STRUKTUR BAJA II

MODUL 6

Sesi 1
Dosen Pengasuh : Ir. Thamrin Nasution

Struktur Jembatan Komposit

Materi Pembelajaran : 1. Pengertian Konstruksi Komposit. 2. Aksi Komposit. 3. Manfaat dan Keuntungan Struktur Komposit. 4. Lebar Efektif. 5. Tegangan Elastis Pada Penampang Komposit. 6. CONTOH SOAL : 6.1). Perhitungan Modulus Penampang Elastis. 6.2). Perhitungan Tegangan Elastis Pada Penampang Komposit.

Tujuan Pembelajaran :  Mahasiswa mengetahui dan memahami struktur jembatan komposit. DAFTAR PUSTAKA a) Agus Setiawan,”Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 031729-2002)”, Penerbit AIRLANGGA, Jakarta, 2008. b) Charles G. Salmon, Jhon E. Johnson,”STRUKTUR BAJA, Design dan Perilaku”, Jilid 2, Penerbit AIRLANGGA, Jakarta, 1996, atau, c) Charles G. Salmon, Jhon E. Johnson, Steel Structures Design and Behavior, 5th Edition, Pearson Education Inc., 2009 d) RSNI T-03-2005, Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan. e) Tabel Baja PT. GUNUNG GARUDA.

co. Wassalam Penulis Thamrin Nasution thamrinnst.com thamrin_nst@hotmail. Semoga modul pembelajaran ini bermanfaat.wordpress.id thamrinnst. yang terlampir dalam modul pembelajaran ini.com . buku-buku rujukan dan artikel.wordpress.UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemilik hak cipta photo-photo.

www. Sebaliknya. ITM. Material baja adalah bahan yang kuat terhadap gaya tarik dan kuat juga terhadap gaya tekan. Ir. Hayward. Thamrin Nasution STRUKTUR JEMBATAN BAJA KOMPOSIT 1. www. gelagar kotak. Pengertian Konstruksi Komposit . kayu dengan beton. dari kedua jenis bahan yang berbeda tadi. dan lain-lain.corusconstruction. Pada pertemuan kedua bahan akan terjadi gelincir karena tidak ada penahan. beton sangat kuat memikul gaya tekan dan sangat lemah terhadap gaya tarik.C. lihat Gambar 3 berikut. Dalam bentuk lain adalah struktur tiang/kolom dimana lapis luar tiang/kolom digunakan besi hollow dari baja. dan didalamnya diisi dengan material beton.com Konstruksi komposit bisa merupakan perpaduan antara baja dengan beton. gelagar kotak.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . Penampang yang seperti ini termasuk kategori non komposit. A.C.com Gambar 2 : Jembatan komposit. yang disatukan sedemikian rupa. FTSP. Hal ini pada umumnya dijumpai pada baja dan beton. Gabungan kedua elemen struktur ini dapat memikul beban lentur (momen) secara bersama-sama.G. Pelat beton dan gelagar baja mengalami deformasi sendirisendiri. Konstruksi seperti ini ditemukan pada struktur jembatan. tetapi gaya tekan yang dapat dipikul sangat erat kaitannya dengan kelangsingan profil. 1 . sehingga pada balok baja terjadi lendutan yang besar yang diakibatkan oleh beban yang besar yang harus dipikul balok baja tersebut. Hayward. Corus Construction & Industrial. A. sehingga bekerja sama dalam memikul beban. terutama dalam kemampuannya memikul gaya tarik dan gaya tekan. yaitu gambungan antara pelat lantai dari bahan beton dan gelagar dari bahan baja. Konstruksi komposit dibuat sedemikian rupa dengan memanfaatkan keunggulan dari masing-masing bahan.G. 2012 Departemen Teknik Sipil. Corus Construction & Industrial.corusconstruction. Konstruksi komposit adalah sebuah konstruksi yang bahan-bahannya merupakan perpaduan dari dua jenis material yang berbeda sifat. dengan besar deformasi tergantung dari kekuatan masing-masing bahan (baja dan beton). Pada mulanya balok baja hanya dipakai sebagai penopang pelat lantai. Sumber : Composite steel highway bridges. Sumber : Composite steel highway bridges. Gambar 1 : Jembatan komposit.

