STATISTIK TERAPAN

Oleh : Dr. dr. Buraerah. H. Abd. Hakim, MSc
( Jurusan : Biostatistik / KKB FKM – UH )

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN

Program Magister Epidemiologi Non Reguler

PENGERTIAN
Ialah penerapan konsep dan prinsipprinsip statistik dalam proses Penentuan populasi dan smpel, Pengumpulan data, Pengolahan data, Analisis data serta Penyajian hasil penelitian, dalam rangka menjawab tujuan penelitian yang akan dicapai peneliti.

PEMILIHAN JENIS UJI DITENTUKAN OLEH TUJUAN KHUSUS PENELITIAN, DAN SKALA PENGUKURAN VARIABEL YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BERIKUT :

Ordinal Ordinal  Arah hubungan 30 sampel (utk.  Besar hubungan  Perbedaan  Spearman Correlation  Median sampel  Mann Withney – U (alt. perubhn o Besar hub. bertanda Wilcox. Analis ) Rumus sampel utk.PETUNJUK PEMILIHAN UJI STATISTIK JENIS VARIBEL INDEP Nominal DEPEND Nominal Skala pengukuran Var JENIS/ SIFAT PENGUKURAN PILIHAN JENIS UJI STATISTIK BESAR SAMPEL o Arah hubungan o Magnitude/ o Pearson Chi-Square o Fisher Excat test o Mc Nemar test o Phi (Ф)  Somers.uji t)  Jlh Peringkt Wilcoxon Interval Interval  Arah Hubungan  Besar o Regressisedrhn/Ganda o Regressi linier ganda Sda Hubungan  Perbedaan logistic o Correlation Sdrhn/Ganda . Kesimpulan Populasi sda  Hubungan  Kendall Thau.c  Sign test  Rangk.b.a. D signif.

Skala pengukuran variabel Ordinal Interval Interval Nominal Nominal Ordinal  Hubungan  Etha JENIS/ SIFAT PENGUKURAN PILIHAN JENIS UJI STATISTIK BESAR SAMPEL .PETUNJUK PEMILIHAN UJI STATISTIK JENIS VARIBEL INDEP DEPEND.

KONSEP PENGUKURAN VARIABEL (Instrumentasi) .

UJI CHI-SQUARE Prinsip Distribusi Frekuensi Observasi ( O ) Distribusi Frekuensi Harapan ( E ) Sumbu ( X ) .1SD Mean + 1SD .1SD Mean + 1SD .

UJI CHI-SQUARE Penggunaan Contoh tabel 2 x 2 Baris (skala nominal) 1 1 2 2 Kolom (skala nominal) .

0.5| )² X² = Σ ---------------------E O = Frekuensi Observasi (observe) E = Frekuensi Harapan (expected) Σ = Sigma = jumlah DF = (C-1)(R-1) .UJI CHI-SQUARE RUMUS UNTUK SATU SAMPEL Yate‟s Correction ( O – E )² X² = Σ -------------E Dimana : ( |O – E .

RUMUS UMUM “ FISHER EXCAT TEST “ (A+B)! (C+D)! (A+C)! (B+D)! p = ----------------------------------------------N! A! B! C! D! .

RUMUS UNTUK DUA SAMPEL INDEPENDEN DUA POPULASI POPULASI (A) POPULASI (B) N = n1 + n2 n1 SATU POPULASI (KEL X) n2 Tanpa Intervensi RW (A) RW (B) Dengan Intervensi n1 n2 N = n1 + n2 .

MODEL DESAIN TABEL BERAT BADAN PMT Total BAIK KURANG persen % Jumlah Persen jumlah persen jumlah INTENSIF a % b % a+b TIDAK INTENSIF JUMLAH c a+c % % d b+d % % c+d N % % .

½ n ) ² x ² = ---------------------------------------(a+b) (a+c) (b+d) (c+d) .RUMUS UMUM n ( | ad – bc | .

0) 84: (42. Analisis ini menggunakan persentase baris yang dimaksudkan untuk membandingkan persentase variabel dependen menurut variabel independennya sebagai berikut : Tabel 8 Sebaran persentase kejadian karies gigi menurut kebiasaan makan dan minum kariogenik pada murid kelas vi SD sudirman tahun 2005 KEBIASAAN MAKAN DAN MINUM KARIOGENIK Kurang baik Baik JUMLAH Sumber : Data primer KEJADIAN KARIES GIGI Ada karies 81: (73. dan keteraturan memerikskan gigi.0) .0) 86: (100.6) 31: (36. Analisis Persentase variabel Pada tahap ini dilakukan analisis persentase kejadian karies gigi menurut berbagai variabel sesuai dengan tujuan khusus penelitian yakni : Kebiasaan makan dan minum kariogenik.2.4) 55: (64.1) Tidak ada karies 29: (26.0) 112: (57. cara mengosok gigi.0) 196: (100. ketepatan waktu menggosok gigi.9) TOTAL 110: (100.

0) 196: (100.0) .0) 84: (42.9) TOTAL 110: (100. Analisis ini menggunakan persentase baris yang dimaksudkan untuk membandingkan persentase variabel dependen menurut variabel independennya sebagai berikut : Tabel 9 Sebaran persentase kejadian karies gigi menurut kebiasaan makan dan minum kariogenik pada murid kelas vi SD sudirman tahun 2005 KEBIASAAN MAKAN DAN MINUM KARIOGENIK Kurang baik Baik JUMLAH Sumber : Data primer KEJADIAN KARIES GIGI Ada karies 81: (73. dan keteraturan memerikskan gigi. Analisis Persentase variabel Pada tahap ini dilakukan analisis persentase kejadian karies gigi menurut berbagai variabel sesuai dengan tujuan khusus penelitian yakni : Kebiasaan makan dan minum kariogenik.0) 86: (100. ketepatan waktu menggosok gigi. cara mengosok gigi.0) 112: (57.2.6) 31: (36.4) 55: (64.1) Tidak ada karies 29: (26.

