Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Salah satu kunci keberhasilan perusahaan agar berhasil dalam persaingan
adalah berusaha untuk bisa bersaing dengan perusahaan lainnya dengan
strategi yang baik, baik itu di bidang keuangan, pemasaran, maupun operasi.
Hanya saja, operasi sering kali dipandang sebagai anak tiri dalam proses
perencanaan strategik. Operasi dikemukakan setelah dilakukan perencanaan
strategik untuk keuangan, pemasaran, dan manajemen umum lainnya.
Akibatnya, kemampuan operasi tidak dipakai sebagai kekuatan bersaing dalam
bisnis.
Manajer operasi pada masa sekarang harus mempunyai pandangan global
dalam strategi operasi. Sejak awal tahun 1990-an, hampir 3 miliar penduduk
pada negara berkembang telah mengatasi hambatan budaya , agama, etnis, dan
politis yang membatasi produktivitas. Seiring hilangnya hambatan-hambatan
ini, kemajuan teknologi telah berlangsumg secara bersamaan, begitu pula
kemajuan di bidang pengiriman tepat waktu dan komunikasi yang murah.
Hasilnya, terjadi pertumbuhan perdagangan dunia, pasar modal global, dan
pergerakan penduduk seluruh dunia. Hal itu berarti peningkatan kesatuan
ekonomi dan ketergantungan antar negara -globalisasi. Sebagai responnya
sekarang perusahaan-perusahaan harus mengembangkan operasinya secara
global dan strategi yang inovatif.

1.2

RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini ialah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bagaimana Pandangan secara global tentang Strategi Operasional?


Bagaimana Mengembangkan misi dan strategi?
Bagaimana Mencapai keunggulan kompetitif melalui operasi?
Apa saja Sepuluh keputusan strategi dalam manajemen operasi?
Apa isu dan masalah yang terjadi dalam strategi operasi?
Bagaimana pengembangan dan implementasi strategi?
Apa alasan mendasar perusahaan menjadi global?
Apa pilihan strategi operasional global?

1.3

TUJUAN

Berdasarkan latar belakang yang tertulis, tujuan makalah ini ialah :


1. Untuk mengenalkan strategi operasi di lingkungan global kepada
mahasiswa, agar nantinya mampu memahami dalam strategi operasi
dilingkungan global.
2. Menjelaskan bagaimana pendekatan spesifik yang digunakan oleh
manajemen operasional untuk mencapai konsep strategik.
3. Mendeskripsikan Strategi Operasi di lingkungan global

dalam

mengembangkan misi dan strategi serta mencapai keunggulan kompetittif


melalui keputusan yang harus diperhatikan dalam manajemen operasi.

1.4

MANFAAT
Adapun manfaat makalah ini ialah :
1. Dapat menambah wawasan bagi pembaca.
2. Menambah pengetahuan dalam pengetahuan tentang sejarah
3. Setelah membaca makalah ini di harapkan kita mampu menelaah juga
memahami tentang Strategi Operasional Di Lingkungan Global.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 IDENTIFIKASI MISI DAN STRATEGI


2

Manajemen Operasi yang efektif harus memiliki Misi dan Strategi


Misi

Misi

adalah

tujuan

rasionalisasi

atas

keberadaan

organisasi,

menunjukkan kontribusi apakah yang dapat diberikan kepada


masyarakat, atau menunjukkan kearah mana organisasi akan
melangkah.

Misi menjadi pembatas, fokus organisasi dan konsep dimana


organisasi akan melakukan kegiatannya.

Jika misi organisasi telah ditetapkan, maka masing-masing departemen


fungsional (pemasaran, produk/operasi, dll) dapat pula menentukan
misi penunjang.

Strategi

Setelah misi ditetapkan, maka strategi dan implementasinya dapat


dimulai.

Strategi menunjukkan bagaimana organisasi akan bekerja untuk


mencapai misi dan tujuan-tujuannya, atau merupakan action plan
organisasi untuk mencapai misinya.

Setiap departemen fungsional memiliki strategi untuk mencapai


misinya dan menunjang pencapaian misi organisasi.

