Anda di halaman 1dari 6

KIMIA POLIMER ORGANIK

POLIESTER

NAMA

: ESTY SYAMURIKHA

NIM

: 1101517

PRODI

: KIMIA

DOSEN

: Dra. Suryelita, M.Si

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2014

Poliester

Pengertian poliester
Poliester adalah sebuah polimer (sebuah rantai dari unit yang berulang-ulang) dimana masingmasing unit dihubungkan oleh sebuah sambungan ester.

Nama lazim dari poliester umum ini adalah poli(etilen tereftalat). Nama sehari-harinya
tergantung pada apakah digunakan sebagai serat atau sebagai material untuk membuat produk
seperti botol untuk minuman ringan.Jika digunakan sebagai serat untuk membuat kain, biasanya
sering hanya disebut poliester. Terkadang juga dikenal dengan nama perdagangannya seperti
Terilen.Jika digunakan untuk membuat botol, biasanya disebut PET.
Pembuatan poliester sebagai sebuah contoh polimerisasi kondensasi
Sebuah poliester dibuat dengan sebuah reaksi yang melibatkan sebuah asam dengan dua gugus COOH, dan sebuah alkohol dengan dua gugus -OH.
Pada poliester umum yang digambarkan di atas terdapat:
Asam benzen-1,4-dikarboksilat (nama lama: asam tereftalat).
Alkohol yaitu etana-1,2-diol (nama lama: etilen glikol).

Senyawa tersebut tersusun secara bergantian dan membuat ester dimana masing-masing gugus
asam dan masing-masing gugus alkohol, kehilangan satu molekul air setiap kali sebuah
sambungan ester terbentuk.

Hasilnya adalah rantai seperti ditunjukkan di atas

Sifat-sifat polyester:
Sifat fisika:
Poliester memiliki sifat yang khas, yakni dalam pengerjaan dengan larutan kaudtik soda
bagian kulitnya akan larut, sehingga diperoleh kain, benang atau serat yang lebih tipis
dengan tidak mengubah serat secara hebat. Pengerjaan ini membuat polyester mempunyai
sifat pegangan seperti sutera.
Kekuatan dan mulur
Terylene mempunyai kekuatan 4.5 gram/denier sampai 7.5 gram/denier dan mulur 25%
sampai 7.5% tergantung pada jenisnya. Kekuatan dan mulur dalam keadaan basahnya
hampir sama dengan dalam keadaan kering. Kekuatan polyester dapat tinggi disebabkan
karena proses peregangan dingin pada waktu pemintalannya akan menyebabkan terjadinya
pengkristalan molekul dengan baik, demikian pula berat molekulnya dapat tinggi.
Elastisitas
Poliester mempunyai elastisitas yang baik sehingga kain polyester tahan kusut. Jika benang
polyester ditarik dan kemudian dilepaskan pemulihan yang terjadi dlam 1 menit adalah
sebagai berikut:
Penarikan 2%.................... pulih 97%
Penarikan 4%.................... pulih 90%
Penarikan 8%.................... pulih 80%
Moisture Regain
Dalam kondisi standard moisture regain polyester hanya 0.4%. Dalam RH 100% moisture
regainnya hanya 0.6-0.8%
Modulus
Polyester mempunyai modulus yang tinggi. Pada pembeban 0.9 gram/denier polyester hanya
mulur 1% dan pada pembeban 1.75 gram/denier hanya mulur 2%. Modulus yang tinggi
menyebabkan polyester pada tegangan kecil di dalam penggulungan tidak akan mulur.
Berat jenis
Berat jenis polyester 1.38

Morfologi
Poliester berbentuk silinder dengan penampang lintang yang bulat.

