P. 1
geometri transformasi rotasi

geometri transformasi rotasi

|Views: 3,426|Likes:
Dipublikasikan oleh Anisa Sri Wahyuni

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Anisa Sri Wahyuni on Jan 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Kelompok 4

 Anisa Sri Wahyuni  Arini Malihatun  Diden Muhamad Anshori  Fitri Fatwati  Shintia Haerani

092151083 092151058 092151071 092151047 092151070

mempersembahkan

ROTASI

Pengertian Rotasi
Definisi 5.5. Andaikan A sebuah titik pada bidang Euclid v dan sebuah bilangan real yang memenuhi -180Ü< < 180Ü. Sebuah rotasi mengelilingi A adalah sebuah relasi A, yang ditetapkan sebagai berikut: untuk P
A, A,

v,

(P) = A, jika P = A (P) = P1, sehingga m( PAP1) =

dan AP1 = AP jika P  A

contoh
Diberikan titik A, Q dan P. Lukis : a.
A60Ý

(P)

b.

A-60Ý

(Q)

Penyelesaian a. Buat AP , buat PAB 60Ü , buat P AP = AP.
A60Ý

AB sehingga AC

(P) = P

b. Buat AQ , buat QAC = -60Ý, buat Q sehingga AQ = AQ. Jadi Q =
A-60Ý

(Q).

Gambarnya sebagai berikut.
P1 B 60Û A 60Û C Q1 Q P

Rotasi sebagai suatu Transformasi
Teorema 5.3. Misalkan A, relasi yang ditetapkan sebagai berikut. Untuk setiap P v, berlaku:

(P) = A, jika P = A ii. A, (P) = P1 sehingga m( PAP1) = dan AP1 = AP jika P  A merupakan suatu transformasi.
i.
A,

Bukti
1. Ditunjukan bahwa A (P) fungsi dari v ke v Ambil P sembarang titik pada v. Berdasarkan i) P mempunyai peta yang tunggal yaitu A v, jika P = A. Berdasarkan ii) mempunyai peta yang tunggal P P  A. Jadi A fungsi dari v ke v .
2.
A

v, jika

adalah injektif v dengan
A

Pandang dua titik P, Q

(P) =

A

(Q) = P .

Maka m( PAP ) = m( QAP ) = Akibatnya jelas P = Q. Jadi
A

dan AP = AP = AQ. adalah injektif.

3.

A

adalah surjektif v, maka Q = A atau Q  A, maka ada A v,

Ambil titik Q sehingga
A

(A) = Q = A. Bila Q  A maka ada sinar AQ.

Berdasarkan postulat konstruksi sudut sinar AR sehingga m( QAR) = - . Berdasarkan postulat penggaris ada P sehingga AP = AQ. Dari uraian ini dapat disimpulkan Jadi ada P artinya
A A

AR (P) = Q.

v, sehingga surjektif.

A

(P) = Q untuk sembarang Q A,

Karena

A

merupakan relasi dari v ke v, fungsi injektif dan
A

fungsi surjektif, maka

suatu transformasi.

Teorema 5.4. Jika garis s dan t berpotongan di titik A dan sudut dari s ke t adalah ½ maka
K1 t P11 P1

A,

= µt

µ s.

½
A P K

s

Bukti
Pandang titik P  A dan K  A, K s. Misal P11 = µt µs (P) dengan µs(P) = P1, dan µt(K) = K1. Karena sudut dari s ke t adalah ½ maka m(KAK1) = . Tetapi kita mengetahui bahwa m(PAP11) = m(KAK1). Jadi m(PAP11) = . Karena A11 = µt µs (A) = A dan µt µs suatu isometri maka P11A11 = PA. Jadi µt µs = A, .

Teorema 5.5. Komposit dua pencerminan pada garis adalah suatu rotasi atau translasi. Bukti: Ambil sebarang pencerminan µt dan µs. Keadaan t dan s dapat t//s atau t memotong s. Untuk t//s maka µt suatu translasi. Untuk t memotong s, maka µt adalah suatu rotasi atau suatu translasi. µs µs suatu

rotasi. Jadi komposisi dan pencerminan pada garis

Teorema 5.6. Setiap rotasi adalah isometri langsung. Bukti: 
Isometri

Rotasi merupakan suatu komposisi pencerminan (misal µt µs) dimana garis t dan s berpotongan. Karena pencerminan merupakan suatu isometri, dan komposisi suatu isometri merupakan suatu isometri maka jelas bahwa rotasi juga merupakan suatu isometri. 

