Elektronika II

ELEKTRONIKA II

Disusun Oleh : Febri Hidayat Rahmat Irfan Rico Bernando Putra Rina Anggraini Rinda Kusnita Yanolanda Suzantry Yoli Andi Rozzi (G1D005035) (G1D005048) (G1D005050) (G1D005013) (G1D005011) (G1D005018) (G1D005020)

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BENGKULU 2008

Teknik Elektro Universitas Bengkulu

Elektronika II BAB 7 PENGUAT-PENGUAT EMITER SEKUTU 7.1. KAPASITOR PENGGANDENG DAN KAPASITOR PINTAS (Coupling And Bypass Capasitors) Sebuah kapasitor penggandeng melewatkan sinyal AC dari satu titik ke titik lain. Misalnya pada gambar 7.1a, tegangan AC pada titik A diteruskan ke titik B. Agar dapat terlaksana, reaktansi kapasitif XC harus jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan resistansi seri. Besarnya arus bolak balik dalam rangkaian RC satu simpul sama dengan (7.1)

RTH

A

XC

B

A

B

Terbuka DC Dan

VTH

RL

Hubung Singkat AC

Gambar7.1. a). Kapasitor penggandeng di antara sumber dan beban. b). Rangkaian ekivalen untuk kapasitor penggandeng. Dimana R adalah resistansi total dari simpul. Pada gambar 7.1a, R = RTH + RL. Bila frekuensi naik, XC turun sampai menjadi jauh lebih kecil dari pada R. GANDENGAN KAKU (STIFF COUPLING) Ukuran kapasitor penggandeng tergantung pada frekuensi terendah dari sinyal yang harus digandeng. Kita akan menggunakan aturan berikut ini untuk frekuensi masuk terendah pada penguat : XC ≤ 0,1R (7.1) dan di peroleh (7.2) Untuk melihat hal ini, masukkanlah harga terburuk, yaitu XC = 0,1R, ke dalam pers.

Teknik Elektro Universitas Bengkulu

ini berarti sama dengan menghubung-singkat semua tegangan dan membuka sumber arus. Dengan rangkaian ini. DALIL SUPERPOSISI UNTUK PENGUAT-PENGUAT Cara yang paling sederhana untuk menganalisa rangkaian ini adalah dengan membagi penelaahannya menjadi 2 bagian : analisa ac dengan dc. Hubung-singkatkan semua kapasitor penggandeng dan kapasitor pintas. Sekali lagi. VTH dan RTH dapat berupa satu sumber dan tahanan. Rangkaian yang tinggal disebut rangkaian ekivalen AC. atau dapat berupa rangkaian thevenin. RANGKAIAN-RANGKAIAN EKIVALEN AC DAN DC Berikut ini akan diuraikan langkah-langkah penerapan super posisi pada rangkaian-rangkaian transistor : 1. 2. Tegangan keseluruhan melintas setiap cabang adalah jumlah tegangan DC dan tegangan AC melintas tegangan tersebut. Buka semua kapasitor. Arus keseluruhan disetiap cabang pada rangkaian itu adalah jumlah arus DC dan arus AC yang mengalir pada cabang tersebut. Kurangilah sumber AC menjadi nol. kita dapat menggunakan dalil superposisi dalam menganalisa penguat-penguat transistor. Rangkaian ini adalah rangkaian yang digunakan untuk menghitung arus dan tegangan AC. ini berarti menghubung-singkat sumber tegangan dan membuka sumber arus. kita dapat menghitung semua arus dan tegangan DC yang kita inginkan. seperti yang ditunjukan. Rangkaian yang tinggal disebut rangkaian ekivalen DC. kecuali bahwa ia menggandengkan titik yang tidak ditanahkan ke titik yang ditanahkan. Teknik Elektro Universitas Bengkulu .2. 7. Kurangilah sumber DC menjadi nol.Elektronika II TANAH AC Kapasitor pintas (bypass capasitors) sama dengan kapasitor penggandeng.