Thamrin Nasution Pelat lantai beton Tergelincir/slip Gelagar baja Pelat lantai beton Tekan Tarik Tekan Gelagar baja Tarik Diagram tegangan Gambar 3 : Penampang baja – beton non komposit Pada awal tahun 1930 kanstruksi komposit dibuat pada jembatan.doka. Ir.com Gambar 4 : Jembatan komposite dengan penghubung geser. dimana baja dan beton saling melekat dengan bantuan penghubung geser (Shear connector). Semenjak tahun 1979 yang lalu.com 2 . 2012 Departemen Teknik Sipil. FTSP. Shear Connector Sumber : http://www.directindustry. aksi komposit selalu dimanfaatkan pada bangunan gedung terutama pada jembatan.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . dan untuk gedung pada tahun 1960. ITM. Sumber : http://www.

com. c.au 2. dengan kata lain tidak terjadi gelincir diantara permukaan beton dan baja. Aksi komposit hanya dapat terjadi apabila anggapan-anggapan berikut ini dapat dipenuhi atau mendekati keadaan sebenarnya antara lain : a. d. b.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . antara lain : a. FTSP. dihubungkan secara komposit menjadi satu. sehingga dapat mengurangi atau menghemat tinggi lantai (storey height) pada bangunan gedung dan tinggi ruang bebas pada bangunan jembatan. Lantai beton dan balok baja tidak akan terpisah secara vertikal dibagian manapun sepanjang bentangan. Profil baja dapat dihemat dibandingkan dengan balok non komposit. Ir.antec. 3 . Manfaat dan Keuntungan Stuktur Komposit. ITM. Lantai beton dengan balok profil baja dihubungkan dengan penghubung geser secara tepat pada seluruh bentangnya. lantai menggunakan deck Sumber : http://www. 3. konstruksi komposit memberikan beberapa keuntungan. Gaya geser pada penghubung geser adalah sebanding secara proportional dengan beban pada penghubung geser. Aksi komposit terjadi apabila dua batang/bagian struktur pemikul beban. Penampang atau tinggi profil baja lebih rendah. b. Aksi Komposit ("Composite Action"). sehingga dapat melentur secara bersamaan dan menyatu. Thamrin Nasution Gambar 5 : Bangunan komposit. misalnya konstruksi lantai beton dan balok profil baja. 2012 Departemen Teknik Sipil. Bila dibandingkan dengan konstruksi non komposit. Distribusi tegangan adalah linier disetiap penampang.

dan terus menurun secara non-liner sebanding dengan letaknya yang semakin jauh dari sayap gelagar. Lebar efektif balok komposit dapat dinyatakan dengan persamaan berikut. mempunyai momen pikul yang lebih besar. 4 . Panjang bentang untuk batang tertentu dapat lebih besar. 2012 Departemen Teknik Sipil.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . 4.1 bf b’ bO bO b’ bf b’ bO Gelagar luar Gambar 7 : Ukuran-ukuran dalam penetapan lebar efektif gelagar baja-beton komposit. sehingga pelendutan pelat lantai (komposit) semakin kecil. Ir. Kekakuan lantai pelat beton bertulang semakin tinggi karena pengaruh komposit (menyatu dengan gelagar baja). untuk penampang yang sama. Thamrin Nasution c. artinya dengan sistem komposit baja dan beton. Kapasitas daya pikul beban bertambah dibandingkan dengan pelat beton yang bebas di atas gelagar baja. ITM. bE b’ b’ bf Gambar 6 : Bentuk distribusi tegangan pada pelat beton akibat momen lentur. Konsep lebar efektif bermanfaat dalam disain bila kekuatan harus ditentukan untuk suatu elemen yang terkena distribusi tegangan tidak seragam. d. Dari gambar diatas terlihat bahwa tegangan paling ektrim terdapat pada daerah diatas sayap gelagar. e. FTSP. Lebar Efektif. bE = bf + 2 b’ bE bE Gelagar dalam …..

