Anda di halaman 1dari 2

Laboratorium Organik

PRAKTIKUM MPP PERCOBAAN SUBLIMASI


Landasan teori Sublimasi dari zat padat adalah analog dengan proses distilasi di mana zat padat berubah langsung menjadi gasnya tanpa melalui fasa cair, kemudian terkondensasi menjadi padatan. Jadi sublimasi termasuk dalam cara pemisahan dan sekaligus pemurnian zat padat. Untuk bisa menyublim, suatu zat padat harus mempunyai tekanan uap relatif tinggi pada suhu di bawah titik lelehnya. Dalam percobaan sublimasi biasanya diperlukan zat padat 1 2 gram. Sublimasi dapat dilakukan lebih efektif lagi bila dilakukan pada tekanan vakum. Bahan dan Peralatan: Kamper, glasswool, kasa asbes, cawan poselin, corong gelas, pemanas, Cara kerja Sublimasi: Tempatkan dalam cawan porselen sekitar 1 gram serbuk kamper kotor. Pasang cawan di atas klem bundar yang cocok. Pasang di atas cawan, kasa asbes yang bersih dan dengan cara di klem, pasang corong gelas yang telah di sumbat glasswool di atas asbes tersebut. Lakukan pemanasan langsung dengan api kecil. Kumpulkan kristal yang menempel di asbes, timbang dan tentukan titik lelehnya. Cara Penentuan Titik leleh: Sejumlah kecil kristal yang telah diperoleh ditempatkan dalam kaca arloji. 1

Laboratorium Organik

Gerus sebagian sampai sehalus mungkin. Ambil tabung kapiler ( kaca) yang ujung satunya tertutup. Balikkan ujung yang terbuka, lalu tekan-tekan ke dalam serbuk kristal sampai serbuk masuk ke dalam tabung kapiler. Balikkan lagi tabung dan ketuk-ketuk sampai serbuk kristal turun ke dasar kapiler. Ulangi pengambilan dengan cara di atas sampai serbuk yang ada di kapiler tingginya sekitar 0,5 cm. Pasang kapiler ini di tempat atau alat penentuan titik leleh, alat Thiele atau Melting-Block.

Pemanasan harus dilakukan dengan api kecil (elektrik) agar naiknya suhu kelihatan berjalan secara perlahan. Perhatikan dan catat suhu saat di mana kristal dalam pipa kapiler mulai ada yang leleh sampai persis semuanya meleleh ( = trayek pelelehan).