P. 1
Laporan Kasus Retensio Plasenta

Laporan Kasus Retensio Plasenta

|Views: 863|Likes:
Dipublikasikan oleh Mee Caaiaang Oem

More info:

Published by: Mee Caaiaang Oem on May 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

LAPORAN KASUS RETENSIO PLASENTA

DIANA SEPTIANI NUR I11106043

 IDENTITAS PASIEN  Nama  Umur  Agama  Pekerjaan  Pendidikan  Status  Alamat Ketapang : Ny. D : 42 tahun : Katolik : Petani : SD : Menikah : Sei. Tontang Kec. Simpang 2 Kab.

 Tgl MRS
 No. MR

: 16-01-2012, pukul : 16.19 WIB
: 749220

 ANAMNESIS  Keluhan Utama : Plasenta belum lahir

 Riwayat Penyakit Sekarang :  Plasenta tidak lahir sejak 12 jam lalu. Pasien melahirkan pukul 04.00 WIB (16-1-2012) di rumah dan ditolong oleh dukun. Anak perempuan, hidup, BB = 3200 gr.  Riwayat Penyakit Dahulu :  Tidak ditemukan riwayat penyakit dahulu yang berhubungan.  Riwayat Perkawinan :  Menikah 2 kali : 1991-2000 dan 2003-sekarang

Tempat Bersalin

Tahun

Hasil Kehamilan

Jenis Persalinan

Jenis Kelamin

Berat Lahir

Keadaan Anak

Rumah (Dukun)

1992

Aterm

Spontan

Perempuan

2200 gr

Hidup

Rumah (Dukun)

1994

Aterm

Spontan

Perempuan

-

Hidup

Rumah (Dukun)

1995

Aterm

Spontan

Perempuan

-

Hidup

Rumah (Dukun)

2000

Aterm

Spontan

Laki-laki

-

Hidup

Rumah (Dukun)

2005

Aterm

Spontan

Laki-laki

-

Hidup

Rumah (Dukun)

2012

Aterm

Spontan

Perempuan

3200 gr

Hidup

 Riwayat Kehamilan Sekarang :  Total periksa hamil 1x ke bidan. Selama kehamilan tidak ditemukan kelainan dalam kandungan pasien.

 PEMERIKSAAN FISIK  Berat badan  Tinggi badan  Keadan umum  Kesadaran  Status Gizi  Tanda vital :  Tekanan darah  Nadi  Pernapasan  Suhu : 100/70 mmHg : 92 x/m : 18 x/m : 36,5 0C : 45 kg : 154 cm : anemia : kompos mentis : Kurang

 STATUS GENERALIS

 Mata : konjungtiva anemis (+/+), sklera tidak ikterik, pupil isokor (3mm/3mm), refleks cahaya +/+
 THT  Leher  Jantung  Paru : : : : tidak ditemukan kelainan tidak ditemukan kelainan tidak ditemukan kelainan tidak ditemukan kelainan

 STATUS OBSTETRIK
 Pemeriksaan luar : 16-01-2012 (17.30)  Tinggi fundus uteri: 1 jari di atas pusat (13 cm)

 PEMERIKSAAN PENUNJANG    Hb Leukosit Trombosit : 5,8 gr/dl : 13.000/m3 : 226.000/m3

 DIAGNOSIS  Retensio Plasenta pada P6A0

 TERAPI  Observasi Keadaan Umum dan Tanda-tanda vital  Transfusi Darah s/d Hb 10 gr/dl  Manual plasenta  Cefotaxime 2x 1gr

 VII FOLLOW UP :  16 Januari 2012  S  O   : lemah, pusing, perdarahan aktif : keadaan umum tekanan darah nadi : tampak lemah : 90/70 mmHg : 80 x/menit


 

pernapasan
suhu TFU

: 16 x/menit, teratur
: 36,50C : 1 jari di atas pusat

 A
 P

: Retensio Plasenta pada P6A0
: Observasi tanda vital Transfusi Darah jika Hb < 8,0 g/dl