Besar tegangan lentur adalah. Gelagar eksterior (luar). Gelagar interior (dalam). 5. 12 x tebal minimum lantai. FTSP. atau b. 5 . 2012 Departemen Teknik Sipil. menetapkan lebar efektif sebagai berikut : Bila lantai beton meliputi kedua sisi badan gelagar. b. = momen lentur. ITM. 1/5 x panjang bentang gelagar untuk bentang sederhana atau 1/7 x panjang bentang gelagar untuk bentang menerus. a.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . Jarak pusat-pusat antara badan gelagar. L bE  + jarak dari pusat gelagar ke tepi slab. Tegangan Elastis Pada Penampang Komposit. Ir. lebar efektif lantai harus diambil sebagai nilai terkecil dari : a.b. Y2 .d. Pada balok T yang homogen. Thamrin Nasution Penyederhanaan penetapan lebar efektif untuk keperluan perencanaan diberikan oleh AISC – LRFD untuk beban layan maupun perhitungan kekuatan nominal. fb  I I = momen inertia penampang balok T. fa  Dimana. bentuk diagram tegangan-regangan dalam kondisi layan terlihat seperti gambar berikut. bE  bO . …1.c. …1. L …1. Y1 M . adalah sebagai berikut. atau c. Dimana. L = panjang bentang jembatan bo = jarak antara gelagar memanjang. (lihat gambar 7). 8 bE  1 / 2 bo  jarak dari pusat gelagar ke tepi slab (lihat gambar 7). bE  4 bE  bO (jarak gelagar sama) …1. a Y1 fa M Y2 b fb regangan tegangan Gambar 8 : Diagram tegangan – regangan balok homogen. …2. RSNI T-03-2005. I M M . Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan.a.

ambil Wc = 2500 kg/m3. dengan jenis bahan yang berbeda (beton – baja) dimana mempunyai modulus elastis yang berbeda pula. Ec = modulus elastisitas beton. Bentuk tegangan lentur pada penampang komposit seperti gambar berikut. fc = kekuatan tekan beton umur 28 hari. Thamrin Nasution Pada balok komposit. fs fc  Es Ec …3. ITM. Wc = berat jenis beton. 6 .Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . Es = ratio modulus. kalau pada beton bertulang adalah kebalikannya.b. 2012 Departemen Teknik Sipil. Lihat Modul 2.043) fc' Dimana.2600 kg/m3. Ec Es = modulus elastisitas baja = 200. s c (besar deformasi yang terjadi antara baja dan beton adalah sama) Atau.c. bE hc bE / n Luas baja equivalen fca fcb fsa ysa ysb yca ycb Garis netral komposit M hs Garis netral profil b’ bf b’ fsb Gambar 9 : Tegangan pada penampang komposit. sekalipun hubungan baja – beton sangat kaku. 2400 .d. fc  n . dimana slab beton penampang komposit di transformasikan menjadi baja equivalen. dengan kata lain baja – beton mengalami deformasi serentak Hubungan tegangan dan regangan baja – beton dapat dilihat pada persamaan berikut ini. FTSP. fs  Es .a. diberikan oleh persamaan berikut. fc Ec …3. yaitu luas tulangan di transformasikan menjadi luas beton equivalen. maka diagram tegangannya menjadi tidak sama dengan balok yang homogen.000 MPa. Untuk beton normal dapat diambil. …3. Sehingga. Ec = Wc1. Ir.e.5 (0. Dimana. Ec  4700 fc' …3. n = …3.

