Anda di halaman 1dari 51

I.

PENDAHULUAN
Kegiatan pengujian instrumen dilakukan untuk manfaat dan fungsi yang telah menjadi
tujuan sebelumnya. Pengujian nontes biasanya dilakukan untuk menggukur aspek afektif
ataupun psikomotoris pada objek tertentu. Sedangkan pengujian instrumen tes biasanya
bertujuan untuk mengamati apek kognitif pada objek tertentu.
Pengujian instrumen tes, tidak hanya dilakukan untuk mengukur aspek kognitif. Akan
tetapi pengujian instrumen tes juga dilakukan untuk keperluan analisis terhadap butir-butir
soal yang telah dibuat tersebut. Tujuannya adalah untuk mengkaji dan menelaah setiap butir
soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum soal digunakan. Di samping itu, tujuan
analisis butir soal juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal
yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka
sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan.
Pada pembahasan ini, penguji bermaksud menginterpretasikan hasil analisis instrumen
nontes dan tes yang sebelumnya telah penguji susun. Instrumen nontes berupa skala penilaian
sedangkan instrumen tes berupa soal pilihan ganda. Kedua instrumen tersebut telah diujikan
kepada peserta didik Prodi Pendididkan Teknik Bangunan S-1 angkatan 2010 Universitas
Negeri Medan.
Pada instrumen nontes, penguji menganalisis validias masing-masing item skala nilai
serta realibilitasnya keseluruhan. Sedangkan instrumen tes, penguji menyusun instrumen,
mengadakan pengujian, dan melakukan analisis terhadap butir soal yang telah diujikan kepada
rersponden. Hasilnya berupa simpulan terhadap butir-butir soal yang telah penguji susun dan
ujikan tersebut, apakah instrumen tersebut baik untuk digunakan, direvisi, ataupun tidak dapat
digunakan untuk kegiatan penilaian.
II. PEMBAHASAN
2.1 ANALISIS INSTRUMEN TES
2.1.1 Data Instrumen
a. Bentuk instrumen
Instrumen yang penguji analisis adalah instrumen tes berbentuk pilihan ganda.
b. Tujuan pengujian
Tujuan dari pengujian instrumen pilihan ganda ini adalah untuk kepentingan analisis butir
soal sehingga diharapkan penguji sebagai mahasiswa prodi kependidikan mampu
membuat instrumen sebagai alat evaluasi dengan baik.
c. Jumlah instrumen
Jumlah butir instrumen yang diujikan adalah 30 item
d. Bidang instrumen
Matakuliah Struktur Beton I, (salah satu program mata kuliah di jurusan Pend. Teknik
Bangunan, Unimed)
e. Responden
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan kelas Ekstensi angkatan 2010, Unimed.
f. Kisi-kisi soal
Kisi-kisi instrumen pilihan ganda dari tes ini adalah:
KISI-KISI PENULISAN SOAL
No.
Urut
Standar
Kompetensi
Materi Indikator Soal
Jenjang Kemampuan
Bentuk
Soal
No.
Soal
C1 C2 C3
C4 C5 C6
1 Memahami
karakteristik beton
Beton sebagai
struktur
bangunan
- Peserta didik dapat memahami
definisi beton
1 Pilihan
ganda
1,
- Peserta didik mampu
menyebutkan kelebihan dan
kelemahan beton sebagai struktur
bangunan
1 1 Pilihan
ganda
2, 4
- Peserta didik dapat
menjelaskan karakteristik air yang
baik digunakan untuk campuran
beton.
1 Pilihan
ganda
3
- Peserta didik mampu
memahami konsep susut pada
beton.
1 2 Pilihan
ganda
5, 27, 28
- Peserta didik dapat memahami
konsep beton bertulang
1 1 Pilihan
ganda
6, 30
2 Mampu
merencanakan
beton bertulang
Perencanaan
Beton
Bertulang
- Peserta didik dapat memahami
konsep FAS pada perencanaan
beton

