Anda di halaman 1dari 50

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

A. DEFINISI

BA BA B B 1 1

Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dmaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.Bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan ini disebabkan oleh faktor-faktor antara lain : . Pembeli dan pen!ual terpisah oleh batas-batas kenegaraan ". Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara kenegara lainnya melalui berma#am peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah. $. %ntara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan dan sebagainya. B. MANFAAT MELAKUKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

&etiap negara yang melakukan perdagangan dengan negara lain tetntu akan memperoleh manfaat bagi negara tersebut. 'anfat tersebut antara lain : . Memperoleh barang yang !"a# "apa "!pro"$#%! "! negr! %en"!r! Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. (aktor-faktor tersebut diantaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan IP)*K dan lain-lain. +engan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri. &. Memperoleh #e$n $ngan "ar! %pe%!al!%a%! &ebab utama kegiatan perdagangan luar negri adalah untuk memperoleh keuntungan yang di,u!udkan oleh spesialisasi. -alaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama !enisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negri.&ebagai #ontoh : %merika &erikat dan .epang mempunyai kemampuan untuk memproduksi kain. %kan tetapi, .epang dapat memproduksi dengan lebih efesien dari %merika &erikat. +alam keadaan seperti ini, untuk

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

mempertinggi keefisienan penggunaan faktor-faktor produksi, %merika &erikat perlu mengurangi produksi kainnya dan mengimpor barang tersebut dari .epang. +engan mengadakan spesialisasi dan perdagangan, setiap negara dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut a. b. '. (aktor-faktor produksi yang dimiliki setiap negara dapat digunakan dengan lebih efesien. &etiap negara dapat menikmati lebih banyak barang dari yang dapat diproduksi dalam negri.

Memperl$a% Pa%ar "an Menambah Ke$n $ngan )erkadang, para pengusaha tidak men!alankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka kha,atir akan ter!adi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. +engan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat men!alankan mesin-mesinnya se#ara maksimal, dan men!ual kelebihan produk tersebut keluar negri.

(.

Tran%)er e#nolog! mo"ern Perdagangan luar negri memungkinkan suatu negara untuk mempela!ari teknik produksi yang lebih efesien dan #ara-#ara mana!emen yang lebih moderen.

*.

SEBAB+SEBAB TER,ADIN-A PERDAGANGAN INTERNASIONAL

&etiap negara dalam kehidupan di dunia ini pasti akan melakukan interaksi dengan negara-negara lain di sekitarnya. Biasanya bentuk ker!asama atau interaksi itu berbentuk perdagangan antar negara atau yang lebih dikenal dengan istilah perdagangan internasional. Beberapa aladan yang menyebabkan ter!adinya perdagangan antar negara (perdagangan internasional) antara lain : .. Re/ol$%! In)orma%! "an Tran%por a%! +itandai dengan berkembangnya era informasi teknologi, pemakaian sistem berbasis komputer serta kema!uan dalam bidang informasi, penggunaan satelit serta digitalisasi pemrosesan data, berkembangnya peralatan komunikasi serta masih banyak lagi. &. In er"epen"en%! Keb$ $han 'asing-masing negara memiliki keunggulan serta kelebihan di masing-masing aspek, bisa di tin!au dari sumber daya alam, manusia, serta teknologi. Kesemuanya itu akan berdampak pada ketergantungan antara negara yang satu dengan yang lainnya. '. L!beral!%a%! E#onom! Kebebasan dalam melakukan transaksi serta melakukan ker!asama memiliki implikasi bah,a masing-masing negara akan men#ari peluang dengan berinteraksi melalui perdagangan antar negara.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

BA BA B B

"

(.

0.

A%a% Ke$ngg$lan Kompara !) Keunikan suatu negara ter#ermin dari apa yang dimiliki oleh negara tersebut yang tidak dimiliki oleh negara lain. /al ini akan membuat negara memiliki keunggulan yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan bagi negara tersebut. Keb$ $han De/!%a Perdagangan internasional !uga dipengaruhi oleh faktor kebutuhan akan devisa suatu negara. +alam memenuhi segala kebutuhannya setiap negara harus memiliki #adangan devisa yang digunakan dalammelakukan pembangunan, salah satu sumber devisa adalah pemasukan dari perdagangan internasional. KETENTUAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

D.

'embahas tentang perdagangan internasional tentunya tidak terlepas dari pembi#araan mengenai kegiatan ekspor impor. +alam melakukan kegiatan ekspor impor tersebut perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku di bidang tersebut. B!"ang E#%por Ketentuan umum di bidang ekspor biasanya meliputi hal-hal yang berhubungan dengan proses pengiriman barang ke luar negri. Ketentuan tersebut meliputi antara lain : .. E#%por Perdagangan dengan #ara mengeluarkan barang dari dalam ke luar ,ilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuanyang berlaku. &. Syara +%yara E#%por %. 'emiliki &urat I0in 1saha Perdagangan (&I1P) B. 'endapat i0in usaha dari +ept. )eknis23embaga Pemerintah 4on-+ept 5. 'emiliki i0in ekspor berupa : %P* (%ngka Pengenal *kspor) untuk *ksportir 1mum berlaku lima tahun. %P*& (%ngka Pengenal *kspor &ementara) berlaku dua tahun %P*) (%ngka Pengenal *kspor )erbatas) untuk P'%2P'+4 '. E#%por !r Pengusaha yang dapat melakukan ekspor, yang telah memiliki &I1P atau i0in usaha dari +ept. )eknis23embagaPemerintah 4on-+ept berdasarkan ketentuan yang berlaku. (. E#%por !r Ter"a) ar 1ET2 Perusahaan yang telah mendapat pengakuan dari 'enteri Perdagangan untuk mengekspor barang tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. 0. Barang E#%por &eluruh !enis barang yang terdaftar sebagai barang ekspor dan sesuai dengan ketentuan perpa!akan dan kepabeanan yang berlaku.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

B!"ang Impor Ketentuan umum di bidang Impor biasanya meliputi hal-hal yang berhubungan dengan proses pengiriman barang ke dalam negri. Ketentuan tersebut meliputi antara lain : .. Impor Perdagangan dengan #ara memasukan barang dari luar negri ke dalam ,ilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuanyang berlaku. &. Syara +%yara Impor a. 'emiliki i0in ekspor berupa : %PI (%ngka Pengenal Impor) untuk Importir 1mum berlaku selama perusahaan men!alankan usaha. %PI& (%ngka Pengenal Impor &ementara) berlaku untuk !angka ,aktu " tahun dan tidak dapat diperpan!ang. %PI(&) Produsen untuk perusahaan diluar P'%atau P'+4. %PI) (%ngka Pengenal Impor )erbatas) untuk perusahaan P'%2P'+4 b. Persyaratan untuk memperoleh %PI& : 'emiliki &I1P perusahaan besar atau menengah Keahlian dalam perdagangan impor 6eferensi bank devisa Bukti ke,a!iban pa!ak (4P-P) #. Persyaratan untuk memperoleh %PI : -a!ib memiliki %PI& )elah melaksanakan impor sekurang 7 kali dan telah men#apai nilai nominal 1&8 99.999,99 )idak pernah ingkar kontrak impor '. Impor !r Pengusaha yang dapat melakukan kegiatan perdagangan dengan #ara memasukan barang dari luar negri ke dalam ,ilayah pabean Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku. Kategori Importir meliputi : Importir 1mum, Importir 1mum :, Importir )erdaftar, Importir Produsen, Produsen Importir dan %gen )unggal. (. Barang Impor &eluruh !enis barang yang terdaftar sebagai barang impor dan sesuai dengan ketentuan perpa!akan dan kepabeanan yang berlaku. E. KEBI,AKSANAAN EKPOR IMPOR

+alam menggiatkan kegiatan pergadangan internasional terutama ekspor impor pemerintah mengeluarkan berbagai kebi!akan sebagai dasar pengaturan. Bentuk kebi!aksanaan pemerintah tersebut diantaranya : .. Inpre% No.(3.450 1Apr!l.4502

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

)entang penyempurnaan dalam tata #ara pelaksanaan ekspor impor terutama tentang pemeriksaan barang ekspor impor. &. '. (. F. PAKEM .456 )entang tata #ara permohonan pengembalian bea masuk atau pembebasan bea masuk tambahan. PAKDES 3 .457 )entang kelonggaran yang di berikan berkaitan dengan ekspor impor. PAKNO 3 .455 )entang perubahan dalam tata #ara dan kemudahan ekspor impor. ,ENIS+,ENIS PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Perdagangan internasiaonal atau antara negara dapat dilakukan dengan berbagai ma#am #ara diantaranya : .. E#%por +ibagi dalam beberapa #ara antara lain : a. E#%por B!a%a Pengiriman barang keluar negri sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang ditu!ukan kepada pembeli di luar negri, mempergunakan 325 dengan ketentuan devisa. b. E#%por Tanpa L3* Barang dapat dikirim terlebih dahulu, sedangkan eksportir belum menerima 325 harus ada i!in khusus dari departemen perdagangan &. Bar er Pengiriman barang ke luar negri untuk ditukarkan langsung dengan barang yang dibutuhkan dalam negri. .enis barter antara lain : a. D!re8 Bar er &istem pertukaran barang dengan barang dengan menggunakan alat penetu nilai atau la0im disebut dengan denominator of valuesuatu mata uang asing dan penyelesaiannya dilakukan melalui #learing pada nera#a perdagangan antar kedua negara yang bersangkutan. b. S9! 8h Bar er &istem ini dapat diterapkan bilamana salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang yang akan diterimanya dari pertukaran tersebut, maka negara pengimpor dapat mengambil alih barang tersebut ke negara ketiga yang membutuhkannya. 8. *o$n er P$r8ha%e &uatu sistem perdagangan timbal balik antar dua negara. &ebagai #ontoh suatu negara yang men!ual barang kepada negara lain, mka negara yang bersangkutan !uga harus membeli barang dari negara tersebut. ". B$y Ba8# Bar er &uatu sistem penerapan alih teknologi dari suatu negara ma!u kepada negara berkembang dengan #ara membantu men#iptakan kapasitas produksi di

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

negara berkembang , yang nantinya hasil produksinya ditampung atau dibeli kembali oleh negara ma!u. '. Kon%!nya%! 1Consignment2 Pengiriman barang dimana belum ada pembeli yang tertentu di 34. Pen!ualan barang di luar negri dapat dilaksanakan melalui Pasar Bebas ( Free Market2 atau Bursa +agang ( Commodites Exchange) dengan #ara lelang. 5ara pelaksanaan lelang pada umumnya sebagai berikut : a. Pemilik brang menun!uk salah satu broker yang ahli dalah salah satu komoditi. b. Broker memeriksa keadaan barang yang akan di lelang terutama mengenai !enis dan !umlah serta mutu dari barang tersebut. 8. Broker mea,arkan harga transaksi atas barang yang akan di!ualnya, harga transaksi ini disampaikan kepada pemilik barang. ". <leh panitia lelang akan ditentukan harga lelang yang telah disesuaikan dengan situasi pasar serta serta kondisi perkembangan dari barang yang akan di!ual. /arga ini akan men!adi pedoman bagi broker untuk melakukan transaksi. e. .ika pelelangan telah dilakukan broker berhak men!ual barang yang mendapat ta,aran dari pembeli yang sana atau yang melebihi harga lelang. ). Barang-barang yang ditarik dari pelelangan masih dapat di!ual di luar lelang se#ara ba,ah tangan g. =ang diperkenankan ikut serta dalam pelalangan hanya anggita yang tergabung dalam salah satu #ommodities e>#hange untuk barang-barang tertentu. h. Broker mendapat komisi dari hasil pelelangan yang diberikan oleh pihak yang di,akilinya. Pa8#age Deal 1ntuk memperluas pasaran hasil kita terutama dengan negara-negara sosialis, pemerintah adakalanya mengadakan per!an!ian perdagangan ( rade agreement) dengan salah saru negara. Per!an!ian itu menetapkan !unlah tertentu dari barang yang akan di ekspor ke negara tersebut dan sebaliknya dari negara itu akan mengimpor se!umlah barang tertentu yang dihasilkan negara tersebut. Penyel$n"$pan 1Sm$ggl!ng2 &etiap usaha yang bertu!uan memindahkan kekayaan dari satu negara ke negara lain tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku. +ibagi men!adi " bagian : a. &eluruhnya dilakuan se#ara ilegal b. Penyelundupan administratif2penyelundupan tak kentara2 manipulasi (Custom Fraud) Bor"er *ro%%!ng Bagi negara yang berbatasan yang dilakukan dengan persetu!uan tertentu (Border Agreement), tu!uannya pendudukan perbatasan yang saling berhubungan diberi kemudahan dan kebebasan dalam !umlah tertentu dan ,a!ar. Border Crossing dapat ter!adi melalui : a. Sea Border 1l!n a% ba a% la$ 2

(.

0.

