Anda di halaman 1dari 21

Keracunan Jengkol

Keracunan Jengkol disebut Jengkolan atau

Jengkoleun
Penyebab keracunan adalah Asam Jengkolat

S CH2 CHNH3 - COOH


CH2
S CH2 CHNH3 - COOH

Biji Jengkol : Pitecolobium lobatum

Djaeni : Jengkol mengandung :

protein, pro vitamin A

Karbohidrat, minyak

Heyne : Jengkol mengandung :


Karbohidrat, minyak eterik

Tapi, juga mengandung 2 % asam jengkolat

Faktor yang memudahkan keracunan


1. Jumlah biji yang dimakan
2. Cara menghidangkan
Mentah (lalap), goreng, bakar, rebus,
ditanam dulu
3. Makanan lain yang dimakan bersamaan dengan
jengkol :
Makanan yang sepat dan asam
4. Faktor alergi
Baru makan, biji urine (+) kristal
3 5 jam makan, banyak urine (+) kristal
5. Faktor varietas Jengkol
Gejala Klinik

Keracunan Jengkol dapat berlangsung dalam 3


tingkatan
1. Keracunan ringan
Gejala ringan : nyeri pinggang, kencing warna
merah
2. Keracunan berat

Oligouri
3. Keracunan sangat berat
Anuri

Gejala klinis :

56% timbul antara 5 12 jam

34% timbul antara 12-36 jam

Umumnya gejala-gejala mulai dengan


1. Nyeri perut dan muntah
2. Nyeri pinggang atau nyeri waktu kencing
3. Sesudah air seni sedikit-sedikit keluar, keluar
benda-benda putih/ kristal putih disusul tetesan
darah
4. Oligouri sampai anuri (bisa sampai 7 hari)
5. Napas, mulut, air seni bau jengkol (sangat khas)
6. Kesadaran umumnya tidak menurun, kecuali ada
uremi hebat
7. Perut lemas, Kandung kemih teraba penuh
8. Kadang-kadang ginjal teraba membesar dan bisa
ada asites

9. Kristal asam jengkolat dalam jumlah banyak dapat


menyebabkan obstruksi dan menyebabkan infiltrat
serta abses di penis, scrotum, perineum dan
sekitarnya
Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan laboratorium menggunakan urine

segar, sebab kristal asam jengkolat cepat menghilang


dalam urine yang jadi alkalis

Warna urine merah karena adanya hematuri

Pada pemeriksaan mikroskopis urine, ditemukan

kristal

berupa

jarum-jarum

runcing,

kadang

menggumpal membentuk ikatan/roset

Dapat ditemukan uremia ringan hingga berat

Penatalaksanaan

Keracunan ringan

Tidak perlu dirawat

Minum banyak air putih

Beri Bicarbonat Natricus (soda)

1 2 gr/hr dalam 4 dosis oral

Keracunan berat

Harus dirawat di RS

Anak yang masih dapat minum dan diuresis baik

selain diberi Bicarbonat Natricus, dirawat sebagai


GNA

Anak yang tidak dapat minum

IVFD Bicarbonat Natricus dalam larutan Glukosa

5 10% selama 4 8 jam. Dosis Bicnat 2 5


meq/kgbb

Anuri berat ( Gagal ginjal akut )

Dialisis peritoneal atau hemodialisis

Penyumbatan uretra karena infiltrat urine pungsi

kandung kemih / kateterisasi


Prognosa

Pada orang dewasa prognosa baik

Pada anak, sering terjadi gagal ginjal kematian

(11%)

Pencegahan
1. Larang makan jengkol
2. Mengurangi kandungan asam jengkolat yang
dimakan dengan cara direbus, bakar, goreng,
ditanam dulu