IB untuk arus DC VE. IC. VCB untuk tegangan DC di antara terminal-terminal Teknik Elektro Universitas Bengkulu .Elektronika II +VCC +VCC R1 RC Penggandeng R1 RC RS Penggandeng RL R2 RE Pintas R2 RE (a) (b) RS R1 R2 RC RL (c) Gambar 7. VB untuk tegangan DC terhadap tanah VBE. Dalil superposisi. (b)Rangkaian ekivalen DC. (a) Rangkaian yang sebenarnya. adalah kebiasaan baku menggunakan huruf besar dan tulisan di bawah garis yang besar untuk besaran-besaran DC. (c) Rangkaian ekivalen AC. kita menggunakan IE.2. NOTASI Untuk membedakan DC dari AC. Misalnya. VC. VCE.

vcb untuk tegangan AC di antara terminal-terminal Ada juga kebiasan baku menggunakan tanda kurung menunjukkan dua tegangan sinusoidal yang berbeda fasa 1800. busur dari A ke B hampir berupa garis lurus. 7. sepanjang menyangkut sinyal AC.3) Dimana r’e ΔIE = resistansi emiter AC = perubahan yang sesuai pada arus emiter ΔVBE = perubahan kecil pada tegangan basis emiter Karena perubahan pada VBE dan IE ekivalen dengan tegangan dan arus AC. Sehingga sering ditulis sebagai : (7. vb untuk tegangan AC terhadap tanah vbe. puncak A dan B dekat dengan Q. RESISTANSI AC DIODE EMITER RESISTANSI EMITER AC Bila sinyalnya kecil. Misalnya persamaan Vout = -Vin Berarti bahwa tegangan keluar berbeda fasa 1800 dengan tegangan masuk. dan operasinya mendekati linier. vce. dioda tampak seperti resistansi yang diberikan oleh (7.Elektronika II Demikian pula kita akan menggunakan huruf kecil dan huruf di bawah garis yang kecil untuk arus dan tegangan AC : ie. vc. ic.4) Dimana r’e vBE IE = resistansi emiter AC = tegangan AC melintas basis emiter = arus AC yang melalui emiter RUMUS UNTUK r’e Karena r’e adalah perbandingan dari perubahan VBE terhadap perubahan IE.3. nilainya tergantung dari letak titik Q : Teknik Elektro Universitas Bengkulu . ib untuk arus AC ve. Oleh karena itu perubahan pada arus dan tegangan hampir seimbang. Artinya. Dengan kata lain.

Itulah sebabnya mengapa lembaran data mencantumkan βdc untuk harga IC tertentu. β dicantumkan sebagai hfe. Lengkungan arus kolektor dc terhadap arus basis dc tidak linear Teknik Elektro Universitas Bengkulu . Perhatikan dengan teliti bahwa huruf di bawah garis pada hfe adalah huruf kecil. Jadi.4. BETA AC Gambar 7. Juga dikenal sebagai βdc. IC VCE TETAP IC A Q B IB IB Gambar 7.3 memperlihatkan grafik yang lazim antara IC terhadap IB. Pada gambar 7. β ditetapkan sebagai (7. karena arus bolak-balik sama dengan perubahan arus total. Karena grafiknya tidak linear. Besaran hfe adalah perbandingan ic/ib.6) Atau. βdc tergantung pada di mana titik Q di tempatkan.βdc adalah perbandingan arus kolektor dc IC terhadap arus basis dc IB.5) 7. β adalah kemiringan lengkungan pada titik Q.7) Secara grafis. Beta ac (ditulis βac atau β saja) adalah besaran sinyal kecil yang tergantung dari letak titik Q.Elektronika II (7. Pada lembaran data. jangan dibingungkan dengan bati (penguatan) arus searah dan bati arus bolak balik.3.3. Itulah sebabnya ia memiliki harga yang yang berbeda pada letak Q yang berbeda pula. maka (7. sama seperti β. Besaran hFE adalah perbandingan IC/IB. kalau membaca lembaran data. sedangkan huruf di bawah garis pada hFE adalah huruf besar.

ini berarti bahwa emiter terletak pada tanah ac. tetapi tidak pada tanah dc. tegangan kolektor turun dan kita memperoleh setengah siklus negatif yang pertama pada tegangan keluar. (a) Penguat emitter-ditanahkan. +VCC R1 RC Vout IC Vin R2 RE Q (a) (b) Gambar 7. DARI SUDUT PANDANGAN GARIS-BEBAN Gambar 7. Karena emiternya dipintaskan ke tanah. Ini menimbulkan penurunan tegangan yang lebih besar melintas tahanan kolektor. penguat ini kadang-kadang disebut penguat emiter-ditanahkan. Hal ini mengakibatkan perubahan sinusoidal di sekitar titik Q. PENGUAT EMITER-DITANAHKAN Gambar 7.4. (b) Garis Beban ac Teknik Elektro Universitas Bengkulu .5. emiter sekutu). tegangan kolektor tanah naik dan kita memperoleh setengah siklus positif pada tegangan keluar. Sebaliknya.4a memperlihatkan penguat CE (common emiter.Elektronika II 7. PEMBALIKAN FASA Selama setengah siklus tegangan masuk yang positif arus basis naik. mengakibatkan arus kolektor juga naik. tegangan masuk ac menghasilkan perubahan ac pada arus basis. Dengan demikian. Sehingga. pada setengah siklus tegangan masuk yang negatif arus kolektor lebih sedikit mengalir dan penurunan tegangan melintas tahanan kolektor berkurang.4b memperlihatkan garis beban ac dan titik Q.