6.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

&istem perdagangan yang melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa lautan, perdagangan dilakukan dengan #ara penyebrangan laut b. Overland Border 1l!n a% ba a% "ara 2 &istem perdagangan yang melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa daratan, perdagangan dilakukan dengan #ara setiap pendudik negara tersebut melakukan interaksi dengan mele,ati batas daratan di masingmasing negara melalui persetu!uan yang berlaku

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

PELAKU PERDAGANGAN INTERNASIONAL

BA BA B B 2 2

Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan perdagangan internasional dapat di bedakan men!adi beberapa kelompok antara lain : A. KELOMPOK EKSPORTIR . &ering disebut dengan pen!ual (seller) atau pensuplai (pemasok) atau supplier, terdiri dari : .. Pro"$%en+E#%por !r Para produsen yang sebagaian hasil produksinya memang diperuntukkan untuk pasar luar negri, pengurusan ekspor dilakukan oleh perusahaan produsen yang bersangkutan. &. *on)!rm!ng :o$%e Perusahan lokal yang didirikan sesuai dengan perundang-undangan dan hukum setempat tetapi beker!a untuk dan atas perintah kantor induknya yang berada diluar negri. Perusahaan asing banyak yang mendirikan kantor #abang atau beker!a sama dengan perusahaan setempat untuk mendirikan anak perusahaan di dalam negri. Kantor #abang atau anak perusahaan yang sema#am ini beker!a atas perintas dan untuk kepentingan kantor induknya. Badan usaha sema#am ini disebut dengan #onfirming house. )ugas kantor #abang atau anak perusahaan biasanya melakukan usaha pengumpulan, sortasi, up grading, dan pengepakan ekspordari komoditi lokal. '. Pe"agang E#%por 1 Eksport-Merchant 2 Badan usaha yang diberi i0in oleh pemerintah dalam bentuk &urat Pengakuan *ksportir dan diberi kartu %ngka Pengenal *kspor (%P*) dan diperkenankan melaksanakan ekspor komoditi yang di#antumkan dalam surat tersebut. Export Merchant lebih banyak beker!a untuk dan atas kepentingan dari produsen dalam negri yang di,akilinya. (. Agen E#%por 1 Eksport-Agent 2 .ika hubungan antara Export Merchant dengan produsen, tidak hanya sebagai rekan bisnis tapi sudah meningkat dengan suatu ikatan per!an!ian keagenan, maka dalam hal ini Export Merchant disebut !uga sebagai Export Agent. 0. ;!%ma Dagang 1 Trading House 2 Bila suatu perusahaan atau eksportir dapat mengembangkan ekspornya tidak lagi terbatas pada satu atau dua komoditi sa!a, tapi sudah beraneka ma#am komoditi maka eksportir demikian mendapat status General Exporters. Perusahaan yang telah memiliki status seperti ini sering disebut dengan -isma +agang ( Trading

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

House) yang dapat mengekspor aneka komoditi dan mempunyai !aringan pemasaran dan kantor per,akitan di pusat-pusat dagang dunia, dan memperoleh fasilitas tertentu dari pemerintah baik dalam bentuk fasilitas perbankan maupun perpa!akan. B. KELOMPOK IMPORTIR

+alam perdagangan internasional, memikul tanggung!a,ab atas terlaksananya dengan baik barang yang diimpor. /al ini berarti pihak importir menanggung resiko atas segala sesuatu mengenai barang yang diimpor, baik resiko kerugian, kerusakan, keterlambatan serta resiko manipulasi dan penipuan. Kelompok ini biasanya sering disebut dengan pembeli ( buyer ), yang terdiri dari : .. Peng$%aha Impor 1Import-Merchant2 3a0im disebut dengan Import 'er#hant adalah badan usaha yang diberikan i0in oleh pemerintah dalam bentuk )anda Pengenal Pengakuan Impor ()%PPI) untuk mengimpor barang-barang yang bersifat khusus yang disebutkan dalam i0in tersebut, dan tidak berlaku untuk barang lain selain yang telah dii0inkan. &. Apro/e" Impor er 1Approved-Traders2 'erupakan pengusaha impor biasa yang se#ara khusus disistime,akan oleh pemerintah dalam hal ini +epartemen Perdagangan untuk mengimpor komoditi tertentu untuk tu!uan tertentu pulayang dipandang perlu oleh pemerintah. '. Impor !r Terba a% Buna memudahkan perusahaan-perusahaan yang didirikan dalam rangka 11 P'%2P'+4 maka pemerintah telah memberi i0in khusus pada perusahaan P'% dan P'+4 untuk mengimpor mesin-mesin dan bahan baku yang diperlukannya sendiri (tidak diperdagangkan).I0in yang diberikan dalam bentuk %PI) (%ngka Pengenal Impor )erbatas), yang dikeluarkan oleh BKP' atas nama 'enteri Perdagangan. (. Impor !r Um$m Perusahaan impor yang khusus mengimpor aneka ma#am barang dagang, perusahaan yang biasanya memperoleh status sebagai impotir umum ini kebanyakan hanyalah Persero 4iaga yang sering disebut dengan )rading /ouse atau -isma +agang yang dapat mengimpor barang-barang mulai dari barang kelontong sampai instalasi lengkap suatu pabrik. 0. Sole Agen Impor er Perusahaan asing yang berminat memasarkan barang di Indonesia seringkali mengangkat perusahaan setempat sebagai Kantor Per,akilannya atau menun!uk suatu %gen )unggal yang akan mengimpor hasil produksinya di Indonesia. *. KELOMPOK IDENTOR

Bilamana kebutuhan atas suatu barang belum dapat dipenuhi dari produksi dlam negri, maka terpangsa diimpor dari luar negri. +i antara barang-barang kebutuhan itu ada yang di impor untuk konsumsi sendiri dan adakalanya untuk di!ual kembali.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

+alam melakukan pembelian barang terkadang importir atau pembeli membeli langsung ke pen!ual ataau eksportir tapi terkadang !uga pihak pembeli menggunakan pihak ketiga sebagai importir, hal ini karena mereka telah terbiasa dalam mengimpor barang dengan #ara memesannya (indent). Para indentor ini pada umumnya terdiri atas : .. Para pema#a! lang%$ng Para kontraktor minyak dari %merika sudah biasa memesan makanan dan minuman kaleng langsung dari negrinya, yang impor untuk kebutuhan konsumsi tenaga asing yang beker!a di Indonesia. &. Para pe"agang Pengusaha toko yang ada di )anah %bang, para pengelola s,alayan, department store biasanya melakukan indent dalam memenuhi kebutuhan barang-barang dagangnya. '. Para peng$%aha per#eb$nan< !n"$% r!a9an< "an !n% an%! pemer!n ah Kebanyakan para pengusaha industri dan perkebunanserta instansi pemerintahdalam memenuhi kebutuhannya biasanya menempatkan indentpada para importir. +alam menyusun dan menandatangani kontrak indentantara indentor dan importir, kedua belah pihak seyogyanya haruslah berhati-hati.+alam prakteknya tidak !arang kontrak indent dapat memba,a keri#uhan, dan bahkan seringkali di!adikan alat manipulasi impor, baik oleh indentor maupun importir. D. KELOMPOK PROMOSI

'asalah perdagangan luar negri sudah merupakan bagian yang tidak dapat dipasahkan dari masalah ekonomi nasional seluruhnya. %gar kegiatan perdagangan ekspor impor dapat ber!alan dan mendatangkan devisa yang besar bagi negara perlu pula dukungan dari berbagai pihak yang se#ara tidak langsung terlibat dalam kegiatan tersebut, salah satunya adalah kelompok promosi. Kelompok promosi i!i terdiri atas berbagai bagian antara lain : . Kantor Per,akilan dari produsen 2 eksportir asing di negara konsumen atau importir ". Kantor Per,akilan Kamar +agang dan Industri dalam dan luar negri $. 'isi perdagangan dan pameran dagang internasional Ctrade fair) yang senantiasa diadakan di pusat perdagangan dunia seperti .akarta (air, )okyo (air, /annover (air dan sebagainya. 7. Badan Pengembangan *kspor 4asional ( BP*4 )- suatu instansi khusus yang didirikan oleh +epartemen Perdagangan untuk melakukan kegiatan pengembangan dan promosi komoditi Indonesia ke luar negri, serta badab usaha lain seperti Indonesian )rade 5enter yang didirikan dise!umlah negara. ;. Kantor Bank +evisa ( +4234 ) ?. %tase Perdagangan di tiap-tiap kedutaan di luar negri. @. 'a!alah +agang dan Industri termasuk lembaran buku kuning buku petun!uk telepon yang merupakan sarana promosi yang la0im !uga.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

A. E.

Brosur dan leaflet yang dibuat oleh masing-masing pengusaha ekspor termasuk pri#e list yang dikirim dengan #uma-#uma. KELOMPOK PENDUKUNG

-alaupun ekspotir maupun importir men!adi pelaku utama dalam perdagangan internasional namun kita tidak dapat mengabaikan peran dari pihak lain yang dapat melan#arkan kegiatan eksportir dan importir. Pihak-pihak yang dimaksud adalah kelompok pendukung, yang mendukung terlaksananya kegiatan ekspor impor atau perdagangan internasional. )ermasuk dalam kelompok ini antara lain : .. Ba"an U%aha Tran%por a%! +engan berkembangnya ekspor dan !uga dengan adanya perombakan dalam bidang angkutan baik darat, laut maupun udara, dengan mun#ulnya !asa pengangkutan yang dikenal dengan istilah freight for,ader. )ugas dari badan ini adalah pengumpulan muatan, penyelenggaraan pengepakan sampai membukukan muatan yang diperdagangkan. &. Ban# De/!%a. Pihak yang memberikan !asa perkreditan dan pembiayaan, baik dalam bentuk kredit ekspor maupun sebagai uang muka !aminan 325 impor. +isamping itu bank devisa sangat diperlukan pada pembukaan 325, penerimaan 325, penyampaian dokumen-dokumen, maupun pada saat menegosiasi dokumen-dokumen tersebut. '. Ma%#apa! Pelayaran Perusahaan pelayaran masih memegang peranan yang amat penting dalam pengangkutan barang atau muatan hingga sampai ke tu!uan. (. Ma%#apa! A%$ran%! 6esiko atas barang baik di darat maupun di laut tidak mungkin dipikul sendiri oleh para eksportir dan importir. +alamhal ini maskapai asuransi memegang peranan yang tidak dapat diabaikan dalam merumuskan persyaratan kontrak yang dapat men!amin resiko yang terke#il dalam tiap transaksi itu. 0. Kan or Per9a#!lan a a$ Ke"$ aan &elain untuk membantu promosi, kantor kedutaan di luar negri dapat pula mengeluarkan dokumen legalitas seperti #onsuler invoi#e yang berfungsi menge#ek dan mensahkan pengapalan suatu barang dari negara tertentu. 6. S$r/eyor Badan ini bertugas sebgai !uru periksa terhadap kualitas, #ara pengepakan, keabsahan dokumen-dokumen bagi barang-barang yang akan di ekspor atau di impor, di Indonesia perusahaan yang ditun!uk sebagai !uru periksa adalah P). &u#ofindo. 7. Pabean. Pabean sebagai alat pemerintah bertindak sebagai pengaman lalulintas barang serta dokumen yang masuk ke ,ilayah pabean.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

MASALAH DALAM EKSPOR IMPOR

BA BA B B 3 3

)idak selamanya kegiatan perdagangan internasional dapat ber!alan sesuai dengan kondisi yang diinginkan, biasanya sering ter!adi hambatan atau masalahmasalah yang men!adi faktor penghalang bagi setiap negara yang terlibat didalamnya. 'asalah tersebut terbagi dalam dua kelompok utama yaitu masalah internal dan eksternal. A. FAKTOR EKSTERNAL

'asalah yang bersifat eksternal meliputi hal-hal yang ter!adi di luar perusahaan yang akan mempengaruhi kegiatan ekspor impor. 'asalah tersebut antara lain : .. Keper8ayaan An ara E#%por !r Impor !r Keper#ayaan adalah salah satu faktor eksternal yang penting untuk men!amin terlaksananya transaksi antara eksportir dan importir. +ua pihak yang tempatnya ber!auhan dan belum saling mengenal merupakan suatu resiko bila dilibatkan dengan pertukaran barang dengan uang. %pakah importir per#aya untuk mengirimkan uang terlebih dahulu kepada eksportir sebelum barang dikirim atau sebaliknya apakah eksportir mengirimkan barang terlebih dahulu kepada importir sebelum melakukan pembayaran. <leh karena itu, sebelum kontrak !ual beli diadakan masing-masing pihak harus sudah mengetahui kredibilitas masing-masing. Beberapa #ara yang la0im dilakukan untuk men#ari kontrak dagang antara lain : a. memanfaatkan buku petun!uk perdagangan yang berisi nama, alamat, dan !enis usaha. b. 'en#ari dan mengun!ungi perusahaan di negara lain. #. meminta bantuan bank di dalam negri yang selan!utnya mengadakan kontak dengan bank korespondennya di luar negri untuk menghubungkan nasbah kedua bank. d. 'emba#a publikasi dagang dalam dan luar negri. e. Konsultasi dengan pengusaha dalam bidang yang sama. f. 'elalui per,akilan perdagangan. g. Iklan Pada dasarnya faktor keper#ayaan ini lebih dititikberatkan pada kemampuan kedua belah pihak baik eksportir maupun importir dalam menilai kredibilitas masingmasing.

&.

Pema%aran

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"

'.

(.

(aktor yang perlu dipertimbangkan dalam masalah ono adalah ke negara mana barng akan dipasarkan untuk mendapatkan harga yang sebaik-baiknya. &ebaliknya bagi importir yang penting diketahui adalah dari mana barang-barang tertentu sebaiknya akan diimpor untuk memperoleh kondisi pembayaran yang lebih baik. +alam hal penetapan harga komoditi ekspor dan konsep pemasarannya, eksportir perlu mengetahui apakah dapat bersaing dalam pen!ualannya di luar negri, dengan mengetahui informasi mengenai : a. ongkos atau biaya barang b. sifat dan tingkat persaingan #. luas dan sifat permintaan &edangkan penentuan !enis-!enis barang didasarkan pada informasi mengenai : a. peraturan perdagangan negara setempat b. pembatasan mutu dan volume barang-barang tertentu #. kontinuitas produksi barang d. negara tu!uan barang-barang ekspor 'asalah pokok lain dalam hal pemasaran yang sering dihadapi oleh eksportir maupun importir adalah daya saing, yang meliputi : a. +aya saing rendah dalam harga dan ,aktu penyerahan b. +aya saing dianggap sebagai masalah intern eksportir, padahal sesungguhnya men!adi masalah nasional #. &aluran pemasaran tidak berkembang di luar negri d. Kurangnya pengetahuan akan perluasan pemasaran serta teknik-teknik pemasaran S!% em K$o a "an Kon"!%! :$b$ngan Per"agangan Dengan Negara La!n Keinginan *ksportir dan importir untuk men#ari, memelihara atau meningkatkan hubungan dagang dengan sesamanya !uga tergantung pada kondisi negara kedua pihak yang bersangkutan. Bilamana terdapat pembatasan seperti ketentuan kuota barang dan kuota negara, maka upaya meningkatkan transaksi yang saling menguntungkan tidak sepenuhnya dapat terlaksana. 1paya yang dapat dilakukan oleh setiap negara adalah dengan meningkatkan hubungan antar negara baik yang bersifat bilateral, multilateral, regional maupun internasional, guna men#iptakan suatu turan dalam hal pembatasan barang (kuota) bagi transaksi perdaganga. /al ini membuktikan bah,a pembatasan terhadap barang-barang yang masuk ke suatu negara serta hubungan antara negara tempat ter!adinya perdagangan men!adi faktor penentu kelan#aran proses ekspor impor Ke er#a! an Dalam Keanggo aan Organ!%a%! In erna%!onal Keikutsertaan suatu negara dalam organisasi internasional dimaksudkan untuk mengatur stabilitas harga barang ekspor di pasar internasional. 4amun terlepas dari manfaat yang diperoleh dari keanggotaan organisasi tersebut, keanggotaan didalamnya tak !arang merupakan penghambat untuk dapat melakukan tindakan tertentu bagi peningkatan transaksi komoditi yang bersangkutan, seperti #ontoh I5< dengan kuota kopi, serta penentuan harga yang lebih bersaing yang sering dihadapi anggota-anggota <P*5. K$rangnya Pemahaman A#an Ter%e"!anya Kem$"ahan+#em$"ahan

