Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia modern lebih mudah dalam melakukan usaha meningkatkan derajat kesejahteraan pada dirinya. Dalam dua dasa warsa terakhir ini kemajuan iptek kedokteran manusia begitu pesatnya, sehingga dewasa ini terdapat berbagai cara pelaksanaan dalam upaya kehamilan diluar cara alami, yang disebut Teknologi Reproduksi Buatan (TRB) dan dalam UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 disebut sebagai kehamilan diluar alami.1 Ilmu dan tehnologi di bidang kedokteran pada dua dekade terakhir mengalami perkembangan yang pesat serta memberikan dampak positif bagi umat manusia. Salah satu hasil penemuan di bidang ini adalah dengan telah ditemukannya cara-cara baru dalam mereproduksi manusia atau yang dikenal dengan fertilisasi in viltro (bayi tabung). Dengan merembaknya fertilisasi in vitro, ada hal yang lain tumbuh mengikutinya yaitu pelaksanaan donor sperma bahkan didirikannya bank sperma yang bertujuan untuk menampung para pria yang mendonorkan spermanya.

Hanafiah, Jusuf. 1999. Etika dan hukum kedokteran, EGC, Jakarta. Hal. 98

Permasalahn yang muncul karena ada kemungkinan pemakaian donor sperma yang bukan berasal dari suami perempuan yang sah. Keberadaan donor sperma dan bank sperma ini masih banyak diperdebatkan oleh para ahli hukum maupun para pemuka agama.

B. Permasalahan Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan masalah-masalah berikut ini :
1. Apakah yang dimaksud dengan donor sperma ? 2. Bagaimanakah Aspek hukum donor sperma?

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Donor Sperma dan Bank Sperma

Adapun pengertian donor sperma yaitu pemberi atau penderma sperma oleh laki-laki untuk digunakan secara langsung ataupun untuk di simpan di bank sperma.2 Bank sperma adalah tempat yang melayani pembekuan dan penyimpanan sperma. Donor sperma akan disimpan dalam tabung pendingin berisi nitrogen cair dengan suhu yang relatif rendah yaitu 196 C. Umumnya, sperma tersebut dapat disimpan selama lima tahun.3 Dalam bahasa medis bisa disebut juga Cryiobanking. Cryiobanking adalah suatu teknik penyimpanan sel cryopreserved untuk digunakan di kemudian hari. Pada dasarnya, semua sel dalam tubuh manusia dapat disimpan dengan menggunakan teknik dan alat tertentu sehingga dapat bertahan hidup untuk jangka waktu tertentu. Selain digunakan untuk sperma-sperma yang berasal dari donor, bank sperma juga dapat dipergunakan oleh para suami yang produksi spermanya sedikit atau bahkan akan terganggu. Hal ini dimungkinkan karena derajat cryosurvival dari sperma yang disimpan tidak ditentukan oleh kualitas sperma melainkan lebih pada proses penyimpanannya.

http://www.artikata.com/arti-54128-donor.html International Sperm Bank. http://www.bancodesemeninternacional.net/eng/introduccion/index.htm". Diakses pada 14 Juli 2011.


3

Telah disebutkan diatas, bank sperma dapat dipergunakan oleh mereka yang produksi spermanya akan terganggu. Maksudnya adalah pada mereka yang akan menjalani vasektomi atau tindakan medis lain yang dapat menurunkan fungsi reproduksi seseorang. Dengan bank sperma, semen dapat dibekukan dan disimpan sebelum vasektomi untuk mempertahankan fertilitas sperma. Bank sperma sebenarnya telah berdiri beberapa tahun yang lalu, pada tahun 1980 di Escondido California yang didirikan oleh Robert Graham, si kakek berumur 73 tahun, juga di Eropa, dan di Guangdong Selatan China, yang merupakan satu di antara lima bank sperma besar di China, Sementara itu, Bank pusat sel embrio di Shanghai, bank besar lain dari lima bank besar di China, meluncurkan layanan baru yang mendorong kaum lelaki untuk menabung spermanya, demikian laporan kantor berita Xinhua. Bank tersebut menawarkan layanan penyimpanan sperma bagi kaum lelaki muda yang tidak berencana untuk punya keturunan, namun mereka takut kalau nanti mereka tidak akan menghasilkan semen yang cukup secara jumlah dan kualitas, ketika mereka berencana untuk memiliki keluarga.4 Latar belakang munculnya bank sperma antara lain adalah sebagai berikut: 1. Keinginan memperoleh atau menolong untuk memperoleh keturunan pada seorang pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak. 2. 3.
4

Memperoleh generasi jenius atau orang super. Menghindarkan kepunahan manusia

http://www.scribd.com/doc/45369766/Bank-Sperma

4. 5.