1 Pilihan
ganda
7
No.
Urut
Standar
Kompetensi
Materi Indikator Soal
Jenjang Kemampuan
Bentuk
Soal
No.
Soal
C1 C2 C3 C4 C5 C6
- Peserta didik dapat memahami
konsep kuat tekan beton
1 2 Pilihan
ganda
8, 9, 15
- Peserta didik memahami
konsep penulangan pada konstruksi
beton bertulang
1 1 Pilihan
ganda
10, 11
- Peserta didik dapat menghitung
luas penampang kebutuhan besi
pada perencanaan beton bertulang
1 1 1 Pilihan
ganda
12, 13,14
- Peserta didik dapat
merencanakan dimensi dan
kebutuhan tulangan pada konstruksi
beton bertulang
2 1 1 1 2 1 Pilihan
ganda
16, 20, 21,
22, 23, 24,
25, 26
3 Mampu
merencanakan
tulangan geser
pada perencanaan
beton bertulang
Tulangan
Geser
- Peserta didik dapat memahami
konsep penulangan geser pada
konstruksi balok.
4 Pilihan
ganda
17, 18, 19,
29
Keterangan:
C1 : Ingatan
C2 : Pemahaman
C3 : Aplikasi
C4 : Sintesis
C5 : Analisis
C6 : Evaluasi
g. Konstruksi Soal
Nama : ..
NIM : ..
Mata Kuliah : Struktur Beton I
Jurusan : ..
Kelas/ sem : ..
Dosen : ..
Petunjuk pengisian.
Bacalah soal dengan teliti sebelum anda menjawabnya!
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
Beri tanda cross (X) pada alternative jawaban di lembar jawaban
yang tersedia sesuai dengan jawaban yang anda pilih!
1. Campuran antara semen, air, dan agregat halus disebut ..
a. beton c. beton normal
b. mortar d. beton ringan
2. Berikut merupakan deskripsi yang tidak tepat tentang beton adalah ..
a. tahan terhadap temperature tinggi
b. dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi
c. kuat terhadap tekanan
d. memiliki elastisitas yang tinggi
3. Air yang tidak baik digunakan untuk membuat campuran beton adalah ..
a. tidak mengandung minyak, asam, alkali, garam, zat organik
b. air tawar yang dapat diminum
c. mengandung ion khlorida
d. air yang telah dipanaskan
4. Semakin cepat beton yang dicor mengalami penguapan, yang terjadi
adalah..
a. beton lebih cepat mengering sehingga kekuatan beton tidak maksimal
b. memiliki kekuatan tekan yang lebih besar
c. lebih cepat mengering sehingga pekerjaan struktur lain manjadi lebih
cepat terlaksana
d. beton menjadi tidak stabil
5. Susut plastis pada proses pengecoran beton adalah ..
a. susut yang terjadi setelah 1 2 jam pengecoran
b. susut yang terjadi setelah proses hidrasi terjadi
c. susut yang terjadi setelah beton memasuki umur matang
d. susut yang terjadi setelah melewati umur rencana beton
6. Berikut pernyataan yang benar adalah..
a. beton bertulang, daerah tekan dipikul oleh beton sedangkan daerah tarik
dipikul oleh baja tulangan
b. pada konstruksi balok cantilever, tulangan baja di dalam beton harus
dipasang pada sisi bawah.
c. tulangan geser hendaknya diperbanyak atau diperdekat jaraknya di bagian
tengah pada konstruksi balok
d. semakin banyak tulangan yang dipasang pada konstruksi beton bertulang,
akan diperoleh kualitas beton bertulang yang kuat.
7. Semakin besar nilai FAS pada perencanaan beton, yang terjadi adalah ..
a. sulit dalam pengerjaan
b. semakin kecil kekuatan beton maksimum yang dihasilkan
c. membutuhkan banyak semen
d. beton semakin elastis
8. Faktor yang sangat mempengaruhi kekuatan tekan beton adalah
kecuali..
a. Proporsi bahan-bahan penyusunnya
b. Metode perancangannya
c. Perawatan beton
d. Bahan kimia campuran
9. Notasi fc merupakan kekuatan beton ..
a. kekuatan beton yang disyaratkan
b. kekuatan tarik dari uji belah pada silinder beton
c. kekuatan tekan beton yang didapat dari uji kubus beton dan silinder beton
d. kekuatan beton rata-rata yang dibutuhkan
10.Hal yang harus dipertimbangakan di dalam perencanaan tulangan pada
beton bertulang adalah..
a. pembebanan struktur
b. iklim
c. alat yang tersedia
d. biaya yang tersedia
11.Penyataan yang tidak benar adalah ..
a. Penggunaan besi tulangan menerus yang lebih banyak menyebabkan
bangunan menjadi amanan dari resiko defleksi sehingga sangat baik untuk
diterapkan di dalam konstruksi balok pada struktur bangunan.
b. Pada saat balok melendut ke bawah, untuk mengurangi lendutan tulangan
yang ditambahi pada bagian bawah.
c. Retak pertisi pada dinding tidak menyebabkan gedung menjadi roboh,
hanya saja jika dinding tidak dipasang angker, dinding akan terbalik.
d. kebutuhan luas penampang tulangan geser dipengaruhi oleh besarnya
gaya lintang pada suatu konstruksi.
12.Setelah perencanaan tulangan diperoleh penulangan pada sebuah balok
yaitu 6 32, luas penampang besi tulangan tersebut adalah..
a. 471 mm
2
b. 942 mm
2
c. 4824 mm
2
d. 11775 mm
2
13.Luas penampang hasil perencanaan sebuah konstruksi balok adalah 3000
mm
2
, jika direncanakan dipasang tulangan 22, jumlah tulangan yang
dipasang adalah ..
a. 6 b. 7 c. 7,89 d. 8
14.Desain sebuah kolom bangunan memerlukan luas penampang tulangan
8800 mm
2
, akan dipasang 12 batang baja tulangan tulangan, diameter
tulangan yang dipasang adalah .
a. 10 mm b. 16 mm c. 20 mm d. 22 mm
15.Ketika konstruksi beton di atas tumpuan sendi dan roll mengalami defleksi,
yang terjadi adalah ..
a. serat bagian bawah tertarik dan serat bagian atas tertekan
b. bagian tengah serat akan terpelintir
c. serat bagian atas di tengah konstruksi beton akan retak
d. pada bagian pangkal konstruksi akan mengalami retak dan patah
16.Selain dengan melakukan analisa perhitungan secara langsung, untuk
merencanakan tinggi balok minimum pada sebuah struktur balok bertulang,
SKSNI tahun 1991 juga menetapkan tinggi minimum tersebut. Tinggi
minimum balok dengan tumpuan sederhana menurut SKSNI adalah ..
a. b. c. d.
Soal nomor 17 s.d 19
17.Daerah yang dipasangan tulangan lentur adalah ..
a. no.1 b. no. 2 c. no.3 d. no. 2
dan 3
1
2
3
18.Daerah yang mengalami retak geser murni terletak pada nomor ..
a. 1 b. 2 c. 3 d. 1 dan 2
19.Daerah yang harus dipasang tulangan geser yaitu pada daerah ..
a. no.1 b. no. 2 c. no.3 d. no. 1
dan 2
20.Tebal pelat minimum SKSNI adalah..
a. 8 mm b. 10 mm c. 12 mm d. 14 mm
Soal nomor 21 s.d. 26
Jika: 1) beban hidup : 22 kN/m
2) beban mati = berat sendiri
3) fc = 30 MPa dan fy = 414 MPa
21.Sesuai dengan panduan SK SNI 91, tinggi balok yang aman dan efisien
adalah ..
a. 500 mm b. 550 mm c. 600 mm d. 700 mm
22.Lebar penampang balok yang efisien pada soal di atas adalah ..
a. 250 mm b. 275 mm c. 300 mm d. 350 mm
23.Sesuai dengan data pada soal sebelumnya, beban ultimate yang terjadi
adalah ..
9 m
a. 40,5 kN/m b. 42,5 kN/m c. 45,5 kN/m d. 47,5 kN/m
24.Momen ultimate dari struktur di atas adalah ..
a. 410 kNm b. 410,1 kNm c. 410,5 kNm d.
411 kNm
25.Jika nilai jd diasumsikan 0,85; cover beton 50 mm, luas penampang besi
yang dibutuhkan adalah ..
a. 2650 mm
2
b. 2725 mm
2
c. 2750 mm
2
e. 2825 mm
2
26.Jika direncanakan menggunakan tulangan 24 mm, jumlah tulangan
yang diperlukan adalah..
a. 7,5 b. 8 c. 8,5 d. 9
27.Faktor yang mempengaruhi susut pada pengerjaan beton adalah, kecuali
..
a. banyaknya agregat
b. ukuran dimensi beton
c. type semen yang digunakan
d. lama pengerjaannya
28.Berikut ini yang tidak termasuk faktor yang mempengaruhi besarnya
rangkak dan susut pada beton adalah .....
a. nilai slump
b. ratio tulangan
c. nilai tegangan
d. rasio air terhadap jumlah semen
29.pernyataan berikut yang bener adalah.....
a. tulangan geser didesain dengan memperhitungkan besarnya kemampuan
gaya untuk mematahkan pangkal struktur.
b. perencanaan penulangan dengan penulangan kuat lebih baik daripada
penulangan lemah
c. beton tanpa penulangan memiliki kemampuan memikul beban lebih besar