0.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

In erna%!onal Kemudahan-kemudahan internasional seperti %&*%4 Preferential )rading %rrangement yang menyediakan kemudahan trarif sangat berguna bagi pengembangan perdagangan antara negara %&*%4. Kemudahan tarif yang disediakan bersifat timbal balik dan pemanfaatannya dilakukan dengan menerbitkan (ormulir 5 oleh negara asal barang. .uga adanya ta> treaty antar negara-negara tersebut. B. FAKTOR INTERNAL

Keharusan perusahaan-perusahaan ekspor impor untuk memenuhi persyaratan berusaha adakalanya tidak mendapat perhatian sungguh-sungguh. Persiapan teknis yang seharusnya telah dilakukan diabaikan karena diburu oleh tu!uan yang lebih utama yakni mendapatkan keuntungan yang #epat dan nyata. 'asalah yang bersifat internal meliputi hal-hal yang ter!adi di dalam perusahaan yang akan mempengaruhi kegiatan ekspor impor. 'asalah tersebut antara lain : .. Per%!apan Te#n!% 'enyangkut persyaratan-persyaratan dasar untuk pelaksanaan transaksi ekspor impor berupa : a. &tatus badan hukum perusahaan b. %danya i0in usaha (&I1P) serta i0in ekspor maupun impor (%P*,%P*&, %PI, %PI&, %PI)) #. Kemapuan menyiapkan persyaratan-persyaratan lain seperti dokumen pengapalan, realisasi pengapalan serta ke!u!uran dan kesungguhan berusaha termasuk itikad baik. +ari sisi eksportir terkadang masalah yang timbul adalah kemampuang yang bersangkutan dalam menyiapkan dokumen-dokumen pengapalan serta itikad baik dan ke!u!uran untu mengirimkan barangnya. Perusahaan ekspor impor haruslah men!aga reputasi perusahannya, disamping itu untuk men!amin kelangsungan i0in usahanya maka kontinuitas aktivitas Daktivitas transaksinya harus dipertahankan dan ditingkatkan. &. Kemamp$an "an Pemahaman Tran%a#%! L$ar Negr! Keberhasilan transaksi ekspor impor sangat didukung oleh se!auhmana pengetahuan atau pemahaman eksportir2importir menyangkut dasar-dasar transaksi ekspor impor, tata #ara pelaksanaan, pengisian dokumen serta peraturan-peraturan dalam dan luar negri. '. Pemb!ayaan Pembiayaan transaksi merupakan masalah yang penting yang tidak !arang dihadapi oleh para pengusaha eksportir2importir kita. Biasanya masalah yang dihadapi antaralain keter#ukupan akan dana, fasilitas pembiayaan dana yang dapat di peroleh serta bagaimana #ara memperolehnya. +alam hal ini para pengusaha harus mampu mengatur keuangannya se#ara bi!ak dan mempela!ari serta memanfaatkan kemungkinan fasilitas-fasilitas pembiayaan untuk pelaksanaan transaksi-transaksi yanmg dilakukan. 'enyangkut bagaimana para eksportir2importir membiayai transaksi perdagangan.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

(.

0.

Ke#$rang%emp$rnaan Dalam Memper%!ap#an Barang Khusus dalam transaksi ekspor, kurang mampunya eksportir dalam menanggulangi penyiapan barang dapat menimbulkn akibat yang tidak baik bagi kelangsungan hubungan transaksi dengan rekannya di luar negri. 'asalah-masalah yang timbul adalah akibat dari hal-hal berikut : a. Pengiriman barang terlambat disebabkan oleh kesulitas administrasi dan pengaturan pengangkutan, peraturan-peraturan pemerintad dan sebagainya. b. 'utu barang yang tidak dapat dipertahankan sesuai dengan per!an!ian #. Kelangsungan penyediaan barang sesuai dengan per!an!ian tidak dapat dipenuhi. d. Pengepakan yang tidak memenuhi syarat e. Keterlambatan dalam pengiriman dokumen-dokumen pengapalan. Keb!=a#%anaan Dalam Pela#%anan E#%por Impor Kelan#aran transaksi ekspor impor sangat tergantung pada peraturan-peraturan yang mendasarinya. Peraturan-peraturan yang apabila sering berubah-ubah dapat membingungkan dan menimbulkan salah pengertian dan kekliruan, baik di pihak pengusaha di dalam negri maupun pengusaha d luar negri. +iperlukan pen!elasan yang #ukup tentang latar belakang perubahan-perubahan dan tu!uannya, sehingga masing-masing pihak memaklumi dan mengetahui aturan main dalam transaksi selan!utnya.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

PEMBAYARAN EKSPOR IMPOR

BA BA B B 4 4

Pada kegiatan ekspor impor proses pembayaran antara negara dapat dilakukan melalui berbagai #ara antara lain &e#ara )unai (5ash Payment), Pembayaran Kemudian (<pen %##ount), -esel Inkaso (Collection Dra t), Konsinyasi (Consignment), 3etter <f 5redit (325) A. SE*ARA TUNAI 1CASH PA ME!T2 ATAU PEMBA-ARAN DIMUKA 1A"#A!CE PA ME!T2

+alam sistem pembayaran ini pembeli (Importir) membayar dimuka ( pay in ad!ance) kepada pen!ual (*ksportir) sebelum barang-barang dikirim oleh pen!ual tersebut. Ini berarti importer memberikan kredit kepada eksportir untuk mempersiapkan barang-barangnya. (aktor pertimbangan dilakukannyan sistem ini antara lain : . Keper#ayaan Importir terhadap ekspor ". Keyakinan importir bah,a negara eksportir tidak akan melarang ekspor $. Keyakinan importir bah,a pemerintah importir mengi!inkan pembayaran 7. dimuka ;. Importir mempunyai likuiditas yang #ukup Pelaksanaan sistem ini la0im digunakan dalam kondisi pasar yang baik bagi pen!ual. Besarnya pembayaran biasanya 99 E dari besarnya barang yang diekspor. +alam sistem pembayaran ini importir menanggung segala resiko, baik pembayaran yang dilakukan atau kemungkinan tidak dikirimnya barang-barang yang dipesan. B. PEMBA-ARAN KEMUDIAN 1OPE! ACCO$!T2

&istem pembayaran dimana belum dilakukan pembayaran apa-apa oleh importir kepada eksportir sebelum barang dikapalkan atau tiba dan diterima importir atau sebelum ,aktu tertentu yang telah disepakati. *ksportir setelah melakukan pengapalan barang akan mengirimkan invoi#e kepada importir.+alam invoi#e tersebut eksportir akan men#antumkan tanggal dan ,aktu tertentu kapan importir harus melakukan pembayaran. &istem pembayaran ini dapat ter!adi apabila : . %da keper#ayaan penuh antara eksportir dan importir ". Barang-barang dan dokumen akan langsung dkorim kepada pembeli $. *ksportir kelebihan dana 7. *ksportir yakin tidak ada peraturan di negara importir yang melarang transfer pembayaran. 6esiko-resiko yang dapat ter!adi dalam sistem pembayaran ibi antara lain :

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

. ". $. *.

*ksportir tidak mendapat perlindungan apakah importir akan membayar. +alam hal importir tidak membayar, eksportir akan kesulitan dalam membuktikannya di pengadilan karena tidak ada bukti-bukti Penyelesaian perselisihan akan menimbulkan biaya bagi eksportir. ;ESEL INKASO 1CO%%ECTIO! "&A'T2

+alam sistem ini eksportir memiliki hak penga,asan barang-barang sampai ,eselnya (dra t) dibayar importir. *ksportir atau penarik ,esel ( dra"er) mengapalkan barang sementara dokumen pemilikan atas pengiriman barang se#ara langsung atau melalui bank importir dikirim ke importir Penyerahan dokumen kepada importir didasarkan pada : . D3P 1"ocument against Pa(ment2 : penyerahan dokumen kepada importir dilakukan apabila importir telah membayar ". D3A 1"ocument against Acceptance2 : penyerahan dokumen kepada importir dilakukan apabila importir telah mengaksep ,eselnya D. KONSIN-ASI 1CO!SI)!ME!T2

&istem pengiriman barang-barang ekspor pada importer di luar negri di mana barang-barang tersebut dikirim oleh ekspotir sebagai titipan untuk di!ualkan oleh importir dengan harha yang telah ditetapkan oleh eksportir, arang-barang yang tidak ter!ual akan dikembalikan kepada eksportir. +alam system ini eksportir memegang hak milik atas barang, sedangkan importir hanya merupakan pihak yang dititipi barang untuk di!ual. 6esiko yang dapat timbul dalam system ini antara lain : . 'odal terlalu lama tertimbun pada barang yang diperdagangkan. ". )idak ada kepastian eksportir akan menerima pembayaran. $. *ksportir dapat men!adi korban kenakalan importir yang melaporkan barang yang ter!ual tidak sesuai dengan yang sebenarnya. 7. Bila impotir tidak membayar, tidak ada bukti untuk menuntutnya di pengadilan. E. LETTER OF *REDIT 1L3*2

&uatu surat yang dikeluarkan oleh suatu bang atas permintaan importir yang ditu!ukan kepada eksportir di luar negri yang men!adi relasi importir tersebut, yang memberikan hak kepada eksportir itu untuk menarik ,esel-,esel atas importir bersangkutan. &istem pembayaran dengan 325 merupakan #ara yang paling aman bagi eksportir untuk memperoleh hasil dari pen!ualan barangnya dari importir, sepan!ang eksportir dapat menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang disyaratkan dalam 325. Kepastian akan amannya kepentingan kedua belah pihak (eksportir dan importir) dengan menggunaan 325 antara lain: . Kepada pen!ual dipastikan akan adanya pembayaran bilamana dokumen-dokumen pengapalan lengkap sesuai dengan syarat 325

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

".

Kepada importir dipastikan bah,a pembayaran hanya dapat dilakukan oleh bank bila sesuai dengan persyaratan 325. Pembayaran yang dipastikan itu pun tergantung dari !enis 325 yang dibuka yaitu apakah 325 tersebut irre!ocable atau irre!ocable com irmed# +emikian !uga dari segi tenor (!angka ,aktu) pembayaran ,esel dapat diatur apakah ,esel segera dibayar yakni dengan sight $%C yang ,eselnya ditarik at sight, atau usance term $%C, dimana eksportir akan menarik ,esel ber!angka yang disebut time dra t yang harus di aksep oleh bank dan dibayarkan setelah !atuh tempo. +alam transaksi 325 ini bank hanya melihat dan berkepentingan dalam dokumendokumen sa!a dan tidak terlibat dalam barang-barang. Karena itu 325 tidak men!amin importir bah,a isi pengapalan adalah sesuai dengan yang disebut dalam F sales contractG antar kedua pihak eksportir dan importir. )erdapat tiga kontrak terpisah yang dikaitkan dengan 325 yaitu : . Kontrak !ual beli (sales contract) antara pen!ual (eksportir dan pembeli (importir). ". Instrumen 325 yang merupakan kontrak antara eksportir (bene iciary) dan bank pembuka 325 (issuing bank). $. 325 atau Fper!an!ian !aminanG yang merupakan kontrak antara importir (appli#ant) dan bank pembuka 325 (issuing bank) )ata #ara pembayaran dengan menggunakan 325 dapat dilihat pada gambar serta pen!elasan berikut : . Importir meminta kepada banknya (bank devisa) untuk membuka suatu 325 untuk dan atas nama eksportir. +alam hal ini, importir bertindak sebagai opener. Bila importir sudah memenuhi ketentuan yang berlaku untuk impor seperti keharusan adanya surat i0in impor, maka bank melakukan kontrak valuta (KH) dengan importir dan melaksanakan pembukaan 325 atas nama importir. Bank dalam hal ini bertindak sebagai opening%issuing bank. Pembukaan 325 ini dilakukan melalui salah satu koresponden bank di luar negri. Koresponden bank yang bertindak sebagai perantara kedua ini disebut sebagai ad!ising bank atau noti iying bank. Ad!ising bank memberitahukan kepada eksportir mengenai pembukaan 325 tersebut. *ksportir yang menerima 325 disebut bene iciary. ". *ksportir menyerahkan barang ke Carrier, sebagai gantinya *ksportir akan mendapatkan bill o lading. $. *ksportir menyerahkan bill o lading kepada bank untuk mendapatkan pembayaran. &aying bank kemudian menyerahkan se!umlah uang setelah mereka mendapatkan bill o lading tersebut dari eksportir. Bill o lading tersebut kemudian diberikan kepada Importir. 7. Importir menyerahkan bill o lading kepada 5arrier untuk ditukarkan dengan barang yang dikirimkan oleh eksportir.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

S#ema Pemb$#aan L3* > OPENING / ISSUING ADVISING/NEGOTIATING/ NOTIFIYING

BANK

BANK

Permohonan Pembukaan L/C

L/C
1

L/C

B/L

IMPORTIR

EKSPORT IR
BENEFICIARY

OPENER/APPLICANT

Bambar 7. . &kema Pembukaan 325

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

LETTER OF CREDIT (L/C)

BA BA B B 5 5

)ransaksi perdagangan ekspor impor pada dasarnya dapat dilakukan dengan atau tanpa 325, manun karena 325 melindungi kepentingan kedua belah pihak, eksportir dan importir, di mana bank ikut terlibat dan mengurangi resiko tertentu maka transaksi dengan 325 lebih disenangi. 325 memegang peranan penting dalam perdagangan internasional dan akan terus merupakan instrument yang paling ampuh dalam !asa-!asa perbankan. (aktor-faktor yang men!adi dasar terus berkembangnya penggunaan 325 tersebut antara lain adanya penga,asan devisa di beberapa negara, ketidakpastian situasi perekonomian dan diperlukan suatu #ara bagi eksportir untuk melan#arkan pembayaran barang-barang ekspornya. +ilihat dari segi penggunaannnya 325 dapat dibedakan men!adi Documentary $%C yang sering disebut dengan Commercial atau Merchandise $%C merupakan 325 yang berdokumen dan menangani pergerakan dari barang-barang ekspor impor. %pabila tidak berdokumen maka 325 tersebut disebut Clean $%C yang salah satu #ontohnya adalah 'tand By $%C A. ISTILA: DAN DEFINISI L3*

