APLIKASI TEORI ROSTOW DALAM PEMBANGUNAN INDONESIA

KETENTUAN BAB 1  BAB 2  BAB 3  BAB 4  BAB 5  KESIMPULAN DAN SARAN PEMBAHASAN : KAITAN ATAU PEMBUKTIAN TEORI ATAS KASUS OBJEK KAJIAN DAN METODE KAJIAN KUANTITAFI ATAU KUALITATIF KAJIAN TEORI TEORI YANG DI GUNAKAN DALAM TEORI PEMBANGUNAN LATAR BELAKANG KAJIAN TENTANG PEMBANGUNAN

Teori Tahap-Tahap Pertumbuhan Ekonomi ini diklasifikan sebagai teori modernisasi. Artikel Walt Whitman Rostow yang dimuat dalam Economics Journal pada Maret 1956 berjudul The Take-Off Into Self-Sustained Growth pada awalnya memuat ide sederhana bahwa transformasi ekonomi setiap negara dapat ditelisik dari aspek sejarah pertumbuhan ekonominya hanya dalam tiga tahap: tahap prekondisi tinggal landas (yang membutuhkan waktu berabad-abad lamanya), tahap tinggal landas (20-30 tahun), dan tahap kemandirian ekonomi yang terjadi secara terus-menerus.

Walt Whitman Rostow kemudian mengembangkan ide tentang perspektif identifikasi dimensi ekonomi tersebut menjadi lima tahap kategori dalam bukunya The Stages of Economic Growth: A NonCommunist Manifesto yang diterbitkan pada tahun 1960. Ia meluncurkan teorinya sebagai ‘sebuah manifesto anti-komunis’ sebagaimana tertulis dalam bentuk subjudul. Rostow menjadikan teorinya sebagai alternatif bagi teori Karl Marx mengenai sejarah modern. Fokusnya pada peningkatan pendapatan per kapita, Buku itu kemudian mengalami pengembangan dan variasi pada tahun 1978 dan 1980.

co. industri. Para pakar ekonomi menganggap bahwa teori tahaptahap pertumbuhan ekonomi ini merupakan contoh terbaik dari apa yang diistilahkan sebagai ‘teori modernisasi’. dan c) sangat berbasis perkotaan. dalam arti proses. dalam arti tujuan. Frasafrasa ini terkenal dengan terminologi ‘less developed’.amazon. untuk menyebut kondisi suatu negara yang masih mengandalkan sektor tradisional. b) sebagian besar non-pertanian. Teori ini secara mendasar bersifat unilinear dan universal. Pembangunan. dianggap sebagai kondisi suatu negara yang ditandai dengan adanya: a) kemampuan konsumsi yang besar pada sebagian besar masyarakat. teori ini mengkonsepsikan pembangunan sebagai modernisasi yang dicapai dengan mengikuti model kesuksesan Barat. Tahap-Tahap Linear Pertumbuhan Ekonomi Rostow Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi yang linear (mono-economic approach) inilah yang menjadi syarat pembangunan untuk mencapai ‘status lebih maju’. dan jasa. Rostow membagi proses pembangunan ke dalam lima tahapan yaitu: . Sebagai bagian teori modernisasi. serta dianggap bersifat permanen. Rostow menggunakan analogi dari sebuah pesawat terbang yang bergerak sepanjang lintasan terbang hingga pesawat itu dapat lepas landas dan kemudian melayang di angkasa. penekanannya terdapat pada keseluruhan proses di mana masyarakat berkembang dari suatu tahap ke tahap yang lain. Untuk menekankan sifat alami ‘pembangunan’ sebagai sebuah proses. Tahap-tahap yang berbeda ini ditujukan untuk mengidentifikasi variabel-variabel kritis atau strategis yang dianggap mengangkat kondisi-kondisi yang cukup dan perlu untuk perubahan dan transisi menuju tahapan baru yang berkualitas. http://www. diartikan sebagai modernisasi yakni pergerakan dari masyarakat pertanian berbudaya tradisional ke arah ekonomi yang berfokus pada rasional.Rostow pulalah yang membuat distingsi antara sektor tradisional dan sektor kapitalis modern.uk Pembangunan. dan terminologi ’more developed’ untuk menyebut kondisi suatu negara yang sudah mencapai tahap industrialisasi dengan mengandalkan sektor kapitalis modern. Dalam hal prekondisi untuk meningkatkan ekonomi suatu negara.

