Anda di halaman 1dari 43

Sosialisasi KTSP

Teori Medan
Potensial
Interpretasi Kuantitatif Anomali
Magnetik
Oleh:
Sudra Irawan
(11/323010/PPA/03603)






Dosen Pengampu
Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito








Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11.1 Koreksi-koreksi yang diterapkan pada Data
Magnetik
11.2 Reduksi Bidang Horisontal
11.3 Anomali Magnetik
11.4 Kontinuasi medan Magnetik
11-5 Demagnetisasi
11.6 Kurva Karakteristik: Model Step
11.7 Model Ribbon
11-8 Model Tabel
11-9 Penghitungan numerik pada penampang
anomali magnet
11-10 Menghitung kedalaman dari penelitian
aeromagnetik

Interpretasi Kuantitatif Anomali Magnetik
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
Survey
Magnetik
Peta Anomali
Magnetik
Menginterpretasi
geologi regional
Kualitatif
Tujuan Survey Magnetik: Untuk mendeteksi pengaruh sifat-sifat magnetik
yang tidak biasa dari batuan atau mineral, yang menyebabkan gangguan
atau anomali terhadap intensitas medan magnetik bumi.

Interpretasi kualitatif dilaksanakan dengan melakukan estimasi kedalaman
dan batas-batas benda target survey
Interpretasi kuantitatif dilaksanakan dengan pemodelan maju (forward
modeling) atau pemodelan inversi (invers modeling) guna menduga posisi,
bentuk, ukuran, dan nilai suseptibilitas atau magnetisasi benda target
survey

PENDAHULUAN
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-1. KOREKSI-KOREKSI YANG DITERAPKAN
PADA DATA MAGNETIK
1. Koreksi Variasi Harian (Diurnal Corecction)
1
Dilaksanakan untuk menekan efek perusakan medan
geomagnetik yang secara utama disebabkan oleh partikel-
partikel dan radiasi elektromagnetik dari matahari yang merusak
ionosfer bumi dengan periode 24 jam
2
Harga variasi harian medan geomagnetik dapat diukur dengan
menggunakan Base Station PPM yang disetel dengan mode auto
3
Harga variasi harian juga dapat juga diperoleh dengan
menggunakan metode looping atau melakukan pengukuran
pada titik stasiun pengukuran yang sama setiap beberapa jam
sekali, biasanya dua sekali, dan dihitung nilai selisih medan yang
terukur.
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-1. KOREKSI-KOREKSI YANG DITERAPKAN
PADA DATA MAGNETIK
1. Koreksi Variasi Harian (Diurnal Corecction)
4
Koreksi variasi harian dilakukan untuk mengurangkan harga variasi
harian terhadap kuat medan magnetik total dari setiap stasiun
pengukuran secara langsung
5
Koreksi variasi harian disebabkan medan magnet luar
(external field), sumbernya:
1. Perubahan konduktivitas listrik lapisan atmosfer dengan siklus 11
tahun
2. Variasi harian dengan periode 24 jam yang berhubungan dengan
pasang surut matahari dan mempunyai jangkau 30 nT
3. Variasi harian dengan periode 25 jam yang berhubungan dengan
pasang surut bulan dan menpunyai jangkau 2 nT
4. Badai magnetik yang bersifat acak dan mempunyai jangkau
sampai dengan 1000 nT


Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-1. KOREKSI-KOREKSI YANG DITERAPKAN
PADA DATA MAGNETIK
2. Koreksi Topografi (Terrain)
Koreksi ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh medan
magnet yang ditimbulkan oleh bukit-bukit yang termagnetisasi
terhadap harga medan hasil pengamatan
Efek terrain, oleh magnetisasi disekeliling singkapan batuan,
mungkin menyebabkan perubahan yang signifikan dalam
intensitas medan magnet, khususnya di daerah singkapan batuan
beku karena perapian. Tetapi, informasi sifat-sifat magnetik ini
hampir tidak pernah tersedia secara detail yang diperlukan untuk
menghitung efek terrain.
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-1. KOREKSI-KOREKSI YANG DITERAPKAN
PADA DATA MAGNETIK
3. Koreksi IGRF (Internasional Geomagnetic Referens Field)
1
Koreksi IGRF
dilaksanakan untuk
mendapatkan
harga anomali
medan magnetik
total bumi dengan
cara mengurangkan
kuat medan
magnetik utama
bumi terhadap kuat
medan magnetik
total bumi secara
langsung pada
setiap stasiun
pengukuran
Gambar 7. Peta kontur intensitas medan utama magnet bumi
berdasarkan IGRF tahun 2000 -2005 (www.ngdc.noaa.gov/)
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-2. REDUKSI BIDANG HORIZONTAL
Koreksi data magnetik untuk perubahan H
0
elevasi diabaikan
Pengaruh Medan medan Lokal dapat direduksi akibat ketidakteraturan
bentuk permukaan tanah
Caranya: menggunakan :
H = Intensitas medan magnet
X = Komponen Horizontal H
Y = Komponen Vertikal H
Untuk mereduksi pengukuran Z dari permukaan z=h(x,y) terhadap
bidang horizontal z=0, kita tulis pendekatan