Keracunan Bongkrek

Bongkrek adalah sejenis tempe yang dalam

proses pembuatannya dicampurkan dengan ampas


kelapa dan kacang tanah

Dalam

proses

pembuatannya

dapat

terjadi

kontamisasi dengan Clostridium botulinum, suatu


kuman anaerob yang membentuk spora

Bacterium cocovenons mengubah gliserinum

manjadi racun toksoflavin

Bongkrek yang telah terkontaminasi dengan

kuman tersebut, jika dimakan dapat menyebabkan


intoksikasi bongkrek
Gejala Klinik

Timbul dalam 12 48 jam

Kematian bisa terjadi dalam 1 8 hari

Biasanya beberapa anggota keluarga terkena

sekaligus

Pusing

Diplopia

Anoreksia

Merasa lemah

Ptosis

Strabismus

Kesukaran bernapas, menelan atau berbicara

Penatalaksanaan

Lavage lambung / Bilas lambung

Katarsis

Beri antitoksin disertai glukosa IV

Untuk

hilangkan

blokade

neuromuskuler

diberikan Guanidin hidroklorida 15 35 mg / kgbb /


hari dalam 3 dosis

Glukosa IV sebaiknya diberikan dengan larutan

garam fisiologis dan plasma diberikan secepatnya


bila ada persangkaan

Keracunan Minyak Tanah (Kerosene)


Insidens : anak usia 1 5 tahun, dengan angka

tertinggi pada usia 1 3 tahun


kecelakaan
Kematian mencapai 4,8 %

(RSU Medan, 1970)


Gejala Klinik

Timbul segera efek iritasi

Timbul kemudian setelah diabsorbsi

GEJALA AWAL :

Rasa terbakar dimulut & tenggorokan

Spasme glotis

batuk, rasa tercekik

Nyeri supra sternal dan epigastrium

Muntah

Sesak napas

sianosis

GEJALA LANJUTAN (sesudah diabsorbsi)

Gejala SSP

Mengantuk, bingung

Gangguan kesadaran koma


Biasanya disertai :

Nadi cepat

Pernapasan cepat

Suhu tubuh meningkat

Lemah

Kelainan pada Hati, ginjal, jantung, limpa, sumsum tulang


kelainan degeneratif dan perdarahan

- Kasus berat : edema paru, hemoptisis, sianosis


hebat, asfiksia kematian
EADE

(1974)

Gejala

umum

akibat

keracunan kerosene

Pneumonitis

Keracunan SSP lemah, gelisah koma

Kelainan alat-alat visceral


Saluran cerna,
miokardiopati
hepatosplenomegali
gangguan ginjal

Pemeriksaan radiologis
Kelainan radiologis bisa terlihat 30 menit setelah

aspirasi

Dalam 12 jam pada hampir semua penderita

Membaik dalam beberapa hari, tapi bisa bulanan

Perbaikan klinis mendahului perbaikan radiologis

Gambaran radiologis :
2 tipe

Tipe aspirasi

Bercak infiltrat / perkabutan yang berkembang


menjadi infiltrasi lobuler atau lobar bagian basal
paru

Tipe Edema

Tampak sebagai granula atau garis-garis infiltrasi


perihiler bilateral. Daerah basal bersih

Penatalaksanaan

Penderita sebaiknya dirawat

Usaha

untuk

merangsang

mengeluarkan

muntah

atau

racun

dengan

dengan obat

kontraindikasi, karena:

Bahaya aspirasi

Batuk

perasaan

tercekik

memperberat

kerusakan paru
Tindakan bilasan lambung sebaiknya dihindari,

karena

merangsang

muntah.

Tapi

ada

yang

menganjurkan bilasan lambung disertai pemasangan


pipa endotrakeal dengan balon untuk menghindari
aspirasi
Yang lebih penting : tindakan suportif

IVFD bila perlu

O2

Antibiotika profilaksis

Depresi SSP beri kafein

Pencegahan terpenting

Penyimpanan

bahan

yang

baik

agar

tidak

terjangkau oleh anak

Hindari anak bermain dekat dengan depot penjual


kerosene

Menghindari

pencemaran,

jangan

meletakkan

kerosene di dekat makanan / minuman

Botol / alat penyimpan diberi tanda peringatan


bahan racun

Keracunan singkong

Singkong mengandung asam sianida / HCN

HCN merupakan racun kuat asfiksia

Mengganggu oksidasi pengangkutan O2 ke


jaringan dengan jalan mengikat enzim cytochrome
oxidase O2 tidak dapat digunakan oleh jaringan
O2 tinggal dalam pemb. darah vena yang berwarna
merah cerah oxyhemoglobine

Ikatan HCN dengan cytochrome oxydase bersifat


reversible

Dosis lethal HCN 60 90 mg

Gejala keracunan singkong

Beberapa menit sampai beberapa jam setelah

makan singkong mual, muntah

Kadang-kadang berak encer

Sesak napas hebat biru

Kesadaran menurun tidak ingat pingsan

Badan dingin, nadi kecil and cepat, kadang-

kadang tidak teraba jantung lemah

Koma keracunan berat

Kandungan HCN pada singkong

Singkong tidak beracun :


HCN 0 50mg / kg singkong segar

Singkong beracun sedang:


HCN 50 100mg

Singkong sangat beracun


HCN > 100mg

Kadar HCN : bagian luar umbi

Kadar HCN : daun singkong

Diagnosis :

Anamnesa

Gejala klinik

Penatalaksanaan :

Thiosulfas Natricus 30% 10-30ml IV pelan-pelan.

