Anda di halaman 1dari 14

BENTUK ASAL DENUDASIONAL

A. Bentuk Lahan Asal Denudasional


Denudasi berasal dari kata dasar nude yang berarti telanjang, sehingga denudasi berarti
proses penelanjangan permukaan bumi. Bentuk lahan asal denudasional dapat didefinisikan
sebagai suatu bentuk lahan yang terjadi akibat proses-proses pelapukan, erosi, gerak masa
batuan (mass wating) dan proses pengendapan yang terjadi karena agradasi atau degradasi
(Herlambang, Sudarno. !!"#"). $roses degradasi %enderung menyebabkan penurunan
permukaan bumi, sedangkan agradasi menyebabkan kenaikan permukaan bumi.
B. Ciri-ciri Bentuk Lahan Asal Denudasional
&iri-%iri dari bentuk lahan yang asal terjadi se%ara denudasioanal, yaitu#
'. (elief sangat jelas# lembah, lereng, pola aliran sungai.
. )idak ada gejala struktural, batuan massif, dep*strike tertutup.
+. Dapat dibedakan dengan jelas terhadap bentuk lain.
". (elief lokal, pola aliran dan kerapatan aliran menjadi dasar utama untuk merin%i
satuan bentuk lahan.
,. -itologi menjadi dasar pembeda kedua untuk merin%i satuan bentuk lahan. -itologi
terasosiasi dengan bukit, kerapatan aliran,dan tipe proses.
C. Proses Terentukn!a Bentuk Lahan Asal Denudasional
Denudasi meliputi proses pelapukan, erosi, gerak masa batuan (mass wating) dan proses
pengendapan*sedimentasi.
". Pela#ukan
$elapukan (weathering) dari perkataan weather dalam bahasa .nggris yang berarti
%ua%a, sehingga pelapukan batuan adalah proses yang berhubungan dengan perubahan
sifat (fisis dan kimia) batuan di permukaan bumi oleh pengaruh %ua%a. Se%ara umum,
pelapukan diartikan sebagai proses han%urnya massa batuan oleh tenaga /ksogen,
menurut 0lli1er('23+) pelapukan adalah proses penyesaian kimia, mineral dan sifat fisik
batuan terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. 4kibat dari proses ini pada batuan
terjadi perubahan warna, misalnya kuning-%oklat pada bagian luar dari suatu bongkah
batuan. 5eskipun proses pelapukan ini berlangsung lambat, karena telah berjalan dalam
jangka waktu yang sangat lama maka di beberapa tempat telah terjadi pelapukan sangat
tebal. 4da juga daerah-daerah yang hasil pelapukannya sangat tipis, bahkan tidak tampak
sama sekali, hal ini terjadi sebagai akibat dari pemindahan hasil pelapukan pada tempat
yang bersangkutan ke tempat lain. )anah yang kita kenal ini adalah merupakan hasil
pelapukan batuan.
6aktor-faktor yang mempengaruhi pelapukan adalah#
'. 7enis batuan (kandungan mineral, retakan, bidang pelapisan, patahan dan retakan).
Batuan yang resisten lebih lambat terkena proses eksternal sehingga tidak mudah lapuk,
sedangkan batuan yang tidak resisten sebaliknya. &ontoh #
- -imestone, resisten pada iklim kering tetapi tidak resisten pada iklim basah.
- 8ranit, resisten pada iklim basah tetapi tidak resisten pada iklim kering.
. .klim, terutama tenperatur dan %urah hujan sangat mempengaruhi pelapukan.&ontoh #
- .klim kering, jenis pelapukannya fisis
- .klim basah, jenis pelapukannya kimia
- .klim dingin, jenis pelapukannya mekanik
+. 9egetasi, atau tumbuh-tumbuhan mempunyai peran yang %ukup besar terhadap proses
pelapukan batuan. Hal ini dapat terjadi karena#
- Se%ara mekanis akar tumbuh-tumbuhan itu menembus batuan, bertambah panjang dan
membesar menyebabkan batuan pe%ah.
