Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

MISTERI HIPNOSIS

Oleh: DESI TRI SATRIANI 105120300111017

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2010

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Hipnosis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Banyak studi klinis dan eksperimental mencoba menentukan apa yang paling unik dari hipnosis dibanding fenomena mental lainnya karena dari semua keadaan kesadaran yang berubah, yang paling banyak menimbulkan pertanyaan adalah kondisi hipnotik, yang dapat digambarkan sebagai keadaan yang sangat responsif pada seorang subjek yang disebabkan oleh seorang ahli hipnotisme. Untuk itulah, penulis berusaha memaparkan bagaimana hipnosis ini sebenarnya serta perannya dalam kehidupan manusia.

I.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka rumusan masalah mengenai Misteri Hipnosis adalah sebagai berikut: 1.Apakah pengertian hipnosis? 2.Apakah yang menjadi karakteristik hipnosis? 3.Teori-teori apa sajakah yang menjelaskan tentang hipnosis? 4.Bagaimana contoh aplikasi hipnosis dalam kehidupan sehari-hari?

I.3 Tujuan Pembahasan Pembahasan ini bertujuan untuk: 1.Mendeskripsikan pengertian hipnosis 2.Menjelaskan karakteristik hipnosis 3.Menjelaskan teori-teori mengenai hipnosis 4.Mengaplikasikan hipnosis dalam kehidupan sehari-hari

BAB II PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Hipnosis Dahulu hipnotisme dihubungkan dengan hal-hal yang ajaib dan gaib, sekarang telah menjadi pokok bahasan penyelidikan ilmiah yang cermat.(Rita L.Atkinson, Richard C.Atkinson, E. R.Hilgard, 1991:275). Hipnosis merupakan sebuah prosedur dimana seorang praktisi mensugesti perubahan pada sensasi, persepsi, pikiran, perasaan, ataupun perilaku subjek.( Carole Wade & Carol Tavris, 2007:173). Hipnosis adalah fenomena mental alami. Setiap manusia normal punya kemampuan untuk mengalami hipnosis. Anda dapat menolak hipnosis dengan cara mengabaikan semua yang dikatakan hipnotist. Seperti halnya anda bisa menolak untuk terharu oleh cerita yang sedih dalam film dengan cara memikirkan hal lain ketika menonton film.

II.2 Karakteristik Hipnosis (Carole Wade & Carol Tavris, 2007:173) 1.Reaksi hipnosis lebih tergantung pada usaha dan kualitas orang yang sedang dihipnotis dibandingkan dengan ketrampilan penghipnotis. 2.Orang yang terhipnotis tidak dapat dipaksa melakukan hal yang bertentangan dengan keinginan mereka sendiri. yang menghipnotis. 3.Tindakan-tindakan yang dilakukan di bawah pengaruh hipnosis dapat juga dilakukan oleh orang yang termotivasi,tanpa harus menggunakan hipnosis. 4.Hipnotis tidak meningkatkan ketepatan ingatan. 5.Hipnosis tidak menghasilkan pengulangan kembali pengalaman kejadian di masa lalu. 6.Sugesti hipnosis telah digunakan secara efektif untuk banyak tujuan psikologis atau medis.

II.3 Teori Mengenai Hipnosis 1.Teori Disosiasi Teori ini diajukan oleh Ernest Hilgard yang menyatakan bahwa hipnosis, seperti mimpi yang jelas dan bahkan distraksi sederhana, melibatkan disosiasi, yaitu terpisahnya kesadaran di mana satu bagian pikiran bekerja sendiri dan terlepas dari kesadaran yang lainnya.Menurutnya,

ketika sebagian besar pikiran kita menjadi subjek dari sugesti hipnosis, bagian lainnya menjadi pengamat tersembunyi, yang memantau tapi tapi tidak terlibat dalam proses ini.Kecuali diberikan instruksi khusus, orang yang terhipnotis tidak akan menyadari keberadaan pengamat ini. 2.Teori Hipnosis Sosiokognitif Pada pendekatan ini dinyatakan bahwa efek hipnosis merupakan hasilinteraksi antara pengaruh sosial yang dimiliki penghipnotis(bagian sosio) dan kemampuan, kepercayaan, serta harapan subjek (bagian kognitif). Pandangan sosiokognitif juga menjelaskan mengapa beberapa orang dalam keadaan terhipnotis melaporkan adanya pengambilalihan jiwa atau ingatan oleh makhluk luar angkasa serta menjelaskan munculnya kasus mengenai regresi ke kehidupan masa lalu..

II.4 Aplikasi Hipnosis Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temui beberapa aplikasi dari hipnosis, diantaranya: 1.Psikologi Dalam bidang psikologi hipnotis dapat digunakan sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi, seperti untuk menghilangkan phobia, melupakan sebuah kejadian traumatis dan menghilangkan kebiasaan yang tidak diinginkan seperti merokok, narkoba. Dalam kajian psikologi modern hipnotis dipergunakan untuk pengobatan dan metode induksinya pun lebih menekankan pada komunikasi 2.Kedokteran Aplikasi hipnotis dalam dunia kedokteran antara lain untuk membantu proses anastesi (tanpa menggunakan obat, tetapi dengan menggunakan sugesti), membantu meningkatkan semangat dan motivasi hidup para penderita penyakit-penyakit yang berat (AIDS, Kanker, dll) sehingga mereka mampu menjalani pengobatan dengan pikiran dan perasaan yang lebih optimis, membantu proses persalinan dengan relatif nyaman (rasa sakit yang berkurang jauh), dll. 3.Profesi(Pekerjaan) Karena hipnotis pada dasarnya adalah seni komunikasi yang terkait dengan penerapan psikologi, maka aplikasinya dapat digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri, mengatur pola stress, membangun mental pantang menyerah, meningkatkan kemampuan dan mental negosiasi, membangun kebiasaan berpikir positif, dan masih banyak lagi lainnya.

4.Hubungan Potensi kita untuk mampu memahami pikiran dan persepsi orang lain itulah yang digali dengan menggunakan teknik terapan dari hypnotherapy, sehingga kita mampu mengerti pola pikir dan perasaan orang lain, serta lebih efektif dalam mengkomunikasikan pikiran dan pesersepsi kita pada mereka.

Selain penerapan sisi baik, hipnosis pun juga ada sisi buruknya. Contohnya saja kegiatan yang dilakukan para tukang gendam dijalanan. Brainwash atau cuci otak pada kegiatan terorisme. Ini juga salah satu penerapan dari hipnosis dengan bagaimana mempengaruhi orang lain agar mau melakukan bom bunuh diri. Hal ini merupakan penerapan hipnosis yang di salahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

BAB III PENUTUP

III.1 Kesimpulan Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa hipnosis merupakan sebuah keadaan responsif dimana subjek dipusatkan perhatianya serta mengikuti segala saran yang diberikan oleh sang praktisi. Karena merupakan sebuah metode ilmiah, hipnosis juga memiliki karakteristik serta teori-teori didalamnya.

III.2 Saran Hipnosis / Hypnosis bukanlah magic atau gaib, tetapi metode ilmiah yang mudah dipelajari oleh siapa saja termasuk orang awam sekalipun. Namun penerapannya harus diaplikasikan pada hal-hal yang memberikan manfaat baik itu terhadap diri sendiri maupun orang lain,jangan sampai disalahgunakan pada hal-hal yang bersifat negatif.

DAFTAR PUSTAKA

Wade, Carole dan Tavris Carol.Psikologi, edisi kesembilan. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2007 Atkinson, Rita L dkk.Pengantar Psikologi, edisi kedelapan. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1991