Anda di halaman 1dari 13

Ikhtisar tentang Undang-Undang yang Mengatur Transaksi Penjualan Internasional

Oleh Rubab Razvi, USC Law School LLM

Kontrak penjualan internasional merupakan hal penting untuk transaksi komersial internasional. Oleh karena itu secara alamiah peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penjualan tersebut telah lama menjadi pusat perhatian. Selama tahun 1800-an dan 1900-an para pedagang untuk segala macam jeperluan harus bergantung pada apa yang berhasil mereka setujui secara jelas, dan mengisi celah-celah dalam kontrak-kontrak mereka dengan kebiasaan internasional dan apa yang biasanya disebut dengan hukum pedagang atau le mercatoria. Serangkaian peraturan umum yang memudahkan kegiatan komersial ini sejak dulu telah memuat benih untuk pengembangan rangkaian perundang-undangan dan prinsip-prinsip hukum untuk pengaturan urusan perdagangan dan usaha internasional. !engan sejarah le mercatoria melekat pada sejarah pengembangan dari sejarah hukum perdata internasional, yang tumbuh subur dari transaksi-transaksi diantara negara-negara yang berbeda. "eningkatnya kerumitan dan internasionalisasi perdagangan modern telah mengarahkan beberapa pengacara untuk menyimpulkan bah#a apa yang dibutuhkan untuk mengatur hubungan berdasarkan perjanjian bukanlah suatu sistem hukum nasional yang khusus tetapi sebuah hukum perdagangan atau le mercatoria. $ukum perdagangan modern ini memiliki berbagai bentuk, termasuk %hukum transnasional&, hukum kontrak internasional, le mercatoria internasional dan hukum perdagangan internasional. 'papun ma,amya, tujuannya jelas, untuk mengatur transaksi internasional dengan sistem hukum yang seragam. (e "ercatoria juga telah dijelaskan sebagai sistem prinsip dan peraturan nasional yang umumnya diterima dalam perdagangan internasional. $al ini termasuk kebiasaan perdagangan secara internasional, karena mereka sudah menjadi bagian dari kontrak perdagangan internasional baik karena implikasi atau karena pencantuman. !alam konteks yang sama ketentuan kontrak standar)jika secara konsisten digunakan dalam perdagangan tersebut)dapat dianggap sebagai limpahan dari le mercatoria. $ukum perdata internasional dibutuhkan saat terjadinya kon*lik yang berhubungan dengan lebih dari satu negara, misalnya kontrak penjualan antara penjual dari +erancis dan pembeli dari 'merika. bagian dari hukum domestik inilah yang menyediakan peraturan tentang bagaimana menangani kasus-kasus yang melibatkan elemen asing)yang berarti beberapa kontak dengan sistem hukum selain dari negara tempat pembuatan kontrak ,*orum state-. Keanekaragaman sistem hukum di masyarakat dunia telah mengedepankan kebutuhan akan hukum perdata internasional. Kerangka hukum ini mungkin tidak akan diperlukan jika semua sistem hukum memiliki peraturan perundang-undangan yang sama tentang semua topik. +enyatuan hukum domestik di seluruh dunia akan membuat hukum perdata internasional tidak penting. +enyatuan hukum domestik untuk melengkapi sistem hukum nasional agar dapat secara e*ekti* mengatasi permasalahan yang muncul dari cabang perdagangan antar negara yang terus menerus berkembang telah menjadi salah satu langkah penting yang mengarah pada

