Anda di halaman 1dari 5

Kegiatan Belajar 4 SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN 4.4.1 Uraian dan Contoh 4.4.1.

1 Pengertian Apabila harga ekuilibrium itu kita bandingkan dengan semua kemungkinan harga pada kuurve permintaan dan semua kemungkinan harga pada kurve penawaran terdapat suatu hubungan yang menarik. Untuk menjelaskannya kita kutip posisi harga ekuilibrium (Gambar 21)

Gambar 21 Pembentukan harga dan kuantitas ekuilibrium Seorang konsumen yang hanya berani membeli harang bila harganya lebih rendah dari E, misalkan dicerminkan oleh titik R pdda kurve D, dia tidak dapat ikut serta dalam transaksi jual-beli di pasar yang harganya ternyata lebih tinggi. Akan tetapi bila seorang konsumen lain karena seleranya, atau pendapatannya atau sebab lain bersedianya membeli dengan harga lebih tinggi (meskipun sebagai akibatnya kuantitas yang dibelinya menjadi lebih sedikit) misalnya dicerminkan oleh titik T, kenyataan bahwa harga yang terjadi di pasar adalah di bawah T (yaitu E) merupakan "keuntungan" baginya. Sebaliknya bagi produsen. Bagi sementara produsen yang hanya bersedia menjual barangnya bila harga lebih tinggi dari harga ekuilibrium (keseimbangan) misalnya titik U, maka kenyataan bahwa harga yang terjadi adalah lebih rendah yaitu titik E maka produsen ini tidak akan ikut serta dalam transaksi jual beli di pasar. Hal ini dapat disebabkan karena cara kerja yang tidak efisien sehingga harga pokok barang yang ditawarkan sangat tinggi. Bagi golongan produsen yang karena keunggulan dalam pengelolaannya sehingga mampu dan bersedia menjual barangnya dengan harga di bawah E misalnya titik W, kenyataan bahwa harganya adalah lebih tinggi (yaitu E) memberikan keuntungan

baginya. Dari dua macam "keuntungan" (dengan tanda petik) itulah konsep surplus konsumen dan surplus produsen yang akan kita bahas lebih lanjut berikut ini. 4.4.1.2 Surplus Konsumen dan Surplus Produsen Seperti diketahui, kurve permintaan merupakan kunpulan titik-titik optimal yang mampu dicapai oleh seorang konsumen, yang tak terlepas kaitannya dengan faktor anggaran belanja (pendapatan) konsumen dan tingkat harganya. Bila harga yang harus dibayar konsumen lebih rendah daripada harga optimalnya, bagi konsumen ini merupakan "keuntungan". Keuntungan ini biasanya disebut sebagai surplus konsumen. Besarnya surplus konsumen dapat digambarkan seperti berikut (Gambar 22)

Harga yang terjadi di pasar adalah H. Harga ini ditentukan oleh saling bekerjanya permintaan dan penawaran di pasar yang digambarkan sebagai. PS dan AD, yang berpotongan di titik E. Harga H inilah yang harus dibayar oleh semua konsumen. Sudah kita maklumi bersama bahwa pendapatan atau anggaran belanja konsumen berbeda-beda besarnya. Ada yang kaya, tapi tak sedikit pula yang tidak begitu kaya - bahkan miskin. Yang kaya mampu manbeli pada harga yang lebih tinggi daripada harga yang berlaku (H). Harga yang lebih tinggi itupun sebenarnya sudah merupakan harga yang terbaik baginya. Jadi selisih antara harga optimal dan harga yang harus dibayar merupakan surplus baginya. Besarnya surplus ini dihitung dariperbedaan harga ini dikalikan dengan kuantitas barang yang dibelinya. Apabila dijumlahkan untuk semua konsumen (secara agregat) akan diperoleh keseluruhan surplus konsumen yang besarnya atau luasnya dilukiskan oleh daerah segitiga AEH. Tapi, apabila harga yang berlaku di pasar (=H) adalah lebih tinggi dari harga kesediaan minimal yang diminta oleh produsen maka yang akan memperoleh surplus adalah produsen. Disebut surplus karena pada tingkat yang lebih rendah pun sudah mencerminkan kedudukan terbaik (optimal) baginya. Besarnya surplus untuk produsen sama dengan besarnya perbedaan harga tersebut dikalikan dengan kuantitas yang berhasil dijualnya pada harga H. Bila semua surplus produsen dijumlahkan, besarnya secara grafis ditunjukkan oleh daerah segi tiga PEH pada gambar di atas besarnya surplus konsumen atau surplus produsen ini penting untuk

mengetahui pengaruh kesejahteraan rakyat.