Peningkatan penggunaan modal dalam pertanian. Tabungan dan investasi semakin meningkat. Tahap masyarakat tradisional (the traditional society). Ekonomi mata pencaharian. Tabungan dan investasi meningkat. Stimulus ekonomi berupa revolusi politik. Inovasi teknologi. Perubahan seringkali dipicu oleh gangguan dari luar. yang ditandai dengan: Pendirian industri-industri pertambangan. dengan karakteristiknya: Pertanian padat tenaga kerja. Belum mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi (era Newton). Peningkatan pertumbuhan regional. 2. Perlunya pendanaan asing. 3. . Adanya elit-elit baru. Tahap pembentukan prasyarat tinggal landas (the preconditions for takeoff). Tenaga kerja di sektor pertanian menurun. dan Adanya sistem barter. Tahap tinggal landas (the take-off).1. yaitu ditandai dengan: Industrialisasi meningkat. Hasil-hasil tidak disimpan atau diperdagangkan. Terdapat lembaga dan organisasi tingkat nasional.

Investasi dan tabungan meningkat 10 – 20 persen dari pendapatan nasional. 4. dan aspek nilai-nilai mengenai karakteristik tahaptahap pertumbuhan ekonomi di atas.Perubahan ekonomi internasional. politik. Meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa.pinecrest. ciri-cirinya: Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tahap pergerakan menuju kematangan ekonomi (the drive to maturity). Peningkatan atas belanja jasa-jasa kemakmuran Dengan melihat aspek lainnya yaitu sosial. Sektor usaha pengolahan (manufaktur). . Tahap era konsumsi-massal tingkat tinggi (the age of high mass-consumption) dengan: Proporsi ketenagakerjaan yang tinggi di bidang jasa. maka dapat digambarkan sebagai berikut: Diadaptasi dari http://teacherweb. dalam hal mengenai perubahan dari tahap tradisional ke arah industrial sebagai syarat pembangunan dan kemajuan. Diversifikasi industri. Penggunaan teknologi secara meluas. Laju investasi dan tabungan meningkat 5 – 10 persen dari Pendapatan nasional. Pengaturan kelembagaan (misalnya sistem perbankan).edu Menurut Rostow. Pembangunan di sektor-sektor baru.ftl. 5. pembangunan ekonomi atau proses transformasi masyarakat dari tahap tradisional menjadi masyarakat modern merupakan suatu proses yang multi-dimensional.

penghargaan terhadap prestasi perorangan. politik. Perubahan yang dimaksud selain dari perubahan struktural dari tradisionalitas menuju modernitas. Bahwa investasi yang dimaksud Rostow belum tentu akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi. dan sosial yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi ke luar. dan sebagainya) menjadi investasi yang produktif. Kritik terhadap Teori Tahap-Tahap Pertumbuhan Ekonomi Sejumlah kritik terhadap teori Rostow dapat digambarkan sebagai berikut: Teori Rostow dianggap terlalu sederhana. dari melakukan investasi yang tidak produktif (seperti halnya menumpuk emas. sosial. dapat digambarkan sebagai berikut: Perubahan orientasi organisasi ekonomi. Perlunya infrastruktur lainnya seperti sumber daya manusia (pendidikan). ekonomi. Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga. jalur kereta api. Rostow tidak memasukkan unsur-unsur lain sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. dasar pembedaan proses pembangunan ekonomi menjadi lima tahap tersebut adalah karateristik perubahan keadaan ekonomi. Perubahan dalam kegiatan investasi masyarkat.Pembangunan ekonomi bukan berarti perubahan struktur ekonomi suatu negara yang ditunjukkan oleh menurunnya peranan sektor pertanian dan meningkatnya peran sektor industri saja. dan sebagainya) Dengan demikian. jaringanjaringan komunikasi. Perubahan sikap hidup dan adat istiadat yang terjadi kurang merangsang pembangunan ekonomi (misalnya penghargaan terhadap waktu. dan politik. yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi keluarga kecil. . jalan-jalan. Faktor penentunya adalah kondisi alam. membeli rumah. dan budaya. Titik sentral dari argumentasi Rostow adalah bahwa cepat atau lambat. politik. semua masyarakat dunia akan melewati rentetan dari kelima tahap pertumbuhan ekonomi di atas. serta nilai-nilai dalam masyarakat. Rostow menyebut tentang tabungan dan investasi namun tidak mengklarifikasi mengenai perlunya infrastruktur keuangan untuk menyalurkan tabungan yang ada ke dalam investasi.