d. nilai slump yang tinggi, jumlah semen yang dibutuhkan semakin banyak.
30. Underreinforced merupakan istilah yang berkaitan dengan penulangan
dengan karakteriktik berikut, kecuali.....
a. pada saat beton tepat akan runtuh,
y
>
c
b. bangunan dengan tipe penulangan seperti ini akan memberikan tanda-
tandan defleksi yang besar sebelum runtuh
c. jika terjadi kerusakan karena defleksi, tulangan akan leleh terlebih dahulu
d. keruntuhan beton tidak terjadi pada saat leleh pertama terbentuk pada
tulangan (
y
=
c
)
h. Waktu dan tempat pengujian instrumen
Pengujian instrumen dilaksanakan pada 11 Nopember 2011, berlokasi di gedung fakutas
teknik, ruang 08.02.
i. Kunci jawaban
Kunci Jawaban
No
Jawaba
n
No
Jawab
an
No
Jawaba
n
No
Jawaba
n
1 B 9 A 17 C 25 A
2 D 10 A 18 A 26 D
3 C 11 A 19 D 27 D
4 A 12 C 20 C 28 B
5 A 13 D 21 C 29 A
5 A 14 B 22 C 30 A
7 B 15 A 23 A
8 D 16 C 24 B
j. Tabulasi data hasil pengujian
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 Abdul Kadir 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 18
2 Asfar AkmalyS. 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 20
3 Banget S. L. 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 13
4 Chita Sri Lestika 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 27
5 DelyKurnia Putri 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 9
6 Elvin Fernades 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 14
7 Geri Pranata T 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 14
8 Herti Novita Sari S. 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 11
9 Jhon H. Surbakti 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 28
10 Lilyanti Dewininta S 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 18
11 Lizon Muetar N. 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 8
12 M. Arif Hidayat 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 24
13 M. Iqbal 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 18
14 M. Jefri Syahyuddin 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 20
15 Meliana M. Sibarani 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 18
16 NancyS. Baringbing 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 17
17 Rico NSinaga 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 16
18 Sadzali Yunaifi M 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 28
19 Samuel Robert J. S. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 4
20 Setia Dakasih 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 11
21 Siska Elvi Yunita 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 15
22 Togi Boito Pulungan 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 5
23 Togi Supriadi N 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 22
24 Vera Novita Sari 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 16
25 WillyH. Simanjuntak 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 11
12 16 20 14 9 17 12 9 6 16 15 13 16 20 14 10 18 12 10 8 17 15 14 11 18 12 9 8 18 16 405 Jumlah
Responden No
Soal ke-
Jlh
2.1.2 Analisis Butir Soal
Metode analisis yang penguji gunakan pada pengujian ini adalah analisis secara klasik,
yaitu proses penelaahan butir soal melalui informasi dari jawaban peserta didik guna
meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan dengan menggunakan teori tes klasik.
Kelebihan analisis butir soal secara klasik adalah murah, dapat dilaksanakan sehari-hari
dengan cepat menggunakan komputer, murah, sederhana, familier dan dapat menggunakan
data dari beberapa peserta didik atau sampel kecil (Millman dan Greene, 1993: 358).
a. Analisis validitas butir soal
Sesuai dengan data hasil pengujian yang penguji lampirkan, penguji menganalisis
validitas butir soal dengan menggunakan metode korelasi point biserial dengan rumus
sebagai berikut:
Mp : Rata-rata dari subjek yang menjawab benar bagi item yang diuji validitasnya
Mt : Rata-rata skor total
P : Proporsi responden menjawab benar
q : Proporsi responden menjawab salah
SD : Standar deviasi
Penentuan valid atau tidaknya item butir soal adalah dengan membandingkan hasil
perhitungan r
pbi
dengan r-tabel yang diperoleh dari tabel r korelasi untuk n (jumlah item soal).
Dengan ketentuan:
- r
pbi
> r-tabel butir soal dianggap valid
- r
pbi
< r-tabel butir soal dianggap tidak valid (Ni Putu Wiwik Suwarnayanti, 2009)
Pada pengujian ini, jumlah butir soal (n) 30 butir sehingga r-tabel diperoleh 0,349.
1) Data analisis validitas butir soal dari program microsoft excel
Analisis dilakukan dengan menggunakanrumus korelasi point biserial sebagai berikut:
Mp : Rata-ratadari subjekyangbenar bagi itemyangdicari validutasnya
Mt : Rata-ratasekor total
SD : Standar deviasi
p : Proporsi siswayangmenjawab benar
: (siswayangmenjawab benar/ jumlahsiswatotal)
q : 1- p
Berdarkan datayangdiperolehdari tabel hasil pengujian dan bersesuaian denganrumus
di atas, diperoleh datavaliditassebagai berikut:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 Mp 17,75 18,75 17,50 18,50 20,56 18,41 19,92 18,67 22,17 18,19 18,60 18,54 18,75 17,50 18,50 20,10 18,00 19,92 19,60 22,13 17,94 18,60 18,50 19,27 18,33 19,92 18,67 22,63 17,17 18,13
2 Mt 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20 16,20
3 Sd 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545 6,545
4 p 0,48 0,64 0,8 0,56 0,36 0,68 0,48 0,36 0,24 0,64 0,6 0,52 0,64 0,8 0,56 0,4 0,72 0,48 0,4 0,32 0,68 0,6 0,56 0,44 0,72 0,48 0,36 0,32 0,72 0,64
5 q 0,52 0,36 0,2 0,44 0,64 0,32 0,52 0,64 0,76 0,36 0,4 0,48 0,36 0,2 0,44 0,6 0,28 0,52 0,6 0,68 0,32 0,4 0,44 0,56 0,28 0,52 0,64 0,68 0,28 0,36
6 r-phi 0,228 0,52 0,397 0,396 0,499 0,493 0,546 0,283 0,512 0,405 0,449 0,372 0,52 0,397 0,396 0,487 0,441 0,546 0,424 0,621 0,388 0,449 0,396 0,416 0,523 0,546 0,283 0,673 0,237 0,392
7 r-kritis 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349
8 status Gagal Valid Valid Valid Valid Valid Valid Gagal Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Gagal Valid Gagal Valid
Jumlahsoal valid : 26butir
jumlahsoal tidakvalid : 4butir
No Ket
Soal ke-
2) Kesimpulan analisis validitas butir soal
Berdasarkan analisis yang dihitung menggunakan program microsoft exel diperoleh
simpulan data sebagai berikut:
Tabel Validitas Butir Soal
No Soal r-pbi r-tabel status No Soal r-pbi r-tabel status
1 0,288 0,349 Gagal 16 0,487 0,349 Valid
2 0,520 0,349 Valid 17 0,441 0,349 Valid
3 0,397 0,349 Valid 18 0,546 0,349 Valid
4 0,396 0,349 Valid 19 0,424 0,349 Valid
5 0,499 0,349 Valid 20 0,621 0,349 Valid
6 0,493 0,349 Valid 21 0,388 0,349 Valid
7 0,546 0,349 Valid 22 0,449 0,349 Valid
8 0,283 0,349 Gagal 23 0,396 0,349 Valid
9 0,512 0,349 Valid 24 0,416 0,349 Valid
10 0,405 0,349 Valid 25 0,523 0,349 Valid
11 0,449 0,349 Valid 26 0,546 0,349 Valid
12 0,372 0,349 Valid 27 0,283 0,349 Gagal
13 0,520 0,349 Valid 28 0,673 0,349 Valid
14 0,397 0,349 Valid 29 0,237 0,349 Gagal
15 0,396 0,349 Valid 30 0,392 0,349 Valid
Dari data di atas di ketahui
- butir soal valid : 26 butir
- butir soal tidak valid : 4 butir (soal nomor 1, 8, 27, dan 29)
- total : 30 butir
b. Uji Reliabilitas Instrumen
Tujuan utama menghitung reliabilitas skor tes adalah untuk mengetahui tingkat
ketepatan (precision) dan keajegan (consistency) skor tes. Indeks reliabilitas berkisar antara 0
1. Semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes (mendekati 1), makin tinggi pula
keajegan/ketepatannya. Apabila indeks realibilitas > 0,7 soal dianggap telah reliabel. (Dr.
Nana Sudjana, 2009)

