesia. Tetapi, perhatian Geertz yang besar terhadap Indonesia sangat mempengaruhi perkembangan diskursus ilmu sosial di negeri ini. Sebagaimana dituturkan oleh Ignas Kleden, Geertz telah menghabiskan waktu selama 10 tahun lebih dalam penelitian lapangan (di Jawa, Bali, dan Maroko) dan 30 tahun digunakannya untuk menulis tentang hasil-hasil penelitiannya, dengan tujuan menyampaikan pesona studi kebudayaan kepada orangorang lain. Clifford Geertz meninggal dunia di kediamannya di Pennsylvania, setelah menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, Pada hari Selasa tanggal 31 Oktober 2006 dalam usia 80 tahun dengan meninggalkan banyak karya penting seperti The Interpretation of Cultures, Islam Observed: Religious Development in Morocco and Indonesia, Available Light, Local Knowledge, Works and Lives: The Anthropologist as Author, After The Fact: Two Countries, Four Decades, One Anthropologist, The Religion of Java,[6] Peddlers and Princes, The Social History of an Indonesian Town, Kinship in Bali, Negara: The Theater State in 19th Century Bali, dan Agricultural Involution.[7]

tentu saja Geertz telah menyerap sebagian besar ide-ide utama para perintis antropologi Amerika seperti Boas. mereka tidak hanya meneliti sebuah masyarakat.[10] Adapun terhadap perspektif ilmu sosial. dan perspektif tentang ilmu sosial yang ia jumpai saat belajar di Harvard dibawah teoritisi terkemuka. Talcott Parsons.[19] ³Mojokuto´ begitu complicated akibat benturan budaya. Kroeber. ketiga inti struktur sosial di Jawa.[14] Sebaliknya. sikap.[9] ditegaskan bahwa setiap teori harus berasal dari etnografi ³partikular´ yang teliti. dengan tradisi yang tua. atau suku-suku terasing yang cenderung menghilang. tidaklah mengherankan jika kemudian analisis Geertz tentang kebudayaan dan manusia tidaklah berupaya menemukan hukum-hukum seperti di ilmuilmu alam. simbol. komunitas kecil petani atau penggembala. para perintis antropologi Amerika juga memberi tekanan pada ³budaya´ sebagai unit kunci studi antropologi. dan tradisi animisme pribumi ³berbaur´ dalam satu sistem sosial. Struktur-struktur sosial yang dimaksud adalah Abangan (yang intinya berpusat di pedesaan). dimana Islam. yaitu suatu studi yang berpusat pada satu komunitas dan mungkin memakan waktu bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun untuk menyelesaikannya. di kota). Parson ini juga yang telah menerbitkan studi-studi orisinil dan brilian tentang hubungan antara agama dan masyarakat. terutama tentang pandangan Max Weber bahwa manusia adalah makhluk yang terjebak dalam jejaring (web) makna yang mereka buat sendiri. menurut Geertz itu hanya sebuah kebetulan belaka.[12] Lebih lanjut Geertz juga berpendapat bahwa untuk memahami dunia manusia yang sarat makna. Dan semua itu akan tampak jelas dengan memperhatikan latar belakang pendidikan antropologinya. tetapi juga suatu sistem ide.[11] Parson ini merupakan teoritisi sosial terkemuka Amerika waktu itu yang sangat terpengaruh oleh sosiolog besar asal Jerman. melainkan penuh variasi dan diferensiasi yang sangat jauh dari pengertian kebudayaan sebagai kesatuan pola tingkah laku yang terdapat pada suatu kelompok orang. tampaknya ide agama dan budaya Geertz berkembang di bawah dua pengaruh utama. Max Weber.[8] Dalam tradisi antropologi Amerika. Dari Parson ini. Parson ini pula yang menerjemahkan beberapa karya Weber serta menjelaskan ide-ide pokoknya.