penyelerasan arus transaksi perdagangan internasional. +ertentangan tentang sudut pandang dan norma-norma hukum yang didasarkan pada loyalitas para pihak yang berkepentingan terhadap sistem dan norma-norma hukum yang berbeda dalam proses persetujuan dagang senantiasa terjadi. "asalah-masalah yang ditimbulkan oleh transaksi perdagangan internasional memerlukan penerapan serangkaian peraturan yang telah disetujui untuk tujuan mengatur masalah-masalah yang ditimbulkan oleh persetujuan lintas batas tersebut. .ransaksi perdagangan internasional memerlukan kesamaan sudut pandang para pihak tentang hukum yang berlaku untuk pelaksanaan ketentuan-ketentuan dari hubungan yang berdasarkan kontrak tersebut. "asyarakat internasional yang terlibat dalam perdagangan internasional telah berulangkali mengakui serangkaian peraturan perundang-undangan yang telah diterima dan dimengerti secara umum untuk mengatur berbagai segi perdagangan internasional. 'lasan yang dominan dari pengakuan tersebut dalam transaksi perdagangan internasional atas kebutuhan yang selalu saja muncul akan keseragaman hukum yang mengatur transaksi tersebut dikemukakan sebagai akibat dari kompleksitas dalam transaksi tersebut yang melebihi kompleksitas yang terdapat dalam transaksi penjualan domestik/dalam negeri. Komplikasi terjadi karena banyak *aktor termasuk *aktor-*aktor nyata seperti budaya, bahasa dan hukum yang berbeda yang mempengaruhi pelaksanaan dan pemberlakuan kontrak, serta *aktor-*aktor yang tidak terlalu nampak, seperti kontrol ekspor dan impor, undang-undang tentang praktek perdagangan asing, kontrol mata uang, dan kon0ensi dan perjanjian internasional yang berlebihan yang dapat mempengaruhi beberapa aspek dari transaksi. +ada saat ini, transaksi internasional tunduk kepada hukum nasional yang dapat sangat berbeda isinya dan seringkali kurang sesuai untuk kebutuhan khusus dari perdagangan internasional. 1ahkan instrumen-instrumen yang cukup netral seperti 2ncoterms, atau 3ni*orm 4ustoms +ractice *or !ocumentary 4redits yang disusun oleh Kamar !agang 2nternasional ,244- hanya mena#arkan solusi parsial karena ruang lingkup mereka yang parsial.516 Sebagian besar aspek transaksi penjualan internasional mencakup ketentuan dan persyaratan yang beragam yang berhubungan dengan kontrak penjualan, pengepakan, transportasi, asuransi dan transaksi keuangan. Seringkali para pihak, yaitu pembeli dan penjual, mungkin tidak memiliki pemahaman yang sama tentang ketentuan hukum yang mengatur kontrak penjualan, karena mereka tunduk pada sistem hukum yang berbeda. Sehingga, semua ketentuan utama dalam transaksi penjualan internasional harus dispesi*ikasikan secara hati-hati.576 Kebutuhan agar pembeli dan penjual dalam hubungan dagang internasional memiliki pemahaman yang sama telah menimbulkan pengembangan berbagai macam peraturan, kon0ensi dan 3ndang-3ndang untuk mengatur berbagai aspek dari transaksi perdagangan internasional. +eraturan-peraturan yang berkaitan dengan pembentukan dan pemenuhan penjualan barang muncul dalam banyak sekali peraturan perundang-undangan di 8ropa, dan juga di 2nggris dalam 3ndang-3ndang +enjualan 1arang .ahun 1899 ,kini 3ndang3ndang tahun 19:9 dengan +erubahan-perubahan pada tahun 199; dan 199<-. Selain itu, 33 +enjualan 1arang di negara-negara Skandina0ia mulai berlaku sejak a#al tahun 1900-an ,masing-masing 33 +enjualan 1arang .ahun 190<, 190= dan 190: di S#edia, !enmark dan >or#egia-. >amun, undang-undang tersebut didasari oleh prinsip-prinsip yang berbeda, khususnya antara +enjualan 1arang Kontinental dan Skandina0ia dan 33 Seragam tentang +embentukan Kontrak +enjualan 1arang 2nternasional ,masing-masing 3(2S dan 3(?2S-. 'kan tetapi, kon0ensi-kon0ensi internasional tersebut hanya menjadi keberhasilan parsial

dan upaya-upaya untuk mendapatkan penerimaan yang lebih luas oleh masyarakat perdagangan internasional diperbarui setelah perang dunia kedua, yang mengarah pada Kon0ensi +11 tentang +enjualan 1arang 2nternational ,42S@- di tahun 1980 yang kini telah dirati*ikasi oleh sekitar enampuluh dua negara hingga "aret 7009.596 Konvensi Tentang Penjualan Barang Internasional (CISG) 42S@ adalah serangkaian peraturan internasional yang dirancang untuk memberikan kejelasan bagi sebagian besar transaksi internasional. +eraturan tersebut mulai berlaku sejak tahun 1988. Sebagian besar negara-negara barat termasuk 'S merupakan peserta penandatangan peraturan tersebut. 42S@ dapat menjadi serangkaian peraturan yang bersi*at bebas dan #ajib. +eraturan tersebut bersi*at bebas jika kedua belah pihak setuju untuk diikat dengan peraturan-peraturannyaA peraturan tersebut menjadi ketentuan #ajib jika kedua belah pihak tidak memilih untuk menggunakannya tetapi menjadi terikat oleh peraturan tersebut berdasarkan pelaksanaannya secara otomatis. $asilnya, sebagian besar kontrak penjualan barang internasional dengan para pihak dari negara-negara barat akan tunduk kepada 42S@, kecuali secara spesi*ik ditiadakan sesuai dengan ketentuan 42S@. 3ntuk menentukan apakah 42S@ berlaku terhadap perjanjian penjualan barang internasional atau tidak, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan tidak hanya pemilihan ketentuan 33 yang terkandung dalam perjanjian, tetapi juga metode dimana 42S@ diterapkan di tiap negara pembeli dan penjual. +eraturan 42S@ sudah diterima secara luas untuk mengatur transaksi penjualan internasional, khususnya di negara-negara barat. $ingga beberapa tahun yang lalu para pengacara dapat dengan mudah meniadakan penerapan 42S@ dari transaksi penjualan internasional. >amun, luasnya penerimaan peraturan perundang-undangan ini telah mempersulit para pengacara atau para pihak di kebanyakan negara barat untuk membuat perjanjian penjualan internasional dengan meniadakan penerapan 42S@.