Reliabilitas dapat dihitung dengan banyak cara. Di dalam analisis ini penguji
menggunakan metode Kuder Richadson (KR-20), sebagai berikut:
r
11
: reliabilitas soal
p : proporsi subjek menjawab item benar
q : proporsi subjek menjawab item salah
s : standar deviasi
n : jumlah item butir soal
Uji realibilitas dilakukan hanya pada butir soal yang valid. Sesuai dengan hasil
pengujian (terlampir), dapat disajikan data sebagai berikut:
s = 6,1
pq = 5,87
n = 26
= = 0,876

,
_

,
_

2
2
1 , 6
87 , 5 1 , 6
25
26
Dengan demikian disimpulkan bahwa soal yang telah diuji tersebut telah reliabel
c. Tingkat Kesukaran (TK)
Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat
kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat kesukaran
ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar 0,00 1,00
(Aiken (1994: 66). Semakin besar indeks tingkat kesukaran yang diperoleh dari hasil
hitungan, berarti semakin mudah soal itu.
TK =
Klasifikasi tingkat kesukaran soal dapat dicontohkan seperti berikut ini.
0,00 0,30 soal tergolong sukar
0,31 0,70 soal tergolong sedang
0,71 1,00 soal tergolong mudah (Dr. Nana Sudjana: 2009)
Dari hasil pengujian diperoleh klasifikasi kesukaran butir soal sebagai berikut:
Tabel 8. Klasifikasi kesukaran butir soal
(N) tes mengikuti yang siswa jumlah
(n) benar menjawab yang siswa jumlah
No Soal n n/N status No Soal n n/N status
1 tidak valid - - 16 10 0,400 Sedang
2 16 0,640 Sedang 17 18 0,720 Mudah
3 20 0,800 Mudah 18 12 0,480 Sedang
4 14 0,560 Sedang 19 10 0,400 Sedang
5 9 0,360 Sedang 20 8 0,320 Sedang
6 17 0,680 Sedang 21 17 0,680 Sedang
7 12 0,480 Sedang 22 15 0,600 Sedang
8 tidak valid - - 23 14 0,560 Sedang
9 6 0,240 Sukar 24 11 0,440 Sedang
10 16 0,640 Sedang 25 18 0,720 Mudah
11 15 0,600 Sedang 26 12 0,480 Sedang
12 13 0,520 Sedang 27 tidak valid - -
13 16 0,640 Sedang 28 8 0,320 Sedang
14 20 0,800 Mudah 29 tidak valid - -
15 14 0,560 Sedang 30 16 0,640 Sedang
Berdasarkan data di atas, dari 26 butir soal yang sudah valid diketahui:
- Butir soal dengan tingkatan sukar : 1 butir
- Butir soal dengan tingkatan sedang : 21 butir
- Butir soal dengan tingkatan mudah : 4 butir
- Total : 26 butir
d. Daya Pembeda (DP)
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dapat membedakan antara
siswa yang telah menguasai materi yang ditanyakan dan siswa yang tidak/kurang/belum
menguasai materi yang ditanyakan. Manfaat daya pembeda butir soal adalah seperti berikt ini.
1) Untuk meningkatkan mutu setiap butir soal melalui data empiriknya. Berdasarkan
indeks daya pembeda, setiap butir soal dapat diketahui apakah butir soal itu baik, direvisi,
atau ditolak.
2) Untuk mengetahui seberapa jauh setiap butir soal dapat mendeteksi/membedakan
kemampuan siswa, yaitu siswa yang telah memahami atau belum memahami materi yang
diajarkan guru.
Apabila suatu butir soal tidak dapat membedakan kedua kemampuan siswa itu, maka
butir soal itu dapat dicurigai "kemungkinannya" seperti berikut ini:
1) Kunci jawaban butir soal itu tidak tepat
2) Butir soal itu memiliki 2 atau lebih kunci jawaban yang benar
3) Kompetensi yang diukur tidak jelas
4) Pengecoh tidak berfungsi
5) Materi yang ditanyakan terlalu sulit, schingga banyak siswa yang menebak
6) Sebagian besar siswa yang memahami materi yang ditanyakan berpikir ada yang salah
informasi dalam butir soalnya
Indeks daya pembeda setiap butir soal biasanya juga dinyatakan dalam bentuk
proporsi. Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin mampu soal yang
bersangkutan membedakan warga belajar/siswa yang telah memahami materi dengan warga
belajar/peserta didik yang belum memahami materi. Indeks daya pembeda berkisar antara
1,00 sampai dengan +1,00. Semakin tinggi daya pembeda suatu soal, maka semakin kuat/baik
soal itu. Jika daya pembeda negatif (<0) bera rti lebih banyak kelompok bawah (warga
belajar/peserta didik yang tidak memahami materi) menjawab benar soal dibanding dengan
kelompok atas (warga belajar/peserta didik yang memahami materi yang diajarkan guru).
Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda adalah dengan
menggunakan rumus berikut ini.
DP = daya pembeda soal,
BA = jumlah jawaban benar pada kelompok atas,
BB = jumlah jawaban benar pada kelompok bawah,
N=jumlah siswa yang mengerjakan tes.
0,40 1,00 soal diterima baik : A
0,30 0,39 soal diterima tetapi perlu diperbaiki : B
0,20 0,29 soal diperbaiki : C
0,00 0,19 soal tidak dipakai/dibuang : D
Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh data daya pembeda sebagai berikut:
Tabel 9. Daya pembeda soal
No Soal BA BB DP status No Soal BA BB DP status
1 tidakvalid tidakvalid - - 16 7 3 0.320 B
2 10 6 0.320 B 17 10 8 0.160 D
3 11 9 0.160 D 18 9 3 0.480 A
4 9 5 0.320 B 19 7 3 0.320 B
5 7 2 0.400 A 20 7 1 0.480 A
6 10 7 0.240 C 21 9 8 0.080 D
7 9 3 0.480 A 22 10 5 0.400 A
8 tidakvalid tidakvalid - - 23 9 5 0.320 B
9 6 0 0.480 A 24 7 4 0.240 C
10 9 7 0.160 D 25 11 7 0.320 B
11 10 5 0.400 A 26 9 3 0.480 A
12 7 6 0.080 D 27 tidakvalid tidakvalid - -
13 10 6 0.320 B 28 8 0 0.640 A
14 11 9 0.160 D 29 tidakvalid tidakvalid - -
15 9 5 0.320 B 30 10 6 0.320 B
Dari data di atas, dari 26 soal yang sudah valid diketahui:
- Soal diterima : 9 butir
- Soal diterima dan direvisi : 9 butir
- Soal direvisi : 2 butir
- Soal tidak diterima : 6 butir
- Total : 26 butir
e. Keefektifan Pengecoh
Penyebaran pilihan jawaban dijadikan dasar dalam penelaahan soal. Hal ini
dimaksudkan untuk mengetahui berfungsi tidaknya jawaban yang tersedia. Suatu pilihan
jawaban (pengecoh) dapat dikatakan berfungsi apabila pengecoh:
1) Alternatif jawaban 5 buah (a, b, c, d, dan e) paling tidak dipilih oleh 4 - 5 % peserta
tes/siswa,
2) Alternatif jawaban 4 buah (a, b, c, dan d) paling tidak dipilih oleh 2 - 3 % peserta
tes/siswa,
3) lebih banyak dipilih oleh kelompok siswa yang belum paham materi.
Analisis soal yang penguji ujikan kepada respon telah penguji lampirkan pada laporan
analisis butir soal ini. Secara singkat keefektifan pengecoh dari analisis butir soal tersebut
adalah sebagai berikut:
a b c d a b c d a b c d
jlh 3 6 2 2 jlh 5 1 2 5 jlh 1 0 8 4
% 12 24 8 8 % 20 4 8 20 % 4 0 32 16
status efektif kunci efektif efektif Status kunci efektif efektif efektif Status efektif tidak kunci efektif
jlh 4 1 2 6 jlh 1 2 6 4 jlh 1 3 5 4
% 16 4 8 24 % 4 8 24 16 % 4 12 20 16
Status efektif efektif efektif kunci Status efektif efektif kunci efektif Status efektif efektif kunci efektif
jlh 1 1 9 2 jlh 1 1 5 6 jlh 5 1 3 4
% 4 4 36 8 % 4 4 20 24 % 20 4 12 16
Status efektif efektif kunci efektif Status efektif efektif efektif kunci Status kunci efektif efektif efektif
jlh 5 1 5 2 jlh 1 9 2 1 jlh 4 4 3 2
% 20 4 20 8 % 4 36 8 4 % 16 16 12 8
Status kunci efektif efektif efektif Status efektif kunci efektif efektif Status efektif kunci efektif efektif
jlh 3 6 2 2 jlh 5 3 1 4 jlh 7 1 2 3
% 12 24 8 8 % 20 12 4 16 % 28 4 8 12
Status kunci efektif efektif efektif Status kunci efektif efektif efektif Status kunci efektif efektif efektif
jlh 7 4 0 2 jlh 2 1 3 7 jlh 6 1 3 3
% 28 16 0 8 % 8 4 12 28 % 24 4 12 12
Status kunci efektif tidak efektif Status efektif efektif kunci efektif Status efektif efektif efektif kunci
jlh 6 3 2 2 jlh 1 1 8 3 jlh 3 3 6 2
% 24 12 8 8 % 4 4 32 12 % 12 12 24 8
Status efektif kunci efektif efektif Status efektif efektif kunci efektif Status efektif efektif efektif kunci
jlh 4 0 6 3 jlh 3 6 3 1 jlh 3 0 2 8
% 16 0 24 12 % 12 24 12 4 % 12 0 8 32
Status efektif tidak efektif kunci Status kunci efektif efektif efektif Status efektif kunci efektif efektif
jlh 0 4 3 6 jlh 1 4 5 3 jlh 8 3 1 1
% 0 16 12 24 % 4 16 20 12 % 32 12 4 4
Status kunci efektif efektif efektif Status efektif efektif efektif kunci Status kunci efektif efektif efektif
jlh 7 1 3 2 jlh 4 1 1 7 jlh 6 1 2 4
% 28 4 12 8 % 16 4 4 28 % 24 4 8 16
Status kunci efektif efektif efektif Status efektif efektif kunci efektif Status kunci efektif efektif efektif
11
Soal
no
ket ket
Soal
no
alternatif jawaban
1
Soal
no
alternatif jawaban
21
2 12 22
ket
alternatif jawaban
3 13 23
4 14 24
5 15 25
6 16 26
7 17 27
8 18 28
9
10
19 29
20 30
Pengecoh yang tidak berfungsi:
- soal nomor 8 alternatif B
- soal nomor 21 alternatif B
2.1.2 Kesimpulan Hasil Analisis Pengujian Instrumen Bentuk Pilihan Ganda
Kesimpulan dari hasil analisis butir soal pilihan ganda yang penguji ujikan adalah
sebagai berikut:
No
Soal
Validit
as
Relia
bili-
tas
Tingkat
kesuka-
ran
Daya
pembe-da
Distruc-
ture
Kesimpu-
lan
No
Soal
Validit
as
Rel
iab
ili-
Tingkat
kesuka-
ran
Daya
pembe-
da
Distruc-
ture
Kesimpu-
lan
1 tidakvalid
- - - Tolak 16 valid sedang Trm& Rev efektif Trm&Rev
2 valid sedang Trm& Rev efektif Trm&Rev 17 valid mudah tolak efektif tolak
3 valid mudah Tolak efektif Tolak 18 valid sedang Terima efektif Terima
4 valid sedang Trm& Rev efektif Trm&Rev 19 valid sedang Trm&Rev efektif Trm&Rev
5 valid sedang Terima efektif Terima 20 valid sedang Terima efektif Terima
6 valid sedang Revisi kurang Revisi 21 valid sedang tolak kurang tolak
7 valid sedang Terima efektif Terima 22 valid sedang Terima efektif Terima
8 tidakvalid - - - Tolak 23 valid sedang Revisi efektif Revisi
9 valid sukar Terima efektif Terima 24 valid sedang Trm&Rev efektif Trm&Rev
10 valid sedang Tolak efektif Tolak 25 valid mudah Trm&Rev efektif Trm&Rev
11 valid sedang Terima efektif Terima 26 valid sedang Terima efektif Terima
12 valid sedang Tolak efektif Tolak 27 tidakvalid
- - - tolak
13 valid sedang Trm& Rev efektif Trm&Rev 28 valid sedang Terima efektif Terima
14 valid mudah Tolak efektif Tolak 29 tidakvalid - - - tolak
15 valid sedang Trm& Rev efektif Trm&Rev 30 valid sedang Trm&Rev efektif Trm&Rev
r
e
l
i
a
b
e
l