[22] . desa. yaitu tradisi antroplogi Amerika yang independen dan kuat. tidak cukup dengan mengandalkan logika positivisme tetapi juga harus melibatkan metode penafsiran atas motivasi aktor penciptanya serta berbagai komponen yang turut membentuk jaringan makna dimana aktor tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari komunitasnya. Hinduisme. Namun begitu. berperilaku dan memandang kehidupan. Priyayi (yang intinya berpusat di kantor pemerintahan. yang menjamin kebebasan[17] dan kaya akan budaya dan model keberagamaannya. ³Mojokuto´ dipilih untuk memberikan kontras terhadap kecenderungan tradisi antropologi Amerika.pemilihan Indonesia adalah karena Indonesia pada tahun 1950-an dianggap sebagai salah satu negara yang memiliki konstitusi yang paling maju di dunia. Santri (yang intinya berpusat di tempat perdagangan atau pasar). Geertz diperkenalkan dengan ide-ide Weber. yakni Harvard University. Geertz melihatnya sebagai suatu sistem sosial dengan kebudayaannya yang akulturatif dan agamanya yang sinkretik. adat istiadat. tampaknya Geertz tidak hanya mau menerima teori-teori dari para pendahulunya secara taken for granted. ³Mojokuto´ ini memang merupakan suatu kota kecil di Jawa Timur yang tak bisa mewakili kebudayaan Jawa secara keseluruhan. Dan saat mahasiswa. pasar. Dari pandangan ini. Kemudian. Namun bagi Geertz. yang terdiri atas sub-kebudayaan Jawa yang masing-masing merupakan struktur-struktur sosial yang berlainan. menurut Nono Makarim ±salah seorang murid Geertz di Harvard dan juga pernah napak tilas Geertz di Pare.[20] Dalam upayanya untuk menguak fenomena menarik berkenaan dengan masyarakat di Mojokuto. dan birokrasi pemerintah pada masa itu oleh Geertz dipandang dalam pengertian yang luas.telah bertindak sebagai penyalur ide-ide Weber kepada Geertz. Geertz kemudian mencoba mengelaborasi pengertian kebudayaan sebagai pola makna (pattern of meaning) yang diwariskan secara historis dan tersimpan dalam simbol-simbol yang dengan itu manusia kemudian berkomunikasi.[13] Bertolak dari pemikiran seperti ini.[18] Diakui. Disamping kerja lapangan. Dibawah pengaruh pemikiran ala Weberian dan juga tradisi antropologi Amerika ini. Geertz justru lebih tertarik memperhatikan bagaimana aspekaspek kehidupan yang berbeda bercampur dalam suatu kesatuan budaya dalam menyiapkan deskripsi yang detail dan sistematis tentang masyarakat non-Barat.[16] Namun begitu.[15] Kaitannya dengan pemilihan kota ³Mojokuto´ sebagai obyek penelitiannya. melainkan kajian intepretatif untuk mencari makna (meaning). dan institusi yang lebih luas dimana masyarakat hanyalah suatu bagian. Geertz tertarik untuk memfokuskan diri pada interpretasi simbol-simbol yang diyakininya memberikan arti dan aturan kehidupan masyarakat. Melihat latar belakang pendidikan Geertz di bidang antropologinya ini. karena kota kecil itu mempunyai penduduk yang melek huruf. dimana dia ternyata mencoba menyimpang dari tradisi antropologi sebelumnya yang memberi perhatian utama kepada kelompok suku. Di sana tampak jelas kebudayaan bukanlah sesuatu yang serba utuh dan padu. Lowie dan Benedict kedalam perspektif antropologinya. ³Mojokuto´ merupakan suatu tempat di mana makna ³kejawaan´ itu dibumikan. Mereka menegaskan bahwa di dalam studi lapangan. atau pemukiman di sebuah pulau terpencil. maka budaya adalah jejaring itu.[21] Namun demikian.Latar Belakang Pemikiran Untuk memahami buku The Religion of Java tampaknya tidak akan lengkap tanpa mengetahui terlebih dahulu latar belakang antropologi Geertz. sama sekali tidak homogen serta sadar dan aktif secara politik. tampaknya Talcott Parsons ±gurunya di Harvard. urban.

