Anda di halaman 1dari 9

INTISARI

Pada tanggapan penguatan terhadap frekuensi (frecuency response), yang merupakan ketergantungan penguat terhadap frekuensi, semakin besar nlai penguatannya, lebar pitanya semakin sempit, karena itu nilai penguatan yang sering dipakai maksimum hanya beberapa puluh kali saja, dan penguatan menjadi harus dilakukan dalam beberapa tahap.Pada praktikum ini, penguatan dilakukan dalam 3 tahap.Inti dari praktikum ini, seperti yang tertera pada tujuannya, yaitu memahami prinsip rangkaian penyangga (buffer), menyadari pengaruh pembebanan terhadap pengamat, dan menyadari, lalu mencari pengaruh penguatan terhadap lebar pita frekuensi.

I. TUJUAN
Memahami prinsip rangkaian penyangga Menyadari pengaruh pembebanan terhadap penguat Menyadari pengaruh penguatan terhadap lebar pita frekuensi

II. ALAT ALAT DAN BAHAN


1. Tiga buah Op Amp 2. Beberapa buah resistor 3. Catu daya bipolar 4. Signal Generator

III. TEORI DASAR


Seperti yang telah diketahui pada praktikum sebelumnya, op amp adalah salah satu dari penguat. Penguat ini disebuat penguat operasional, karena penggunaannya sangat luas. Op Amp merupakan penguat differensial dengan dua keluaran dan satu masukkan. Pada praktikum ED. 2.1 , dirancang penguat pembalik, tak membalik, penguat instrumentasi, dan penjumlah pembalik. Disini, kita akan memahami rangkaian penyangga , pembebanan terhadap penguat, dan pengaruh penguatan terhadap lebar lebar pita. Jika digambarkan tanggapan terhadap frekuensi untuk berbagai nilai penguatan akan diperoleh grafik yang semakin besar penguatan , frekuensinya akan semakin kecil, dan demikian, lebar pita untuk penguatan makin besar , makin mengecil (berbanding terbalik), misalkan untuk penguatan 1000 f didapatkan frekuensi 100 Hz, penguatan 100 f , frekuensinya 10KHz, nilai penguatan yang maksimum hanya beberapa puluh kali saja, oleh karena itu, penguatan dilakukan bertingkat (dalam beberapa tahap).Misalnya penguatan dilakukan tiga tahap, sebut saja penguat awal,

penguat tahap kedua, dan penguat akhir.Namun muncul masalah baru, yaitu munculnya efek pembebanan. Penguat yang dibelakang akan mempengaruhi (membebani) penguat di depannya.

1000 100 10 F (Hz) 100 10 K 1M

Gb. 2.1 Tanggapan penguat terhadap frekuensi

Misalkan kita mempunyai data penguatan sbb. : Tabel 2.1 Penguat Awal Nilai penguatan Teg. Impedansi masukkan Impedansi keluaran 2 2K 1 K Penguat Tengah 5 2K 1 K Penguat Akhir 10 2K 1 K

Jika sinyal 10 mV dengan hambatan ekivalennya 1 K , maka secara ideal, setelah melewati ketiga tahapan penguatan tersebut akan diperoleh tegangan keluaran 2 x 5 x 10 mV = 1 V, lalu perhatikan rangkaian berikut :

Z1

Vi

Vo Z2

Gb. 2.2. Rangkaian ekivalen untuk analisis pengaruh pembebanan

Akan terlihat bahwa tegangan keluarannya : Z2 Vo = Vi ....................................................... (2.1) Z1 + Z 2 Untuk setiap tahapan di atas dapat disimpulkan Z1 = 1K dan Z2 = 2 K sehingga Vo = 2/3 Vi dengan demikian penguatan total ketiga tahapan = (2 x 2/3) x (5 x 2/3) x (10 x 2/3) = 29,6 , dengan demikian tegangan keluarannya bukan 1 V melainkan 296 mV. Kemudian jika dimisalkan bahwa tegangan 60 mV dijadikan masukkan pada rangkaian gb. 2.2. dengan Z1 = 1K dan Z2 = 2 K , maka Vo = 40 mV, maka upaya yang harus dilakukan agar Vo tidak jauh berbeda dari 60 mV , adalah dengan membuat rangkaian seperti sbb. :
a Z out

Z1

Vi Z in

G ab

Z2

Vo

PENGUAT

Gb. 2.3 Pengaruh penguat yang baik

Dari bagian masukkan penguat terlihat bahwa :


Vab = Z in Vi Z 1 + Z in

......................................................... (2.2) Vi maka dapat dipilih Zin >> Z1 , misalnya dipilih Zin = 1 M ....................................................... (2.3)

Maka agar Vab Vo =

Pada bagian keluaran penguat terlihat bahwa :


Z2 GV ab Z 2 + Z out

Dari persamaan 2.3. jika dipilih Zout << Z2 idealnya Zout = 0 maka Vo diperoleh Vo