8) ie= Vin/r’e + V in R1 R2 RC Vin r'e RC + Vout - (a) (b) Gambar 7. Persamaannya adalah sebagai berikut : (7. menghasilkan tegangan keluaran sebesar Bati tegangan dapat juga dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : (7.Elektronika II BATI TEGANGAN (VOLTAGE GAIN) Bati tegangan sebuah penguat adalah perbandingan tegangan keluar ac dengan tegangan masuk ac. (b) model ac Ebers-Moll yang digunakan untuk transistor. Hukum ohm mengatakan bahwa arus emitter ac adalah : Karena arus arus kolektor hampir sama dengan arus emiter. maka Arus kolektor ac mengalir melalui tahanan kolektor.5. (a) rangkaian ekivalen ac untuk penguat emiter-ditanahkan.9) Teknik Elektro Universitas Bengkulu .

1 V 1 Kohm 3.1 V dc karena emitter dibootstrap 0. Harganya 1.1 Sebuah Osiloskop tergandeng dc menampilkan sinyal total dengan kmponenkomponen dc dan ac nya. Bila kapasitor penggandeng kaku. Dengan perkataan lain.emiter. Perhatikan tegangan emiternya. tegangan masuk total pada basis adalah 1.ditambah sumber sinysl ac yang kecil. Tak ada sinyal ac yang muncul disini karena emitter dipintas ke tanah melalui kapasitor pintas emitter. Ini sama dengan mengatakan Teknik Elektro Universitas Bengkulu .6 memperlihatkan tegangan-tegangan pada basis. kapasitor pintas kaku menghubung singkat sinyal ac ke tanah.Elektronika II +10 V 10 Kohm +1.7 V terhadap masukan tegangan dc. Tingkat tenang tegangan basis adalah 1. Jelaskan apa yang digambarkan tegangan-tegangan ini.dan kolektor dari penguat emiter ditanahkan.8 V karena tegangan keluar dc yang berasal dari pembagi tegangan : Dengan demikian. Contoh 7.8 V c b 0 Vin 2.6. Sinyal ini mengalir melalui kapasitor pengandeng masukan dan muncul pada basis.6 Kohm e Gambar 7. Komponen-komponen dc dan ac yang dilihat dengan osiloskop tergandeng-dc. Penyelesaian Pembahasan dimulai dengan menganggap bahwa sinyal masuk ac adalah tegangan gelombang sinus yang kecil.2 Kohm +1. semua tegangan sumber ac muncul pada basis. Gambar 7.8 V dc.

1 Ma. Berapa nilai puncak tegangan keluar ac? Penyelesaian Pada contoh sbelumnya.04 V. Jadi. Sinyal masuk ac dengan puncak 1mV mengakibatkan sinyal keluar ac dengan puncak 159 mV.6kΩ) = 6.6. Sinyal keluar berbeda fasa 180° dengan sinyal masuk. resistansi emitter ac adalah : Bati tegangan nya Ini berarti bahwa tegangan keluar ac adalah : VoutAVin = -159(1mV) = -159Mv Tanda kurang mengingatkan kita pada pembalikan fasa.Elektronika II bahwa tak ada arus bolak-balik yan gmengalir melalui RE karena semua arus bolakbalik dihubung singkatkan melalui kapasitor pintas. kita telah menghitung arus emitter dc sebesar 1. yang dihitung dari : VC = 10V –(1. Titik ini mempunyai tingkat tenang 6. 7. Arus emitter dc sama dengan : Tegangan ac yang diperkuat dan dibalik muncul pada kolektor.1mA)(3.6.04 V Contoh 7. MODEL AC UNTUK TAHAP EMITER-SEKUTU Untuk mendapatkan model rangkaian ekivalen ac satu tahap yang sederhana kita harus mengetahui impedansi masuk dan keluar. Kesimpulannya sebagai berikut. Inilah sebabnya mengapa kita tak melihat sinyal ac pada emitter.2 Sinyal masuk ac mempunyai harga puncak 1mV pada gambar 7. IMPEDANSI MASUK Impedansi masuk ac ditetapkan sebagai berikut : Teknik Elektro Universitas Bengkulu .