interpretasi. Rostow berargumentasi bahwa tahapan pertumbuhan ekonomi di Eropa akan juga terjadi di Asia. dan historiografi. tetapi justru punya karakteristik masing-masing. Dengan kata lain. Dalam bukunya tersebut Rostow menyebutkan bahwa pembangunan suatu negara dimanapun akan melalui lima tahapan yaitu: 1) tahap tradisional. Di Indonesia teori tersebut di implementasikan dalam rencana pembangunan lima tahunan dan hasilnya Indonesia mampu . kritik. yaitu heuristik. 3) lepas landas. Afrika.com/2010/10/23/teori-tahap-tahap-pertumbuhan-walt-whitman-rostow/ Perbandingan Teori Rostow dengan Repelita sebagai berikut Penerapan Teori Modernisasi Rostow di Indonesia Dalam Rencana Pembangunan Lima Tahunan (1969-1999)”. 3) Bagaimana dampak sosial-ekonomi Indonesia setelah diterapkannya Teori Rostow pada enam rangkaian Repelita? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yaitu proses menguji dan menganalisis secara kritis data-data dan peninggalan peristiwa masa lampau melalui empat tahap. yaitu 1) Bagaimana latar belakang teori modernisasi Rostow ?. Adapun permasalahan tersebut terbagi kedalam beberapa pertanyaan. Bahwa pernyataan Rostow mengenai ekonomi negara-negara di dunia akan saling mempelajari satu sama lain dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan pada kenyataannya belum pernah terjadi.Teori Rostow tidak menjelaskan bahwa efisiensi dari penggunaan investasi apakah ditujukan untuk aktivitas-aktivitas produksi ataukah untuk penggunaan lainnya. dan Amerika Latin. Kajian tersebut menarik bagi penulis mengingat setelah mengadopsi Teori Rostow dalam rangkaian Repelita. Modernisasi merupakan satu istilah yang menjadi mode setelah Perang Dunia II. pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat rata-rata 7% pertahun bahkan Indonesia diramalkan oleh dunia Internasional akan menjadi negara maju namun dibalik pertumbuhan ekonomi yang mengesankan tersebut kehidupan masyarakat Indonesia tidak mengalami perubahan yang berarti bahkan menimbulkan kesenjangan sosial yang makin melebar. 2) Bagaimana penerapan Teori Rostow dalam pembangunan Indonesia ?. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner dengan menempatkan sejarah sebagai ilmu utama dibantu dengan ilmu sosial lain. 2) pra kondisi lepas landas. Argumentasi Rostow tentang pertanian sebagai ciri keterbelakangan tidak beralasan. salah satu tokohnya adalah Walt Whitman Rostow dimana pada tahun 1960-an ia menulis buku The Stages of Economic Growth. 4) pendewasaan dan 5) konsumsi besar-besaran. A Non-Communist Manifesto. Teknik penelitian dilakukan dengan cara studi kepustakaan. bahwa setiap pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia tidak selalu sama. http://protuslanx.wordpress. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh Teori Rostow dalam pembangunan Indonesia serta dampaknya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Indonesia. Bahwa sejarah pada kenyataannya tidak akan berulang dengan cara yang sama.

Kenyataan tersebutlah yang bisa menerangkan kenapa setelah 30 tahun pembangunan Indonesia melalui enam rangkaian Repelita telah membukakan mata semua pihak bahwa kemiskinan di Indonesia diakibatkan oleh ketimpangan sosial dan ketidakmerataan pembangunan. Namun pada tanggal 21 Mei 1998. menyerap tenaga kerja. PELITA I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) memprioritaskan sektor pertanian dan industri.keluar dari Inflasi serta pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yaitu rata-rata 7% pertahun. Indonesia belum sempat tinggal landas malah kemudian meninggalkan landasannya hingga lupa pijakan ekonominya rapuh dan mudah hancur. menjadi pelaksana teori pertumbuhan Rostow dalam melakukan pembangunan ekonominya.1998). sosbud.blogspot. Repelita mengalami kegagalan dalam tahap tinggal landas dikarenakan Indonesia sejak tahun 1967. ada lima tahap pertumbuhan ekonomi yaitu. meningkatkan pembangunan bidang politik. W Rostow . PELITA V (1 April 1989 – 31 Maret 1999) memprioritaskan pembangunan ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian untuk memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian serta industri yang menghasilkan barang ekspor. pertahanan dan keamanan seimbang dengan pembangunan ekonomi. sosial budaya dan pertahanan keamanan. PELITA IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) memperioritaskan pembangunan ekonomi dengan titikberat pada sektor pertanian untuk memantapkan swasembada pangan dengan meningkatkan sektor industri yang menghasilkan mesin – mesin industri berat dan ringan. Pembangunan di Indonesia dilaksanakan secara berkala untuk waktu lima tahunan yang dikenal dengan PELITA (Pembangunan Lima Tahunan). http://jabirical. tahap keempat ‘Menuju Kedewasaan’ (The Drive to Maturity) dan tahap kelima ‘Konsumsi Massa Tinggi’ (The Age of High Mass-Consumption). tahap pertama ‘Masyarakat Tradisional’ (The Traditional Society). dibawah pemerintahan militer (Soeharto. PELITA II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) memprioritaskan pembangunan ekonomi dengan dititikberatkan pada sektor pertanian dan peningkatan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku. akibatnya terjadi kesenjangan sosial yang begitu besar. pembangunan bidang politik. PELITA III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) memprioritaskan pembangunan ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dengan meningkatkan sektor industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi dalam rangka menyeimbangkan struktur ekonomi Indonesia. sehingga hasil pertumbuhan ekonomi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat hanya dinikmati oleh kelompok sosial tertentu yang memiliki arti politis saja. tahap kedua ‘Pra Kondisi untuk Tinggal Landas’ (The Preconditions for Take-off). pegolahan hasil pertanian dan menghasilkan mesin – mesin industri. tahap ketiga ‘Tinggal Landas’ (The Take-off). Dalam teori ini.com/2011/03/tugas-teori-dan-isu-pembangunan. Pertumbuhan yang tinggi tersebut tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat secara keseluruhan Klaim trickle down effects yang diusung Rostow ternyata tidak terbukti. 1965 . Indonesia mengalami Krisis Moneter yang membuat Soeharto lengser (runtuhnya rezim Orde Baru).html Teori 5 Tahapan Pembangunan Menurut W.

