Anda di halaman 1dari 6

Syzygium polyanthum

BAB III. Pengobatan Herbal a. Deskripsi tanaman Foto tanaman

Nama Indonesia Nama daerah

: salam

: Madura : salam Melayu : salam, ubar serai Jawa : salam, manting Sunda : salam, gowok Kangean : kastolam

Deskripsi simplisia (daun salam)

Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai hingga 12 mm. Helai daun berbentuk jorong-lonjong, jorong sempit atau lanset, 5-16 x 2,5-7 cm, gundul, dengan 6-11 urat daun sekunder, dan sejalur urat daun intramarginal nampak jelas dekat tepi helaian, berbintik kelenjar minyak yang sangat halus. Penyebaran/distribusi

Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Pohon salam ditemukan tumbuh liar di hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand); kebanyakan merupakan pohon penyusun tajuk bawah. Di samping itu salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan pertanian yang lain, terutama untuk diambil daunnya.
b. Kandungan kimia Salam menganung minyak asiri (sitral, eugenol), tanin galat, tanin galokatekin dan flavonoid.

Daun salam mengandung saponin, triterpen, flavonoid, tanin, dan alkaloid. Minyak atsiri dalam daun salam terdiri dari seskuiterpen, lakton dan fenol (Soedarsono et al; 2002)
FLAVONOID Stuktur kimia Flavonoid: Isolasi flavonoid daun salam Isolasi flavonoid menggunakan cara perkolasi dengan pelarut metanol kemudian diekstraksi dengan pelarut etil asetat, eter dan n-butanol. Isolasi flavonoid dengan menggunakan kolom sephadex LH-20 fase gerak metanol kloroform (4:1) dan kolom silika gel (fase gerak kloroformmetanol 7:1). Hasil analisis data yang diperoleh menggunakan pereaksi geser disimpulkan flavonoidnya adalah flavonol dengan gugus hidroksi bebas pada posisi C 3,7,3 dan 4. Cara lain: simplisia diekstraksi dengan metode Charaux Paris. Pertama kali diekstraksi dengan metanol, diuapkan hasil yang diperoleh berupa ekstrak kental yang berwarna coklat tua, kemudian ditambahkan dengan air panas, diamkan sampai dingin. Ekstrak air dikocok dengan heksana, eter, etil asetat dan n-butanol. Hasil ekstraksi fraksi etil asetat dilakukan KLT untuk mengetahui adanya flavonoid dan dilakukan identifikasi reaksi kimia kemudian diuji secara autografi. struktur kimia flavonoid

c. Kegunaan Tradisional Daun salam banyak digunakan masyarakat secara tradisional untuk pengobatan kencing manis, asam urat, diare dan tekanan darah tinggi (Retnosari A, 1996).
Diare

Cuci 15 lembar daun salam segar samapi bersih. Tambahkan 2 gelas air, lalu rebus sampai mendidih (Selama 15 menit). Selanjutnya masukkan sedikit garam.

Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Kencing manis Cuci 7-15 lembar daun salam segar, lau rebus dalam 3 gelas air samapai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus sebelum makan. Lakukan sehari 2 kali. Tekanan darah tinggi Cuci 7-10 lembar daun salam sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas. Sakit maag Daun salam segar sebanyak 15-20 lembar dicuci bersih. Rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan gula enau secukupnya. Setelah dingin, minum airnya sebagai teh. Lakukan setiap hari sampai rasa perih dan penuh dilambung hilang. Farmakologi in vivo, in vitro (Scincedirect, medline) Asam urat

Berdasarkan penelitian terdahulu, decocta daun salam pada dosis 1,25 g/kg BB (Handadari, 2007), infusa daun salam pada dosis 5,0 g/kg BB, dan ekstrak etanol daun salam pada dosis 420 mg/kg BB (Marufah, 2007) mampu menurunkan kadar asam urat dalam serum darah mencit putih jantan yang hasilnya setara dengan allopurinol dosis 10 mg/kg BB. Antiradang
Telah ditelaah kandungan kimia ekstrak air daun salam -Syzygium polyanthum (Wight) Walp., Myrtaceae] yang dipandu dengan uji efek antiradang dengan metode induksi radang pada kaki tikus menggunakan A,karagenan. Ekstrak air yang telah dikeringbekukan difraksinasi menggunakan etanol. Ekstrak total, fraksi tidak larut etanol dan fraksi larut etanol menginhibisi pembentukan radang berturut-turut sebesar 2030% (100 mg/kg bb), 40-50% (50 mg/kg bb) dan 10-20% (50 mg/kg bb). Pemisahan fraksi tidak larut etanol dengan kromatografi kolom Sephadex LH-20 menghasilkan 2 fraksi yang keduanya menginhibisi pembentukan radang sebesar 40-50% pada dosis 10 mg/kg bb. Fraksi aktif diduga mengandung suatu flavonoid dan suatu tanin galokatekin. Antidiabetes Telah diuji aktivitas antidiabetes ekstrak air daun salam {Syzygium polyanthum (Wight) Walp., Myrtaceae] dan fraksinya pada mencit putih jantan galur ddY. Pada mencit normal, fraksi ekstrak air yang tidak larut dalam etanol dosis 0,7 g/kg bobot badan menunjukkan aktivitas yang paling kuat setelah tiga jam pemberian oral, yaitu dengan menurunkan konsentrasi rata-rata glukosa darah sampai 59,6 mg/dl dari konsentrasi awal sebesar 109,4 mg/di (turun 45,5%). Konsentrasi pada waktu ini berbeda secara bermakna dibandingkan dengan kontrol (p < 0,05), dan lebih baik daripada tolbutamid yang menurunkan konsentrasi rata-rata glukosa darah dari 110,7 mg/dl menjadi 74,2 mg/dl (turun

33%). Pada waktu yang sama dan setelah pemberian dosis yang sama, ekstrak air awal menunjukkan penurunan konsentrasi rata-rata glukosa darah dari 95,6 menjadi 93,1 mg/dl (turun 2,6%), fraksi n-heksana menurunkan konsentrasi glukosa dari 122,4 menjadi 118,4 mg/dl (turun 3,6%), sedangkan fraksi etil asetat menaikkan konsentrasi glukosa dari 93 menjadi 95,2 mg/dl (naik 2,3%), dan fraksi air sisa menaikkan konsentrasi glukosa dari 77,8 menjadi 100 mg/dl (naik 22,2%). Pada mencit diabetes aloksan, fraksi ekstrak air yang tidak larut dalam etanol menunjukkan toleransi glukosa yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol. Pada kelompok hewan yang sama fraksi ini (0,7 g/kg bobot badan) juga menurunkan konsentrasi glukosa darah (15,07%), tapi kurang kuat dibandingkan dengan insulin (97,59%). Fraksi ini juga dapat menekan kenaikan konsentrasi glukosa darah oleh adrenalin (naik dari 130,76 menjadi 135,48 mg/dl), yang berbeda secara bermakna dengan kontrol (naik dari 142,23 menjadi 288,2 mg/dl). Dari pengujian in vitro fraksi ini diduga dapat meningkatkan transpor glukosa ke jantung.

Klinik (Scincedirect, medline, cochran, pubmed, dll)

BAB IV. Posologi a. Posologi Dosis Kontraindikasi Efek samping b. Contoh existing product 1. Kapsul daun salam produksi PT. Mahkta Dewa Indonesia Gambar dan komposisi

Komposisi: : 100% Syzygium polyantum

Aturan pakai Kegunaan : Digunakan dalam membantu proses penyembuhan tekanan darah tinggi, diabetes, menurunkan panas dalam. 2. Kapsul daun salam produksi PT Prima Agritech Nusantara Gambar komposisi: 100% daun salam

Aturan pakai: Kegunaan : pengobatan kolesterol tinggi, kencing manis ( Diabetes mellitus), tekanan darah tinggi ( Hipertensi), radang lambung/ maag ( gastritis), diare

3. Primatensi Gambar

Komposisi : Daun Dewa ( Gynura pseudochina) 157.5 mg Sambiloto ( Andrographis paniculata) 135 mg

Daun Salam ( Syzygium polyanthum) 112.5 mg Pegagan ( Centella asiatica) 45 mg Aturan pakai : 3 x 2 kapsul / hari setelah makan Kegunaan :mencegah hipertensi DAFTAR PUSTAKA http://herbal-obatalami.com/pdf/salam.pdf diakses pada 17 Februari 2010 11:00 http://bahan-alam.fa.itb.ac.id diakses pada 17 Februari 2010 11:00 http://www.pdpersi.co.id diakses pada 17 Februari 2010 11:00 http://digital.lib.itb.ac.id diakses pada 18 februari 2010 12:53 http://kesehatan-kebugaran.iklanmax.com diakses pada 18 Februari 2010 14:09