Anda di halaman 1dari 9

KECELAKAAN INDUSTRI Salah satu masalah yang hampir setiap hari terjadi di tempat kerja adalah kecelakaan yang

menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kerusakan peralatan kerja, cedera tubuh, kecacatan bahkan kematian. Apabila kematian menyangkut banyak nyawa, maka yang terjadi adalah bencana. Menurut International Labour Organization (ILO), setiap tahun terjadi 1,1 juta kematian yang disebabkan oleh karena penyakit atau kecelakaan akibat hubungan pekerjaan. Sekitar 300.000 kematian terjadi dari 250 juta kecelakaan dan sisanya adalah kematian karena penyakit akibat hubungan pekerjaan, dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan pekerjaan baru setiap tahunnya. Bencana di industri (industrial disasters) dikategorikan sebagai bencana karena ulah manusia. Sesuai dengan jumlah korban yang terjadi misalnya sekitar 20 korban disebut industri berskala kecil, 20 sampai 50 korban disebut bencana industri skala menengah dan bila menyangkut 50 - 100 orang atau lebih termasuk skala berat. Definisi Kecelakaan adalah kejadian yang timbul tiba-tiba, tidak diduga dan tidak diharapkan. Kecelakaan industri adalah kejadian kecelakaan yang terjadi di tempat kerja khususnya di lingkungan industri dan kecelakaan ini belum tentu kecelakaan akibat kerja, karena untuk sampai ke diagnosa Kecelakaan Akibat Kerja harus melalui prosedur investigasi. Didalam terjadinya kecelakaan industri (studi kasus 3) tidak ada unsur kesengajaan apalagi direncanakan, sehingga bila ada unsur sabotase atau tindakan kriminal merupakan hal yang diluar makna dari kecelakaan industri. Penyebab kecelakaan Industri Setiap kecelakaan ada sebabnya, termasuk kecelakaan di industri, oleh karena itu kecelakaan dapat dicegah. Secara umum terdapat 2 hal pokok, yaitu: perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions). Dari penelitian-penelitian yang telah sering dilakukan ternyata faktor manusia memegang peran penting dalam hal timbulnya kecelakaan. Penelitian menyatakan bahwa 80% - 85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan faktor manusia. Adapun jenis kecelakaan yang terjadi sangat bergantung pada

macam industrinya, misalnya bahan dan peralatan kerja yang dipergunakan, proses kerja, kondisi tempat kerja, bahkan pekerja yang terlibat di dalamnya. Semuanya ini termasuk hal-hal yang dapat/berpotensi membahayakan para pekerja lazim disebut sebagai potensial (potential hazard). Bahaya potensial di tempat kerja/di industri dapat berupa : bahaya-bahaya fisik, kimia, biologi, masalah ergonomi, dan masalah psikososial. Akibat kecelakaan Industri Sebagai akibat dari kecelakaan industri terjadi 5 jenis kerugian: kerusakan, kekacauan organisasi, keluhan dan kesedihan, kelainan dan kecacatan, serta kematian. Penanganan Kecelakaan Industri Dokter perusahaan harus dapat memperhatikan berbagai faktor penting dalam merencanakan penanganan kecelakaan di industri. Dia harus dapat menentukan kemungkinan kecelakaan yang biasa terjadi pada suatu industri jenis dan jumlah tenaga yang dibutuhkan, berbagai peralatan dan bahan yang siap pakai termasuk kendaraan untuk penanganan kecelakaan yang mungkin terjadi. Pelaksanaannya akan menyangkut lintas program, lintas sektor terkait dan juga tim kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan (panitia pembina K3), serta perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. Perencanaan ini harus jelas, singkat tetapi lengkap serta meliputi seluruh kegiatan yang diperlukan pada saat pelaksanaan. Tugas dan peran personil yang terlibat harus jelas, termasuk sosialisasi rutin kepada pihak industri.