13. fy = 250 MPa. Gunakan lebar penampang efektif. 2012 Departemen Teknik Sipil. bE = L / 5 = 10 m / 5 = 2.5 m (menentukan).13.400. ysa .21 WF 400. memakai baja mutu BJ-41. Ec = 4700 fc' = 4700 .400.400. Ir. Panjang bentang. 6. y sb M . Hitunglah modulus penampang elastis dari penampang komposit .21 WF 400.0 m.13.400. Beton. 21 = 21538 MPa. fc’ = 21 Mpa. Modulus ratio.40 m Modulus elastis. n = Es / Ec = (200. Contoh Soal. I gn n . fsb  fsa  I gn I gn Tegangan lentur tekan yang terjadi pada serat atas/bawah slab beton.5 m bo = 1.13. M .21 Panjang bentang L = 10 m bo = 1.5 m 20 cm WF 400. M .000 MPa.3 7 . Es = 200.000 MPa)/(21538 MPa) = 9. ITM. …4. yca M . fcb  n .20 m = 2.1. L = 10 meter. bE = bo = 1.b.a. …4. FTSP. WF 400.13.21 bo bo Gambar 10 : Jembatan komposit Penyelesaian : Lebar efektif (RSNI T-03-2005). ycb fca  . I gn 6. Thamrin Nasution Tegangan lentur yang terjadi pada profil baja.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . Baja. dengan mutu beton.400. bE = 12 x hc = 12 x 0.21 WF 400.

1 cm.400. (40 cm/2 + 20 cm) (540. (20 cm) As Atotal = 322 cm2.7 cm2) = 22.7 cm2) . (20 cm)3 = 10733. (16. (hc/2) + As .1 cm.161 m = 16.13.7 cm2) = 37. terhadap garis netral komposit adalah sebagai berikut.0 cm3 = 11968.0 cm3)/(540. Ac = 322.0 cm3 yb = (20474. Ya + yb = hs + hc 22.7 cm2.7 cm2) . yb = (322 cm2) .0 cm2. Momen inertia terhadap diri sendiri.7 cm2) .7 cm2. .1 cm hc = 20 cm 30 cm d1 d2 ya Garis netral komposit 60 cm hs = 40 cm Garis netral profil 20 cm WF 400.Statis momen ke sisi atas pelat beton.8 cm . bE = 150 cm bE / n = 16. Io = 1/12 . Luas penampang baja equivalen.13. (40 cm/2) (540.1 cm) . yb = 16100. (hs/2) (540. yb = Ac .1 cm + 37. ya = Ac .8 cm = 40 cm + 20 cm 60 cm = 60 cm (memenuhi). ya = 3220.21 yb Gambar 11 : Letak garis netral penampang komposit Letak garis netral komposit. a. 8 .3 cm4. ya = (322 cm2) .0 cm3 + 4374.0 cm3 + 8748.7 cm2) .0 cm3)/(540.21 Luas total.1 cm) . Luas penampang baja equivalen. 2012 Departemen Teknik Sipil. Luas profil WF 400. FTSP. (hs/2 + hc) (540. = 218. Thamrin Nasution Lebar equivalen baja. . = 540.5 m / 9. Perhitungan momen inertia komposit (I). Ac = (16. (40 cm + 20 cm/2) + (218. bE / n = 1. Penampang baja equivalen. (hs + hc/2) + As . Ir.3 = 0.0 cm3 ya = (11968.Statis momen ke sisi bawah flens bawah profil. (20 cm/2) + (218.Kontrol.400. Atotal .7 cm2) . Atotal . ITM.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” .7 cm2) .