Strategi di kembangkan untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang


yang ada, menetralisir hambatan dan menghilangkan kelemahan.

Tiga konsep strategi untuk mencapai misi yaitu diferensiasi, cost


leadership dan respon yang cepat, ini berarti bahwa manajer operasi
harus menghasilkan produk yang lebih baik atau paling tidak berbeda
dan lebih responsif.
3

Manajer operasi harus menerjemahkan tiga konsep ini kedalam


kegiatan-kegiatannya. Salah satu atau kombinasi dari ketiga konsep ini
akan menghasilkan system yang memiliki keunggulan khusus di atas
pesaing.

Mengembangkan Misi Dan Strategi Perusahaan


Perusahaan yang beroperasi seharusnya mempunyai suatu misi
sehingga bias mengetahui arah tujuan yang ingin dicapai, Misi dapat
diartikan sebagai :
1. Alasan pendirian organisasi
2. Memberi batasan dan focus.
3. Menjawab pertanyaan tentang, apa yang akan diberikan kepada
masyarakat.
Adapun misi perusahaan yang ditetapkan, diantaranya sangat
ditentukan faktor lingkungan konsumen, nilai dan filosofi yang berlaku,
pertumbuhan perusahaan, citra di masyarakat. Untuk mencapai misi yang
telah ditetapkan dengan efektif dan efisien maka organisasi perlu
menetapkan strategi tertentu. Oleh karena itu strategi dapat diartikan
sebagai :
1. Rencana tindakan untuk mencapai misi
2. Memperlihatkan bagaimana misi akan dicapai
3. Merancang pola tentang bagaimana menghadapi serta menyelesaikan
hambatan yang akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan.
Strategi Untuk Keunggulan Kompetitip

Untuk menetapkan strategi bisnis dalam rangka mencapai


keunggulan kompetitif yang tepat maka biasanya ada tiga langkah utama
yang dilakukan perusahaan yaitu :
a. Analisis Lingkungan
Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dan
memahami lingkungan pelanggan, industry dan pesaing.
b. Menetapkan Misi Perusahaan
Menetapkan alas an keberadaan perusahaan dan mengidentifikasi
nilai produk yang akan diciptakan oleh perusahaan.
c. Membentuk Strategi
Membangun keunggulan bersaing seperti harga yang murah,
fleksibilitas rancangan atau isi, mutu, penghantaran yang cepat,
ketergantungan, jasa purna jual, atau lini produk yang luas.
2.2 MENCIPTAKAN

KEUNGGULAN

BERSAING

MELALUI

OPERASI
Keunggulan bersaing menunjukkan penciptaan system yang memiliki
keunggulan khusus (unik) di atas pesaing. Keunggulan bersaing dalam MO dapat
diciptakan melalui tiga strategi :
Diferensiasi, Biaya Rendah dan Respon Cepat.
Bersaing dengan Diferensiasi

Diferensiasi adalah membedakan penawaran organisasi dalam berbagai


cara yang akan dianggap sebagai nilai tambah oleh konsumen. Jadi
diferensiasi adalah tentang bagaimana mambuat keunikan.

Peluang menciptakan keunikan tidak berada pada kegiatan atau fungsi


pokok perusahaan, tetapi dapat muncul dari apapun yang dilakukan

perusahaan. Jadi diferensiasi dapat diciptakan pada setiap karakteristik


fisik atau atribut pelayanan dari produk yang dihasilkan perusahaan yang
berpengaruh pada nilai konsumen. Ini dapat berupa lini produk yang luas,
fitur produk, atau pelayanan produk (seperti lokasi distribusi produk,
deliveri produk atau jasa, reparasi).
Bersaing dengan Biaya

Low-cost leadership akan menghasilkan pencapaian nilai maksimum


konsumen.

Strategi biaya rendah ini harus dilakukan pada ke 10 keputusan MO sesuai


dengan nilai yang diharapkan konsumen. Strategi biaya rendah tidak
berarti nilai rendah atau kualitas rendah.
Bersaing dengan Respon

Respon adalah suatu set nilai yang berhubungan dengan kemampuan


dalam kecepatan, fleksibilitas, dan kehandalan.