42S@ adalah peraturan perundang-undangan tentang penjualan internasional yang seragam dari negara-negara yang menguasai lebih dari dua-pertiga dari semua perdagangan dunia. +ada Kon*erensi !iplomatik +11 yang menyetujui 42S@, B=7 negara ikut sertaC 77 negara dari 8ropa dan negara maju lainnya di 1arat, 11 negara sosialis, 11 negara 'merika Selatan, : negara '*rika dan 11 negara 'siaA dengan kata lain, kasarnya 77 negara 1arat, 11 negara sosialis dan 79 negara dunia ketiga. 1erikut ini adalah da*tar lengkap negara penandatangan 42S@C Argentina, Australia, Austria, Belarusis, Belgia, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Burundi, anada, Cile, Cina !RRC", olo#bia, roasia, uba, Re$ubli% Ce%o, &en#ar%, '%uador, Mesir, 'stonia, (inlandia, )erancis, *eorgia, +er#an, ,unani, *uinea, Honduras, Hungaria, -slandia, -ra%, -srael, -talia, .rg.zstan, Latvia, Lesotho, Lithuania, Lu/e#bourg, Mauritania, Me%sico, Moldova, Mongolia, Belanda, Selandia Baru, 0orwegia, )eru, )olandia, Ru#ania, (ederasi Rusia, Saint 1incent 2*renadines, Singa$ura, Slova%ia, Slovenia, S$an.ol, Swedia, Swiss, S.ria, Uganda, U%raina, A#eri%a Seri%at, Urugua., Uzbe%istan, ,ugoslavia, 3a#bia4 "enurut suatu studi banding oleh cendekia#an 4ommon (a# ,$ukum Kasus- '.?.". "aniruDDaman tentang ketentuan-ketentuan pilihan dalam $ukum 2nggris dan 42S@ dan ketentuan hukum kontrak lainnya, BKerajaan 2nggris belum merati*ikasi 42S@, mungkin karena kebanggaannya yang telah ada sejak lama atas imperialisme hukum oleh common la# atau perasaan yang telah lama terpendam akan keunggulan hukum 2nggris dibanding sistem hukum lainnya yang dapat menentangnya tanpa memperhatikan kenyataan bah#a negara-negara perdagangan yang paling berpengaruh, seperti negara-negara 'merika 3tara, termasuk 'merika Serikat dan sebagian besar negara 8ropa adalah para pihak dalam 42S@E.5;6 Penera!an CISG 42S@ adalah hukum domestik dari masing-masing >egara yang penandatangan yang disebutkan di atas. 42S@ berlaku terhadap kontrak penjualan antara para pihak dalam situasi berikut iniC CISG "erlaku untuk kontrak !enjualan "arang antara !ara !ihak yang #e#iliki lokasi usaha di $egara Penandatangan yang "er"eda% &!a"ila kontrak #ereka #asuk dala# ruang lingku! CISG' kontrak terse"ut se(ara oto#atis diatur oleh CISG' ke(uali a!a"ila !ara !ihak #enghendaki lain% Oleh karena itu, 42S@ berlaku untuk kontrak penjualan antara para pihak yang berdomisili di >egara-negara yang berbeda pertama jika >egara-negara tersebut telah merati*ikasi 42S@ dan kedua saat, sesuai dengan pilihan hukum, 33 di >egara yang menjadi +ihak dalam kon0ensi tersebut mulai berlaku ,42S@ +asal 1-. !engan kata lain, apabila tidak ada acuan kepada 42S@, para pihak menyatakan bah#a kontraknya diatur oleh hukum dari sebuah >egara +enandatangan ,misal, para pihak dari 'merika Serikat dan Ferman menyatakan, GKontrak ini akan diatur oleh 33 negara bagian >e# HorkG- atau ditentukan seperti demikian oleh perundangundangan yang berlaku, kontrak tersebut kemungkinan akan diatur oleh 42S@. 3ntuk para pihak dalam transaksi penjualan internasional tersebut yang tidak ingin diatur oleh 42S@, tata cara yang dianjurkan adalah menyatakan hal tersebut dalam kontrak mereka. Kesi#!ulan dan reko#endasi di atas juga da!at "erlaku a!a"ila hanya salah satu dari !ara !ihak yang #e#iliki lokasi usahanya dala# $egara Penandatangan apabila perundang-undangan domestik yang berlaku menganggap

hukum dari >egara +enandatangan tersebut adalah hukum yang berlaku. $al ini tunduk kepada +asal 9< 42S@. !alam dua situasi ini ) para pihak yang mengadakan kontrak dari >egara +enandatangan yang berbeda, dan kontrak antara satu pihak dari >egara +enandatangan dan satu pihak dari >egara 1ukan +enandatangan ) ketentuan 42S@ yang terkait adalah +asal 1,1-,a-, 1,1-,b- dan 9< tentang keberatan terhadap pemberlakuan 42S@. )uga terda!at kasus-kasus di #ana a*as-a*as CISG da!at "erlaku terhada! transaksi antara !ara !ihak yang tidak satu!un #e#iliki lokasi usaha yang relevan di $egara Penandatangan% 42S@ dapat berlaku pada kontrak tersebut semata-mata melalui pemilihan para pihak. "isal, dalam hal transaksi antara para pihak dari .ai#an dan 1rasil ,tidak satupun yang merupakan >egara +enandatangan-, 42S@ dapat berlaku terhadap kontrak mereka jika para pihak memilih demikian, tunduk kepada kenyataan bah#a apabila 42S@ berlaku menurut hukum, 42S@ dapat menggantikan dengan cara lain hukum dalam negeri yang berlaku yang bertentanganA apabila 42S@ berlaku semata-mata melalui kontrak, 42S@ berlaku seolah-olah seperti serangkaian ketentuan dan persyaratan yang dimasukkan dalam kontrak I dengan kata lain, dalam situasi ini 42S@ tidak menggantikan ketentuan #ajib dari hukum domestik yang berlaku apabila hukum tersebut tidak memperbolehkannya. Selain itu' ada situasi-situasi di #ana a*as-a*as CISG da!at diangga! "erlaku "ahkan a!a"ila tidak satu!un !ihak yang #e#iliki lokasi usaha yang relevan di $egara Penandatangan dan !ara !ihak tidak #enga(u !ada CISG dala# kontrak #ereka% 'da kasus-kasus di mana pengadilan harus dijalankan seperti demikian ,lihat, misalnya, 244 'rbitration 4ase >o. <:19 o* 1989-.
5<6