 26 Januari 2012  S  O   : Demam (+),pusing (+), lemah (+) : tekanan darah nadi pernapasan : 120/70 mmHg : 92 x/menit : 22 x/menit


 

suhu
Hb Leukosit

: 37,80C
: 9,9 g/dl : 16.100/m3

 A
 P

: Post Kuretase a/i Retensio Plasenta
:…

Observasi KU dan TTV
Observasi perdarahan

 28 Januari 2012  S  O      : lemah (-), pusing (-), demam (-), perdarahan (+) sedikit : keadaan umum tekanan darah nadi pernapasan suhu : baik : 110/70 mmHg : 82 x/menit, teratur : 20 x/menit, teratur : 36,50C

 A
 P

: Post Kuretase H-2 a/i Retensio Plasenta
:Observasi KU dan TTV
Observasi perdarahan

TINJAUAN PUSTAKA

 Retensio plasenta (placental retention) merupakan plasenta yang belum lahir dalam setengah jam setelah janin lahir.  Penyebab plasenta belum lahir karena: a). plasenta belum lepas dari dinding uterus; atau b). plasenta sudah lepas, akan tetapi belum dilahirkan.  Plasenta belum lepas dari dinding uterus karena: a). kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta (plasenta adhesiva); b). plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab vili korialis menembus desidua sampai miometrium- sampai di bawah peritoneum (plasenta akreta-perkreta).

 Jenis-jenis retensio plasenta: a. Plasenta Adhesive : Implantasi yang kuat dari jonjot korion plasenta sehingga menyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis. b. Plasenta Akreta : Implantasi jonjot korion plasenta hingga memasuki sebagian lapisan miometrium. c. Plasenta Inkreta : Implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus. d. Plasenta Prekreta : Implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan serosa dinding uterus hingga ke peritonium. e. Plasenta Inkarserata : Tertahannya plasenta di dalam kavum uteri disebabkan oleh konstriksi ostium uteri.

 Berdasarkan prognosa dan perawatannya, maka retensio plasenta dibagi: 1. Retensio plasenta tanpa perdarahan Terjadi bila belum ada bagian plasenta yang lepas atau seluruh plasenta malah sudah lepas dan plasenta terjepit dalam rahim. 2. Retensio plasenta dengan perdarahan Menunjukkan bahwa sudah ada bagian plasenta yang sudah lepas, sedangkan bagian lain masih melekat, sehingga kontraksi uterus tidak sempurna .

 Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar  Diameter 15 sampai 20 cm dan tebal lebih kurang 2.5 cm.  Beratnya rata-rata 500 gram.  Tali pusat berhubungan dengan plasenta biasanya di tengah (insertio sentralis).  Plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan lebih kurang 16 minggu  Vili koriales yang berasal dari korion, dan sebagian kecil dari bagian ibu yang berasal dari desidua basalis.

 Plasenta berfungsi sebagai :
… … … … memberi makanan pada janin mengeluarkan sisa metabolisme janin memberi zat asam dan mengeluarkan CO2, membentuk hormon penyalur berbagai antibodi ke janin.

GEJALA KLINIS
 Plasenta Akreta Parsial / Separasi a. Konsistensi uterus kenyal b. TFU setinggi pusat c. Bentuk uterus discoid d. Perdarahan sedang – banyak e. Tali pusat terjulur sebagian f. Ostium uteri terbuka g. Separasi plasenta lepas sebagian h. Syok sering

 Plasenta Inkarserata a. Konsistensi uterus keras b. TFU 2 jari bawah pusat c. Bentuk uterus globular d. Perdarahan sedang e. Tali pusat terjulur f. Ostium uteri terbuka g. Separasi plasenta sudah lepas h. Syok jarang

 Plasenta Akreta a. Konsistensi uterus cukup b. TFU setinggi pusat c. Bentuk uterus discoid d. Perdarahan sedikit / tidak ada e. Tali pusat tidak terjulur f. Ostium uteri terbuka g. Separasi plasenta melekat seluruhnya h. Syok jarang sekali, kecuali akibat inversio oleh tarikan kuat pada tali pusat.