CONTOH KECELAKAAN KERJA MESIN PABRIK MELEDAK, MELEMPARKAN 13 BESI DAN MENUSUK PEKERJA ! Wang Changan, adalah seorang pekerja lapangan di Xian, China, berumur 24 tahun. Pada tanggal 2 November salah satu mesin pabrik tersebut rusak dan hancur berantakan. Besi-besi mesin tersebut berhamburan keluar dan tidak terelakan lagi menusuk pekerja yang saat itu sedang menangani mesin tersebut. 13 Besi

menusuk pahak Wang Changan yang mengakibatkan Wang langsung dikirim ke rumah sakit ruang gawat darurat untuk mendapatkan perawatan segera mungkin. Ke tiga belas besi tersebut mempunyai panjang 80 cm (terpanjang) dan 40 cm (terpendek) dengan diameter 6mm sampai 8mm. Bayangkan, besi-besi besar sejumlah 13 biji masuk dan menusuk ke paha. Pada tgl 2 November 2010 pukul 23.00pm, operasi dilakukan dalam situasi menegangkan

http://ybdqc.blog.sohu.com/162103920.html http://uniqpost.com/10467/mesin-pabrik-meledak-mengeluarkan-13-besi-danmenusuk-pekerja-sadis/

LIMA ORANG TEWAS DAN TIGA LAINNYA TERLUKA AKIBAT KILANG MINYAK MELEDAK

Sebuah kilang minyak milik Tesoro di Washington meledak dan menewaskan lima (5) orang serta melukai sedikitnya tiga (3) orang lainnya. Ketiga orang yang terluka kini dalam kondisi kritis. Ledakan pada kilang terjadi pada hari Jumat (2/4) pagi waktu setempat. Pada saat itu sedang berlangsung pekerjaan maintenance pada unit naptha hydrotreater. Naptha adalah cairan hidrokarbon yang mudah terbakar (flammable), yang biasa dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar beroktan tinggi. Team dari Chemical Safety Board (CSB) telah datang ke tempat kejadian untuk melakukan penyelidikan, mencari penyebab ledakan pada naptha hydrotreater tersebut. Ledakan kali ini merupakan kecelakaan yang terbesar setelah kecelakaan yang terjadi di kilang minyak milik BP di Texas, pada tahun 2005 lalu, dimana 15 pekerja tewas dan 170 lainnya terluka. (hazardexonthenet.net) http://industrikimia.com/review-produk-dan-jasa/lima-orang-tewas-dan-tiga-lainnyaterluka-akibat-kilang-minyak-meledak

KECELAKAAN DI PIPER ALPHA Jenis pabrik : industri minyak dan gas lepas pantai, platform dengan berat 20000 metrix tons di laut utara yang memproduksi natural gas, crude oil, dan liquefied petroleum gas (Nat Geo source). Kapasitas pabrik Lokasi Skotlandia Jenis kecelakaan : 125 barrel per hari : terletak di Laut Utara sekitar 110 kilometer dari Aberdeen,

: ledakan

Penyebab kecelakaan: kebocoran gas dari pompa yang belum selesai diperbaiki Kronologi peristiwa : Kejadian di mulai saat jam 6:00 PM, waktu dimana setiap Ijin Kerja harus di close-out atau diperpanjang. Seorang pekerja (engineer) tidak menjalankan komunikasi kepada Supervisor saat ia menutup Ijin Kerjanya, padahal pekerjaan tsb masih belum selesai dan akan dilanjutkan besok harinya. Tanpa ada yang menyadari, sebuah Permit yg lain dikeluarkan untuk pekerjaan lain, dimana pekerjaan tersbut seharusnya dilakukan setelah pekerjaan pertama selesai. menyebabkan gas yang bertekanan bocor. Akibatnya: Ledakan pertama, dikarenakan pipa gas berukuran 3 kaki yg bertekanan pecah Pekerjaan kedua tsb