Tahap Kedua. akar-akar konfrontasi (skisma) antara santri dan abangan bermula dari proses islamisasi awal di berbagai tempat. setelah membaca buku ³Abangan. signifikansi ritual. meliputi tiga tahapan. Dalam tahap ini. dan dilakukan di Mojokuto. Sebaliknya. santri.[23] Dengan kenyataan tersebut diatas serta berbekal kerangka pikir ala Weberian.merupakan cerminan organisasi moral kebudayaan Jawa. sekaligus mengumpulkan statistik dan menyelidiki organisasi birokrasi pemerintah pada umumnnya dan Departemen Agama pada khususnya.[26] dengan pendekatan yang berorientasi hermeneutik. atau lebih tepat disebut ³santri´. rapat-rapat organisasi. Amsterdam. Geertz beserta istrinya tinggal di rumah seorang buruh kereta api di ujung kota.Geertz memang tidak mengatakan kerangka teori apa yang dipakai. Namun demikian. Priyayi dalam Masyarakat Jawa´ serta sumber-sumber lain. Geertz menggunakan teori ³Skismatik dan Aliran´. tetapi lebih sering dilakukan dengan kegiatan observasi-partisipasi. sebagaimana yang diungkapkan oleh Geertz sendiri. Persiapan intensif dalam Bahasa Indonesia di Universitas Harvard. Kelompok ini dalam keseharian. bahwa ternyata skismatik sebagai fenomena pertarungan antara Islam dan kekuatan lokal. antara Mei 1953 sampai September 1954. Sehingga kemudian transformasi sosial-budaya dan agama menjadi sesuatu yang sinkretik dan pada akhirnya banyak melahirkan kelompok-kelompok abangan. preferensi etnis dan ideologi politik. pekerja tangan yang bebas. penelitian lapangan yang dilakukan dalam rangka penyusunan laporan untuk disertasi doktoralnya di Departemen Hubungan Sosial Universitas Harvard ini. sesungguhnya terdapat variasi dalam sistem kepercayaan. yakni kepercayaan keagamaan.yang kesemuanya mencerminkan dasar organisasi sistem ekonomi kota ini dan darimana tipologi ini dihasilkan. Pada tahap ini juga dilakukan wawancara dengan pemimpin-pemimpin agama dan politik di Jakarta. Geertz melihat kebudayaan sebagai sistem pemaknaan yang harus dipahami secara semiotik. tampaknya Geertz melihat bahwa dibalik pernyataan sederhana penduduk Jawa yang 90 % beragama Islam. pedagang kecil. upacara-upacara dan sebagainya. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan Geertz yang sering mengikuti perayaan umum. tiga tipe kebudayaan ±abangan. Sejauhmana realitas kemajuan. Namun begitu. Geertz mengaku bahwa pengumpulan data dalam penelitiannya ± sebagian besar. yang kemudian dilanjutkan dengan mewawancarai sarjana-sarjana Belanda yang ahli tentang Indonesia di Universitas Leiden dan di Tropical Institute. mereka-mereka ini kelak akan menjadi kekuatan Islam yang skripturalis. guru atau administratur.[30] Clifford Geertz mengelaborasi kenyataan ini lebih jauh lagi.[29] Adapun untuk mengurai jejaring makna tersebut. Bagaimana hubungan antara struktur-struktur sosial yang ada dalam suatu masyarakat dengan pengorganisasian dan perwujudan simbol-simbol? 3. Tahap Pertama.[32] Selama berada di Mojokuto ini. untuk wilayah-wilayah tertentu di pedalaman dimana kekuatan Hindu-Budha-nya cukup kuat terutama daerah-daerah pedalaman. Sehingga. tampaknya Geertz menggunakan penelitian kualitatif. .[33] Dengan demikian. yakni sebagai jejaring makna (webs of significance) atau pola-pola makna yang terwujud sebagai simbol-simbol sehingga analisis terhadapnya haruslah bersifat interpretif. dan upacara yang berkaitan dengan masing-masing struktur sosial tersebut. telah mengkonversi Islam secara total dan menerima apa adanya. Selain itu. Teori Skismatik Geertz ini sedikit berbeda dengan teori skismatik-nya Robert Jay. nilai. struktur. Santri. secara umum dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh Geertz dalam penelitian lapangan ini adalah penguasaan bahasa lokal. pemanfaatan banyak informan lokal.