Anda di halaman 1dari 19

Falsafah dan Teori

Keperawatan

Makalah Bank sperma


DISUSUN OLEH :

1. Johny Febriyan Sandy Wattimena


(183145105039)
2. Adriana Kuway ( 183145105046)
3. Nur Indah Chairunnisa B (183145105053)
4. Syarwanti Arsal (183145105023)
5. Selomid M Angamasa (183145105054)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keturunan atau anak adalah sesuatu yang sangat
diidam- idamkan dalam pernikahan, pernikahan tanpa
adanya seorang buah hati seakan-akan tidak ada artinya,
karena salah satu dari tujuan pernikahan adalah
memperoleh keturunan.
Berdampak dari mungkin terjadinya hal seperti itu
maka seiring dengan kemajuan teknologi dalam bidang
kedokteran dilakukan berbagai macam cara untuk
memperoleh keturunan diantaranya melalui inseminasi
buatan, bayi tabung, dan bank sperma sehingga pasangan
suami-istri yang mengidamkan untuk mempunyai anak
dengan cara bank sperma yang diambil dari para pendonor
dengan dengan menafikan adanya hubungan pernikahan
atau tidak, hal ini akan menjadi kerancuan pada status dan
nasib anak tersebut.
Lanjutan
Oleh karena itu hal-hal yang demikian sangat penting
untuk dibahas berdasarkan sumber-sumber hukum dan
agama yang ada sehingga kita dapat mengetahuinya.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Bank Sperma


Bank sperma adalah pengambilan sperma
dari donor sperma lalu di bekukan dan
disimpan ke dalam larutan nitrogen cair untuk
mempertahankan fertilitas sperma. Dalam
bahasa medis bisa disebut juga
Cryiobanking. Cryiobanking adalah suatu
teknik penyimpanan sel cryopreserved untuk digunakan di
kemudian hari. Pada dasarnya, semua sel dalam tubuh
manusia dapat disimpan dengan menggunakan teknik dan
alat tertentu sehingga dapat bertahan hidup untuk jangka
waktu tertentu. Bank sperma dapat dipergunakan oleh
mereka yang produksi spermanya akan tergangu
Lanjutan
Teknik yang paling sering digunakan dan terbukti
berhasil saat ini adalah metode Controlled Rate Freezing,
dengan menggunakan gliserol dan egg yolk sebagai
cryoprotectant untuk mempertahankan integritas membran sel
selama proses pendinginan dan pencairan. Teknik
cryobanking terhadap sperma manusia telah memungkinkan
adanya keberadaan donor semen, terutama untuk pasangan-
pasangan infertil. Tentu saja, semen-semen yang akan
didonorkan perlu menjalani serangkaian pemeriksaan, baik
dari segi kualitas sperma maupun dari segi pendonor seperti
adanya kelainan-kelainan genetik. Dengan adanya
cryobanking ini, semen dapat disimpan dalam jangka waktu
lama, bahkan lebih dari 6 bulan (dengan tes berkala terhadap
HIV dan penyakit menular seksual lainnya selama
penyimpanan). Kualitas sperma yang telah disimpan dalam
bank sperma juga sama dengan sperma yang baru, sehingga
memungkinkan untuk proses ovulasi.
Lanjutan
Bank sperma sebenarnya telah berdiri beberapa tahun
yang lalu, pada tahun 1980 di Escondido California yang
didirikan oleh Robert Graham, si kakek berumur 73 tahun,
juga di Eropa, Dan di Guangdong Selatan China, yang
merupakan satu di antara lima bank sperma besar di China,
Sementara itu, Bank pusat sel embrio di Shanghai, bank
besar lain dari lima bank besar di China, meluncurkan layanan
baru yang mendorong kaum lelaki untuk menabung
spermanya, demikian laporan kantor berita Xinhua. Bank
tersebut menawarkan layanan penyimpanan sperma bagi
kaum lelaki muda yang tidak berencana untuk punya
keturunan, namun mereka takut kalau nanti mereka tidak akan
menghasilkan semen yang cukup secara jumlah dan kualitas,
ketika mereka berencana untuk memiliki keluarga.
B. Latar Belakang Munculnya Bank Sperma
Menurut Werner (2008), Beberapa alasan seseorang
akhirnya memutuskan untuk menyimpan spermanya pada
cryobanking, antara lain:
1. Seseorang akan menjalani beberapa pengobatan terus
menerus yang dapat mengurangi produksi dan kualitas
sperma. Beberapa contoh obat tersebut adalah
sulfasalazine, methotrexate.
2. Seseorang memiliki kondisi medis yang dapat
mempengaruhi kemampuan orang tersebut untuk
ejakulasi (misal: sklerosis multipel, diabetes).
3. Seseorang akan menjalani perawatan penyakit kanker
yang mungkin akan mengurangi atau merusak produksi
dan kualitas sperma (misal: kemoterapi, radiasi).
Lanjutan