42S@ bukanlah kitab undang-undang hukum perdagangan internasional yang sempurna, dan tidak memiliki peraturan tentang banyak masalah dan pengertian. 'pabila 42S@ merupakan hukum yang berlaku, tetapi tidak berhubungan dengan masalah-masalah yang dipersyaratkan, 42S@ mengharuskan agar masalah-masalah tersebut diselesaikan sesuai dengan aDas-aDas umum yang mendasarinya atau apabila aDas-aDas tersebut tidak dapatdiperoleh, sesuai dengan hukum yang berlaku berdasarkan peraturan-peraturan hukum perdata internasional. $asilnya adalah bah#a apabila kontrak tersebut tidak memiliki peraturan tentang pemilihan hukum yang mendasarinya, hukum yang berlaku akan dipilih oleh pengadilan, yang memiliki ke#enangan hukum atas sengketa tersebut.5=6 1erdasarkan ketentuannya, 42S@ tidak berlaku untuk semua kontrak penjualan internasional. Setiap perjanjian harus diperiksa dengan mengacu kepada empat kuali*ikasi penting terhadap pelaksanaannya. 1. +ara pihak harus berada di >egara +enandatanganC ,a- 42S@ berlaku bagi kontrak penjualan barang di mana lokasi usaha para pihak berada di negara yang berbeda yang telah mengadopsi 42S@. ,b- 'pabila hanya satu pihak yang merupakan penandatangan 42S@)pemberlakuan 42S@ diperluas menjadi Bkontrak penjualan barang antara para pihak yang lokasi usahanya berada di negara yang berbedaJsaat peraturan hukum perdata internasional mengarah pada pemberlakuan hukum >egara +enandatangan.

,c- 'pabila hanya satu pihak yang merupakan penandatangan dan telah memilih untuk tidak menerapkan +asal 1,1-,b-)Setiap >egara dapat menyatakan, se#aktu-#aktu, pihaknya dapat menjadi pihak dalam 42S@, bah#a pihaknya tidak akan terikat oleh +asal 1,1-,b- dari 42S@. 'S dalam rati*ikasi 42S@-nya, secara jelas meniadakan ketentuan ini, sebagai akibat dari peniadaan ini, apabila perjanjian penjualan barang internasional diatur oleh hukum 'S atau negara lain yang memilih Buntuk tidak menerapkanE dan pihak lain yang berlokasi di negara yang bukan peserta penandatangan, 42S@ tidak akan berlaku misalnya apabila kontrak tersebut adalah antara pihak 'S dan pihak Fepang ,Fepang bukan salah satu pihak dalam Kon0ensi-, jika hukum 'S berlaku terhadap kontrak, 42S@ tetap tidak akan berlaku. 7. Kontrak harus diperuntukkan untuk +enjualan 1arang secara Komersial)42S@ tidak mencakup kontrak penjualan untuk kategori barang tertentu seperti Bbarang yang dibeli untuk keperluan pribadi, keluarga atau rumahtanggaE. Kedua, 42S@ tidak mencakup jenis penjualan khusus tertentu seperti penjualan melalui pelelangan, dan barang khusus tertentu seperti saham, listrik, kapal, ho0ercra*t, dan pesa#at terbang. 9. .idak tercakupnya penjualan dari pemberlakuan 42S@, di mana pembeli memasok Bsebagian besarE dari BmaterialE yang dibutuhkan untuk produksi. Ketentuan ini berlaku secara umum terhadap situasi yang khusus, seperti operasi perangkaian turnkey, penjualan induk/anak perusahaan ,di mana pemilihan hukum umumnya bukan merupakan masalah-, dsb. +enjualan barang manu*aktur tidak tercakup karena sebagian besar ke#ajiban dari pemasok adalah dalam bentuk buruh atau jasa. 3ntuk mengatasi kemungkinan masalah peniadaan pemberlakuan 42S@ terhadap kontrak yang melibatkan barang dan jasa, tidaklah cukup hanya dengan menyatakan bah#a perjanjian tersebut akan diatur oleh 42S@, karena 42S@ +asal 9,1- dan 9,7- masih dapat mendiskuali*ikasi pemberlakuan 42S@. +endekatan yang lebih agresi* adalah merancang dua kontrak terpisah atau secara spesi*ik meniadakan pemberlakuan ketentuan-ketentuan dari perjanjian. ;. 42S@ tidak berlaku bagi beberapa kategori pertanyaan yang muncul dalam proses transaksi penjualan komersial internasional)misal ,a- +ertanyaan tentang keabsahan kontrak)42S@ hanya mengatur perumusan kontrak penjualan dan hak-hak dan ke#jiban yang timbul dari kontrak tersebut. 42S@ tidak mengatur tentang keabsahan ketentuan-ketentuan kontrak atau setiap penggunaan. ,b- +ertanyaan tentang e*ek dari 42S@ terhadap properti barang yang terjual, seperti dimana penjualan mengurangi kepentingan properti yang belum lunas dari pihak ketiga, atau dimana kontrak menyebabkan setiap kesulitan terhadap pembeli atau penjual. ,c- 42S@ tidak berlaku bagi ke#ajiban penjual akibat kematian atau luka-luka pribadi yang diakibatkan oleh barang-barang tersebut kepada setiap orang. 3ntuk semua masalah ini pokok hukum yang berlaku dari perjanjian masih akan tetap penting. Sehingga hanya menyatakan dalam perjanjian bah#a hal tersebut diatur oleh 42S@ tidaklah cukup, karena akan dibutuhkan pengadilan untuk mengatasi kon*lik peraturan hukum untuk menentukan hukum mana yang berlaku dalam hal tidak dicakup oleh 42S@.