Respon fleksibel dapat diartikan sebagai kemampuan mengantisipasi


perubahan di pasar dalam hal inovasi rancangan dan fluktuasi jumlah
produksi.

Respon handal dapat dilakukan dengan penjadwalan yang handal


(reliable) dan hasilnya ditunjukkan kepada konsumen sehingga akan
percaya pada kemampuan perusahaan.

Respon kecepatan dapat berupa kecepatan dalam pengiriman produk ke


konsumen atau kecepatan pengembangan produk.
Adapun tiga strategi yang masing-masing memberikan peluang bagi para

manajer operasional untuk meraih keunggulan adalah :

1. Bersaing pada perbedaan (Differentistion), keunikan dapat melalui


karakteristik fisik maupun atribut jasa yang ditawarkan kepada konsumen
sehingga konsumen mempersepsikannya sebagai nilai.
2. Bersaing pada biaya (Cost Leadership), untuk mencapai nilai maksimum yang
diinginkan pelanggan tetapi dengan kualitas yang memadai.
3. Bersaing pada respon cepat (rapid response), melalui keseluruhan nilai yang
terkait dengan pengembangan dan penghantaran barang yang tepat waktu,
penjadwalan yang dapat diandalkan serta kinerja yang fleksibel.
Dalam prakteknya, ketiga konsep strategi ini-diferensiasi, biaya rendah dan
respondapat diterjemahkan kedalam enam strategi khusus, yaitu :
1. Fleksibilitas dalam disain dan volume,
2. Harga rendah,
3. Pengiriman yang cepat,
4. Kualitas (kesesuaian dan kinerja)
5. Pelayanan purna jual, dan
6. Lini produk yang luas.
2.3 SEPULUH KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN OPERASI
Diferensiasi, biaya rendah dan respon dapat dicapai jika manajer operasi
dapat membuat keputusan-keputusan yang efektif dalam 10 bidang manajemen
operasi.
Berikut ini ke-10 keputusan manajemen operasi tersebut :

1. Kualitas. Harapan kualitas konsumen harus ditemukan dan kebijakan


serta prosedur harus ditetapkan untuk mengidentifikasi dan mencapai
kualitas tersebut.
2. Desain barang dan jasa. Perancangan barang dan jasa akan menentukan
proses transformasi. Keputusan biaya, kualitas dan tenaga kerja
berhubungan erat dengan keputusan desain.
3. Desain proses dan kapasitas. Pilihan proses tersedia untuk produk barang
dan jasa. Keputusan proses berkaitan dengan teknologi, kualitas, tenaga
kerja yang digunakan dan perawatan.
4. Pemilihan lokasi. Keputusan lokasi fasilitas untuk perusahaan manufaktur
maupun jasa akan menentukan keberhasilan perusahaan. Kesalahan dalam
keputusan ini akan berakibat pada inefisiensi.
5. Desain tata letak (layout). Kapasitas, jumlah pekerja, keputusan
pembelian dan persediaan mempengaruhi tata letak. Demikian juga, proses
dan bahan mentah harus diletakkan dalam hubungan satu dengan dengan
yang lain.
6. Perancangan kerja dan SDM. Manusia adalah bagian integral dan
termahal dari keseluruhan system, sehingga kualitas kerja, bakat dan
keterampilan yang diperlukan serta biayanya harus ditentukan.
7. Manajemen rantai-suplay. Keputusan ini tentang material apa yang akan
dibuat dan apa yang akan dibeli. Juga tentang kualitas, pengiriman dan
inovasi pada harga yang memuaskan. Keadaan saling menghargai antara
pembeli dan pemasok adalah penting untuk pembelian yang efektif.
8. Persediaan. Keputusan persediaan dapat dioptimalkan jika kepuasan
konsumen, supplier, skedul produksi, dan perencanaan tenaga kerjanya
dipertimbangkan.