- Se%ara kimiawi tumbuh-tumbuhan melalui akarnya mengeluarkan :at-:at kimia yang
dapat memper%epat proses pelapukan batuan. 4kar, batang, daun yang membusuk dapat
pula membantu proses pelapukan, karena pada bagian tumbuhan yang membusuk akan
mengeluarkan :at kimia yang mungkin dapat membantu menguraikan susunan kimia
pada batuan. 0leh karena itu, jenis dan jumlah tumbuhan yang ada di suatu daerah sangat
besar pengaruhnya terhadap pelapukan. Sebenarnya antara tumbuh-tumbuhan dan proses
pelapukan terdapat hubungan yang timbal balik.
". )opografi
)opografi yang kemiringannya besar dan menghadap arah datangnya sinar matahari atau
arah hujan, maka akan memper%epat proses pelapukan.
$. %erakan &assa atuan '&ass (astin)*
;aitu perpindahan atau gerakan massa batuan atau tanah yang ada di lereng oleh
pengaruh gaya berat atau gra1itasi atau kejenuhan massa air. 4da yang menganggap
masswasting itu sebagai bagian dari pada erosi dan ada pula yang memisahkannya. Hal
ini mudah difahami karena memang sukar untuk dipisahkan se%ara tegas, karena dalam
erosi juga gaya berat batuan itu turut bekerja.
$ada batuan yang mengandung air, gerakan massa batuan itu lebih lan%ar dari pada
batuan yang kering. $erbedaannya ialah bahwa pada masswasting, air hanya berjumlah
sedikit dan fungsinya bukan sebagai pengangkut, melalinkan hanya sekedar membantu
memperlan%ar gerakan saja. Sedang dalam erosi diperlukan adanya tenaga pengangkut.
8erakan massa batuan pada dasarnya disebabkan oleh adanya gaya berat*gra1itasi atau
gaya tarik bumi.
+. Erosi
/rosi adalah suatu proses geomorfologi, yaitu proses pelepasan dan terangkutnya
material bumi oleh tenaga geomorfologis baik kekuatan air, angin, gletser atau gra1itasi.
6aktor yang mempengaruhi erosi tanah antara lain sifat hujan, kemiringan lereng dari
jaringan aliran air, tanaman penutup tanah, dan kemampuan tanah untuk menahan
dispersi dan untuk menghisap kemudian merembeskan air kelapisan yang lebih dalam.
6aktor-faktor lain yang mempengaruhi erosi tanah adalah#
'. .klim# 6aktor iklim yang berpengaruh adalah %urah hujan, angin, temperatur,
kelembapan, penyinaran matahari. Banyaknya %urah hujan, intensitas dan distribusi hujan
menentukan dispersi hujan terhadap tanah, jumlah dan ke%epatan aliran permukaan, serta
besarnya kerusakan erosi. 4ngin selain sebagai agen transport dalam erosi beberapa
kawasan juga bersama-sama dengan temperatur, kelembaban dan penyinaran matahari
terhadap e1apotranspirasi, sehingga mengurangi kandungan air dalam tanah yang berarti
memperbesar in1estasi tanah yang se%ara tidak langsung berpengaruh terhadap kepekaan
erosi tanah.
. )opografi# kemiringan lereng, panjang lereng, konfigurasi, keseragaman, dan arah lereng
mempengaruhi erosi. <emiringan lereng dinyatakan dalam derajad atau persen.
<e%uraman lereng memperbesar jumlah aliran permukaan, dan memperbesar ke%epatan
aliran permukaan, sehingga dengan demikian memperbesar daya angkut air. Semakin
besar erosi terjadi dengan makin %uramnya lereng.
+. 9egetasi, berperan untuk mengurangi ke%epatan erosi. <aitannya jenis tumbuhan, aliran
permukaan dan jumlah erosi adalah seperti dalam )abel berikut#
=o. 7enis tanah 7enis )umbuhan 4liran permukaan
(> terhadap &H)
/rosi
(ton*ha*th)
'. $odsolik merah
kuning
(lereng ',>)
4lang-alang +,+ !,?
