Anda di halaman 1dari 9

PENGERTIAN ALKILASI

Alkilasi merupakan penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi


molekul yang lebih panjang dan bercabang. Dalam proses ini menggunakan katalis
asam kuat seperti H2SO4, HCl, AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). Reaksi secara umum
adalah sebagai berikut: RH + CH2=CRR panah R-CH2-CHRR.
REAKSI ALKILASI
Reaksi alkilasi dengan katalis asam dimulai dengan pembentukan ion
karbonium (C+4H9 ) dengan mentransfer proton (H+) dari katalis asam ke molekul
umpan olefin, dan kemudian ion karbonium tersebut berkombinasi dengan
molekul jumpan isobutana untuk menghasilkan kation tertier butil (iso C+ 8H9).
Reaksi antara kation tertier butil tersebut dengan umpan butilena-1 dan butilena-2
akan membentuk masing-masing ion karbonium oktil (iso C+8H17) dengan dua
cabang (dimetil) dan tiga cabang (trimetil) yang selanjutnya akan bereaksi dengan
molekul umpan isobutana untuk menghasilkan produk alkilat isooktana yaitu masing-
masing bercabang dua dan tiga metal.
1. Mekanisme Reaksi Alkilasi
Dengan isomerisasi umpan butilena-1 menjadi butilena-2 yang kemudian
berkombinasi dengan umpan isobutana, maka produk alkilasi akan menghasilkan
isooktana bercabang tiga metil, berangka oktana lebih tinggi. Salah satu reaksi
penting dalam proses alkilasi propilena adalah terbentuknya isobutilena dari hasil
kombinasi kedua molekul umpan propilena dan isobutana, dan berkombinasinya
molekul isobutilena tersebut dengan umpan isobutana akan menghasilkan produk
isooktana bercabang tiga metil yang berangka oktana -RON -100. Isobutilena tersebut
terbentuk dengan timbulnya transfer hidrogen dari isobutana ke propilena. Reaksi
alkilasi adalah eksotermis dengan pelepasan panas reaksi sekitar 124.000140.000
BTU per barel isobutana bereaksi.
2. Alkilasi Asam Sulfat
Pada proses alkilasi asam sulfat, komponen gasoline dengan angka oktan
tinggi dibuat melalui reaksi isobutana dengan olefin. Butilena merupakan senyawa
yang paling umum dipakai, karena produk yang dihasilkan mempunyai kualitas tinggi
dan dapat diperoleh hanya dengan sedikit asam sulfat dibandingkan dengan olefin
lainnya, jika diproses pada kondisi operasi yang sama.
Didalam industri minyak bumi, umpan isobutana dan butilena sebagian besar berasal
dari hasil perengkahan berkatalis. Isobutana sebagian kecil juga terdapat dalam
minyak mentah bersama-sama dengan normal butane. Reaksi yang terjadi pada
alkilasi dengan asam sulfat sebagai katalis adalah :
Umpan Butana-butilena (BB) yangberasal dari berbagai operasi perengkahan
adalah suatu campuran isobutilena, butilena-1, butilena-2, isobutana dan normal
butane dengan sedikit butadiene. Semua olefin-olefin ini termasuk kedalam reaksi
yang akan menghasilkan alkilat. Alkilat tersebut esensinya merupakan campuran
2,2,4 trimetil pentane : 2,2,3 trimetil pentane dan 2,3,4 trimetil pentane.
Secara garis besar unit alkilasi itu terdiri menjadi 3 bagian yaitu :
1. Bagian Reaktor dan Treating
2. Bagian Pendingin
3. Bagian Fraksionasi
Umpan masuk reactor adalah isobutana yang konsentrasinya tinggi dengan
kemurnian 85-90 % (berat), stok olefin yang biasanya campuran BB dari berbagai
hasil operasi perengkahan dan reforming. Kedua jenias umpan tersebut bila
diperlukan dipanaskan dengan larutan soda untuk memisahkan H2S dan merkaptan
yang terdapat didalam umpan. Kadar soda dalam larutan dicuci. Pencucian soda (soda
setter) dijaga 5-6
o
Be atau 2 % NaOH. Untuk menekan terjadinya reaksi samping \,
terutama polimerisasi, maka dipakai umpan isobutana dalam jumlah yang besar,
sekitar 4-5 kali jumlah olefin. Didlam reactor terjadi daur-ulang antara isobutana dan
asam sulfat jenuh dengan isobutana yang akan menaikkan nisbah isobutana/olefin
didalam reactor menjadi 400-500.

