Anda di halaman 1dari 7

NAMA: SAMITA NURVINDA LAILI NIM: 10510059 MANJEMEN KEUNAGAN / IV ANALISIS RASIO KEUANGAN PT MUSTIKA RATU TBk Rasio-rasio

keuangan yang dihitung dengan menggabungkan angka-angka dineraca dengan/atau angka-angka pada laporan laba-rugi. Rasio ini juga disebut menajemen aktiva yaitu mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan investasi dan sumber dayanya. A. Rasio Likuiditas Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio likuiditas dibagi menjadi dua, yaitu rasio lancar dan rasio cepat atau quick. Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar. Rasio lancar yang tinggi menunjukkan kelebihan aktiva lancar (likuiditas yang tinggi dan resiko yang rendah), tetapi mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan. Aktiva lancar secra umum menghasilkan return atau tingkat keuntungan yang lebih rendah dibandingkan aktiva tetap.

rasio lancar (kali)


10.00 7.61 5.00 0.00 2010 2009 2008 2007 7.18 6.31 7.68 rasio lancar

Seperti pada grafik di atas yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan Mustika Ratu dalam memenuhi hutang jangka pendeknya, tidak ada perubahan yang drastis. Rata-rata tiap tahunnya perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya 7 kali pembayaran. Akan tetapi pada tahun 2008 perusahaan membayar hutang jangka pendeknya sebanyak 6 kali, artinya perusahaan mempunyai lebih banyak aktiva lancar untuk memenuhi kewajibannya dengan cepat. Sedangkan rasio cepat atau quick yaitu emngeluarkan persediaan dari komponen aktiva lancar, karena dari ketiga komponen aktiva lancar (kas, piutang, dan persediaan) persediaan biasanya dianggap sebagai asset yang paling tidak likuid.

rasio quick (kali)


8.00 6.00 4.00 2.00 0.00 2010 2009 2008 2007 6.36 6.10 5.23 6.10 rasio quick

Data di atas hampir sama dengan grafik sebelumnya, hanya saja pada grafik ini persediaan dihilangkan karena dianggap aktiva lancar yang paling susah dicairkan dibandingkan yang lainnya. Tiap tahunnya perusahaan memenuhi kewajibannya sebanyak 6 kali, terkecuali tahun 2008 yang aktiva lancarnya lebih banyak daripada tahun-tahun yang lainnya. B. Rasio Pengelolaan Aktiva Rasio ini melihat seberapa besar efisiensi penggunaan asset oleh perusahaan. Rasio ini melihat seberapa besar dana tertanam pada asset perusahaan. Jika dana yang tertanam pada asset tertentu cukup besar, sementara dana tersebut mestinya bisa dipakai untuk investasi pada asset lain yang lebih produktif, maka profitabilitas perusahaan tidak sebaik yang seharusnya. Perputaran persediaan

perputaran persediaan (kali)


10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 0.00 7.69 8.23 6.54 5.19 perputaran persediaan

2010

2009

2008

2007

Semakin besar angka perputaran persediaan, semakin efektif perusahaan mengelola persediaannya. Grafik tersebut menunjukkan bahwa setiap tahun perusahaan mengelola persediaannya dengan semakin baik, karena perputaran persediaan semakin cepat. Akan tetapi pada tahun 2010, perusahaan mengalami kemunduran yaitu semakin lambat dalam memutar persediaannya menjadi barang jadi.

Jangka waktu penagihan (DSO)

Jangka waktu penagihan yaitu melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk melunasi piutang milik perusahaan (mengubah piutang menjadi kas). Semakin lama rata-rata piutang berarti semakin besar dana yang tertanam pada piutang.

150 140 130 120 110

jangka waktu penagihan (hari)


140 2010 133 2009 124 2008 123 2007 jangka waktu penagihan

Grafik tersebut menunjukkan bahwa jangka waktu penagihan tiap tahun semakin naik. Hal tersebut berarti dana perusahaan yang tertanam pada asset piutang semakin besar dan semakin lama pelunasannya untuk dijadikan kas. Perputaran aktiva tetap

Perputaran aktiva tetap, semakin tinggi angka perputaran aky=tiva tetap semakin efektif perusahaan mengelola asetnya. Rasio perputaran aktiva tetap menunjukan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.

perputaran aktiva tetap (kali)


6.00 4.00 2.00 0.00 2010 2009 2008 2007 3.86 4.01 3.83 3.14 perputaran aktiva tetap

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, semakin tinggi angka perputaran, maka semakin baik perusahaan dalam mengelola asetnya. Demikian pula perusahaan ini, setiap tahun perusahaan semakin baik dalam mengelola aktiva tetapnya. Akan tetapi pad yahun 2010 perusahaan mengalami kemunduran dalam mengelola asset.

Perputaran total aktiva

Interpretasi perputaran total aktiva sama dengan interpretasi perputaran aktiva tetap, yaitu semakin tinggi angka perputaran, maka semakin baik perusahaan dalam memngelola assetnya.

perputaran total aktiva (kali)


1.00 0.90 0.80 0.70 2010 2009 2008 2007 0.96 0.95 0.87 0.80 perputaran total aktiva

Perusahaan Mustika Ratu semakin baik dalam mengelola asetnya, Karena tiap tahun mengalami kenaikan.

