Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS KINERJA LAPORAN KEUANGAN

Hampir semua perusahaan membuat analisi bulanan atas perbedaan anatara pendapatan
dan beban aktual dengan yang dianggarkan setiap unit bisnis dan unutk organisasi secara
keseluruhan. Beberapa perusahaan lainnya hanya melaporkan jumlah dari varians-varians
tersebut. Analisis yang seksama mengidentifikasikan penyebab dari variance tersebut dan unit
organisasi yang bertanggung jawab untuk itu. Walaupun perusahan memfokuskan pada
perbandigan antara kinerja aktual dengan anggaran, manajer operasi yang kompeten juga
mengadopsi mentalitas perbaikan yang kontinyu (kaizen). Perbandingan antara anggaran
tahunan dengan perkiraan saat ini akan kinerja aktual untuk satu tahun penuh menunjukan
seberapa dekat manajer unit bisnis memperkirakan akan mempengaruhi target laba tahunan.
Dibanyak perusahaan, perubahan dalam biaya atau faktor-faktor lainnya diperkirakan akan
mengarah pada perubahan dalam harga jual, dan tugas dari manajer pemasaran adalah untuk
memperoleh margin kotor yang dianggarkan, yaitu penyebaran yang konstan antara biaya dan
harga jual.

LAPORAN KINERJA KEUANGAN
Topik ini menfokuskan pada analisis atau ukuran-ukuran kinerja keuangan. Bagian pertama
menjelaskan bagaimana varians antara data aktual dan data anggaran dihitung untuk unit
bisnis. Karena anggaran beban dan pendapatan merupakan bagian dari anggaran untuk unit
bisnis, pembahasan ini dapat diperluas untuk mencakup pusat beban dan pusat pendapatan.
Bagian lain menjelaskan bagaimana laporan dari varians-varians ini digunakan oleh
manajemen senior untuk mengevaluasi kinerja unit bisnis.
A. Menghitung Varians
Walaupun fokus dari bagian ini adalah pada perbandingan antara kinerja aktual dengan
anggaran, manajer operasi yang kompeten juga mengadopsi mentalitas perbaikan yang
kontinu, atau Kaizen. Mereka tidak berasumsi bahwa kinerja yang optimal adalah yang
sesuai dengan anggaran. Hampir semua perusahaan membuat analisis bulanan atas
perbedaan antara pendapatan dan beban aktual dengan yang dianggarkan untuk setiap
unit bisnis dan untuk organisasi keseluruhan. Analisis yang seksama mengidentfikasikan
penyebab dari varians tersebut dan unit organisasi yang bertanggung jawab untuk itu.
Sistem yang efektif mengidentifikasikan varians yang terjadi ke tingkat manajemen
terendah. Varians bersifat hierarkis. Varians dimulai dengan kinerja unit bisnis
keseluruhan yang dibagi menjadi varians pendapatan dan varians beban. Varians
pendapatan dibagi lebih lanjut menjadi varians volume dan varians harga untuk unit bisnis
keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggung jawab pemasaran dalam unit
tersebut.Varians tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area dan distrik penjualan.
Kerangka analisis yang digunakan dalam analisis varians meliputi ide-ide berikut ini :
Mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba
Merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kunci
tersebut
Fokus pada dampak laba dari variasi dalam setiap faktor penyebab
Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari
setiap faktor penyebab dengan cara menvariasikan satu faktor saja sementara
faktor-faktor lainnya dianggap konstan.
Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkat
akal sehat yang paling mendasar.
Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di tingkat
yang baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor
penyebab yang mendasari varians laba keseluruhan.
1. Varians pendapatan
Dalam bagian ini dijelaskan bagaimana menghitung varians harga, volume dan bauran
penjualan. Perhitungan tersebut dibuat untuk setiap lini produk, dan hasil dari lini
produk kemudian diagregasikan untuk menghitung total varians. Varians yang positif
adalah menguntungkan, Karena hal tersebut mengindikasikan bahwa laba aktual
melebihi laba yang dianggarkan, dn varians yang negatiif tidak menguntungkan.
