Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Secara umum populasi organisme di alam berada dalam keadaan seimbang pada jenjang populasi tertentu. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan dan juga faktor dalam populasi sendiri, yang mengendalikan populasi tersebut. Salah satu kelompok faktor lingkungan itu adalah musuh alami yang mencakup parasitoid, predator, dan patogen. Predator adalah serangga yang dalam hidupnya membunuh dan memakan sejumlah mangsa. Parasitoid adalah serangga yang hidup pada inang dan akhirnya mematikan inangnya. Parasitoid dapat memarasit dari dalam inang yang disebut endoparasitoid atau dari luar inang disebut ektoparasitoid. Parasit adalah seragga yang memarasit inang namun tidak mematikan inangnya. Serangga parasitoid yang berperan sebagai parasitoid adalah dalam fase larva saja. Imago parasitoid hidup bebas dapat terbang dan memakan nektar. Parasit bersifat parasitik pada fase pradewasa dan hidup bebas tidak terikat dengan inangnya ketika sudah dewasa. Parasitoid dapat menyerang setiap instar serangga meskipun instar dewasa yang paling jarang terparasit.Ada spesies parasitoid yang hanya digunakan oleh satu parasitoid untuk dapat melengkapi perkembangannya sampai fase dewasa pada satu inang. Parasitoid ini disebut parasitoid soliter, sedangkan parasitoid gregarius adalah jenis parasitoid yang lebih dari satu individu dapat hidup bersama-sama dalm tubuh satu inang. Jumlah imago yang keluar dari satu tubuh iang dapat banyak sekali. Ada enam ordo dengan 86 famili serangga yang tercatat sebagai parasitoid yaitu Coleoptera, Diptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Neuroptera, dan Sterpsiptera. 1.2 Tujuan a. Mengetahui pengertian musuh alami b. Mengetahui pengertian parasitoid c. Mengetahui pengertian pathogen dan predator d. Mengetahui ciri musuh alami e. Untuk mengetahui macam musuh alami dan contohnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Musuh Alami Musuh alami adalah organism yang ditemukan di alam yang dapat membunuh serangga sekaligus, melemahkan serangga, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada serangga, dan mengurangi fase reproduktif dari serangga. Musuh alam biasanya mengurangi jumlah populasi serangga, inang atau pemangsa, dengan memakan individu serangga. (Anonymous, 2011) Musuh alami adalah organisme yang dalam perkembangannya di alam dapat mengganggu atau menyebabkan kematian organisme pengganggu tanaman (TIM DOSEN HPT, 2011) Natural Enemy : A predator, parasite, parasitoid or pathogen of another animal,

especially an insect. (musuh alami : Sebuah predator, parasit, parasitoid atau patogen hewan lain, terutama serangga.) (Anonymous, 2011) 2.2 Definisi Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang hidup pada inang dan akhirnya mematikan inangnya. Parasitoid dapat memarasit dari dalam inang yang disebut endoparasitoid atau dari luar inang disebut ektoparasitoid. ( Kasumbogo 2007) Parasitoid adalah serangga yang memparasitisasi serangga atau arhtropoda lainnya. Biasanya bersifat parasitic pada fase immature dan hidup bebas ketika memasuki fase dewasa. (Anonymous, 2011) A parasitoid is an organism that spends a significant portion of its life history attached to or within a single host organism in a relationship that is in essence parasitic; unlike a true parasite, however, it ultimately sterilises or kills, and sometimes consumes, the host. Thus parasitoids are similar to typical parasites except in the more dire prognosis for the host. (Parasitoid adalah organisme yang menghabiskan sebagian besar sejarah hidupnya menempel atau dalam organisme tuan rumah tunggal dalam sebuah hubungan yang pada dasarnya parasit; tidak seperti parasit benar, namun, akhirnya sterilises atau membunuh, dan kadang-kadang

mengkonsumsi, tuan rumah . Jadi parasitoid mirip dengan parasit yang khas kecuali dalam prognosis yang lebih mengerikan bagi tuan rumah.) (Anonymous, 2011)

2.3 Definisi Patogen Patogen adalah organisme penyebab penyakit tanaman. Pathogen dapat berupa tumbuhan parasitik, jamur parasit, bakteri parasit, virus, mikoplasma, dan nematode parasit. (Anonymous, 2011) Patogen adalah adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. (Anonymous, 2011) A pathogen is a microbe or microorganism such as a virus, bacterium, prion, or fungus that causes disease in its animal or plant host. There are several substrates including pathways whereby pathogens can invade a host; the principal pathways have different episodic time frames, but soil contamination has the longest or most persistent potential for harboring a pathogen. (Sebuah patogen adalah mikroba atau mikroorganisme seperti virus, bakteri, prion, atau jamur yang menyebabkan penyakit pada hewan atau tanaman inang Ada beberapa substrat termasuk jalur dimana patogen dapat menyerang tuan rumah,. jalur utama memiliki kerangka waktu yang berbeda episodik, namun kontaminasi tanah memiliki terpanjang atau paling gigih potensial untuk menyembunyikan patogen.) (Madigan et al, 2006 ) 2.4 Definisi Predator Predator adalah serangga yang dalam hidupnya membunuh dan memakan sejumlah mangsa. ( Kasumbogo 2007) Predator adalah organism yang hidup bebas yang memangsa organism lainnya. Predator dapat menyerang dari mulai fase immature (pra dewasa) sampai dengan fase dewasa dari serangga mangsa. (Anonymous, 2011)

predation describes a biological interaction where a predator (an organism that is hunting) feeds on its prey (the organism that is attacked). Predators may or may not kill their prey prior to feeding on them, but the act of predation always results in the death of its prey and the eventual absorption of the prey's tissue through consumption. (predasi menggambarkan interaksi biologi di mana predator (organisme yang berburu) memakan mangsanya (organisme yang diserang) Pemangsa mungkin atau mungkin tidak membunuh mangsa mereka sebelum makan pada mereka, tapi. predasi tindakan selalu hasil dalam kematian mangsanya dan akhirnya penyerapan jaringan mangsa melalui konsumsi) (Anonymous, 2011)

2.5 Ciri-ciri dan contoh musuh alami Parasitoid * Memiliki inang spesifik * Berukuran lebih kecil dari inangnya * Hanya betina yang mencariinang * Spesies parasitoid yang berbeda dapat menyerang stadium hidup inangnya * Telur atau larva biasanya diletakkan di dalam, diatas atau didekat inangnya * Biasanya lebihdari satu parasitoid berkembang dan muncul dari satu inang dan dalam meyelesaikan iklus hidupnya untuk menjadi dewasa hanya dalam satu individu inang * Parasitoid lebih rentan terhadap pestisida daripada inangnya. Contoh : 1. Trichogramma javonicum Parasit telur ini tergolong dalam famiil Trichogrammatidae, merupakan Parasitoid Lepidoptera. 2. Diagdema semiclausum Diagdema semiclausum termasuk ordo Hymenoptera dan famili Ichneumonidae. Serangga ini banyak menyerang atau memparasit ulat daun pada kubis. untuk mengendalikan serangan hama terutama dari ordo

Patogen * Menyebabkan pertumbuhan terhambat, menghambat reproduksi, membunuh inang * Memiliki target inang spesifik atau stadium spesifik * Efektifitas sangat tergantung pada kondisi lingkungan * Dapat menyebabkan epizootic (ledakan [enyakit di dalam populasi serangga) * Tingkat pengendalian tidak dapat diprediksi, relative lambat (memerlukan waktu untuk dapat mengendalikan) Contoh :1. Cendawan Cendawan yang berfungsi sebagai cendawan pathogen seranggan pada umumnya dari kelas Deuteromycetes, ordo Moniliales, famili Moniliaceae, seperti Beauveria bassinana, Metarhizium sp., Hirsutella citriformi, Nomuraea rileyi. Cendawan mematikan hama dengan cara mengifeksi tbuh inang. Perkembangan infeksi sangat dipengarhi kondisi lingkungan (suhu dan kelembaban yang tinggi). Suhu optimum untuk pertumbuhan cendawan pathogen 23-25 oC 2. Virus (NPV = Nuclear Pholyhedrosis Virus) NPV (Nuclear Pholyhedrosis Virus) merupakan virus serangga tergolong dalam famili Baculoviridae (baculovirus) Preadator *Mepunyai ukuran tubuh yang lebihbesar dan lebihkuat dari tubuh mangsanya. *Mangsa yang di bunuh dan dimakan biasanya hanya untuk memeuhi kebuthan makan pada saat itu juga. *Pada umumya, Larva atau nimfa serangga predator selalu hidup sebagai predator, sedangkan stadium dewasa mungkin bukan sebagai predator. *Predator tidak selalu harushidup pada habitat yang sama dengan mangsanya, dengan demikian predator dapat hidup diluar sawah/lahan pertamanan. *Biasanya predator mempunyai daur hidup yang lebih lama dari pada mangsanya. Contoh : Golongan Belalang (Orthopera), Capung (Odonata), Thysanoptera, Kepik (Hemiptera), Neuroptera, Kumbang (coleptera), Lalat (Diptera), Semut

(Hymenoptera dan sedikit golongan kupu-kupu (lepidotera) (Anonymous, 2011)

BAB III METODOLOGI 3.1 Alat dan Bahan Alat panca indra (mata) Alat tulis Bahan Aphid sp. Coccenellidae Kacang Panjang : Sample pengamatan : Sample pengamatan : Sample pengamatan : untuk mengamati spesimen : untuk mencatat hasil identifikasi

3.2 Alur Kerja

Siapkan alat dan bahan

Amati sample Catat apa yang terjadi pada sample Gambar sample Buat laporan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil pengamatan Dari pengamatan terlihat bahwa Aphid sp., Coccenellidae dan Kacang Panjang menunjukkan adanya hubungan perilaku musuh alami, pada prktikum kali ini. Hubungan tersebut hubungan tersebut di tunjukkan oleh Aphid sp.yang berperan sebagai predator dalam memangsa Coccenellidae yang menjadi hama bagi Kacang Panjang. 4.2 Pembahasan 4.2.1 Klasifikasi Aphid sp. Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Insecta : Homoptera : Aphidiae : Aphid : Aphid sp

Coccenellidae Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Spesies : Animalia : Arthropoda : Insecta : Coleoptera : Coccinellidae : Coccenellidae

Vigna sinensis Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Fabales Famili: Fabaceae (suku polong-polongan) Genus: Vigna Spesies: Vigna sinensis (L.) Savi Ex Has

4.2.2 Hubungan antara ketiga spesimen Hubungan yang terjadi antara Aphid sp., Coccenellidae, dan Kacang Panjang adalah hubungan adanya perilaku musuh alami yang terjadi di alam. Hal itu bisa terjadi saat Aphid sp. Berperan sebagai predator memangasa Coccenellidae yang berperan sebagai hama pada Kacang Panjang

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dalam praktikum kali ini terlihat adanya hubungan interaksi yang terjadi di alam yaitu musuh alami dimana Aphid sp. Berperan sebagai predator yang memangsa Coccenellidae pada Kacang Panjang. Hubungan tersebut juga merupakan salah satu bentuk dari pengendalian hama penyakit yang berkaitan dengan predator, parasit dan patogen. Predator adalah hewan yang memangsa OPT dalam hal ini sebagai pengendali OPT di mana OPT merupakan makanannya. Parasitoid adalah Organisme yang sebelum tahap dewasa perkembang dan tumbuh pada tubuh inang. Patogen adalah organisme yang menyebabkan penyyakit pada inang (serangga) sampai menimbulkan kematian. 5.2 Saran Mohon lebih semangat dan lebih membimbing kami lebih baik dari sebelumnya, serta terima kasih atas ilmu pengetahuan dan bimbingannya selama ini. Maaf jika kami selama ini banyak bercanda dan kurang serius dalam prktikum DPT.

DAFTAR PUSTAKA Anonymous, 2011 http://entnemdept.ufl.edu/fasulo/whiteflies/wfly003e.htm. 20 November 2011 Anonymous, 2011. http://en.wikipedia.org/wiki/Predator. 20 November 2011 Anonymous, 2011. http://en.wikipedia.org/wiki/Predator. 20 November 2011 Anonymous, 2011. http://hadianiarrahmi.wordpress.com/2010/04/24/musuh-alami-padaserangga/. 20 November 2011 Anonymous, 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Patogen. 20 November 2011 Anonymous, 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Patogen. 20 November 2011 Anonymous, 2011. http://pangkalandata-opt .net/index.php?q=berita&p=isiberita&o=isiberita _lihat&id=3. 20 November 2011 Madigan MT, Martinko JM, Brock TD. 2006. Brock Biology of Microorgnisms. New Jersey: Pearson Prentice Hall. Untung, Kasumbogo. 2007. Kebijakan Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta TIM DOSEN JURUSAN HAMA dan PENYAKIT TUMBUHAN. MODUL PRAKTIKUM DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN. FP-UB. Malang

LAPOORAN PRAKTIKUM DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN MUSUH ALAMI

Disusun Oleh : Nama NIM Kelas Kelompok Asisten : : : : : Fangga Ratama Camada 115040201111074 G Senin, 07.30 Vivi

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011