Teori ini berawal dari artikel Rostow yang dimuat dalam economics journal maret 1956.W. Pembahasan Menurut Rostow pembangunan ekonomi atau proses tranformasi suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern merupakan proses yang multidimensional. social dan politik yang terjadi. Perubahan pandangan masyarakat menganai jumlah anak dalam keluarga yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi keluarga kecil.A. Pikiran Rostow pada dasarnya dikembangkan dalam konteks perang dingin serta membendung pengaruh sosialisme. Latar Belakang W. penghargaan terhadap prestasi perorangan) Proses pembangunan ekonomi menurut W. Lima tahap tersebut adalah karakteristik perubahan keadaan ekonomi. W. Perubahan orientasi organisasi ekonomi . Masyarakat tradisional Sistem ekonomi yang mendominasi masyarakat tradisional adalah pertanian. 3. Rostow merupakan seorang ekonom Amerika Serikat yang menjadi Bapak Teori Pembangunan dan Pertumbuhan. politik . Dan kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam bukunya. dengan cara-cara bertani yang tradisional. Teorinya mempengaruhi model pembangunan di hampir semua Dunia Ketiga. Teori rostow ini dikelompokkan kedalam model jenjang linier (linier stages moder).W Rostow bisa dibedakan dalam 5 tahap. dan social yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar. Perubahan sikap hidup dan adat istiadat yang terjadi . Perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat. Produktivitas kerja manusia lebih rendah bila dibandingkan dengan tahapan . Pembangunan ekonomi bukan berarti hanya perubahan struktur ekonomi suatu Negara tetapi juga ditunjukan oleh peranan sector pertanian dan peranan sector industry . dari melakuakn investasi yang tidak produktif (menumpuk emas . pikiran Rostow pertama dituangkan dalam makalah yang secara jelas sebagai manifesto non-komunis. Dalam tulisan yang berjudul The Stages of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto. merangsang pembangunan ekonomi ( misalnya penghargaan terhadap waktu . Rostow membentangkan pandangannya tentang modernisasi yang dianggapnya sebagai cara untuk membendung semangat sosialisme. 4. membeli rumah dan sebagainya) menjadi investasi yang produktif. Itulah makanya. W Rostow adalah seorang ahli ekonomi . 2. yaitu : a. B. Menurut Rostow proses pembangunan ekonomi bisa dibedakan kedalam lima tahap. menurut rostow pembangunan ekonomi berarti pula sebagai suatu proses yang menyebabkan antara lain : 1.

yaitu kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan nenek moyang mereka. yang mencakup juga pada perkembangan pertanian. Kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan tuan tanah. dalam hal ini yaitu antara orangtua dan anaknya. Contoh : Suku Baduy di Jawa Barat. tingkat investasi menjadi lebih tinggi dan hal itu memulai sebuah pembangunan yang dinamis. Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut. Orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak. Banten. tidak ada di investasi. masih mempercayai kepercayaan-kepercayaan tentang kekuatan diluar kekuasaan menusia atau hal gaib . Menurut kepercayaan mereka. cara produksi masih primitif. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Pada masyarakat tradisional ilmu pengetahuan belum begitu banyak dikuasai . yaitu tekanan kerja pada sektor-sektor primer berlebihan. . Masyarakat ini dicirikan oleh struktur hirarkis sehingga mobilitas sosial dan vertikal rendah. walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. orang Kanekes mengaku keturunan dari Batara Cikal. Struktur sosial bersifat hierarkis. memilki pekerjaan yang sama dan keduduakn yang sederajat . 2.pertumbuhan berikutnya. b. salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. karena masyarakat pada saat itu. berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindahpindah (nomaden). Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia. Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Sunda dialek Sunda–Banten. Orang Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis. dan tingkat produktifitas masyarakat rendah. Konsekuensi perubahan ini. Pra-kondisi tinggal landas Selama tahapan ini. termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia. Sebuah prasyarat untuk pra-kondisi tinggal landas adalah revolusi industri yang berlangsung dalam satu abad terakhir. Menurut kepercayaan yang mereka anut. 3. manusia yang percaya akan hal demikian. Ciri-ciri tahap masyarakat tradisional adalah sebagai berikut: 1. Model perkembangan ini merupakan hasil revolusi industri. Generasi ke generasi tidak ada perkembangan . tunduk kepada alam dan belum bias menguasai alam akibatnya produksi sangat terbatas masyarakat tradisioanal itu cenderung bersifat statis (kemajuan berjalan sangat lamban) produksi dipakai untuk konsumsi sendiri. Adam dan keturunannya. Fungsi Produksi terbatas.