4. Seseorang akan memasuki daerah kerja yang berbahaya


yang memungkinkan orang tersebut terpapar racun
reproduktif.
5. Seseorang akan menjalani beberapa prosedur yang
dapat mempengaruhi kondisi testis, prostat, atau
kemampuan ejakulasinya (misal: operasi usus besar,
pembedahan nodus limpha, operasi prostat).
6. Seseorang akan menjalani vasektomi.
BANK SPERMA DARI SEGI AGAMA
Perkahwinan di dalam Islam merupakan suatu institusi
yang mulia. Ia adalah ikatan yang menghubungkan seorang
lelaki dengan seorang perempuan sebagai suami isteri. Hasil
dari akad yang berlaku, kedua-dua suami dan isteri mempunyai
hubungan yang sah dan kemaluan keduanya adalah halal untuk
satu sama lain. Sebab itulah akad perkahwinan ini dikatakan
sebagai satu akad untuk menghalalkan persetubuhan di antara
seorang lelaki dengan wanita, yang sebelumnya diharamkan.
Q.S. Al Hujuraat : 13 :Hai manusia, Sesungguhnya kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi
Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
Mengenal.Q.S Al Qiyaamah : 39:Lalu allah menjadikan dari
padanya sepasang : laki-laki dan perempuan.Namun, hubungan
perkawinan yang wujud ini bukanlah semata-mata untuk
mendapatkan kepuasan seks, tetapi merupakan satu
kedudukan untuk melestarikan keturunan manusia secara sah.
Lanjutan

Agar terciptanya rumah tangga yang bahagia dan


sejahtera, Allah SWT dan Rasul-Nya memberikan pentunjuk
agar sebelum perkawinan memilih calon yang baik. Diantara
kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangga adalah hadirnya
anak seperti yang didambakan sebagai generasi penerus dari
keluarganya. Oleh sebab itu, mana-mana anak yang dilahirkan
hasil dari perkahwinan yang sah adalah anak sah baik menurut
syara` atau hukum positif di indonesia. Anak tersebut dikatakan
mempunyai nasab yang sah dari segi hukum syara’, berbeda
dengan anak zina yang tidak boleh dihubungkan dengan mana-
mana nasab. Islam memandang penting akan hubungan
perkawinan atau persetubuhan sah ini kerana ia melibatkan
banyak lagi hukum lain yang muncul darinya seperti nasab,
waris, harta pusaka dan sebagainya.
Lanjutan