[31] Adapun mengenai metode kerja yang digunakan Geertz dalam penyusunan buku The Religion of Java ini. pada dimensi-dimensi tertentu sebenarnya tidak bisa menggambarkan secara utuh kenyataan Islam di Jawa. seringkali menunjukkan antara Islam dan kekuatan lokal saling melakukan penetrasi. yakni untuk menelusuri makna. Oleh karena itu. di Mojokuto ini juga terdapat lima jenis mata pencaharian utama ±petani. yakni kelompok ³priyayi´. Tahap Ketiga. Wilayah-wilayah yang pada umumnya pengaruh Hindu-Budha-nya tipis ±terutama daerah-daerah pesisir utara Jawa. memiliki sejumlah karakter yang berbeda seperti apa yang biasa dilakukan oleh para santri dan abangan.Menurut Geertz. masalah-masalah yang perlu dirumuskan dalam penelitian di Mojokuto ini adalah sebagai berikut: 1.[28] dan menemukan maksud di balik apa yang dilakukan orang. yang belakangan dikenal dengan pendekatan interpretif. yang merupakan masa penelitian lapangan yang sesungguhnya. dan priyayi. kedalaman dan kekayaan kehidupan spiritual masyarakat Jawa ± yang notabenenya lebih dulu mengalami peradaban daripada Inggris?[24] 2. dimana menurut Teori Skismatik Jay. dimana ketiganya ini merupakan hasil penggolongan penduduk Mojokuto berdasarkan pandangan mereka. dari bulan Oktober 1952 sampai Mei 1953 mempelajari bahasa Jawa di Yogyakarta dengan mempergunakan mahasiswa-mahasiswa UGM sebagai media untuk memperoleh pengetahuan umum mengenai kebudayaan dan kehidupan kota Jawa.[27] Dengan pendekatan interpretif ini. buruh kasar dan pegawai. pada bulan Juli sampai Oktober 1952. dan kepercayaannya bagi semua kehidupan dan pemikiran. khususnya Jawa. Ternyata masih ada kekuatan lain selain abangan dan santri dalam kenyataan sosial budaya masyarakat Jawa. Bagaimana para anggota masyarakat mewujudkan adanya integrasi dan disintegrasi dengan cara mengorganisasi dan mewujudkan simbol-simbol tertentu?[25] Metode Penelitian Geertz Secara tersurat ±sebagaimana ditulis Parsudi Suparlan.tidak dilakukan melalui wawancara resmi dengan informan khusus.

surga. dan pengumpulan data-data statistik.[35] 2. Agama juga bukan hanya berkutat dengan wacana kosmis tentang asal-usul manusia. tesis ³trikotomisasi´ Geertz tampak sekali membuka peluang untuk diperdebatkan. tentunya bukan Geertz yang menemukan istilah santri. Kekuatan utama Geertz mengungkap fenomena agama ³Jawa´ adalah kemampuan mendeskripsikan secara detail ketiga varian tersebut dan menyusun ulang dalam konklusi hubungan konflik dan integrasi yang logis dan utuh atas ketiga varian tersebut. harus diakui Geertz-lah yang pertama kali mensistematisasi istilah-istilah itu sebagai perwakilan kelompok-kelompok kultural yang penting. dan neraka. baik secara sadar atau tidak sadar. Proses itu juga bisa dijelaskan dengan tiga prinsip yang dikemukakan oleh Peter L. dan priyayi dalam The Religion of Java. manusia ditentukan oleh budaya-budaya dan budaya juga ditentukan oleh manusia. meskipun akan menghadapi struktur-struktur yang tidak dapat diubah dengan mudah. ketegangan ekonomi atau neurosis tersembunyi -meskipun hal-hal ini juga diperhatikan²melalui simbol. Manusia bisa mengubah dan menambahkan nilai dan norma. ide. Manusia dibentuk oleh kebudayaan. Agama Masyarakat Jawa Menurut Geertz Setelah melakukan penelitian lapangan di Mojokuto dari bulan Mei 1953 sampai bulan September 1954. politik. Kebudayaan menjalani hidup sendiri. tetapi juga merajut perilaku politik saat memilih partai. Budaya dan manusia dikonstruksi melalui proses yang sering disebut µpraksis¶. menurut perspektif Geertz. abangan. Hukum-hukum itu yang disebut sebagai numerologi. Dengan demikian ketiga varian agama ³Jawa´ di Mojokuto itu mempunyai peranan yang saling kontradiksi.[34] Selain itu. Praktik-praktik beragama seperti itulah yang memberi semacam ³peta budaya´ untuk melacak jaringan sosial yang dibentuk oleh warga. Namun.