Peraturan +ain yang Berlaku di Bidang Transaksi Penjualan Internasional 2ncotermsC +eraturan di pusat perdagangan duniaC 2ncoterms telah membuat perdagangan internasional menjadi lebih mudah dan membantu para pedagang di berbagai negara yang berbeda untuk saling mengerti satu sama lain. !e*inisi perdagangan standar ini yang paling sering digunakan dalam kontrak internasional dilindungi oleh 244 copyright. 2ncoterms adalah de*inisi perdagangan standar yang paling umum digunakan dalam kontrak-kontrak penjualan internasional. !irancang dan dipublikasikan oleh 2nternational 4hamber o* 4ommerce ,Kamar !agang 2nternasional-, mereka berada di jantung perdagangan dunia. !iantara ketentuan 2ncoterms yang sangat dikenal adalah 8KL ,8 #orks-, ?O1 ,?ree on 1oard-, 42? ,4ost, 2nsurance dan ?reight-, !!3 ,!eli0ered !uty 3npaid-, dan 4+. ,4arriage +aid .o-. 244 memperkenalkan 0ersi pertama dari 2ncoterms I kependekan dari G2nternational 4ommercial .ermsG I pada tahun 199=. Sejak saat itu, para pengacara ahli dan praktisi perdagangan 244 telah memperbaruinya enam kali untuk tetap setara dengan perkembangan perdagangan internasional. Kebanyakan kontrak yang dibuat setelah tanggal 1 Fanuari 7000 akan mengacu pada edisi terakhir dari 2ncoterms, yang mulai berlaku pada tanggal tersebut. 'cuan yang benar adalah G2ncoterms 7000G. Kecuali apabila para pihak memutuskan lain, 2ncoterms 0ersi lama I seperti 2ncoterms 1990 I masih mengikat apabila dicantumkan dalam kontrak yang belum dipenuhi dan bertanggal sebelum 1 Fanuari 7000. Mersi 2ncoterms sebelum edisi 7000 masih dapat dicantumkan dalam kontrak di masa mendatang apabila para pihak menyetujuinya. >amun, hal ini tentunya tidak direkomendasikan karena 0ersi terakhir dirancang untuk memba#a 2ncoterms sejajar dengan perkembangan terakhir dalam praktek komersial. 2ncoterms 7000 dengan teks bahasa 2nggris adalah 0ersi yang asli dan resmi, yang telah disahkan oleh Komisi $ukum +erdagangan 2nternasional +erserikatan 1angsa-1angsa ,3>42.N'(-. .ersedia terjemahan resmi ke dalam 91 bahasa dari komite nasional 244. +enggunaan 2ncoterms yang benar akan memba#a banyak dampak termasuk memberikan kepastian hukum yang menjadi dasar saling percaya antara rekanan bisnis. 'gar yakin apakah penggunaanya telah benar, para praktisi perdagangan perlu berkonsultasi tentang seluruh teks 244, dan berhati-hati terhadap banyaknya ringkasan tidak resmi dan 0ersi yang mendekati yang berlimpah di #eb. 244 kini mempublikasikan kata pendahuluan yang singkat tentang 2ncoterms di bagian khusus yang baru dalam #ebsite-nya. 1agian tersebut tidak menyediakan semua ja#aban tetapi akan membantu kita mengerti untuk apa 2ncoterms dan bagaimana mereka disusun. Kami menjabarkan bagaimana memesan 2ncoterms dalam 0ersi asli yang berbahasa 2nggris dan banyak bahasa utama dunia dari 244 +ublishing di +aris dan >e# Hork, atau komite nasional 244 di seluruh dunia.5:6