Sifat kimia
Polyester tahan asam lemah meskipun pada suhu didih dan tahan asam kuat dingin.
Polyester tahan basa lemah tetapi kurang tahan basa kuat. Poliester tahan zat
oksidasi,alcohol,keton,sabun dan zat-zat untuk pencucian kering. Demikian pula tahan
terhadap serangga, jamur dan bakteri, sedangkan terhadap sinar matahari ketahanannya
cukup baik.
Poliester larut dalam meta-kresol panas, trifluoroasetat-orto-khlorofenol, campuran 7 bagian
berat trikhlorofenol dan 10 bagian fenol dan campuran 2 bagian berat tetrakhloroetena dan 3
bagian fenol.
Zat penggelembung
Polyester akan menggelembungkan dalam larutan 2% asam benzoate asam salisilat, fenol
dan meta-kresol dalam air, disperse % monokhlorobenzena, p-dikhlorobenzena,
tetrahidronaftalena, metilbenzoat dan metal salisilat dalam air, disperse 0.3% orto-fenilfenol dan para-fenifenol dalam air.
Titik leleh
Poliester meleleh diudara pada suhu 250C dan tidak menguning pada suhu tinggi.
Sifat biologi
Poliester tahan serangga, jamur dan bakteri
Tahan sinar
Seperti serat tekstil lainnya, polyester juga berkurang kekuatannya dalam penyinaran yang
lama tetapi tahan sinarnya masih cukup baik dibanding dengan serat lain. Dibalik kaca tahan
sinar polyester lebih baik dari kebanyakan serat.
Mengkeret
Benang terylena apabila direndam dalam air mendidih akan mengkeret sampai 7% atau
lebih.
Pembakaran.
Poliester meskipun dapat dibakar tetapi karena diikuti oleh pelelehan yang kemudian akan
terlepas jatuh, maka nyala api tidak akan menjalar. Tetapi apabila dicampur dengan serat
lain yang membantu pembakaran, kain campuran tersebut akan terbakar.
Heat-set
Dimensi kain polyester dapat distabilkan dengan cara heat-set. Heat-set dilikukan dengan
cara mengerjakan kain dalam dimensi yang telah diatur (biasanya dalam bentuk lebih) pada

suhu 30-40C lebih tinggi dari suhu penggunaan kain sehari-hari. Untuk pakaian biasanya
pada suhu 220-230C.

Jenis polyester
Selain polyester biasa yang didalam perdagangan didagangkan dengan nama Terylena,
Dacron, Tetoron, Trivera, dan lainnya. Dikenal juga jenis lainnya yaitu Dacron jenis 62,
Kodel, Vycron, Grilene dan A-Tell.

Penggunaan
Karena sifat-sifatnya yang sangat baik, terutama sifat tahan kusut dan dimensinya yang
stabil, polyester banyak digunakan untuk bahan pakaian dan dasi. Untuk pakaian
ringan/tipis, polyester sangat baik jika dicampur dengan kapas. Selain itu, polyester juga
banyak digunakan untuk kain tirai karena ketahanannya terhadap sinar dibalik kaca baik.
Polyester banyak pula dipergunakan untuk tekstil industri umpama untuk kantung
pencelupan, kaos kaki wanita, pipa pemadam kebakaran, tali-temali, jala, kain layar, terpal,
kain pelindung pada pabrik kimia dan benang ban.
Polyester dipergunakan sebagai ban pengangkut dalam pembuatan kertas, yang memerlukan
ban pengangkut tahan suhu sampai 120C, lembab dan asam, dan juga dipergunakan dalam
pabrik kimia. Karena polyester lebih tahan suhu tinggi disbanding dengan serat sintetik
lainnya, kecuali Teflon yang sangat mahal menyebabkan polyester baik dipergunakan
sebagai isolasi dalam motor listrik.
Sifat polyester yang tahan asam, membuat polyester baik dipergunakan sebagai pakaian
pelindung dalam pabrik yang banyak memakai asam-basa. Akhir-akhir ini polyester mulai
pula dipergunakan sebagai benang ban.

Contoh produk Poliester