dari

berbagai

kebijaksanaan

pemerintah

terhadap

Contoh Sebagai contoh permasalahan surplus konsumen dan surplus produsen adalah kasus pengaruh kenaikan pajak pendapatan. Penambahan pajak pendapatan akan mengakibatkan penurunan anggaran belanja konsumen. Untuk memudahkan permasalahan, dianggap pengaruhnya seragam bagi semua konsumen, baik yang kaya maupun yang miskin: Bila demikian halnya, maka pengaruh tersebut dapat digambarkan sebagai penggeseran ke kiri secara horisontal dari garis permintaan semula. Titik ekuilibrium pasar yang baru adalah El. Pengaruh kenaikan pajak pendapatan dalam contoh ini ternyata telah menurunkan surplus konsumen maupun surplus produsen. Kesimpulan ini dapat diambil berdasarkan perbandingan yang kita peroleh dari gambar di bawah ini, antara daerah surplus konsumen dan produsen semula dan yang baru. Daerah surplus konsumen semula digambarkan oleh segitiga AEH, dan yang baru adalah segitiga A, E, H, yang lebih sem pit. Demikian pula surplus produsen yang semula adalah daerah segitiga PEH, kemudian menciut menj adi segitiga PE, H, (Perhatikan Gambar 23)

Tentu saja masih terdapat kemungkinan-kemungkinan lain sebagai pengaruh adanya tambahan penerimaan pajak bagi pemerintah. Misalnya jika penambahan penerimaan pajak oleh pemerintah digunakan untuk menaikkan efisiensi industri kecil, maka kurve penawaran S dapat bergeser kekanan bawah. 4.4.2 Latihan 4 Setelah Anda membaca Kegiatan Belajar ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan apa itu surplus konstanen dan surplus produsen. Petunjuk

Surplus konsumen adalah keuntungan yang diperoleh sekelompok konsumen, karena mereka membayar lebih rendah dari harga optimalnya. Surplus produsen adalah keuntungan yang diperoleh sekelompok produsen, karena harga yang berlaku di pasar adalah lebih tinggi dari harga minimal yang diminta oleh kelompok produsen tersebut. Perhatikan luasnya surplus kedua kelompok tersebut pada Gambar 22. 4.4.3 Rangkuman 1) Kurve permintaan mencerminkan kedudukan konsumen yang optimal. Titiktitik pada kurve tersebut menggambarkan tingkat harga maksimal yang konsumen bersedia untuk membelinya. Diatas harga itu konsumen tidak bersedia membelinya. Apabila harga pasar yang terjadi justru lebih rendah daripada kesediaan konsumen mereka akan memperoleh surplus konsumen. Kurve penawaran mencerminkan kedudukan produsen yang optimal dalam arti, bahwa minimal harga jual barangnya sama dengan titik-titik pada kurve tersebut. bawah harga tersebut produsen tidak bersedia menjual barangnya. Apabila harga pasar yang terjadi justru terletak lebih tinggi daripada harga kesediaan produsen, maka produsen akan memperoleh surplus produsen.

2) 3)

4)

4.4.4 Tes Formatif 4 Lingkarilah huruf B jika benar dan S jika salah pada pernyataan-pernyataan berikut ini. 1) B - S Harga keseimbangan (ekuilibrium) selalu menguntungkan konsumen. 2) 3) 4) B-S B-S B-S Harga keseimbangan (ekuilibrium) selalu menguntungkan produsen. Konsumen ingin membeli karena menginginkan surplus konsumen. Produsen berusaha menjual di pasar karena menginginkan surplus produsen