a. Varians Harga Penjualan
Varians harga penjualan dihitung dengan mengalikan selisih antara harga aktual
dan harga standar dengan volume aktual. Perhitungan ini ditunjukkan dalam
tampilan di bawah ini. Tampilan tersebut menunjukkan bahwa varians harga
tersebut adalah tidak menguntungkan sebesar $75.000
Produk Total
A B C
Volume aktual (dalam unit)
Harga aktual per unit
Harga anggaran per unit
Kelebihan/kekurangan aktual
terhadap anggaran per unit
Varians harga yang
100
0.90
1,00
0.10
(10)
200
2.05
2,00
0.05
10
150
2.50
3,00
(0.50)
(75)
(75)
menguntungkan/tidak
menguntungkan
a. Varians Bauran dan Volume
Seringkali varians bauran dan volume tidak dipisahkan. Persamaan untuk
gabungan dari varians bauran dan volume adalah :
Varians bauran dan volume = (Volume aktual-volume yang dianggarkan) *
kontribusi per unit yang dianggarkan
Perhitungan dari varians bauran dan volume ditunjukkan dalam tampilan dibawah
ini
(1)
Produk
(2)
Volume
aktual
(3)
Volume
anggaran
(4)
Selisih
(2) (3)
(5)
Kontribusi
per unit
(6)
Varians (4)
x (5)
A
B
C
Total
100
200
150
450
100
100
100
300
-
100
50
-
$ 0.90
1,20
-
$ 90
60
150
Varians tersebut menguntungkan sebesar $ 150.000.
Varians volume diakibatkan dari menjual lebih banyak unit daripada yang
dianggarkan. Varians bauran diakibatkan dari menjual proporsi produk yang
berbeda dari yang diasumsikan dalam anggaran.
b. Varians Bauran
Varians bauran untuk masing-masing produk diperoleh dari persamaan berikut ini
:
Varians bauran = ((Total volume penjualan aktual * proporsi yang dianggarkan)
(Volume penjualan aktual)) * Kontribusi per unit yang
dianggarkan
Perhitungan dari varians bauran ditunjukkan dibawah ini. Dalam contoh ini
terlihat bahwa proporsi produk B yang lebih tinggi dan proporsi produk A yang
lebih rendah terjual. Karena produk B memiliki kontribusi per unit yang lebih tinggi
dari produk A, maka varians baurannya adalah menguntungkan, sebesar $ 35.000
(1)
Produk
(2)
Proporsi
anggaran
(3)
Anggaran
bauran
pada
volume
(4)
Penjualan
aktual
(5)
Selisih
(3)
(4)
(6)
Kontribusi
per unit
(7)
Varians
(5) x (6)
aktual
A
B
C
Total
1/3
1/3
1/3
450
150*
150
150
450
100
200
150
(50)
50
-
$ 0.20
$ 0.90
-
$ (10)
$ 45
-
$ 35
c. Varians volume
Varians volume dapat dihitung dengan cara mengurangkan varians bauran dari
gabungan antara varians bauran dan varians volume. Berarti $ 150.000 dikurangi
dengan $35.000, atau $ 115.000. Hal ini juga dapat dihitung untuk setiap produk
sebagai berikut :
Varians volume = ((Total volume penjualan aktual) * (persentase yang
dianggarkan))- ((Penjualan yang dianggarkan) * (Kontribusi per unit yang
dianggarkan)).
Perhitungan varians volume ditunjukkan dalam tampilan di bawah ini :
(1)
Produk
(2)
Anggaran
bauran
pada
volume
aktual
(3)
Volume
anggaran
(4)
Selisih
(2) (3)
(5)
Kontribusi
per unit
(6)
Varians
Volume
A
B
C
Total
150
150
150
450
100
100
100
300
50
50
50
150
$ 0.20
0.90
1.20
$ 10
40
60
115
d. Analisis Pendapatan lainnya
Produk Total
A B C
Varians harga
Varians bauran
Varians volume
Total
$ (10)
(10)
10
$ (10)
45
45
$ (75)
-
60
$ (75)
35
e. Penetrasi pasar dan volume industri
Salah-satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkan varians bauran
dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam pangsa pasar
dan jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam volume industry. Prinsipnya
adalah bahwa manajer unit bisnis bertanggung jawab atas volume industri karena
hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Persamaan berikut ini
digunakan untuk memisahkan dampak penetrasi pasar dari volume industry untuk
varians bauran dan volume:
Varians pangsa pasar = ((Penjualan aktual)-(volume industri))* Penetrasi pasar
yang dianggarkan * kontribusi per unit yang dianggarkan
Sedangkan varians volume industri = (Volume industry aktual-Volume industri
yang dianggarkan) * Penetrasi pasar yang
dianggarkan*kontribusi per unit yang
dianggarkan
1. Varians Beban
a. Biaya Tetap
Varians antara biaya tetap aktual dengan yang dianggarkan didapat dari
pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak dipengaruhi baik oleh volume penjualan
maupun volume produksi. Hal ini dapat ditunjukkan dalam tampilan dibawah ini :
Aktual Anggaran Varians
menguntungkan
arau tidak
menguntungkan
Overhead tetap
Beban penjualan
Beban administrasi
Total
$ 75
55
30
160
$ 75
50
25
150
$ -
(5)
(5)
(10)
b. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang bervariasi secara langsung dan proporsional
dengan volume. Biaya produksi variabel yang dianggarkan harus disesuaikan
dengan volume produksi aktual. Asumsikan bahwa produksi bulan januari adalah
sebagai berikut : Produk A, 150.000 unit; produk B, 120.000 unit; produk C,
200.000 unit. Asumsikan juga bahwa biaya produksi variabel yang terjadi dalam
bulan januari adalah sebagai berikut : bahan baku $ 47.000; tenaga kerja, $ 65.000;
overhead pabrik variabel, $ 90.000. Tampilan dibawah ini menunjukkan biaya
variabel standar per unit.