dan Afrika. Namun menurut Rostow pertumbuhan ekonomi hanya akan tercapai jika diikuti oleh perubahanperubahan lain dalam masyarakat. dimana tahap ini dicapai dengan perombakann masyarakat tradisional yang sudah lama ada. system nilai dalam masyarakat dan struktur ekonominya. perubahan teknik produksi. Pembangunan ekonomi hanya . Rostow menekankan pula kenaikan tingkat investasi hanya mungkin terjadi jika terjsdi perubahan dalam struktur ekonomi. Singkatnya. Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self-sustainable growth). maka pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan sudah terjadi. Perubahan-perubahan yang dimaksud Rostow misalnya kemampuan masyarakat untuk menggunakan ilmu pengetahuan modern dan membuat penemuan-penemuan baru yang bisa menurunkan biaya produksi. Perubahan-perubahan itulah yang akan memungkinkan terjadinya kenaikan tabungan dan penggunaan tabungan itu sebaik-baiknya. yang inovativ untuk meningkatkan porduksi dan menaikkan produktivitas. boleh dianggap sudah berada pada tahap prasyarat tinggal landas. Selain hal-hal diatas. Tahap prasyarat tinggal landas ini mempunyai 2 corak. Seperti telah diungkapkan dimuka. Hal ini disebabkan oleh sifat dari masyarakat Negaranegara tersebut terdiri dari imigran yang telah mempunyai sifit-sifat yang dibutuhkan oleh suatu masyarakat untuk tahap prasyarat tinggal landas. Timur tengah. Rostow sangat menekankan perlunya perubahan-perubahan yang multidimensional. tetapi juga kepada perubahan radikal dalamsikap masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. dimana pertumbuhan ekonomi sudah sering terjadi. pada tahap ini dan sesudhnya pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara otomatis. struktur social. pengambilan resiko dan sebagainya. pertambangan dan prasarana harus terjadi semata-mata dengan proses peningkatan investasi. Kemajuan disektor pertanian.Pembangunan ekonomi menurut Rostow sadalah suatu proses yang menyebabkan perubahan karekteristik penting suatu masyarakat. Suatu masyarakat yang sudah mencapai proses pertumbuhan yang demikian sifatnya. Disamping itu harus ada pula orang-orang yang menggunakan penemuan baru tersebut untuk memodernisir cara produksi dan harus didukung pula dengan adanya sekelompok masuyarakat yang menciptakan tabungan dan meminjamkannya kepada wiraswasta. Kanada. misalnya perubahan keadaan sistem politik. Pertama adalah tahap prasyarat lepas landas yang dialami oleh Negara Eropa. Corak yang kedua adalah tahap prasyarat tinggal landas yang dicapai oleh Negara-negara Born free (menurut Rostow) seperti Amerika Serikat. Asia. karena ia tak yakin akan kebenaran pandangan yang menyatakan bahwa pembangunan akan dapat dengan mudah dicipkatan hanya jika jumlah tabungan ditingkatkan. Menurut Rostow. Jika perubahan seperti itu terjadi. Menurut pendapat tersebut tingkat tabungan yang tinggi akan mengakibatkan tingkat investasi tinggi pula sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dicerminkan oleh kenaikan pendapatan nasional. Australia. dimana Negara-negara tersebut mencapai tahap tinggal landas tanpa harus merombak system masyarakat yang tradisional. kenaikan investasi yang akan menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih cepat dari sebelumnya bukan semata-mata tergantung pada kenaikkan tingkat tabungan.