$etter o Credit (325) sering disebut !uga dengan istilah Documentary Credit, yang memiliki beberapa istilah seperti Authority To &urchase, Authority To &ay yang memiliki arti yang sama. Istilah 325 tersebut tidak lain adalah untuk men#erminkan pengertian akan pentingnya penggunaan 325 oleh bank sebagai alat yang mampu untuk membiayai penyerahan barang dagang. 325 memberikan dua kepastian yaitu mekanisme pembiayaan dan hubungan antara perkembangan-perkembangan atau variasi dalam 325 dengan perkembangan atau variasi mekanisme komersial untuk mana 325 tersebut se#ara khusus di#iptakan guna memudahkannya. $etter o Credit ($%C) didefinisikan sebagai suatu surat yang dikeluarkan oleh suatu bank atas permintaan importir yang ditu!ukan kepada eksportir di luar negri yang men!adi relasi importir tersebut, yang memberikan hak kepada eksportir itu untuk menarik ,esel-,esel atas importir bersangkutan. +efinisi lain yang lebih luas adalah suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh bank untuk mempertaruhkan #redit (tingkat keper#ayaan) akan dirinya yang telah #ukup dikenal baik, sebagai pengganti #redit terhadap importir tersebut, yang mungkin baik !uga tapi tidak begitu dikenal. +alam publikasi terbitan I55 dinyatakan bah,a 325 adalah per!an!ian tertulis dari sebuah bank (issuing bank) yang diberikan kepada pen!ual (bene iciary) atas permintaannya dan sesuai dengan instruksi pembeli (applicant) untuk melakukan pembayaran yaitu dengan #ara membayar, mengaksep atau menegodiasi ,esel sampai

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"9

!umlah tertentu dalam !angka ,aktu yang ditentukan dan atas dokumen-dokumen yang ditetapkan. &e#ara umum bentuk dari 325 dapat dilihat seperti gambar diba,ah ini.
T:E MOON BANK INTERNATIONAL OPERATIONS 0 MOONLIG:T BL?D.< E@PORT+*IT- AND POSTAL *ODE E@PORT+*OUNTROUR AD?I*E NO. 'B-;7$" ISSUING BANK REF. NO. A DATE &B6*-@@@ .anuary "?, "99

TO 1H- *>ports AA Prosperity &treet *ast, &uite @9@ *>port-5ity and Postal 5ode +ear &irs: -e have been reIuested by for a##ount of )he &un Bank, &unlight 5ity, Import-5ountry irrevo#able do#umentary #redit number &B-A@?;7

to advise that they have opened ,ith us their in your favor for the amount of at . ". $. 7. sight

+*( Imports, @ &unshine &treet, &unlight 5ity, Import-5ountry not e>#eeding ),enty (ive )housand 1.&. +ollars (1&8";,999.99) us for full invoi#e value

available by your draft(s) dra,n on

a##ompanied by the follo,ing do#uments: &igned #ommer#ial invoi#e in five (;) #opies indi#ating the buyerJs Pur#hase <rder 4o. +*(- 9 dated .anuary 9, "99 . Pa#king list in five (;) #opies. (ull set $2$ #lean on board o#ean bill of lading, plus t,o (") non-negotiable #opies, issued to order of )he &un Bank, &unlight 5ity, Import5ountry, notify the above a##ountee, marked Kfreight PrepaidK, dated latest 'ar#h C, "99 , and sho,ing do#umentary #redit number. Insuran#e poli#y in dupli#ate for 9E 5I( value #overing Institute 5argo 5lauses (%), Institute -ar and &trike 5lauses, eviden#ing that #laims are payable in Import-5ountry. 99 &ets J%B5J Brand Pneumati# )ools, 2"K drive, #omplete ,ith hose and Iui#k #ouplings, 5I( &unny Port 'oonbeam Port, *>port-5ountry prohibited permitted to &unny Port, Import-5ountry

5overing:

&hipment from Partial shipment )ranshipment &pe#ial #onditions: . ".

%ll do#uments indi#ating the Import 3i#ense 4o. IP2 "$7;? dated .anuary A, "99 . %ll #harges outside the Import-5ountry are on benefi#iaryJs a##ount. ; days after the date of shipment.

+o#uments must be presented for payment ,ithin +raft(s) dra,n under this #redit must be marked

+ra,n under do#umentary #redit 4o. &B-A@?;7 of )he &un Bank, &unlight 5ity, Import-5ountry, dated .anuary "?, "99 -e #onfirm this #redit and hereby undertake that all drafts dra,n under and in #onformity ,ith the terms of this #redit ,ill be duly honored upon delivery of do#uments as spe#ified, if presented at this offi#e on or before 'ar#h "?, "99 Hery truly yours,

%uthori0ed &ignature

1nless other,ise e>pressly stated, this 5redit is sub!e#t to the 1niform 5ustoms and Pra#ti#e for +o#umentary 5redits, CC$ 6evision, International 5hamber of 5ommer#e Publi#ation 4o. ;99.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"

Bambar ;. . Bentuk 325 B. TU,UAN DAN FUNGSI L3*

325 pada umumnya #enderung ditu!ukan untuk kepentingan eksportir dan sebagai akibatnya eksportir akan mendesak importir agar menerbitkan 325 guna kepentingannya sebelum pengapalan barang ter!adi. Berdasarkan 325 maka bank-bank yang terlibat setu!u mengadakan pembayaran atas dokumen-dokumen yang diserahkan bila menurut pengamatannya telah memenuhi persyaratan 325. Bank sama sekali tidak terikat dan tidak punya kepentingan atas kontrak barang. Bilamana barang yang dikapalkan ternyata salah atau lebih rendah mutunya akan tetapi dokumen yang bersangkutan memenuhi syarat, maka importirlah yang bertabnggung!a,ab atas pembayarannya kendatipun dokumen tersebut telah dipalsukan. Bisa !uga ter!adi bah,a importir memerima barang-barang yang tidak sesuai dengan yang dinminta tetapi ia terpaksa harus membayarnya !uga. 1ntuk men#egah kerugian tersebut importir dapat menggunakan berbagai pilihan kemungkinan langkahlangkah yang dapat dilakukan pada saat proses penanganan 325. Penggunaan 325 dimaksudkan untuk mempermudah proses pembayaran serta memberikan !aminan terlaksananya pembayaran tersebut. %dapun fungsi dari 325 itu sendiri dapat disimpulkan sebagai berikut : . 'erupakan per!an!ian bank dalam menyelesaikan transaksi komersial internasioanal ". 'emberikan pengamanan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi yang diadakan $. 'emastikan ter!adinya pembayaran sepan!ang syarat-syarat 325 dipenuhi 7. 'erupakan instrumen yang didasarkan hanya atas dokumen dan bukan atas barang dagang ;. 'embantu bank memberikan fasilitas pembiayaan kepada importir *. PI:AK+PI:AK -ANG TERLIBAT DALAM L3*

Pada proses pembayaran dengan menggunakan 325 ada beberapa pihak yang akan terkait dan terlibat didalamnya. Pihak-pihak yang dimaksud antara lain : .. P!ha# Lang%$ng a. Pembeli +isebut !uga appli#ant2a##ount party2a##ountee2importir2buyer. Pihak yang memohon pembukaan 325. Kredibilitasnya harus memuaskan dalam pertimbangan bank. b. Pen!ual +isebut !uga benefi#iary2party to be paid2 e>porter2seller2shiper Pihak kepada siapa 325 diterbitkan2diperuntukkan. Pihak yang memenuhi syarat 325 yang diterima dan menyerahkan dokumen-dokumen kepada bank pembayar.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

""

#.

&.

Bank pembuka (penerbit) 325 +isebut !uga opening bank2issuing bank2importerLs bank. Bank pembeli yang membuka atau menerbitkan 325 kepada benefi#iary, biasanya melalui perantaraan bank di negara benefi#iary. =ang memeriksa dokumen-dokumen untuk memastikan ke#o#okannya dengan syarat-syarat 325. =ang mengatur pembiayaan transaksi bilamana diminta. =ang melepaskan dokumen 325 kepada pembeli dan meminta pembayaran dari rekening pembeli. d. Bank penerus 325 +isebut !uga advising bank2sellerLs bank2 foreign #orrespondent bank Bank yang memberitahukan atau meneruskan 325 dan menegaskan kebenaran dari 325 tersebut kepada eksportir tanpa disertai ke,a!iban lain. Bank ini dapat !uga dimungkinkan sebagai paying bank atau #onfirming bank , bahkan sebagai issuing bank dalam hal berbeda dengan opening bank. e. Bank yang menegaskan atau men!amin pembayaran 325 +isebut !uga #onfirming bank2foreign #oresspondent bank. Bank kedua, biasanya advising bank yang bertindak sebagai #onfirming bank, yaitu menegaskan kepada benefi#iary bah,a 325 tersebut otentik dan bilamana importir atau opening bank tidak melakukan pembayaran maka bank kedua ini akan membayarnya. f. Bank pembayar +isebut !uga paying bank. Bank yang namanya disebutkan dalam 325 sebgai pihak yang melakukan pembayaran kepada benefi#iary asalkan dokumen-dokumen sesuai dengan syarat 325. g. Bank yang menegosiasi +isebut !uga negotiating bank. Bank yang biasanya namanya tidak disebutkan dalam 325, yang menyetu!ui untuk membeli ,esel dari benefi#iary. h. Bank yang diminta mengganti pembayaran (me-reimburse) +isebut !uga reimburse bank. Bilamana antar bank eksportir dan bank importir tidak ada hubungan rekening maka untuk penyelesaiannya pembayarannya biasanya ditun!uk bank ketiga. P!ha# T!"a# Lang%$ng a. Perusahaan pelayaran (pengapalan) 'enerima barang-barang dagang dari shiper2eksportir2freight for,ader dan mengatur pengangkutan barang-baranmg tersebut. 'enerbitkan Bill of 3ading (B23) atau surat bukti muat barang. b. Bea dan 5ukai (Pabean)

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"$

#.

d.

e.

Bagi importir, sebagai agen dan akan memberikan i0in untuk pelepasan barang bilamana dokumen B23 telah dilakukan pembayaran. Bagi eksportir, pihak yang meneliti dokumen serta pembayaran pa!ak dan memberikan i0in barang untuk dimuat di kapal. Perusahaan asuransi Pihak yang mengasuransikan barang-barang yang dikapalkan sesuai nilai yang syaratkan. Pihak yang mengeluarkan sertifikat atau polis asuransi untuk menutup resiko yang dikehendaki. Pihak yang menyelesaikan tagihan atau klaim kerugian-kerugian. Badan pemeriksa atau &B&2Per,akilan &u#ofindo (khusus Indonesia) Pihak yang ditun!uk pemerintah untuk memeriksa kebenaran barangbarang impor di negara asal impor barang, dan barang-barang ekspor tertentu di negara tempat tibanya barang. Pihak yang ditun!uk pemerintah atau yang ber,enang dalam pemeriksaan mutu, !enis, !umlah barang dan sebagainya. Badan-badan peneliti lainnya =ang ditun!uk oleh pemerintah untuk mengeluarkan surat-surat keterangan atau setifikat lainnya bagi barang-barang yang diperdagangkan.

D.

,ENIS+,ENIS L3*

325 yang digunakan sebagai alat pembayaran memiliki berbagai ma#am !enis dan bentuk. /al ini disesuaikan dengan kontrak per!an!ian dalam perdagangan tersebut, adapun !enis-!enis 325 antara lain : .. Re/o8able L3* . 325 yang se,aktu-,aktu dapat dibatalkan atau diubah se#ara sepihak oleh opener atau oleh issuing bank tanpa memerlukan persetu!uan dari bene iciary. Pihak eksportir kemungkinan akan menghadapi masalah untuk segera memperoleh pembayaran dari importir sedang sebaliknya pihak importir, 325 ini akan memberikan kelonggaran karena dapat di ubah atau dibatalkan tanp0a pemberitahuan terlebih dahulu kepada benefi#iary. &. Irre/o8able L3* . 325 yang tidak bisa dibatalkan selama !angka berlaku ( !alidity) yang ditentukan dalam 325 tersebut dan opening bank tetap men!amin untuk menerima ,esel-,esel yang ditarik atas 325 tersebut. Pembatalan mungkin !uga dilakukan, tetapi harus atas persetu!uan semua pihak yang bersangkutan dengan 325 tersebut. ' Irre/o8able "an *on)!rme" L3* .325 yang diangggap paling sempurna dan paling aman dari sudut penerima 325 (bene iciary) karena pembayaran atau pelunasan ,esel yang ditarik atas 325 ini di!amin sepenuhnya oleh opening bank maupun oleh ad!ising bank, bila segala syarat-syarat dipenuhi, serta tidak mudah dibatalkan karena sifatnya yang irre!ocable. ( *lean Le er o) *re"! .+alam 325 ini tidak di#antumkan syarat-syarat lain untuk penarikan suatu ,esel. %rtinya, tidak diperlukan dokumen-

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"7

0 6

dokumen lainnya, bahkan pengambilan uang dari kredit yang tersedia dapat dilakukan dengan penyerahan kuitansi biasa. Do8$men ary Le er o) *re"! . Penarikan uang atau kredit yang tersedia harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen lain sebagaimana disebut dalam syarat-syarat dari 325. Do8$men ary L3* "engan Re" *la$%e. .enis 325 ini, penerima 325 (benefi#iary) diberi hak untuk menarik sebagian dari !umlah 325 yang tersedia dengan penyerahan kuitansi biasa atau dengan penarikan ,esel tanpa memerlukan dokumen lainnya, sedangkan sisanya dilaksanakan seperti dalam hal documentary $%C. 325 ini merupakan kombinasi open $%C dengan documentary $%C# Re/ol/!ng L3*. 325 ini memungkinkan kredit yang tersedia dipakai ulang tanpa mengadakan perubahan syarat khusus pada 325 tersebut. 'isalnya, untuk !angka ,aktu enam bulan, kredit tersedia setiap bulannya 1&8 ."99, berarti se#ara otomatis setiap bulan (selama enam bulan) kredit tersedia sebesar 1&8 ."99, tidak peduli apakah !umlah itu dipakai atau tidak. Ba8# o Ba8# L3* . +alam 325 ini, penerima (bene iciary) biasanya bukan pemilik barang, tetapi hanya perantara. <leh karena itu, penerima 325 ini terpaksa meminta bantuan banknya untuk membuka 325 untuk pemilik barang-barang yang sebenarnya dengan men!aminkan 325 yang diterimanya dari luar negri.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

";

BILL OF LADING (B/L)


A. DEFINISI

BA BA B B 6 6

Bill o $ading (B23) adalah surat tanda terima barang yang telah dimuat di dalam kapal laut yang !uga merupakan tanda bukti kepemilikan barang dan !uga sebagai bukti adanya kontrak atau per!an!ian pengangkutan barang melalui laut. Banyak istilah yang pengertian dan maksudnya sama dengan B23 seperti Air *aybill untuk pengangkutan dengan pesa,at udara, +ail"ay Consignmnet ,ote untuk pengangkutan menggunakan kereta api dan sebagainya. 1ntuk lebih memudahkan pemahaman disini kita menggunakan istilah B23. +alam bahasa Indonesia B23 sering disebut dengan konosemen, merupakan dokumen pengapalan yang paling penting karena mempunyai sifat !aminan atau pengamanan. %sli B23 menun!ukkan hak pemilikan atas barang-barang dan tanpa B23 seseorang atau pihak lain yang ditun!uk tidak dapat menerima barang-barang yang disebutkan di dalam B23. B. PI:AK+PI:AK -ANG TER*ANTUM DALAM B3L

Penggunaan B23 sebagai bagian dari dokumen yang dibutuhkan dalam perdagangan ekspor impor melibatkan berbagai pihak, antara lain : . 'hipper yaitu pihak yang bertindak sebagai bene iciary# ". Consignee yaitu pihak yang diberitahukan tentang tibanya barang-barang $. ,oti y party yaitu pihak yang ditetapkan dalam 325 7. Carrier yaitu pihak pengangkutan atau perusahaan pelayaran *. . FUNGSI POKOK B3L B23 memiliki fungsi antara lain : Bukti tanda penerimaan barang, yaitu barang-barang yang diterima oleh pengangkut (carrier) dari shipper (pengirim barang atau eksportir) ke suatu tempat tu!uan dan selan!utnya menyerahkan barang-barang tersebut kepada pihak penerima (consignee atau importir) Bukti pemilikan atas barang (document o title) , yang menyatakan bah,a orang yang memegang B23 merupakan pemilik dari barang-barang yang ter#antum pada B232 Bukti per!an!ian pengangkutan dan penyerahan barang antara pihak pengangkut dengan pengiriman.