9. Penjadwalan. Skedul produksi yang fisibel dan efisien harus disusun, dan
kebutuhan tenaga kerja serta fasilitas harus ditentukan dan juga dikontrol.
10. Perawatan. Keputusan-keputusan harus dibuat pada tingkat reliabilitas
dan stabilitas yang diinginkan dan sistem harus ditetapkan untuk
pemeliharaan reliabilitas dan stabilitas tersebut.
2.4 PERMASALAHAN DALAM STRATEGI OPERASI
Setelah suatu perusahaan menetapkan misi operasi, mengembangkan dan
menerapkan strategi khusu yang dibutuhkan, manajer operasi akan dihadapkan
dengan beberapa permasalahan. Dalam mengkaji permasalahan tersebut, terdapat
tiga cara. Pertama yaitu mengkaji melalui penelitian mengenai strategi MO yang
efektif. Kedua, mengidentifikasi beberapa prasyarat untuk mengembangkan
strategi MO yangb efektif. Dan ketiga, melihat dinamika pengembangan strategi
MO.
-

Penelitian
Pengetahuan strategi diperoleh dari penemuan yang dihasilkan oleh

Strategic Planning Institute. Program PIMS-nya ( Profit Impact of Market Strategi


) dilaksanakan lewat kerja sama dengan General Electric Corporation. PIMS telah
mengumpulkan hampir 100 data dari sekitar 3000 organisasi yang saling bekerja
sama. Menggunakan data yang dikumpulkan dan menggunakan ROI yang tinggi
sebagai ukuran keberhasilan, PIMS telah dapat mengenali beberapa karakteristik
perusahaan yang mempunyai ROI tinggi.
Karakteristik yang member dampak pada keputusan strategi MO :
1. Kualitas produk yang tinggi (relative terhadap persaingan)
2. Penggunaan kapasitas yang tinggi
3. Efisiensi operasi yang tinggi (rasio produktivitas karyawan yang diharapkan
terhadap produktivitas yang sebenarnya)
4. Intensitas investasi yang rendah (jumlah modal yang dibutuhkan untuk
menghasilkan satu dolar penjualan)
5. Biaya langsung yang rendah per unit (relative terhadap persaingan)

Kelima temuan ini mendukung ROI yang tinggi sehingga harus dianggap
sebagai organisasi yang mengembangkan strategi.
-

Prasyarat
Sebelum menetapkan dan mencoba untuk menerapkan strategi, manajer

operasi harus memahami bahwa perusahaan beroperasi dalam sutau system


terbuka. Dalam system ini terdapat banyak factor yang dapat memepengaruhi
perkembangan strategi dan pelaksanaannya. Semakin menyeluruh analisis dan
pemahaman factor eksternal dan internal, kemungkinan keberhasiannya semakin
tinggi. Walaupun factor yang harus dipertimbangkan banyak, setidaknya harus
mengandung pemahaman berikut.
1. Kekuatan dan kelemahan pesaing, begitu pula dengan calon pendatang
baru dipasar, barang pengganti, serta perjanjian dengan pemasok dan
distributor.
2. Permasalahan lingkungan, tekhnologi, hukum dan ekonomi yang ada
sekarang dan yang akan datang.
3. Siklus hidup produk yang mungkin menentukan batasan-batasan strategi
operasi.
4. Sumberdaya yang tersedia dalam perusahaan dan fungsi MO.
5. Penggabungan strategi MO dalam strategi perusahaan dan area-area
fungsional lainnya.
-

Dinamika
Perubahan strategi terjadi karena dua alasan. Pertama, strategi bersifat

dinamis karena perubahan dalam organisasi. Semua area dalam perusahaan dapat
berubah. Perubahan mungkin terjadi di berbagai area termasuk SDM, keuangan,
tekhnologi dan siklus hidup produk. Semua perubahan dapat menimbulkan
diferensiasi dalam kekuatan dan kelemahan organisai, begitu juga terhdapa
strateginya. Sebagai contoh, seiring sutau produk berpindah dari fase perkenalan
menjadi fase pertumbuhan, perancangan produk dan proses biasanya berpindah
juga dari berkembang menjadi stabil. Saat produk berpindah ke tahap
pertumbuhan, peramalan dan perencanaan kapasitas menjadi permasalahan.