(
0
,
8
7
6
)
r
e
l
i
a
b
e
l

(
0
,
8
7
6
)
Secara lebih rinci hasil analisis tersebut adalah:
a) Soal diterima = 9 butir
b) Soal diterima dan direvisi = 9 butir
c) Soal direvisi = 2 butir
d) Soal tidak dipakai = 10 butir
Total = 30 butir
1) Kontrol terhadap kisi-kisi soal
No.
Urut
Standar
Kompetensi
Materi Indikator Soal
Jenjang Kemampuan
Bentuk
Soal
No.
Soal
C1 C2 C3
C4 C5 C6
1 Memahami
karakteristik beton
Beton sebagai
struktur
bangunan
- Peserta didik dapat memahami
definisi beton
1 Pilihan
ganda
1,
- Peserta didik mampu
menyebutkan kelebihan dan
kelemahan beton sebagai struktur
bangunan
1 1 Pilihan
ganda
2, 4
- Peserta didik dapat
menjelaskan karakteristik air yang
baik digunakan untuk campuran
beton.
1 Pilihan
ganda
3
- Peserta didik mampu
memahami konsep susut pada
beton.
1 2 Pilihan
ganda
5, 27, 28
- Peserta didik dapat memahami
konsep beton bertulang
1 1 Pilihan
ganda
6, 30
2 Mampu
merencanakan
beton bertulang
Perencanaan
Beton
Bertulang
- Peserta didik dapat memahami
konsep FAS pada perencanaan
beton