". $.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"?

D. ..

PEMILIKAN BILL OF LOADING 1B3L2 Kepemilikan suatu B23 dapat didasarkan kepada beberapa hal antara lain : B3L a a% pemegang 1Bearer B*%2 .enis B23 ini !arang digunakan. =ang dimaksud dengan F bearerG adalah pemegang B23 dan karena itu setiap orang yang memegang atau memiliki B23 tersebut dapat menagih barang-barang yang tersebut pada B23. .enis ini men#antumkan kata FbearerG di ba,ah alamat consignee. A a% nama "an #epa"a or"er 1B*% made out to order2 Pada B23 ini akan ter#antum kalimat F consigned to order o G di depan atau di belakang nama #onsignee atau kepada notify address. Biasanya syarat B23 demikian ini ditandai dengan men#antumkan kata order pada kotak #onsignee pada B23 yang bersangkutan. Pemilikan B23 ini dapat dipindahkan oleh #onsignee kepada orang lain dengan endorsement yaitu menandatangani bagian belakang B23 tersebut. Bunyi kata-kata atau kalimat pada bagian belakang B23 adalah sebagai berikut : FDel!/er o he or"er o) B..1#ore%pon"en2B.C atau DDel!/er o BB.1#ore%pon"en2 BB or or"er D BBB1 empa 2 BB.1 anggal2 Ban# De/!%a T ".

&.

'. B3L a a% Nama 1straight B*%2 Bila sebuah B23 diterbitkan dengan men#antumkan nama si penerima barang (consignee) maka B23 tersebut disebut B23 atas nama ( straight B%$). Pada straight B%$ menggunakan kata-kata Fconsigned toG atau FtoG yang diletakkan diatas alamat dari consignee tersebut. %pabila diinginkan pemindahan hak milik barang-barang tersebut maka haruslah dengan #ara membuat pernyataan pemindahan hak milik yang disebut declaration o assignment, dan bilamana dilakukan endorsement maka pemindahan pemilikan tersebut tidak dianggap berlaku. E. ,ENIS+,ENIS B3L

&uatu B23 dapat dibedakan berdasarkan penyataan yang terdapat pada B23 tersebut, dibagi men!adi beberapa !enis antara lain : .. Re8e!/e" )or Sh!pmen B3L B23 yang menun!ukkan bah,a barang-barang telah diterima oMrh rtusahaan pelayaran untuk dikapalkan, tetapi belum benar Dbenar dimuat atau dikapalkan

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"@

&.

'. (. 0. 6. 7. 5.

pada batas ,aktu yang ditetapkan dalam 325 yang bersangkutan. 6esiko yang mungkin akan ter!adi pada B23 !enis ini adalah : a. Kemungkinan barang akan dimuat dengan kapal lain. b. Bila ter!adi pemogokan, barang-barang tersebut terbengkalai dan rusak. #. Kemungkinan penambahan ongkos atau biaya lain seperti se,a gudang dan sebagainya. Sh!ppe" on Bar" B3L B23 yang dikeluarkan apabila perusahaan perkapalan yang bersangkutan mengakui bah,a barang-barang yang akan dikirim benar-nebar telah berada atau dimuat diatas kapal. Shor Form B3L B23 yang hanya men#antumkan #tatan singkat tentang barang ynag dikapalkan (tidak termasuk syarat-syarat pengangkutan). Long Form B3L B23 yang memuat seluruh syarat-syarat pengangkutan se#ara terperin#i. Thro$gh B3L B23 yang dikeluarkan apabila ter!adi transhipment akibat dari tidak tersedianya !asa langsung ke pelabuhan tu!uan. *omb!ne" Tran%por B3L B23 yang digunakan pada saat ter!adi transhipment dilan!utkan kemudian dengan pengangkutan darat. *har er Par y B3L B23 yang digunakan apabila pengangkutan barang menggunakan F#harterG (se,a borongan sebagian 2 sebuah kapal). L!ner B3L B23 yang dikeluarkan untuk pengangkutan barang dengan kapal yang telah memiliki !alur per!alanan serta persinggahan yang ter!ad,al dengan baik KONDISI B3L

F.

Kondisi suatu B23 dapat dinyatakan dalam beberapa kategori berdasarkan keadaan barang yang diterima untuk di muat : .. *lean B3L B23 yang didalamnya tidak terdapat #atatan-#atatan tentang kekurangankekurangan mengenai barang serta menyatakan barang yang dimuat dalam keadaan baik dan lengkap dengan tidak ada #a#at. Pada B23 tersebut terdapat katakata : F'hipped in apparent good order and conditions on board NNNG &. Un8lean B3L B23 yang didalamnya terdapat #atatan menyatakan barang yang tidak sesuai dengan syarat-syarat 325 dan terdapat kerusakan pada barang. Biasanya #atatan tersebut dinyatakan dalam kata-kata : old gunny bag- stained case- stra" "rapped only- unprotected dan sebagainya. '. S ale B3L B23 yang belum sampai kepada #onsignee atau agennya agennya ketika kapal pemba,a barang-barang telah tiba di pelabuhan tu!uan .

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"A

'asalah yang timbul bila barang-barang tidak diambil di pelabuhan tu!uan dapat ter!adi seperti : a. Kemungkinan pen#urian dan pen#urian ke#il-ke#ilan ( pil erage) b. Penalty yang dibebankan pengusaha pelabuhan tiap hari (biaya demurrage) #. Kerusakan-kerusakan barang d. Pen!ualan melalui lelang umum <leh karena itu &tale B23 dapat dihindarkan dengan #ara : a. 'engi0inkan pengiriman B23 langsung kepada pembeli tanpa melaui bank b. 'engi0inkan pengiriman B23 langsung kepada agen di negara pembeli #. 'engi0inkan pengiriman B23 langsung kepada kapal pengangkut G. PENANGANAN B3L

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangani penerimaan B23 khususnya oleh petuas bank yang terlibat didalamnya antara lain: . B23 harus diterima langsung dari maskapai pemgapalan atau pengangkutan yang menerbitkannya. ". Pada B23 harus disebutkan nama dan alamat eksportir, #onsignee, order dari bank devisa yang menegisier. $. B23 harus ditandatangani oleh pe!abat yang berhak menandatanganinya, spe#imen tanda tangan telah ada pada bank. 7. B23 harus di#o#okan dengan Invoi#e dan 325 dalam hal : a. nomor dan tanggal 325 serta nama bank pembuka 325 b. nama, !umlah dan ukuran barang #. pelabuhan pengiriman d. pelabuhan tu!uan e. pihak pengirim dan penerima ;. Bank harus dapat mengenal dan membedakan syarat-syarat B23 yang dapat diterima dari !enis-!enis pernyataan dalam B23 yang ada, yaitu : a. 'hipped on Board B%$ : dapat diterima b. +ecei!ed or 'hipment : tidak dapat diterima dan harus minta F$%C amendmentG ?. Bank tidak dibenarkan menerima atau menegosiasi 1n#lean B23 ke#uali syarat 325 tegas-tegas mengi0inkannya. @. )anggal B23 tidak boleh mele,ati batas tanggal pengapalan terakhir A. B23 harus #o#ok dengan 325 tentang pelaksanaan pembayaran reight (prepaid, payable at destination atau collect). C. +alam hal ekspor dilaksanakan dengan transshipment, harus diteliti apakah : a. +iminta through B23 dengan second carrier endorsement atau #ukup dengan through B23 tanpa second carrier endorsement. b. +iminta B23 issued by second carrier (hanya dii0inkan untuk pelaksanaan transhipment di dalam negri ke#uali ada perubahan peraturan).

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

"C

DOKUMEN EKSPOR IMPOR

BA BA B B 7 7

&emua !enis dokumen yang terdapat dalam perdagangan internasional (ekspor impor), baik yang dikeluarkan pengusaha, perbankan, pelayaran, dan instansi lainnya mempunyai arti dan peranan penting. <leh sebab itu semua dokumen yang menyangkut kegiatan tersebut harus dibuat dan diteliti dengan seksama. +okumen-dokumen dlam perdagangan internasional (ekspor impor9 tersebut dapat dibedakan ke dalam tiga kelompok yaitu dokumen induk, dokumen penun!ang dan dokumen pembantu. A. DOKUMEN INDUK

=ang dimaksud dengan dokumen induk adalah dokumen inti yang dikeluarkan oleh Badan Pelaksana 1tama Perdagangan internasional, yang memiliki fungsi sebagai alat pembuktian pelaksanaan suatu transaksi.. )ermasuk dalam dokumen ini antara lain : .. Le er O) *re"! 1L3*2 &uatu surat yang dikeluarkan oleh suatu bang atas permintaan importir yang ditu!ukan kepada eksportir di luar negri yang men!adi relasi importir tersebut, yang memberikan hak kepada eksportir itu untuk menarik ,esel-,esel atas importir bersangkutan. Pen!elasan mengenai 325 telah dibahas pada ban sebelumnya (lihat bab .). &. B!ll O) La"!ng 1B3L2 &urat tanda terima barang yang telah dimuat di dalam kapal laut yang !uga merupakan tanda bukti kepemilikan barang dan !uga sebagai bukti adanya kontrak atau per!an!ian pengangkutan barang melalui laut. Pen!elasan rin#i tentang B23 telah diterangkan pada bab sebelumnya (lihat bab /)# '. Fa# $r 1Invoice2 %dalah suatu dokumen yang penting dalam perdagangan, data-data dalam invoi#e akan dapat diketahui berapa !umlah ,esel yang akan dapat ditarik, !umlah penutupan asuransi, dan penyelesaian segala ma#am bea masuk. (aktur (invoi#e) dapat dibedakan ke dalam tiga bentu yaitu : a. Pro)orma In/o!8e 'erupakan pena,aran dalam bentuk faktur biasa dari pen!ual kepada pembeli yang potensial !uga merupakanta,aran pada pembeli untuk menempatkan pesanannya yang pasti dan sering dimintakan oleh pembeli supaya instansi yang ber,enang di negara importir akan memberikan i0in impor.(aktu ini biasanya menyatakan syarat-syarat !ual beli dan harga barang sehingga segera setelah pembeli yang bersangkutan telah menyetu!ui pesanan maka akan ada kontrak yang pasti.Penggunaan faktur ini !uga digunakan bilamana penyelesaian akan dilakukan dengan : o +engan pembayaran terlebih dahulu sebelum pengapalan.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$9

(.

o %tas dasar #onsignment o )ergantung pada tender b. *ommer8!al In/o!8e 4ota perin#ian tentang keterangan !umlah barang-barang yang di!ual dan harga dari barang-barang tersebut serta perhitungan pembayaran. (aktur ini oleh pen!ual (eksportir) ditu!ukan kepada pembeli (importir) yang nama dan alamatnya sesuai dengan yang ter#antum dalam 325 dan ditandatangani oleh yang berhak menandatangani. 8. *on%$lar In/o!8e (aktur yang dikeluarkan oleh instansi resmi yaitu kedutaanatau konsulat.(aktur ini terkadang ditandatangani oleh konsul perdagangan negri pembeli, dibuat oleh eksportir dan ditandatangani oleh konsul negara pembeli, atau dibuat dan ditandatangani negara sahabatdari negara pembeli. Peraturan-peraturan antar negara memiliki perbedaan antar satu dengan yang lainnya tetang faktur ini, tetapi yang !elas kegunaan dari faktu ini antara lain untuk memeriksa harga !ual dibandingkan harga pasar yang sedang berlakudan untuk memastikan bah,a tidak ter!adi dumping, selain itu !uga diperlukan untuk menghitung bea masuk di tempat importir. Do#$men 1Polis2 A%$ran%! &urat bukti pertanggungan yang dikeluarkan perusahaan asuransi atas permintaan eksportir maupun importir untuk men!amin keselamatan atas barang yang dikirim. +okumen asuransi ini pentingkarena dapat membuktikan bah,a barang-barang yang disebut di dalamny telah diasuransi. .enis-!enis resikoyang ditutup !uga disebutkan dalam dokumen ini. +okumen ini menyatakan pihak mana yang meminta asuransi dan kepada siapa klaim dibayarkan.&etiap asuransi ,a!ib dibayar dengan valuta yang sama dengan 325 ke#uali syarat-syarat 325 menyatakan lain. Besarnya asuransi tidak perlu sama dengan besarnya 325, dapat lebih besar atau lebih ke#il tergantung pada !umlah penarikan, syarat-syarat pengapalan, atau syarat-syarat 325. Penggantian kerugian apabila ter!adi kerusakan atau kehilangan akan dibayarkan senilai yang dinyatakan dalam dokumen asuransi tersebut kepada eksportir !uga kepada importirapabila telah di endorse. +okumen asuransi dapat dibuat atas nama pengasuransi, atas order bank, atas nama pemba,a. DOKUMEN PENUN,ANG

B.

+okumen yang dikeluarkan untuk memperkuat atau merin#i keterangan yang terdapat dalam dokumen induk, terutama faktur (invoi#e). )ermasuk dalam dokumen ini antara lain : .. Da) ar Pengepa#an 1Packing %ist2 +okumen ini dibuat oleh eksportir yang menerangkan uraian dari barang-barang yang dipak, dibungkus atau diikat dalam peti dan sebagainya dan biasanya diperlukan oleh bea #ukai untuk memudahkan pemeriksaan. 1raian barang tersebut meliputi !enis bahan pembungkus dan #ara mengepaknya. +engan adanya pa#king list maka importir atau pemeriksa barang tidak akan keliru untuk memastikan

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

".