4lang-alang @semak !,, !,?
4lba:ia@semak
%ampuran
,,A !,?
4laba:ia tanpa semak
(umur + th)
?'," ?2,A
. -atosol (lereng (umput utuh "," !,
+,>) (umput diinjak-injak '?, ',!
Fiscus allastica '," "+,'
Fiscus allastica @
semak-semak
,! !
+. (egosol (lereng
+!>,
'2>, +!>,
'>)
4lag-alang, jagung,
ka%ang tanah
'',2 +",,!
4lang-alang @ gelagah ,,! +,,
Semak lantana ,' ,,'
4lang-alang dibakar ' B ,,! ?,+
Sumber# 4rsyad ('2A2)
". )anah. <epekaan tanah terhadap erosi tergantung pada sifat-sifat tanah yang
mempengaruhi laju infiltrasi, permeabilitas, kapasitas menahan air dan struktur tanah.
,. 5anusia. 5anusia dapat men%egah dan memper%epat terjadinya erosi tergantung
bagaimana manusia mengelolanya.
Setiap proses erosi merupakan gabungan dari beberapa subproses, yaitu dimulai
dengan pengambilan hasil pelapukan yang terangkut juga sebagai alat pengikis. Butir-
butiran batuan se%ara bersama-sama dalam pengangkutan, saling bersinggungan dan
saling bergesekan satu sama lain. &ara pengangkutan terhadap bahan terjadi berbeda-
beda# ada yang terapung di permukaan, digulingkan, digeser dan sebagainya.
,. Sedi&entasi atau Pen)enda#an
Sedimentasi adalah proses penimbunan tempat-tempat yang lekuk dengan bahan-bahan
hasil erosi yang terbawa oleh aliran air, angin, maupun gletser (Suhadi $urwantara,
!!,#?"). Sedimentasi tidak hanya terjadi dari pengendapan material hasil erosi saja, tetapi
juga dari proses mass wasting. =amun kebanyakan terjadi dari proses erosi. Sedimentasi
terjadi karena ke%epatan tenaga media pengangkutnya berkurang (melambat). Berdasarkan
tenaga alam yang mengangkutnya sedimentasi dibagi atas # Sedimentasi air sungai
(floodplain dan delta), air laut, angin, dan geltsyer.
D. Satuan Bentuk Lahan Asal Denudasioal
'. $egunungan Denudasional
<arakteristik umum unit mempunyai topografi bergunung dengan lereng sangat %uram
(,,C'"!>), perbedaan tinggi antara tempat terendah dan tertinggi (relief) C ,!! m.
5empunyai lembah yang dalam, berdinding terjal berbentuk 9 karena proses yng dominan
adalah proses pendalaman lembah (1alley deepening).
. $erbukitan Denudasional
5empunyai topografi berbukit dan bergelombang dengan lereng berkisar antara ', C
,,>, perbedaan tinggi (relief lokal) antara ,! -C ,!! m.)erkikis sedang hingga ke%il
tergantung pada kondisi litologi, iklim, 1egetasi penutup daik alami maupun tata guna lahan.
Salah satu %ontoh adalah pulau Berhala, hamper ?,," persen pulau tersebut merupakan
perbukitan dengan luas +A,'2 ha. $erbukitan yang berada di pulau tersebut adalah perbukitan
denudasional terkikis sedang yang disebabkan oleh gelombang air laut serta erosi sehingga
terbentuk lereng-lereng yang sangat %uram.
+.Dataran =yaris ($eneplain)
4kibat proses denudasional yang bekerja pada pegunungan se%ara terus menerus, maka
permukaan lahan pada daerah tersebut menurun ketinggiannya dan membentuk permukaan
yang hamper datar yang disebut dataran nyaris (peneplain). Dataran nyaris dikontrol oleh
batuan penyusunan yang mempunyai struktur berlapis (layer). 4pabila batuan penyusun
tersebut masih dan mempunyai permukaan yang datar akibat erosi, maka disebut permukaan
planasi.