Memilih suatu jenis kelamin Mengembangkan kemajuan teknologi terutama dalam bidang kedokteran. Menurut Werner (2008), Beberapa alasan seseorang akhirnya

memutuskan untuk menyimpan spermanya pada cryobanking, antara lain:5 1. Seseorang akan menjalani beberapa pengobatan terus menerus yang dapat mengurangi produksi dan kualitas sperma. Beberapa contoh obat tersebut adalah sulfasalazine, methotrexate. 2. Seseorang memiliki kondisi medis yang dapat

mempengaruhi kemampuan orang tersebut untuk ejakulasi (misal: sklerosis multipel, diabetes). 3. Seseorang akan menjalani perawatan penyakit kanker yang mungkin akan mengurangi atau merusak produksi dan kualitas sperma (misal: kemoterapi, radiasi). 4. Seseorang akan memasuki daerah kerja yang berbahaya yang memungkinkan orang tersebut terpapar racun reproduktif. 5. Seseorang akan menjalani beberapa prosedur yang dapat mempengaruhi kondisi testis, prostat, atau kemampuan ejakulasinya (misal: operasi usus besar, pembedahan nodus limpha, operasi prostat). 6. Seseorang akan menjalani vasektomi.

Werner, Michael A., 2008. Cryobanking. Diperoleh dari: http:// www. mazelabs.com/MLcryobanking.htm

Adapun beberapa salah satu Tujuan diadakan bank sperma adalah semata-mata untuk membantu pasangan suami isteri yang sulit memperoleh keturunan dan menghindarkan dari kepunahan sama halnya dengan latarbelakang munculnya bank sperma seperti yang telah dijelaskan diatas.
B. Aspek Hukum Pelaksanan Donor sperma

Untuk di indonesia masih jauh untuk memiliki aturan hukum yang mengatur Donor Sperma. Pada Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sedikit membahas yang berhubungan dengan donor sperma yaitu : Pasal 127 (1) Upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan:
a. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang

bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal; b. dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu; dan c. pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. Berdasarkan Pasal 127 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 dapat disimpulkan bahwa cara memperolah keturunan dengan diluar cara alamiah diperbolehkan dengan catatan donor sperma berasal dari suaminya. Namun di luar negeri ada yang memperbolehkan.

Menurut salah satu pasal yang ada di Australia pada tahun 1984 ditentukan bahwa : suami istri yang melahirkan anak kehamilannya terjadi karena donor adalah ayah dari anak itu, karena pemakaian sperma donor itu atas izin darinya.6 Kemudian menurut rekomendasi Dewan Penasehat Etik Amerika Serikat disebutkan Bahwa: Dewan mengakui penggunaan sperma donor asal ada persetujuan dari pasangan suami istri.7 Sedangkan menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan tentang fatwa-fatwa baru tentang sesuatu yang haram dan halal, berikut MUI mengeluarkan Fatwa Haram lagi kepada praktek donor sperma. 8 Dengan demikian pelaksanaan donor sperma yang bukan berasal dari suami yang sah merupakan perbuatan dilarang. Kemudian dengan dasar bahwa sperma merupakan jaringan dari tubuh manusia, maka donor sperma dengan dasar jual beli dapat di tuntut berdasarkan Pasal 192 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 : Setiap orang yang dengan sengaja memperjualbelikan organ atau jaringan tubuh dengan dalih apa pun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

BAB III
6

Sumadipraja, sudikno. 1989. Perkembangan Teknologi Reproduksi, ISWI, 20 September 1989. Jakarta Hal. 15.
7

Fletcher, John C., 1981 Reprodutive Technologi, james F. Children and john Macquarrie A new dictionary of christian Ethics. Fress. hal
8

http://gugling.com/fatwa-baru-mui-bank-sperma-haram-bank-asi-boleh.html

PENUTUP

A. Simpulan Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :


1. Hukum di indonesia masih belum menjangkau permasalahan mengenai

pelaksanaan donor sperma dan bank sperma .


2. Dengan berbagai macam alasan apapun, pelaksanaan donor sperma untuk

mendapatkan keturunan yang bukan berasal dari suami yang sah adalah dilarang.

B. Saran Adapun saran yang hendak di sampaikan oleh penulis yaitu :


1. Mesti

teknhologi

telah

berkembang

pesat,

tetapi

kita

mesti

menggunakannya dengan arif dan bijaksana yaitu harus dipergunakan sesuai dengan hukum dan etika yang ada. 2. Para ahli hukum di indonesia sebaiknya cepat membuat aturan-aturan yang baru mengenai permsalahan diatas, karena perkembangan hukum selalu tertinggal dengan perkembangan tehnologi. DAFTAR PUSTAKA

Hanafiah, Jusuf. 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. EGC, Jakarta. Http://www.artikata.com/arti-54128-donor.html Diakses pada 14 Juli 2011. Http://www.bancodesemeninternacional.net/eng/introduccion/index.htm. Diakses pada 14 Juli 2011. http://gugling.com/fatwa-baru-mui-bank-sperma-haram-bank-asi-boleh.html
http://www.scribd.com/doc/45369766/Bank-Sperma

Sumadipraja, sudikno. 1989. Perkembangan Teknologi Reproduksi, ISWI, 20 September 1989. Jakarta Hal. 15. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Werner, Michael A., 2008. Cryobanking. Diperoleh dari: http:// www. mazelabs.com/MLcryobanking.htm