10

Strategi juga dinamis karena adanya perubahan lingkungan. Boeing


merupakan salah satu contohnya. Boeing merupakan perusahaan global di awal
abad ini, dimana strateginya harus berubah saat lingkungannya berubah.
Sebagaimana strategi MO lainnya, strateginya berubah menjadi Global.

2.5 PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI STRATEGI


Tidak ada satupun perusahaan yang dapat melaksanakan segala sesuatunya
dengan sangat baik. Oleh karenanya pada saat mengembangkan dan
mengimplementasikan strategi, manajer operasional harus dapat memastikan
tugas apa saja yang harus dilakukan sehingga keberhasilan dapat tercapai. Unsur
apa saja yang mempunyai kemungkinan paling besar untuk gagal, bagian mana
yang membutuhkan perhatian lebih dari sumber daya yang ada di perusahaan.
Dengan demikian dapat dikemukan beberapa tahapan yang perlu
dilakukan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan strategi yaitu:
1.

Identifikasi Faktor Kunci Sukses


Diartikan

sebagai

seluruh

aktifitas

yang

menjadikan

perusahaan

mempunyai keunggulan bersaing, faktor ini mementukan keberhasilan dan


kegagalan organisasi. Organisasi yang mampu mengenali dan memanfaatkan
faktor

kunci

sukses

untuk

membangun

kemampuan

unik

yang

dipunyaikemungkinan besar akan dapat meraih keunggulan bersaing. Faktor kunci


sukses dapat dikenali melalui identifikasi:
1.
2.
3.
4.

Kekuatan atau hal-hal yang merupakan sisi positif di perusahaan


Kelemahan atau hal-hal yang merupakan sisi negatif di perusahaan.
Peluang yang kemungkinan masih terbuka bagi perusahaan
Ancaman yang kemungkinan harus dihadapi perusahaan
Setelah itu hasil identifikasi tersebut dianalisa atau dikenal dengan istilah

analisa SWOT (Strength Weaknesess Opportunity Threath) . Dengan analisis


tersebut perusahaan dapat memposisikan diri untuk mendapatkan keunggulan
bersaing misalnya memiliki kemampuan mendisain produk yang baik, atau
kemampuan menentukan lokasi yang tepat untuk kegiatan operasionalnya.

11

2.

Membangun organisasi
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan manajer operasional adalah

melakukan:
a)
b)
c)
d)

Pengenalan strategi dan faktor kunci sukses.


Pengelompokkan kegiatan yang diperlukan dalam struktur organisasi.
Pengisian tenaga kerja yang akan melakukan pekerjaa
Koordinasi dengan bawahan untuk menyusun rencana, anggaran, dan

program yang sesuai dengan strategi agar misi tercapai.


3.

Menyelaraskan manajemen operasional dengan kegiatan lain


Keberhasilan strategi manajemen operasional sabgat tergantung pada

keterpaduan dengan bagian lain seperti fungsi pemasaran, keuangan, sistem


informasi, dan sumber daya manusia. Contoh yang bisa dikemukanan adalah pada
penetapan jadwal dalam dunia penerbangan yang sangat ditentukan oleh pola
perjalanan penumpang yang gampang sekali berubah pada saat musim libur
berbeda dengan hari biasa, sehingga dalam hal ini manajemen operasional vbisa
merupakan fungsi pemasaran. Oleh karena itu perubahan yang terjadi dalam
proses operasional akan berdampak pada kegiatan dalam fungsi lainnya.
2.6 MANAJEMEN OPERASI GLOBAL
Persaingan global telah datang. Pertumbuhan pasar yang cepat di Negaranegara seperti China dan Eropa Timur telah mendorong perusahaan untuk
memperluas operasinya secara global. Muncullah suatu standar baru dalam
persaingan global yang meliputi kualitas, variasi, costumization, kemudahan,
waktu dan biaya untuk keberhasilan dan survival perusahaan. Tugas manajer
operasipun menjadi lebih kompleks.
Tidak semua Negara dapat bergeser dari industrialisasi ke manufaktur dan
jasa atau layanan, karena banyak perekonomian Negara-negara belum masuk ke
era industrialisasi.
Salah satu regional yang memasuki masa transisi adalah Eropa Timur,
yang merupakan pangsa pasar yang potensial untuk memasarkan produk ataupun