dan ib ke dalam basis. persamaan ini menjadi Maka Zin (basis) disederhanakan menjadi Teknik Elektro Universitas Bengkulu .7a arus konvensional i1 mengalir ke dalam R1. di berikan oleh : Menurut hukum ohm Karena .10) Di mana Vin dan Iin adalah harga puncak. harga puncak-ke-puncak. i2 ke dalam R2. atau harga rms (a) (b) Gambar 7.7. Impedansi yang dipandang langsung ke arah basis dilambangkan sebagai Zin (basis). Impedansi Masuk Dan Impedansi Keluar Pada gambar 7.Elektronika II (7.

2 Kohm Vin 1 Kohm 1.5 Kohm (a) Teknik Elektro Universitas Bengkulu .Elektronika II Karena arus basis adalah β kali lebih kecil daripada arus emiter.7b. impedansi masuk dari basis adalah β kali lebih besar daripada . impedansi thevenin adalah +10 V 10 Kohm 3.11) Harga ini adalah impedansi masuk total karena mengandung tahanan pemberi prategangan dan impedansi yang dipandang ke arah basis transistor. IMPEDANSI KELUAR Pada gambar 7. ia memiliki impedansi dalam tak terhingga. Penguat emiter di tanahkan memiliki impedansi masuk (7.6 Kohm 1 Kohm Vout 1-mV puncak 2. tegangan thevenin yang muncul pada keluaran adalah Vout = AVin Impedansi thevenin adalah gabungan parallel dari dan impedansi dalam dari sumber arus kolektor. Dengan demikian. Pada model Ebers Moll sumber arus kolektor adalah ideal: dengan demikian.

6 Kohm 1-mV puncak 1.kita dapat membayangkan rangkaian seperti yang diperlihatkan pada gambar 7. Mula-mula kita menghitung impedansi masuk pasa bais sebesar : Zin (basis) = ßr’e = 150(22. Pada sisi keluaran.8a memperlihatkan penguat emitter ditanahkan yang telah dianalisa pada Contoh 7. kapasitor menggandeng sinyal ac ke resistensi beban 1.8a. gantilah penguat emitter ditanahkan dengan model ac nya.3 Gambar 7. yang telah ditentukan sebelumnya.18kΩ Bati tegangan tanpa beban. (b) rangkaian ekivalen ac. Untuk melihat pengaruh resistansi sumber dan beban. sebagian dari sinyal sumber akan turun melintas resistansi ini sebelum mencapai basis. Jika transistor memiliki ß sebesar 150. Contoh 7. adalah -159.8. Dengan dmikian. Kita sekarang kedua pembagi tegangan.Elektronika II 1 Kohm 3. (a) tahanan sumber dan beban dihubungkan. Impedansi keluar sama dengan RC.4kΩ Selanjutnya kita menghitung impedansi masuk penguat sebesar Zin = R1||R2||ßr’e = 10kΩ || 2. sumber ac kini memiliki impedansi sumber sebesar 1 kΩ.4kΩ = 1. Pembagi tegangan masuk mengurangi sinyal pada basis sebesar : Tegangan keluar Thevenin adalah : Teknik Elektro Universitas Bengkulu .5 Kohm V out (b) Gambar 7. berapa tegangan keluar ac? Penyelesaian Ada dua hal yang baru terdapat pada gambar 7.18 Kohm V in -159 Vin 1. Sehingga.sinyal keluar akan terlihat lebih rendah dai sebelumnya.2. dengan demiian.5 kΩ. Hal ini mengakibatkan muncul nya efek pembebanan.2kΩ ||3. Pertama.7Ω) = 3. dengan penguat emiterditanahkan.8b.