Isometri Langsung

Ambil A = µt µs dan gambar tiga titik (B, C, D) berorientasi positif, maka oleh ms ganda tiga (B, C, D) berorientasi negatif (sebab t isometri lawan). Akibatnya ganda tiga (B, C, D) oleh µt µs berorientasi positif. Jadi µt µs suatu isometri langsung. Jadi rotasi A juga suatu isometri langsung.

Teorema 5.7.
(P) = (x cos x y ² y sin , x sin cos sin - sin cos x y + y cos )

O

Atau
O

(P) =

=

Untuk P = (x, y)

v dan O = (0, 0).

Bukti
Misalkan m( AOP) = . Karena O (P) = P1, maka m( POP1) = dan m( AOP1) = + .
y

P1 (x1, y1)

y1

P (x, y) y x1 0 x A x

x = OP cos dan y = OP sin Sedangkan x1 = OP cos ( + ) = OP (cos cos ² sin sin ) = (OP cos ) cos ² (OP sin ) sin = x cos ² y sin y1 = OP sin ( + ) = OP (sin cos + cos sin ) = (OP sin ) cos + (OP cos ) sin = y cos + x sin Atau kalau ditulis secara matriks, didapat: x1 cos - sin x y1 = sin cos y

Teorema 5.8 P =
A

(P) = ((x - a) cos (x - a) sin

² (y - b) sin + (y - b) cos

+ a, + b)

Atau
A

x1 cos = 1 = y sin

- sin cos

x-a a + y-b b

Bukti:
y y P1 (x1, y1) P (x, y )

A (a, b) O (0, 0)

x x

Berdasarkan gambar , sistem koordinat diubah menjadi x A y dengan aturan : x = x + a, y = y + b, sehingga : P(x , y) = (x - a, y - b) dan P (x1 , y1) = (x1 - a, y - b) gunakan teorema 5.7 pada sistem x A y didapat: x²a cos - sin x²a = y²b sin cos y²b gunakan sistem x y, maka didapat: x cos - sin x²a a = + y sin cos y²b b

Teorema 5.9 Apabila diberikan

A,

. maka

-1 A,

=

A,-

.

Bukti: Ambil garis s dan t pada v sehingga t s = {A} dan sudut dari s dan t adalah ½ , maka berdasarkan teorema 5.4 didapat bahwa A, = µt µs dan sudut dari t dan s adalah ²½ . Karena ( A, )-1 = (µt µs)-1 = µt -1 µs-1 = A,- , sebab {A} = s t dan sudut dari t ke s adalah ²½ .

Teorema 5. 10 Komposisi dua rotasi dengan pusat pada titik yang sama merupakan rotasi dengan pusat yang sama pula. Bukti: Ambil A titik pada bidang euclid v, dan -180Ü<

1

< 180Ü

-180Ü < 2 < 180Ü, A, 1 dan A, 2 berdasarkan teorema 5.4, s dan sudut dari s A, 1 = µt µs dengan {A} = t dan t adalah ½ m adalah ½( +
1

dan
2).

A, 2

= µm µt dengan {A} = m

t

dan sudut dari t ke m adalah ½ 2. Jelas sudut dari s ke
1

Karena,

A, 2

A, 1 = (µm

= µm = µm = µm = A½( =
A,

µt)(µt µs) (µt µt) µs µs µs
1 + 2)

,

= ½(

1

+

2)

Teorema 5.11 Bila diberikan 1, 2 dan sehingga A, 2 A, 1 = A, maka terdapat hubungan berikut ini: 1. Jika 0Ü< | 1 + 2|< 180Ü maka = 1 + 2 2. Jika | 1 + 2| = 180Ü maka A, suatu setengah putaran 3. Jika 1 + 2 > 180Ü maka = 1 + 2 - 360Ü 4. Jika 1 + 2 < -180Ü maka = 1 + 2 + 360Ü 5. Jika 1 + 2 = 0Ü maka A, suatu identitas