Produk Total Aktual Varians yang
menguntungkan
(tidak
A B C
menguntungkan)
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead
(variabel)
Total
$ 75
15
30
120
$ 84
18
30
132
$ 300
20
40
360
459
53
100
612
$ 470
65
90
625
$ (11)
(12)
10
(13)
2. Rangkuman Varians
Ada beberapa cara dengan mana varians dapat dirangkum dalam suatu laporan bagi
manajemen. Laporan ini terutama digunakan karena jumlahnya dapat ditelusuri
dengan mudah ke tampilan-tampilan sebelumnya. Bentuk lain penyajian untuk
varians-varians tersebut adalah dengan menunjukkan jumlah aktual beserta dengan
variansnya. Hal ini memberikan indikasi mengenai rekatif pentingnya setiap varians
sebagai bagian dari total pendapatan atau beban yang terkait. Tampilannya sebagai
berikut :

Laba aktual
Laba yang dianggarkan
Varians
Analisis Varians-Menguntungkan/(tidak menguntungkan)
Varians Pendapatan:
Harga
Bauran
Volume
Varians pendapatan bersih
Varians biaya variabel
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead variabel
Varians biaya variabel bersih
Varians biaya tetap
Beban penjualan
Beban administrasi
Varians biaya tetap bersih
Varians
$ 132
80
52
$ (75)
35
115
$ 75
$ (11)
(12)
10
$ (13)
$ (5)
(5)
$ (10)
$ (52)
A. Variasi dalam Praktek
1. Periode waktu perbandingan
Contoh tersebut membandingkan anggaran bulan Januari dengan aktualnya. Beberapa
perusahaan menggunakan kinerja untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu
sebagai dasar perbandingan. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni, akan
digunakan jumlah yang dianggarkan dan jumlah aktual untuk enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni, daripada jumlah untuk bulan Juni saja. Perusahaan-perusahaan
lain membandingkan anggaran untuk satu tahun penuh dengan estimasi sekarang atas
kinerja aktual untuk tahun bersangkutan. Jumlah aktual untuk laporan yang disiapkan
per tanggal 30 Juni akan terdiri dari angka aktual untuk enam bulan pertama ditambah
estimasi terbaik saat ini atas pendapatan dan beban untuk enam bulan berikutnya.
2. Fokus pada Margin Kotor
Dalam contoh tersebut, diasumsikan bahwa harga jual dianggarkan untuk tetap konstan
sepanjang tahun tersebut. Di banyak perusahaan, perubahan dalam biaya atau faktor-
faktor lainnya diperkirakan akan mengarah kepada perubahan dalam harga jual, dan
tugas dari manajer pemasaran adalah untuk memperoleh margin kotor yang
dianggarkan-yaitu, penyebaran yang konstan antara biaya dan harga jual. Margin kotor
per unit adalah selisih antara harga jual dengan biaya produksi.