'Das 3>2!NO2. dalam Kontrak !agang 2nternasional ,199;-C 'Das 3>2!NO2. dalam Kontrak !agang 2nternasional, yang dipublikasikan pada tahun 199;, merupakan hasil dari penelitian komparati* dan musya#arah yang intensi* selama bertahuntahun yang dilakukan oleh Kelompok Kerja khusus, yang terdiri atas #akil-#akil dari semua sistem hukum utama dunia.O 'Das 3>2!NO2. terdiri atas sebuah +embukaan dan 119 pasal yang dibagi menjadi tujuh bab, yaitu GKetentuan 3mumG ,1ab 1-A G?ormasiG ,1ab 7-A GKeabsahanG ,1ab 9-A G+ena*siranG ,1ab ;-A G2siG ,1ab <-A G+elaksanaanG ,1ab =- and G>on-+elaksanaanG ,1ab :-. 1ab = terdiri atas dua bagian yang masing-masing berhubungan dengan G+elaksanaan secara 3mumE and GKesulitanG, sementara 1ab : terdiri atas empat bagian, yaitu satu bagian yang berhubungan dengan G>on-pelaksanaan secara 3mumG, satu bagian tentang G$ak atas +elaksanaanG, satu bagian tentang G+engakhiranG, dan satu bagian tentang GKerugianG. Ketentuan-ketentuan tersebut ,Gketentuan berhuru* hitamG- dilengkapi dengan komentar-komentar terperinci, serta ilustrasi, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari 'Das tersebut. +ada sidangnya yang ke-:8 di bulan 'pril 1999, !e#an +impinan 3>2!NO2. menyetujui penambahan pasal contoh, sebagai catatan kaki dari +aragra* 7 +embukaan 'Das 3>2!NO2., untuk digunakan oleh para pihak yang menginginkan agar perjanjian mereka diatur berdasarkan 'Das 3>2!NO2.. Mersi lengkap 'Das 3>2!NO2. ,Gketentuan berhuru* hitamG and komentar-komentar- telah diterjemahkan ke dalam lima belas bahasa ,bahasa 'rab, 4ina, 4ekoslo#akia, 1elanda, 2nggris, ?arsi, +erancis, Ferman, $ungari, 2talia, +ortugis, Nusia, Slo#akia, Spanyol and Mietnam-. Selain itu, teks ketentuan berhuru* hitam telah diterjemahkan secara terpisah ke dalam bahasa 1ulgaria, Kroasia, Hunani, Fepang dan Serbia sedangkan terjemahan ke dalam bahasa 2ndonesia sedang dalam penyusunan. "eskipun 'Das 3>2!NO2. hanya akan diterapkan karena nilai persuasi*nya, aDas tersebut masih dapat memainkan peran yang signi*ikan paling sedikit dalam lima konteks yang berbeda. +ertama-tama, karena aDas tersebut mena#arkan solusi yang modern dan *ungsional para pembuat peraturan internasional dan nasional dapat menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk menyusun peraturan baru dalam bidang hukum kontrak umum atau yang berhubungan dengan transaksi-transaksi khusus. 'Das 3>2!NO2. juga dapat memberikan aturan-aturan dan kriteria-kriteria yang dapat digunakan oleh pengadilan dan arbiter s#asta dalam melakukan pena*siran dan melengkapi perangkat internasional yang telah ada. Selain itu, para pihak dalam berbagai sistem hukum dan/atau para pihak yang berbeda bahasa dapat menggunakan 'Das 3>2!NO2. sebagai petunjuk dalam merancang kontrak mereka. Hang lebih penting, para pihak yang sama-sama terlibat dalam transaksi dagang internasional akan lebih memilih untuk mengandalkan serangkaian peraturan bertara* internasional yang komprehensi* dan seimbang daripada memilih salah satu hukum nasional atau yang lainnya sebagai hukum yang akan berlaku atas kontrak mereka.

+ara arbiter juga mungkin merasa lebih nyaman untuk mengacu kepada serangkaian peraturan yang dihasilkan melalui penelitian intensi* dan pertimbangan yang terus menerus, khususnya pada saat diminta untuk memutuskan perkara sebagai Bamiables compositeursE atau berdasarkan Bkebiasaan perdagangan internasionalE yang tidak jelas atau Ble mercatoriaG yang sukar dimengerti, daripada berusaha untuk mencari solusi secara ad hoc. !an yang terakhir, tanpa mengurangi arti pentingnya, kemungkinan terdapat alasan yang baik bagi pengadilan negara dan para arbiter untuk beralih ke 'Das 3>2!NO2. ketimbang undang-undang lain yang berlaku, ketika tidak ada kemungkinan atau sangat sulit untuk menerapkan isi undang-undang tersebut. 'Das 3>2!NO2. telah terbukti keberhasilannya. Nibuan kopi telah terjual di seluruh dunia, sebagian besar dibeli oleh kantor-kantor pengacara internasional, pengacara perusahaan, pengadilan arbitrasi dan lain sebagainya, yang memang merupakan pengguna potensial dari 'Das tersebut. .erlebih lagi, telah ada laporan tentang keputusan pengadilan dan keputusan arbiter pertama yang mengacu kepada 'Das tersebut dengan cara apapun. "engingat 'Das 3>2!NO2. telah diterima luas dalam prakteknya, 3>2!NO2. sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menyusun edisi baru yang akan memasukkan bagian-bagian baru yang membahas topik-topik yang belum dibahas pada edisi pertama 'Das 3>2!NO2..586 .ujuan 'Das 3>2!NO2.C 'Das ini menetapkan peraturan umum kontrak dagang internasional. 'Das tersebut diaplikasikan setelah para pihak setuju bah#a kontrak mereka diatur berdasarkan 'Das tersebut. 'Das tersebut dapat diaplikasikan setelah para pihak setuju bah#a kontrak mereka diatur berdasarkan aDas hukum umum, le mercatoria atau sejenisnya. 'Das tersebut dapat memberikan solusi untuk persoalan yang terjadi ketika terbukti bah#a peraturan berdasarkan undang-undang yang berlaku tidak mungkin diterapkan. 'Das tersebut dapat digunakan untuk mena*sirkan atau melengkapi perangkat hukum internasional. 'Das tersebut dapat digunakan sebagai contoh bagi para pembuat peraturan nasional dan internasional.