'.

(.

0.

6.

7.

5.

isinya. 4ama dan uraian barang haruslah sama dengan seperti ter#antum dalam #ommer#ial invoi#e. S$ra Ke erangan A%al 1Certi+icate O+ Origin 2 &urat pernyataan yang ditandatangani untuk membuktikan asal dari suatu barang, digunakan untuk memperoleh fasilitas bea masuk atau sebagai alat penghitung kuota di negara tu!uan dan untuk men#egah masuknya barang dari negara terlarang. S$ra Ke erangan Pemer!#%aan 1Certi+icate O+ Inspection2 Keterangan tentang keadaan barang yang dimuat oleh independent sur!eyor, !uru pemeriksa barang atau badan resmi yang disahkan oleh pemerintah dan dikenal oleh dunia perdagangan internasional, berfungsi sebagai !aminan atas mutu dan !umlah barang, ukuran dan berat barang, keadaan barang, pengepakan barang, banyak isi pengepakan. 3aporan yang dibuat atas pemeriksaan kualitatif dan analitis didasarkan pada pemeriksaan sampling "E dari berat yang sebenarnya, dan merupakan dokumen yang disyaratkan 325. Ser !)!#a M$ $ 1Certi+icate O+ ,ualit( 2 Keterangan yang dibuat berkaitan dengan hasil analisis barang-barang di laboratorium perusahaan atau badan penelitian independen yang menyangkut mutu barang yang diperdagangkan. +alam hubungannya dengan hal tersebut di Indonesia berlaku peraturan yang mengharuskan adanya standarisasi dan pengendalian mutu untuk barang-barang ekspor,yaitu dengan menerbitkan sertifikat mutu (certi icate o 0uality). &ertifikat ini ,a!ib dimiliki oleh setiap eksportir untuk keperluan persagangan apabila diminta oleh pembeli. Ser !)!#a M$ $ Dar! Pro"$%en 1Manu+acture-s ,ualit( Certi+icate2 +okumen ini la0imnya dibuat oleh produsen atau pabrik pembuat barang yang diekspor atau supplier yang menguraikan tentang mutu dari barang-barang, termasuk pen!elasan tentang baru atau tidaknya barang dan apakah memenuhi standar barang yang ditetapkan. +okumen ini !uga menun!ukkan keterangan mengenai barang yang diproduksi oleh produsen yang memba,a merek dagangnya (trade mark). Ke erangan T!mbangan 1.eight !ote2 5atatan yang berisi perin#ian berat dari tiap-tiap kemasan barang seperti yang ter#antum dalam #ommer#ial invoi#e. Keterangan berat dari barang-barang yang dikapalkan atas dasar suatu 325 haruslah sama dengan yang ter#antum pada dokumen-dokumen pengapalan. +okumen ini disamping untuk mengetahui berat barang , !uga diperlukan untuk mempersiapkan alat-alat pengangku barang pada saat pemeriksaan barang. Da) ar U#$ran 1Measurement %ist2 +aftar yang berisi ukuran dan takaran dari tiap-tiap kemasan seperti pan!ang, tebal, garis tengah serta volume barang. 1kuran dalam dokumen ini haruslah sama dengan syarat-syarat yang ter#antum dalam 325. Holume pengepakan setiap barang tersebut diperlukan untuk menghitung biaya angkut atau untuk keperluan persiapan barang. Anal!%a K!m!a 1Chemical Anal(sis2 Pernyataan yang dikeluarkan oleh labotaturium kimia yang berisi komposisi kimia,i dari suatu barang. +okumen ini !uga men!elaskan tentang bhan-bahan dan

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$"

4.

proporsi serta kandungan bahan yang terdapat dalam barangyang diharuskan pemeriksaannya. Penelitian tersebut dilakukan oleh badan analisa obat-obatan, dan bahan-bahan kimia. ;e%el 1Bill O+ E/change2 &ebuah alat pembayaran yang memberikan perintah yang tidak bersyarat dalam bentuk tertulis, yang ditu!ukan oleh seseorang kepada orang lain. Pihak-pihak yang terlibat dalam ,esel antara lain a. dra"er O yang menandatangani ,esel (penarik) b. dra"ee O yang membayar (tertarik) #. payee O yang menerima pembayaran d. endorsee O pihak yang menerima perpindahan atau pengalihan ,esel +alam sebuah ,esel !uga terdapat !angka ,aktu pembayaran yang dikenal dengan istilah tenor ,esel , yaitu !angka ,aktu pada saat mana sebuah ,esel dapat dibayarkan yang ter#antum pada setiap ,esel. )enor dala sebuah ,esel dapat dibedakan men!adi : a. Sight dra+t : ,esel yang dibayar pada saat diperlihatkan atau saat diminta pembayarannya. b. Time 0term*usance1 dra+t : ,esel ber!angka yang dibayarkan setelah beberapa ,aktu kemudian, dibedakan atas : time sight draft (,esel yang pembayarannya harus dilakukan pada ,aktu tertentu setelah ,esel dia!ukan atu di aksep), time date draft (,esel yang harus dibayar pada tanggal tertentu yang telah ditetapkan misalnya $9 hari setelah pengapalan.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$$

PROSES TRANSAKSI EKSPOR IMPOR

BA BA B B 8 8

+alam pelaksanaan transaksi ekspor impor hal-hal pokok yang perlu diperhatikan oleh pihak-pihak yang terlibat didalamnya meliputi : . Kontrak !ual beli (sales contract) D oleh eksportir dan importir ". Pembukaan dan penerusan 325 D oleh importir, bank pembuka dan bank penerus $. Penelitian syarat-syarat 325 D oleh bank pembuka, bank penerus, dan eksportir 7. Penyiapan dokumen pengapalan D oleh eksportir ;. Pemeriksaan dokumen-dokumen D oleh bank yang menegosiasi ,esel, bank pembuka dan importir ?. Penyerahan dokumenuntuk pembayaran D oleh eksportir, bank yang menegosiasi ,esel @. Penyelesaian pembayaran D oleh bank yang menegosiasi ,esel, bank pembuka dan importir +alam kontrah !ual beli antara eksportir dan importir, bank tidak turut terlibatdan berkepentingan. Bank hanya turut terlibat dalam penanganan dan penga,asan dokumen 325 transaksi yang bersangkutan. A. PERS-ARATAN UMUM SEBUA: L3*

&yarat umum yang harus dipenuhi oleh penerima 325, khususnya d Indonesia adalah sebagai berikut : . 325 yng dibuka aadalah Commercial atau Documentary $%C. +alam hal eksportir mendapat fasilitas kredit bank, maka 325 yang diterima harus bersifat 1rre!ocable. ". dokumen-dokumen pengapalan sekurang-kurangnya harus terdiri dari : a. &et lengkap dari Bill o $ading b. Invoi#e #. +okumen %suransi, dan dokumen-dokumen yang disebutkan dalam draft. $. +alam hal impor diatas 1&8;,999 dan ekspor barang-barang yang memperoleh setifikat ekspor maka diperlukan dokumen lain yaitu laporan kebenaran pemeriksaan yang dikeluarkan oleh &B& 7. +okumen-dokumen pengapalan lain yang sering ditambahakan dalam 325 adalah a. &acking $ist b# Certi icate o 1nspection c# Certi icate o 2rigin d# *eight ,ote e# Measurement $ist # Certi icate o Analysis g. Certi icate o 3uality, dan sebagainya

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$7

B.

PROSEDUR TRANSAKSI EKSPOR IMPOR

&e#ara umum pelaksanaan transaksi ekapor dan impor melalui beberapa ma#ap tahapan, dimana masing-masing tahapan berisi tentang tata #ara dan hal-hal yang terlibat didalamnya. Prosedur tersebut dapat di!elaskan sebagai berikut : . Importir menga!ukan permohonan kepada benk pembuka 325 (issuing%opening bank) untuk membuka 325 yang ditu!uakan kepada eksportir. ". Bank pembuka 325 yang bersangkutan membuka 325 tersebut kepada bank koresponden di tempat eksportir (ad!ising bank) $. %dvising bank meneruskan 325 tersebut kepada eksportir. 7. *ksportir menyiapkan dan mengapalkan barang-barang yang akan dikirimkan ke importir. ;. %tas pemuatan barang-barang di kapal, eksportir menerima dokumen pengapalan barang (B23) dari maskapai pelayan. ?. +okumen-dokumen pengapalan serta ,esel kemudian diserahkan oleh eksportir kepada advising bank yang meminta bertindak sebagai negotiating bank. =ang men!adi negotianing bank ini boleh !uga bank lain, tergantung keinginan eksportir. @. %dvising bank atau negotiating bank menegosiasi ,esel yang dia!ukan oleh eksportir tersebut. A. +okumen-dokumen pengapalan dikirim olrh negotiating bank kepada issuing bank untuk mendapat ganti pembayaran (reimbursement). C. Issuing bank akan memeriksa dokumen-dokumen tersebut dan disesuaikan dengan syarat-syarat yang ter#antum pada 325 dan apabila telah sesuai maka meminta importir menebusnya dengan #ara pembayaran yang disyaratkan dalam 325, pembayaran pada saat penga!uan dokumen (at sight) atau ber!angka (usance). 9. Importir membayar dan meminta issuing bank untuk mendebet rekeningnya pada bank tersebut. . Issuing bank kemudian akan mereimburse negotiating bank dengan mengkredit rekening negotiating bank pada issuing bank, !ika tidak ada bisa pada bank ketiga. *. PERSIAPAN+PERSIAPAN EKSPORTIR E IMPORTIR

Penggunaan 325 dalam transaksi ekspor impor tidak membedakan adanya sebutan 325 impor atau 325 ekspor., karena pada hakekatnya yang digunakan adalah satu 325 sa!a. Penyebutan yang berbeda tersebut hanya dari sudut mana transaksi 325 tersebut dilihat, dari importir atau eksportir. %danya perbedaan yang nyata adalah dari kegiatan persiapan masing-masing eksportir dan importir dalam transaksi tersebut dan bank-bank yang membantu di pihak masing-masing. Persiapan-persiapan baik se#ara teknis maupun administrasi dari masing-masing pelaku perdagangan internasional (ekspor impor) dapat di!elaskan berikut ini :

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$;

(")

BANK KORESPONDEN AD?ISING BANK

325 +okumen B23 Kredit 6ekening

(A) ( )

BANK PEMBUKA L*3ISSUING3OPENING BANK

%dvise 325

+ o k u m e n

+ebit 6ekening 4egosiasi -esel (?) (@) (;) b B23 ( 9) )

%plikasi 325

6eimburse +okumen 325 ( ) (C)

($)

EKSPORTIR3SELLER3 BENEFI*IAR-

IMPORTIR3BU-ER3 APPLI*ANT

Barang (7)

Barang

MASKAPAI PELA-ARAN
B23 (;) a

Bambar A. Prosedur transaksi ekspor impor

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$?

Dar! P!ha# E#%por !r . ". $. 7. ;. ?. @. A. C. 9. . ". $. 'enerima pesanan (order) dari importir. 'enerima 325 dari bank di negara eksportir, yang merupakan ad!ising bank atau dapat bertindak sebagai con irming (negotiating) bank. 'enyiapkan barang-barang ekspor (bila ekspor produsen) atau memesan barang dari produsen (supplier) 'elakukan pengepakan barang ekspor dengan atau tanpa bantuan ekspedisi ( reight or"arder atau EM4$) 'emesan ruangan kapal pada maskapai pelayaran. 'elakukan pemuatan barang dengan atau tanpa perusahaan ekspedisi.( reight or"arder atau EM4$). 'enyiapkan dan mengurus B23 pada maskapai pelayaran. 'enutup asuransi tergantung syarat 325. 'enyiapkan faktur dan dokumen-dokumen pengapalan yang disyaratkan dalam 325 . 'enyerahkan dokumen-dokumen dan menga!ukan ,esel kepada ad!ising atau negotiating bank untuk memperoleh pembayaran sesuai dengan syarat 325. 'emperoleh pembayaran ,esel dari advising atau negotiating bank. 'engirim salinan (copy) dokumen-dokumen pengapalan kepada impotir (memberitahukan pengapalan kepada importir). +alam hal akseptasi ,esel, meminta bank untuk mendiskonto ,esel. Bila mendapat kredit dari bank,melunasi kredit tersebut dengan pembayaran hasil transaksi.

Dar! P!ha# Impor !r . ". $. 7. ;. ?. @. A. C. 9. . 'enyampaikan pesanan (order) pada eksportir. 'eminta bank membuka 325 untuk eksportir (opening bank), yang dapat bertindak sebagai paying bank. 'enyelesaikan persyaratan-persyaratan pembukaan 325 pada opening bank. 'enerima pemberitahuan tibanya dokumen-dokumen pengapalan dari opening bank yangndikirim oleh advising atau negotiating bank. 'enyelesaikan formulir-formulir impor dan perhitungan-perhitungan asuransi, bea masuk dan pa!ak. 'elakukan penyetoran pa!ak, bea masuk, dan lain-lain . menebus dokumen-dokumen pengapalan dengan melakukan pembayaran, akseptasi ,esel kepada opening bank sesuai syarat 325. 'enyerahkan bukti penyelesaian formulir impor dan pelunasan pa!ak atau bea masuk yang telah disahkan oleh bank kepada bea #ukai untuk memperoleh dele!ery order (+<) 'enyerahkan +< dan B23 kepada maskapai pelayaran untuk pengeluaran barangbarang dengan atau tanpa perusahaan ekspedisi ( reight or"arder atau EM4$)# 'enga!!ukan klaim ganti rugi kepada eksportir atau kepada maskapai asuransi, adlam hal terdapat kehilangan atau kerusakan barang. 'elunasi ,esel pada tanggal !atuh tempo, !ika belum diselesaikan dengan bank.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$@

EKSPOR

IMPORTIR3BU-ER3 APPLI*ANT

BANK KORESPONDEN LUAR NEGRI BANK PEMBUKA L3* ISSUING BANK3 OPENING BANK

LUAR NEGRI DALAM NEGRI

"

" $

PRODUSEN

EKSPORTIR3SELLER3 BENEFI*IAR$

BANK DE?ISA DALAM NEGRI AD?ISING BANK3 NEGOTIATING BANK

7,? ;,@,C

A C C

EKSPEDISI

PELA-ARAN

BPEN

KEDUTAAN ASING

ASURANSI

Bambar A.". Persiapan eksportir

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$A

IMPOR

EKSPORTIR3SELLER3 BENEFI*IAR-

BANK KORESPONDEN LUAR NEGRI AD?ISING BANK3 NEGOTIATING BANK

LUAR NEGRI DALAM NEGRI

9 " $

IMPORTIR3BU-ER3 APPLI*ANT
?,@,

7 ;

BANK DE?ISA DALAM NEGRI BANK PEMBUKA L3* ISSUING BANK3 OPENING BANK

9 C C

BEA *UKAI

PELA-ARAN

EKSPEDISI

ASURANSI

Bambar A.$. Persiapan importir

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

$C

D.