12

layanan, karena kenyataannya semua Negara dengan kultur sosialis masih dalam
tahap transisi untuk memasuki tahap industrialisasi dan globalisasi. Disisi lain,
dapat dilihat bahwa walau sama-sama Negara kapitalis yang demokratik, seperti
Canada dan united State Amerika adalah sangat berbeda. Dari lingkungan ini
dapat dilihat bahwa peran manajemen operasional sangat ditentukan faktor
lingkunganinternal masing-masing, walaupun lingkungan eksternal yang sama
dirumuskan dengan globalisasi.
Strategi Operasional Di Lingkungan Global
Manajer Operasional pada saat ini harus memiliki pandangan global dalam
strategi operasi, perkembangan yang cepat dalam perdagangan dunia yang seolah
dunia tanpa batasan, mengakibatkan banyak organisasi memperluas organisasinya
tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.
#

Apa Alasan Yang Mendasari Perusahaan Menjadi Global


Dalam situasi dan kondisi yang terus berkembang, maka banyak

perusahaan membuat keputusan untuk menegmbangkan bisnis ke dunia


internasional. Ada berbagai alasan kuat yang mendasari perusahaan menjadi
global, diantaranya adalah sebagia berikut :
1. Efisiensi Biaya
Banyak cara yang telah dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi secara
internasional untuk dapat mengurangi berbagai biaya antara lain dengan:
a. Pemilihan lokasi yang menyediakan biaya tenaga kerja rendah.
b. Pemanfaatan adanya kesepakatan perdagangan yang berdampak pada
2. Perbaikan Manajemen Rantai Pasokan
Dengan menempatkan fasilitas di negara dimana sumber daya tertentu berada
maka pengelolaan manajemen rantai pasokan dapat lebih terjamin.
3. Pemberian Produk Yang Lebih Baik

13

Karena karakteristik produk yang diinginkan konsumen sangat bervariasi dan


ditentukan oleh masing-masing lokasi maka banyak perusahaan yang beroperasi
secara internasional menempatkan diri di negara dimana produknya dipasarkan
misalnya disesuaikan dengan budaya yang berlaku .
4. Menarik Pasar Baru
Perusahaan yang wilayah pemasarannya di dalam negeri sudah terbatas maka
dapat memanfaatkan pasar luar negeri yang masih terbuka.
5. Belajar Untuk Beroperasi Yang Lebih Baik
Banyak perusahaan melakukan kerjasama dengan perusahaan lain dari Negara lain
untuk alih teknologi, mengadakan riset bersama ataupun kerjasama dalam desain
serta kegiatan operasional lainnya.

6. Bisa mendapatkan dan mempertahankan bakat global


Perusahaan yang memiliki karyawan yang baik, dapat memberikan kesempatan
karir yang lebih baik dengan cara beroperasi secara global sehingga dapat memper
tahankan karyawan .
#

Pengertian Perusahaan Yang Beroperasi Secara Global


Perusahaan yang telah memutuskan untuk mengambangkan usaha di dunia

internasional dapat memilih keterlibatannya dalam bentuk:


1. Bisnis Internasional (International Business) yaitu perusahaan yang terlibat
ada transaksi perdagangan atau investasi internasional, contoh Harley
Davidson.
2. Perusahaan Multinasional (Multinatioanl Corporation) yaitu peruasahaan yang
terlibat banyak dalam bisnis internasional, mempunyai atau mengendalikan
fasilitas di lebih dari satu negara, contoh The Body Shop.
3. Perusahaan Transnasional (Transnational Corporation) yaitu perusahaan yang
terlibat banyak dalam bisnis internasional yang mana pengelolaan di tiap
Negara secara independent, contoh Nestle.