C. Rasio Hutang Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvable adalah perusahaan yang total hutangnya lebih besar dibandingkan total asetnya. Utang terhadap total aktiva

Rasio yang tinggi berate perusahaan menggunakan hutang yang tinggi pula. Penggunaan hutang yang tinggi meningkatkan profitabilitas, di lain pihak. Hutang yang tinggi juga akan meningkatkan resiko. Jika penjualan tinggi, maka perusahaan bisa memperoleh keuntungan yang tinggi sebaliknya, jika penjualan menurun, maka mengalami kerugian, karena ada bunga yang tetap harus dibayar.

utang terhadap total aktiva (%)


20.00 15.00 12.64 10.00 5.00 0.00 2010 2009 2008 2007 13.46 14.42 11.53 utang terhadap total aktiva

Tahun 2008 perusahaan menggunakan hutang yang lebih tinggi daripada tahun sebelum dan sesudahnya, hal ini meningkatkan resiko pada perusahaan dan pihak lain. Pada tahun berikutnya, perusahaan mengurangi tingkat hutang, yang berarti juga mengurangi resiko membayar bunga.

Kemampuan membayar bunga

Mengukur kemampuan perusahaan membayar hutang dengan laba sebelum bunga dan pajak. Rasio tersebut menghitung berapa besar laba sebelum bung dan pajak yang tersedia untuk menutup beban bunga tetap. Rasio yang tinggi menunjukkan setuasi yang aman, karena tersedia dana yang lebih besar untuk menutup pembayaran bunga.

kemampuan membayar bunga (kali)


60.00 40.00 20.00 0.00 2010 2009 2008 2007 39.91 27.68 30.08 13.49 kemampuan membayar bunga

Ditahun 2010 terdapat lebih banyak dana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya untuk menutup pembayaran bunga. Mulali tahun 2007 hingga tahun 2008, mengalami kenaikan yang cukup drastic, artinya terdapat dana aman untuk menutupi pembayaran bunga, akan tetapi menurun pada tahun berikunya, yaitu 2009. D. Rasio Profitabilitas Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntunga pada tingkat penjualan,asset, dan modal saham tertentu. Profit margin

Profit margin menghitung seberapa jauh kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini bisa juga diinterpretasikan sebagai kamampuan perusahaan menekan biaya-biaya di perusahaan pada periode tertentu. Profit margin yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu. Secara umum, rasio yang rendah menunjukkan ketidakefisienan menejemen.

marjin laba atas penjualan (%)


10.00 6.61 0.00 2010 2009 2008 2007 6.08 7.24 4.41 marjin laba atas penjualan

Kemampuan perusahaan menghasilakan laba yang tinggi pad tingkat penjualan tertentu diperoleh pada tahun 2008 yaitu 7,24%, akan tetapi mengalami kemunduran pada tahun berikutnya. Kemampuan dasar menghasilkan laba

kemampuan dasar menghasilkan laba (%)


10.00 5.00 0.00 2010 2009 2008 2007 8.53 7.90 8.98 4.73 kemampuan dasar menghasilkan laba

Semakin tinggi angka rasio, maka semakin baik perusahaan dalam berkemampuan menghasilkan laba. Seperti pada grafik di atas yang menunjukkan kenaikkan dari tahun 2007 ke tahun 2008 menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya, berarti kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba semakin bagus. Tidak pada tahun berikutnya yang semakin menurun prestasinya dalam mengahasilkan laba. Akan tetapi penurunan tersebut tidak drastic, hanya selisih 1.08% di tahun 2009 dan mengalami kenaikan pada tahun 2010 sebanyak 0,63%. ROA

ROA atau return to total asset yaitu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih bedasarkan tingkat asset tertentu. Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan asset yang berarti semakin baik.

ROA (%)
10.00 5.00 0.00 2010 2009 2008 2007 6.32 5.75 6.28 3.52 ROA

Grafik di atas yang menunjukkan kenaikkan dari tahun 2007 ke tahun 2008 menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya, berarti kemampuan perusahaan mnegelola asset semakin baik. Tidak pada tahun berikutnya yang semakin menurun prestasinya dalam mengelola asset. Akan tetapi penurunan tersebut tidak drastis, hanya selisih 0,53% di tahun 2009 dan mengalami kenaikan pada tahun 2010 sebanyak 0,57%

ROE

Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih bedasarkan laba tertentu, yakni dari sudut pandang saham. Angka yang tinggi menunjukkan profitabilitas yang tinggi ROE tidak memperhitungkan dividen maupun capital gain untuk pemegang saham. ROE depengaruhi oleh ROA dan tigkat penggunaan hutang perusahaan.

ROE (%)
8.00 7.23 6.00 4.00 2.00 0.00 2010 2009 2008 2007 6.64 7.34

3.98

ROE

Pada tahun 2007 ke tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya, berarti laba yang dihasilkan dari saham perusahaan semakin baik. Tidak pada tahun berikutnya yang semakin menurun. Akan tetapi penurunan tersebut tidak drastis, hanya selisih 0,7% di tahun 2009 dan mengalami kenaikan kembali pada tahun 2010 sebanyak 0,83%, hal ini membuktikan bahwa perusahaan meningkatkan kualitasnya sehingga laba yang diperoleh dari saham semakin meningkat