,
Umumnya, derivatif harus dihitung dari peta z=h(x,y,h). Proses
numerik digunakan untuk menghitung formula ini jika data yang
digunakan adalah jaringan regular stasion-stasion dan juga diberikan
titik-titik yang terdistribusi irreguler
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
Anomali medan magnetik total bumi merupakan medan yang dibangkitkan
oleh anomali atau batuan termagnetisasi pada kerak bumi akibat induksi
medan magnetik utama bumi
Anomali medan magnetik total dihitung dari pengukuran medan magnetik total
dikurangi medan magnetik utama bumi (biasanya menggunakan model IGRF
sesuai dengan lokasi survei), koreksi harian dan terrain
,
Potensial skalar magnet pada titik eksternal oleh volume V pada batuan yang
termagnetisasi dengan momen dipole per satuan volum M adalah
Jika M konstan dan jika arahnya ditunjukkan oleh simbol , sehingga , kita tulis:
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
Arah dervatif / dalam arah M, dan dalam system koordinat arah positif
Oz vertikal ke bawah, mempunyai komponen:
,
adalah termasuk
magnetisasi M yang diukur
searah jarum jam dari
horizontal jika arah M adalah
ke kanan (gambar 11.1), i
adalah sudut yang diukur
berlawanan arah dengan
jarum jam dari axis y ke
proyeksi M pada bidang
horizontal, kelihatan ke
bawah.
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
,
Jika badan termagnetisasi induktif dalam medan magnet bumi dan
momen magnet dalam segala arah yang lain diabaikan, akan
sama dengan inklinasi magnetik I dan I akan sama dengan deklinasi
magnetik pada O
y
. jika badan tidak mempunyai momen
magnetik permanen, M=kH
0
dimana k adalah suseptibilitas volum
magnetik
Pada daerah di luar V, intensitas medan magnet diberikan oleh gradient
negatif A(r). Jika ini adalah anomalous medan magnetik yang menyusun
medan geomagnetik utama, kita tulis
Intensitas medan total disekitar batuan termagnetisasi akan menjadi

Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
,
Jika , komponen diukur oleh medan total
magnetometer yang terletak pada arah medan geomagnetic utama.
Jika komponen ini adalah , adalah jelas bahwa:
Dimana menandakan arah H
0
. Dengan kata lain

Jika badan termagnetisasi oleh induksi seragam meliputi seluruh volumnya
dan tidak mempunyai momen magnet permanen dan demagnetisasi
diabaikan, maka:
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
,

Jika momen magnetik permanen mendominasi magnetisasi terinduksi,
atau jika k menjadi besar, maka
Jika benda mengalami induksi magnetik secara uniform dan momen
magnetik dapat diabaikan dan pada dua dimensi maka :
; pada saat k tidak terlalu besar
Untuk Survey magnetik yang hanya pada arah vertikal atau horisontal,
interpretasi akan lebih mudah. Pada kasus ini dapat ditulis:
dan
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
,

Untuk badan termagnetisasi induktif tidak mempunyai momen
permanen dan sebuah suseptibilitas moderat :
Saat benda mempunyai suseptibiltas lebih besar, maka anomali magnetik:
Pada benda dua dimensi, anomali medan vertikal :
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
,

Pada saat benda tidak memiliki moment permanen dan
susepsitibilasnya besar :

Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
,
Profil Anomali medan magnet total yang diukur di atas kawasan
anomali sebagai fungsi elevasi di atas permukaan tanah (Wahyudi, 2001)
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-3. ANOMALI MAGNETIK
,
Profil Anomali medan medan vertikal dan medan total di atas
bola yang termagnetisasi seragam, yang berada pada daerah dengan
inklinasi yang berbeda (Wahyudi, 2001)
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Kontinuasi adalah transformasi matematis antar bidang ketinggian
dari titik-titik akuisisi data, sehingga dapat dipakai sebagai filter.
1. Kontinuasi upward
Kontinuasi upward merupakan proses kontinuasi data yang seakan kita
melakukan pengukuran di tempat yang lebih tinggi dari pada tempat
pengukuran sesungguhnya
Kontinuasi dimaksudkan untuk mengurangi efek anomali dangkal dan
untuk mendapatkan efek anomali magnetik dari benda dalam yang
dikenal sebagai anomali regional (untuk menyederhanakan kenampakan
peta magnetik dengan menekan pola-pola lokal)
Dengan demikian, kontinuasi up ward bisa dikatakan sebagai low pass
filter
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