000 . sedangkan penilaian kemaknaan hubungan dinilai melalui nilai “ p value” .848 Phi= 0. Besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen dinilai melalui uji “ Phi ( Φ )“ sebagai berikut : Tabel 10 Hubungan kejadian karies gigi dengan kebiasaan makan dan minum kariogenik pada murid kelas vi SD sudirman tahun 2005 KEBIASAAN MAKAN DAN MINUM KARIOGENIK KEJADIAN KARIES GIGI Ada karies Tidak ada karies TOTAL Hasil Uji Chi-square P value Kurang baik Baik JUMLAH Sumber : Data primer 81 31 112 29 55 84 110 86 196 X2 = 27. Penilaian adanya hubungan didasarkan atas hasil uji Chi-square dengan rumus satu satu sampel. cara mengosok gigi.3. dan keteraturan memerikskan gigi. Analisis Hubungan variabel Pada tahap ini dilakukan analisis hubungan variabel kejadian karies gigi dengan variabel independennya sesuai dengan tujuan khusus penelitian yakni : Kebiasaan makan dan minum kariogenik.377 0. ketepatan waktu menggosok gigi.000 0.

2% 111 63.9% 20.2% Status pekerjaan Bekerja Tidak bekerja Total Count % within Status pekerjaan % within Keteraturan berobat % of Total Count % within Status pekerjaan % within Keteraturan berobat % of Total Count % within Status pekerjaan % within Keteraturan berobat % of Total Total 102 100.6% 72 100.3% 13.3% 50.Status pekerj aan * Keteraturan berobat Crosstabulation Keteraturan berobat Teratur Tidak teratur 88 14 86.0% 58.0% 63.6% 23 31.0% 49 68.7% 79.0% .8% 100.1% 77.4% 41.0% 100.6% 58.0% 36.7% 13.4% 174 100.8% 28.0% 41.2% 100.2% 63 36.2% 8.0% 100.8% 22.

(2-sided) Exact Sig.000 . The minimum expected count is 26. .000 .07.Chi-Square Tests Value 53.938b 51.000 Exact Sig. 0 cells (. (2-sided) .0%) have expected count less than 5.000 . Computed only for a 2x2 table b.000 a. (1-sided) Pearson Chi-Square a Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test N of Valid Cases .612 56.002 174 df 1 1 1 Asymp. Sig.

Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.553 174 Asymp.064 7.344 Approx.000 . . . a Std. Sig. . T b Nominal by Nominal Phi Cramer's V Measure of Agreement Kappa N of Valid Cases a.557 .Symmetric Measures Value .000 b.000 . Error Approx. Not assuming the null hypothesis.557 .

911 .Risk Estimate 95% Confidence Interval Lower Upper 6.368 3.322 1.336 Value Odds Ratio for Status pekerjaan (Bekerja / Tidak bekerja) For cohort Keteraturan berobat = Teratur For cohort Keteraturan berobat = Tidak teratur N of Valid Cases 13.202 174 .817 .701 .391 2.121 28.

PMT 6bln .Mc NEMAR TEST Tabel analisis untuk menguji signifikansi perubahan (MC Nemar Test) Sebelum intervensi + Jumlah Sesudah intervensi A C A+C + B D B+D Total A+B C+D A+B+C+D Intervensi dengan pemb.

Mc NEMAR TEST Catatan : pada keadaan ini distribusi sampling x ² diasumsikan berdistribusi Chi-Square dengan DF = 1  Bila disederhanakan bentuknya diperoleh bentuk rumus sebagai berikut : ( A – D )² x ² = ----------------A + D  dengan DF = 1 .

Mc NEMAR TEST Koreksi kontinyuitas Menggunakan prinsip koreksi (Yates) dengan rumus : (| A – D | .1)² x ² = ----------------------------A + D  dengan DF = 1 .

DESAIN TABEL UNTUK UJI ORDINAL SKALA ORDINAL VARIABEL A SKALA ORDINAL JUMLAH B C A B C JUMLAH .

PRINSIP UJI ORDINAL • Variabel yang akan diuji bersumber dari sampel dan untuk selanjutnya karakteristik yang ada didalam sampel dilihat hubungannya. Antara satu variabel dan variabel lainnya. • Pengelompokan / pengkategorian variabel dilakukan menurut skala ordinal. • Metode Statistika yang digunakan adalah uji Kendall‟s atau yang terdiri dari : • Kendall‟s taua • Kendall‟s taub • Kendall‟s tauc • Spearman rank correlation .

• Konkordans ( sesuai ) berarti susunan observasi berada didalam urutan yang wajar → dinilai ( + ). . • Diskonkordans berarti urutan tidak wajar → dinilai ( .PRINSIP UJI • Dikemukakan oleh Kendall pada tahun 1983 dan dikenal sebagai Kendall tau_a atau taua. • Rumus umum yang digunakan adalah : K–D Taua = -------------------n(n–1)/2 Keterangan : K = Jumlah pasangan Konkordans D = Jumlah pasangan Diskonkordans n = Banyaknya pasangan yang mungkin dibentuk.).

124 15 ( 14 ) .= 0.PRINSIP UJI Perhitungan konkordans dan diskonkordans dilakukan dengan menggunakan rumus berikut : K–D tau-a = ---------------------n(n–1)/2 K – D → diperoleh dari rumus : N = 4 Σ Ci – n ( n -1 ) = 4 ( 59 ) – 15 ( 14 ) → 236 – 210 = 26 26 tau-a = ---------------------.

sedangkan rumus yang digunakan ialah : K–D tau-b = ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------√ [ { n ( n – 1 ) / 2 – T1 } { n ( n – 1 ) / 2 – T2 ] Keterangan : T = Jumlah pasangan yang bersamaan.b Digunakan apabila terdapat nilai pasangan observasi yang bersamaan.PRINSIP UJI Rumus untuk Kendall tau . .