FAKTOR+FAKTOR -ANG PENTING DIPER:ATIKAN OLE: PEN,UAL 1EKSPORTIR 2 DAN PEMBELI 1IMPORTIR2

&ebuah 325 atau kredit berdokumen akan memberikan !aminan baik bagi kepentingan importir maupun eksportir., yaitu ,aktu pembayaran barang-baeang di#o#okan dengan ,aktu penyerahan barang. +engan demikian sebiah 325 yang irre!ocable merupakan suatu alat pembayaran yang baik dan meyakinkan bagi eksportir. Begitu !uga dengan importir, !ika dokumendokumen yang disyaratkan telah lengkap maka 325 tersebut !uga merupakan alat yang efektif untuk menerima penyerahan barang-barang. <leh karena itu 325 yang merupakan alat pembayaran yang harus tepat dan tidak mengandung kesalahan-kesalahan haruslah ditangani oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya dengan teliti dan sempurna. %da beberapa aturan yang perlu diperhatikan baik oleh eksportir maupun importir, antara lain : Bag! Impor !r . ". $. 7. Instrusksi kepada issuing bank harus !elas dan tepat dan tidak bertele-tele. &yarat-syarat 325 dan dokumen-dokumen yang dimintakan harus sesuai dengan kontrak !ual beli (sales contract). &etiap pemeriksaan barang sebelum atau pada ,aktu pengapalan haruslah dibuktikan dengan sebuah dokumen. &ifat dokumen tersebut dan pihak yang mengeluarkannya harus ditetapkan dalam 325. 325 tidak boleh mensyaratkan dokumen-dokumen yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh eksportir.

Bag! E#%por !r . ". $. 7. ;. )idak boleh menunda-nunda penelitian 325 dan permintaan akan perubahanperubahan yang perlu, ,alaupun tersedia ,aktu antara penerimaan 325 dan penggunaannnya. /arus dapat menerima dengan persyaratan dan dokumen yang diminta dan telah sesuai dengan sales contaract. 'enyelesaikan dokumen-dokumen yang diminta sesuai dengan ,aktunya sebagaimana disyaratkan dalam 325. 'enyerahkan dokumen-dokumen kepada bank se#epat mungkin atau setidaktidaknya dalam masa berlakunya 325, seperti yang ditetapkan dalam 325. *ksportir harus mengingat bah,a ketidak#o#okan 325 dengan syarat-syarat yang ditetapkan dalam 325 atau ketidaksempurnaan mengikuti syarat-syarat tersebut akan berakibat bank akan menolak pembayaran.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

79

JASA ASURANSI
A. PENGERTIAN ASURANSI

BA BA B B 9 9

+okumen asuransi dianggap penting karena dengan dokumen ini akan membuktikan bah,a barang-barang yang disebut di dalam dokumen tersebut telah diasuransikan. .enis-!enis resiko yang ditutup !uga disebutkan dalam dokumen ini. Berdasarkan pasal "7? K1/+ asuransi diartikan sebagai suatu persetu!uan yang menerangkan bah,a pihak penanggung (insurer) ber!an!i akan mengganti kerugian sehubungan dengan kerusakan, kerugian ataupun kehilangan laba yang diharapkan, yang dialami oleh pihak tertanggung (insured) dan disebabkan oleh ke!adian yang tidak tersangka. +alam transaksi ekspor impor asuransi dalam pengangkutan barang melalui laut dikenal dengan istilah marine insuran#e. +ari sudut pandang importir , ia berkepentingan agar barang-barang tersebut diasuransikan terhadap kehilangan atau kerusakan, dan ini dapat ter!adi pada saat barang-barang tersebut disimpan dalam gudang menunggu pengapalan atau pada saat pemindahan barang-barang. +idalam sebuah sales contract antara eksportir dan importir biasanya ditegaskan apakah harga barang-barang yang dita,arkan sudah termasuk biaya asuransi. +alam kontrak yang bersifat F2B atau CF seorang importir bertanggung!a,ab atas asuransi barang-barang, sedangkan pada kontrak C1F penutupan asuransi dilakukan oleh eksportir. .enis-!enis resiko yang diasuransikan tergantung pada sifat dari barang D barang dan pengaturan-pengaruran yang dibuat antara importir dan eksportir. B. PRINSIP PERTANGGUNGAN

'asalah pertanggungan dalam asuransi biasanya belandaskan pada beberapa aspek antara lain : . Per angg$ngan erma%$# %$a $ per%e $=$an "!lan"a%#an pa"a itikat 2aik3 Penanggung hanya dapat memperkirakan resiko dan menetapkan !umlah premi bila ada pemberitahuan se#ara benar semua fakta terhadap apa yang akan dipertanggungkan. &alah dalam memberikan keterangan atau berusaha menyembunyikan fakta, merupakan alasan yang kuat bagi penanggung untuk membebaskan diri dari melakukan penggantian. ". A"anya #epen !ngan er angg$ng 1interest2 a a% barang yang "!per angg$ng#an. Pihak yang mempertanggungkan suatu barang harus memiliki kepentingan (interest) pada barangnya itu. Perasaan rugi akan dirasakan apabila barang yang dipertanggungkannya itu mengalami kerusakan atau hilang.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

)erlihat bah,a unsur musibah merupakan salah satu syarat yang di!adikan dasar untuk pembayaran ganti rugi, sedangkan faktor kesenga!aan tidak dapat di!adikan dasar untuk melakukan ganti rugi. $. Pr!n%!p gan ! r$g! 1indemnit(1 &emua per!an!ian pertanggungan ke#uali pertanggungan !i,a dan asuransi kesehatan merupakan persetu!uan ganti rugi. Pihak tertanggung harus diberikan ganti rugi atas kerusakan dan kerugian yang dideritanya sesuai dengan ketentuan polis asuransi. +alam menutup asuransi barang niaga nilai pertanggungan yang boleh dipertanggungkan antara lain : a. /arga barang termasuk semua biaya yang berhubungan dengan barang itu, termasuk semua bea seperti bea ekspor, bea masuk dan bea lainnya. b. Biaya angkut yang akan dibayarkan untuk barang yang bersangkutan. #. 3aba yang diharapkan sesuai dengan prosentase yang la0im, yang perlu di!elaskan kepada penanggung. ,ENIS PERTANGGUNGAN 1RESIKO KERUGIAN2

*.

Penutupan asuransi akan dirasakan efektif apabila penyebab kerugian-kerugian se#ara !elas dinyatakan dalam polis asuransi. Beberapa !enis resiko kerugian yang dimaksud dapat digolongkan dalam : .. Ker$g!an a#!ba peperangan< gangg$an+gangg$an $m$m< #e#$a%aan pol! !#. &. )eneral Average %osses Kerugian umum yang dengan senga!a dilakukan ataupun biaya yang senga!a dikeluarkan dengan tu!uan untuk keselamatan semua pihak yang berkepentingan. &emua pihak yang mendapat manfaat dari pengorbanan itu harus memikul kerugian se#ara berimbang. &ebagai #ontoh untuk men#egah tenggelamnya kapal akibat gelombang besar di lautan, nahkoda kapal mengambil keputusan untuk membuang sebagian muatan ke laut agar meringankan beban kapal, dan akibatnya kerugian-kerugian akan dfitanggung se#ara proporsional antara yang bersangkutan. '. Particular Average %osses Kerugian sebahagian dari barang-barang yang hilang atau seluruh barang yang sebahagian rusak karena ke#elakaan yang tidak disenga!a yang men!adi tanggung !a,ab langsung pemiliknya dan untuk kerugian ini tidak mendapat penggantian dari pihak lain, misalnya kerusakan barang-barang akibat air masuk ke dalam kapal karena gelomnbang besar sehingga barang-barang men!adi basah dan tidak dapat dipakai. (. Actual Total %osses .ika barang atau kapal hilang atau rusak sama sekali yang tidak karena disenga!a !uga !ika biaya untuk memperbaiki kerusakan lebih besar dari nilai yang dipertanggungkan atau barang-barang yang tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. 6esiko ini !uga dapat ter!adi apabila kapal atau muatannya itu se#ara fisik telah lenyap seanteronya, atau sudah sedemikian rusaknya sehingga sudah kehilangan seluruh nilainya.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

7"

0.

Constructive Total %osses Kerugian apabila kapal dan muatan berada pada suatu tempat tertentu (seperti kandas di pulau karang) sehingga kapal dan muatan sudah tidak mungkin lagi dimanfaatkan (sekalipun kapal dan muatan itu sendiri masih utuh atau tidak rusak) sedangkan biayapenyelamatan baik kapal mupun muatan akan lebih besar dari nilai kapal atau muatannya itu sendiri, sehingga akan lebih baik bila kapal dan muatan itu dinyatakan sebagai total loss, dalam arti kata constructi!e total loss. S-ARAT+S-ARAT PERTANGGUNGAN

D.

325 biasanya merin#i resiko-resiko asuransi yang ditutup. %pabila 325 menyatakan co!ering marine risk, maka polis asuransi atau sertifikat asuransi yang mana pun dapat digunakan. %kan tetapi apabila 325 merin#i any other risk, seperti the t, pil erage, dan non dele!ery, maka resiko-resiko tersebut harus ter#antum dalam dokumen asuransi yang bersangkutan. %pabila 325 menyatakan co!ering all risk, maka semua !enis pen#antuman all risk dapat diterima, ,alaupun #tatan tersebut menun!ukkan adanya penge#ualian resiko yang dapat dilihat pada special condition dokumen tersebut. %da beberapa !enis penutupan resiko yang dikenal dalam pertanggungan pengangkutan laut, yang besar resikonya berbeda satu dengan yang lainnya, yaitu : .. Free o) Par !8$lar A/erage 1FPA2 Penanggung hanya memberikan ganti rugi terhadap kerugian total dan kerugian umum (general a!erage) sedangkan kerugian yang bersifat khusus (particular a!erage) tidak mendapat penggantian. &. ;! h A/erage 1;A2 Penanggung berke,a!iban memberikan ganti rugi terhadap semua !enis kerusahan dan kerugian yang diderita baik total losses, general a!erage maupun particular a!erage ke#uali kerugian yang dibebaskan oleh undang-undang atau syarat yang ter#antum dalam polis. )ermasuk dalam kerugaian ini antara lain : a. Ben#ana laut (perills o the sea) yang biasanya disebabkan oleh badai (storms), angin ("inds), gelombang ("a!es), kabut ( ogs), batu karang (sunken rock), gunung es (ice bergs), kilat (lighting), kebakaran ( ire), tabrakan (collision), tersiram ke luar kapal ("ashing o!erboard) b. Perbuatan manusia yang terdiri dari pengurangan atau pembuangan muatan ke laut guna meringankan kapal dalam keadaan darurat ( 5ettison), ke!ahilan a,ak kapal (barraty), penggantian arah pelayaran (de!iation), ba!ak laut (pirates), penyamun (ro!ers), pen#urian ke#il-ke#ilan (pil erage), pengambilan barang se#ara paksa (assailling thiie!es). '. Fran8h!%e *la$%e Penggantian terhadap se!umlah kerugian dimana terdapat !umlah minimum kerugian atau yang harus hilang untuk dapat ditutup oleh asuransi dan dinyatakan dalam presentase. .adi penggantian kerugian dalam !enis penutupan asuransi ini hanya setelah diatas batas kerugian tertentu. &ebagai #ontoh persentase untuk kerusakan barang-barang adalah ;E , bila ter!adikerusakan hanya 7E maka kerusakan 7E tersebut tidak akan diganti.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

7$

%pabila 325 menyatakan bah,a asuransi harus dietrbitkan tanpa melihat persentase, mka dokumen asuransi tersebut tidak dapat diterima. %pabila 325 tidak menyatakan apapun maka suatu ranchise dapat diterima. (. All R!%# Pemberian ganti rugi atas kerugian atau kerusakan fisik barang-barang yang disebabkan oleh faktor luar tanpa melihat persentase kerusakan. Penutupan resiko ini sebgai kelan!utan dari penutupan ,ith average dan tidak meliputi resiko-resiko karena peperangan, pemogokan, huru hara, penyitaan, penahanan, dan resiko lainnya yang tidak ter#antum. 0. To al Lo%% Only Pemberian ganti rugi bilamana seluruh barang yang dipertanggungkan itu rusak atau hilang sama sekali, baik se#ara actual losses maupun constructi!e total. 'askapai asuransi dapat menangguhkan atau mengelakkan tanggung !a,ab atas kerugian-kerugian atau kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh antar lain : . Ben#ana %lam ". Kerugian oleh sifat barang itu sendiri $. &erangan umum 7. Kelalaian dari pemilik barang E. BENTUK KONTRAK ASURANSI

Persetu!uan atau kontrak-kontrak asuransi dapat dikeluarkan dalam bentuk yang berbeda, yaitu : .. Insurance Polic( 1Pol!% A%$ran%!2 Polis asuransi yang menyatakan bukti kontrak asuransi barang-barang yang akan diangkut dengan kapal atau nama tertanggung yang membayar premi.Berdasarkan polis asuransi ini dapat dilakukan langkah-langkah atau tindakan-tingdakan hukum bila ter!adi permasalahan-permasalahan. %da !enis-!enis penggunaan yang dapat dibedakan dari suatu polis asuransi, yaitu : a. Polis yang menutup satu kali pengapalan. b. 2pen policy (polis terbuka) untuk menutup pengapalan, yang artinya hanya sebuah polis asuransi yang dibeli untuk menutup semua pengapalan. +isebut polis terbuka karena polis tersebut diakhiri terbuka dan dapat menutup pengapalan-pengapalan dalam beberapa kali !umlanya. 43 Insurance Certi+icate &urat keterangan yang men!elaskan bah,a terhadap barang-barang tertentu telah dilakukan penutupan asuransinya dalam bentuk open policy. 53 Cover !ote Pemberitahuan dari perusahan asuransi yang menyatakan bah,a sebuah asuransi telah ditutup sementara menunggu polis dikeluarkan. Pemberitahuan ini kadangkadang dibuat dalam sebuah surat asuransi, namun karena tidak berisikan perin#ian asuransi yang akan ditutup dan karena ada kemungkinan asuransi tersebut belum ditutup, maka bank tidak memperlakukan dokumen ini sebagai suatu bukti yang #ukup sebagai sebuah kontrak asuransi untuk di!adikan dokumen atas dasar suatu 325.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

77

F.