3. Standar Evaluasi
Dalam sistem pengendalian manajemen, standar formal digunakan dalam evaluasi
laporan atas aktiva aktual terdiri atas tiga jenis : (1) standar atau anggaran yang telah
ditetapkan sebelumnya; (2) standar historis; atau (3) standar eksternal.
a. Standar atau Anggaran yang Telah Ditetapkan Sebelumnya
Standar ini merupakan dasar terhadap mana kinerja aktual diperbandingkan di
banyak perusahaan.
b. Standar Historis
Ini merupakan catatan dari kinerja aktual yang telah lewat. Hasil dari bulan berjalan
dapat dibandingkan dengan hasil bulan sebelumnya, atau dengan hasil dari bulan
yang sama di tahun sebelumnya.
c. Standar Eksternal
Ini adalah standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawab lain atau
perusahaan-perusahaan lain dalam industry yang sama. Kinerja dari satu kantor
cabang penjualan dapat dibandingkan dengan kinerja dari kantor cabang penjualan
lainnya.
B. Keterbatasan Varians
Walaupun analisis varians adalah alat yang ampuh, alat tersebut memiliki beberapa
keterbatasan. Keterbatasan yang paling penting adalah bahwa walaupun analisis ini
mengidentifikasikan di mana varians terjadi, tetapi tidak mengatakan mengapa varians ini
terjadi atau apa yang dilakukan mengenainya. Misalnya, laporan tersebut mungkin saja
menunjukkan adanya varians signifikan yang tidak menguntungkan dalam beban
pemasaran, dan mungkin saja mengidentifikasikan varians ini dengan beban promosi
penjualan yang tinggi. Tetapi, laporan tersebut tidak menjelaskan mengapa beban promosi
penjualan tinggi dan apa, jika ada, tindakan yang sedang dilakukan. Penjelasan naratif,
yang melengkapi laporan kinerja, seharusnya memberikan penjelasan semacam itu.
ANALISIS LAPORAN KINERJA KEUANGAN
A. Menghitung Varians
Analisis yang seksama mengidentifikasikan penyebab dari varians dan unitorganisasi yang
bertanggung jawab untuk itu. Sistem yang efekif mengidentifikasikan varians yang terjadi ke
tingkat manajemen terendah. Variansbersifat hierarkis sebagaimana ditampilkan dalam gambar
berikut.



Tertanam di dalam anggaran laba adalah perkiraan-perkiraan tertentumengenai kondisi
dari industri secara keseluruhan dan pangsa pasar perusahaan,harga jualnya, dan struktur
biayanya. Hasil dari perhitungan varians lebih dapatditindaklanjuti bila perubahan dalam
hasil aktual dianalisis terhadap masing-masing perkiraan ini. Kerangka analisis yang digunakan
dalam analisis variansmeliputi ide-ide berikut ini :
Mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba.
Merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kuncitersebut.
Fokus pada dampak laba dari variai dalam setiap faktor penyebab.
Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan darisetiap
faktor penyebab dengan cara memvariasikan satu faktor saja sementarafaktor-faktor
lainnya dinggap konstan.
Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkatakal
sehat yang paling mendasar (mengupas bawang).
Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan ditingkat yang
baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasanmengenai faktor-faktor
penyebab yang mendasari varians laba keseluruhan.
1. Varians Pendapatan
Total varians
Biaya variabel
Dalam bagian ini, dijelaskan mengenai bagaimana menghitung variansharga, volume dan
bauran penjualan. Perhitungan tersebut dibuat untuk setiaplini produk, dan hasil dari lini
produk kemudian diagregasikan untuk menghitung total varians.
Varians harga penjualan dihitung dengan mengalikan selisih antaraharga aktual dan harga
standar dengan volume aktual.
a. Varians Bauran dan Volume
Seringkali varians bauran dan volume tidak dipisahkan. Persamaangabungan dari varians
bauran dan volume adalah :Varians bauran dan volume = (Volume aktual Volume
yangdianggarkan)* Kontribusi per unit yang dianggarkan
b. Varians Bauran
Varians bauran untuk masing-masing produk diperoleh dari persamaanberikut ini :Varians
bauran = [(Total volume penjualan aktual * Proporsi yangdianggarkan) (Volume penjualan
aktual)]* Kontribusi per unit yang dianggarkan
c. Varians Volume
Varians volume dapat dihitung dengan cara mengurangkan variansbauran dari gabungan antara
varians dan varians volume.Varians volume = [(Total volume penjual aktual) * (Persentase
yangdianggarkan)] [(Penjualan yang dianggarkan) *(Kontribusi per unit yang
dianggarkan)]
d. Penetrasi Pasar dan Volume Industri
Salah satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkanvarians bauran dan
volume menjadi jumlah yang disebabkan olehperbedaan dalam volume industri. Persamaan
berikut digunakan untuk memisahkan dampak penetrasi pasar dari volume industri untuk
variansbauran dan volume :Varians pangsa pasar = [(Penjualan aktual) (Volume industri)]*
Penetrasi pasar yang dianggarkan* Kontribusi per unit yang dianggarkan

2. Varians Beban
a. Biaya Tetap
Varians antara biaya tetap aktual dengan yang dianggarkan didapat daripengurangan, karena
biaya-biaya ini tidak dipengaruhi baik oleh volume penjualan maupun volume produksi.
b. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang bervariasi secara langsung danproporsional dengan volume.
Biaya produksi variabel yang dianggarkanharus disesuaikan dengan volume produksi aktual.

B. Variasi dalam Praktik
1. Periode Waktu dari Perbandingan
Perbandingan antara anggaran tahunan dengan dengan perkiraan saatini akan kinerja
aktual untuk satu tahun penuh memnunjukkan seberapa dekatmanajer unit bisnis
memperkirakan akan memenuhi target laba tahunan. Bilakinerja untuk tahun tersebut sampai
dengan tanggal tertentu lebih buruk dibandingkan dengan anggaran untuk tahun terseut
sampai tanggal itu, adalahmungkin bahwa defisit yang terjadi akan dapat diatasi di bulan-bulan yangtersisa.
Di sisi lain, kekuatan-kekuatan yang membuat kinerja aktual berada dibawah anggaran
untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu dapatdiperkirakan akan berlanjut di
bulan-bullan berikutnya, sehingga membuatangka akhir berbeda secara signifikan dari jumlah
yang dianggarkan.
Manajemen senior membutuhkan estimasi laba yang realistis untuk setahunpenuh, baik
karena hal itu menandakan perlunya mengubah kebijakan dividen,mendapatkan tambahan
untuk kas, atau mengubah tingkat pengeluarandiskresioner, maupun karena estimasi saat ini
akan kinerja tahun tersebutseringkali diberikan kepada analisis keuangan atau pihak luar
lainnya.
2. Fokus pada Margin K otor
Di banyak perusahaan, perubahan dalam biaya atau faktor-faktor lainnya diperkirakan
akan mengarah kepada perubahan dalam harga jual, dan tugas dari manajer pemasaran adalah
untuk memperoleh margin kotor harga yang dianggarkanyaitu, penyebaran yang konstan
antara biaya dan hargajual. Kebijakan semacam itu tidak akan memiliki varians harga jual.
Kebijakansemacam itu terutama penting dalam periode inflasi. Suatu analisis variansdalam
sistem semacam itu tidak akan meiliki varians harga jual. Melainkan,akan ada varians margin
kotor. Margin kotor per unit adalah selisih antaraharga jual dengan biaya produksi.
Analisis varians dilakukan dengan mensubstitusi margin kotor untuk harga jual dalam
persamaan pendapatan.
Margin kotoe adalah selisih antaraharga jual aktual dengan biaya produksi standar. Biaya
produksi standar saatini harus mempertimbangkan perubahan dalam biaya produksi
yangdisebabkan oleh perubahan dalam tarif upah dan harga bahan baku. Biayastandar
terseebut, dan bukan biaya aktualnya, digunakan agar inefisiensiproduksi tidak memengaruhi
kinerja dari organisasi pemasaran.
3. Standar Evaluasi
Dalam sistem pengendalian manajemen, standar formal digunakandalam eavaluasi laporan
atas aktivitas dan terdiri atas tiga jenis, yaitu standar atau anggaran yang telah ditetapkan
sebelumnya, standar historis, dan standar eksternal.
a. Standar atau Anggaran yang Telah Ditetapkan Sebelumnya
Bila dipersiapkan dan dikoordinasikan secara berhati-hati, makamerupakan standar yang
unggul. Standar ini merupakan dasar terhadapmana kinerja aktual diperbandingkan di banyak
perusahaan.Ini merupakan catatan dari kinerja aktual yang telah lewat. Hasil dariulan berjalan
dapat dibandingkan dengan hasil bulan sebelumnya, ataudengan hasil dari bulan yang sama di
tahun sebelumnya. Standar jenis ini memiliki dua kelemahan yang serius: (1) kondisi mungkin
saja berubahantara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandinganmenjadi
tidak valid lagi; dan (2) kinerja periode sebelumnya mungkin sajatidak dapat diterima.