Kehadiran bank sperma menjadikan pengaruh yang


sangat besar terhadap seorang suami isteri atau juga pada
seorang gadis yang tidak mau kawin tapi pingin punya anak hal
itu tidak asing lagi itu bisa terjadi dengan kemajuan tegnologi
sekarang ini seperti adanya bank sperma tinggal beli aja lalu di
suntikkan kedalam alat kelaimin perempaun di dalam rahimnya
yang akan bergabung dengan ovum baru bisa hamil.
BANK SPERMA DARI SEGI HUKUM
Ilmu kedokteran dan teknologi di bidang reproduksi
terus berkembang. Untuk membantu pasangan infertilitas atau
tidak subur, bisa dilakukan inseminasi buatan maupun bayi
tabung. Dalam perkembangannya, munculah donor sperma
atau sperma dari pria lain untuk membuahi sel telur. Lalu,
didirikanlah bank sperma sebagai tempat menyimpan sperma
yang didapat dari pendonor. Namun, hal itu hanya terjadi di
beberapa negara barat. Bagaimana di Indonesia? Pakar
bayi tabung dr. Budi Wiweko, SpOG (K) menegaskan, donor
sperma tidak diperbolehkan di Indonesia sehingga tidak
mungkin pula dibentuk bank sperma. Dokter yang akrab disapa
Iko ini menjelaskan, dalam Undang-undang Kesehatan Nomor
36 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah tentang Kesehatan
Reproduksi Nomor 41 tahun 2014 telah ditegaskan, inseminasi
buatan maupun bayi tabung harus dilakukan oleh pasangan
suami istri.
Lanjutan
Sperma dan sel telur yang digunakan tentu harus
berasal dari pasangan suami istri tersebut. "Donor sperma
enggak boleh. Selain dari sisi agama, juga mengacu pada ilmu
pengetahuan. Itulah masalah etik dan medikolegal yang sering
dijumpai pada teknologi reproduksi. Di Indonesia tidak
membenarkan hal itu (donor sperma)," kata Iko saat dihubungi
Kompas.com, Sabtu (20/2/2016). Iko mengungkapkan, berbagai
risiko bisa muncul jika wanita mendapat donor sperma, seperti
riwayat genetik yang tidak jelas. Hal ini bisa menimbulkan
masalah sosial di masa mendatang. Bagi pasangan suami istri
yang mengalami infertilitas, program bayi tabung atau
inseminasi buatan bisa mengupayakan pembuahan
menggunakan sel telur dan sperma pasangan. Jika sperma
tidak sehat, perlu dilakukan pengobatan. Atau jika ada kelainan,
seperti sperma tidak keluar, opsinya adalah dilakukan
pembedahan untuk mengambil sperma dari pabriknya di testis.
Dengan begitu, donor sperma pun tidak diperlukan.
BANK SPERMA DARI SEGI
SOSIAL-BUDAYA
Masalah sosial yang dihadapi adalah apabila ada
wanita X yang hendak membeli atau meminta sperma dari bank
sperma, maka anak itu mungkin saja tidak akan bertemu atau
mengetahui identitas ayahnya, atau ketika sperma dari pria
yang sama digunakan oleh wanita Y, artinya anak yang
dilahirkan kedua perempuan itu pun bersaudara karena bersal
dari satu sperma laki-laki. Dan Ketika mungkin anak-anak yang
dilahirkan oleh wanita X dan B itu menikah, maka dalam agama
islam itu salah satu yang dilarang. Kehadiran bank sperma juga
belum tepat karena Indonesia memiliki kultur yang berbeda-
beda. "Bank sperma dengan tujuan komersial belum tepat
dilakukan di Indonesia. Dalam kultur di indonesia terutama yang
terkait masalah agama.Tujuan dari bank sperma kan akan
menghasilkan keturunan, tapi di Indonesia hanya sah kalau
sperma suami untuk inseminasi terhadap istrinya sendiri," kata
Does Sampoerno kepada Kompas.com, Kamis (29/07/10) di
Jakarta.
Lanjutan
Meskipun dipandang dari sisi kesehatan akan
membantu sebagian orang, namun menurut Ketua Kolegium
Keilmuan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)
itu, implementasi tindakan ilmu kesehatan harus dikaitkan
dengan norma, nilai agama, budaya di negeri itu. "Ini karena
mempertimbangkan masalah agama, budaya, norma, hak asasi,
apalagi untuk negara-negara multikultural," kata Prof Does.
Dalam etika kesehatan, lanjut Does, ada empat prinsip pokok
yang harus dipatuhi sebelum melakukan tindakan. Keempat
etika pokok tersebut adalah menghargai harkat martabat atau
hak asasi orang lain, perbuatan baik, tidak merugikan serta
keadilan. Dalam prinsip berbuat baik misalnya, kata Does, harus
dilihat apakah kepentingan individu itu akan merugikan orang
lain atau tidak. Karena dalam etika berbuat baik yang harus
dimaksimalkan adalah keuntungan individu dan masyarakat,
sedangkan yang merugikan harus diminimalkan.
Lanjutan

"Kalau bank sperma memberi sperma kepada orang lain, dan


diketahui orang lain akan menyebabkan kegegeran karena
melanggar norma dan agama. Oleh sebab itu, yang
diperbolehkan adalah melakukan inseminasi buatan antara
suami dengan istrinya sendiri. Itulah sebabnya, di sini bank
sperma tidak bisa dipakai," kata Prof Does. Berkaitan dengan
praktik bayi tabung, pemerintah sebenarnya telah membuat
ketetapan dalam pasal 16 UU Kesehatan No.23/1992 dan
Peraturan Menteri Kesehatan No.73 tahun 1992 yang isinya
menetapkan inseminasi buatan hanya diperbolehkan pada
suami istri yang sah, lalu menggunakkan sperma dan sel telur
pasangan tersebut yang kemudian ditanam dalam rahim istri.
BANK SPERMA DARI SEGI
KESEHATAN DAN ANALISIS
Bank sperma dari sisi medis merupakan sebuah kemajuan
teknologi dalam ilmu kedokteran dimana dengan adanya bank
sperma bisa membantu pasangan suami istri yang tidak
memiliki anak atau membantu pasangan suami istri dalam
menjaga keturunan Yang di karenakan :
1. Seseorang memiliki kondisi medis yang dapat
mempengaruhi kemampuan orang tersebut untuk ejakulasi
contohnya: sklerosis multipel, diabetes.
2. Seseorang akan menjalani perawatan penyakit kanker yang
mungkin akan mengurangi atau merusak produksi dan
kualitas sperma contohnya: kemoterapi, radiasi.
3. Seseorang akan memasuki daerah kerja yang berbahaya
yang memungkinkan orang tersebut terpapar racun
reproduktif.
4. Seseorang akan menjalani beberapa prosedur yang dapat
mempengaruhi kondisi testis, prostat, atau kemampuan
ejakulasinya contohnya: operasi usus besar, pembedahan
nodus - limpha, operasi prostat.
5. Seseorang akan menjalani vasektomi.
THANK YOU