Oleh karena itu. Harga yang sebenarnya sebuah transistor tergantung pada suhu dan jenis persambungan. Setiap perubahan pada harga penguat emiter-ditanahkan.7. 7. Karena rE seri dengan resistansi totalnya adalah + . PENGUAT TERBENAM (SWAMPED AMPLIFIER) Besaran idealnya sama dengan 25mV/IE.9b memperlihatkan rangakaian ekivalen ac.Elektronika II Tegangan ini adalah keluaran tanpa beban. Vout ie r'e R1 R2 rE RC R2 RE (a) (b) Teknik Elektro Universitas Bengkulu . berbeda-beda. PENGERTIAN TERBENAM Bila rE jauh lebih besar daripada dapat berubah-ubah dalam daerah yang luasnya 2:1 untuk suhu dan transistor yang akan mengubah bati tegangan dari emiter di bootstrap ke basis untuk sinyal ac maupun sinyal dc. Keluaran yang sebenarnya adalah tegangan yang muncul melintas 1. masukan ac muncul melintasi resistansi ini dan menghasilkan arus emiter ac sebesar Membenamkan dioda emiter membuat +VCC R1 RC Vout Vin rE Vin jauh lebih besar daripada . Gambar 7.5kΩ : Ini berarti bahwa keluaran mempunyai tegangan puncak 25mV.

2 Kohm +0.9b tegangan keluar ac adalah Tegangan ac melintas + adalah Sehingga.12) +10 V 10 Kohm 3.1 V 1V +7. rangkaian ini serupa dengan penguat emitter ditanahkan yang telah dibahas pada contoh 7.7 V 100 mV 0 -100 mV Vin 2. (a) Penguat terbenam.2 V +1. perbandingan terhadap adalah Karena . Jelaskan tegangantegangannya.10 memperlihatkan sebuah penguat terbenam. Penyelesaian Sepanjang menyangkut arus seara.1.10 Komponen-komponen ac dan dc yang terlihat pada osiloskop tergandengdc. Contoh 7. tegangan basis dc Teknik Elektro Universitas Bengkulu .Elektronika II Gambar 7. persamaan diatas dapat ditulis kembali menjadi (7.04 V +4.8 V 1.82 V +6.26 V 1.9.9 V +1. (b)Rangkaian Ekivalen PENGARUH PEMBENAMAN PADA BATI TEGANGAN Pada gambar 7.4 Gambar 7.902 V 180 ohm 820 ohm Gambar 7. Dengan alsan ini.6 Kohm c b e 1.

dan itulah sebabnya mengapa osiloskop memperlihatkan garis horizontal (tak ada sinyal ac) pada +0.hamper semua sinyal 100mV muncul melintas tahanan pembenam. Sinyal ini digandeng ke basis. yang dimungkinkan dengan pengeringan distorsi karena adanya pembenaman (disebut juga umpan balik setempat atau umpan balik negative). Tegangan sumber ac lebih besar.5 Hitunglah tegangan keluar pada gambar 7.902V.04 V. ayunan puncak kepuncak sepanjang garis beban adalah dua kalinya.78V. Sehingga.1V.56 V. Ujung bawah tahanan pembenam terletak pada tanah ac. yaitu 3. Operasinya adalah sinyal besar.10 Penyelesaian Bati tegangan adalah Sehingga.8V. sehingga r’e tetap 22. Contoh 7. Contoh 7.7Ω. Tegangan kolektor ac diperkuat dan dibalik sperti sebelumnya. tegangan emitter dc 1. Karena pengaruh bootstrapping.Elektronika II tetap 1. Apa yang terjadi dengan bati tegangannya? Penyelesaian Kapasitor pintas yang terbuka bahwa Teknik Elektro Universitas Bengkulu . Perhatikan bahwa resistansi emitter dc total adalah tetap1kΩ. tegangan keluar ac adalah Ini berarti bahwa puncak tegangan keluar adalah 1.6 Anggap kapasitor pintas pada gambar 7. 100mV dan bukan 1mV. Perbedaannya adalah sebagai berikut.10 terbuka. dengan tegangan kolektor dc 6.

Jika anda melihat sinyal ac melintas kapasitor ini dengan harga puncak ke puncak hampir sebesar tegangan emitter ac.6 Kohm Vout Vin Vload 1 Kohm Vsource 100 mV 2.Elektronika II Karena ujung bawah tahanan 180 Ω tidak lagi pada tanah ac. Dalam hal seperti ini. pembenaman menjadi terlalu besar.902 V Pada gambar 7-14). anda dapat memperkirakanbahwa kapasitor nya terbuka.2 Kohm 180 ohm 820 ohm 51 Kohm (a) Teknik Elektro Universitas Bengkulu . Yang mula-mula harus diperiksa adalah kapasitor pintas. +10 V 10 Kohm 3. Osiloskop tergandeng dc yang dipasang melintas kapasitor pintas harus menampilkan garis horizontal pada tingkat dc yang tepat (+0. dan bati tegangan turun menjadi : Tegangan keluaran hanya sebesar Bila anda sedang memperbaiki sebuah penguat dengan keluaran yang ajauh lebih rendah dari pada yang seharus nya.