Mula-mula suntik 10 ml IV anak dicubit untuk uji


kesadaran. Bila belum sadar beri 10 ml lagi
O2
Bila penderita datang dalam waktu 4 jam setelah

makan coba bilas lambung


Jantung lemah kardiotonika
Dingin selimut
Anak sadar dan KU baik pulang, nasehat 1-2

hari istirahat dan kembali kontrol


Pencegahan

Cari jenis singkong yang mengandung sedikit HCN

Kulit harus dibuang

Setelah singkong dikupas, dipotong-potong,

rendam dalam air mengalir (24 jam).

Jika tidak ada air mengalir rendam dalam air


banyak

selama

berulangkali

24

jam

dan

ganti

airnya

Menghilangkan sisa racun HCN memasak / rebus


singkong dalam air banyak

Daun singkong rendam 3-4 jam dalam air mengalir


atau air sering diganti dan rebus dengan air banyak.
Merebus daun singkong menghilangkan 95% HCN

Keracunan salicylat
Jenis salicylat :

Asam salicylat

Acetyl salicylat (aspirin)

Methyl salicylat
Penggunaan :

Analgetik

Antipiretik

Keratolitik

antirematik

Gejala toksik : salisilismus

Hampir semua kasus : gejala asidosis metabolik

Dosis toksik Natrium salicylat Dewasa :

Dosis toksik : 10 mg atau lebih dalam periode 12-

14 jam. Kadar plasma > 30mg/100ml.


Dosis lethal : 20-30 gr

Anak : dosis 4 ml (2,7 gr) methyl salicylat lethal

Gejala klinik
1. Rasa terbakar di tenggorokan & lambung, didahului
suatu interval asimptomatik beberapa jam
2. Pernapasan cepat dan dalam, anoreksia, apatis
dan lemah (tanda dini keracunan sistemik)
3. Mual, muntah, haus, diare dan dehidrasi berat
4. Nyeri kepala, kepala rasa penuh, pusing, tinitus,
sukar mendengar, pandangan kabur
5. Mudah tersinggung, bingung, disorientasi
6. Delirium, mania, halusinasi, kejang umum
7. Koma yang dalam & kematian gagal pernapasan /
kolaps kardio vaskuler
8. Reaksi lain yang kadang-kadang terjadi
a. Demam tinggi haus, keringatan

b. Perdarahan hipoprotrombinemia
- petekia kulit & membran mukosa
- hematemesis melena
c. Erupsi kulit
- pada penggunaan kronik
- reaksi alergi
9. Alergik
a. Angioneurotik edema
b. edema larynx
c. asfiksia
d. asma
Pemeriksaan Laboratorium

Kadar salicylat di darah 30mg/100ml

Blood CO2 combining power < 20 meq/L

Hematuria, albuminuria

Tes for salicylates in urine


tambahkan beberapa tetes Tincture of
Ferryc chloride ke dalam 5 ml urin
warna violet indikasi ikatan phenol
(salicylates)

Prothrombine level 20% dari normal


Penatalaksanaan
1. Sebelum kumbah lambung emetik, norit
2. Kumbah lambung (efektif sebelum 6 jam)
- air
- larutan bicarbonat natricus 3 5 %
3. Katartik 15 30 mg MgSO4
4. Periksa pH darah
asidosis pemberian alkali
5. Perbaiki dehidrasi & hipoglikemi
infus glukosa / NaCl
6. Perbaiki fungsi ginjal
- rehidrasi
- atasi renjatan
Usahakan urine alkalis, tapi jangan sampai
alkalosis sistemik
7. Dosis kecil barbiturat
- istirahat
- kejang

8. Kompres dingin
9. Vit K dan C, kadang-kadang perlu transfusi darah
10. Hemodialisis / peritoneal dialisis