[36] Apresiasi untuk Geertz Tidak bisa disangkal. Kebudayaan dibentuk oleh manusia. Trikotomi agama ³Jawa´ itulah yang sampai sekarang terus disebut-sebut dalam wacana sosial. dan priyayi. Hal ini terbukti . b. ia melihat agama sebagai fakta budaya ±bukan semata-mata sebagai ekspresi kebutuhan sosial. Santri. Trikotomi budaya (agama?) ³Jawa´ Dalam buku Abangan.[38] karena istilah-istilah itu sendiri sudah dipakai di kalangan yang lebih terbatas. Realitas keagamaan dalam keseharian. dan adat kebiasaanya. Geertz juga menyuguhkan fenomena agama ³Jawa´ ke dalam tiga varian utama: abangan. Kebahagiaan atau ketidakbahagian hidup di dunia ditentukan oleh benar atau tidaknya pedoman tersebut dilakukan dalam kehidupan. ritual.[37] Kaitannya dengan ³trikotomi yang dibuat Geertz. agama tidak hanya memainkan peranan yang integratif dan menciptakan harmoni sosial tapi juga peranan memecah masyarakat. sangat pluralistis daripada doktrin formal yang menekankan wacana standar yang global. Geertz tidak memberikan banyak perhatian pada proses sebaliknya. akan tetapi juga pandangannya bahwa alam diatur sesuai dengan hukum-hukumnya dengan manusia selalu terlibat di dalamnya.pembagian tugas dengan tim peneliti lain. tampak ada beberapa hal yang menarik untuk dikaji. yaitu sebuah konsep yang menekankan adanya hubungan timbal balik antara si pelaku aktif dengan kebudayaan sebagai struktur obyektif. Di sinilah awal mula ³perselingkuhan´ antara dua keyakinan: Islam dan budaya Jawa. antara lain: 1. Sebagai sebuah konsepsi. Dari ketiga prinsip tersebut dapat dijelaskan bahwa budaya memerlukan manusia sebagai aktor untuk diproduksikan dan direproduksikan melalui proses pemberian makna terhadap kehidupannya. 3. hal-hal gaib dengan seperangkat ritual-ritualnya. jenis perhelatan. harus diakui pula bahwa trikotomi Geertz ini adalah sebuah sumbangan yang luar biasa bagi masyarakat Jawa khususnya. pendalaman topik-topik tertentu yang membutuhkan detail. serta agama-ekonomi. dan budaya di Indonesia dan menjadikannya referensi induk atas upaya ilmuwan sosial di belakangnya yang membedah tentang Jawa. Sinkretisitas tersebut nampak dalam pola dari tindakan orang Jawa yang cenderung tidak hanya percaya terhadap. Namun demikian. Dan bagian terbesarnya digunakan untuk kegiatan observasi-partisipatif. Clifford Geertz sangat mempengaruhi pemikiran banyak orang tentang budaya. yang kemudian diajukan sebagai disertasi doktoral dan diterbitkan dengan judul The Religion of Java. Berger & Thomas Luckmann: a. Priyayi dalam masyarakat Jawa. Hubungan antara Islam dan masyarakat Jawa Salah satu yang mengedepan dari konsepsi Geertz adalah pandangannya tentang dinamika hubungan antara Islam dan masyarakat Jawa yang sinkretik. dan Indonesia pada umumnya karena mampu memberikan semacam ³peta budaya´ yang selanjutnya dapat digunakan untuk menganalisa bagaimana pola hubungan antara agama dengan politik. menurut Geertz. santri. dan corak paguyuban. relasi agama-sosial. Agama sebagai fakta budaya Clifford Geertz dalam antropologi budaya kehidupan Jawa. c. Melalui numerologi inilah manusia melakukan serangkaian tindakan yang tidak boleh bertentangan dengannya. Sebenarnya. Geertz menggambarkan bagaimana simbol-simbol mempengaruhi dan membentuk kehidupan sosial. yaitu bagaimana realitas sosial dan si pelaku dalam realitas itu mempengaruhi dan membentuk simbol-simbol. Manusia tidak hanya dikondisikan oleh budaya-budaya. Penggunaan numerologi yang khas Jawa itu menyebabkan adanya asumsi bahwa orang jawa tidak dengan segenap fisik dan batinnya ketika memeluk Islam sebagai agamanya. Hampir seluruh kehidupan orang Jawa di-setting berdasarkan hitungan-hitungan yang diyakini keabsahannya. tetapi manusia juga dapat mempengaruhi budaya. Hanya saja.