Yang digunakan untuk menghitung index korelasi ialah kendall taub dan c.PRINSIP UJI Kendall tau-c Rumus umum yang digunakan ialah : 2m ( K – D ) tau-c = ------------------------- n²(m–1) Keterangan : m = adalah bilangan terkecil diantara kategori dari variabel ordinal X dan Y.1 ). . dimana nilainya hampir mencapai nilai ( + 1 ) dan ( .

1% 73.0% 100.2% 32.00 4.00 Total Count % within KREDIBX Count % within KREDIBX Count % within KREDIBX Count % within KREDIBX Count % within KREDIBX Count % within KREDIBX 12 21.0% 1 100.8% 6 6.7% 4 14 21.0% 98 100.00 3.0% 18 10.00 41 2 74.00 5.0% 1 5.7% 0 1 .2% Sangat percaya 4.00 KREDIBX 1.0% .3% 28.1% 0 .CONTOH HASIL UJI ORDINAL Variabel Kredibilitas KREDIBX * MAMPUX Crosstabulation MAMPUX 2.0% 0 .00 3.00 0 .0% 174 100.3% 0 .0% 1 100.5% 3.0% 1 100.0% (SP =5) 1 (P = 4) 2 (KP =3) 3 (TP =2) 4 1.0% 0 .0% 0 0 .3% Percaya Kurang percaya Tidak percaya Sangat tdk percaya (STP=1) 5 Variabel Kemampuan Sangat mampu Mampu Kurang mampu Tidak mampu (SP =5) 1 ( P = 4) 2 (KP =3) 3 (TP =2) 4 Sangat tdk mampu (STP=1) 5 .6% 60 32 61.0% 0 .1% Total 55 100.0% 105 49 60.0% 19 100.00 2.0% 2 1.

103 . . b. Error Approx.495 .000 . a b Std.HASIL UJI SOMER‟S D Directional Measures Value . Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.484 . Not assuming the null hypothesis. T Approx. . Sig.049 8.103 .000 Ordinal by Ordinal Somers' d Symmetric KREDIBX Dependent MAMPUX Dependent a.473 Asymp.000 .050 8.103 .053 8.

054 Approx. a Std.484 . Error . Not assuming the null hypothesis. d.898 8.049 .They require a symmetric 2-way table in which the values of the first variable match the values of the second variable. .000 . c.044 .103 7.000 .103 8. T 8. Kappa statistics cannot be computed. Sig.000 c b.052 . Approx.541 .516 .430 b Ordinal by Ordinal Kendall's tau-b Kendall's tau-c Gamma Spearman Correlation Interval by Interval Pearson's R Measure of Agreement Kappa N of Valid Cases a.000 .000 c .103 8. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.d 174 Asymp.HASIL UJI KENDALL THAU. . DAN SPEARMAN CORRELATION Symmetric Measures Value .799 .360 .060 . Based on normal approximation.

5 Perhitungan skor interval kelas masing-masing variabel perindividu dan kelompok pasien tbc paru yang berobat di rumah sakit umum daerah labuang baji kota makassar tahun 2007 PERHITUNGAN SKOR DAN INTERVAL No 1 2 3 Indivivu 5 x 5 =25 5 x 4 =20 5 x 3 =15 Interval 21 – 25 16 – 20 11 – 15 Kelompok Interval GRADE Sangat sepakat Sepakat Kurang sepakat 5 x 5 x 174 3481 – 4350 5 x 4 x 174 2611 – 3480 5 x 3 x 174 1741 – 2610 4 5 5 x 2 =10 5 x 1 =5 6 – 10 0–5 5 x 2 x 174 5 x 1 x 174 871– 1740 0 – 870 Tidak sepakat Sangat tidak sepakat Sumber : Data primer .Tabel .

Penilaian signifikansi hubungan antar variabel dinilai melalui nilai p ( ≤0. maka distribusinya mendekati distribusi normal sehingga parameter yang digunakan ialah nilai z standar. Analisis hubungan dilakukan sesuai dengan kerangka konsep penelitian sebagai berikut : . sedangkan besarnya korelasi antara variabel independen dengan variabel dependennya dinilai melalui uji Spearman correlation.96.05 nilainya ≥ 1.c. dengan indeks korelasi = ( ρ ) yang memberi makna besarnya korelasi ordinal / kontribusi variabel independen terhadap variable dependennya. dimana untuk α = 0. Analisis hubungan variabel.05 ). Penggunaan uji Kendall thau-c untuk besar sampel lebih dari 30. Pada tahap ini dilakukan analisis hubungan antara variable independent dengan variable dependen. dengan menggunakan uji Kendall thau-c.

7 0.15 Hubungan media yang digunakan dengan Kredibilitas petugas pada penyampaian informasi terhadap pasien tbc paru yang berobat di rumah sakit umum daerah labuang baji kota makassar tahun 2007 Kredibilitas petugas kesehatan (credibility) Media (channels) Sangat percaya n Sangat sesuai Sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sngt tdk sesuai JUMLAH 19 35 1 0 0 55 % 61.9 Tidak percaya n 0 1 0 0 0 1 % 0.7 60.0 0.0 0.8 0.6 Sngt tdk percaya n 0 0 0 0 1 1 % 0.0 10.0 0.0 31.0 8.0 100 0.9 0.6 Percaya n 12 68 16 2 0 98 % 38.0 100.2 61.6 n 31 113 26 3 1 174 Total % 100.3 0.5 66.6 33.0 3.0 0.Tabel.0 0.0 100.3 Kurang percaya n 0 9 9 1 0 19 % 0.0 100.0 0.0 0.0 100.0 100.0 Sumber : data primer .0 34.0 56.0 0.3 31.