8ambar. Dataran nyaris yang terjadi akibat proses denudasional yang bekerja pada
pegunungan atau perbukitan
". $erbukitan Sisa )erpisah (inselberg)
4pabila bagian depan (dinding) pegunungan*perbukitan mundur akibat proses denudasi
dan lereng kaki bertambah lebar se%ara terus menerus akan meninggalkan bentuk sisa dengan
lereng dinding yang %uram. Bukit sisah terpisah atau inselberg tersebut berbatu tanpa
penutup lahan (barerock) dan banyak singkapan batuan (out%rop). <enampakan ini dapat
terjadi pada pegunungan*perbukitan terpisah maupun pada sekelompok
pegunungan*perbukitan, dan mempunyai bentuk membulat. 4pabila bentuknya relati1e
memanjang dengan dinding %uram tersebut monadnock.
,. <eru%ut )alus (Talus cones) atau kipas kolu1ial (coluvial van)
5empunyai topografi berbentuk keru%ut*kipas dengan lereng %uram (+,
!
). Se%ara
indi1idu fragmen batuan ber1ariasi dari ukuran pasir hingga blok, tergantung pada besarnya
%liff dan batuan yang han%ur. 6ragmen berukuran ke%il terendapkan pada bagian atas
keru%ut (apex) sedangkan fragmen yang kasar melun%ur ke bawah dan terendapkan di
bagian bawah keru%ut talus.
8ambar. <eru%ut talus sebagai akibat pelapukan pada lereng pegunungan yang sangat
%uram.

3. -ereng <aki (6oot slope)
5empunyai daerah memanjang dan relatif sermpit terletak di suatu pegunungan*
perbukitan dengan topografi landai hingga sedikit terkikis. -ereng kaki terjadi pada kaki
pegunungan dan lembah atau dasar %ekungan (basin). $ermukaan lereng kaki langsung
berada pada batuan induk (bed rok). Dipermukaan lereng kaki terdapat fragmen batuan
hasil pelapukan daerah di atasnya yang diangkut oleh tenaga air ke daerah yang lebih
rendah.
?. -ahan (usak (Bad land)
5erupakan daerah yang mempunyai topografi dengan lereng %uram hingga sangat
%uram dan terkikis sangat kuat sehingga mempunyai bentuk lembah-lembah yang dalam
dan berdinding %uram serta berigir tajam (knife-like) dan membulat. $roses erosi parit
(gully erosion) sangat aktif sehingga banyak singkapan batuan mun%ul ke permukaan (rock
outcrops).
BENTUK LA-AN P.OSES /A.INE
Bentuk lahan asal proses marine dihasilkan oleh akti1itas* gerakan air laut, baik
pada tebing, pantai berpasir, pantai berkarang, maupun pantai berlumpur. 8erakan
tersebut meliputi #
$asang surut, naik turunnya permukaan laut setiap 3 jam ',, menit sehingga
inter1al naik turun memerlukan waktu ' jam , menit. $asang surut ini dapat
mengerosi pantai apalagi kalu bersama D sama dengan gelombang * ombak.
4rus, aliran air laut yang disebabkan oleh angin, perbedaan suhu air laut dll.
0mbak sesuai dengan arah angin dapat mengerosi pantai. (abrasi).
Selain dipengaruhi oleh kedalaman laut, perkembangan bentang lahan daerah pantai juga
dipengaruhi oleh#
o Struktur, tekstur, dan komposisi batuan.
o <eadaan bentang alam atau relief dari daerah pantai atau daerah di daerah sekitar
pantai tersebut.
o $roses geomorfologi yang terjadi di daerah pantai tersebut yang disebabkan oleh
tenaga dari luar, misalnya yang disebabkan oleh angin, air, es, gelombang, dan arus
laut.
o $roses geologi yang berasal dari dalam bumi yang mempengaruhi keadaan bentang
alam di permukaan bumi daerah pantai, misalnya tenaga 1ulkanisme, diastrofisme,
pelipatan, patahan, dan sebagainya.
o <egiatan gelombang, arus laut, pasang naik dan pasang surut, serta kegiatan
organisme yang ada di laut.