Seven Theories of Religion.ac.kompas.asp Diskusi: ´Memperbincangkan Kembali Pemikiran dan Teori Clifford Geertz´ dalam www.´ DAFTAR PUSTAKA Geertz. asp?id=189590 Topan. Geertz. terj. Nur. santri dan priyayi. ³Pendekatan Antropologi Dalam Kajian Islam´ http://www. Taylor. Ignas.´ dalam http://www. yang mencoba mengkontraskan konsepsi Geertz dengan realitas sosial. Veen. Ali Noer Zaman.htm Budiman. Abangan adalah lawan dari mutihan. Anselm & Corbin. khususnya antropologi dan sosiologi.net/wmview. ´Transformasi Agama dan Budaya di Tengah-tengah Kekerasan Sosial´ dalam http://www.htm Azra. Teori Kebudayaan. Lebih dari itu semua. sementara di sisi lain terdapat kategori ³religi´ ketika dia menggambarkan santri dan abangan. Pals. Aswab Mahasin.. Taylor.. Demikian pula konsep priyayi juga berlawanan dengan wong cilik dalam penggolongan sosial.html Artikel ³Yang Populer. Sejarah Teori Antropologi I. dari Animisme E. Jakarta: Salemba Diniyah.ac.republika.com Degung Santikarma. kita ³dikejutkan´ dengan sebuah kenyataan bahwa muslim ³Mojokuto´ (Indonesia?) walaupun mayoritas tetapi masih abangan.co. Bandung: Dunia Pustaka Jaya. ³Jejaring Tanda-tanda Pilihan Pendekatan dalam Analisis Kebudayaan´ dalam httpjurnalhumaniora.com/forlog/lintas1corrie.trisakti. Lewat buah pengamatan Geertz yang dituangkan dalam buku The Religion of Java ini keberadaan abangan. Di antara yang menolak konsepsi Geertz adalah Harsja W. Islam di Jawa dalam Perspektif Santri dan Abangan.net/artikel/jamhari01. baik yang pro maupun yang kontra.geocities.[40] Terlepas dari berbagai kritik terhadap teori Geertz. Juliet. hlm. tampaknya kita patut memberikan penghargaan kepadanya atas pandangannya mengenai tipologi masyarakat Indonesia (Jawa). ³Islam Pesisiran Dan Islam Pedalaman: Tradisi Islam Di Tengah Perubahan Sosial´ dalam www. dan Studi Indonesia´ dalam http://mirifica. Yogyakarta: Qalam.phpid=12 Thohir. Djunaidi Ghony. Surabaya: Bina Ilmu. ³Clifford Geertz. Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Di satu sisi terdapat strata ³ekonomi´ untuk menggambarkan priyayi. terj.com Kleden.id/showthread. Bachtiar. Ali Noer Zaman. Prosedur.com/biographies/Clifford_Geertz-28238.B.com/biographies/Clifford_Geertz-28238. ³Beberapa Pendekatan Studi Islam Di Indonesia´ dalam http://forum.. terj. Zaini. mungkin kita akan tetap membaca buku-buku teks antropologi dan sosiologi yang memperlakukan budaya sebagai suatu gejala universal dengan narasi besar tanpa melihat bagaimana secara kontekstual dan secara historis kulturkultur lokal itu ³dibangun.id/koran_detail. dan tidak Sombong´ dalam http://www. 2002 Thufail. dan priyayi di masyarakat Jawa dikenal luas. karena keberaniannya melawan suatu tradisi besar di dalam ilmu sosial.researchover. dan Teori Grounded... 1987 Strauss. wordpress. sementara di lapisan bawahnya kejawen. Yogyakarta: Qalam. ahli sejarah sosial. ´Asia Muslim´ dalam http://www. terj. Abangan. 397 . Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Jakarta: UI-Press. terdapat kekacauan dalam penggolongan abangan. Cet.ugm. Seven Theories of Religion. Fadjar I. Daniel L. Geertz. Azyumardi.dengan ³keberhasilan´ teori Geertz itu dalam memantik berbagai reaksi. Materialisme Karl Marx hingga Antropologi Budaya C.net/annualconference/ancon06/makalah /20Nursyam.pdf4free. II. 1997 Muchtarom. serta mencampuradukkan pembagian horisontal dan vertikal dalam masyarakat Jawa karena pada kenyataannya terdapat priyayi yang abangan atau priyayi yang santri. Ali. Di antara konsepsi yang ditolaknya adalah mengenai pencampuran istilah priyayi (yang merupakan kategori kelas) dengan istilah santri dan abangan (kategori keagamaan.php?ArtID=3527 tanggal 16 Nopember 2006 Ma¶ruf Jamhari.ac. Jadi.html [2] Daniel L. Kris. Hal ini berarti Geertz telah mengacaukan dua pembagian yang termasuk susunan yang berlainan.co.uinsgd.doc. 2001. 1981 Pals.ditpertais. Ajid. Clifford. ³Memahami Metode Hermeneutik Dalam Studi Arsitektur Dan Kota´ dalam online.researchover. Materialisme Karl Marx hingga Antropologi Budaya C. dimana hanya lapisan atasnya saja yang Islam.idkaryadetail. com/kompascetak/0611/05/seni/3071699.[39] Dengan demikian dapat dikatakan bahwa salah satu kelemahan tulisan Geertz ini adalah terdapatnya ketidakparalelan dalam susunan kategorisasi. Imajinatif. Dan dari laporan Geertz ini pula.B. Santri. 2001 Koentjaraningrat.ditpertais. santri. yaitu tradisi positivisme yang sarat dengan pendekatan kuantitatif. dari Animisme E. Corrie van der. Geertz telah memberikan kontribusi pemikiran yang sangat besar terhadap ilmu-ilmu sosial di Indonesia dan dunia. ³Clifford Geertz: Sebuah Obituari´ dalam http://fithufail. Tehnik.republika.php?t=315 Syam.id [1] www. Moh. sebagai kategori ketaatan beragama dan bukan klasifikasi sosial. ³Selamat Jalan Pak Cilf. Seandainya Geertz dan pendekatan Antropologi Interpretif tak ada.id/news/jurlemlit/9Ali00 www.

Cit. pergerakan sosial. Cit.com [4] Daniel L. Tehnik.wordpress. [32] hlm.ugm. Thufail. Imajinatif.asp [13] Moh. dimana tidak ada seorang pun teoritisi sosial yang lebih sering dirujuk Geertz dibandingkan Weber. Cit. Geertz tidak pernah mengoreksi istilah itu menjadi lebih benar. sejarah.republika. karena apa yang disebut sebagai ³agama Jawa´ tersebut jelas dalam banyak hal bersumber dari tradisi Islam dan Muslim lokal.[3] Fadjar I.id/news/jurlemlit/9Ali00 [14] Ignas Kleden. ³Asia Muslim´ dalam http://www. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. ³Pendekatan Antropologi Dalam Kajian Islam´ http://www. ³Memahami Metode Hermeneutik Dalam Studi Arsitektur Dan Kota´ dalam online. Lihat Azyumardi Azra. Pertama. sehingga ilmu antropologi Amerika mengalami kemajuan yang pesat dengan penelitianpenelitian yang luas terhadap kebudayaan-kebudayaan suku-suku bangsa Indian di Amerika.. [28] Kris Budiman. hlm.phpid=12 [29] Daniel L. hlm.doc. [37] Lihat Corrie van der Veen. 396 [5] Lihat Ignas Kleden. [19] Degung Santikarma.. Priyayi dalam Masyarakat Jawa.. [35] Clifford Geertz. mendapatkan tempat di dalam pendekatan interpretatif Geertz terhadap kebudayaan. dan penjelasan aktor sosial dari perspektif aktor itu sendiri. 