Elektronika II 1 Kohm + 1.6 Kohm + Vin - -17. (b) Rangkaian ekivalen ac Contoh 7.8 Vin 51 Kohm Vout (b) Gambar 7.8.7 Bila ß = 150.11b. Tegangan keluar ac yang sebenarnya muncul pada kolektor dan melintas tahanan beban sebesar Ini berarti bahwa puncak tegangan keluar berharga 1.7 Kohm 3.05 V 7. berapa tegangan keluar ac pada gambar 7. (a) Tahanan sumber dan tahanan beban yang di hubungkan ke penguat terbenam.8 (telah dihitung). TAHAP-TAHAP KASKADE Teknik Elektro Universitas Bengkulu .11? Penyelesaian Dari persamaan (7. impedansi masuk basis adalah Impedansi masuk penguat adalah Bati tegangan tanpa beban dari basis ke kolektor adalah -17. Tegangan masuk yang mencapai penguat adalah Tegangan keluar Thevenin adalah Tegangan ini adalah tegangan keluar tanpa beban.11. Jadi model ac penguat tampak seperti yang ditunjukan pada gambar 7.13).

Tahap emiter-ditanahkan memperkuat sinyal.12b memperlihatkan model ac untuk penguat dua tahap.12. yang diberikan oleh gabungan paralel dari R1. dan β Setiap tahap mempunyai bati tegangan tanpa beban Rc/ dan impedansi keluar Rc. R2. Gambar 7. Setiap tahap mempunyai impedansi.12a memperlihatkan penguat dua tahap yang menggunakan rangkaianrangkaian CE yang dikaskade. Lalu sinyal diperkuat sekali lagi untuk mendapatkan keluaran yang terakhir yang jauh lebih besar daripada sinyal sumber. .Elektronika II Gambar 7. yang kemudian digandeng dengan tahap CE berikutnya. (a) Penguat dua tahap dengan tahap emiter-ditanahkan. Sebuah sumber ac dengan resistansi sumber Rs menggerakkan masukan penguat itu. +VCC R1 RC R1 RC RS R2 RE R2 RE RL (a) RS Vin Zout Vout Vin Zout Vout Z in AVin Zin AVin (b) Gambar 7. (b) Rangkaian ekivalen ac Teknik Elektro Universitas Bengkulu .

8 Setiap transistor pada gambar 7.6 Kohm -159Vin(2) 1.13a mempunyai nya? Penyelesaian Setiap tahap adalah seupa.6 kΩ.2 Kohm 1 Kohm 1.6 Kohm 3.13.18 kΩ.13b memperlihatkan model ac untuk penguat dua tahap. Pada contoh 7-3.6 Kohm V in(2) -159Vin(1) 1. masuk ac pada tahap oertam adalah =1. dengan hasil-hasil sebagai berikut : r’e = 22.7 Ω. (a) Tahanan sumber dan tahanan beban yang di hubungkan ke penguat dua tahap. A= -159.18 Kohm 3.6 Kohm 1 Kohm 1 Kohm 2. Gambar 7.5 Kohm Vout 1-mV puncak 1.2 Kohm 2. dan Zout = 3. Berapa tegangan keluar ac Tegangan Thevenin ac yang keluar dari tahap pertama adalah Tegangan masuk ac pada tahap kedua adalah Teknik Elektro Universitas Bengkulu .Elektronika II +10 V 10 Kohm 10 Kohm 3.5 Kohm (a) 1 Kohm Vin(1) Vout(1) 3. kita telah menganalisa tahap CE ini. (b) Rangkaian ekivalen ac Contoh 7.18 Kohm (b) Gambar 7. Tegangan = 150.

Elektronika II Tegangan Thevenin yang keluar dari tahap kedua adalah Dan tegangan keluar ac yang terakhir adalah Sambil lalu. Teknik Elektro Universitas Bengkulu . Pengguat dua tahap ini mempunyai bati tegangan 991 dari sumber sampai keluaran terakhir nya. sinyal keluar terakhir sefasa dengan sinyal masuk. karena ada dua tahap yang mempunyai bati membalik. bila kita menggandeng gelombang sinus dengan puncak 1mV.kita mendapatkan gelombang sinus dengan frekuensi dan fasa yang sama tetapi dengan puncak 991mV. Sehingga.