Anda di halaman 1dari 2

Surat Cinta untuk Ananda Ken Ahmad Ken kecil, simaklah kisah ini untuk mengenal bentuk cinta

orang tua terhadap anaknya... ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Sesaat setelah gempa bumi di Negeri China, tim evakuasi (penyelamat) tiba di reruntuhan rumah seorang ibu muda. Mereka hendak mencari korban yang mungkin bisa diselamatkan. Sesaat kemudian, mereka melihat mayat sang ibu melalui celah reruntuhan dan timbunan tanah. Tetapi, entah bagaimana, mayat ibu itu terlihat agak aneh seperti berlutut pada seseorang dan menyembah ke hadapan, dan dua tangannya menahan dan berpijak pada lantai, seolah ia ingin menciptakan ruang antara lantai dan tubuhnya. Reruntuhan rumah itu telah menghantam bagian belakang tubuh dan kepala wanita tersebut. Dengan sulit, ketua pasukan penyelamat mencoba mengulurkan tangannya melalui celah kecil di dinding untuk menggapai badan wanita itu. Dia berharap wanita ini masih hidup. Namun, badannya yang dingin dan kaku menunjukkan bahwa wanita itu telah meninggal dunia. Dia dan seluruh pasukan meninggalkan rumah itu dan mencari korban bencana lainnya. Namun, tanpa alasan yang bisa dijelaskan, ketua pasukan ini tergerak oleh dorongan yang kuat dan membuatnya ingin kembali ke rumah sang ibu di reruntuhan itu. Sekali lagi, dia merebahkan tubuhnya dan melalui celah runtuhan yang sempit memeriksa kembali keadaan mayat itu. Tiba-tiba, dia menjerit kegirangan, Seorang anak-anak! Ada bayi! Seluruh pasukan bekerja bersama-sama dan dengan hati-hati memindahkan objek runtuhan yang menghempas wanita itu hingga mati. Terdapat seorang bayi lelaki berusia tiga bulan yang dibalut dengan selimut berbunga di bawah mayat ibunya. Jelas sekali, wanita itu telah berkorban hingga akhir hayatnya untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumah itu runtuh, dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi sang anak. Bayi itu masih tidur dengan nyenyak ketika ketua pasukan penyelamat itu menemukannya. Doktor bergegas datang untuk memeriksa kondisi bayi tersebut. Selepas dokter itu membuka selimut, terdapat secarik kertas di dalam selimut itu. Tertera pesan tulisan tangan di kertas itu, Jika kamu dapat hidup, kamu harus ingat bahwa ibu sayang kamu. Pesan dan cerita ini telah sampai dari satu tangan ke tangan yang lain. Setiap individu yang membaca pesan itu pasti menangis. Jika kamu dapat hidup, kamu harus ingat bahwa ibu sayang kamu. Begitulah kasih sayang seorang ibu pada anaknya!! ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Ken kecil, Allah telah menitipkan engkau kepada kami. Dengan segenap cinta, kasih, sayang, syukur dan gembira kami menerima kehadiranmu. Dengan cinta, kami menginginkan engkau hidup dalam kebahagiaan yang abadi. Melihat senyummu di alam ini, akan terasa seperti melihat sejuknya oase di padang pasir, atau meneguk air segar di tengah kehausan. Apapun akan kami lakukan untuk melihatmu tersenyum riang dan tumbuh tanpa penderitaan, walau nyawa ini harus dikorbankan. Karena kami, Abi dan umi, ingin melihatmu hidup dengan kebahagiaan yang hakiki. Tahukah ken, apa itu kebahagiaan hakiki...? Yaitu kebahagiaan yang engkau peroleh dengan beribadah menaati perintah dan menjauhi larangan TuhanMu, Allah SWT. Karena, itulah tujuan engkau diciptakan: Tidaklah engkau dihadirkan ke dunia ini melainkan untuk beribadah kepada Allah (QS Adz-Dzariyat: 56).

Maka, ketika nanti engkau melenceng dari perintah Allah, kami akan berusaha meluruskan jalanmu agar engkau sampai pada titik kebahagiaan. Walau engkau merasa sakit ketika kami luruskan, sesungguhnya itulah wujud cinta kami. Sebagaimana cinta seorang bapak menarik paksa tubuh anaknya di tengah jalan (hingga engkau kesakitan) agar engkau terhindar dari kendaraan yang hendak menabrakmu. Umi yang mengandung, melahirkan, dan membesarkanmu, tidak pernah mengeluh walau terasa kepayahan dan kesakitan... Umi tak mengharap imbalan darimu.. Umi hanya menginginkan, kelak engkau meraih kebahagian abadi: Surga Abi yang mencintaimu dengan segenap jiwa dan raga ini.. siap mengorbankan apapun demi kebagiaanmu.. Termasuk sakitnya mengorbankan rasa kasih ketika harus memperingkatkan dan menghukummu dengan keras agar engkau kembali pada jalan Allah... Abi berharap, abi, umi dan ken berkumpul di tempat yang Allah janjikan, tempat yang penuh kehangatan dan kemudahan... al-Jannah. Jika engkau dewasa nanti.. ingatlah bahwa Umi dan Abi sangat mencintaimu. Abu Ken Ahmad