3 cm4 + (322.1 cm – 20 cm) Ssa = 92314. Ssa = I / (ya – 20 cm) = (193860.9 cm4. Io = 66600 cm4.2 cm4.7 cm2).3 cm4 + 135982.8 cm)2 = 135982.8 cm) – (40 cm/2) = 17.(17. Hitunglah tegangan yang terjadi pada penampang komposit akibat berat sendiri. 6.DATA 1.3 cm4.1 cm. Ssb = I / yb = (193860. Momen inertia terhadap diri sendiri.0 cm2).6 cm3.12. . Ic = Io + A . d12 = 10733. DATA MATERIAL a. d22 = 66600 cm4 + (218. Momen inertia penampang baja equivalen terhadap garis netral komposit .4 cm3. I = Ic + Is = 57877.1 cm) – (20 cm/2) = 12. Letak pusat berat profil WF terhadap garis netral komposit. BETON Mutu beton.13.2 cm4)/(22. Momen inertia profil WF terhadap garis netral komposit .0 m.2.1 cm) Sc = 8772.9 cm4 = 193860. c.7 cm2. DATA .(12. L = 12 meter. DATA GEOMETRIS JEMBATAN Tebal slab lantai jembatan hc = 20. Thamrin Nasution Letak pusat berat penampang baja equivalen terhadap garis netral komposit.300. mutu baja BJ-41. mutu beton.8 cm. FTSP. Modulus penampang elastis.0 cm3.Pada tepi atas pelat beton.400.2 cm4)/(37. Luas profil WF.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . Panjang bentang jembatan L = 12. As = 218.10 meter.Pada tepi bawah sayap baja.0 cm. Gelagar memakai WF 600. . ITM. jarak antara gelagar. Jarak antara gelagar baja S = bo = 110.1 cm)2 = 57877. Penyelesaian : A). K-300.0 cm. 2012 Departemen Teknik Sipil. b. d1 = ya – (hc/2) = (22.21.20. S = 1.8 cm) Ssb = 5128. Tebal lantai beton hc = 20 cm.Pada tepi atas sayap baja. Ir. Profil WF 400. . K-300 = 300 kg/cm2 9 .2 cm4)/(22. d2 = yb – (hs/2) = (37. 2. Sebuah jembatan komposit dengan perletakan sederhana. Sc = I / ya = (193860. Is = Io + A . panjang bentang. Momen inertia penampang komposit.

2.510 kN/m’.41 Tegangan leleh baja.20 fc' = 0.12.300.300. FTSP. a.20 S = bo S = bo Gambar 12 : gambar soal 6. 10 .9 MPa. ANALISA STRUKTUR. 2012 Departemen Teknik Sipil.12.Profil WF 600.12.10 m 20 cm WF 600. hs = 58. Momen maksimum terjadi di tengah bentang sebesar.51 kN/m. . BAJA Mutu baja. WF 600.300. fy = 250 MPa.20 Panjang bentang L = 12 m bo = 1.m’. Ec  4700 fc' = 23453 MPa.12.20 WF 600. . Berat beton bertulang.10 m bo = 1. ITM. qc = (1. Es = 200.000 Mpa.20.5 cm2. BJ .10 m) .83 K/10 = 24. Thamrin Nasution Kuat tekan beton. Wc = 25 kN/m3 WF 600.300. b. Berat Sendiri.180 kN. Modulus elastis.300.500 kN/m’. Profil WF 600.010 kN/m’. qs = 151 kg/m = 1.Pelat beton. Modulus Elastis. Ir. (25 kN/m3) = 5. Mmaks = 1/8 q L2 = 1/8 .8 cm.20 m) . As = 192.12.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . (12 m)2 Mmaks = 126. q = 7. Momen lentur. b.20 WF 600.010 kN/m’) .300. B).12.300. (7.12.20 Io = 118000 cm4. (0. qs = 1.

Atotal . = 192. = 450. yb = (258 cm2) . (0. ITM.20 yb Gambar 13 : Letak garis netral penampang komposit Letak garis netral komposit. Ir. ya = Ac . 2012 Departemen Teknik Sipil. Thamrin Nasution C).5 cm2) .8 cm (memenuhi).0 cm3 + 9509.5 = 0.9 cm) .8 cm = 78.10 m / 8.300. 11 .4 cm d1 d2 ya Garis netral komposit 78. yb = (23409.Kontrol.300. (20 cm) As Atotal = 258 cm2.8 cm/2 + 20 cm) (450.5 cm2. ya = 2580.5 Lebar equivalen baja. (hs/2) (450.4 m bE = bo = 1. (20 cm/2) + (192. GARIS NETRAL PENAMPANG KOMPOSIT. Lebar efektif (RSNI T-03-2005).8 cm + 20 cm/2) + (192.5 cm2) . (58. .8 cm + 20 cm 78. FTSP.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . ya = (258 cm2) .8 cm hs = 58.20 m) = 2.20 Luas total.000 MPa)/(23500 MPa) = 8.5 cm3)/(450. Ac = (12.4 cm WF 600. (hc/2) + As . yb = Ac . (hs/2 + hc) (450. n = Es / Ec = (200. bE / n = 1. (58.Statis momen ke sisi bawah flens bawah profil.5 cm2) .5 cm2. Ya + yb = hs + hc 26.5 cm2) .40 m. Luas penampang baja equivalen.84 cm + 51.96 cm .5 cm2) = 51.84 cm.12.5 cm2) = 26.Statis momen ke sisi atas pelat beton. yb = 17750.10 m (menentukan).9 cm.5 cm3 ya = (12089.5 cm2) .5 cm3 = 12089.8 cm Garis netral profil 29. bE = 110 cm bE / n = 12. Modulus ratio.4 cm3 + 5659.9 cm hc = 20 cm 39.12.96 cm = 58.8 cm/2) (450.129 m = 12. (58. bE = 12 hc = 12 .9 cm3)/(450.9 cm3. bE = L / 5 = 12 m / 5 = 2.5 cm3 = 23409. Atotal . Luas profil WF 600. (hs + hc/2) + As .5 cm2) . .

