Anda di halaman 1dari 7

Asia karat Phakopsora pachyrhizi KEDELAI

Pengenalan

Asia karat Phakopsora pachyrhizi yang muncul di Amerika dan dapat menyebabkan kerugian total produksi kedelai. Pada tahun 2002 kami mengamati adanya penyakit ini di Brazil, Argentina, Paraguay, Uruguay dan Bolivia. Dalam beberapa tahun terakhir lebih diamati di Amerika Serikat pada tahun 2004 dan Meksiko tahun 2005. Kita sekarang tahu yang tersebar di wilayah produksi Dataran Huasteca (Tamaulipas selatan, timur San Luis Potosi dan Utara Veracruz).
Kausal agen

Jamur Phakopsora pachyrhizi, yang menyebabkan karat kedelai Asia adalah parasit obligat, karena kebutuhan jaringan hidup untuk bertahan hidup. Struktur Diseminasi disebut uredospores adalah bulat atau oval, cahaya untuk berwarna gelap. Jamur ini memiliki siklus hidup yang pendek, bagaimanapun, berkembang biak dengan cepat karena mereka menyelesaikan siklus dalam jangka waktu menabur. Kondisi cuaca yang mendukung penampilannya: Kondisi yang optimal untuk pertumbuhan mereka adalah suhu rata-rata 18 sampai 25 C dan kelembaban relatif tinggi yaitu 75 sampai 80% selama periode 10 sampai 12 jam, yang mendukung kehadiran embun pada tanaman.
Gejala

Kedelai adalah rentan terhadap serangan penyakit ini pada setiap tahap pembangunan. Gejala biasanya terjadi di seluruh bagian aerial tanaman sesaat sebelum atau selama berbunga dan pengisian gabah, muncul lesi pertama kuning kecil (Gambar 1) secara bertahap meningkat dalam ukuran dan perubahan warna abu-abu, coklat dan / atau merah. Lesi terjadi pada sepertiga bagian bawah, karena kelembaban yang lebih tinggi dan cahaya rendah. Dalam kondisi lingkungan yang optimal, infeksi berlangsung dengan cepat menuju daun menengah dan atas dari tanaman, menyebabkan defoliasi berat (Gambar 2).
Kerusakan

Kerusakan yang disebabkan oleh serangan karat Asia tergantung pada keparahan dan tahap perkembangan tanaman. Defoliasi Awal

mempengaruhi jumlah polong per tanaman dan biji-bijian per polong dan ukuran biji. Rusak sedang penyakit akan mengurangi jumlah biji per polong dan berat biji. Ketika infeksi terjadi dekat masak fisiologis dampak kinerja minimal.
Penyebaran

Jamur bertahan dari satu periode ke periode lain dalam bentuk teliospores, bagaimanapun, ada sedikit kejelasan tentang apakah struktur ini mampu berkecambah dan menghasilkan infeksi baru. Penyakit ini tidak menular dengan biji. Uredospores diproduksi di tanaman sakit yang dibawa oleh arus udara dan menyebar jarak jauh di mana mereka jatuh pada daun host yang mendukung perkembangan mereka dan menimbulkan infeksi baru.
Host

Jamur menyebar lebih mudah dengan bantuan inang alternatif. Ada lebih dari 35 spesies tanaman inang ini, di wilayah tersebut diketahui kacang hitam, kacang Cina (soyita), turi dan kacang budidaya dan liar lainnya.
Sampling

Untuk tepat waktu mendeteksi keberadaan penyakit di pertanian, disarankan untuk jalan sebelum berbunga atau saat kondisi sekarang menguntungkan bagi perkembangan penyakit; berjalan melalui pola medan tanam "X" atau "W" dan setiap 50 atau 100 m memeriksa daun tanaman di ketiga bawah untuk mencari kuning bernoda dan pustula (Gambar 1 dan 3). Bidang bidang dengan warna coklat kekuningan berbeda dengan kepadatan lebih tinggi dari populasi dan sampling dari jalan harus diamati secermat mungkin penyakit ini hadir. Kehadiran pustula pada bagian bawah daun merupakan indikator penyakit (Gambar 3), sehingga Anda harus segera menerapkan langkah-langkah kimia kontrol.
Kontrol

Penghapusan kedelai Nacencia setelah pengirikan dan tidak penanaman tanaman ini selama musim dingin musim gugur-dapat sangat mengurangi jumlah inokulum jamur dari satu siklus ke budaya lain. Juga penghancuran inang alternatif mengurangi risiko kehadiran karat Asia. Selain itu, aplikasi fungisida telah menjadi metode pemberantasan yang efektif di negaranegara lain di mana penyakit ini hadir, produk yang digunakan adalah kelompok triazoles dan strobilurins atau campurannya. Jika diperlukan untuk menerapkan fungisida, jalan lain untuk teknis terkait, yang akan memandu Anda tentang produk yang digunakan.
Dr Antonio P. VARGAS Teran

Peneliti INIFAP Lapangan Selatan Tamaulip

paper dasprotan (karat kedelai) Agustus 31, 2010 Filed under: Uncategorized mahartika15aurum @ 9:25 am

Paper Mata Kuliah Dasar-Dasar Proteksi Tanaman Paper Kelompok Tentang Karat Kedelai Kelompok Yudhi Castio Barry Wicaksono Marlina Edvan Istichori Mahartika Setianingsih (A14080093) (A14080094) (A1408009614080094)t Kedelai) (A14080098) (A14080101)

Dosen: Dr. Ir. Abdul Munif, M.Sc. Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor 2010 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Setiap tanaman umumnya memilki penyakit yang berbeda-beda, penyakit yang menyerang tanaman ada yang memiliki efek ringan dan ada pula yang dapat menyebabkan kematian pada tanaman tersebut. Hal ini tergantung pada banyaknya penyakit atau patogen yang sudah menyerang tanaman tersebut. Keadaan suatu tanaman dapat dilihat dari aktivitas fisiologisnya. Tanaman sehat adalah tanaman yang aktivitas fisiologisnya berlangsung sesuai kapasitas patogen yang dimilikinya. Sedangkan tanaman sakit adalah tanaman yang aktivitas fisiologisnya tidak normal akibat gangguan terus menerus dari suatu patogen (penyebab penyakit). Aktivitas fisiologis yang dimaksud disini

meliputi kegiatan fotosintesis, transportasi hasil fotosintat, dan sintesis suatu senyawa tertentu (Adnan, 2010). atau patogen yang sudah menyerang tanaman tersebut.efek ringan dan ada pula yang dapPenyebab penyakit pada tanaaman dapat disebabkan oleh bakteri, nematoda, Plasmodiophoromycetes, Oomycetes, cendawan Zygomycetes, cendawan Ascomycetes, cendawan Basidiomycetes, cendawan Teliomycetes, cendawan Deuteromycete cendawan Phakopsora pachyrhizi, Uromuces sojae, Uredo sojae, P. Sojae, P. Vignae, P. Crotalaria, Phusopella concors, Rust Disease, atau Soybean Rust s,virus dan fitoplasma. Pada paper kali ini kelompok kami membahas tentang penyakit karat kedelai yang disebabkan oleh cendawan Phakopsora pachyrhizi, Uromuces sojae, Uredo sojae, P. Sojae, P. Vignae, P. Crotalaria, Phusopella concors, Rust Disease, atau Soybean Rust. (Mutaqin, 2005). 2. Tujuan Pembuatan paper kali ini bertujuan untuk dapat :

Mengetahui gejala yang tampak pada karat kedelai. Mengetahui patogen yang menyerang karat kedelai. Mengetahui cara pengendalian penyakit pada karat kedelai. Mengetahui wabah lokasi pada karat kedelai.

BAHAN METODE Alat dan Bahan


Daun kedelai yang terkena kalai. akit pada karat kedelaiakit karat kedelai yang disebabkan oleh rat kedelai Kertas Web

Metode

Diamati gejala karat yang ada pada daun kedelai. Dicari literatur untuk mendapatkan data yang lebih banyak lewat web. Dibuat ke dalam bentuk paper.

PEMBAHASAN Pada pembuatan paper kali ini, kelompok kami membahas tentang karat kedelai. Penyakit karat kedelai disebabkan oleh cendawan Phakopsora pachyrhizi, Uromuces sojae, Uredo sojae, P. Sojae, P. Vignae, P. Crotalaria, Phusopella concors, Rust Disease, atau Soybean Rust. Inang cendawan-cendawan tersebut antara lain tanaman kacang kedelai (Glycine max), komak, bengkuang, kacang krotok, kacang polong, kacang kapri, kacang panjang, dan kacang asu. Penyakit karat kedelai biasanya mulai menyerang pada saat tanaman berumur 3-4 minggu setelah tanam.

Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang berupa semak yang dapat tumbuh dengan tegak. Kedelai jenis liar seperti Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurukan kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Kedelai ini berasal dari Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia yang dibudidayakan mulai abad ke-17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo lalu menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan kenegara-negara lain di Amerika dan Afrika. Beberapa manfaat dari kacang kedelai yaitu kacang kedelai dapat diolah menjadi tepung, susu, vetsin dan lain-lain. Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. Dalam bentuk protein, kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas, cat cair, tinta cetak dan tekstil. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untukpembuatan minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin, kue, tinta, kosmetika, insektisida dan farmasi. Gejala penyakit ini tampak pada daun, tangkai, kadang-kadang juga pada batang. Gejala pada daun diawali dengan adanya bercak-bercak kecil berwarna kelabu yang sedikit demi sedikit berubah menjadi coklat atau coklat tua. bercak-bercak tampak bersudut-sudut karena tempat infeksi biasanya dibatasi oleh tulang-tulang daun. Pada tanaman yang mulai berbunga, bercak berukuran lebih besar dan seringkali bercak bersatu membentuk karat yang lebih besar. Karat tersebut berwarna coklat atau hitam karena terdapat uredium penghasil uredospora dan kadangkadang dikelilingi oleh halo. Tepung sari akan bertaburan bila disentuh sehingga mengurangi penyerbukan. Umumnya karat mula-mula terbentuk pada daun-daun tajuk bawah tanaman (daundaun tua), yang kemudian berkembang ke daun-daun muda di atasnya. Gejala karat umumnya lebih banyak terbentuk pada permukaan bawah daun. Daun-daun yang terserang berat biasanya menyebabkan terjadinya gugur daun dan polong hampa. Serangan yang sangat berat dapat menyebabkan kematian pada tanaman kedelai. Ciri-ciri patogen yang menyebabkan pnyakit karat kedelai yaitu patogen P. pachyrhizi, membentuk uredium pada sisi atas dan bawah daun. Uredium berwarna coklat. Di dalam uredium terdapat uredospora. Uredospora berbentuk bulat atau agak lonjong. Hialin berwarna coklat kekuningan, berduri halus. Uredospora tersebut memiliki dinding hialin. Penyakit karat pada kedelai ini dapat dikendalikan. Pengendalian penyakit karat kedelai ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan mengatur jarak tanam dan perlakuan budidaya tanaman yang benar. Menanam tanaman berbeda dengan cara berseling pada satu lahan dapat juga menghindari serangan patogen, karena patogen pada setiap tanaman berbeda sehingga apabila ada serangan patogen, patogen tidak akan menyerang ke seluruh tanaman. Pengendaliannya dapat juga dilakukan dengan penggunaan fungisida Dithane atau Benlate dengan dosis 2 g/liter, terutama diberikan saat serangan belum terlalu berat. Pada penanaman, kita harus menggunakan varietas kedelai yang toleran antara lain Sompo, Kerinci, Polosari dan Tambora terutama di daerah kronis. Hal ini disebabkan karena intensitas serangan penyakit ini