Di .ndonesia, pantai yang ada pada umumnya dialih fungsikan sebagai tempat wisata
yang notabene dapat membantu tingkat pendapatan suatu wilayah. 4pabila masyarakat
mengetahui bahwa garis pantai bisa mengalami perubahan, maka akan mun%ul pemikiran-
pemikiran agar pantai tersebut tetap bisa dinikmati keindahannya meskipun sudah mengalami
perubahan.
5orfologi dan bentang alam pantai adalah bentuk D bentuk bentang alam yang terjadi
sebagai akibat dari akti1itas air yang berada di wilayah pantai. Berbagai ma%am bentuk bentang
alam dijumpai di wilayah pantai, kebanyakan bentuk bentang alam pantai sebagai hasil
perubahan gelombang air laut. Singkapan D singkapan batuan yang berada disepanjang pantai
dikenal sebagai muka daratan (headlands) tererosi, menghasilkan pasir yang diangkut di
sepanjang garis pantai dan diendapkan di wilayah pantai membentuk bentang D bentang alam
tertentu.
A. %isik 'Beach*
Beach adalah timbunan puing batuan di atas sepanjang daerah yang terpotong gelombang
yang sifatnya hanya sementara. 5ungkin sekali bea%h itu merupakan kesatuan yang sangat
panjang, tidak terputus-putus hingga men%apai ratusan km, tetapi ada pula yang hanya beberapa
ratus meter dan merupakan kesatuan yang pendek-pendek. 4palagi bea%h yang terjadi pada
daerahdaerah teluk. Hal ini disebabkan oleh adanya kekuatan gelombang yang terpusat pada
semenanjung, hingga semenanjung merupakan pusat pengikisan. 0leh karena itulah
semenanjung pada umumnya diakhiri oleh suatu cliff. Sebaliknya dengan tenaga gelombang itu
di teluk-teluk hasil pengikisan disebarkan sebgai beach. Beach sifatnya yang sementara, karena
sewaktu-waktu akat tersapu gelombang pada waktu air pasang, namun pada pantai yang bergeser
ke arah laut sifat bea%h lebih mantap.
Bahan pembentuk bea%h dapat berasal dari laut ataupun dari darat. 5ungkin sebagian
berasal dari darat dan sebagaian dari laut. $embentuk bea%h yang terpenting adalah gelomabng
yang bergerak maju searah dengan tujuan gelombang tanpa diimbangi dengan gerakan mundur
(solitary wave) dan oscilatory waves merupakan gelombang yang bergerak membentuk
lingkaran, bergerak maju pada pun%ak, naik di bagian depan mundur pada bagian lembah dan
turun di bagian belakang gelombang, yang membantu dalam menyediakan bahan.
B. Dataran Pantai 'Shore*
Dataran pantai (shore), memiliki %iri D %iri relief dengan topografi datar dan terpengaruh
oleh aktifitas pasang surut. $roses yang terjadi pada lahan ini adalah proses deposisional oleh
arus dan gelombang laut. )ipe batuannya berupa kerikil dan pasir yang tersegmentasi. )anah
dapat ditemukan di teras pantai yang berumur tua. <ondisi drainase relati1e baik, dapat
ditemukan air bawah tanah. $enggunaan lahan biasa digunakan untuk aktifitas pertanian dan
lokasi yang bagus untuk infastruktur jalan.