Berdasarkan desain dari platform itu sendiri , posisi Control Room sangat dekat dengan lokasi kebakaran dimana CR tsb seharusnya berfungsi sebagai pusat komando apabila terjadi emergency, dan design fire wall proof yang ada ternyata juga tidak mampu bertahan, maka akhirnya CR tsb ditinggalkan /abandonned. Petugas CR hanya berhasil mengirim berita mayday yg diterima oleh rig-rig tetangga yaitu Claymore dan Tartans. Public Announcemnt gagal dilakukan. Hingga pekerjapekerja tidak ada yg tahu apa yangg terjadi dan tidak menerima instruksi lebih lanjut. Singkat kata, Emergency Response Plan gagal dieksekusi. Kemudian, deluge-system sebagai sistem proteksi kebakaran tidak berfungsi karena kebetulan sedang dalam kondisi MANUAL akibat ada pekerjaan penyelaman. Dari auto di switch ke manual untuk menghindari si penyelam tersedot oleh system yang memanfaatkan air laut ini. Dikarenakan sistem tanggap darurat yg gagal dilaksanakan, sistem boat penyelamatpun tidak sukses dilakukan. Pekerja-pekerja yang tidak mendapat instruksi keadaan darurat tersebut berusaha menyelamatkan diri. Beberapa yang tahu situasi berhasil meninggalkan rig. Beberapa ada yg terpaksa melompat dari atas rig dgn ketinggian +/- 100 kaki (30 meteran). Sayangnya kebanyakan dari mereka terperangkap di ruang tempat tinggalnya /living quarter. Kedua rig tetangga yang menerima pesan darurat piper alpha ragu dengan apa yg sedang terjadi karena communication link dari piper alpha terputus. Piper Alpha berada dtengah jaringan pipa distribusi minyak dan gas onshore bersama Claymore dan Tartans rig. Akibat produksi minyak yang tidak distop, terjadi tekanan balik ke Piper Alpha, ibaratnya sudah terbakar malah ditambah bahan bakar yang bertekanan pula. Gambar diambil dari sebual safety-vessel raksasa bernama Faros yang mencoba menolong pada saat kebakaran /ledakan pertama. Namun sayangnya, fasilitas sistem pemadaman api gagal berfungsi untuk menyemburkan airnya ke rig. Faros berusaha membentangkan gangway nya ke rig, namun sayangnya pergerakannya sangat lambat, ia butuh waktu 5 menit. Hingga akhirnya terlambat. Sementara dari kejauhan Claymore dan Tartans dapat melihat cakrawala yang terang

benderang dari lokasi Piper Alpha. Tapi mereka ragu dan tetap tidak bertindak menshut down produksinya.

Ledakan kedua pun terjadi akibat akumulasi aliran minyak dari rig Tartan dan rig Claymore, yang menghasilkan back pressure ke jaringan pipa minyak dan gas Piper Alpha. Manajer kedua rig tetangga tersebut tidak berani mengambil keputusan menyetop produksi, karena konsekuensi yang sangat amat mahal dari sisi produksi. Ia harus menelepon manajer onshore untuk mengkonfirmasi lebih dahulu. Sang asisten sudah teriak-teriak: "CAN WE JUST SHUT IT DOWN NOW?!!! THERE IS A SECOND EXPLOSION!!!", akhirnya si manajer dengan terbata-bata: "o okay shut it down....". Tapi sayang... sudah terlambat. Si platform besar itu akhirnya meleleh akibat panas ribuan derajat Celcius. Ini gambar kondisi terakhir Piper Alpha pagi harinya, sebelum akhirnya di demolished.

http://jamilboys.blogspot.com/2010/11/contoh-kecelakaan-kerja-industri.html TABUNG NATRIUM SILIKAT MELEDAK 2 TEWAS

Jumat pagi pukul 8, 4 September yang lalu, 2 orang pekerja di pabrik kimia Kiran Global Chemicals Limited, di Thirupala, Bangalore, India, meninggal dunia karena terkena ledakan natrium silikat yang dipanaskan. Kecelakaan kerja ini bermula pada saat dua tabung natrium silikat (Na2SiO3) dipanaskan sejak Kamis malam pukul 10.30. Namun, kedua pekerja tersebut lupa untuk mematikan pemanasnya. Tiba-tiba pada saat tutup tabung dibuka, tabung tersebut meledak karena tekanan berlebih. Suara ledakan tersebut terdengar sampai jarak 2 km dari tempat kejadian, dan menyebabkan 9 orang peduduk mengalami luka bakar serta sedikitnya 30 rumah mengalami kerusakan. Kiran Global Chemicals Limited adalah salah satu pabrik natrium silikat terbesar di India. Natrium silikat biasanya digunakan sebagai semen untuk suhu tinggi, bahan seal di dunia otomotif, dan lain-lain. (expressbuzz.com) http://industrikimia.com/berita/tabung-natrium-silikat-meledak-2-tewas

TUGAS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

CONTOH KECELAKAAN DALAM INDUSTRI LINGKUNGAN KERJA

OLEH: AHMAD BUDIMAN (H1F109021)

DOSEN PEMBIMBING : AHMAD RIZANI, M.ENG

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK MESIN BANJARBARU 2010