dipengaruhi oleh kelembaban, curah hujan, intensitas sinar matahari, dan kerapatan daun tanaman (Abumutsanna, 2008). Teknik dengan produksi dan formulasi tiga isolat unggulan bakteri kitinolitik (6a, 6m, dan 7) telah dipelajari untuk biofungisida patogen karat kedelai (Phakopsora pachyrhizi). Di antara empat jenis media yang diuji, PDYB dengan kandungan yeast extract 0,75% merupakan media yang paling efisien dan efektif menghasilkan jumlah sel bakteri tertinggi. Waktu panen sel yang terbaik adalah 24 jam setelah inkubasi. Isolat 6m dan 7 memproduksi sel tertinggi pada suhu 32oC sedangkan isolat 6a pada suhu 24oC. Kecepatan agitasi optimum untuk ketiganya adalah 125 rpm. Formulasi bakteri kitinolitik dalam bentuk cair, mengandung isolat tunggal maupun kombinasi, lebih efektif menekan perkem-bangan penyakit karat di rumah kasa dibandingkan dengan formulasi tepung. Formulasi cair mengandung kombinasi isolat 6m dan 7 bersifat sinergistik di-bandingkan dengan pengaruh formulasi masing-masing isolat dalam menekan perkembangan penyakit, yaitu sebesar 52,7%. Wabah penyakit karat kedelai yang disebabkan oleh karat Phakopsora pachyrhizi pertama kali diamati di Jepang pada 1902, dan 1934 yang pathogen ditemukan di sebagian besar negaranegara Asia dan di Australia. Dan baru-baru ini telah menyerang ke Afrika dan Amerika Selatan. Di Asia, karat kedelai (ASBR) menyebabkan kerugian serius memotong di daerah produksi kedelai. SBR telah dilaporkan dalam kedelai utama pertumbuhan wilayah di Indonesia termasuk negara yang Parana, Rio Grande do Sul, Mato Grosso do Sul dan Goais. Di Brazil diuji positif untuk P. pachyrhizi, dan penyakit yang disebabkan kehilangan 10 persen pada 2000-2001 tanaman kedelai di bidang pertanian. P. pachyrhizi diduga telah diperkenalkan ke Indonesia melalui udara arus dari Afrika dan/atau Asia. Penyakit karat kedelai ini sekarang sudah menyebar hampir di seluruh belahan dunia. Patogen ini telah dilaporkan terjadi pada lebih dari 90 jenis tumbuhan polong di seluruh dunia dan kemungkinan untuk menulari asli dan spesies tumbuhan polong diperkenalkan di Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, wabah penyakit ini telah merugikan banyak petani dan bidang pertanian. Penyakit ini menyebabkan kualitas kedelai di Indonesia menurun dan hasil panen gagal sehingga petani banyak yang merugi (Kawuki et al, 2004). Gambar Tanaman Kedelai yang Terserang Karat Kedelai: atau patogen yang sudah menyerang tanaman tersebut.efek ringan dan ada pula yang dap pad KESIMPULAN Penyakit karat kedelai disebabkan oleh cendawan Phakopsora pachyrhizi, Uromuces sojae, Uredo sojae, P. Sojae, P. Vignae, P. Crotalaria, Phusopella concors, Rust Disease, atau Soybean Rust. Inang dari penyakit ini adalah kedelai. Gejala yang tampak pada penyakit ini diawali dengan adanya bercak berwarna kelabu yang lama kelamaan berubah menjadi kecoklatan pada daun. Hal ini karena membentuk uredium yang berisi uredospora. Bercak ini tampak bersudut. Pada tanaman berbunga, bercak lebih besar. Karat awalnya terbentuk pada tajuk bawah tanaman dan selanjutnya berkembang ke daun muda. Tanaman yang terserang akan mempunyai polong yang tidak berisi dan gugur daun.

Salah satu pengendalian yang harus dilakukan diantaranya mengatur jarak tanam, budidaya tanaman secara benar dan penggunaan pestisida yang benar dan sesuai aturan. Wabah penyakit ini telah menyerang ke banyak negara termasuk Indonesia dan telah merugikan petani dan bidang pertanian. DAFTAR PUSTAKA Abumutsanna. 2008. Pengendalian Gulma, Hama, dan Penyakit pada Kedelai. (Terhubung Berkala: http://warintek.abumutsanna.wordpress.com). (3 April 2010) [Anonim]. Kedelai. (Terhubung Berkala: www.wikipedia.com). (3 April 2010) Muin, Adnan. 2010. Slide Kuliah Dasar-Dasar Proteksi Tanaman. Bogor : Institut Pertanian Bogor Mutaqin, Kikin H. 2005. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Bogor : Institut Pertanian Bogor