Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI TUMBUHAN I
AKTIVITAS NITRAT REDUKTASE

Oleh:
Nama : Swastika Oktavia
NIM : B1J007013
Rombongan : II
Kelompok : 1 (satu)
Hari / Jam : Selasa/13.00-15.00
Asisten : Hari Kartiko

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2009
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN I

Acara Praktikum : Aktivitas Nitrat Reduktase


Tujuan : Mengukur aktivitas Nitrat Reduktase pada tanaman.
Hasil dan Pembahasan :

A. Hasil

Pengamatan Nilai
Absorbansi standar 0,036598891
Absorbansi Sampel 0 M = 0,025; 0,5 M = 0,035; 5 M = 0,03
Berat bahan segar (mg) 100 mg
Waktu Inkubasi ANR (menit) 1620 menit
Aktifitas Nitrat Reduktase 0 M = 0,01265; 0,5 M = 0,01771; 5 M = 0,01518

Perhitungan :
Absorbansi pada konsentrasi NaNO3 0M = 0,025
Absorbansi sampel 1000 60 50
ANR =
Absorbansi standar Berat bahan segar (mg) Waktu inkubasi 1000
0,025 x 1000 x 60 x 50
=
0,036598891 100 1620 1000
= 0,68308 x 10 x 0,03703704 x 0,05
= 0,01265 molNO2/g/menit
Absorbansi pada konsentrasi NaNO3 0,5M = 0,035
Absorbansi sampel 1000 60 50
ANR =
Absorbansi standar Berat bahan segar (mg) Waktu inkubasi 1000
0,035 1000 60 50
= x x x
0,036598891 100 1620 1000
= 0,9563 x 10 x 0,03703704 x 0,05
= 0,01771 molNO2/g/menit
Absorbansi pada konsentrasi NaNO3 5M = 0,03
Absorbansi sampel 1000 60 50
ANR =
Absorbansi standar Berat bahan segar (mg) Waktu inkubasi 1000
0,03 1000 60 50
= x x x
0,036598891 100 1620 1000
= 0,8197x 10 x 0,03703704 x 0,05
= 0,01518 molNO2/g/menit
B. Pembahasan

Tumbuhan memiliki kemampuan untuk mengubah senyawa nitrogen anorganik


seperti nitrat dan amonia, menjadi asam-asam amino yang merupakan kerangka dasar
protein. Ion nitrat merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan. Bagi tumbuhan yang tidak
- +
dapat menambat N2, sumber utamanya adalah NO3 dan NH4 . Umumnya pada semua
tanaman kecuali tanaman kacangan. Banyak dari spesies tanaman menyerap nitrogen
- + -
dalam bentuk NO3 , sebab NH4 segera dioksidasi menjadi NO3 oleh bakteri nitrifikasi
(Salisbury dan Ross, 1995).
Nitrogen menyusun 79% dari atmosfer dan bahkan lebih banyak lagi N didalam
tanah sebagai sedimen organik. Dinitrogen (N2) baik yang di atmosfer maupun yang terikat
dalam sedimen tanah, keduanya tidak tersedia bagi pertumbuhan tanaman. Hanya bentuk
yang teroksidasi (NO3) atau bentuk yang tereduksi (NH4) yang tersedia. Ikatan dengan H
yang mereduksi N dapat terbentuk oleh organisme yang penambat oksigen atau secara
komersial dengan proses Haber-Bosch. Amonia dioksidasi menjadi nitrat oleh bakteri
nitrifikasi : NH4 NO2 NO3
Transformasi N seperti itu terjadi secara biologis dan karenanya peka terhadap pH tanah,
temperatur dan kelembapan (Gardner et al., 1991).
Nitrogen merupakan bahan penting penyusun asam amino, amida, nukleotida, dan
nukleoprotein serta esensial untuk pembelahan sel, pembesaran sel dan untuk
pertumbuhan. Defisiensi N mengganggu proses pertumbuhan, menyebabkan tanaman
kerdil, menguning dan berkurang kuantitasnya dalam tanaman tersebut (Lakitan, 2000).
+
Mekanisme reduksi N2 menjadi NH4 dinamakan penambatan nitrogen. Penambat N2
yang penting mencakup bakteri tanah yang hidup bebas, sianobakteri yang hidup bebas di
permukaan tanah atau di dalam air, sianobakteri yang bersimbiosis dengan fungi pada lumut
atau dengan pakis, lumut, lumut hati, dan bakteri atau mikroba lainnya yang berasosiasi
secara simbiotik dengan akar, khususnya tumbuhan kacangan. Aktivitas akar tumbuhan
penambat-nitrogen menguntungkan perakaran di sekitar tumbuhan, baik melalui
pengeluaran nitrogen dari bintil akar maupun melalui dekomposisi bintil akar dan bahkan
seluruh tumbuhan oleh mikroba. Reaksi reduksi nitrat yang dikatalisis nitrat reduktase, yaitu :

- + Nitrat Reduktase - +
NO3 + NADH + H NO2 + NAD + H2O

Enzim nitrat Reduktase mengangkut dua elektron dari NADH atau NADPH. Hasilnya berupa
- +
nitrit (NO2 ), NAD , dan H2O. Reduksi ini terjadi dalam sitosol di luar setiap organela. Nitrat
reduktase terdiri dari dua sub unit rantai polipeptida yang kembar. Nitrat reduktase
mengandung FAD, besi dalam gugus prostetik heme, dan molibdenum, yang kesemuanya
selanjutnya tereduksi dan teroksidasi sejalan dengan pengangkutan elektron dari NADH ke
-
atom nitrogen dalam NO3 . Aktivitas Nitrat reduktase sering mempengaruhi laju sintesis
-
protein dalam tumbuhan guna menyerap NO3 sebagai nitrogen utama (Salisbury dan Ross,
1995).
Tanaman menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat, garam amonium dan senyawa
organik. Penggunaan nitrogen dalam bentuk nitrat memerlukan proses reduksi nitrat dengan
hasil antara berupa nitrit dan kemudian terbentuk amonia sebagai hasil akhir. Loveless
(1990), membagi reduksi nitrat menjadi amonia dalam tiga tahap menurut jalur reaksi sebgai
berikut :
NO3 Nitrat Reduktase NO2 Nitrit Reduktase NH2OH Hidroksilamin NH3
(nitrat) (nitrit) (hidroksilamin) Reduktase