atau bukan karena factor internal dari masyarakat itu sendiri. pertama. Seperti. kemajuan pertanian menjamin penyediaan bahan makanan bagi penduduk di pedesaan maupun diperkotaan. industri tekstil di Inggris.kemudian tabungan itu dipakai untuk melakukan investasi pada sector-sektor produktif yang menguntungkan. beberapa industri dapat mendukung pembangunan. kemajuan sector pertanian mempunyai peranan penting dalam masa peralihan sebelum mencapai tahap tinggal landas. Dikarenakan adanya goncangan campur tangan dari luar maka timbullah berkembang ide pembaharuan. Hal ini menjamin penduduk agar tidak kelaparan dan menghemat devisa kerena import bahan makanan dapat dihindari. Singkatnya. Karakteristik utama dari pertumbuhan ekonomi ini adalah pertumbuhan dari dalam yang berkelanjutan yang tidak membutuhkan dorongan dari luar. di Inggris telah berlangsung sejak pertengahan abad ke-17 atau di Jerman pada akhir abad ke17. Contoh : Seperti yang terjadi di jepang . Menurut Rostow. Secara umum “tinggal landas” terjadi dalam dua atau tiga dekade terakhir. .investasi yang dilakukan baik perorangan maupun oleh Negara . Misalnya. Masyarakat didalmnya tidak mampu untuk mengubah dirinya sendiri. c.dengan di bukanya masyarakat ini pada saat itu terjadi nya peningkatan tabungan masyarakat . usaha dalam meningkatkan produksi mulai bergerak pada saat itu. Peranan sector pertanian tersebut antara lain. dari masyarakat yang lebih sudah maju.dimungkinkan oleh adanya kenaikan produktivitas di sector pertanian dan perkembangan di sector pertambangan. maka terbentuklah Negara tradisional yang sentralistis . Tinggal landas (Lepas Landas) Tahapan ini dicirikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Kenaikan pendapatan petani akan memperluas pasar industri barng-barang konsumsi. kenaikan produktivitas di sector pertanian akan memperluas pasar dari berbagai kegiatan industri. kenaikan produktivitas pertanian akan memperluas pasar industri-industri penghasil input pertanian modern seperti mesin-mesin pertanian dan pupuk kimia.misalnya pendidikan . kenaikan pendapatan disektor pertanian akan menciptakan tabungan yang bias digunakan sector lain (terutama industri) sehingga bias meningkatkan investasi di sector-sektor lain tersebut. Biasanya kondisi pada saat ini terjadi karena adanya campur tangan dari luar. Kedua.

terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi. Untuk mengetahui apakah sesuatu negara sudah mencapai tahap tinggal landas atau belum. proses sterilisasi. kalor dan kolesterolnya rendah. Rostow mengemukakan tiga ciri dari masa tinggal landas yaitu: 1.pembukaan polibek. pertumbuhan ekonomi selalu terjadi. bahkan hampir dua kali lipat jumlah garam mineral dalam sayuran. Budidaya jamur tiram putih yaitu. agar produksi jamur lebih diminati dan lebih memiliki pasar yang luas. Industry-industripun mulai berkembang dengan sangat pesat keuntungan nya sebagian besar ditanamkan ke industry yang baru. Pada tahap tinggal landas. sejumlah enzim tripsin yang berperan sangat penting pada proses pencernaan. Berlakunya kenaikan dalam penanaman modal yang produktif dari 5 persen atau kurang menjadi 10 persen dari Produk Nasional Netto atau NNP. Pada awal tahap ini terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat seperti seperti revolusi politik. Dan sector modern dalam perekonomian pun berkembang. kol. kalium dan kapur. Pertanian menjadi usaha kormesial untuk mencari keuntungan bukan sekedar konsumsi sendiri. proses pembungkusan. serta tabungan dan investasi yang efektif meningkat dari 5% menjadi 10 % dari pendapatan nasional atau lebih. Contohnya : Teknik-teknik pertanian yang mulai tumbuh dan berkembang. pemeliharaan dan inkubasi. 2. kaya vitamin B dan D. Investasi yang semakin tinggi ini akan mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional dan melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Teknik penanaman jamur yang telah dikembangkan oleh ahli-ahli dalam bidang pertanian. dan kelembagaan yang bisa menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas ekonomi yang bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus terjadi. Dari analisa menunjukkan bahwa kandungan mineral jamur lebih tinggi daripada gading sapi dan domba. Budidaya jamur yang dapat dimakan (edible mushroom) merupakan salah satu cara mengatasi kekurangan pangan dan gizi serta menganekaragamkan pola komsumsi pangan rakyat. . Berlakunya perkembangan satu atau beberapa sektor industri dengan tingkat laju perkembangan yang tinggi. pemanenan jamur. sebab proses modernisasi membutuhkan hasil pertanian yang banyak supaya proses perubahan dapat dijangkau. proses pengomposan. Adanya atau segera terciptanya suatu rangka dasar politik. kentang dan empat kali lipat daripada tomat dan wortel serta enam kali lipat dari jeruk. sosial. Jumlah proteinnya dua kali lipat protein asparagus. Karena peningkatan dalam produkfitas pertanian merupakan sesuatu yang penting dalam proses lepas landas. 3. Selain itu jamur juga mengandung zat besi. teknik penanama bibit (inokulasi). Sebagai akibat dari perubahan-perubahan tersebut secara teratur akan tercipta inovasi-inovasi dan peningkatan investasi. Denga demikian tingjat pendapatan perkapita semakin besar. atau berupa terbukanya pasar baru.Pada tahap ini telah tersingkirnya hambatan-hambatan yang menghalangi pertumbuhan ekonomi. tembaga.