Jika menggunakan asam sulfat sebagai katalis, maka reaksi harus terjadi pada
suhu rendah untuk menekan terjadinya reaksi berkelanjutan atau polimerisasi. Suhu
reactor biasanya dijaga sekitar 7C

atau 45F, dimana suhu operasi beragam antara 0-
20C atau 32-68F. Operasi pada suhu dibawah 0 derajat tidak menarik karena dapat
menaikkan viskositas emulsi campuran asam/hidrokarbon dan memberi kemungkinan
terjadinya pembekuan asam sehingga menyulitkan dalam operasinya. Sebaliknya
suhu diatas 20C juga tidak menarik karena samngat cenderung mempercepat reaksi
polimerisasi yang akan menyebabkan kenaikan konsumsi asam dan menurunkan
yield alkilat. Tekanan operasi tidak begitu berpengaruh terhadap efisiensi alkilasi.
Tekanan system harus tinggi untuk menjaga hidrokarbon berada dalam fasa cairan
dan perbedaan hidraulik cukup untuk mengatur fluida mengalir dalam system reactor.

Katalis asam sulfat dengan konsentrasi 98% (berat) dimasukkan secara terus-
menerus atau dengan secara injeksi asam dari belakang. Nisbah asam dan
hidrokarbon didalam reactor adalah 1:1. Penambahan asaam segar didalam reactor
dilakukan apabila konsentrasinya kurang dari 88% (berat). Kualitas alkilat. Yoeld
alkilat dan umur katalis asam merupakan fungsi daripada komposisi umpan masuk
dan kondisi operasi dalam reactor.
Alkilasi untuk Industri Minyak Bumi
_ Alkilat untuk bahan bakar motor dan pesawat terbang yang berkualitas tinggi
_ Alkilat dibuat dengan reaksi olefin dengan parafin atau isoparafin secara komersiil.

cara:
a. alkilasi termal fase uap
b. alkilasi katalitik dengan HF, H 2SO4, AlCl3, hidrokarbon, semua fase cair

_ Yang perlu diingat, baik fase uap atau fase cair, olefin yang digunakan
konsentrasinya rendah untuk mencegah polimerisasi dan parafin konsentrasi tinggi.
Perbandingan isoparafin: olefin (3-8). Kelebihan isoparafin dipisahkan dan
dikembalikan lagi.

Termal alkilasi
Produk utama termal alkilasi adalah neoheksana yang mempunyai bilangan
oktana 104,8. Kondisi termal alkilasi adalah 5000 psi dan 950
o
F. (kondisi yang sangat
mengkhawatirkan)

1.Proses Alkilasi
Proses alkilasi dari umpan campuran antara molekul olefin C3/C4/C5 dan isoparafin C4
dengan bantuan katalis asam, adalah untuk pembuatan produk alkilat berangka oktana tinggi yang
merupakan salah satu komponen utama bensin. Umpan olefin yaitu propilena, butilena dan amilena
diperoleh dari proses rengkahan baik termal (coking dan visbreaker) maupun katalitik (rengkahan
katalitik). Sumber isoparafin sepertiisobutana dan isopentana dihasilkan dari proses perengkahan
katalitik, reformasi katalitik, penghidrorengkahan dan proses isomerisasi butana dan pentana.
Isobutana lebih banyak dipakai pada proses alkilasi daripada isopentana yang dapat langsung dipakai
sebagai komponen bensin.
Umpan olefin dan iso-parafin harus kering dengan kandungan sulfur rendah untuk
mengurangikebutuhan katalis asam dan menjaga mutu produknya. Rasio tinggi antara iso-butana
dan olefinmenghasilkan produk alkilat berangka oktana tinggi dengan titik didih akhir rendah.
Angkaoktana (RON) produk alkilat dari berbagai jenis umpan olefin propilena, butilena,
isobutilena,amilena dan propilena/ butilena adalah sekitar 88 97. Karakteristik produk alkilat dari
berbagai jenis umpan olefin disajikan pada Tabel 3.25.
Pada temperatur tinggi, reaksi akan menghasilkan produk alkilat berangka oktana
tinggidengan titik didih akhir rendah, tetapi reaksi alkilasi tidak berjalan baik pada temperatur <35
o
C.
Proses alkilasi dengan katalis asam sulfat lebih sensitive terhadap temperatur reaktor daripadadengan
katalis asam fluorida. Tekanan operasi harus cukup untuk menjaga hidrokarbon umpandan katalis
asam dalam keadaan cair. Pada kondisi operasi yang sama, karakteristik produk alkilat tidak berbeda
banyak bila menggunakan katalis asam baik asam sulfat maupun asamfluorida. Tabel 3.25
Karakteristik Alkilat dari Berbagai Jenis Umpan OlefinSecara kimia reaksi alkilasi dapat dilakukan
dengan 2 cara, yaitu :
A. Alkilasi Katalis
Suhu reaksi berkisar antara 30 105
0
F dan tekanan 1 atm 150 psig.
Katalis yang banyak digunakan, yaitu :
Proses Alkilasi Asam Fluorida diperkenalkan oleh Phillips Petroleum Company pada
tahun 1942.
Proses Alkilasi Aluminium Khlorida di operasikan oleh Phillip selama Perang Dunia.
Proses Alkilasi Katalis Asam Sulfat telah di mulai di Amerika Serikat pada tahun 1938
oleh Shell Oil Company. Pada proses ini, komponen gasolin dengan angka oktan
tinggidibuat melalui reaksi isobutana dengan olefin. Butilen merupakan senyawa yang
palingumum dipakai, karena produk yang dihasilkan mempunyai kualitas tinggi dan dapat
diperoleh hanya dengan sedikit Asam Sulfat dibandingkan dengan olefin lainnya,
jikadiproses pada kondisi operasi yang sama.
B. Alkilasi Termis
Alkilasi termis adalah alkilasi yang mengolah etilena yang diikuti oleh propilena, butena,dan
isobutilena dengan bantuan panas