Reduktasi nitrat berlangsung dalam gelap, menurut loveless (1990), nitrat reduksi
pada daun hijau dapat dipercepat dalam keadaan terang, sehingga baik nitrat maupun CO2
dapat direduksi dalam reaksi gelap fotosintesis. Sampel dimasukkan ke dalam tabung gelap
dengan tujuan agar nitrat direduksi oleh reaksi gelap dengan bantuan enzim nitrat reduktase
hingga sampai nitrit saja. Tetapi bila terkena sinar matahari, maka nitrat akan tereduksi
sampai amonia. Sebagian besar spesies tumbuhan tinggi mampu mereduksi nitrat sampai
ke tahap amonia (Robinson, 1995).
Pengukuran aktivitas NR diperlukan karena aktivitas NR sering mempengaruhi laju
-
sintesis protein dalam tumbuhan yang menyerap NO 3 sebagai sumber nitrogen utama. Ion
Nitrat yang diabsorbsi dapat tereduksi pada semua bagian tumbuhan dalam waktu 24 jam,
maka dalam praktikum dilakukan inkubasi selama 24 jam. Asam amino pada jaringan
tumbuhan ditemukan setelah 3-5 hari sejak penyerapan Nitrat dan makin meningkat setelah
3 minggu (Meyer dan Anderson, 1952).
Hasil percobaan menunjukkan bahwa aktivitas nitrat reduktase apabila konsentrasi
substrat 0 M adalah sebesar 0,01265, sedangkan sampel dengan konsentrasi 0,5 memiliki
nilai aktivitas nitrat reduktase sebesar 0,01771. Dari hasil ini terbukti bahwa penambahan
substrat akan meningkatkan aktivitas nitrat reduktase. Hal ini berarti sesuai dengan sifat
enzim nitrat reduktase yang bersifat indusible artinya aktivitasnya meningkat dengan
penambahan substrat (Gardner et al., 1991). Namun apabila sampel yang diberi substrat
dengan konsentrasi 5M aktivitasnya menurun yaitu hanya sebesar 0,01518. Hal ini mungkin
terjadi karena tanaman mengalami kejenuhan terhadap konsentrasi nitrat yang diberikan,
kurang telitinya praktikan dalam melakukan pengukuran absorbansi dan terlalu lamanya
botol gelap terbuka ketika mengganti larutan. Ketika botol gelap terbuka maka cahaya dapat
masuk dan dapat mempengaruhi reaksi nitrat dalam daun. Penyusunan nitrat berhubungan
erat dengan fotosintesis karena nitrat direduksi dalam nitrat gelap fotosintesis (Loveless,
1990). Hasil akhir reduksi nitrat akan membentuk NH 3 yang pada akhirnya akan diubah
menjadi asam-asam amino (Dwidjoseputro, 1980).
Aktivitas nitrat reduktase dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah laju
sintesis dan laju perombakan enzim oleh penghancur protein (proteinase). Aktivitas nitrat
reduktase akan terdegradasi pada reaksi gelap dengan penurunan aktivitas. Setelah fase ini
berakhir, proteolisis muncul dan enzim proteinase akan mendegradasi aktivitas nitrat
reduktase (Remmler dan Campbell, 1986). Aktivitas juga dipengaruhi oleh penghambat dan
penggiat di dalam sel pada daun dan batang (Salisbury et al., 1995). Sedangkan menurut
Gardner et al., (1991), aktivitas nitrat reduktase dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu
banyaknya cahaya yang diserap oleh daun, pH tanah, temperatur, kelembaban, umur
tanaman, jenis penghambat (seperti tannin dan fenol), dan banyaknya substrat. Pada
denitrifikasi makin banyak terjadi pada temperatur yang hangat dan kondisinya menjadi
kurang baik.

Kesimpulan

1. ANR dengan konsentrasi substrat 0M sebesar 0,01265; 0,5M sebesar 0,01771 dan
5M sebesar 0,01518.
2. Nitrat reduktase merupakan enzim indusible yang akan meningkat aktifitasnya
seiring penambahan substrat dan aktifitas NR dapat diukur menggunakan
spektrofotometer.

Daftar Referensi

Dwidjoseputro, D. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta.


Gardner, E. P, R. B. Pearce, R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas
Indonesia Press, Jakarta.
Lakitan, B. 2000. Fisiologi Tanaman. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Loveless, A. R. 1990. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Gramedia,
Jakarta.
Meyer, G.S. dan D.G. Anderson. 1952. Plant Physiology. D Van Wostrand Company Inc.,
New Jersey.
Remmler, J. L. dan W. H. Campbell. 1986. Regulation of corn leaf nitrate reductase. Plant
Physiol. 80 : 442 – 447.
Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. ITB, Bandung
Salisbury, F. dan C. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB, Bandung.
Salisbury, Frank B. dan Cleon. 1995. Plant Physiology. Ross Wodsworth Publishing
Company A Divission of Wodswort Inc., California.