Ini merupakan konsekuensi dari kemakmuran ekonomi dan sosial. Contoh : Industry berkembang dengan pesat. tetapi juga dalam aneka barang yang diproduksi. tahapan ini berlangsung sejak tahun 1900. Menuju Kedewasaan Setelah lepas landas akan terjadi proses kemajuan yang terus bergerak ke depan.d. misalnya industri kimia atau industri listrik. Pada tahap ini perhatian masyarakat sudah lebih menekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat bukan lagi kepada masalah produksi. tetapi juga barang modal. Barangbarang yang tadinya di impor sekarang di produksikan didalam negari. Negara menetapkan posisinya dalam perekonomian global. Misalnya saja ekspor dan impor batik di Indonesia. sebagian besar masyarakat hidup makmur. e. jadi ekspor batik Indonesia lebih berkualitas dari impor batik yang ada di Indonesia. Orang-orang yang hidup di masyarakat itu mendapat kemakmuran dan keseberagaman sekaligus. Kedewasaan dimulai ketika perkembangan industry terjadi tidak saja meliputi teknik-tiknik produksi. Pada tahap ini. jadi untuk mengimbangi barang impor maka barang-barang ekspor harus berkualitas. Pada umumnya. tahapan ini dimulai sekitar 60 tahun setelah tinggal landas. untuk mengatasi persoalan pertambahan penduduk. impor baru menjadi kebutuhan. saat ini masyarakat yang sedang berada dalam tahapan ini adalah masyarakat Barat atau Utara. meskipun kadangkadang terjadi pasang surut. kebanyakan dari Negara Malaysia dan Negara Srilanka. Menurut Rostow. Kedewasaan pembangunan ditandai oleh investasi yang terus-menerus antara 40 hingga 60 persen. . Dalam tahap ini mulai bermunculan industri dengan teknologi baru. batik di indonsia mempunyai potensi dan kualitas yang bagus jika dibandingkan dengan impor batik yang ada di Indonesia. Era konsumsi tinggi Ini merupakan tahapan terakhir dari lima tahap model pembangunan Rostow. Yang diproduksikan bukan saja terbatas pada barang konsumsi. Pendapatan asional selalu di investasikan kembali sebesar 10% sampai 20%. Di Eropa.

yaitu : 1. Maka soeharto mengaplikasikan agar pembangunan merata dengan menerapkan 5 tahap pembangunan Teori W. Adanya masyarakat modern yang ingin mencapai kekuasaan melalui cara-cra konvensional. Karena itu. Pada masa ini rostow juga berbicara tentang keperluan akan adanya sekelompok wiraswastawan yakni orang-orang yang berani melakukan tindakan pembaharuan meskipun ada resiko.9 triliun. 2. pemerintah akan mengarahkan kebijakan penghematan subsidi BBM bagi pengendara sepeda motor. investasi untuk menigkatkan produksi tidak lagi menjadi tujuan yang utama.W Rostow. yang terkenal dengan pembangunan 5 tahun . 2. memiliki semangat tinggi karena tatanan social politik tidak mengekang dirinya.W Rostow : Di Indonesia teori Rostow pada masa Soeharto dilaksanakan sebagai landasan pembangunan jangka panjang Indonesia yang ditetapkan secara berkala untuk waktu 5 tahunan . Menciptakan negara kesejahteraan dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang lebih merata melalui sistem pajak yang progresif 3. Tetapi masyarakat tradisional tidak memberikan hak kepada masyarakat modern karena masyarakat tradisional itu premitif. Meningkatkan konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok yang meliputi pula barang yang tahan lama dan barang mewah. .dengan demikian implementasi teori Rostow berdasarkan 5 tahap teori Rostow yaitu . masyarakat tradisional -> Prakondisi tinggal landas -> masyarakat tinggal landas -> menuju kedewasaan -> High konsumsi. Kelompok ini lah yang akan menjadi tenaga pendorong untuk melakukan pembaharuan. Penerapan Keseluruhan Teori W. Contoh : Pengguna sepeda motor yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan mobil. Pembangunan sudah merupakan sebuah proses yang berkesinambugan yang bias menopang kemajuan secara terus-menerus. Terdapat dua kondisi social yang menyebabkan lahirnya para wiraswastawan ini. setiap kenaikan satu juta kiloliter berarti menambah subsidi Rp1. Selain itu juga. Masyarakat tradisional cukup fleksibel atau memberikan kebebasan kepada warganya untuk mencari kekayaan atau kekuasaan politik untuk menaikkan statusnya ditengah-tengah masyarakat. Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri dan kecenderungan ini bisa berakhir pada penjajahan terhadap bangsa lain. melupakan kelompok yang.Terdapat 3 macam tujuan masyarakat atau negara yaitu: 1.