1 Pilihan
ganda
7
- Peserta didik dapat memahami
konsep kuat tekan beton
1 2 Pilihan
ganda
8, 9, 15
No.
Urut
Standar
Kompetensi
Materi Indikator Soal
Jenjang Kemampuan
Bentuk
Soal
No.
Soal
C1 C2 C3 C4 C5 C6
- Peserta didik memahami
konsep penulangan pada konstruksi
beton bertulang
1 1 Pilihan
ganda
10, 11
- Peserta didik dapat menghitung
luas penampang kebutuhan besi
pada perencanaan beton bertulang
1 1 1 Pilihan
ganda
12, 13,14
- Peserta didik dapat
merencanakan dimensi dan
kebutuhan tulangan pada konstruksi
beton bertulang
2 1 1 1 2 1 Pilihan
ganda
16, 20,
21, 22,
23, 24, 25,
26
3 Mampu
merencanakan
tulangan geser
pada perencanaan
beton bertulang
Tulangan
Geser
- Peserta didik dapat memahami
konsep penulangan geser pada
konstruksi balok.
4 Pilihan
ganda
17, 18,
19, 29
Keterangan:
C1 : Ingatan
C2 : Pemahaman
C3 : Aplikasi
C4 : Sintesis
C5 : Analisis
C6 : Evaluasi
2) Rekomendasi perbaikan Soal:
Dari instrumen yang penguji susun, terdapat 10 soal yang harus ditolak. Setelah
melalui proses analisis, penulis merekomendasikan mengganti soal sebagai berikut:
1. Soal Nomor 1
Campuran antara semen, air, dan aggregat disebut ..
c. beton c. beton normal
d. mortar d. beton ringan
Jawaban: A
2. Soal Nomor 3
Air yang baik digunakan untuk membuat campuran beton adalah ..
a. mengandung minyak, asam, alkali, garam, zat organik
b. air tawar yang dapat diminum
c. mengandung ion khlorida
d. air yang telah dipanaskan
Jawaban : B
3. Soal nomor 8
Faktor yang sangat mempengaruhi kekuatan tekan beton adalah kecuali..
a. Proporsi bahan-bahan penyusunnya
b. Metode perancangannya
c. Perawatan beton
d. Referensi deseainnya
Jawaban D
4. Soal nomor 10
Hal yang harus dipertimbangakan dalam perencanaan tulangan pada beton
bertulang adalah, kecuali..
a. pembebanan struktur
b. nilai slump
c. jenis konstruksi
d. biaya yang tersedia
Jawaban : B
5. Soal nomor 12
Setelah perencanaan tulangan diperoleh penulangan pada sebuah balok yaitu
6 32, luas penampang besi tulangan tersebut adalah..
a. 471 mm
2
b. 942 mm
2
c. 4824 mm
2
d. 11775 mm
2
Jawaban : C
(tidak memerulukan perubahan, sudah cukup jelas)
6. Soal nomor 14
Desain sebuah kolom bangunan memerlukan luas penampang tulangan 8800
mm
2
, akan dipasang 12 batang baja tulangan tulangan, diameter tulangan
yang dipasang adalah .
a. 10 mm b. 16 mm c. 20 mm d. 22 mm
Jawaban : B
(tidak memerulukan perubahan, sudah cukup jelas)
7. Soal nomor 17
Daerah yang dipasangan tulangan lentur adalah ..
a. no.1 b. no. 2 c. no.3 d.
no. 2 dan 3
jawaban: C
(tidak memerulukan perubahan, sudah cukup jelas)
8. Soal nomor 21
Soal nomor 21 s.d. 26
Jika: 1) beban hidup : 22 kN/m
1
9 m
2
3
2) beban mati = berat sendiri
3) fc = 30 MPa dan fy = 414 MPa
Sesuai dengan panduan SK SNI 91, tinggi balok yang aman dan efisien untuk
perencanaan konstruksi di atas adalah ..
a. 500 mm b. 550 mm c. 600 mm d. 700 mm
Jawaban : C
9. Soal nomor 27
Faktor yang mempengaruhi susut pada pengerjaan beton adalah, kecuali ..
a. banyaknya agregat
b. ukuran dimensi beton
c. type semen yang digunakan
d. bentuk konstruksinya
jawaban : D
10. Soal nomor 29
29. pernyataan berikut yang benar adalah.....
a. tulangan geser didesain dengan memperhitungkan besarnya
kemampuan gaya untuk mematahkan pangkal struktur.
b. perencanaan penulangan dengan penulangan kuat lebih baik daripada
penulangan lemah
c. beton tanpa penulangan memiliki kemampuan memikul beban lebih
besar
d. nilai slump yang tinggi, jumlah semen yang dibutuhkan semakin
banyak.
Jawaban: A
(tidak memerulukan perubahan, sudah cukup jelas)
2.2. Analisis Instrumen Nontes
a. Judul
Kepuasan mahasiswa terhadap kompetensi dosen dalam proses belajar mengajar
b. Tujuan
1. Untuk mengetahui keabsahan instrumen skala nontes sebagai alat penilaian.
2. Untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kompetensi dosen dalam
proses belajar mengajar.
c. Sasaran Instrumen
Dosen pengampu mata kuliah Struktur Beton I Prodi Pend. Teknik Bangunan, kelas
ekstensi angkatan 2010.
d. Responden
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan S-1, kelas ekstensi angkatan 2010,
Fakultas Teknik, Unimed.
Responden adalah mahasiswa yang telah dibimbing oleh dosen matakuliah struktur beton
yang penguji jadikan sebagai sasaran penilaian.
e. Jenis instrumen
Skala Penilaian
f. Konstruksi Instrumen
Instrumen dalam bentuk rentang nilai antara 5 sampai dengan 1. Dengan kriteria poin 5
artinya sangat tepat dan 1 artinya sagat tidak tepat.
Konstruksi skala sikap yang telah penguji susun adalah sebagai berikut:
KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP
KOMPETENSI DOSEN DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR
Nama Dosen :.......................................
Mata Kuliah : ......................................
PETUNJUK PENGISIAN SKALA PENILAIAN
1. Melalui instrument ini Anda diminta memberikan pandangan tentang
kepuasan anda terhadap kompetensi dosen dalam pelaksanaan kegiatan
belajar-mengajar
2. Pendapat atau pandangan yang anda berikan pada setiap butir instrument
ini akan digunakan sebagai acuan kemampuan membuat instrument nontes
oleh pelaksana yang saat ini adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan
tahun akademik 2009 pada mata kuliah Evaluasi Hasil Belajar
3. Tugas anda adalah memberi tanda cross (X) pada setiap kolom skor yang
bersesuaian dengan penilaian anda sesuai dengan pernyataan yang tersedia.
4. Rentangan nilai sesuai dengan skor yaitu 5, 4, 3, 2, 1; poin 5 jika anda
sangat menyetujui atau membenarkan pernyataan tersebut, dan poin 1
apabila anda sangat tidak setuju.
5. Bacalah dengan seksama penyataan yang terdapat pada instrument
berikut sebelum anda memberikan skor penilaian.
N
O
PERNYATAAN
SKOR
5 4 3 2 1
1 Dosen anda membuat kontrak perkuliahan dan
mendiskusikannya kepada anda sebelum akhirnya
disepakati.
2 Dalam menyampaikan pelajaran, materi yang
disampaikan berkembang luas sehingga anda
memperoleh banyak informasi dibandingkan
dengan hanya membaca buku
3 Materi yang disampaikan sesuai dengan kontrak
perkuliahan yang telah disepakati
4 Komitmen terhadap kontrak kuliah yang telah
disepakati
5 Di dalam kegiatan belajar mengajar, mahasiswa
diberikan kesempatan yang luas untuk
menyampaikan pendapat/ gagasan.
6 Dosen memiliki humor yang tinggi ketika
menyampaikan pembelajaran sehingga
mahasiswa merasa lebih rileks
7 Menyampaikan perkuliahan menggunakan media
elektronik yang tersedia di prasarana universitas.
8 Dosen memiliki lebih dari satu sumber pelajaran
9 Dosen menyampaikan tujuan dari pengajaran
yang akan dilakukan.
10 Dosen memberikan umpan balik setiap tugas yang
diberikan kepada mahasiswa
11 Dosen selalu hadir tepat waktu di dalam
perkuliahan dan memberikan informasi kepada
mahasiswa jika berhalangan hadir atau ada
keterlambatan kehadiran.
12 Dosen selalu melakukan evaluasi pada setiap
akhir pokok pembahasan.
13 Anda merasa puas dengan system evaluasi yang
dilakukan oleh dosen anda.
14 Materi yang anda dapatkan sesuai dengan asumsi
anda setelah memahami tujuan pembelajaran.
15 Anda merasakan komunikasi yang terjadi pada
kegiatan belajar-mengajar berjalan efektif.
16 Dosen selalu memberikan motivasi kepada
mahasiswa.
17 Dosen memberikan informasi dunia kerja yang
berkaitan dengan matakuliah yang ia sampaikan.
18 Dosen selalu berusaha untuk membuat mahasiswa
lebih aktif.
19 Anda merasakan manfaat dari apa yang anda
pelajari terhadap diri dan atau lingkungan anda.
20 Hasil pembelajaran yang anda peroleh sesuai
dengan kompetensi dunia kerja.
21 Anda merasa hasil pembelajaran yang anda
peroleh mampu membuat anda terampil ketika
anda harus mengaplikasikannya di dunia kerja.
22 Anda sudah merasa puas dengan metode
pengajaran yang dilakukan oleh dosen anda.
23 Jika matakuliah anda merupakan matakuliah yang
terus berlajut pada beberapa semester anda
menginginkan dosen yang sama untuk mata
kuliah tersebut.
24 Anda merasa waktu yang tersedia untuk
memahami materi perkuliahan sudah cukup.
25 Anda merasa fasilitas yang tersedia untuk
mendukung matakuliah yang anda ikuti cukup
baik.
26 Jika ada dosen lain yang pernah menggantikannya
pada makuliah ini, anda merasa dosen anda lebih
baik metode mengajarnya.
27 Anda merasa dosen anda objektif dalam
pemberian nilai
28 Anda merasa dosen anda memiliki kompetensi
yang baik pada matakuliah yang diberikan kepada
anda
29 Dosen anda memiliki hubungan yang baik dengan
dosen-dosen lain.
30 Di dalam kegiatan belajar mengajar dosen anda
selalu berpenampilan baik dan berwibawa
31 Pengamatan anda, dosen anda selalu berusaha
untuk mengenali karakteristik mahasiswa di kelas
anda
32 Selalu positif dan mampu memberikan solusi pada
setiap permasalah di kelas
33 Dosen anda biasa menggunakan bahasa yang
formal dalam melakukan pembelajaran
34 Anda merasa dosen anda mengenal diri anda
dengan baik
35 Mampu mengendalikan suasana di kelas
36 Sering atau bersedia memberikan bimbingan
akademik di luar jadwal perkuliahan
37 Di dalam kegiatan belajar-mengajar, dosen selalu
menanamkan nilai-nilai moral kepada
mahasiswanya.
38 Metode pengajaran yang digunakan tidak terpaku
pada satu metode saja.
39 Jabatan fungsional dosen di lingkungan universitas
tidak mengganggu proses belajar-mengajar di
kelas justru memberikan nilai tambah bagi
mahasiswa.
40 Dosen yang memiliki jenjang akademik yang lebih
tinggi (S1, S2, atau S3, dll )memiliki kompetensi
yang lebih baik.
g. S
h. Teknik Analisis
Tujuan utama pengujian instrumen skala penilaian ini adalah untuk keperluan
analisis keabsahan instrumen skala penilaian sebelum mengadakan penilaian sebenarnnya.
Akan tetapi, pada pembahasan ini penguji juga menyertakan teknik yang digunakan untuk
menganalisis hasil penilaian dengan menggunakan skala penilaian.