398 [16] Geertz mempercayai bahwa sebagian besar kehidupannya ditentukan oleh faktor ³kebetulan´. Lihat Koentjaraningrat.ditpertais. Op. hlm. yang diperkenalkan Parson. ac. 5 [24] Ibid. hlm. Franz Boas yang melaksanakan ekspedisi tunggal ke daerah suku-suku bangsa eskimo di pantai Pulau Baffinland pada tahun 1883-1884.htm [38] Istilah The Religion of Java sendiri pertama kali bukan dari Geertz.net/artikel/jamhari01. [7] Lihat artikel ³Yang Populer. ³Beberapa Pendekatan Studi Islam Di Indonesia´ dalam http://forum. vii [22] Ibid. 475-477 [36] Lihat Nur Syam. [12] Lihat Jamhari Ma¶ruf. ³Selamat Jalan Pak Cilf. Santri.. keyakinan. ³Islam Pesisiran Dan Islam Pedalaman: Tradisi Islam Di Tengah Perubahan Sosial´ dalam www.com [18] Ignas Kleden. Cit. Loc. Op. serta tentang fungsionalisasi organisai. [30] Ajid Thohir. Djunaidi Ghony. kemudian diikuti oleh Alfred Louis Kroeber. tapi konon dari penerbit. Loc. hlm. dan Studi Indonesia´ dalam http://mirifica. hlm. Lowie dan masih banyak antropolog lain. Tetapi. II. Jakarta: UI-Press. Cit.co.. hlm. Prosedur. Aktifitas-aktifitas ilmiah F. Penelitian kualitatif ini dapat menunjukkan pada penelitian tentang kehidupan masyarakat. ³Jejaring Tanda-tanda Pilihan Pendekatan dalam Analisis Kebudayaan´ dalam httpjurnal-humaniora.. [15] Danile L. terj.idkaryadetail. 1997. Robert H. dan Teori Grounded.. 404 et.htm [20] Daniel L.ac.. Op. 11 [27] Terobosan pendekatan interpretif Geertz dapat disarikan dalam dua hal. dan tidak Sombong´ dalam http://www.ditpertais. hlm. Cit. [17] Lihat Diskusi: ´Memperbincangkan Kembali Pemikiran dan Teori Clifford Geertz´ dalam www. Boas ini. hlm. 1981. Op. Lihat Fadjar I. I. Ali Topan. Pals.trisakti..co. Lihat Anselm Strauss & Juliet Corbin. Loc. seq.com/forlog/lintas1corrie. Pals. 401 [9] Tradisi ini dirintis oleh Imigran asal Jerman. yang sama sekali tidak bisa dilepaskan dari ³tradisi besar´ Islam.. Cit..kompas.. hlm. Cit. ³Clifford Geertz.seq. 399 [21] Lihat kata pengantar Parsudi Suparlan dalam Clifford Geertz. 408 et. Pals. 122-137 [10] Daniel L. vii [26] Penelitian Kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran).php?t=315 [31] Ibid. hlm. interpretasi haruslah berdasarkan ³deskripsi tebal´ (thick description) gejala atau peristiwa sosial. asp?id=189590 .´ dalam http://www.pdf4free. Pals.ac. 9 [25] Ibid. Cit. Sejarah Teori Antropologi I. Loc.id [8] Daniel L. hlm.republika. Kedua. seq.php?ArtID=3527 tanggal 16 Nopember 2006 [6] Ibid. 6 [23] Ibid.com/kompascetak/0611/05/seni/3071699. tujuan akhir interpretasi adalah menemukan dan memahami pandangan. Teori Kebudayaan. hlm.. Op. [11] Tampaknya konsep-konsep weber. ³Transformasi Agama dan Budaya di Tengah-tengah Kekerasan Sosial´ dalam http://www. Tujuan ini hanya bisa dicapai apabila peneliti dapat menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat yang ditelitinya. Cit. Hal ini dapat dilihat dari esai-esai dan buku-buku Geertz. Cit.. hlm. Abangan. tingkah laku. atau hubungan kekerabatan. Lihat Ibid. Bandung: Dunia Pustaka Jaya. 402 et.net/annualconference/ancon06/makalah/Makalah%20Nursyam.id/showthread.net/wmview. terj. 513 [34] Degung Santikarma. 1987. hlm. Op. ³Clifford Geertz: Sebuah Obituari´ dalam http://fithufail..id/koran-detail. Pals..geocities. Cit. Cet. Op. Aswab Mahasin. Op. hlm.uinsgd. Pals. Cet. Surabaya: Bina Ilmu. Thufail. 511 [33] Clifford Geertz.

[39] Lihat Harsja W. 16 et.seq. ³The Religion of Java. hlm. 525 et. dalam Clifford Geertz.seq. hlm. Islam di Jawa dalam Perspektif Santri dan Abangan.. Bachtiar. 2002. Op. Cit. Sebuah Komentar´. Jakarta: Salemba Diniyah. [40] Zaini Muchtarom. .