b. Standar Eksternal
Ini adalah standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawablain atau perusahaan-
perusahaan laindalam industri yang sama. Kinerja dari satu kantor cabang penjualan dapat
dibandingkan dengan kinerja darikantor cabang penjualan lainnya.
d. Keterbatasan Standar Varians antara kinerja aktual dan standar adalah bermakna hanya
jikaditurnkan dari standar yang valid. Walaupun sangat mudah untuk mengacupada varians yang
menguntungkan atau tidak menguntungkan, kata-kataini mengimplikasikan bahwa standar adalah
ukuran yang andal mengenaibagaimana kinerja yang seharusnya. Bahkan biaya standar
mungkin bukanmerupakan estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnyadalam
situasi tersebut. Situasi ini dapat muncul karena salah satu ataukedua alasan: (1) standar
tersebut ditetapkan dengan selayaknya, atau (2)walaupun standar tersebut ditetapkan secara
layak dalam kondisi yang adapada waktu itu, kondisi yang berubah membuat standar tersebut menjadi
usang.
4. Sistem Biaya Penuh
Jika perusahaan memiliki sistem biaya penuh (full-cost system), baik biaya overhead variabel
maupun tetap dimasukkan dalam persediaan padabiaya standar per unit. Jika persediaan akhir
lebih tinggi dibandingkan denganpersediaan awal, sebagian dari biaya overhead tetap yang
terjadi di periodetersebut tetap akan tinggal di persediaan dan bukannya mengalir ke
hargapokok penjualan.
5. Jumlah Rincian
Varians pendapatan dianalisis pada beberapa tingkatan: pertama,secara total; kemudian
berdasarkan volume, bauran, dan harga; lalumenganalisis varians volume dan bauran
berdasarkan volume industri danpangsa pasar.
6. Biaya Teknik dan Biaya Diskresioner
Varians yang menguntungkan dalam biaya teknik biasanyamerupakan indikasi dari
kinerja yang baik; yaitu semakin rendah biayanyamaka semakin baik kinerjanya. Hal ini
bergantung pada kualifikasi bahwakualitas dan pengantaran tepat waktu dinilai memuaskan.
Sebaliknya, kinerja dari pusat beban kebijakan biasanya dinilaimemuaskan apabila beban
aktual hampir setara dengan jumlah yangdianggarkan, tidak lebih tinggi maupun lebih rendah.
Hai ini disebabkankarena varians yang menguntungkan dapat mengindikasikan bahwa
pusattanggung jawab tersebut tidak melaksankan dengan mencukupi fungsi-fungsiyang disetujui akan
dilaksanakan olehnya. Karena beberapa elemen dalampusat beban kebijakan secar fakta
merupakan beban teknik, varians yangmenguntungkan adalah benar-benar menguntungkan
untuk elemen-elemen ini.
C. Keterbatasan Analisis Varians
Walaupun analisis varians adalah alat yang ampuh, alat tersebut memilikibeberapa
keterbatasan. Keterbatasan yang peling penting adalah bahwa walaupunanalisis ini
mengidentifikasikan di mana varians terjadi, tetapi tidak mengatakanmengapa varians ini
terjasi atau apa yang dilakukan mengenainya.
Masalah kedua dalam analisis varians adalah untuk menentukan apakahsuatu varians adalh
signifikan. Teknik statistik dapat digunakan untuk menentukanapakah ada perbedaan antara
kinerja aktual dan standar untuk beberapa prosestertentu; teknik-teknik ini umumnya disebut
sebagai pengendalian mutu secarastatistik.Ketebatasn ketiga dari analisis varians adalah bahwa
ketika laporan kinerjamenjadi lebih teragregasi, varians yang saling meniadakan dapat
menyesatkan pembacanya.
Demikian pula, ketika varians menjadi semakin teragregasi, paramanajer menjadi semakin
bergantung pada penjelasan-penjelasan dan prediksiyang menyertainya.
Tindakan Manajemen
Ada satu prinsip utama dalam menganalisis laporan keuangan formal; Laporan laba
bulanan sebaiknya tidak berisi hal-hal yang tak terduga. Informasiyang signifikan harus
dikomunikasikan secepatnya melalui telepon, faks, e-mail,atau pertemuan pribadi segera
setelah hal itu diketahui. Laporan formalmengonfirmasikan kesan umum bahwa manajer senior
telah mengetahui darisumber-sumber tersebut.