Vab.Dengan demikian, jika dipilih Zin sangat besar, dan Zout sangat kecil, maka

G Vi . Dengan demikian suatu penguat yang baik memiliki input

impedansi besar dan output impedansi kecil, idealnya impedansi input suatu penguat bernilai tak hingga, sedang impedansinya outputnya nol. Selanjutnya, jika nilai penguatannya G = 1, penguat tersebut disebut sebagai penguat penyangga (Buffer). Rangkaian Buffer : Vi VA VB
Gb. 2.4

+ Vo

Vo = Kv (VA VB) Vo = Kv . V1 Buffer : +

Vi + -

Vo

Gb. 2.5. Rangkaian Buffer

Karakteristik rangkaian Buffer : 1. Keluaran sama 2. Hambatan masukkan besar sekali 3. Hambatan keluaran kecil sekali 4. Umpan balik dengan memberikan hambatan untuk menstabilkan penguatan. Pertambahan Lebar Pita Umpan balik negatif dapat menambah lebar pita, penguatan pada loop terbuka jauh lebih besar daripada penguatan dengan loop tertutup , jika penguatan diturunkan dalam 3 dB, penguatan loop tertutup masih mendekati = 1/B.Ini berarti lebar pita dari penguat keseluruhan > dari lebar pita dari penguat dalam.

IV . TUGAS PENDAHULUAN 1. Sebutkan sifat sifat buffer dan untuk apa buffer tersebut digunakan ? Sifat sifat Buffer : a. .Keluaran sama b. Hambatan masukkan besar sekali c. Hambatan keluaran kecil sekali d. Umpan balik dengan memberikan hambatan untuk menstabilkan penguatan.

Buffer digunakan sebagai penguat penyangga, yaitu jika suatu penguat yang baik memiliki input impedansi besar dan output impedansi kecil, idealnya impedansi input suatu penguat bernilai tak hingga, sedang impedansinya outputnya nol.maka, jika nilai penguatannya G = 1 , rangkaian terssebut dinamakan rangkaian Buffer. 2. Jelaskan prinsip rangkaian ekivalen Thevenin Pada penguat (Amplifier), memiliki dua gerbang, yaitu gerbang masukan (input) dan gerbang keluaran (output), untuk memakainya kita harus mengetahui sifat input dan output input dan output tersebut dapat diganti dengan rangkaian ekuivalennya,, sifat terpenting dari input adalah resistivitas input, oleh karenanya input yang sebenarnya dapat diganti dengan rangkaian ekuivalen untuk input yang terdiri dari satu resistor antara kedua sambungan input saja.Output dari suatu penguat merupakan satu sumber daya listrik, berarti satu arus dengan resistivitas dalam.Output dapat digambarkan dengan rangkaian equivalen Thevenin .

Rd

Ri

Vo

Gb. 2.6. Rangkaian ekivalen untuk penguat dengan memakai rangkaian ekivalen Thevenin .Vo = A. Vin.

3. Apa yang dimaksud dengan rangkaian Voltage Divider ? Voltage Divider adalah pembagi tegangan. 4. Apa yang dimaksud dengan frequency respons ? Mengapa frekuensi respon umumnya digambar pada kertas grafik bilog ?

Frequensi response atau ketergantungan frekuensi adalah ketergantungan frekuensi dari suatu penguatan , biasanya terdapat hubungan antara besar penguatan dengan frekuensi seperti tampak pada gambar 2.7 : terlihat penguatan turun pada frekuensi kecil dan frekuensi besar,sedangkan pada frekuensi sedang, penguatannya akan lebih besar. Penguatan

Log f
Gb. 2.7. Hubungan antara penguatan dan frekuensi

Dari grafik diatas dapat dilihat mengapa, frekuensi respons biasanya digambarkan pada kertas bilog atau semilog, hal ini dikarenakan hubungan penguatan dan frekuensinya terdapat nilai logaritma, Log disini merupakan logaritma dari frekuensi (log f). V. PROSEDUR 1. Merancang bangun penguat inverting dengan penguatan 1000, kemudian mengambil data untuk menggambarkan respons frekuensinya. 2. Membangun penguat inverting dengan R1 = 100 dan R2 = 1 K , kemudian mengambil data untuk menggambarkan respon frekuensinya. 3. Membangunlah suatu penguat non inverting dengan R1 = 10 K , R2 = 100 K , kemudian mengambil data untuk menggambarkan respons frekuensi. 4. Memasang sebuah rangkaian buffer di depan rangkaian percobaan kedua, kemudian mengambil data untuk menggambarkan respon frekuensinya.

DAFTAR PUSTAKA
Blocher, Richard,Dipl.Phys, 2003. Dasar Elektronika. ANDI Yogyakarta.Yogyakarta Qomarudin,M, DR.H. MS. , 2005.Diktat Praktikum Elektronika II . Unpad .Bandung