14

4. Organisasi Global (Global Organization) yaitu organisasi yang menghasilkan


produk standar dengan melewati lintas batas, contoh Caterpilar.
Adapun karakteristik perusahaan berorientasi global diantaranya adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pabrik dan fasilitas berlokasi dengan dasar global


Komponan bahan baku dan jasa yang dihasilkan dengan dasar global
Desain produk dan teknologi proses untuk seluruh dunia
Permintaan bukan berdasarkan local saja.
Logistik dan pengendalian persediaan bersifat global.
Perusahaan global diorganisasikan melalui divisi secara global

Pertimbangan Utama Untuk Mencapai Operasi Global


Ada berbagai pertimbangan utama yang dilakukan perusahaan yang

beroperasi secara global diantaranya:


1. Desain Produk Global
Harus selalu diingat bahwa ditiap Negara ada perbedaan social dan budaya
sehingga perusahaan harus memperhatihkan berbagai hal, misalnya kemasan dan
cara pemasaran yang mungkin akan bervariasi.
2. Desain Proses Global dan Teknologi
Teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu pengelolaan atau
manajemen sehingga operasi global dapat diintegrasikan.
3. Analisa lokasi fasilitas global
Menggunakan factor kunci sukses untuk memilih negara, diantaranya dengan
mempertimbangkan tingkat ekonomi nasional, tingkat inovasi, jumlah penduudk
yang trampil, tingkat perubahan teknologi, stabilitas pemerintahan, pertanggung
jawaban produk, pembatasan ekspor, kesamaan bahasa, etika kerja, tingkat pajak,

15

inflasi, ketersediaan bahan baku, tingkat bunga, jumlah penduduk dan


ketersediaan sarana jalan.
4. Dampak budaya dan etika
Budaya yang ada di tiap Negara berbeda, hal tersebut juga harus disikapi dengan
arif agar kegiatan operasi perusahaan dapat sukses, misalnya kebiasaan jam
istirahat, perlindungan terhadap hak intelektual , budaya korupsi.
#

Mengelola Operasi Jasa Di Dunia Global


Untuk melakukan pengelolaan jasa di dunia global maka ada beberapa hal

yang perlu dilakukan yaitu:


1. Menentukan apakah orang maupun fasilitas mencukupi untuk menjaga
eksistensi jasa yang diberikan.
2. Mengidentifikasi pasar asing yang masih terbuka yang tidak dikontrol
pemerintah.
3. Menentukan jasa apa yang paling banyak diminati oleh klonsumen luar
negeri.
4. Menentukan bagaimana mencapai konsumen global.
Oleh karena itu perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang akan
memutuskan

untuk

beroperasi

secara

internasional

harus

selalu

mempertimbangkan perbedaan perspektif pada beberapa keputusan manajemen


operasional diantaranya:
1. Perencanaan kapasitas jasa yang akan diberikan perusahaan kepada para
konsumen.
2. Perencanaan lokasi tempat pemberian pelayanan kepada konsumen.
3. Desain fasilitas dan layout yang akan digunakan perusahaan dalam
memberikan pelayanan kepada konsumennya.
4. Penentuan jadwal pelayanan kepada konsumen
#

Mengembangkan Misi Dan Strategi Perusahaan


Perusahaan yang beroperasi seharusnya mempunyai suatu misi sehingga

bisa mengetahui arah tujuan yang ingin dicapai. Misi dapat diartikan sebagai :

16

1. Alasan pendirian organisasi


2. Memberian batasan dan focus.
3. Menjawab pertanyaan tentang, apa yang akan diberikan kepada masyarakat?
Adapun misi perusahaan yang ditetapkan, diantaranya sangat ditentukan
factor lingkungan, konsumen, nilai dan filosofi yang berlaku, pertumbuhan
perusahaan, citra di masyarakat.

Untuk dapat mencapai misi yang telah ditetapkan dengan efektif dan
efisien maka organisasi perlu menetapkan strategi tertentu. Oleh karena itu
strategi dapat diartikan sebagai:

Rencana tindakan untuk mencapai misi.


Memperlihatkan bagaimana misi akan dicapai
Setiap perusahaan mempunyai strategi bisnis
Area fungsional mempunyai strategi
Strategi Untuk Keunggulan Kompetitif
Untuk menetapkan strategi bisnis dalam rangka mencapai keunggulan

kompetitif yang tepat maka biasanya ada tiga langkah utama yang dilakukan
perusahaan yaitu:
1. Analisis Lingkungan
Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dan memahami
lingkungan, pelanggan, industri dan pesaing
2.Menetapkan Misi Perusahaan
Menetapkan alsan keberadaan perusahaan dan mengidentifikasi nilai produk yang
akan diciptakan oleh perusahaan.
3. Membentuk Strategi

17

Membangun keunggulan bersaing seperti harga yang murah, fleksibilitas


rancangan atau isi, mutu, penghantaran yang cepat, ketergantungan, jasa purna
jual, atau lini produk yang luas.
Adapun tiga strategi yang masing-masing memberikan peluang bagi para
manajer operasi untuk meraih keunggulan adalah:

Bersaing pada perbedaan (Differentiation), keunikan dapat melalui


karakteristik fisik maupun atribut jasa yang ditawarkan kepada konsumen

sehingga konsumen mempersepsikannya sebagai nilai.


Bersaing pada biaya (Cost Leadership), nuntuk mencapai nilai maksimum

yang diinginkan pelanggan tetapi dengan kualitas yang memadai.


ersaing pada respon cepat (rapid response), melalui keseluruhan nilai yang
terkait dengan pengembangan dan penghantaran barang yang tepat waktu,
penjadwalan yang dapat diandalkan serta kinerja yang fleksibel.

Keputusan Utama Dalam Manajemen Operasional Pada Perusahaan

Yang Mempunyai Strategi Berbeda


Strategi bisnis yang telah ditetapkan oleh perusahaan merupakan salah satu
dari tiga pilihan strategi yang tercermin dalam keputusan fungsionalnya. Adapun
dalam fungsi operasioanl. maka Implementasi startegi operasional terlihat dalam
keputusan penting dalam manajemen operasional.

18

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dalam menjalankan Strategi operasi di lingkungan Global yang perlu
diperhatikan adalah yang Harus memahami pandangan operasi secara global agar
manajemen operasi bisa berjalan efektif dan mencapai keunggulan kompetitif.
Manajer operasi pada masa sekarang harus mempunyai pandangan global
dalam pengembangan dan implementasi strategi operasi. Dengan ada enam alasan
operasi bisnis domestik memutuskan untuk berkembang menjadi internasioanal,
Salah satu tantangan terbesar operasi global adalah menggabungkan diferensiasi
sosial dan budaya. Dengan semua peluang dan resikonya, globalisasi ada dan akan
terus beralangsung.
Hal ini perlu dipertimbangkan saat manajer mengembangkan misi dan
strateginya.

Manajer operasi menerapkan sepuluh keputusan ini dengan

mengidentifikasi tugas-tugas utama dan menemukan staf yang diperlukan untuk


mencapainya. Sehingga Perusahaan berusaha memahami permasalahan yang ada
dalam mengembangkan strategi yang efektif dengan mereka mengevaluasi
kekuatan dan kelemahan internal mereka, juga peluang dan ancaman yang
terdapat dilingkungan mereka.

19

Dengan Menggunakan Analisis Swot ( Strength, Weakness, Opportunities,


Dan Threats) dimulai dari analisis tersebut, Perusahaan menempatkan diri mereka,
melalui strategi mereka dalam menciptakan keunggulan bersaing melalui
Manajemen Operasi.

3.2 SARAN
1. Di harapkan makalah ini dapat berguna bagi kita semua dalam
pembelajaran Manajemen Operasional.
2. Di harapkan Makalah ini dapat menjadi pembelajaran untuk menambah
ilmu dan wawasan bagi teman-teman semua karena masih banyak hal yang
perlu kita pelajari dalam proses pentingnya manajemen strategi
Operasional di Lingkungan Global.
3. Diharapkan untuk dapat mengevaluasi dan memahami teknik-teknik
Strategi dan Analisa operasional untuk mempersiapkan diri agar bisa
bersaing dimasa yang akan datang dengan strategi yang baik, baik itu di
Bidang Keuangan, Pemasaran, maupun Operasi.

20