 Anamnesis : periode prenatal, perdarahan postpartum sebelumnya, paritas, serta riwayat multipel fetus dan polihidramnion, riwayat pospartum sekarang dimana plasenta tidak lepas secara spontan atau timbul perdarahan aktif setelah bayi dilahirkan.

 b. Pada pemeriksaan pervaginam, plasenta tidak ditemukan di dalam kanalis servikalis tetapi secara parsial atau lengkap menempel di dalam uterus.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
 a. Hitung darah lengkap: hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Hct), trombositopenia, dan leukosit. Pada keadaan yang disertai dengan infeksi, leukosit biasanya meningkat.  b. Menentukan adanya gangguan koagulasi : protrombin time (PT) dan activated Partial Tromboplastin Time (aPTT) atau yang sederhana dengan Clotting Time (CT) atau Bleeding Time (BT). Ini penting untuk menyingkirkan perdarahan yang disebabkan oleh faktor lain.

PENATALAKSANAAN
 Manual plasenta : tindakan operasi kebidanan untuk melahirkan retensio plasenta.  Indikasi manual plasenta : - Perdarahan pada kala tiga persalinan kurang lebih 400 cc

- Retensio plasenta setelah 30 menit anak lahir,
- Setelah persalinan buatan yang sulit seperti forsep tinggi,Versi ekstraksi, perforasi, dan dibutuhkan untuk eksplorasi jalan lahir, tali pusat putus.

 Kuretase; harus dilakukan di rumah sakit dengan hati-hati karena dinding rahim relatif tipis dibandingkan dengan kuretase pada abortus.  Pemberian antibiotika apabila ada tanda-tanda infeksi dan untuk pencegahan infeksi sekunder.

MEREGANG TALI PUSAT DENGAN JARI-JARI MEMBENTUK KERUCUT

UJUNG JARI MENELUSURI TALI PUSAT, TANGAN KIRI DILETAKKAN DI ATAS FUNDUS

MENGELUARKAN PLASENTA

KOMPLIKASI
1. Komplikasi yang berhubungan dengan transfusi darah yang dilakukan. 2. Multiple organ failure yang berhubungan dengan kolaps sirkulasi dan penurunan perfusi organ. 3. Sepsis 4. Kebutuhan terhadap histerektomi dan hilangnya potensi untuk memiliki anak selanjutnya.

 Plasenta harus dikeluarkan karena dapat menimbulkan bahaya: 1. Perdarahan 2. Infeksi 3. Plasenta inkarserata dimana plasenta melekat terus sedangkan kontraksi pada ostium baik hingga yang terjadi. 4. Polip plasenta 5. Terjadi degenerasi (keganasan) koriokarsinoma 6. Syok haemoragik

PROGNOSIS
 Prognosis tergantung dari lamanya, jumlah darah yang hilang, keadaan sebelumnya serta efektifitas terapi. Diagnosa dan penatalaksanaan yang tepat sangat penting.

PEMBAHASAN

 Pasien datang dengan keluhan plasenta belum lahir sejak 12 jam lalu

 Riwayat ditolong melahirkan oleh dukun
 Perdarahan aktif  Plasenta belum lahir dalam setengah jam setelah janin lahir ini disebut retensio plasenta  Penyebab retensio plasenta : - kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta (plasenta adhesiva) - plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab vili korialis menembus desidua sampai miometrium- sampai di bawah peritoneum (plasenta akreta-perkreta).

 Pemeriksaan fisik : keadaan umum lemah dan konjungtiva anemis  Pemeriksaan laboratorium : Hb 5,8 g/dl

 Transfusi darah sampai Hb 10 g/dl
 Penanganan pasien :
… Tranfusi darah → Hb 5,8 g/dl

… Manual plasenta → gagal
… Kuretase … Antibiotik : Cefotaxime 2x1 gr

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->