KREDIT EKSPOR

+alam rangka mendorong produksi komoditi ekspor, pemerintah biasanya memberikan berma#am-ma#am fasilitas.penun!ang agar kegiatan ekspor kita dapat berkembang, biasanya dalam hal pembiayaan. &alah satu #ontoh fasilitas yang diberikan pemerintah adalah kredit ekspor dengan bunga yang rendah, dibandingkan dengan kredit biasa. Kredit ekspor yang ada di Indonesia adalah kredit modal ker!a ( "orking capital) yang diberikan bank pemerintah kepada eksportir untuk membiayai: . 1saha pengumpulan barang ekspor (collecting) hingga barang itu siap ekspor. ". 'emproduksi barang yang dimaksudkan untuk ekspor $. &ebagai modal ker!a selama masa tenggang antara tanggal pengapalan dengan ,aktu akseptasi ,esel ber!angka atau dibayarnya ,esel di luar negri. Pertimbangan utama yang di lakukan bank dalam permohonan kredit ekspor oleh eksportir antara lain : . Persediaan barang untuk diekspor. ". 1rre!ocable $%C dari pembeli (importir) di luar negri. $. .Per!an!ian !ual beli dengan importir di luar negri yang tidak dapat dibatalkan sepihak. 7. 6en#ana produksi untuk menghasilkan barang ekspor atau bahan untuk diolah men!adi barang ekspor yang didukung oleh irrevo#able 325 dan atau per!an!ian !ual beli yang sudah dimiliki eksportir lain atau ren#ana produksi barang ekspor untuk konsinyasi. G. ,ENIS KREDIT EKSPOR

+alam rangka mendorong ekspor, pemerintah !uga mengadalan program pertanggungan atau asuransi terhadap barang-barang ekspor. Bentuk pertanggungan atau asuransi yang dimaksud adalah !aminan kredit ekspor dan asuransi ekspor. .aminan kredit ekspor pada pokoknya men!amin pelunasan kredit bila eksportir men!alani kesulitan-kesulitan. &edangkan asuransi ekspor pada pokoknya men!amin bah,a eksportir akan memperoleh pembayaran bilamana pembeli di luar negri mengingkari pembayaran atau bila pembayaran oleh pembeli di luar negri tidak ditransfer ke Indonesia. &e#ara umum dapat disimpulkan bah,a yang dimaksud dengan : . ,am!nan Kre"! E#%por adalah sarana yang disediakan pemerintah untuk menutup pertanggungan atas resiko kema#etan kredit yang mungkin dihadapi oleh bank dalam memberikan kredit ekspor. ". A%$ran%! E#%por adalah sarana yang disediakan pemerintah untuk menutup pertanggungan atas resiko kurang atau tidak adanya pembayaran di luar negri yang mungkin dihadapi eksportir.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

7;

SISTEM TARIF

BA BA B B 10 10

Kebi!akan pembayaran internasional meliputi tindakan atau kebi!aksanaan pemerintah terhadap rekening modal dalam nera#a pembayaran internasionl yang berupa penga,asan terhadap pembayaran internasional. /al ini dapat dilakukan dengan penga,asan terhadap lalu lintas devisa. +alam perdagangan internasional (ekspor impor) bentuk kebi!aksanaan ekonomi internasional merupakan tindakan atau kebi!aksanaan ekonomi pemerintah, yang se#ara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi komposisi, arah, serta bentuk dari perdagangan dan pembayaran internasional. Kebi!aksanaan tidak hanya berupa tarif, kuota dan sebagainya, tetapi !uga meliputi kebi!aksanaan pemerintah di dalam negri yang se#ara tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap perdagangan serta pembayaran internasional seperti kebi!aksanaan moneter dan fiskal. &alah satu bentuk kebi!aksanaan perdagangan luar negri atau ekspor impor adalah pengenaan tarif terhadap berbagai komoditi yang diperdagangkan. A. DEFINISI DAN ,ENIS+,ENIS TARIF

Tar!) adalah suatu pembebanan terhadap barang yang melintasi daerah pabean (suatu daerah geografis dimana barang bebas bergerak tanpa dikenakan #ukai2bea pabean). )arif merupakan suatu rintangan yang membatasi kebebasan perdagangan internasional. +alam pelaksanaan kegiatan ekspor impor pembebanan tarif dapat dikelompokkan men!adi beberapa !enis antara lain : . Exports Duties (bea ekspor) Pa!ak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menu!u ke negara lain. .adi pa!ak untuk barang-barang yang keluar dari #ustom area suatu negara yang memungut pa!ak. 5ustom area adalah daerah di mana barang-barang bebas bergerak dengan tidak dikenai bea pabean. Batas #ustom area ini biasanya sama dengan batas ,ilayah suatu negara. ". Transit Duties (bea transit) Pa!ak atau bea yang dikenkan terhadap barang-barang yang melalui ,ilayah suatu negara dengan ketentuan bah,a barang tersebut sebagai tu!uan akhirnya adalah negara lain. $. 1mport Duties (bea impor) Pa!ak atau bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam #ustom area suatu negara dengan ketentuan bah,a negara tersebut sebagai tu!uan akhir. %plikasi atau penerapan dari pengenaan tarif terutama dalam bentuk bea masuk adalah sebagai berikut :

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

7?

. ". $.

Pembebasan bea masuk atau tarif rendah yaitu antara 9E sampai dengan ;E, yang dikenakan untuk bahan kebutuhanpokok dan vital, seperti beras, mesin-mesin, alat-alat militer dan lain-lain. )arif sedang antara ;E sampai dengan "9E, yang dikenakan untuk barang setengah !adi dan barang-barang lain yang belum #ukup diproduksi di dalam negri. )arif tinggi diatas "9E, yang dikenakan untuk barang-barang me,ah dan barangbarang lain yang sudah #ukup diproduksi di dalam negri dan bukan barang kebutuhan pokok. SISTEM TARIF

B.

+alam menentukan besarnya tarif yang berlaku bagi setiap barang atau komoditi yang diperdagangkan se#ara internasional, para pelaku perdagangan internasional (eksportir-importir) menggunakan pedoman berdasarkan sistem tarif yang berlaku. &istem tarif yang dimaksud adalah sebagai berikut : . )arif )unggal ('ingle Column Tari ) Pengenaan satu tarif untuk satu !enis barang atau komoditi yang besarnya (prosentasenya) berlaku sama untuk impor komoditi tersebut dari negara mana sa!a, tanpa ke#uali. ". )arif 1mum2Konvensional (General Con!entional%Tari ) +ikenal !uga dengan istilah tarif berganda (double #oloum tariff) yaitu pengenaan satu tarif untuk satu komoditi yang besar prosentase tarifnya berbeda antara satu negara dengan negara lain. $. )arif Preferensi (&re erensi Tari ) )arif yang ditentukan oleh lembaga tarif internasional B%)) yang persentasenya diturunkan, bahkan untuk beberapa komoditi sampai men!adi 9E yang diberlakukan oleh negara terhadap komoditi yang diimpor dari negara-negara tertentu karena adanya hubungan khusus antara negara pengimpor dengan negara pengekspor. *. *ARA PENGENAAN TARIF

+alam pelaksanaannya, sistem atau #ara pemungutan tarif bea masuk dapat dibedakan men!adi beberapa !enis antara lain : .. Da%ar N!la! 1 Ad #aleroom 2 Besarnya pungutan bea masuk atas barang impor ditentukan oleh tingkat prosentase tarif dikalikan harga 5I( dari barang tersebut. &ebagai #ontoh, harga 5I( suatu barang adalah 1&8 99 dan besarnya tarif bea masuk 9E, sedangkan kurs 1&8 O 6p. ;.999,- . 'aka besarnya bea masuk yang dikenakan sebesar O 9E > 1&8 99 > 6p. ;.999,- O 6p. ;9.999,&. Da%ar ,$mlah Barang 1 Ad Speci+ic2 Pungutan bea masuk ini didasarkan pada ukuran atau satuan tertentu dari barang impor. &ebagai #ontoh, bea masuk yang dikenakan atas barang-barang atau komoditi seperti diba,ah ini : a. &emen : 6p. $.999,- per ton b. &epatu : 6p. 7.;99,- per pasang

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

7@

#. Piring : 6p. ;.999,- per lusin d. .eruk : 6p. ;99 per kg e. H56 : 6p. ";9.999,- per unit '. *ompo$n" D$ !e% Pengenaan tarif yang merupakan kombinasi dari ad valeroom dan ad spe#ifi# 5ontoh : se!enis barang tertentu dikenakan bea 9 E Ad !aleroom ditambah dengan 6p. ;9.999,- setiap unit. Keuntungan dan kelemahan dari masing-masing sistem atau #ara pemungutan tarif bea masuk tersebut, antra lain : .. Da%ar N!la! 1 Ad #aleroom1 bersifat proprsional. 4euntungan : a. dapat mengikuti perkembangan tingkat harga atau inflasi. b. terdapat diferensiasi harga produk sesuai lualitasnya. 4erugian : a. memberikan beban yang #ukup berat bagi administrasi pemerintah, khususnya bea #ukai karena memerlukan data dan perin#ian harga yang lengkap. b. sering menimbulkan perselisihan dalam penetapan harga untuk perhitungan bea masuk antara importir dan bea #ukai, sehingga dapat menimbulkan stagnasi atau kema#etan arus barang di pelabuhan. &. Da%ar ,$mlah Barang 1 Ad Speci+ic2 bersifat regresif. 4euntungan : a. mudah dilaksanakan karena tidak memerlukan perin#ian harga barang sesuai kualitasnya. b. dapat digunakan sebagai alat kontrol proteksi industri dalam negri.. 4erugian : a. pengenaan tarif dirasakan kurang atau tidak adil karena tidak membedakan harga dan kualitas barang. b. hanya dapat digunakan sebagai alat kontrol proteksi yang bersifat statis. D. DAMPAK TARIF IMPOR

Pembebanan tarif terhadap suatu komoditi atau barang dapat mempunyai dampak (effe#t) terhadap perekonomian suatu negara, khususnya terhadap pasar barang tersebut. Beberapa ma#am dampak (effe#t) tarif tersebut adalah : . +ampak terhadap harga (&rice E ect), menyebabkan harga barang di dalam negri naik. ". +ampak terhadap konsumsi (Consumption E ect), menyebabkan !umlah barang yang diminta di dalm negri (demand) men!adi berkurang. $. +ampak terhadap produksi (1mport 'ubtitution E ect )- pengenan tarif dapat meningkatkan !umlah produksi yang ada di dalam negri. 7. +ampak terhadap redistribusi pendapatan (+edistribution E ect), pendapatan yang diterima pemerintah akan meningkat, !uga adanya ekstra pendapatan yang dibayarkan oleh konsumen di dalam negri kepada produsen di dalam negri.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

7A

E.

DE?ISA

Bank Indonesia merupakan bank sentral yang bertanggung!a,ab atas pengaturan dan administrasi sistem perbankan di Indonesia dan !uga yang bertanggung!a,ab atas pengaturan lalulintas devisa. Perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia ataupun yang memberikan pen!aman kepada perusahaan di Indonesia harus mendaftarkan pin!aman ini pada Bank Indonesia, yang harus dilakukan oleh perusahaan yang menerima pin!aman. 4egara kita sangat memerlukan sekali pemasukan sebagai sumber devisa atau pendapatan negara. Kebutuhan akan valuta asing sebagai salah satu sumber devisa men!adikan pemerintah merasa perlu untuk mengeluarkan kebi!aksanaan yang mengatur tentang pengaturan devisa negara.Penggunaan devisa meliputi antara lain : . 'engimpor barang konsumsi, bahan baku industri, peralatan dan perlengkapan dsb. ". 'elunasi !asa pihak asing seperti !asa perbankan, asuransi , pelayaran , penerbangan , ,isata,an Indonesia dan lain sebagainya. $. 'embiayai Kantor Per,akilan Pemerintah Indonesia di 34 7. 'elunasi utang luar negri F. SUMBER DE?ISA

Pengadaan barang-barang impor, baik brang modal, bahan baku, maupun barang konsumsi, perlu dibayar dengan devisa. Begitu !uga untuk !asa perusahaan asing seperti angkutan, perbankan, asuransi, haru pula dibayar dengan devisa.atau valuta asing. Pembayaran hutang luar negri, maupun biaya kantor per,akilan, kedutaan memerlukan pula devisa untuk membayarnya. +evisa dapat diperoleh dari beberapa hal antara lain : . /asil pen!ualan e>por barang maupun !asa ". Pin!aman dari negara asing, badan Internasional , s,asta asing $. /adiah 2 Brant dan bantuan dari badan PBB , Pemerintah %sing 7. 3aba dari penanaman modal di 34 ;. /asil pari,isata Internasional G. SISTEM DE?ISA +alam menentukan besarnya devisa terdapat beberapa sistem devisa antara lain : .. S!% em % an"ar ema% 1)old Standard S(stem2 %sumsi dasar dari sistem ini : a. 4ilai mata uang negara dinyatakan dengan emas b. *mas dalam !umlah tak terbatas bebas keluar masuk negara tersebut #. Badan 'oneter negara tersebut bersedia membeli atau men!ual emas berdasarkan perbandingan nilai yang telah ditentukan S!% em #$r% mengambang 1'loating E/change Control2, atau sistem kur mengambang. +alam hal ini nilai tukar suatu mata uang atau valas ditentukan oleh kekuatan permintaan dan pena,aran pada bursa valas. )erdapat dua ma#am Kurs mengambang :

&.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

7C

a.

'.

(.

S!% em #$r% mengambang yang m$rn! 1 clean +loat2, apabila penentuan kurs valas di bursa valas ter!adi tanpa #ampur tangan pemerintah. b. S!% em #$r% mengambang #$rang m$rn! 1dirt( +loat3managed +loating e/change rates), pemerintah ikut #ampu tangan mempengaruhi permintaan dan pena,aran terhadap valas dibursa valas. S!% em Penga9a%an De/!%a 1EF8hange *on rol Sy% em2, pada sistem ini pemerintah memenopoli seluruh transaksi valuta asing. )u!uannya adalah untuk men#egah adanya aliran modal keluar dan melindungi pengaruh depresi dari negara lain, terutama saat menghadapi keterbatasan #adangan valuta asing yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan permintaannya. <leh karenanya pemerintah perlu mengadakan alokasi di dalam penggunaan valuta asing tersebut. S!% em K$r% Tamba an 1Pagge" Ra e Sy% em2, sistem nilai tukar yang dilakukan dengan mengaitkan nilai mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain atau se!umlah mata uang tertentu. &istem ini antara lain dilakukan oleh beberapa negara %frika yang mengaitkan nilai mata uang dengan mata uang Peran#is, dan beberapa negara lain yang mengaitkan nilai mata uangnya dengan +ollar %merika.

PENGANTAR EKSPOR IMPOR

;9