Petunjuk jelas yang disampaikan oleh Rostow tentang cara praktis dalam memperoleh sumberdaya modal untuk mencapai tingkat investasi produktif yang tinggi. Sering terjadi pertumbuhan ekonomi yang semu tidak seperti yang diharapkan oleh teori ekonomi ini. tanpa mempertimbangkan kelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan di masa yang akan dating. 3) masyarakat tinggal landas. pembukaan tambang. Cara tersebut disajikan dalam berbagai alternatif yaitu: a) Dana investasi dari pajak yang tinggi b) Dana invesatasi dari pasar uang atau pasar modal c) Melalui perdagangan internasional d) Investasi langsung modal asing Kelemahan teori Rostow Adapun kelemahan teori rostow adalah sebagai berikut: 1. Tahapan tersebut memberikan tawaran secara terperinci pada pengambil kebijakan di sebuah Negara tentang tahapah dan prasyarat dari pencapaian tahapan yang harus dilalui untuk menjadikan sebuah Negara menjadi lebih maju. Negara yang menerapkan teori ini seringkali memperoleh sumberdaya modal dari investasi langsung modal asing yang ditanamkan pada bidang pembangunan prasarana. dan struktur produktif yang lain. 2. 2. dsb. Kejelasan teori yang disampaikan oleh Rostow itulah yang melatarbelakangi banyak Negara berkembang menerapkan teori ini dalam pembangunan mereka. seringkali Negara harus melakukan mobilisasi seluruh kemampuan modal dan sumber daya alamnya sehingga mencapai tingkat investasi produktif sebesar 10% dari pendapatan nasionalnya. maupun dari lembaga-lembaga internasional seperti bank dunia. kerawanan sosial. 3. 2) masyarakat pra kondisi tinggal landas. Pinjaman juga sering diberikan pada pemerintah Negara berkembang untuk mendanai proyek-proyek pembangunan. Memberikan kejelasan tahapan-tahapan pencapaian kemajuan yang meliputi : 1) masyarakat tradisional. kreditor. Efek dari teori itu adalah terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap sumber alam dan bahan-bahan mentah. Kerusakan alam justru berakibat pada penurunan ekonomi masyarakat tradisional.Keunggulan Teori Rostow 1. Investasi ini biasanya dalam bentuk pinjaman. 4) masyarakat kematangan pertumbuhan dan 5) masyarakat dengan konsumsi biaya tinggi. Akibat lanjutannya adalah sebuah Negara menjadi sulit untuk berkembang dan melalui tahap tinggal landas. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi tertutupi oleh pertumbuhan penduduk akibat penurunan angka kematian. Dari pola itu terlihat terdapat ketidak seimbangan posisi . merebaknya penyakit. baik dari Negara. Dengan dasar teori ini. IMF atau dari MNC (Multi Natioanl Corporation). penurunan kesehatan.

Jakarta : Gramedia pustaka Utama. Mansour. Menurut W. e. sedangkan Negara asing atau lembaga asing adalah kreditor. pemerintah Negara berkembang tersebut tidak lebih hanyalah tangan kanan dari Negara asing atau lembaga asing yang ingin mensukseskan agenda-agenda politik maupun ekonominya di Negara yang sedang berkembang. Rostow. c.cc/tema/5-tahap-teori-pembangunan-rostow. b. Dalam teori yang disampaikan oleh Rostow. 2000. Negara berkembang juga seringkali terjerat utang dan sulit untuk menyelesaikan persoalan utang sehingga menjadikan mereka sulit menuju kemajuan yang diharapkan. Arif. 2001.karena Negara berkembang tersebut berposisi sebagai debitor. d. Negara berkembang selanjutnya sering ditekan sehingga yang tampak. kafeilmu. seperti misalnya efek kesenjangan sosial. berhasil memproduksi kebutuhannya sendiri memasuki tahapan lepas landas memiliki tingkat konsumsi tinggi memasuki tahap kedewasaan ekonomi melakukan perdagangan lintas Negara Daftar Pustaka : Budiman. Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi. Fakih. justru tidak memberikan penekanan pada bagaimana mengatasi problematika yang kritis dalam tahap tinggal landas. distabilitas sosial dan distabilitas politik yang seringkali justru berakibat pada kehancuran yang mendalam seperti yang misalnya terjadi di Indonesia. Teori Pembangunan Dunia Ketiga.html. Yogyakarta: Insist Press Http:// teori-pembangunan-ww-rostow. Rostow tidak memberikan pembahasan yang mendalam bagaimana cara mengatasi efek negatif dari sebuah pertumbuhan ekonomi yang dipercepat.W. 4. Tahap tinggal landas merupakan tahap yang sangat kritis. proses pembangunan dikatakan berhasil apabila masyarakat telah a.co.html .

com/.../teori-tahap-tahap-pertumbuhan-walt-whitman-rostow/ http:// menurut+teori+rostow&aq=f&aqi=&aql=&oq=&fp=6709ba7af3321efd .http:/wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful