Anda di halaman 1dari 9

TUGAS HIDRODINAMIKA

GERAK ELEMEN FLUIDA;


ALIRAN ROTASI DAN IROTASIONAL

AJIE RAHMAT WICAKSONO BENNI LEO SIMANJUNTAK PAHLAWARNI GIRSANG K2E006034

K2E006004 K2E006012

Gambar 1. Analisa dasar gerakan partikel fluida yang berbeda

Sesuai elemen bujur sangkar ABCD yang sangat kecil sekali dari area dx dy pada saat waktu t dan elemen yang sama ketika waktu t + dt : A1B1C1D1 ( gbr 2-1 ). Kecepatan dari A dan D adalah u, dan kecepatan dari B dan C adalah + du = u + ( u/ y) dy karena AB = dy dan u dalam kasus ini adalah hanya berfungsi sebagai y saja.

Dalam hal ini sangat mungkin jika pergi ABCD ke A1B1C1D1 dengan mengikuti langkah langkah berikut: Sebuah gerak translasi yang diberi tanda ; kecepatan translasinya adalah u. Sebuah gerak rotasional yang berbelok diagonal berturut turut dan ke dan , Sebuah deformasi yang di pindah dari C3 ke C1 dan B3 B1. Dalam kasus kasus yang umum, ada tiga konstituen utama dari partikel gerak dan deformasi mereka adalah : Komponen kecepatan V (u, v, w): translasi Jenis dari komponen kecepatan dalam arah mereka sendiri di sebut: dilatasi. Jenis dari komponen kecepatan yang meninjau arah normal terhadap arah mereka sendiri: rotasi dan deformasi angular.

1. Gerak Perpindahan ( Translasi )

Jika x, y, dan z adalah koordinat dari A saat waktu t. Kemudian x + x, y + y dan z + z adalah koordinat pada saat waktu t + t. Perpindahan gerak yang digambarkan oleh persamaan sebagai berikut: dx = u dt atau dz = w

Gambar 2. Gerak perpindahan ( translatori )

x =ut y=vt dy = v dt z =wt dt

2. Deformasi
a)

Dilatasional atau Linear deformation


Dalam aliran yang memusat, kecepatan mempunyai sebuah kecenderungan untuk menambah alur sepanjang partikel. Oleh karena itu, kecepatan dari tepi garis tegak lurus terhadap vektor V (atau terhadap garis arus) yang tidak sama. Partikel menjadi lebih panjang dan lebih kecil. Dalam hal ini dilatasional atau deformasi linear telah terlapisi pada sebuah perpindahan yang telah disediakan oleh sudut di antara sisinya dan tidak boleh di ubah.

b) Deformasi Anguler atau Tegangan Geser


Deformasi bersudut ( anguler ) mungkin digambarkan oleh sifat dari sebuah partikel fluida berikut tanpa fungsi friksi sekitar sebuah tekukan. Ini adalah perihal pengamatan biasa bahwa di pojok sebuah jala lebih berangin daripada di pertengahan. Dalam masalah yang sama arus fluida di sekitar tekukan, melalaikan efek dari friksi, velotisitas punya sebuah kesempatan untuk menjadi besar di dalam dari pada dari luar dari tekukan. Hukum V x R = konstan kira kira mungkin akan bekerja ketika V adalah velositas dan R adalah radius dari kurva dari alur. Karenanya jika partikel A adalah sudut dari segitiga ABCD, pada sisi AB dari segitiga berpindah lebih besar velositasnya dari pada sisi CD dan inilah deformasi sudut. Deformasi angular ini cukup untuk bisa perbedaan dari velositas antara AB dan CD.

3. Rotasi
Walaupun gerak arus dapat bedakan dalam bentuk yang bermacam macam menurut beberapa tipe dari jenis mereka (seperti laminar atau turbulen, tak friksi atau viskositas dengan atau tanpa friksi, steady atau tidak steady), satu yang paling penting divisi dari hidrodinamik terdiri dari yang berhubungan dengan arus rotasional dan irotasional.

4. Analogi Stoke: Percobaan Shaw


Sebuah gerakan rotasi tiga dimensi merupakan gerakan irotasional dua dimensi ketika rotasinya selalu pada pesawat yang sama. Sebagai contoh, lapisan tipis air yang mengalir pada plat gelas horisontal yang ketebalan dari lapisannya sangat kecil dibandingkan dengan dimensi lain, hanya mempunyai gerakan rotasional dalam pesawat vertikal . Jika gerakannnya terlihat pada pesawat, gerakannya akan dianggap sebagai gerakan irotasional dua dimensi.

Gambar. Dalam aliran air tipis, rotasi ada hanya pada pesawat vertikal

Dalam gambar, gerakan dalam arah vertikal XOZ dan YOZ adalah rotasional dan 0, sedangkan gerakan dalam arah horizontal XOY adalah irotasional dan = ( u/y v/x ) = 0. ini mungkin dapat ditunjukkan bahwa kecepatan rata rata yang meninjau vertikal mempunyai kondisi yang sama dengan irotasionalitas.