Hasil pengujian skala penilaian penguji kelompokkan menjadi dua bagian besar,
yaitu;
1) Analisis keabsahan instrumen
Terdiri dari atas:
a) Analisis secara kualitatif
Analisis kualitatif dapat dilakukan dengan menganalisa butir-butir instrumen yang
dilakukan oleh beberapa ahli seperti: guru yang mengajarkan materi, ahli materi,
penyusun/pengembang kurikulum, ahli penilaian, dan ahli bahasa. Untuk
melakukan analisis ini, perlu dilengkapi juga dengan kisi-kisi instrumen serta
KBBI
Berikut adalah format analisis insrumen skala penilaian secara kualitatif yang
penguji gunakan:
FORMAT PENELAAHAN BUTIR INSTRUMEN SKALA PENILAIAN
Mata Pelajaran : ........................
Kelas/ semester : ........................
Penelaah : ........................
No.
Apek
Aspek yang ditelaah
Nomor soal
1 2 3 4 5 .....
A Materi
1 Pernyataan sesuai dengan rumusan indikator
dalam kisi-kisi
2 Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah
sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misal
untuk tes sikap: aspek kognisi, afeksi, atau
konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya
B Konstruksi
3 Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak
melebihi 20 kata) dan jelas
4 Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak
relevan objek yang dipersoalkan atau kalimatnya
merupakan kalimat yang perlu saja
5 Kalimatnya bebas dari kalimat yang negatif
ganda
6 Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu
pada masa lalu
7 Kalimatnya bebas dari pernyataan faktual atau
dapat diinterpretasikan sebagai fakta
8 Kalimatnya bebas dari pernyataan yang dapat
diinterpretasikan lebih dan kalimatnya bebas dari
pernyataan yang mungkin disetujui atau
dikosongkan oleh hampir semua responden
9 Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan
secara lengkap
10 Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak
pasti seperti, semua, selalu, kadang-kadang, tidak
satupun, tidak pernah.
11 Tidak banyak menggunakan kata hanya, sekedar,
semata-mata
C Bahasa/ Budaya
12 Rumusan kalimat pernyataan komunikatif
13 Soal menggunakan bahasaIndonesia yang baku
14 Tidak menggunakan bahasa yang bersifat
setempat/ tabu
b) Analisis secara kuantitatif
- Validitas instrumen
Analisis validitas instrumen skala penilaian dilakukan dengan menggunakan
metode Pearson melalui program aplikasi Microsoft excel.
- Realibilitas instrumen
Analisis reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode Cronbachs
Alpha melalui program aplikai Microsoft excel
2) Analisis hasil pengujian instrumen
Teknik Teknik yang digunakan untuk menganalis hasil penilaian ini adalah dengan
menyimpulkan. Data-data yang diperoleh dari hasil penilaian responden dihitung rata-
rata keseluruhannya kemudian dilakukan penyimpulan dengan kriteria:
Nilai rata-rata:
4 5 : mahasiswa puas terhadap kompetensi mengajar dosen yang berkaitan
3 3,9 : mahasiswa kuarang puas terhadap kompetensi mengajar dosen
0 - 2,9 : mahasiswa tidak puas terhadap kompetensi mengajar dosen
a. Kepuasan mahasiswa dilihat dari setiap item soal ( )
=
(N) responden jumlah
item per skor total
s
b. Kepuasan mahasiswa dilihat dari setiap responden
=
(n) pernyataan item jumlah
responden per skor total
c. Kepuasan mahasiswa secara keseluruhan
N n x
responden skor total

i. Analisis instrumen dan pengolahan hasil pengujian instrumen


1) Analisis keabsahan instrumen
a) Analisis kualitatif instrumen skala penilaian
Penguji di sini adalah seorang mahasiswa. Pengujian instrumen ini merupakan tugas
mata kuliah Evaluasi Hasil Belajar. Dengan demikian, dalam hal kegitan analisis butir
instrumen secara kualitatif, penguji melakukannya secara mandiri tanpa menyertakan
beberapa ahli yang terkait dengan instrumen ini.
Hasil dari analsisi yang penguji lakukan adalah sebagai berikut:
Tabel . Hasil analisis kualitatif instrumen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Materi konstruksi bahasa
no. aspekyangdi analisis
No.
Item
a) Analisis kuantitatif instrumen skala penilaian
Tabulasi data hasil pengujian skala penilaian
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 125
2 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 4 3 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 115
3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 125
4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 120
5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 3 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 116
6 4 4 5 4 4 4 5 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 105
7 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 115
8 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 125
9 3 3 3 5 4 5 3 3 3 3 5 2 3 3 3 2 3 3 3 5 4 5 4 3 3 86
10 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 3 5 4 3 5 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 108
11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 4 5 4 4 105
12 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 4 3 5 4 4 5 5 4 4 4 5 5 4 4 108
13 4 4 4 5 4 3 4 4 5 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 99
14 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 111
15 4 5 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 3 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 109
16 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 100
17 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 97
18 4 4 4 2 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 5 5 3 5 4 4 3 4 4 3 4 94
19 5 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 5 4 5 3 5 4 4 3 4 4 5 5 108
20 5 4 5 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 98
21 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 99
22 5 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 105
23 5 5 4 5 4 5 4 5 5 4 4 4 3 5 5 3 3 5 4 5 4 4 4 5 5 109
24 4 4 4 4 5 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 5 4 96
25 4 4 5 4 4 4 4 5 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 5 3 4 4 4 4 98
26 4 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 98
27 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 5 101
28 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 101
29 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 115
30 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 112
31 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 95
32 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 107
33 5 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 104
34 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 95
35 4 4 4 4 4 3 4 5 5 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 5 3 4 3 4 4 96
36 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 89
37 4 5 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 4 5 99
38 4 4 4 5 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 5 94
39 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 5 3 4 4 3 4 93
40 4 5 4 4 4 5 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 92
Skorresponden 174 172 175 172 174 169 171 170 172 161 163 164 147 160 167 156 159 167 168 175 158 166 169 165 173 4167
No.Item
Instrumen
Skorrespondenke-
Skorperitem
- Uji validitas
Uji validitas penguji lakukan melalui program aplikasi microsoft excel dengan
menggunakan metode Pearson, dengan hasil sebagai berikut:
Tabel Hasil pengujian validitas skala penilaian
No Soal r-pbi r-tabel status NoSoal r-pbi r-tabel status
1 0,000 0,264 Gagal 21 0,264 0,036 Gagal
2 0,259 0,264 Gagal 22 0,264 0,633 Valid
3 0,000 0,264 Gagal 23 0,264 0,635 Valid
4 0,109 0,264 Gagal 24 0,264 0,562 Valid
5 0,340 0,264 Valid 25 0,264 0,710 Valid
6 0,496 0,264 Valid 26 0,264 0,456 Valid
7 0,106 0,264 Gagal 27 0,264 0,440 Valid
8 0,000 0,264 Gagal 28 0,264 0,375 Valid
9 0,246 0,264 Gagal 29 0,264 -0,147 Gagal
10 0,370 0,264 Valid 30 0,264 0,152 Gagal
11 -0,094 0,264 Gagal 31 0,264 0,661 Valid
12 0,179 0,264 Gagal 32 0,264 0,082 Gagal
13 0,446 0,264 Valid 33 0,264 0,233 Gagal
14 -0,125 0,264 Gagal 34 0,264 0,484 Valid
15 0,126 0,264 Gagal 35 0,264 0,489 Valid
16 0,458 0,264 Valid 36 0,264 0,208 Gagal
17 0,480 0,264 Valid 37 0,264 0,780 Valid
18 0,001 0,264 Gagal 38 0,264 0,323 Valid
19 0,245 0,264 Gagal 39 0,264 0,553 Valid
20 0,425 0,264 Valid 40 0,264 0,676 Valid
Valid 21 Gagal 19
- Uji Reliabilitas
Uji validitas penguji lakukan melalui program aplikasi microsoft excel dengan
menggunakan metode Cronbachs Alpha, dengan output sebagai berikut:
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan melalui program microsof excel
(terlampir) diperoleh data perhitungan sebagai berikut:
Total varians butir (
b
2
) = 7,322
Total varians (
t
2
) = 39,200
k = 40 butir
r = 0,834 r > 0,7 : Butir instrumen telah reliabel
Kesimpulan: Butir-butir soal yang telah valid dari instrumen-instrumen skala
penilaian yang telah disusun penguji telah reliabel dengan koefisien reliabilitas =
0,834.
2) Pengolahan hasil pengujian instrumen
Dari hasil pengujian, diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel Data perolehan nilai per item pernyataan
Item
Instrumen
Skor per
item
Item
Instrume
n
Skor per
item
Item
Instrume
n
Skor per
item
Item
Instrume
n
Skor per
item
1 125 11 105 21 99 31 95
2 115 12 108 22 105 32 107
3 125 13 99 23 109 33 104
4 120 14 111 24 96 34 95
5 116 15 109 25 98 35 96
6 105 16 100 26 98 36 89
7 115 17 97 27 101 37 99
8 125 18 94 28 101 38 94
9 86 19 108 29 115 39 93
10 108 20 98 30 112 40 92
Total 4167
Tabel Data perolehan nilai per responden
1
1
]
1