Teorema 5.12 Himpunan yang terdiri dari semua rotasi dengan pusat yang sama membentuk sistem matematika grup terhadap operasi komposisi µoµ. Bukti: Himpunan semua transformasi T membentuk grup terhadap operasi komposisi transformasi. Karena setiap rotasi merupakan transformasi, apabila R himpunan semua rotasi-rotasi dengan pusat yang sama, maka R T.

Berdasarkan teorema 5.10, kita mengetahui bahwa operasi komposisi ´oµ tertutup pada R, dan berdasarkan teorema 5.9 apabila A, R mengakibatkan ( A, )-1 R, berdasarkan teorema pada struktur Aljabar tentang subgrub, maka (R, o) merupakan subgrup dari grup Transformasi (T, o). Jadi (R,o) adalah grup.

Komposisi Pusat Berlainan
Teorema 5.12 Komposisi dua rotasi dengan pusat pada titik berbeda adalah sebuah rotasi atau sebuah translasi. Bukti Ambil dua rotasi sembarang A 1 dan B 2 , A  B. Tarik garis s = AB. Ambil garis l, s,t sehingga s t = {A}, l s = {B} dan sudut dari t ke s adalah ½ 1 dan sudut dari s ke l adalah ½ 2. Maka A 1 = µt µs dan B 2 = µl µt. (µl µs) (µs µt) Karena A 2 A 1 = = µl (µs µs) µt = µl µt = µl µt

l

½

1

½ A ½ C B

2

s

t

Komposisi Rotasi dengan Translasi
Teorema 5.14. Komposisi sebuah rotasi dan sebuah translasi adalah sebuah rotasi yang sudut rotasinya sama dengan sudut rotasi yang diketahui.

Bukti Ambil sebarang rotasi A, dan translasi Komposisi kedua isometri ini adalah: a) A BC dan
b) a)
BC A

BC.

A

BC

Misalkan 2AD = BC, garis t melalui D tegak lurus BC dan garis s melalui A sejajar t maka BC = µs µt. Misalkan garis r melaui A sehingga sudut s ke t adalah ½ maka A = µr µs. Akibatnya didapat: µs)(µs µt) A BC = (µr = µr (µs µs) µt = µr µt = µr µt

Dimana

1

=

dan {E} = r

t.

t

E
½
1

s
½

D

A

B r

C

b)

BC

A

Misalkan 2AF = BC, garis v melalui F tegak lurus BC dan s melalui A sejajar v, maka BC = µv µs. Misalkan garis u melalui A sehingga sudut dari u ke s adalah ½ maka A = µs µu. Akibatnya didapat: µs)(µs µu) BC A = (µv = µv (µs µs) µu = µv = µv = H µu µu
2

Dimana {H} = v

u dan
v

2

= .
u

s
½ ½
2

H

A

F

B

C

Teorema 5.15. Himpunan semua translasi dan rotasi membentuk sistem matematika grup terhadap operasi komposisi µoµ. Bukti: Apabila dibuat Tabel Cayley, didapat:
o
AB E 1

CD

GH

J 1

F 2

K 2

MN L 3

Akibatnya, himpunan semua translasi dan rotasi tertutup

terhadap operasi komposisi µoµ. Ambil AB suatu translasi, maka -1AB = BA suatu translasi, begitu pula apabila A suatu rotasi, maka -1A = A- suatu rotasi lagi. Sehingga setiap unsur dari himpunan translasi dan rotasi balikannya (inversnya) juga unsur dari himpunan translasi dan rotasi. Berdasarkan teori subgrup, dengan kedua alasan diatas dapat disimpulkan bahwa himpunan semua translasi dan rotasi membentuk sistem metematika subgrup dari grup transformasi. Jadi himpunan semua translasi dan rotasi membentuk grup terhadap operasi komposisi ´oµ.

Any question???

Alhamdulillah . . .

Wassalamualaikum Wr.Wb.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->