Rumus umum yg digunakan adalah : 6  bi²  = 1 . sehingga obyek yg dipelajari dapat dirangking dalam bentuk urutan.1)  = rho = rs bi = Perbedaan nilai var 1 dan 2 .-----------------n (n² .KOEFISIEN KORELASI RANK SPEARMAN Prinsip : Adalah ukuran assosiasi dimana kedua variabel diukur dengan skala ordinal.

Dengan nilai sebagai berikut : Hasil penilaian skripsi mahasiswa oleh dosen Nama mahasiswa A B C D E F G H Dosen I (variabel ke 1) 70 85 65 50 90 80 75 60 Dosen II (variabel ke 2) 80 75 55 60 85 70 90 65 . B. E.KOEFISIEN KORELASI RANK SPEARMAN Contoh kasus Dua orang dosen FKM Unhas membreikan penilaian terhadap skripsi 8 orang mahasiswanya yg terdiri dari mahasiswa A. C. G. H. F. D.

1. 2. . Tentukan perbedaan harga dari masing-masing variabel X dan Y. 6.  dan beri kode dengan “ bi “ Kuadratkan harga bi.PENYELESAIAN Buat daftar dari kedua variabel yang diobservasi (variabel 1 = x) dan (variabel ke 2 = Y) Buat rangking masing-masing variabel X dan Y. 5. 3. 4. Jumlahkan kuadrat  bi² untuk memperoleh Hasilnya dimasukkan dalam rumus umum.

PENYELESAIAN Peringkat dari dua dosen Nama mahasiswa A B C D E F G H Jumlah Dosen I Dosen II Peringkat dosen I 70 85 65 50 90 80 75 60 80 75 55 60 85 70 90 65 5 2 6 8 1 3 4 7 Peringkat dosen II 3 4 8 7 2 5 1 6 Beda (bi) 2 -2 -2 1 -1 -2 3 1 bi² 4 4 4 1 1 4 9 1 28 .

-----------------.= 0. selanjutnya dimasukkan didalam rumus umum sebagai berikut : 6 (28) rs = 1 .PENYELESAIAN Hasil perhitungan Dari hasil perhitungan tabel.6667 8 (64-1) Interpretasi : r = +1  terdapat penyesuaian sempurna r = -1  tidak ada kesesuaian .

KORELASI DAN REGRESSI LINIER .

1. Independen (var. . Jika variabel dependen dihubungkan dengan hanya satu variabel independen maka persamaan regresi yang dihasilkan ialah “regresi linier sederhana” Jika variabel independennya lebih dari satu menghasilkan “ regresi linier berganda” (multiple linier regression ).TUJUAN Menguji hubungan antara satu variabel Dependen (var. 2. respon) dengan satu atau beberapa var. predictor).

x) = 0 b = (β1) → Slope ialah koefisien arah yang merupakan perubahan dalam variabel dependen yang dicocokkan untuk sebuah perubahan dalam variabel x .RUMUS UMUM Y = a + bx Keterangan : a = (βo) → Intercept ialah estimasi atau perkiraan teoritis variabel dependen (var.Y) bilamana variabel independen (var.

X .PERSAMAAN GARIS REGRESSI Y = a + bx Var. Y b a Intercept Slope Var.

.RUMUS UMUM Y = a + bx Ialah persamaan regressi untuk data hasil observasi ( sampel ). Y = βo + β1xi + e Ialah persamaan garis regressi untuk data populasi.

RUMUS UMUM
Keterangan :
ei = Error
Ialah random error yang terjadi disekitar garis regressi atau perbedaan antara harga observasi Yi dan mean sub populasi (sampel) pada titik xi Diasumsikan berdistribusi normal independen variabel-variabel random dengan mean = 0 dan varians = σ²

NOTASI / TERMINOLOGI
Y → Estimator (penaksir) ialah garis regressi yang diperoleh dari hasil perhitungan sampel ( data observasi ). Ŷ → Estimate (Yang ditaksir) ialah garis regressi pada populasi yang dimaksudkan untuk ditaksir nilainya berdasarkan hasil perhitungan sampel. β0 →Intercept Populasi ialah nilai variabel dependen pada populasi (var. Y) bilamana variabel independen (var. X) = 0 ( tidak diketahui ) β1 →Slope Populasi ialah kofisien arah yang merupakan perubahan dalam variabel dependen yang dicocokkan untuk sebuah perubahan dalam variabel X dalam populasi ( tidak diketahui ).

SCATTER DIAGRAM
Gaji sekarang

60000 50000

40000
30000 20000 10000 0 10000 20000 30000 40000

Gaji awal

Yang ditunjukkan pada scatter diagram berikut : .MEMILIH GARIS REGRESSI Dalam kenyataan hasil perpotongan antara variabel Y dan variabel X berdasarkan data hasil observasi tidak semuanya tepat jatuh pada garis regressi tetapi hanya sebagian saja. Konsekuensinya adalah terjadi penyimpangan hasil observasi dari persamaan garis yang diduga yang dikenal dengan “random errror disekitar garis regressi”.

RANDOM ERROR Scatter Diagramnya gaji awal dan gaji sekarang adalah : 60000 Gaji sekarang 50000 40000 30000 20000 10000 0 10000 20000 30000 40000 Gaji awal .