0 cm2.1 cm4 + 215973.1 cm4.9 Mpa (tekan).84 cm)2 = 81765. FTSP. 12 . d22 = 118000 cm4 + (192.5) . b.84 cm.4 mm . Thamrin Nasution D). Momen inertia terhadap diri sendiri.56 cm)2 = 215973. c. ( ya .(22. n .mm) x (268.20. Profil WF 600.180 x10 6 N. Is = Ios + A . As = 192. Pada tepi atas pelat beton.mm) x (268.7 x 10 4 mm 4 ) Pada tepi bawah pelat beton. ya (126. 2012 Departemen Teknik Sipil.200mm) fcb   n . d2 = yb – (hs/2) = (51.8 cm/2) = 22. MOMEN INERTIA PENAMPANG KOMPOSIT.3 MPa (tekan). Letak pusat berat profil WF terhadap garis netral komposit.200 mm) (126.I (8. ( ya .7 x 10 4 mm 4 ) = 2.4 mm . Luas profil WF. Ic = Ioc + Ac .Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” . ITM.6 cm4 = 297738. Penampang baja equivalen.6 cm4. terhadap garis netral komposit adalah sebagai berikut.96 cm) – (58.I (8. Momen inertia penampang komposit. Momen inertia terhadap diri sendiri.4 mm) fca   = 1. Ioc = 1/12 .180 x10 6 N. d12 = 8600.0 cm4.5 cm2).12. a. Perhitungan momen inertia komposit (I). (297738. M . M . (297738.5) . (20 cm)3 = 8600.200 mm) (126.(16. (12. d1 = ya – (hc/2) = (26. Ac = 258.7 cm4.0 cm2).56 cm.mm) x (268.5 cm2. E).3 MPa (tekan). Ir.84 cm) – (20 cm/2) = 16. M .180 x10 6 N.200mm) fsa   I (297738. Letak pusat berat penampang baja equivalen terhadap garis netral komposit. TEGANGAN LENTUR PADA PENAMPANG KOMPOSIT. Pada tepi atas flens atas profil WF. Momen inertia penampang baja equivalen terhadap garis netral komposit .300.7 x 10 4 mm 4 ) = 0. Luas penampang baja equivalen. Momen inertia profil WF terhadap garis netral komposit .9 cm) . Ios = 118000 cm4.0 cm4 + (258. I = Ic + Is = 81765.

( yb) (126.84 cm Garis netral komposit 0.180 x10 6 N.3 MPa 20 cm Ya = 26.Modul kuliah “STRUKTUR BAJA II” .96 cm WF 600.300.7 x 10 4 mm 4 ) = 22.9 MPa 78.3 MPa 2. FTSP.8 cm 58. Thamrin Nasution Pada tepi bawah flens bawah profil WF.9 cm 1.20 22.mm) x (519. 13 .8 cm Garis netral profil Yb = 51. Ir. ITM. bagian beton sepenuhnya mengalami tegangan tekan.0 MPa Gambar 14 : Diagram tegangan penampang komposit akibat berat sendiri. M .6 mm) fsa   I (297738. bE = 110 cm bE / n = 12. Keterangan : Dari diagram tegangan terlihat.0 Mpa (tarik). 2012 Departemen Teknik Sipil.12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful