Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRATIKUM IMUNOLOGI PEMERIKSAAN KEHAMILAN

DISUSUN OLEH MARDATILLAH SUNUR ( 1001051 ) Kelompok V Tanggalpratikum : 28 November 2013 Dosen pembimbing :NOFRI HENDRI SANDI S,Si.Apt Asistendosen : - Ulfathurrohmah - Thahriani C

PROGRAM STUDI S1 FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU 2013

PEMERIKSAAN KEHAMILAN

1. TUJUAN PRAKTIKUM

Untuk mengetahui cara pemeriksaan kehamilan menggunakan metode galli manini dengan reaksi biologic.

Untuk mrngetahui cara pemeriksaan kehamilan dengan uji kehamilan test pack. Untuk menentukan adanya Beta hCG pada urin wanita hamil.

2. TINJAUAN PUSTAKA Uji kehamilan yang paling sering ditemui adalah dengan pemeriksaan urin.Kadar minimal betahCG dalam urin untuk menghasilkan hasil yang positif, sepanjang pengetahuan saya, berkisar antara 20-100 mIU/mL (meskipun tespek tersebut mengatakan mempunyai batas deteksi minimal 5 mIU/mL). Padahal, sampai 5 minggu dari hari pertama menstruasi terakhir, kadar beta-hCG dalam urin kadang masih dibawah 20 mIU/mL (meskipun pada beberapa wanita 4 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir sudah lebih dari ratusan mIU/mL). Hormone gonadotropin chronik (HCG) merupakan hormon glikoprotein yang unik untuk plasenta yang sedang tumbuh. Sebelum immunoassay tersedia pada tahun 1960-an ujiuji kehamilan menggunakan bioassay yang memerlukan hewan (kelinci, tikus, dan katak) untuk membuktkan adanya HCG dalam serum atau urine. Tes yang menggunakan kelinci, tikus, dan katak pada waktu ini telah diganti oleh tes imunologik yang menggunakan antibody terhadap HCG (Sacher, 2004). hCG memiliki dua berkas genetikCGA dan CGB. Hormon hCG (Human chorionic gonadotropin) adalah hormonglikoprotein dari keluarga gonadotropin yang awalnya disintesis oleh embriomanusia, dan kemudian dilanjutkan oleh syncytiotrophoblast, bagian dari plasenta, selama masa kehamilan. Keduanya merupakan sel trofoblastik yang menstimulasi sekresisteroid dari ovarium untuk kestabilan kandungan.

Fungsi dari Hormone gonadotropin chronik (HCG): hCG berinteraksi dengan reseptor LHCG dan mempromosikan ia pemeliharaan korpus hormon

luteum selama

awal kehamilan,

hingga

menyebabkan

mensekresikan

progesteron. Progesteron memperkaya rahim dengan tebal lapisan dari pembuluh darah dan kapiler sehingga dapat menopang pertumbuhan janin. Karena sangat negatif dengan sendirinya, hCG dapat mengusir sel-sel kekebalan ibu, melindungi janin selama trimester pertama. Ini juga telah dihipotesiskan bahwa hCG juga bisa merupakan link plasenta untuk pengembangan immunotolerance ibu lokal. Sebagai contoh, hCG-diperlakukan sel endometrium menginduksi peningkatan apoptosis sel T (pembubaran T-sel). Hasil ini menunjukkan bahwa hCG juga bisa merupakan link dalam pengembangan toleransi kekebalan peritrophoblastic, dan dapat memfasilitasi invasi trofoblas, yang dikenal untuk mempercepat perkembangan janin di endometrium. Hal ini juga telah menyarankan bahwa kadar hCG terkait dengan keparahan mual pagi hari pada wanita hamil. Karena kemiripannya dengan LH , hCG juga dapat digunakan secara klinis untuk menginduksi ovulasi dalam ovarium serta testosteron produksi di testis. Sebagai sumber biologis yang paling berlimpah adalah perempuan yang saat ini hamil, beberapa organisasi mengumpulkan urin dari wanita hamil untuk mengekstrak hCG untuk digunakan dalam perawatan kesuburan . HCG juga memainkan peran dalam diferensiasi selular / proliferasi dan dapat mengaktifkan apoptosis . Ada beberapa cara yang di gunakan untuk uji kehamilan pada zaman dahulu, berbagai macam reaksi antara lain, yaitu : a. Reaksi dari Hogben Untuk reaksi ini diperlukan kodok dari Afrika Selatan, yaitu Xenopus laevis. b. Reaksi dari Consulof Untuk reaksi ini digunakan kodok berwarna yang disebu Rana exculenta. c. Reaksi dari Friedman

Friedman adalah dokter gynacologi dari Jerman. Binatang yang digunakan adalah kelinci betina yang telah diasingkan 3 minggu supaya tidak kawin, karena kelinci tidak akan ovulasi bila tidak berhubungan dengan jantan. d. Reaksi Galli Mainini Menggunakan kodok jantan buffo vulgaris disuntikan 5 c air kemih wanita yang sedang hamil pada bagian bawah kulit peerut kodok. Jika hasil dari uji tersebut adalah positif maka akan di temukan sperma pada air kemih kodok yang telah didiamkan selama 3 jam. Ada beberapa cara atau metode pengujian kehamilan yang digunakan pada saat ini, yaitu: - Reaksi Hogben Menggunakan kodok xenopus laevis, disuntikan dengan 2 cc urin wanita yang sedang hamil. Bila reaksi positif maa kodok akan mengadakan ovlasi dengan tanda mengeluarka telur dalam waktu 12 24 jam. - Reaksi dari Consulof Menggunakan kodok rana exculenta, sebelum di gunakan kodok ini di ambil kelenjar hypohysenya lebih dahulu hingga warna kodok menjadi pucat. Kemudian kodok ini disuntikan dengan 2,5 cc urin wnta yang sedang hamil, bila setelah disuntik warna kodok tersebut menjai cokelat, maka reaksi kehamilan positif. - Reaksi dari Galli Mainini Menggunakan kodok jantan buffo vulgaris disuntikan 5 c air kemih wanita yang sedang hamil pada bagian bawah kulit peerut kodok. Jika hasil dari uji tersebut adalah positif maka akan di temukan sperma pada air kemih kodok yang telah didiamkan selama 3 jam.

- Reaksi Friedman Menggunakan kelinci betina yang telah 2 minggu diasingkan dari jantan. Disuntikan 5 cc air kencing wanita yang sedang hamil intravena pad vena telinga kelinci selama 2 hari berturut turut. Setelah 24 jam laludilakukan laparotomi, diambil ovarium, diperiksa, bila ada korpus rubra dan lutea maka hasil tersebut adalah positif. - Reaksi Aschiem Zondek Menggunakan 5 ekor tikus betina imatur, pada hari kelima di dakan operasi pada tikus tikus betina yang telah di suntik itu.Operasi di titik beratkan pada perubahan ovarium tikus putih, apakah ada korpus rubrum.Jika ada maka hasilnya adalah positif, yang menandakan adanya prognandiol dalam air kemih menyebabkan adanya ovulasi pada tikus yang belum dewasa. - Test pack Test pack merupakan alat uji kehamilan yang amat simple dan dapat dilakukan di rumah. Bentuk test pack ini ada 2 macam, Strip dan Compact. Bentuk Strip harus dicelupkan ke dalam urine yang telah di tampung pada sebuah wadah atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil.Sedangkan bentuk Compact dengan meneteskan urine langsung pada bagian tertentu dari alatnya. Alat uji kehamilan ini memiliki dua buah garis.Garis yang pertama mengisyaratkan bahwa tes dilakukan dengan benar, yang biasa disebut dengan garis kontrol. Garis kontrol akan tampak bila test pack mendapatkan cukup air seni untuk diuji. Sementara garis kedua menunjukkan hasil tes, yang merupakan bagian alat yang memiliki antibodi yang bereaksi dengan hCG dan dapat berubah warna bila hormon ini terdeteksi. Setipis apapun garis ini, kemunculannya tetap menunjukkan adanya kehamilan. - Test kehamilan Plano-test Tes ini menggunakan urin ibu hamil dipagi hari dengan meraksikan Kit neo planotest duoclon.Dengan melihat terjadi atau tidaknya aglutinasi saat pencampuran. Jika terjadi aglutinasi berarti positif hamil, jika tidak maka negative