MENGHILANGKAN RANDOM ERROR Untuk menghilangkan error tersebut digunakan “metode kuadrat terkecil” (Least Square) (Least Square) ialah suatu persamaan garis dimana jumlah kuadrat dari jarak vertikal tiap-tiap titik pengamatan terhadap garis tersebut minimum. (dianggap = 0) .

(ΣYi) (ΣX ) ---------------------------n ΣXi² – (ΣX )² n i i i i a = Ῡ.(ΣXi) (ΣX Y ) ---------------------------------n ΣXi ² – (ΣX )² i i i b = ΣX Y .bX .INTERCEP DAN SLOPE Perhitungan parameter intercep dan slope dilakukan sebagai berikut : a = (ΣYi) (ΣXi²) .

(ΣYi) (ΣX ) ---------------------------n ΣXi² – (ΣY )² n i i i i .(ΣXi) (ΣX Y ) ---------------------------------n ΣYi ² – (ΣY )² i i i d = ΣX Y .INTERCEP DAN SLOPE Perhitungan parameter intercep dan slope dilakukan sebagai berikut : c = (ΣYi) (ΣXi²) .

Regressi Linier Ŷ = a + bx Parabola Kuadratik Ŷ = a + bx + cx² Parabola Kubik Ŷ = a + bx + cx² + dx³ Eksponen ̽ Ŷ = ab 2. 3. . 4.BENTUK PERSAMAAN GARIS REGRESSI 1.

7. .BENTUK PERSAMAAN GARIS REGRESSI 5. Geometrik b Ŷ = ax bx Gompertz Ŷ = pq 6. Logistik 1 Ŷ = --------------̽ ab + c Hiperbola 1 Ŷ = --------------a+b 8.

terhadap nilai statistik yang dicapainya. Untuk keperluan tersebut ditarik sampel sebesar 12 mahasiswa. kemudian dilakukan test (IQ).CONTOH PENGGUNAAN REGRESSI Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh tingkat intelegensi (IQ) mahasiswa STIKES-NH. selanjutnya para mahasiswa tersebut diberi test statistik dengan hasil seperti yang tercantung pada tabel berikut : .

CONTOH PENGGUNAAN REGRESSI Nomor Mah. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 n = 12 Skor test IQ (xi) 65 50 55 65 55 70 65 70 55 70 50 55 Nilai statistik ( Yi) 85 74 76 90 85 87 94 98 81 91 76 74 Xi2 4225 2500 3025 4225 3025 4900 4225 4900 3025 4900 2500 3025 xiYi 5525 3700 4180 5850 4675 6090 6110 6860 4455 6370 3800 4070 ∑xi = 725 ∑Yi = 1011 ∑xi2 = 44475 ∑ xiYi = 61685 .

8972 n ΣXi² – (ΣXi)² (12)(44475) – (725)2 Y = 0.= 0.PENYELESAIAN (ΣYi) (ΣXi²) .5043 + 0.(ΣXi) (ΣXiYi) (1011)(44475) – (725)(61685) a = -----------------------------------.= -----------------------------------------n ΣXi ² – (ΣXi)² 12(44475) – ( 725)2 = 0.8972(X) .(ΣYi) (ΣXi) (12)(61685) – (1011)(725) b = ---------------------------.= -------------------------------------.5043 n ΣXiYi .

5043 + 0.36 59.8972 x 50 0.85 Nilai Yi asli 85 74 76 90 85 87 94 98 81 91 76 74 .82 59.8972 x 70 0.85 63.31 59.5043 + 0.8972 x 55 0.5043 + 0.5043 + 0.5043 + 0.5043 + 0.36 59.82 63.5043 + 0.8972 x 55 ^ Y 58.8972 x 70 0.8972 x 65 0.31 58.85 63.85 58.8972 x 55 0.8972 x 70 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Skor test IQ (xi) 65 50 55 65 55 70 65 70 55 70 50 55 Y = a + bx 0.8972 x 50 0.82 45.5043 + 0.CONTOH PENGGUNAAN REGRESSI Nomor Mah.5043 + 0.31 45.5043 + 0.5043 + 0.8972 x 65 0.5043 + 0.8972 x 65 0.8972 x 55 0.

50 .00 .75 1.MODEL GARIS REGRESSI 1.25 .25 0.00 .00 0.50 .75 Nilai statistik .00 Nilai IQ .

Besarnya derajat hubungan antara variabel x dan Y (korelasi antara x dan Y) dinyatakan dengan “ r ” yang dikenal dengan istilah Koefisien korelasi.  biasa juga diberi simbol dengan “ R “ .ANALISIS KORELASI Garis regressi dianggap parameter terbaik untuk untuk sekumpulan data berbentuk linier.

ANALISIS KORELASI BENTUK RUMUS UMUMNYA ADALAH : ∑ (Yi – – ∑(Yi – Yi) 2 r2 = ----------------------------------------∑( Yi – Y )2 Y)2 r2 disebut “ Koefisien Determinasi “ atau Koefisien Penentu.  sering disebut dengan R Square = (R2) ^ .

(∑ Xi) (∑ Yi ) ---------------------------------------------------------- { n ∑ Xi2 – (∑ Xi )2} { n ∑ Yi2 – (∑ Yi )2 } Bentuk Lain : r = 1 .S2y.ANALISIS KORELASI Untuk Menghitung Nilai Korelasi “ r “ atau R digunakan rumus sebagai berikut : r = n ∑ Xi Y .x / S2y .

ANALISIS KORELASI Apabila telah diketahui nilai „b‟ maka koefisien determinasi r2 dapat dihitung sebagai berikut : r2 = n ∑ Xi Y .(∑ Xi) (∑ Yi ) -------------------------------------n ∑ Yi2 – (∑ Yi )2 Sedangkan rumus korelasi r adalah sebagai berikut : r = bSx / Sy .