1. Kontinuasi upward (lanjutan)
Prinsip Kontinuasi : Medan magnetik memenuhi hukum Laplace. Dengan
demikian dimungkinkan untuk menghitung medan magnetik pada suatu
area permukaan tertentu jika diketahui besar medan magnetik di suatu
luasan permukaan yang lain selama diantara kedua permukaan tersebut
dianggap tidak ada benda bermassa (yang dapat menimbulkan medan
magnetik)
( )
{ }
3/ 2
2
2 2
/ 2
( ', ', ) ( , , 0)
' ( ')
h
F x y h F x y dxdy
x x y y h
t
=
+ +
}}
;
Hanya medan magnet vertikal yang digunakan kontinuasi (lihat sesi 8.4)
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

CONTOH kontinuasi up ward
(a)
(b)
(d)
(c)
Gbr. 4. Hasil kontinuasi upward dari data anomali magnetik dengan variasi
ketinggian h (a). 50 m, (b). 100 m, (c). 200 m, dan (d). 500 m. Nampak trend
regional anomali magnetik makin jelas pada nilai h yang makin besar.
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

2. Kontinuasi down ward
Kebalikan dari Kontinuasi upward, yaitu mendekatkan bidang pengukuran
terhadap benda anomali dan ini berarti mendominankan pengaruh
anomali benda lokal/dangkal
Meskipun kontinuasi down ward bukanlah low cut filter tetapi ia bisa
dikatakan sebagai sebuah high pass filter (menguatkan resolosi anomali
lemah)
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,
(a)

contoh kontinuasi down ward
Gbr. 6. Hasil downward
data magnetik untuk h
(a) 10 m, dan (b) 30 m
(b)
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Asumsi Peters
.
Material magnetik terpolarisasi secara vertikal, sehingga kontinuasi
downward dapat digunakan untuk menentukan bentuk interface
seragam tetapi media magnetisasinya berbeda
.
Batuan termagnetisasi secara seragam sempurna untuk sifat-sifat
magnetik adalah sangat lemah, dan jika menggunakan kontinuasi
downward untuk tujuan menggambarkan peta struktur harus digunakan
dengan reservasi yang kuat
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Asumsi Peters
.
Dasar dari sugesti Peter adalah: dalam gambar 11.2, misalkan bahwa
batuan kristalin termagnetisasi seragam, kedalamannya dari permukaan
teratas batuan ini diberikan oleh nilai rata-rata d plus h(x,y) yang lebih
kecil, yang mewakili relif topografi pada permukaan batuan beku
(karena perapian)
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Asumsi Peters
.
Misalkan k adalah kontras suseptibilitas magnetik volume rata-rata antara
batuan kristalin dan batuan nonkristalin, dan H
0
adalah intensitas medan
geomagnetik. Intensitas magnetik akan dihasilkan pada z=0 karena
perubahan kedalaman batuan termagnetisasi akan diberikan oleh
potensial
; jika
Anomali medan vertical akan menjadi
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Asumsi Peters
Sekarang anomali medan vertikal diatas z=0 dalam hubungannya dengan
potensial magnetik
Magnetisasi vertikal pada z=d, adalah equivalent stratum untuk medan magnetik:
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Asumsi Peters
.
Menghitung pada z=d, adalah penting untuk mentukan potensial magnetic
anomaly pada level tersebut dari pengukuran yang diambil pada z=0.
dengan menggunakan transformasi Fourier pada persamaan:
TF
.
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Asumsi Peters
.
Dimana adalah Fourier transform pada pada z=0 dan
adalah Fourier transform dari A pada z=d. Transpose persamaan ini
memberikan
Dan mengambil Fourier inversion memberikan
Fourier inversion persamaan (11.15) memberikan kesulitan yang sama dengan
konvergensi sebagai analog problem dalam metode gravity, hanya dalam bentuk
terintensifkan. Karena umumnya karakter noise (oleh karena sensitivitasnya
yang lebih tinggi pada pola/sisi dekat permukaan), data magnetik harus
dismooth sebelum kontinuasi downward dilakukan. Nilai diambil pada grid
regular dengan titik-titik mxn pada z=0, dan formula yang anolog persamaan
(11.13) mungkin digunakan membawa medan downward. Sebagai alternatif,
kita menggunakan metode smoothing analitik Bullard dan Cooper
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Asumsi Peters










Formula kuadratur mirip persamaan (9.11) dikonstruksi dari

koefisien berat dapat dihitung dengan cara yang sama dengan yang
digunakan pada masalah gravity.




.
Karena batasan inheren anomali medan vertikal dan polarisasi vertikalnya, aplikasi
prinsip metode Peter hanya untuk interpretasi survey magnetic ground yang dibuat
pada latitude magnetik yang tinggi. Karena kebanyakan survey magnetik yang dibuat
dari pesawat menggunakan instrument medan total, maka praktis lebih memerlukan
metode kontinuasi yang dapat digunakan dengan pengukuran medan-total. Untuk
melanjutkan medan magnetik total upward atau downward, adalah penting untuk
mengekstrak komponen vertikal dari kemudian menghitung kontinuasi . Kedua
operasi ini dapat dikombinasikan ke dalam hitungan tunggal
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

.
Masalah menghitung komponen medan vertical dari peta pertama kali
dipecahkan oleh Hughes dan Pondrom, Untuk menemukan kita mulai
dengan menuliskan
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-4. KONTINUASI MEDAN MAGNETIK
,

.
Metode transformasi Fourier diaplikasikan seperti biasa, akan
memberikan peta pseudo-gravity pada kedalaman d
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
11-5. DEMAGNETISASI
,

Magnetisasi pada tubuh permeable, medan magnet di dalam tubuh tidak
sama dengan medan di lingkungan. Misal: tubuh yang suseptibilitas
volumnya adalah k ditempatkan dalam medan magnetik yang
intensitasnya H
0
. Di dalam tubuh, akan terdapat medan magnetik H
2
,
yang diwakili oleh potensial skalar A
2
. Menurut (8.5a),

( ) ( )
0 0 0
2
. 4 r M r V = V t A
maka
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
,
11-5. DEMAGNETISASI
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
,

11-5. DEMAGNETISASI
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
,

11-5. DEMAGNETISASI
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
,

.
Permukaan tertutup S, volume V. Jika V tablet tipis seperti gambar 11-4
yang mempunyai batas potongan kecil, kita mengacuhkan kontribusi
integral permukaan dari gerbang terlenkungkan dengan menempatkan
tablet setipis mungkin. Dalam batasan kontribusi integral permukaan
dari permukaan flat harus setimbang, dan ini dapat terjadi untuk S yang
berubah-ubah hanya jika
. (11.20)
Yaitu produk dari permeabelitas dan komponen normal H adalah kontinu pada
batas.
Jika tubuh sphere homogen dan H
0
uniform, maka
11-5. DEMAGNETISASI
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
,

11-5. DEMAGNETISASI
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
,

Dengan suseptibilitas magnetik apparent sphere ,


yang jika dikalikan dengana H
0
menghasilkan magnetisasi M.

Tambahan mewakili efek demagnetisasi-dengan kata lain, reduksi

intensitas medan magnetik di bagian dalam sphere oleh karena
magnetisasi.
koefisien disebut faktor demagnetisasi dari sphere.
11-5. DEMAGNETISASI
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
,

Untuk tubuh seperti lembaran, faktor demagnetisasi lebih besar untuk
magnetisasi melintang daripada paralel. Suseptibilitas sesungguhnya
adalah selalu lebih kecil dalam arah melintang plat daripada arah
paralelnya. Tubuh sheetlike mempuyai aeolotropy magnetik alami,
tendensinya adalah membelokkan magnetisasi M keluar arah H
0
menuju
bidang tubuh. Efek aeolotropy mulai nampak jika k melebihi nilai kira-
kira 0,02 emu, yang menyebabkan arah M yang dikontrol oleh dip tubuh
pada arah H
0
. Ketika ini terjadi, koreksi khusus untuk efek demagnetisasi
mungkin perlu.

11-5. DEMAGNETISASI
Sosialisasi KTSP
Teori Medan
Potensial
,

Menurut teori nilai batas, medan magnet di dalam tubuh yang peka dapat
seragam hanya jika tubuh terikat oleh permukaan derajat dua, seperti
elipsoid. Untuk berbagai alasan, lebih tepat untuk menggunakan bentuk
seperti lebaran atau prisma sebagai model interpretasional, dan juga
lebih sederhana diasumsikan bahwa tubuh termagnetisasi uniform. Asumsi
ini akan benar-benar gagal di dekat pinggiran dan sudut, tetapi akan
memuaskan dalam keseluruhan tubuh. Ketidak beruntungan pendekatan
ini adalah kesulitan untuk test kekakuan, tetapi volume yang dipengaruhi
umumnya kecil untuk tubuh yang mempunyai bentuk sederhana dimana
efek magnetisasi tidak uniform di dekat pinggiran dan di sudut mungkin
diabaikan.


11-5. DEMAGNETISASI