3. BAHAN DAN ALAT Alat :Spuit, Pipet tetes, Wadah, Tali raffia, Test pack, Objek gelas, mikroskop Bahan :Urin ibu hamil, Katak jantan 4. CARA KERJA Metode galli manini : 1. Ambil seekor katak pegangg erat-erat, tapi jangan terlalu kencang 2. Cubit daerah punggung belakang atau perut bagian bawah sampai kulitnya tertarik keatas. 3. Suntikkan urin ibu hamil sebanyak 3 cc dengan jarum suntik. 4. Lepasskan katak tersebut, biarkan diair, ikatlah salah satu kakinya dengan tali rafia diamkan selama 30 menit. 5. Setelah 30 menit, ambil katangnya, rangsang bagian kloakanya menggunakan pipet dengann cara berputar-putar secara perlahan sampai urinnya keluar, kemudian dipipet. 6. Teteskan urin tersebut di objek gelas dan tutup dengann cover glass. 7. Amati sperma katak tadi dengan mikroskop (perbesaran 10 x), apabila tidak terdapat sperma katak seperti cabe merah, ambil kembali urin katak 30 menit kemudian dengan cara seperti diatas. 8. Bila dalam urin katak terdapat sperma maka urin pasien tersebut positif (+) mengandung HCG dan dapat dikatakan hamil. Metode test pack: 1. urin pagi ibu hamil letakkan dalam wadah yang bersih. 2. celupkan strip kedalam urin sesuai dengan tanda panah batas garis maksimum selama 30-60 detik. 3. Angka strip, tunggu 1-3 menit, baca hasilnya 4. Jika muncul 2 garis hasilnya positif, artinya positif hamil. 5. Jika muncul 1 garis hasilnya negatif, artinya tidak hamil.

5. HASIL Metode galli manini Katak tidak mengeluarkan urin, yang artinya hasil negativ (-). Metode test pack Pada metode ini diperoleh garis 2, yang atri nya positif bahwa urin ibu ini mengandung hCG dan ibu tersebut hamil. 6. PEMBAHASAN a. Metode galli manini Pada metode galli manini ini tidak didapatkan sperma pada katak, hal ini terjadi dikarenakan :

Kemungkinan kataknya betina Tidak didapatkan urin (katak tidak pipis) Kurang tepat dalam menyuntikan jumlah urin, sehingga jumlah urin yang masuk kurang banyak atau berlebihan.

Pemilihan urin ibu hamil yang melewati standar (seharusnya urin ibu hamil kurang dari 3 bulan). Karena hCG akan berkurang selama meningkatnya usia kehamilan, hingga hCG tidak dapat merangsang katak.

b. Metode test pack Metode alat test pack ini akan bereaksi jika didalam urin wanita hamil ada hCG, dan tanda pada uji ini menunjukkan dua garis. Pada garis yang pertama mengisyaratkan bahwa tes dilakukan dengan benar, yang biasa disebut dengan garis kontrol. Garis kontrol akan tampak bila test packmendapatkan cukup air seni untuk diuji. Sementara garis kedua menunjukkan hasil tes, yang merupakan bagian alat yang memiliki antibodi yang bereaksi dengan hCG dan dapat berubah warna bila hormon ini terdeteksi.

7. KESIMPULAN

Katak tidak mengeluarkan urin. Pada uji test pack didapatkan dua garis pada dua jendela alat, ini menandakan urin wanita positive hamil.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1989. Serologi.Jakarta : Pendidikan Tenaga Kesehatan RI. Ibrahim. Zr. Christina.S. 1971. Perawatan Kebidanan I. Jakarta : Bhratara. Muhayat, Ali. 1998. Pengaruh Hormon Terhadap Fase Kehamilan. Bandung: Surya Aditama Media. Sacher, Ronald A. Richard, A.Mc Pherson.2004. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium Edisi 2. Jakarta : EGC.