VAR X b. Error of the Estimate 5.HASIL ANALISIS KORELASI b Model Summary Model 1 R R Square .331 Std. Predictors: (Constant).322055 a.392 Adjusted R Square . Dependent Variable: VARY .626 a .

HASIL ANALISIS KORELASI Hasil perhitungan dengan teknik komputerisasi adalah sebagai berikut : R (Korelasi) = r R Square (Pengaruh)= r2 = 0.331 Standard error of the estimate = 5.322055 .626 = 0.392 Adjusted R Square (Perkiraan) = 0.

T 0.0305 -----------------------------------------------------------------------Kofisien → [ B ] Ialah intercept “a” (constan) dan slope “b” (salbeg) dari hasil analisis regressi.Terminologi Hasil Print Out Analisis Regressi Hasil Print Out Analisis Regressi ------------------Variabel in Equation-------------------------Variabel SALBEG (Constant) B 1.909450 771. .880117 T 40.471941 Beta 0.047410 955.170 Sig.0000 0.282303 SE B 0.276 2.

Terminologi Hasil Print Out Analisis Regressi Koefisien Regressi Terstandarisasi. → [Beta] ialah koefisien regressi β1 apabila variabel x dan y diekspresikan sebagai “skor standar” (Z – score) – Diperoleh dengan menggunakan rumus : Sx Beta = β1 -------Sy – Ket : Sx : ialah standar deviasi dari variabel X Sy : ialah standar deviasi dari variabel Y Estimasi standar Error → [SE B] ialah estimasi standar error dari “β1β0” untuk populasi .

T ] ialah uji hipotesis mengenai ada atau tidaknya hubungan linier antara variabel X dan variabel Y.Terminologi Hasil Print Out Analisis Regressi Uji Hipotesis → [ T dan Sig. atau “slope dari regressi populasi (β1) = 0 Rumus yang digunakan : β1 t = ---------- S β1 .

Uji statistik yang digunakan untuk menguji bahwa intercept (β0) = 0 ialah : β0 t = ---------- Sβ 0 . dengan derajat kebebasan N – 2 .Terminologi Hasil Print Out Analisis Regressi Apabila tidak ada hubungan linier antara variabel X dan varibel Y maka data dari sampel akan berdistribusi “student’s” t.

→ Linearity. maka digunakan prinsip “LINE”. Linearity ialah nilai-nilai mean seluruhnya terletak pada garis lurus yang merupakan garis regressi populasi Yi = β0 + β1Xi + ei → dimana ei diasumsikan berdistribusi normal independen dengan mean = 0 dan varians = σ² .Generalisasi Sampel Terhadap Populasi Untuk melakukan generalisasi hasil sampel terhadap parameter populasi. Normality. Independency. Equality variance.

Generalisasi Sampel Terhadap Populasi Indenpendency secara statistik maka variabel Y harus independen antara satu dengan lainnya. . Normality dan Equality variance ialah untuk setiap nilai variabel independen X maka variabel dependen Y → akan berdistribusi normal dengan mean = μy/x dan variance konstan = σ² Artinya tidak setiap perubahan variabel independen X diikuti oleh perubahan yang sama oleh variabel dependen Y.

Generalisasi Sampel Terhadap Populasi Asumsi regressi y β0+β1X ei Y1 x X1 X2 X3 X4 .

Goodness Of Fit Ialah salah satu prosedur statistik yang digunakan untuk menentukan / menetapkan seberapa baik suatu model yang dipilih berdasarkan data sampel dan memang sesuai dengan keadaan nyata ( populasi ) dilapangan. → dikenal dengan istilah “Goodness Of Fit”. .

.  1 → berarti seluruh nilai observasi terletak pada garis regressi. • Niali dari R² ini berada diantara 0 sampai dengan 1.Goodness Of Fit Koefisien Determinasi → [ R Square = R² ] • Ialah ukuran goodness of fit yang digunakan untuk menentukan model linier untuk satu persamaan garis lurus.  0 → berarti nilai observasi tidak ada / sebagian kecil saja jatuh pada garis regressi.

.Goodness Of Fit • Multiple R Ialah banyaknya persentase (%) variabilitas variabel dependen Y yang dapat diterangkan oleh variabel independen X. ialah koreksi dari R² sehingga gambarannya lebih mendekati model dalam populasi. • Adjusted R Square.

14226 -------------------------------------------------------------- .88012 R Square 0.77413 Standar error 3246.Goodness Of Fit • Print Out Hasil analisis -------------------------------------------------------------Multiple R 0.77461 Adjusted R Square 0.

REGRESSI LINIER BERGANDA LOGISTIK .

. .  Odds  sendiri adalah rasio antara probabilitas suatu “ peristiwa “ untuk terjadi (sukses) dan probabilitas peristiwa untuk tidak terjadi (gagal). bn xn  Model tersebut baru dapat dipakai apabila “p” ditransformasikan dalam bentuk “ logodds “  “ Logodds “ = logit  ialah logaritme natural dari odds. .REGRESSI LINIER BERGANDA LOGISTIC MODEL UMUM p = a + b1x1 + b2x2 + ……………….

p .p) Dengen demikian rumus umum dari regressi berganda logistik adalah : p Ln ( -------.Apabila probabilitas suatu peristiwa untuk terjadi disebut ( p ) maka dengan sendirinya probabilitas suatu peristiwa untuk tidak terjadi adalah (1 – p ) Dengan demikian “ log odds “ untuk (p) adalah sebagai berikut : p Log odds (p) = -----------(1.) = a + b1x1 + b2x2 + ………… bn xn 1.

p = probabilitas untuk terjadinya peristiwa dari variabel respons ( dependen) Y yang berskala biner (binary) dan berdistribusi normal . x2. ….Keterangan : a = konstanta (interceps) b1.(koefisien korelasi variabel indep) x1. b2 … = koefisien korelasi variabel prediktor atau idependen) yang dikenal dengan “slope “.xk = variabel prediktor yang akan dilihat pengaruhnya.

X .PERSAMAAN GARIS REGRESSI Y = a + bx Var. Y b a Intercept Slope Var.

SCATTER DIAGRAM Gaji sekarang 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 10000 20000 30000 40000 Gaji awal .

RANDOM ERROR Scatter Diagramnya gaji awal dan gaji sekarang adalah : 60000 Gaji sekarang 50000 40000 30000 20000 10000 0 10000 20000 30000 40000 Gaji awal .

atau inversi dari logaritma natural ( ln). .Keistimewaan : Mampu mengkomversi koefisien regressi (bi) menjadi Rasio odds sebagai berikut : OR = Exp (bi)  dengan : Keterangan : OR = Rasio Odds variabel prediktor (xi) atau (independen) terhadap variabel dependennya bi = Koefisien regressi variabel prediktor (independen) xi Exp = Exponensial.

 Mirip dengan korelasi partiel dari regressi liner berganda. maka ln rasio odds akan bertambah …………. Exp(B) atau  eB. Wald = adalah kuadrat dari (B) dibagi dengan standar errornya. R = Besarnya kontribusi variabel variabel independen bila dimasukkan kedalam model. Kali. . adalah rasio odds dari variabel tersebut setelah dikontrol dengan variabel lainnya  artinya setiap kenaikan 1 unit variabel independen maka rasio odds nya akan bertambah ….  penilaiannya didasarkan atas Degree of Freedom. yang mirip dengan regresi biasa. Artinya setiap kenaikan 1. dan memberi arti apakan variabel independen berakna atau tidak ( acuan ini sifatnya tidak mutlak)..NOTASI HASIL UJI B = Koefisien.. namun disini berarti “ln rasio odds”.

HASIL UJI REGRESSI LINIER BERGANDA LOGISTIK .

0 .0 .0 a.0 100. see classification table for the total number of cases. If weight is in effect. .Case Processing Summary Unweighted Cases Selected Cases Included in Analysis Missing Cases Total Unselected Cases Total a N 174 0 174 0 174 Percent 100.0 100.

.b. Initial -2 Log Likelihood: 240.c Iteration History Iteration Step 1 0 2 -2 Log likelihood 240.001.847 Coefficients Constant .Block 0: Beginning Block a.847 c. Constant is included in the model. Estimation terminated at iteration number 2 because parameter estimates changed by less than .092 . b.847 240.092 a.

00 a.b Predicted MAMPUY . The cut value is .00 1.00 1. b.3 Observed Step 0 MAMPUY Overall Percentage .0 52.00 0 83 0 91 Percentage Correct .500 .0 100.Classification Tablea. Constant is included in the model.

.000 .544 Exp(B) 1.000 .000 .368 df 1 Sig.152 Wald .026 91.581 93.000 a.768 83.092 S. .Variables in the Equation Step 0 Constant B .141 101. Residual Chi-Squares are not computed because of redundancies. .096 a Variables not in the Equation Step 0 Variables KREDIBY KREDIY MANFAY CONTEY CLARIY KONTINUY CHANELY Score 74. .030 110.000 .E.768 74.000 .877 df 1 1 1 1 1 1 1 Sig.000 .

000 .696 3.219 153.219 df 1 1 1 1 2 2 1 3 3 Sig.000 Step 2 Step 3 .000 .000 .000 .110 22.000 . .000 .110 127.696 149.000 .061 .Block 1: Method = Forward Stepwise (Likelihood Ratio) Omnibus Tests of Model Coefficients Step 1 Step Block Model Step Block Model Step Block Model Chi-square 127.522 153.110 127.586 149.

629 Cox & Snell R Square .692 .151 87.577 .518 .585 Nagelkerke R Square .770 .737 91.781 .Model Summary Step 1 2 3 -2 Log likelihood 113.

Variables in the Equation Step a 1 Step b 2 CLARIY Constant CLARIY CHANELY Constant CLARIY KONTINUY CHANELY Constant B 4,528 -2,639 3,266 3,006 -3,901 2,990 1,296 2,359 -4,090 S.E. ,550 ,463 ,612 ,663 ,683 ,633 ,667 ,750 ,731 Wald 67,716 32,502 28,462 20,551 32,602 22,292 3,775 9,889 31,288 df 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Sig. ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,052 ,002 ,000 Exp(B) 92,615 ,071 26,210 20,208 ,020 19,894 3,656 10,578 ,017

Step c 3

a. Variable(s) entered on step 1: CLARIY. b. Variable(s) entered on step 2: CHANELY. c. Variable(s) entered on step 3: KONTINUY.

Correlation Matrix Step 1 Step 2 Constant CLARIY Constant CLARIY CHANELY Constant CLARIY KONTINUY CHANELY Constant 1,000 -,841 1,000 -,538 -,669 1,000 -,494 -,220 -,518 CLARIY -,841 1,000 -,538 1,000 -,116 -,494 1,000 -,117 -,058 CHANELY KONTINUY

-,669 -,116 1,000 -,518 -,058 -,399 1,000 -,220 -,117 1,000 -,399

Step 3

Model if Term Remov ed Model Log Likelihood -120,424 -61,650 -56,868 -55,807 -45,575 -48,862 Change in -2 Log Likelihood 127,110 32,150 22,586 23,986 3,522 10,096 Sig. of the Change ,000 ,000 ,000 ,000 ,061 ,001

Variable Step 1 CLARIY Step 2 CLARIY CHANELY Step 3 CLARIY KONTINUY CHANELY

df 1 1 1 1 1 1

551 3. Residual Chi-Squares are not com puted because of redundancies.a Variables not in the Equation Step 1 Variables Step 2 Variables Step 3 Variables KREDIBY KREDIY M ANFAY CONTEY KONTINUY CHANELY KREDIBY KREDIY M ANFAY CONTEY KONTINUY KREDIBY KREDIY M ANFAY CONTEY Score 12.478 1.048 .000 .915 3.071 .710 .000 .935 2. .272 22.081 33. .935 .738 9.138 1.002 .553 df 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Sig.278 2.000 .256 .513 19.213 .000 .738 12.213 a.087 .000 .087 .256 3.489 .071 .