Menyusun kontrak !enjualan "arang internasional,-. .ransaksi ekspor atau impor tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan kedua belah pihak ,pembeli dan penjual-. +ada umumnya, persetujuan tersebut didokumentasikan dalam kontrak penjualan, yang bertujuan untuk membagi pengeluaran dan risiko di antara penjual dan pembeli. +erancangan kontrak tersebut sangat penting karena mem*asilitasi perdagangan dan, yang terpenting, membantu untuk menghindari sengketa. Kontrak penjualan internasional diatur berdasarkan berbagai aturan yang bertujuan untuk menyelaraskan dan mem*asilitasi perdagangan internasional. Kon0ensi Lina

Kon0ensi Lina, yang dikembangkan di ba#ah dukungan +erserikatan 1angsa-1angsa ,+11-, mengatur penjualan barang internasional. Kon0ensi yang dibuat pada bulan 'pril 1980 tersebut sampai saat ini telah ditandatangani oleh <: negara. Kon0ensi ini berlaku secara eksklusi* apabila terdapat persoalan yang berkaitan dengan perumusan kontrak penjualan dan mengatur hak dan ke#ajiban dari para pihak yang mengadakan kontrak. !engan memperhatikan persoalan yang timbul karena pemilihan hukum yang berlaku, Kon0ensi Lina memungkinkan para pihak untuk memilih hukum netral sebagai hukum yang berlaku. +enerapan Kon0ensi Lina sepenuhnya tergantung kepada keinginan kedua belah pihak. +erusahaan-perusahaan dapat memilih untuk tidak menerapkan seluruh bagian dari Kon0ensi tersebut atau menerapkan sebagian saja. !alam kasus manapun, perusahaan yang ingin mengembangkan kegiatan usaha internasional harus mempelajari sistem hukum dari negara yang akan berhubungan dengannya dan mempelajari Kon0ensi Lina. 2ncoterm 2ncoterm adalah peraturan-peraturan internasional yang mengatur persoalan-persoalan yang berkaitan dengan logistik internasional dan pengalihan hak atas barang. 1erdasarkan peraturan-peraturan ini, biaya dan resiko sehubungan dengan pengiriman dan pengkapalan barang dapat dibagi secara adil di antara penjual dan pembeli. Sekarang ini, 2ncoterm merupakan serangkaian peraturan yang mendasari perdagangan internasional. Kontrak Sebuah kontrak tidak dapat ditandatangani apabila para pihak dalam kontrak tersebut tidak mencapai persetujuan secara menyeluruh. +ersetujuan tersebut bergantung pada pena#aran, persyaratan umum penjualan, dan penerimaan. )enawaran dan 5a%tur $ro 5or#a +ena#aran dagang merupakan dasar dari kontrak penjualan. +ena#aran tersebut harus tegas, jelas dan tidak bersi*at ambigu. +ena#aran dituangkan dalam sebuah dokumen yang harus disusun dengan menggunakan bahasa yang dipahami dengan baik oleh pembeli. +ena#aran tersebut dianggap sebagai sebuah perkiraan yang menjelaskan kerangka umum penjualan. ?aktur pro *orma memuat semua data yang tercantum dalam *aktur penjualan dan dapat digunakan oleh pembeli untuk mempelajari rincian pena#aran. Selain itu, *aktur pro *orma menggariskan ke#ajiban yang harus dibayar sehubungan dengan pembelian tersebut dan menentukan tugas-tugas penjual. !alam kasus apapun, kontrak harus menjelaskan hubungan hukum yang terjadi antara kedua belah pihak di dalam ketentuan dan syarat umum penjualan. Isi dari /aktur !ro /or#a +ara pihak +engungkapan nama dan alamat lengkap para pihak dalam kontrak serta, jika dimungkinkan, nama para #akil dari tiap perusahaan. .ujuan Keterangan terperinci tentang produk atau jasa, termasuk semua aspek teknis dan rincian kemasan ,0olume, berat dan metode pengemasan-. .ransportasi +enentuan incoterm yang bersangkutan, metode pengangkutan dan identi*ikasi periode sampai dimulainya produksi a#al. $arga $arga harus terperinci ,harga satuan dsb.-, tegas dan *inal untuk

menghindari kesalahpahaman. +ada tahap ini, pembeli dan penjual harus menjelaskan metode dan #aktu pembayaran. )ers.aratan u#u# $en6ualan +erusahaan-perusahaan yang terlibat menggunakan persyaratan umum penjualan untuk menentukan kerangka hukum hubungan dagang mereka. +ersyaratan umum penjualan berbeda-beda untuk setiap eksportir. +ersyaratan tersebut menentukan tugas-tugas penjual dan membantunya dalam melindungi kepentingannya. +ersyaratan umum tersebut harus disusun secara jelas dan tidak menyisakan kemungkinan adanya keragu-raguan dan kesalahpahaman. +ersyaratan tersebut disusun dengan menggunakan bahasa yang digunakan di negara pembeli atau dalam bahasa 2nggris. 8ksportir harus mengarah pada pokok masalah, yang menekankan pada pokok-pokok yang penting seperti harga, ketentuan dan persyaratan pembayaran, periode sampai dimulainya produksi a#al, dan cara penyelesaian apabila terjadi sengketa hukum. +embeli harus membaca persyaratan umum penjualan sebelum menandatangani kontrak, untuk memastikan bah#a apa yang ditandatangani sepenuhnya dapat diterima oleh pihaknya. Selain itu, harus diperhatikan bah#a beberapa negara menerapkan persyaratan umum pembelian. +ada umumnya, persyaratan tersebut bertentangan dengan persyaratan yang diberikan oleh penjual. !alam kasus tersebut, kedua belah pihak harus melakukan negosiasi dan menganalisa persyaratan umum tersebut dengan latar belakang hukum yang dipilih sebagai hukum yang berlaku untuk kontrak tersebut. +embeli yang secara resmi lalai untuk menolak persyaratan umum penjualan dianggap telah menerima persyaratan tersebut dan hanya dapat mela#an persyaratan umum penjualan tersebut dengan menggunakan persyaratan umum pembelian. )eneri#aan !engan menerima pena#aran, pembeli penandatanganan kontrak penjualan. memberikan persetujuannya atas