Alkilat mengandung iso paraffin dan bebas dari hidrokarbon tak jenuh (olefin danaromatic).
Pemakaian alkilat pada pembuatan bensin ramah lingkungan di Amerika Serikat padatahun 2003 (3)
sekitar 15 % volume. Komposisi molekul isoparafin dari alkilat disajikan padaTabel.

Sehubungan dengan katalis asam bekas dapat mencemari lingkungan, maka beberapa
industri katalis sedang mengembangkan katalis baru yaitu suatu butir padat identik dengan katalis
heterogen industri lainnya, tetapi belum ada informasi lengkap yang dipublikasikan.Kondisi operasi
identik dengan proses alkilasi dengan memakai katalis HF yaitu temperaturreaktor 10 - 40
o
C, dan
rasio isobutana/olefin sekitar 10/15:1.
Alkilasi dengan katalisator HF
Reaksi alkilasi olefin dengan isoparafin menggunakan katalisator HF cair
anhidrid. Alkilat berkualitas tinggi dihasilkan dari reaksi isobutilena dengan
isobutana membentuk isooktana (2,2,4-trimetilpentana). Untuk menyempurnakan
reaksi perlu pengadukan karena hidrokarbon hanya sedikit larut dalam HF cair. Suhu
reaksi 27
o
C dan waktu kontak 5 menit.
Hidrokarbon yang terbentuk dalam alkilasi menggunakan katalisator HF

Alkilasi isobutana dengan propilena

Alkilasi isobutana dengan butilena


Kelebihan alkilasi katalis HF
1. Proses yang terjadi berlangsung secara cepat.
2. Kebutuhan tempratur di reaktor tidak terlalu tinggi.
3. Penggunaan katalis HF di reaktor sedikit karena dapat di regenerasi, sehingga
biaya yang digunakan lebih rendah.
4. Dapat menggunakan refrigeran berupa air.
Kekurangan alkilasi katalis HF
1. Reaksi berlangsung lebih cepat maka konversi yang di dapat lebih
rendah.Maka nilai oktan yang didapat di banding katalis H2SO4 lebih rendah.
2. Handling peralatan katalis HF lebih sulit karena lebih volatil dan berbahaya.
3. Katalis HF juga kurang baik pada lingkungan karena dapat menyebabkan
hujan asam.
Perbandingan alkilasi katalis HF dan H2SO4
1. Kondisi operasi katalis HF tidak terlalu sensitif terhadap tempratur reaktor,
sedangkan H2SO4 lebih sensitif terhadap tempratur reaktor.
2. Pada katalis HF didapatkan produk Avgas dan sabun sintesis berupa lilin,
sedangkan H2SO4 produk berupa bensin dengan nilai oktan yang tinggi.