1
1
]
1


2
2
1
1
t
b
k
k
r

1
]
1

1
]
1

2 , 39
322 , 7
1
1 40
40
r
No Urut
Responde
n
Skor
No Urut
Respond
en
Skor
1 174 14 160
2 172 15 167
3 175 16 156
4 172 17 159
5 174 18 167
6 169 19 168
7 171 20 175
8 170 21 158
9 172 22 166
10 161 23 169
11 163 24 165
12 164 25 173
13 147 Total 4167
1) Kepuasan mahasiswa dilihat dari setiap item soal ( )
=
(N) responden jumlah
item per skor total
>> N = 25 orang
Tabel 5. Data kepuasan mahasiswa dilihat dari setiap item soal
Item
Instrumen
Skor per
item
status
Item
Instrume
n
Skor per
item
status
1 125 5,00 A 21 99 3,96 B
2 115 4,60 A 22 105 4,20 A
3 125 5,00 A 23 109 4,36 A
4 120 4,80 A 24 96 3,84 B
5 116 4,64 A 25 98 3,92 B
6 105 4,20 A 26 98 3,92 B
7 115 4,60 A 27 101 4,04 A
8 125 5,00 A 28 101 4,04 A
9 86 3,44 B 29 115 4,60 A
10 108 4,32 A 30 112 4,48 A
11 105 4,20 A 31 95 3,80 B
12 108 4,32 A 32 107 4,28 A
13 99 3,96 B 33 104 4,16 A
14 111 4,44 A 34 95 3,80 B
15 109 4,36 A 35 96 3,84 B
16 100 4,00 A 36 89 3,56 B
17 97 3,88 B 37 99 3,96 B
18 94 3,76 B 38 94 3,76 B
19 108 4,32 A 39 93 3,72 B
20 98 3,92 B 40 92 3,68 B
Ket: A = memuaskan
B = kurang memuaskan
C = tidak memuaskan
Kesimpulan:
Dari 40 item pernyataan pada isntrumen yang dinilai oleh 25 responden
- Pernyataan menunjukkan kepuasan (A) : 23 item = 57,5%
- Pernyataan menunjukkan kurang puas (B) : 17 item = 42,5%
- Pernyataan menunjukkan tidak puas (C) : 0 item = 0%
2) Kepuasan mahasiswa dilihat dari setiap responden
=
(n) pernyataan item jumlah
responden per skor total
>> n = 40 item
Tabel 6. Data kepuasan mahasiswa dilihat dari setiap responden
No Urut
Respond
en
Skor Status
No Urut
Respond
en
Skor Status
1 174 4,35 A 14 160 4 A
2 172 4,3 A 15 167 4,175 A
3 175 4,375 A 16 156 3,9 B
4 172 4,3 A 17 159 3,975 B
5 174 4,35 A 18 167 4,175 A
6 169 4,225 A 19 168 4,2 A
7 171 4,275 A 20 175 4,375 A
8 170 4,25 A 21 158 3,95 B
9 172 4,3 A 22 166 4,15 A
10 161 4,025 A 23 169 4,225 A
11 163 4,075 A 24 165 4,125 A
12 164 4,1 A 25 173 4,325 A
13 147 3,675 B
Ket: A = memuaskan
B = kurang memuaskan
C = tidak memuaskan
Kesimpulan:
Dari 25 responden yang menilai 40 item pernyataan pada instrumen diketahui:
- Responden menunjukkan kepuasan (A) : 21 orang = 84%
- Responden menunjukkan kurang puas (B) : 4 orang = 16%
- Responden menunjukkan tidak puas (C) : 0 orang = 0%
3) Kepuasan mahasiswa secara keseluruhan
Indeks kepuasan mahasiswa (IKM) =
N n x
responden skor total

Dari data di atas diperoleh:


skor total responden = 4167
n = 40
N = 25
IKM =
N n x
responden skor total

25 x 40
4167
= 4,167
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, secara keseluruhan mahasiswa puas dengan
komtensi dosen, dengan IKM (4,167)
j. Kesimpulan Analisis Keabsahan Instrumen dan Analisi Hasil Pengujian
1) Analisis Keabsahan Instrumen:
Berdasarkan analisis butir instrumen yang telah dilakukan penguji, diperoleh data
sebagai berikut:
a) Seluruh soal telah memenuhi standar pengujian secara kualitatif
b) Dari 40 butir instrumen yang telah disusun oleh penguji, 22 butir pernyataan
Valid, 18 butir pernyataan Tidak Valid
c) Butir-butir instrumen telah memenuhi standar realibel dengan koefisien
realiabilitas 0,834 (terlampir)
2) Analisis Hasil Pengujian
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan S-1, kelas ekstensi angkatan 2010
merasa puas dengan kompetensi dosen mata kuliah Struktur Beton 1 dalam proses
belajar mengajar.
III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengujian instrumen tes, tidak hanya dilakukan untuk mengukur aspek kognitif. Akan
tetapi pengujian instrumen tes juga dilakukan untuk keperluan analisis terhadap butir-butir
soal yang telah dibuat tersebut. Tujuannya adalah untuk mengkaji dan menelaah setiap butir
soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum soal digunakan. Di samping itu, tujuan
analisis butir soal juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal
yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka
sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan.
Dari instrumen yang telah diujikan, disimpulkan:
1) Soal Pilihan Ganda
a) Soal diterima = 9 butir
b) Soal diterima dan direvisi = 9 butir
c) Soal direvisi = 2 butir
d) Soal tidak dipakai
- Tidak valid = 4 butir
- Daya pembeda rendah = 6 butir
e) Instrumen telah reliabel
2) Skala Penilaian
Dari 40 butir soal yang dinalsis setelah dilakukan pengujian,
a. Butir pernyataan valid = 21 butir
b. Butir pernyataan tidak valid = 19 butir
c. Instrumen telah reliabel
3.2 Saran
Bedasarkan analisis yang penguji lakukan terhadap instrumen nontes berupa skala
penilaian dan instrumen tes berbentuk soal pilihan ganda, masih terdapat beberapa soal/
pernyataan yang tidak valid dan pada bentuk soal pilihan ganda masih terdapat item soal
memiliki koefisien daya pembeda yang rendah. Sehingga masih perlu dilakukan perbaikan
pada beberapa item soal tersebut. Salah satu perbaikan dapat dilakukan dengan
memperhatikan kembali kisi-kisi soal/ pernyataan, apakah soal/ pernyataan yang telah disusun
sesuai dengan indikator soal/ pernyataan yang terdapat di dalam kisi-kisi tersebut.
Pada beberapa item soal pilihan ganda yang memiliki alternatif jawaban yang kurang
efektif pengecohnya, item soal dapat diperbaiki dengan mengganti alternatif jawaban yang
tidak efektif tersebut.
Selain hal di atas, dapat juga dilakukan peninjauan ulang pada konstruksi dan kunci
jawaban soal. Konstruksi soal yang baik, jelas maksud tujuannya dan tidak membuat
penafsiran gandan pada responden. Soal juga disusun dengan memperhatikan penggunaan tata
bahasa yang baik dan benar.
Faktor responden juga besar pengaruhnya terhadap keabsahan instrumen yang
dianalisis. Kesiapan responden untuk menjawab soal-soal harus diperhatikan, kisi-kisi soal
harus benar-benar sudah diketahui oleh responden. Pengawasan yang baik pada saat
pengujian instrumen juga harus dilakukan. Instrumen hendaknya diujikan secara berulang.