Terima kasih “ Wassalamu Alaikum Wr Wb “ .

88 :950#   #$6:.70  /:890/#$6:.8.3.44/3088 19 W !739 :9.70  $9.707747   .3/.

##$$# # $% .

8.9:7.7./.-9.3/. :39:907./..3574-.574-.84. :39:9/.850789..381472.##$$## $%  && 5.39..4.2-039: 44//8 44//8 49 ..-9.907...5./ 8:808 /.9:  50789.7:/. 5 /97.79203./ .9/5.74//8 //8 803/7.5.-. .7.88:. - -   -3 3 4/090780-:9-.

. - -   5 -3 3 ..3 44//8 :39: 5 .  5 03.574-.-9.:39:9/.88:.7707088 -07./.9:50789.3/.574-.3803/73./..-././ /80-:9 5 2.3/02. 80-.907.8 8:.37:2:8:2:2/..9:50789.-9. 5 3  .-07:9 5 44//8 5   5 0303/02./.5.:39:907../03.489.

-0570/947.3 . 5 574-.3.7 /..:/0503/03 .7 .-9.0907.7.9 503.50789.7.9.8.3/.3 8450 401803470. 3907. -307 -3..058 - - 401803470.3/03.-07085438 /0503/03  ./03./3.39.-03/05     ...8.8:39:907.7. 4389.3-078.7.3-07/897-:83472.7:3...-0570/947 .3./. .

7  .059 $450 '.!#$#$##$$ .7  . - '. 3907.

7.$%%## . ..80..3           .

7..23.3./.7.7.# ## # $.  .80..3          ./.9907.80......3. .

: 3/0503/03 907..9./.9.7. 3 .08920.7.-0/0503/033.7.3.792.3 .078/.-0570/947 3/0503/03  5 543038./#. .3 # #.84 4//880-.3.078401803707088 - 203.84 //8.9:7.-07:9 #5 -  /03..-0570/947  .74..25:20342. - 401803707088..3 0907.:3..5.

8.844//83.3381.-03/0503/032.7 077473.3202-07.37.:9/...3  2.33.-090780-:9 8090..7  /-...844//8 793. .2-.73.  503.7.9/.2-.503.4397-:8./43974/03.5.9.:./.370708-. /2.2:9..844//8.3-079.79 37.793.8070041 700/42 /.2:3 /83-07..93..33..  5  .3.3:39. # 08.7.3470.:./ .3.-03/0503/03-.7..7. ..8../7.3/..7.9. .3-079.-03/0503/03 -07.7.809.8:./03.809.-0.3/.7.7. .//.790 /.30/.-0. %$$& 401803 .5 03.79. ..7./...9/.7.3. ...85.9.. 3.3.844//8/.: 0 .224/0  75/03.3275/03.389.7707088307-07.

$&##$$# # $% .

/09.00$ 808.    930.188. .1470-2:3 ..94% 808.9349.     ../09.70! 808.0083& .47!08./0903& 7.3 . 808.388 88..22:$3880.011038901  .33/0/:.008 9.949097410-.94% 808.

7099.93  0/42093/0/:..9834 8930.0-70-2:3349.298070902.3893. .7.  3. ./09.9834  .709 4.  /4404 .   93.9880-/03.1104     /440 4   509$ 349.298 .809.5 08:.709  . 7498349.. 03334..32709349.

3893.%349.9834 .  &! 509$ /0..708- 0-./07! -.70!.    9..188.930.930.    &! /09. .70! 0.9:.0774 0.70.0% 0/42093/0/:.  80:.

7.9834 509$ 349.$ 80-.. 80.7.807.:609380-.:609394380-.:6$ .0-/09:524.:/80#  .' 509$ 349.3.94307.   $   93.7./3:/071408:.' .' .    5  $  1/  /.        1/  &%  # %   # # $                074.

4 509$ 509$ 509$ 8930.11040/4148980%8:-32 4.094/47.4 509$ 0/4 .4 509$ 0/4 .7/$90580 044/#.94 .509$  $          1/                   07.:68  0/4 .

    07.:6$# 0700.:6$# 03$ 4       /440 4    509$ 7.22:$0/4 .   07.

      $          93. 509834/070930 8 0-.7. &% 509834/070930 8 0-.7.'  .'  .9834  # 93.:609380-.7.'  #509834/070930 8 0-.                    1/                            93.7. 509$          5 $          /.' .$ 9 349.9834 #  50-$ 9  50.9834  &%  #  .

349.                      &%  # 93.9834  509$  509$ &%       #     93.9834  509$  # 93.9834 # 93.0774 .9834 79.

' /0.7. 0914 $  # 509$ # 509$ 0-.              /440 40/4  &%  # 509$ 03.420#270%10/4 .        1/             /440 4 303.

807..'  509$ 80-.'  509$           $                1/                             074. .:609394380-.$ %   # # &%  %   # #  &%  %   # # 80-.' . 80.:/80#  .:6$ .3./3:/071408:.7.7. 80-.94307.0-/09:524.'  509$ 349.7.7.

.88..%072.2:.8 .:27-  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful