Anda di halaman 1dari 3

14 MACAM STRATEGI UTAMA PERUSAHAAN

Strategi utama (grand strategies) seringkali di sebut juga dengan strategi induk atau strategi bisnis, menyediakan arahan dasar bagi tindakan-tindakan strategis. Strategi ini menjadi landasan untuk usana yang terkoordinasi dan berkelanjutan yang diarahkan pada pencapaian tujuan jangka panjang perusahaan (John A. Pearce dan Richard B. Robinson,JR., 1997). Dalam strategi utama ada 14 macam strategi yang digunakan oleh perusahaan. Keempat belas strategi tersebut memiliki pengertian seperti penjelasan berikut.
1. Strategi Integrasi Ke Depan (Forward Integration Strategy)

Integrasi ke depan atau integrasi hilir merupakan strategi yang menghendaki agar perusahaan mempunyai kemampuan yang besar terhadap pengendalian para distributor atau pengecer mereka, bila perlu dengan memilikinya (Husein Umar, ....). strategi ini dapat diterapkan dengan cara mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang lebih dekat dengan pelanggan akhir atau konsumen (John A. Pearce, et al.1997)
2. Strategi Integrasi ke belakang (Backward Integration Strategy)

Integrasi ke belakang sering disebut denga integrasi hulu merupakan strategi perusahaan agar pengawasan terhadap bahan baku dapat ditingkatkan, apalagi para pemasok sudah dinilai tidak lagi menguntungkan perusahaan, seperti keterlambatan dalam pengadaan bahan, kualitas bahan yang menurun, biaya yang meningkat sehingga tidak lagi dapat diandalkan (Husein Umar, ...., Strategic In Action). Konsumen kini mulai lebih menghargai produk-produk yang ramah lingkungan, sehingga mereka lebih menyukai produk-produk yang dapat didaur ulang. Beberapa perusahaan menggunakan backward integration unutk memperoleh pengawasan terhadap para pemasok barang agar produk-produk yang dapat didaur ulang itu bahan bakunya aman dipasok. . 3. Strategi Integrasi Horisontal (Horizontal Integration Strategy) Strategi integrasi horizontal merupakan strategi jangka panjang suatu perusahaan yang didasarka pada pertumbuhan melalui akuisisi satu atau beberapa perusahaan sejenis yang beroperasi pada tingkat rangkaian produksi-pemasaran yang sama (John A. Pearce dan Richard B. Robinson,JR., 1997).Akuisisi seperti itu meniadakan pesaing dan memberiknan perusahaan pengakuisisi akses ke pasar baru * *(Martin K. Perry dan Robert H. Porter, Oligopoly and the Incentive for Horizontal Merger, American Economics
Review, March 1985, pp.219-27)

4. Strategi Penetrasi Pasar (Market Penetration Strategy)

Strategi penetrasi pasar adalah strategi yang mengeksploitasi pasar saat ini dengan menggnakan produk yang dimiliki perusahaan (Serian Wijatno,...). Strategi ini dilaksanakan diantaranya dengan mempengaruhi pelanggan saat ini agar mau membeli lebih banyak. Usaha ini dapat dilakukan melalui program komunikasi pemasaran diantaranya dengan member insentif terhadap pelanggan yang membeli lebih banyak.

5. Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy)

Pengembangan pasar merupakan suatu strategi umum yang memasarkan produk-produk yang ada saat ini, sering kali hanya dengan modifikasi yang bersifat kosmetik, untuk pelanggan di wilayah-wilayah pasar yang terkait dengan cara menambah saluran distribusi atau dengan cara mengubah konten iklan atau promosi (John A. Pearce dan Richard B. Robinson,JR.. ....). Strategi pengmbangan pasar ini dpat diterapkan jika perusahaan menambah penyalur jenis baru unutk melengkapi upaya penjualan melalui surat. Strategi pengambanga pasar memungkinkan perusahaan untuk mempraktikan bentuk pertumbuhan terkonsentrasi dengan mengidentifikasi kegunaan-kegunaan baru produk yang ada saat ini serta pasar baru yang didefinisikan dari segi demografis, psikografis, atau geografis.
6. Strategi Pengembangan Produk (Product Development Strategy)

Strategi pengembangan produk merupakan strategi umum yang melibatkan modifikasi substansial terhadap produk yang ada saat ini atau penciptaan produk yang baru namun masih tekait yang dapat dipasarkan pada pelanggan saat melalui sauran distribusi yang sudah ada (John A. Pearce dan Richard B. Robinson,JR., 1997). Strategi ini seringkali digunakan untuk memperpanjang siklus hidup dari produk yang ada saat ini maupun untuk memanfaatkan reputasi atau merek yang menguntungkan. Cara yang digunakan yakni dengan membuat pelanggan yang puas karena memiliki pengalaman positif atas tawaran awal perusahaan tertarik produk baru.
7. Strategi Diversifikasi Terpusat (Concentric Diversification Strategy)

Strategi diversifikasi terpusat adalah strategi yang mencakup perpindahan suatu bisnis baru yang berhubungan dengan bisnis anti dari perusahaan (Thomas S. Bateman dan Scott A.Snell, ......). Strategi ini melibatkan akuisisi atas bisnis-bisnis yang berkaitan dengan perusahaan yang tinmengakuisisi dalam teknologi, pasar, atau produk. Dengan strategi ini, bisnisbisnis baru yang terpilih memiliki tingkat kompabilitas yang tinggi dengan bisnis-bisnis yang dimiliki oleh perusahaan tersebut saat ini (John A. Pearce dan Richard B. Robinson,JR., 1997).
8. Strategi Diversifikasi Horizontal (Horizontal Diversification Strategy)

Strategi diversifikasi horizontal adalah strategi yang membidik segmen yang sama dengan menawarkan produk yang berhubungan erat namun dihasilkan dengan teknologi yang tidak terkait dengan produksi sebelumnya (Serian Wijatno, .....). Misalnya suatu perusahaan penghasil komputer juga memproduksi meja komputer yan secara teknologi tidak terkait dengan komputer.
9. Strategi Diversifikasi Konglomerasi (Conglomerate Diversification Strategy)

Strategi diversifikasi konglomerasi merupakan strategi ekspansi bisnis yang ditempuh dengan memasuki bisnis yang tidak terkait dengan bisnis sebelumnya, baik dari segi teknologi, produk, maupun target pasarnya (Serian Wijatno, .....).

Salah satu contoh dari strategi diversifikasi konglomerasi ialah jika ada seorang entrepreneur yang sebelumnya bergerak di bisnis transportasi (taksi), kemudian melebarkan bisnisnya dengan memasuki bisnis makanan dan minuman (restoran), perikanan (tambak), dan perkebunan (sawit).
10. Strategi Penggabungan Usaha (Merger Strategy)

Strategi penggabungan usaha merupakan strategi pertumbuhan di mana sebuah perusahaan bergabung dengan perusahaan lain dan membentuk perusahaan baru (Crown Dirgantoro,2001).
11. Strategi Pengurangan/Penghematan (Retrenchment Strategy)

Strategi pengurangan adalah strategi yang dapat diterapkan ketika perusahaan sudah tidak lagi bisa bersaing secara efektif, yakni pada waktu performance perusahaan sudah buruk, akan tetapi belum memasuki tahap kritis (Crown Dirgantoro, 2001). Tujuan dari strategi pengurangan ini adalah kestabilan kondisi keuangan perusahaan. Tindakan pengurangan yang diambil dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dihadapi oleh perusahaan. Perusahaan yang hampir bangkrut (kondisi parah) berusaha menghentikan penurunan dengan cara menekan biaya dan mengurangi aset perusahaan. Sedangkan perusahaan yang tidak terlalu parah dapat stabil kembali hanya dengan melakukan pengurangan biaya.
12. Strategi Pelepasan (Disvesture Strategy)

Strategi pelepasan adalah strategi penjualan suatu perusahaan atau komponen utama perusahaan (John A. Pearce dan Richard B. Robinson,JR., 1997). Strategi pelepasan merupakan salah satu bagian dari strategi pengurangan yang bertujuan agar aktivitas perusahaan yang sudah tidak menguntungkan dapat digantikan dengan aktivitas lainnya.. Strategi ini digunakan pada saat menambah modal dari suatu investasi atau untuk menindaklanjuti strategi akuisisi yang telah diputuskan untuk proses selanjutnya.
13. Strategi Likuidasi (Liquidation Strategy)

Strategi likuidasi adalah strategi utama yang melibatkan penjualan aset-aset dan bisnis seharga nilai sisanya (John A. Pearce dan Richard B. Robinson,JR., 1997). Perusahaan yang menggunakan strategi ini akan menjual aset-aset perusahaan secara terpisah dan terkadang juga bisa dijual secara keseluruhan, tetapi hanya seharga nilai aset berwujudnya dan bukan sebagai perusahaan yang masih memiliki kelangsungan usaha.
14. Strategi Kombinasi (Combination Strategy)

Strategi kombinasi ini merupakan kombinasi dari beberapa strategi yang pada umumnya digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Formulasi strategi bisnis yang konsisten dalam perusahaan besar dan terdiversifikasi bukanlah hal yang mudah karena beberapa tingkat strategi harus dikoordinasikan untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan (Crown Dirgantoro, 2001).