Kontrak hanya berlaku apabila pena#arannya disertai dengan penerimaan. Selama belum diterima, pena#aran tersebut dapat ditarik kembali. +enerimaan harus diberitahukan secara tertulis kepada penjual, yang membutuhkan jaminan yang dapat digunakannya dalam hal terjadi tuntutan hukum. !alam kasus tersebut, penerimaan didokumentasikan dalam *ormulir pemesanan atau kontrak. Karena penerimaan secara lisan tidak menghasilkan bukti tertulis, maka penerimaan tersebut tidak dapat diterima, kecuali apabila kontrak tersebut bersi*at sederhana dan dilakukan oleh para pihak yang jujur dalam berusaha. 'kan tetapi, kon*irmasi dapat diterima dalam setiap keadaan. +erlu diperhatikan, apabila timbul sengketa hukum, penerimaan dengan teleks atau *aksimili dianggap tidak memadai untuk dijadikan sebagai alat bukti. +erusahaan-perusahaan juga menggunakan kontrak boilerplate untuk dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Kontrak boilerplate adalah perangkat yang berguna tetapi kekurangannya adalah kontrak tersebut tidak dapat dinegosiasikan. 4ara yang paling meyakinkan dalam menyusun kontrak untuk diterapkan kepada kedua klien adalah dengan menyusun dua buah dokumen, yaitu persyaratan umum ,penjualan- dan persyaratan khusus ,berlaku kepada klien-.

Pasal Kontrak P&0& PI1&K

SI2&T K3$T0&K

2denti*ikasi para pihak yang mengadakan kontrak ,pembeli/penjual-C nama-nama perusahaan, jenis usaha, alamat lengkap dan nama #akil-#akilnya +enjelasan tentang tujuan kontrak ,produk atau jasa+enjelasan aspek-aspek teknis, kuantitas, 0olume, berat dan metode pengemasan, apabila pembeli memiliki permintaan sehubungan dengan hal tersebut !enominasi harga dalam mata uang 8uro atau mata uang asing lainnya ,tingkat resiko pertukaran dipertimbangkan2denti*ikasi harga dan 2ncoterm yang menentukan pembagian biaya angkut, bea cukai, asuransi dan tanggal pengalihan barang +erincian harga barang dagangan satuan dan harga keseluruhan,harga

1&0G& 4&$ P5MB&6&0&$

!etail mengenai metode penyelesaian yang memberikan keamanan maksimal bagi penjual 2denti*ikasi uang muka yang harus dibayarkan untuk menjamin pemesanan !alam hal kredit yang didokumentasikan, penyingkapan aplikasi pembukaan kredit dicantumkan oleh penjual Selain itu, apabila dimungkinkan berdasarkan peraturan yang bersangkutan, pasal yang bertujuan untuk mempertahankan hak kepemilikan barang dicantumkan +enentuan metode transportasi yang sesuai dengan si*at barang dagangan, tujuan dan keamanan +enyingkapan tugas setiap pihak dalam kontrak tergantung pada lncoterm 2denti*ikasi tanggal, tempat pemuatan, dan tempat penyerahan 2denti*ikasi batas #aktu bersangkutanC pengamatan periode sampai pada produksi a#al adalah salah satu tugas utama penjual dan penjual harus memasukan sebuah pasal mengenai denda yang dapat dikenakan pada

T0&$SP30T&SI

P5$GI0IM&$

K5&4&&$ M5M&KS&

)&MI$&$

1UKUM 6&$G B50+&KU K5TIK& T50)&4I TU$TUT&$ 1UKUM B&1&S&

peristi#a keterlambatan +encantuman sebuah pasal yang menjelaskan apa yang dimaksud dengan keadaan memaksa , sebab terjadinya pembebasan tuduhan- akibat peristi#a yang tak terduga. +ada dasarnya, pembeli tidak perlu mengakui keadaan memaksa yang diajukan oleh penjual sejauh ia tidak memasukkan hal tersebut ke dalam kontrak. 2denti*ikasi komitmen kedua belah pihak sebagai jaminan ,cthC pembayaran kredit kepada penjual-. 2denti*ikasi hukum yang berlaku yang dipilih oleh para pihak untuk menyelesaikan tuntutan hukum yang mungkin terjadi. 2denti*ikasi bahasa yang akan digunakan dalam rancangan kontrak. Kedua belah pihak harus memahami dengan baik bahasa yang digunakan. Kesulitan penerjemahan juga harus dipertimbangkan.

Fames ".KlotD P +ro*essor Fohn '. 1arret, Fr., 2>.8N>'.2O>'( S'(8S '@N88"8>8.S, KKM, Klu#er (a# 2nternational, ,1998-. 576 2d. 596 Fan Namberg, 2>.8N>'.2O>'( S'(8S .N'>S'4.2O>S, 7<, 7>! 8dition, 244 ,7000-. 5;6 httpC//###.cisg.la#.pace.edu/cisg/countries/cntries.html 5<6 2d. 5=6 Fames ".KlotD P +ro*essor Fohn '. 1arret, Fr., 2>.8N>'.2O>'( S'(8S '@N88"8>8.S, <-17, Klu#er (a# 2nternational, ,1998-. 5:6 httpC//###.icc#bo.org/inde Qincoterms.asp 586 httpC//###.unidroit.org/de*ault.htm 596 httpC//###.intere .be/ser0/*rameQdynamiRue.aspSlangTangPurlT/contratsQeng.htm
516