C. Betin) %isik 'Beach Ridges*
$antai bergisik ini pada dasarnya merupakan daerah pasang surut yang terdapat endapan
material hasil abrasi. 5aterial ini dapat berupa material halus dan juga bisa berupa material yang
kasar. =amun pantai bergisik tidak saja terdapat pada pantai cliff, tetapi juga bisa terdapat pada
daerah pantai yang landai. $ada pantai yang landai material gisik ini kebanyakan berupa pasir,
dan sebagaian ke%il berupa meterial dengan butiran kerikil sampai yang lebih besar. $ada
umumnya material pasir suatu gisik pantai berasal dari daerah pedalaman yang di bawah air
sungai ke laut, kemudian diendapkan oleh arus laut sepanjang pantai. 8isik seperti ini dapat
dijumpai di sekitar muara sungai.
D. De#resi antar Berin) 'Swale*
(elief dari depresi antar bering (swale) adalah %ekungan diantara beting gisik dan sejajar
dengan beting gisik. $roses pembentukannya adalah deposisional, dengan tipe batuan penyusun
berupa pasir bergeluh, lepas D lepas. $ada tanahnya dapat ditemui perkembangan solum tanah,
dimana pada musim penghujan terdapat genangan air. -ahan ini biasa digunakan sebagai lahan
pertanian, perikanan, dan tambak garam.
E. La)una 'Lagoon*
-aguna merupakan bentuk bentang alamyang terletak diantara barrier (tanggul) dan daratan,
dengan kedalaman air yang dangkal dan dipengaruhi oleh ir laut dn air tawar yang berasal dari
darat.
-aguna pantai biasa ditemukan di pantai dengan pasang surut relatif ke%il. .a men%akup kira-
kira '+ persen dari keseluruhan garis pantai. Emumnya memanjang sejajar dengan pantai dan
dipisahkan dari laut oleh pulau penghalang, pasir dan bebatuan atau terumbu karang. $enghalang
laguna bukan karang dibentuk oleh aksi gelombang atas arus pelabuhan yang terus menerus
membuat sedimen kasar lepas pantai. Sekali penghalang laguna terbentuk, sedimen yang lebih
run%ing bisa menetap di air yang relatif tenang di belakang penghalang, termasuk sedimen yang
dibawa ke laguna oleh sungai. <hasnya laguna pesisir memiliki bukaan sempit ke laut. Sebagai
akibatnya, keadaan air dalam laguna bisa agak berbeda dari air terbuka di laut dalam hal suhu,
salinitas, oksigen yang dibebaskan dan muatan sedimen.
Di sejumlah daerah yang penduduknya menuturkan bahasa .nggris, laguna pesisir terkadang
disebut sound, bay, river, atau lake. 4lbemarle Sound di =orth &arolina, 8reat South Bay, antara
-ong .sland dan pantai penghalang di 6ire .sland di =ew ;ork, Banana (i1er di 6lorida dan
-ake .llawarra di =ew South Fales semuanya laguna. Di Britania (aya ada laguna di 5ontrose,
(Skotlandia) dan )wyn (Fales), sedangkan pengembangan air di &hesil Bea%h, .nggris, dikenal
sebagai fleet, bisa juga disebut laguna. 4da juga satu laguna dekat kota ke%il Dingle di .rlandia
barat.
Di 5eksiko kadang penggunaan GlagunaG, yang juga diterjemahkan sebagai GlagoonG,
digunakan untuk menunjukkan danau, sebagaimana -aguna &atema%o.
0. .ataan Pasan) Surut 'Tidal Flat*
)opografi untuk bentuk lahan rataan pasang surut (tidal flat) adalah bergelombang-hampir
datar. )erbentuk %ekungan dan tanggul alami. Dapat ditemui bekas-bekas saluran air yang
terbentuk karena proses flu1ial maupun akti1itas pasang surut. $ola aliran sungai # paralel atau
denritik dimana semakin mendekati :ona pasang surut., pola paralel atau denritik tersebut
semakin hilang. )erbentuk karena proses pengendapan material karena proses flu1ial maupun
akti1itas pasang surut. 5aterial yang belum kompak mulai dari kerikil sampai lempung.
Entuk wilayah yang berbentuk %ekungan, materialnya bertekstur halus. 5aterial bertekstur
kasar ditemukan di wilayah yang berbentuk tanggul alami dan di dekat sungai. Belum terbentuk
solum tanah. Dapat ditemukan genangan air di wilayah yang berbentuk %ekungan. Filayah yang
berbentuk tanggul alami tidak ditemukan genangan air. Dapat ditemukan hutan mangro1e,
pertanian (padi), perikanan, tambak garam dan permukiman
%. .ataan Lu&#ur 'Mud Flow*
(ataan lumpur (mud flow), memiliki relief topografi datar, dengan permukaan halus. $roses
pembentukannya berupa gradasi akibat aktifitas marin. )ipe batuan penyusun pada bentukan
lahan ini umumnya berupa lumpur, pasir, kerakal dan tanahnya belum terbentuk solum tanah.
dapat ditemukan genangan air di wilayah yang berbentuk %ekungan. $enggunaan lahan, dapat
ditemukan hutan mangro1e.
-. %oson) Laut 'Sand Bars*
8osong pasir, atau gosong saja, adalah bentukan daratan yang terkurung atau menjorok pada
suatu perairan, biasanya terbentuk dari pasir, geluh, dan atau kerikil. Bentukan geografi ini
terjadi akibat adanya aliran dangkal dan sempit sehingga memungkinkan pengendapan material
ringan dan mengarah pada pendangkalan tubuh air. 8osong dapat terbentuk di laut maupun
danau. Daerah muara dan perairan dangkal, seperti pantai-pantai di -aut 7awa, banyak memiliki
gosong.
Ekuran gosong, yang biasanya memanjang, dapat beberapa meter hingga ratusan kilometer,
membentuk GpenghalangG pantai. 8osong dapat tenggelam bila terjadi pasang naik dan
membahayakan pelayaran.
Dalam pengertian pelayaran, GgosongG memiliki arti yang sama dengan dangkalan# bentukan
dangkal yang biasanya terbentuk dari pasir dengan kedalaman hingga enam tombak. )ermasuk
di dalamnya adalah penumpukan geluh yang biasanya ditemui di muara sungai, yang berpotensi
menjadi delta.
I. Pantai Beratu 'Rocky Beach*
$ada daerah bertebing terjal, pantai biasanya berbatu (rocky beach) berkelok-kelok dengan
banyak terdapat gerak massa batuan (mass movement rockfall type). $roses ini menyebabkan
tebing bergerak mundur (slope retreat) khususnya pada pantai yang proses abrasinya aktif.
4pabila batuan penyusun daerah ini berupa batuan gamping atau batuan lain yang banyak
memiliki retakan (joints) air dari daerah pedalaman mengalir melalui sistem retakan tersebut dan
mun%ul di daerah pesisir dan daerah pantai. Di .ndonesia pantai bertebing terjal ini banyak
terdapat di bagian Barat $ulau Sumatera, pantai Selatan $ulau 7awa, Sulawesi, dan pantai Selatan
pulau-pulau =usa )enggara.
1. Teru&u Karan) 'Coral Reef*
)erumbu karang (coral reef) terbentuk oleh akti1itas binatang karang dan jasad renik
lainnya. $roses ini terjadi pada areal-areal yang %ukup luas. Bird ('2?!# '2!-'2+) pada intinya
menyatakan bahwa binatang karang dapat hidup dengan beberapa persyaratan kondisi yaitu#
a. 4ir jernih
b. Suhu tidak lebih dari 'A
o
&
%. <adar garam antara ? D +A ppm
d. 4rus laut tidak deras
)erumbu karang yang banyak mun%ul ke permukaan banyak terdapat di kepulauan
.ndonesia. $ada pulau-pulau karang yang terangkat umumnya banyak terdapat endapan puing-
puing dan pasir koral di lepas pantainya. Ekuran butiran puing dan pasir lebih kasar ke arah
datanganya ombak*gelombang jika gelombang tanpa penghalang. $roses tektonik sering
berpengaruh pula terhadap terumbu karang. 4tol adalah hasil kombinasi proses binatang karang
dengan proses tektonik yang berupa subsiden.